Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM SISTEM VIDEO

PERCOBAAN 2
MODULATOR VIDEO

Oleh:
KELOMPOK 2 - JTD 3C
Dicky Eka Candra

1341160065/06

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
APRIL 2016

PERCOBAAN 2
MODULATORVIDEO
2.1 Tujuan
1. Mengukur spektrum frekuensi pada transmisi video.
2. Menentukan bandwidth jarak frekuensi pembawa gambar dam frekuensi pembawa
suara.
3. Menentukan lebar bidang (bandwidth) pada transmisi video.
4. Menentukan jenis modulasi pada gambar dan suara.
2.2 Peralatan yang Digunakan
a.Modulator Video (VCD/VTR/Video Sender) (VCD-218) - 1 buah

b.

Spectrum Analyzer (USBSA124B, 100KHz to 12,4


GHz) 1 buah

c.

d. Kabel Penghubung RCA-BNC 1 buah

Laptop Lenovo S410i 1 buah

SPECTRUM
ANALYZER

MODULATOR
VIDEO

2.3 Diagram Rangkaian

RF out

2.4 Dasar Teori


Cara memancarkan (mentransmisikan) sinyal gambar yang amplitudonya
termodulasi mirip dengan sistem penyiaran radio yang telah dikenal. Dalam kedua kasus,
amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap
tegangan pemodulasi. Modulasinya adalah sinyal bidang frekuensi dasar (baseband). Pada
televisi, sinyal baseband ini merupakan sinyal video komposit. Penyiaran televisi benar-benar
seperti suatu sistem radio, tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara yang bergabung di
dalamnya dipancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang pembawa
terpisah dalam saluran pemancar yang sama seperti sinyal gambar.
Pengertian sinyal gambar digunakan di sini untuk mengartikan gelombang
pembawa yang termodulasi. Sinyal video adalah sinyal untuk sebuah tabung gambar. Sinyal
video untuk televisi bersesuaian dengan sinyal audio untuk sistem suara. Rincian yang lebih
jelas dari sinyal gambar AM (amplitude modulation picture) dan sinyal suara FM.

Gambar 1. Gelombang termodulasi amplitudo pada sinyal video komposit.


A

fA

fV

fA

f (Hz)

fV

fA

f (Hz)

a.
b.
Gambar 2. Spektrum frekuensi sinyal gambar AM
a). Tanpa VSB. b). Dengan VSB
Gambar 2.a menunjukkan spektrum frekuensi pada transmisi video yang
menghasilkan sinyal gambar AM yang terdiri dari frekuensi pembawa gambar (frekuensi
tengah) dan frekuensi pembawa suara (frekuensi sisi atas dan frekuensi sisi bawah) tanpa VSB, sedangkan Gambar 2b menunjukkan spektrum frekuensi pada transmisi video
yang menghasilkan sinyal gambar AM yang hanya mempunyai frekuensi sisi atas saja
(dengan VSB).
a. Tabel Pengalokasian Spektrum Frekuensi Radio
Berikut ini adalah Tabel lengkap Spektrum Frekuensi Radio Internasional yang
ditetapkan berdasarkan penentuan penggunaanya.
Nama Band
Singkatan Frekuensi
(Jalur)

Panjang
Gelombang

Penggunaan

Tremendou
sly low
frequency

TLF

< 3Hz

>100.000 km

Natural
Electromagnetic
Noise

Extremely
Low
Frequency

ELF

3 30 Hz

10.000 100.000 km Submarines

Super Low
Frequency

SLF

30 300 Hz

1.000 10.000 km

Submarines

Ultra Low
Frequency

ULF

300 3.000
Hz

100 1.000 km

Submarines,
mines

Very Low
Frequency

VLF

3 30 kHz

10 100 km

Navigation, time
signal,
Submarines, heart
rate monitor

Low
Frequency

LF

30300 kHz

1 10 km

Navigation, time
signal, Radio AM
(long wave), RFID

Medium
frequency

MF

300 3.000
kHz

100 1.000 m

Radio AM (medium
wave)

10 100 m

Short wave
Broadcast, RFID,
radar, Marine and
Mobile radio
telephony

High
Frequency

Very High
Frequency

HF

VHF

3 30 MHz

30 300 MHz 1 10 m

Radio FM,
Television, Mobile
Communication,
Weather Radio

Ultra High
Frequency

Super High
Frequency

Extremely
High
Frequency

Tremendou
sly High
Frequency

UHF

SHF

EHF

THF

300 3.000
MHz

3 30 GHz

10 100 cm

Television,
Microwave
device /
communications,
mobile phones,
wireless LAN,
Bluetooth, GPS,
FRS/GMRS

1 10 cm

Microwave
device /
communications,
wireless LAN,
radars, Satellites,
DBS

30 300 GHz 1 10 mm

High Frequency
Microwave, Radio
relay, Microwave
remote sensing

300 3.000
GHz

Terahertz Imagin,
Molecular
dynamics,
spectroscopy,
computing/commu
nications, sub-mm
remote sensing.

0.1 1 mm

2.5 Prosedur Percobaan


1. Siapkan alat percobaan untuk modulator video.
2. Hubungkan kabel power modulator VCD 218 pada stopkontak, kemudian nyalakan
VCD tersebut hingga LED merah menyala dan pada display terdapat angka.

3. Hubungkan output berupa video (RF Output) dengan menggunakan kabel RCA Crocodile pada bagian belakang modulator VCD 218.

4. Hubungkan output dari modulator pada inputan Signal Hound, seperti gambar
berikut:

5. Kemudian install Signal Hound pada laptop, ikuti langkah berikut :


a. Masukkan VCD installer pada CD Drive pada Laptop
b. Tunggu proses booting VCD pada laptop. Akan muncul tampilan seperti gambar
berikut :

c.

Copy

File

pada

VCD pada laptop,


letakan pada salah
satu folder pada
data C atau data D

d. Setelah tersimpan pada data D atau data C anda. Pilih setup.exe. Lalu Klik
kanan, Pilih Run adminitrator.

e. Tunggu proses intal untuk Klik Next. Pilih I Agree. Lalu Klik Next . Apabila
muncul Next, Klik Next lagi. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

f. Lalu icon Signal Hound akan muncul pada tampilan desktop Laptop anda
menunjukan bahwa program Signal Hound telah terinstal. Klik untuk membuka
program Signal Hound

6.

Setalah Signal Hound terinstal. Bukalah Signal Hound dengan Klik pada icon Signal
Hound.Maka,akan muncul tampilan seperti gambar berikut :

7.

Aturlah posisi Start sebesar 0 MHz dengan memilih menu START, seperti tampilan
berikut ini :

8.

Jika muncul display estimated sweep time, maka tunggu selama beberapa detik sesuai
dengan tampilan tersebut, karena Signal Hound masih memproses permintaan input yang
diubah. Berikut tampilannya :

9.

Kemudian aturlah posisi Stop sebesar 900 MHz dengan memilih menu STOP, seperti
tampilan berikut ini :

10.

Kemudian ambil screenshot atau foto tampilan tersebut ketika span nya 900 MHz dan
frekuensi center nya 450 MHz, serta catat hasil percobaan tersebut pada tabel hasil
percobaan.

11.

Selanjutnya atur frekuensi tengah (center) sebesar 207 MHz dengan memilih menu
CENTER, seperti tampilan berikut ini :

12.

Lalu, perbesar tampilan dengan mengubah SPAN menjadi 17 MHz, lakukan seperti
langkah sebelumnya, seperti gambar berikut :

13.

Kemudian beri tanda (mark) pada setiap amplitudo sinyal yang tampil, pada tampilan
ada 5 buah sinyal, dari ujung kiri hingga kanan, dengan menggunakan menu Marker
Control, klik pada amplitudo yang ingin diberi marker, seperti tampilan berikut :

14.

Setelah memberi marker 1, lanjutkan hingga menandai kelima sinyal, untuk mengatur
urutan marker, klik tombol next atau previous, seperti tampilan berikut ini :

15.

Setelah semua amplitudo sinyal telah diberi marker, ambil screenshot atau foto
tampilan tersebut, serta catat hasil percobaan tersebut pada tabel hasil percobaan.

2.6 Data Hasil Percobaan


No.

Keluaran Modulator Video (RF)


dengan Menggunakan Spectrum Analyzer

1.

2.7 Analisa Hasil Percobaan


Frekuensi pembawa video
Frekuensi Pembawa audio
Frekuensi Sub Pembawa audio

=
=
=

Keterangan

SPAN
Start
Stop
Center

=
=
=
=

900 MHz
40 Hz
900 MHz
450 MHz

SPAN
Start
Stop
Center
Marker 1
Frekuensi
Amplitudo
Marker 2
Frekuensi
Amplitudo
Marker 3
Frekuensi
Amplitudo
Marker 4
Frekuensi
Amplitudo
Marker 5
Frekuensi
Amplitudo

=
=
=
=

17 MHz
198,5 MHz
215 MHz
207 MHz

= 207,3 MHz
= -36,7 dBm
= 201,6 MHz
= -46,5 dBm
= 202,9 MHz
= -58,5 dBm
= 211,7 MHz
= -55,8 dBm
= 213,0 MHz
= -58,5 dBm

207,3 MHz
211,7 MHz dan 213 MHz
211,7 MHz 207,3 MHz = 4,4 MHz dan
213,0 MHz 207,3 MHz = 5,7 MHz

Dari hasil percobaan tersebut, alasan span berada frekuensi 40 Hz - 900 MHz, karena
frekuensi tersebut berada di bawah dan di atas batas frekuensi channel pada sistem NTSC
dan PAL, sehingga dapat mengetahui pada frekuensi berapa saja VCD-218 yang diuji tersebut
bekerja. Frekuensi pembawa video 207,3 MHz dan kedua frekuensi pembawa audio sebesar
211,7 Mhz dan 213 MHz dapat digunakan di saluran televisi NTSC dengan broadcast
channel 12 dan 13 pada channel range 204 - 210 MHz dan 210 - 216 MHz. Frekuensi
pembawa video dan pembawa audio tersebut juga dapat digunakan di saluran televisi PAL
dengan broadcast channel 9 dan 10 pada range channel 202 - 209 MHz dan 209 - 216 MHz.

Frekuensi sub pembawa audio sebesar 4,4 MHz dan 5,7 MHz menunjukkan bahwa
frekuensi tersebut digunakan oleh sistem televisi NTSC maupun PAL. Hal ini ditunjukkan
pada Tabel 1, bahwa selisih frekuensi pembawa video dan pembawa audio adalah +4,5 MHz.
Pada Tabel 3 ditunjukkan, selisih frekuensi pembawa video dan pembawa audio adalah +5,5
MHz untuk PAL-B dan PAL-G serta +4,5 MHz untuk PAL-N. Hasil pengukuran tersebut
mendekati nilai dari data tabel, sehingga dapat dikatakan VCD tersebut dapat digunakan
untuk sistem televisi NTSC dan PAL. Selain itu pada hardware VCD-218 terdapat informasi
spesifikasi bahwa VCD tersebut dapat digunakan untuk sistem televisi NTSC maupun PAL.

Tabel 1. NTSC - TV BROADCASTING SYSTEM

COLOUR SYSTEM

NTSC

Standart Broadcasting System

Channel bandwidth (MHz)


Video bandwidth (MHz)

6
4,2

Frequency difference between audio and video

+4,5

Vestigial side band (MHz)

0,75

Scanning lines

525

Field frequency (Hz)

60

Line frequency (Hz)

15.734,264

Video modulation method

AM (negative)

Audio modulation method

FM

Chrominance subcarrier frequency (MHz)


Intermediate frequency
(MHz)

3,579545

Audio

41,25 (54,25)

Video

45,75 (58,75)
USA, Canada
Mexico
Panama
Chili
Pilipina
Taiwan
Korea
Jepang

Country

Tabel 2. Saluran Televisi, Frekuensi Pembawa Gambar dan


Frekuensi Pembawa Suara (Untuk NTSC)
Broadcast
Channel

Channel
Range
(MHz)

Video
Carrier
(MHz)

Audio
Carrier
(MHz)

Broadcast
Channel

Channel
Range
(MHz)

Video
Carrier
(MHz)

Audio
Carrier
(MHz)

2
3
4
5
6
7
8
9

54-60
60-66
66-72
76-82
82-88
174-180
180-186
186-192

55.25
61.25
67.25
77.25
83.25
175.25
181.25
187.25

59.75
65.75
71.75
81.75
87.75
179.75
185.75
191.75

40
41
42
43
44
45
46
47
48
49

626-632
632-638
638-644
644-650
650-656
656-662
662-668
668-674
674-680
680-686

627.25
633.25
639.25
645.25
651.25
657.25
663.25
669.25
675.25
681.25

631.75
637.75
643.75
649.75
655.75
661.75
667.75
673.75
679.75
685.75

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

192-198
198-204
204-210
210-216
470-476
476-482
482-488
488-494
494-500
500-506

193.25
199.25
205.25
211.25
471.25
477.25
483.25
489.25
495.25
501.25

197.75
203.75
209.75
215.75
475.75
481.75
487.75
493.75
499.75
505.75

50
51
52
53
54
55
56
57
58
59

686-692
692-698
698-704
704-710
710-716
716-722
722-728
728-734
734-740
740-746

687.25
693.25
699.25
705.25
711.25
717.25
723.25
729.25
735.25
741.25

691.75
697.75
703.75
709.75
715.75
721.75
727.75
733.75
739.75
745.75

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

506-512
512-518
518-524
524-530
530-536
536-542
542-548
548-554
554-560
560-566

507.25
513.25
519.25
525.25
531.25
537.25
543.25
549.25
555.25
561.25

511.75
517.75
523.75
529.75
535.75
541.75
547.75
553.75
559.75
565.75

60
61
62
63
64
65
66
67
68
69

746-752
752-758
758-764
764-770
770-776
776-782
782-788
788-794
794-800
800-806

747.25
753.25
759.25
765.25
771.25
777.25
783.25
789.25
795.25
801.25

751.75
757.75
763.75
769.75
775.75
781.75
787.75
793.75
799.75
805.75

30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

566-572
572-578
578-584
584-590
590-596
596-602
602-608
608-614
614-620
620-626

567.25
573.25
579.25
585.25
591.25
597.25
603.25
609.25
615.25
621.25

571.75
577.75
583.75
589.75
595.75
601.75
607.75
613.75
619.75
625.75

Tabel. 3 PAL - TV BROADCASTING SYSTEM


COLOUR SYSTEM

PAL
B
CCIR

G
CCIR

7
5

8
6

8
5

8
5,5

6
4,2

+5,5

+6,5

+5,5

+6

+4,5

0,75

0,75

0,75

1,25

0,75

Scanning lines

625

625

625

625

625

Field frequency (Hz)

50

50

50

50

50

Line frequency (Hz)

15.625
AM
(negative)
FM

15.625
AM
(negative)
FM

15.625
AM
(negative)
FM

15.625
AM
(negative)
FM

15.625
AM
(negative)
FM

4,433618

4,433618

4,433618

4,433618

4,433618

Audio

33,4

30,5

33,4

32,9

41,25

Video

38,9

37,0

38,9

38,9

45,75

Standart broadcasting System


Channel bandwidth (MHz)
Video bandwidth (MHz)
Frequency difference between
audio and video
Vestigial side band (MHz)

Video modulation method


Audio modulation method
Chrominance subcarrier
frequency (MHz)
InKTVtermediate
frequency (MHz)

Country

Jerman
Itali
Kuwait
Bahrain
UAE, Oman
Jordan
Algeria
Thailand
Indonesia
Australia
Selandia Baru
Belanda
Norwegia
Switzerland
Swedia
Qatar
Malaysia
Pakistan
Denmark

China

Jerman
Austria

Inggris (UHF)

Argentina

Hongkong (UHF)

Irlandia
Afrika Selatan
Negaranegara eropa
lain dan
negaranegara Afrika
* Belgia dan
Yugoslavia
VSB adalah
1,25 MHz

Tabel 4. Penetapan Saluran Televisi, Frekuensi Pembawa Gambar dan


Frekuensi Pembawa Suara (Untuk PAL)
Broadcast
Channel

Channel
Range
(MHz)

Video
Carrier
(MHz)

Audio
Carrier
(MHz)

Broadcast
Channel

Channel
Range
(MHz)

Video
Carrier
(MHz)

Audio
Carrier
(MHz)

47 - 54

48,25

53,75

40

622 - 630

623,25

628,75

54 - 61

55,25

60,75

41

630 - 638

631,25

636,75

61 - 68

62,25

67,75

42

638 - 646

639,25

644,75

174 - 181

175,25

180,75

43

646 - 654

647,25

652,75

181 - 188

182,25

187,75

44

654 - 662

655,25

660,75

188 - 195

189,25

194,75

45

662 - 670

663,25

668,75

195 - 202

196,25

201,75

46

670 - 678

671,25

676,75

202 - 209

203,25

208,75

47

678 - 686

679,25

684,75

10

209 - 216

210,25

215,75

48

686 - 694

687,25

692,75

11

216 - 223

217,25

222,75

49

694 - 702

695,25

700,75

12

223 - 230

224,25

229,75

50

702 - 710

703,25

708,75

21

470 - 478

471,25

476,75

51

710 - 718

711,25

716,75

22

478 - 486

479.25

484,75

52

718 - 726

719,25

724,75

23

486 - 494

487,25

592,75

53

726 - 734

727,25

732,75

24

494 - 502

495,25

500,75

54

734 - 742

735,25

740,75

25

502 - 510

503,25

508,75

55

742 - 750

743,25

748,75

26

510 - 518

511,25

516,75

56

750 - 758

751,25

756,75

27

518 - 526

519,25

524,75

57

758 - 766

759,25

764,75

28

526 - 534

527,25

532,75

58

766 - 774

767,25

772,75

29

534 - 542

535,25

540,75

59

774 - 782

775,25

780,75

30

542 - 550

543,25

548,75

60

782 - 790

783,25

788,75

31

551 - 558

551,25

556,75

61

790 - 798

791,25

796,75

32

558 - 566

559,25

564,75

62

798 - 806

799,25

804,75

33

566 - 574

567,25

572,75

63

806 - 814

807,25

812,75

34

574 - 582

575,25

580,75

64

814 - 822

815,25

820,75

35

582 - 590

583,25

588,75

65

822 - 830

823,25

828,75

36

590 - 598

591,25

596,75

66

830 - 838

831,25

836,75

37

598 - 606

599,25

604,75

67

838 - 846

839,25

844,75

38

606 - 614

607,25

612,75

68

846 - 854

847,25

852,75

39

614 - 622

615,25

620,75

69

854 - 862

855,25

860,75

2.8 Kesimpulan
Dari hasil analisa tersebut dapat disimpulakan :
1. Frekuensi span berada 40 Hz - 900 MHz, karena frekuensi tersebut berada di bawah
dan di atas batas frekuensi channel pada sistem NTSC dan PAL
2. Frekuensi pembawa audio dan video menunjukan frekuensi tersebut bekerja pada
channel untuk NTSC yaitu channel broadcast 12 dan 13 sedangkan pada PAL bekerja
pada channel broadcast 9 dan 10
3. Frekuensi sub pembawa audio sebesar 4,4 MHz dan 5,7 MHz menunjukkan bahwa
frekuensi tersebut digunakan oleh sistem televisi NTSC maupun PAL
4. Jenis modulasi yang digunakan pada praktikum modulator video adalah modulasi
frekuensi
2.9 Pertanyaan
1. Sistem apa yang digunakan pada modulator video tersebut ?

Jawaban:
Sistem modulasi yang digunakan tersebut adalah modulasi Amplitudo, karena Amplitudo
sinyal informasi mempengaruhi amplitudo sinyal pembawa, sinyal informasi menjadi sampul
sinyal pembawa.

Gambar Sinyal termodulasi


Penggunaan umum dari sinyal Am adalah : Broadcasting radio AM yang banyak digunakan
untuk menyiarkan sinyal gelombang radio AM, gambar TV (Video), Radio komunikasi :
pesawat udara, radio amatir (SSB), radio CB (Citizens Band Radio). Transmisi data
digital : Modem Komputer (kombinasi dengan modulasi QAM)

2. Dari langkah 6, bagaimana mengetahui jenis modulasi ?

Jawaban
Jenis modulasi tersebut adalah modulasi amplitudo karena dapat dilihat dari perubahan
amplitudonya dan memiliki spectrum AM. Berdasarkan persamaan AM maka spektrum sinyal
termodulasi AM memiliki 3 (tiga frekuensi) :

fc : frekuensi sinyal pembawa.

LSB : frekuensi Lower Side Band (LSB) yaitu selisih frekuensi sinyal pembawa
dan sinyal informasi.

USB : frekuensi Upper Side Band (USB) yaitu jumlah frekuensi sinyal pembawa
dan sinyal informasi.

2.10 Saran
Sebelum melakukan percobaan sebaiknya dicek kondisi alat praktikum, untuk
melakukan ini menggunakan software Spectrum Analyzer agar lebih mempermudah untuk
mendapatkan frekuensi. Alat praktikan yang sudah terlalu mengalami kemungkinan kerusakan
sehingga tidak dapat menampilkan frekuensi pada layar display.
Referensi
http://teknikelektronika.com/pengertian-spektrum-frekuensi-radio-pengalokasiannya/