Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM SISTEM VIDEO

PERCOBAAN 2
PATTERN GENERATOR

Oleh:
KELOMPOK 2 - JTD 3C
Dicky Eka Candra

1341160065 / 06

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI MALANG
APRIL, 2016
PERCOBAAN 2

PATTERN GENERATOR
1. Tujuan
1.1 Mengenal pola-pola dasar pada Pattern Generator.
1.2 Mengukur video komposit dan tegangan standard pada masing-masing pola.
1.3 Mengukur frekuensi pemayaran Horisontal dan pemayaran Vertikal.
1.4 Membandingkan bentuk gambar di Layar TV dengan sinyal Gambar di Osciloscoope
dan menganalisanya.
1.5 Mengidentifikasi jenis sinyal Video yang dihasilkan Pattern Generator
2. Peralatan yang Digunakan
2.1 Pattern Generator sinyal TV : LODESTAR CPG-1367A

2.2Oscilloscope 40 MHz dan passive probe : Tektronix TBS1022

2.3Kabel penghubung BNC - RCA 75

2.4 Kabel penghubung BNC - BNC 75

2.5 Konektor T-BNC

2.6 Televisi 1 buah

3. Diagram Rangkaian

4. Dasar Teori
Sumber pola gambar (pattern generator) sangat pada teknik video (televisi) untuk
maksud pengaturan atau pencarian kesalahan. Ada berbagai macam pola gambar dengan
berbagai macam keperluannya. Dari begitu banyak pola gambar yang ada, ada beberapa pola
gambar yang umum digunakan kegunaannya tidak amat spesifik.
Macam-macam Pola Gambar dan Kegunaannya yakni :
a. Bintik-bintik (Dot)
Untuk memeriksa dan mengatur konvergensi statis di tengah layar dengan
kecerahan yang rendah. Hal ini harus dikerjakan sesuai petunjuk pembuat pesawat
televisi.
b. Kotak-kotak (crosshach)
Pola kotak-kotak dengan garis horisontal dan garis vertikal dengan warna latar
belakang hitam dan warna garis putih.
1. Untuk memeriksa dan mengatur konvergensi dinamik horisontal dan vertikal dan
konvergensi sudut.

2. Dengan linieritas pembelokan (defleksi) horisontal dan vertikal yang benar, garis putih
horisontal harus berbentuk segi empat sama sisi.Jika tidak, maka pesawat dapat
diperiksa kebenaran tanggapan amplitudonya. Garis putih vertikal seharusnya lebarnya
200 ns.Jika garis ini tidak tajam dan terlihat lebih rendah intensitasnya dibanding garis
horisontalnya, dimungkinkan tanggapan amplitudo penerima tidak cukup.Jika garis
vertikal terlihat ganda, rangkaian penerima mungkin bergetar.
3. Untuk pemeriksaan pengoreksi pin-cushion pesawat penerima. Dengan konvergensi
yang benar, segi empat di sudut layar harus kira-kira sama dengan segi empat di
tengah layar pada jarak penglihatan normal.
c. Putih (white)
Pola ini berisi sinyal 100% putih (tanpa informasi warna) dengan burst bergantian.
1. Gambar untuk kecerahan yang konstan pada seluruh layar (tida ada hum, dll.)
2. Tabung gambar warna untuk pengaturan putih yang baik (white-D).
3. Pembatasan dari arus tembakan pada tabung gambar warna.
4. Untuk recorder video pola ini sangat ideal untuk pengaturan arus penulisan (rekam)
luminansi. Pola ini dapat pula untuk mengatur demodulator FM (pengaturan level
putih).
d. Balok Warna (color)
Balok warna (color bar) terdiri dari 8 balok warna vertikal standart dan sebuah
balok referensi horisontal. Balok 8 warna disusun dalam urutan penyusutan luminan. Dari
kiri ke kanan balok warna itu adalah putih D, kuning, cyan, hijau, magenta, merah, biru,
dan hitam.Pola ini digunakan untuk menset kontrol operasi pesawat penerima pada posisi
yang benar.Balok horisontal (level putih) pada bagian bawah pola ini digunakan sebagai
standart saat mengatur amplitudo sinyal beda warna dengan hubungan dengan sinyal
luminan dalam tabung gambar. Sinyal dapat digunakan untuk pengaturan ulang amplitudo
sinyal dari rangkaian demodulator dan matrik, sebagai keluarannya dapat dibandingkan
dengan balok referensi. Selain kegunaan di atas, pola ini dapat digunakan untuk
memeriksa penampilan warna secara keseluruhan. Jadi dapat pula digunakan pemeriksaan
dan pengaturan pada penerima atau VCR :
1. Pemeriksaan pengunci burst.
2. Pemeriksaan AGC warna dan pemati warna.
3. Pemeriksaan rangkaian reaktansi dari regenerator subcarrier.
4. Pemeriksaan sinkronisasi dari regenerator subcarrier.
5. Pemeriksaan rangkaian pengenal (identification) PAL.
e. Sinyal Sinkronisasi

Sinyal sinkronisasi adalah suatu sinyal yang selalu diberikan secara periodik dan
tetap, berfungsi untuk mengemudikan jalannya scaning raster disetiap pesawat televisi
sehingga pembentukan sinyal video menjadi gambar akan tetap dan tepat susunannya
sama dengan posisi semula di bidang rastekamera (produksi gambar), maka dari itu sinyal
sinkronisasi selalu disertakan bersama dengan sinyal video kemanapun dikirimnya.
Untuk pembentukan raster dengan sistem scanning ini maka diperlukan dua macam
sinkronisasi yaitu:
1. Sinyal sinkronisasi horizontal yaitu untuk scanning horizontal yang diberikan pada
setiap retrace horizontal.

2. Sinyal sinkronisasi vertical yaitu untuk scanning vertikal yang diberikan pada setiap
retrace vertikal.

Sinyal video yang dilengkapi dengan sinyal-sinyal sinkronisasi disebut dengan


sinyal video komplit (Composite Video Signa/CVSl), sedangkan untuk sinyal video berwarna

disebut Color Composite Video Signal (CCVS). Karena pada sinyal video tersebut telah
ditambahkan sinyal-sinyal informasi warna, yaitu sinyal Burst dan sinyal Color Sub Carrier.

2.1 Prosedur Percobaan


Adapun prosedur percobaan pada praktikum ini adalah
1) Set-up peralatan seperti pada gambar di atas.

Gambar 2. Setup rangkaiannya

2) Menghubungkan Patern Generator dengan catu daya 8, 5 V, kemudian ON-kan


instrumen.

3) Saklar output pada Pattern Generator atur pada VIDEO

4) Mengkalibrasi Osiloskop terlebih dahulu sebelum digunakan dengan menekan tombol


pada lingkaran merah dibawah ini untuk menghidupkan Osiloskop :

5) Mengubah posisi coupling ke Ground terlebih dahulu agar tidak terjadi interferensi pada
saat pengkalibrasian

6) Mengatur garis Horizontal pada titik tengah display di Osiloskop

7) Lalu menghubungkan kabel BNC tersebut yang sudah terhubung dengan Pattern
generator dan Televisi

8) Setelah terhubung ubah coupling pada posisi AC agar mendapatkan bentuk sinyal

9) Mengatur Volt/Div dan Time/Div

10) Amati dan gambar (foto) sinyal sinkronisasi dan pengosongan horisontal,
pengosongan vertikal,

serambi depan dan belakang, dan informasi gambar

masing-masing pola.
11) Dari gambar bentuk gelombang, tentukan tegangannya.
amati dan ambil gambar (foto) bentuk gelombangnya pada pola :
DOTS
Cross Hatch
Vert Lines
Horiz Lines
Raster
Color
12) Saklar output pada Pattern Generator letakkan pada IF dan amati bentuk gelombang
untuk setiap pola dan ukur frekuensinya, ambil gambar (foto).
13) Dari gambar bentuk gelombang langkah 6, tentukan tegangannya.
14) Analisa gambar sinyal untuk satu frame (gambar diam) pada video komposit, tentukan
level dan periodanya.

5. Data Hasil Percobaan


TEST
POINT

TV

DOTS
Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi =370,2 kHz
Tegangan =1,66 Vpp
T/Div = 2,70 s

CROSS
HACH
Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi = 364,8 kHz
Tegangan = 1,62Vpp
T/Div = 2,74 s

OUTPUT PADA OSCILOSCOPE

VERTI
LINE
Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi = 370 kHz
Tegangan = 1,64 Vpp
T/Div = 2,70 s

HORIZ
LINE
Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi = 781,3 Hz
Tegangan = 1,7 Vpp
T/Div= 1,27 ms

RASTER

Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi = 15,62 kHz
Tegangan = 1,68Vpp
T/Div = 0,064 s

COLO
R
Volt/div = 500mV
Time/div = 25s
Frekuensi = 567,4 kHz
Tegangan = 1,72Vpp
T/Div = 1,76 s

6. Analisa Percobaan

Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan didapatkan hasil untuk setiap pola
memiliki gambar seperti pada tabel hasil percobaan di atas. Analisa untuk setiap pola adalah
sebagai berikut :

Pola DOTS
Pola dots ini adalah sinyal chrominance yaitu sinyal yang memperlihatkan warna
berdasarkan tingkat kecerahannya. Berdasarkan hasil percobaan pada layar televisi terlihat
bahwa pola yang muncul adalah kumpulan titik putih yang tersebar membentuk matrik
dengan layar berwarna hitam sesuai dengan modul pattern generator
Melakukan
sinkronisasi

Tampilan titik
yang ada pada
layar TV
Garis hitam yang
dibentuk

Kumpulan garis
Membentuk
vertikal
pada
garis
hitam
osiloskop
membentuk titik
pada tampilan TV

Pada tampilan TV yang terlihat adalah dominan hitam dengan titik putih, karena bagian dots
yang dibentuk garis vertikal lebih sedikit kemunculannya dan terletak di bagian belakang
sedangkan yang banyak dibentuk oleh frame adalah garis yang membentuk warna hitam. Pada
tampilan TV menghasilkan 17 titik. Banyak titik yang dibentuk sebanyak 2,70 s /titik

Pola Cross Hatch


Pola kotak-kotak dengan garis horisontal dan garis vertikal dengan warna latar belakang
hitam dan warna garis putih.
Melakukan sinkroniasai

Garis horizontal yang dibentuk pada TV

Kumpulan garis
Membentuk
garis horizontal
vertikal yang
membetuk garis
vertikal putih pada
layar TV

Garis vertikal yang dibentuk pada TV

Pada tampilan TV pola yang dibentuk kotak-kotak garis vertikal dan horizontal berwarna putih
dengan warna hitam sebagai warna layar. Pola kotak-kotak dibentuk berdasarkan gabungan
antara garis vertikal dengan garis horizontal. Pada tampilan TV banyak pola kotak yang dibentuk
2,74 s detiknya

Pola Vertikal Line

putih yang dibentuk pada tampilan TV


Melakukan
sinkronisasi
Bentuk garis
vertikal membentuk garis vertikal pada tampilan TV

Pada tampilan TV tersebut garis vertikal putih dibentuk dengan layar dasar berwarna hitam.
Kumpulan garis vertikal tersebut membentuk garis vertikal putih pada tampilan TV sebanyak
2,70 s per detiknya. Sinya sinus pada osiloskop memiliki frekuensi sebesar 370 kHz dengan
tegangan sebesar 1,64 Vpp.

Pola Horizontal Line

Garis horizontal yang dibentuk pada osiloskop menampilkan garis horizontal pada tam
Tampilan garis horizontal putih pada
Melakukan
layar TV sinkronisasi

Pada tampilan layar TV akan muncul garis horizontal

putih dengan layar hitam sebagai

dasaranya. Pola garis horizontal putih pada layar TV yang dibentuk

kumpulan dari garis

horizontal dengan kecepatan sebesar 1,27 ms per detiknya. Sinya sinus pada osiloskop memiliki
frekuensi sebesar 781,3 Hz dengan tegangan sebesar 1,7 Vpp

Pola Raster

Pola ini berisi sinyal 100% putih (tanpa informasi warna) dengan burst bergantian.

Garis horizontal
yang terlihat pada osiloskop akan membentuk warna putih
Melakukan
sinkronisasi

Pada tampilan TV terlihat warna putih pada semua layar yang biasanya disebut pola raster.
.Pada raster diatas gambar gelombang yang tertampil terlihat bahwa putih akan lebih dominan
di banding hitam karena pada saat warna hitam muncul garis yang terlihat turun ke bawah itu

menandakan warna hitam akan tertutup oleh warna putih. Pola raster ini bergerak cepat
sebanyak 0,064 s per detiknya.

Pola Color

Warna yang dibentuk tampil pada TV


Melakukan
Garis
vertikal sinkronisasi
tampil pada osiloskop akan membentuk warna pada lay

Pada tampilan TV garis vertikal membentuk balok warna yang memiliki pola dari kiri ke
kanan balok warna itu adalah putih D, kuning, cyan, hijau, magenta, merah, biru, dan hitam.
Pola warna yang dibentuk sebanyak 1,76 s per detiknya.
7. Kesimpulan
1. Garis vertikal yang tertampil pada osiloskop dapat membentuk Pola dots, Pola kotakkotak , Pola vertikal line,Pola raster, dan Pola warna
2. Garis horizontal yang tertampil pada osiloskop membentuk Pola Horizontal Line
3. Dari hasil perbedaan pola terdapat perbedaan frekuensi yang muncul dan menyebabkan
perbedaan periode yang muncul per detiknya.
8. Saran
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai haruslah menggunakan alat praktikan yang sesuai
prosedur. Untuk mendapatkan hasil pola yang tertampil pada layar TV menggunakan BNC to
RCA yang pas dengan female. Untuk mengatur tingkat Pola gambar yang jelas diatur dengan
brigtness agar gambar lebih terlihat.