Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUMSISTEM VIDEO

VIDEO KOMPOSIT
PERCOBAAN 5

Oleh:
KELOMPOK 2 - JTD 3C
Dicky Eka Candra

1341160065/06

PROGRAM STUDI
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Mei, 2016

PERCOBAAN 5
VIDEO KOMPOSIT
5.1.

Tujuan :

1.1 Mengenal dasar video komposit.


1.2 Mengukur video komposit dan tegangan standart.
1.3 Menentukan parameter video komposit.
5.2.
Peralatan yang Digunakan
1. VCD/VTR (1 buah)

2. Oscilloscope 40 MHz dan passive probe (1 buah)

3.

Kabel penghubung RCA - BNC (75 ) (1 buah)

5.3.

Diagram Percobaan

5.4.

Dasar Teori
a. Konstruksi Sinyal Video Komposit

Sinyal video komposit mengandung variasi sinyal kamera (informasi gambar), pulsa-pulsa
pengosongan (blanking), dan pulsa-pulsa penyelarasan (sinkronisasi).

Gambar 1 Tiga kumpulan sinyal video komposit adalah variasi sinyal kamera, pulsa-pulsa pengosongan, dan pulsa-pulsa penyelarasan. (a) Sinyal
kamera (informasi gambar) untuk satu garis horisontal, (b) Pulsa pengosongan H ditambahkan ke sinyal kamera, (c) Pulsa
penyelarasan H ditambahkan ke pulsa pengosongan.

Pada gambar 2, nilai amplitudo tegangan dan arus yang berurutan diperlihatkan
untukpemayaran dua garis horisontal dalam bayangan, karena waktu meningkat dalan arah
horisontal, amplitudonya berubah untuk naungan putih, kelabu, atau hitam pada gambar.

Mulai dari yang paling kiri pada waktu nol, sinyal pada level putih dan berkas pemayaran
berada disebelah kiri bayangan (citra). Begitu garis pertama dipayar dari kiri ke kanan,
diperoleh variasi sinyal kamera dengan berbagai amplitudo yang sesuai dengan informasi
gambar yang diperlukan.
Setelah penjejakkan (trace) horisontal menghasilkan sinyal kamera yang diinginkan
untuk satu garis, berkas pemayaran berada di sebelah kanan bayangan (image atau citra).
Kemudian pulsa pengosongan disisipkan guna mengembalikan amplitudo sinyal video ke
atas sampai ke level hitam, sehingga pengulangan jejak dapat dikosongkan.Setelah waktu
pengosongan cukup lama untuk mencakup pengulangan jejak, teganganpengosongan
dilepas. Maka berkas pemayaran berada di sebelah kiri, siap untuk memayar garis
berikutnya. Dengan cara ini masing-masing garis horisontal dipayar secara berturut-turut.
Perhatikan bahwa garis kedua memperlihatkan informasi gambar gelap di dekat level hitam.
Berkenaan dengan waktu, amplitudo-amplitudo sinyal tepat setelah pengosongan
pada gambar 2 menunjukkan informasi yang sesuai dengan sisi kiri pada awal garis
pemayaran. Tepat sebelum pengosongan, variasi sinyal bersesuaian dengan sisi kanan.
Informasi yang tepat ditengah-tengah garis pemayaran adalah setengah waktu antara pulsapulsa pengosongan.

Rincian

periode

seperti gambar 3.
H adalah waktu

pengosongan

horisontal

Interval yang ditandai


yang

diperlukan untuk memayar satu garis lengkap termasuk penjejakan dan pengulangan jejak

b. Pulsa-Pulsa Penyelarasan dalam Waktu Pengosongan V


Pulsa-pulsa penyelarasan yang disisipkan di dalam sinyal video komposit selama
pulsa pengosonganvertikal yang lebar diperlihatkan pada gambar 4. Ini mencakup pulsapulsa

untuk

menyamakan,

pulsa-pulsapenyelarasan

vertikal

dan

beberapa

pulsa

penyelarasan horisontal. Sinyal-sinyalnya diperlihatkan pada intervalwaktu di akhir satu


medan dan yang berikutnya, untuk melukiskan apa yang terjadi selama waktu
pengosonganvertikal. Kedua sinyal yang diperlihatkan satu di atas yang lainnya adalah
sama, kecuali untuk pergeseran setengahgaris antara medan yang berurutan yang diperlukan
untuk pemayaran terjalin garis-garis ganjil.
Dimulai dari kiri pada gambar 4, keempat garis pemayaran horisontal yang terakhir
pada dasar raster yangdiperlihatkan bersama pulsa-pulsa pengosongan dan penyelarasan
horisontal yang diperlukan. Segera setelahmenyusul garis visibel terakhir, sinyal video

dibuat menjadi hitam oleh pulsa pengosongan vertikal dalam rangkapersiapan untuk
pengulangan jejak vertikal.
Periode pengosongan vertikal dimulai dengan suatu kelompok 6 pulsa pemayaran,
yang terpisah padainterval setengah garis.
Berikutnya adalah pulsa penyelarasan vertikal bergerigi yang sesungguhnya
menghasilkan flyback vertikaldalam rangkaian pemayaran. Gerigi juga terjadi pada interval
setengah garis. Dengan demikian, pulsa penyelarasanvertikal yang lengkap lebarnya adalah
tiga garis.
Mengikuti penyelarasan vertikal adalah suatu kelompok lain yang terdiri dari enam
pulsa penyamaan dansuatu rentetan pulsa horisontal.
Selama periode pengosongan vertikal keseluruhan, tidak ada informasi gambar yang
dihasilkan, sebab levelsinyal adalah hitam atau lebih hitam daripada hitam sehingga
pengulangan jejak vertikal dapat dikosongkan.
Dalam sinyal di puncak, pulsa pertama adalah suatu garis penuh yang diluar pulsa
penyelarasan horisontalsebelumnya; dalam sinyal di bawah untuk medan berikutnya, pulsa
pertama adalah sejauh setengah garis. Bedawaktu setengah garis ini antara medan-medan
genap dan ganjil berlanjut melalui semua pulsa berikutnya, sehinggapulsa-pulsa
penyelarasan vertikal untuk medan-medan yang berurutan diatur waktunya untuk
pemayaran terjalingaris ganjil.
c. Pengosongan V dan Pemayaran V (V Blanking and V Scanning)
Pulsa penyelarasan vertikal yang bergerigi memaksa rangkaian defleksi vertikal
untuk memulai flyback.Akan tetapi, flyback umumnya tidak akan mulai dengan dimulainya
penyelarasan vertikal karena pulsa penyelarasanharus membangun muatan di dalam sebuah
kapasitor guna memicu rangkaian-rangkaian pemayaran. Jika kitaasumsikan bahwa flyback
vertikal dimulai dengan pinggiran leading dari gerigi ketiga, maka waktu dari satu
garisberlalu selama penyelarasan vertikal sebelum flyback dimulai. Juga enam pulsa untuk
menyamakan yang samadengan tiga garis terjadi sebelum penyelarasan vertikal. Jadi 3 + 1 =
4 garis dikosongkan di dasar gambar, tepatsebelum pengulangan jejak vertikal dimulai.
Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk flyback tergantung pada rangkaian
pemayaran, namun waktupengulangan jejak vertikal yang khas adalah 5 garis. Begitu
pengulangan jejak berkas pemayaran dari dasar kepuncak raster, dihasilkan lima garis
horisontal lengkap. Pengulangan jejak vertikal ini dapat diselesaikan denganmudah selama
waktu pengosongan vertikal.

Dengan 4 garis dikosongkan di dasar sebelum flyback dan 5 garis dikosongkan


selama flyback, 12 garistersisa dari total 21 selama selama pengosongan vertikal. Ke 12
garis kosong ini berada di puncak raster padapermukaan penjejakan vertikal arah ke bawah.
Ringkasnya, 4 garis dikosongkan pada dasar dan 12 garis di puncak dalam masingmasing medan. Didalam kerangka total dari dua medan, 8 garis dikosongkan di dasar dan 24
garis di puncak. Garis-garis pemayaranyang dihasilkan selama penjejakan vertikal, tetapi
yang dijadikan hitam oleh pengosongan vertikal, membentukbatang-batang hitam di puncak
dan di dasar gambar.
Tinggi gambar sedikit berkurang dengan pengosongan, dibandingkan dengan raster
yang tidakdikosongkan. Akan tetapi tingginya dapat diperbaiki dengan mudah dengan
memperbesar amplitudo dari bentukgelombang gigi gergaji untuk pemayaran vertikal.
4. Prosedur Percobaan :
1.Siapkan semua peralatan praktikum lalu tancapkan kabel power VCD ke stop kontak.

2. Tekan tombol power untuk menyalakan VCD.

3. Siapkan Osiloskop dan tancapkan kabel power pada port power serta stop kontak.

4. Nyalakan Osiloskop dengan menekan tombol power pada Osiloskop.

5. Tancapkan kabel BNC to RCA pada port BNC Channel 1 pada Osiloskop untuk ujung
BNC.

6. Hubungkan ujung RCA ke video out VCR/VCD dengan input CRO.

7. Sehingga rangkaian nya menjadi seperti ini.

8. Tekan tombol Autoset agar memunculkan pilihan Line (Horizontal) dan Field (Vertikal).

9. Setelah menekan tombol autoset maka akan muncul tampilan seperti dibawah
ini, pilih field untuk pengamatan vertikal

Setting Line untuk sinyal horizontal dan Field untuk sinyal vertikal
10. Atur Posisi Gambar baik Horizontal maupun Vertikal agar mudah diamati.

Untuk garis vertikal

Untuk garis horizontal

11. Atur nilai Time/Div yang sesuai agar mudah diamati, bisa dilihat satu periode
Horisontal penuh dan Vertikal penuh.

12. Atur nilai Vol/Div Osiloskop yang sesuai agar mudah diamati, untuk
memperbesar/memperkecil volume gelombang.

13. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini (Gambar zoom out)

14. Atur nilai Time/Div yang sesuai agar mudah diamati, bisa dilihat satu periode
Horisontal penuh dan Vertikal penuh. Pada praktikum ini menggunakan nilai
T/Div 2,5 s

15. Atur nilai Vol/Div CRO yang sesuai agar mudah diamati, bisa dilihat satu
periode Horisontal penuh dan Vertikal penuh.. untuk tampilan gambar zoom in
maka atur nilai Volt/ div 2 V

16. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini (Gambar zoom in)

17. Setelah itu untuk pengamatan vertikan pilih lah line

18. Untuk pengamatan vertikal lakukan langkah 9 sampai 16


19. Untuk pengosongan vertikal zoom in atur V/Div = 2V ,T/Div = 5,00 ms
20. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah

21. Untuk pengosongan vertikal zoom in atur V/Div = 1V , T/Div = 250,0 s


22. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah

23. Gambar bentuk-bentuk gelombang tersebut dan tentukan tegangannya.


5. DATA HASIL PERCOBAAN
NO

GAMBAR

KETERANGAN
Gambar pemayaran
horizontal satu periode penuh.
Time/div = 25,0 s
Volt/div = 500 mV

1.a

Gambar Pemayaran sinyal


pengosongan Horizontal, yang
menunjukan pengosongan
horizontal, pulsa sinkronisasi
horizontal, serambi depan,
serambi belakang
1.b

Volt/div = 500 mV
Time/dv = 2.50 s

Gambar pemayaran vertikal


satu periode penuh.
Time/div = 5.0 ms
Volt/div = 200 mV
2.a

Gambar Pemayaran
Pengosongan Sinyal Vertikal
menunjukkan pengosongan
vertikal, sinyal sinkronisasi
horizontal, dan singkronisasi
vertikal
2.b

Volt/div = 500 mV
Time/div = 100 s

6. Analisa Hasil Percobaan


Pada hasil percobaan diperoleh beberapa
a. Pemayaran Horizontal

satu periode penuh pemayaran horizontal

Time/div = 25,0 s
Div
= 2,6 div
Hitung Periode (T) :
T = Div x Time/Div
= 2,6 x 25,0 s
= 65 s
Volt/div = 500 mV
Div = 2,6 div
Hitung tegangan :
V = volt/div x div
= 500 mV/div x 2,6 div
= 1,3 V

Hitung Frekuensi (f) :


F=1/T
= 1 / 65 s
= 15,384 KHz

Dari hasil perhitungan yang diperoleh frekuensi pemayaran horizontal sebesar 15,384
KHz. Waktu yang diperlukan untuk memayar satu garis lengkap termasuk penjejakan
dan pengulangan jejak adalah interval yang ditandai dengan H.
1
5
H=
=6,5 x 10 =65 s
15,384 KHz
Dari perbandingan nilai pemayaran dengan teori, video composit ini menggunakan
Sistem PAL.
Pengosongan Horizontal

b. Pemayaran Sinyal Pengosongan Horizontal

Pengosongan horizontal

Time/Div = 2,5 s
Div = 4,6 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 2,5 s x 5 div
= 12,5 s
Volt/Div = 500 mV
Div = 2 div
Tegangan (V)= Volt/Div x Div
= 500 mV x 2
=1V

Serambi Depan

Time/Div = 2,5 s
Div = 0,6 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 2,5s x 0,6 div
= 1,5 s
Volt/Div = 500 mV
Div = 0,2 div
Tegangan (V)= Volt/Div x Div
= 500 mV x 0,2
= 100 mV

Time/Div = 2,5 s
Div = 2 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 2,5s x 2 div
= 5 s

Sinkronisasi Horizontal

Volt/Div = 500 mV
Div = 1,6 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,6
= 800 mV

Time/Div = 2,5 s
Div = 2,4 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 2,5s x 2,4 div
= 6 s

Serambi Belakang

Volt/Div = 500 mV
Div = 1,4 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,4
= 700 mV

Time/Div = 2,5 s
Div = 1,2 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 2,5s x 1,2 div
= 3 s

Sinkronisasi Warna

Volt/Div = 500 mV
Div = 1,6 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,6
= 800 ms

Dari hasil praktikum dapat dibuat tabel perbandingan antara perhitungan dengan
teori :
Periode
Pengukuran (s) Teori (s)
Pengosongan Horizontal
12,5
10,9
Serambi depan
1,5
1,5
Sinkronisasi horizontal
5
4,7
Serambi belakang
6
4,7
Sinkronisasi warna
3
2,5
Berdasarkan gambar dibawah ini dapat dilakukan perbandingan antara hasil
perhitungan dan teori didapatkan nilai serambi depan, sinkronisasi horizontal, serambi
belakang, dan sinkronisasi warna pada perhitungan memiliki nilai yang mendekati dengan
teori.
c. Pemayaran Vertikal
Satu periode Sinyal
pemayaran Vertikal

Time/div = 5 ms
Div
= 3,9 div
Hitung Periode (T) :
T = Div x Time/Div
= 3,9 x 5 ms
= 19,5 ms
Volt/div = 500 mV
Div
= 2,2 div
Hitung tegangan :

Hitung Frekuensi (f) :


F=1/T
= 1 / 19,5 ms
= 51,28 Hz

V = volt/div x div
= 500 mV/div x 2,2 div
= 1,1 V

Dasar Teori : Dari hasil yang kami dapatkan dalam praktikum, didapatkan hasil
frekuensi dari satu periode pengosongan vertikal yaitu 51,28 Hz. Dimana sesuai
dengan standar PAL yang digunakan di Indonesia adalah PAL dengan frekuensi
vertical nya 50 Hz. Dalam hal ini hasil praktikum mendekati nilai frekuensi vertikal
yakni 50 Hz. Jadi dapat dikatakan hasil praktikum yang dilakukan cukup akurat dan
sesuai dengan standar PAL B di Indonesia.

d.

Sinyal Pengosongan Pemayaran Vertikal

Pengosongan Vertikal

Time/Div = 250 s
Div = 6,4 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 250 s x 6,4 div
= 1600 s
Volt/Div = 500 mV
Div = 1,6 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,6
= 800 ms

Pengukuran 3H, 1H, dan H

Time/Div = 250 s
Div = 0,75 div
Untuk 3H :

Periode (T) = Time/Div x Div


= 250 s x 0,75 div
= 187,5 s 3H
Untuk 1H :
Periode (T) = 187,5 s / 3
= 62,5 s 1H
Untuk 1/2H :
Periode (T) = 187,5 s / (3/0,5)
= 187,5 s / 6
= 31,25 s H

3H

Volt/Div = 500 mV
Div = 1,6 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,6
= 800 ms
Time/Div = 250 s
Div = 2 div
Periode (T) = Time/Div x Div
= 250 s x 2 div
= 500 s

Sinkronisasi Vertikal

Volt/Div = 500 mV
Div = 1,6 div
Tegangan (V) = Volt/Divx Div
= 500 mV x 1,6
= 800 ms

Berikut tabel perbandingan antara Hasil Perhitungan H vertikal, Hasil Perhitungan T


Horizontal, dan teori yang ada :
Periode

Panjang H

Hasil Pengukuran H

Teori (s)

Hasil Pengukuran T

Vertikal (s)
62.5

64

Horizontal (s)
65

Dasar Teori : Pada hasil perhitungan T horizontal didapatkan 65 s, untuk perhitungan H


vertikal didapatkan 62,5 s, sedangkan pada teori seharusnya T horizontal dan H vertikal
sama dengan 64 s. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dari pengamat dalam menentukan
kepresisian sinyal yang muncul pada osiloskop. Pada percobaan video composit ini
mendekati teori line duration yang dimiliki PAL yakni 64 s

Garis per Field=

Frekuensi Pemayaran Horizontal 15384 Hz


=
=300 Garis
Frekuensi Pemayaran Vertikal
51,28 Hz

Garis Per Frame = 300 Garis x 2 = 600 Garis

Keterangan PAL dan NTSC :

64 s64 s
64 s64 s

Dari perhitungan diatas diketahui nilai frekuensi pemayaran horizontal 15,384 kHz dan
frekuensi pemayaran vertikal 51,28 Hz, hampir mendekati nilai teorinya yakni untuk
frekuensi pemayaran horizontal = 15,625 kHz dan frekuensi pemayaran vertikal = 50 Hz.
Kemudian untuk hasil perhitungan jumlah garis per field yakni 300 garis dan jumlah garis
per frame yakni 600 garis, hamper mendekati nilai teorinya yakni untuk jumlah garis per
field = 312,5 garis dan jumlah garis per frame = 625 garis. Adanya selisih antara hasil
perhitungan dan teori disebabkan kurangnya ketelitian saat membaca time/div pada
osiloskop. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem yang digunakan pada video percobaan kali
ini adalah sistem PAL.
7. Kesimpulan
Pada praktikum ini dapat disimpulkan yaitu :

Video komposit terdiri variasi sinyal yang terdiri atas informasi gambar, pulsa
pengosongan (blanking) horizontal dan vertikal, pulsa penyelarasan (sinkronisasi)
horizontal dan vertikal, luminan, krominan dan burst.

Hasil yang diperoleh pada praktikum ini adalah :


a. Pemayaran Horizontal
Waktu pemayaran horizontal = 65 s
Frekuensi Pemayaran Horizontal =15,384 Khz
Waktu serambi depan = 1,5 s
Waktu sinkronisasi warna = 3 s

b. Pemayaran Vertikal
Waktu pemayaran vertikal = 19,5 ms
Frekuensi pemayaran vertikal = 51,28 Hz
Waktu H = 62.5 s
Waktu H = 31,25 s

Dari percobaan ini diketahui nilai frekuensi pemayaran horizontal 15,384 kHz dan
frekuensi pemayaran vertikal 51,28 Hz, frekuensi-frekuensi tersebut mendekati nilai
frekuensi pemayaran horizontal dan vertikal pada sistem PAL. Maka dapat
disimpulkan bahwa sistem yang digunakan pada video percobaan kali ini adalah
sistem PAL.

8. Saran
1. Sebelum Percobaan sebaiknya periksa apakah setiap kabel dalam kondisi baik
dengan menggunakan multimeter karena dengan mengetahui kondisi kabel
sebelum percobaan dapat membuat percobaan lebih efektif.
2. Pada saat praktikum jika gambar atau hasil tidak muncul pada oscilloscope maka
cek sambungan kabel antara oscilloscope dengan VCD player, karena
kemungkinan besar sambungan kabel longgar, atau rapat dan terhubung dengan
benar.
9. Daftar Pustaka
Modul Ajar Praktikum Sistem Video Politeknik Negeri Malang
Modul Ajar Sistem Video Analog Politeknik Negeri Malang