Anda di halaman 1dari 5

Literatur 1 (The Removal of Reactive Dyes from Binary Mixtures Using Chitin)

1.
2.

Judul

The Removal of Reactive Dyes from Binary

Pengarang / disiplin ilmu

Mixtures Using Chitin


U.
Filipkowska1*,

E.

Klimiuk1,

M.

Kuczajowska-Zadrona1, S. Ku2 /
1

Fakultas Ilmu Lingkungan dan Perikanan,

Universitas Warmia dan Mazury,


Prawocheskiego 1, 10-950 Olsztyn, Polandia
2

3.
4.

Bahan utama yang digunakan


Produk yang dihasilkan
Proses utama yang digunakan

Fakultas Kimia, Universitas Teknologi

Warsawa, Polandia
kitin
adsorben
Penyiapan sampel (dicuci, dikeringkan,

Peralatan yang digunakan

digiling, diayak)
Ekstraksikitin (demineralisasi, deproteinasi)
Deasetilasi kitin
Beaker Gelas
Erlenmeyer
Gelas Ukur
Magnetic Stirer
Pipet
Termometer
Labu Takar
Labudestilasi
Corong Pemisah
Statif dan klem
Seperangk atalat proses Demineralisasi,
Deproteinisasi, Deasetilasi dan Adsorpsi

5.

Bahan
digunakan

tambahan

yang

Logam Berat
Limbah buatan berupa larutan Cr
Limbah buatan berupa larutan Cu
HCl 1 M
NaOH 1 M
Natrium Borax
Indikator PP
Indikator MO
Aquadest
NaOCl
CuSO4 32

6.

H2SO4
Metode dan peralatan analisa - Analisa kadar air kitin dan kitosan (dengan
hasil (produk)
-

metode gravimetri)
Analisa kadar abu kitin dan kitosan (dengan

metode gravimetri)
Analisa Kadar nitrogen

(dengan metode volumetri)


Analisa Decolorisasi
Analisa derajat deatilasi (dengan FTIR)
Analisa Adsorpsi larutan chromium (Cr)

kitindankitosan

dasn tembaga (Cu) olehkitosan (dengan


-

AAS)
Analisa

regenerasi

kitosan

(dengan

menggunakan larutan H2SO4)


7.

Tujuanpenelitian

Menentukan kualitas kitosan dari proses


deasetilasi kitin dengan menentukan derajat

deasetilasi paling besar


Mencari data kinetika adsorpsi yaitu tentang
kapasitas kitosan dalam menjerap logam
chromium dan tembagasebagai fungsi

waktu.
Mengkaji data yang diperoleh dengan model
kinetika orde satu semu dan orde dua semu

8.

Jenis

variabel

menggunakan program Matlab.


yang Pada Proses Adsorpsi

divariasikan (angka)

Variabel Berubah
Konsentrasi Blue D-5RN tanpa pH
penyesuaian: 5, 10, 25, 50, 75, 100, 125,
150, 200, 250 mg / dm3

Konsentrasi Blue D-5RN dengan


penyesuaian pH: - 5, 25, 50, 100, 150, 200,
250, 300, 400, 500 mg / dm3

Waktu adsorpsi: 0, 15, 30, 45, 60, 120, 180,


9.

Jenis variable tetap (angka)

240, 300, 360 menit


d. Proses Adsorpsi
VariabelTetap
Konsentrasi Yellow D-5 DN, Red D-8B, dan

Hitam DN : 50 mg / dm3

10.

Pengadukan

: konstan 700 rpm

Volume Limbah

: 1000 ml

pH
: netral
Hasil terbaik dari penelitian Kitosan dengan kadar air 3,52% ; kadar abu
tersebut

1,92% ; kadar nitrogen 8,19% ; dan derajat

deasetilasi sebesar 70,4%.


kemampuan H2SO4 0,1 M sebagai zat
pelarut mampu menjerap kembali ion logam
Cu dan Cr dari kitosan. Untuk ion logam Cr
sebesar 82,48 % penjerapan, ion logam Cu
sebesar 91,75 % penjerapan dan ion
logamgabungan Cu dan Cr sebesar 81,37 %.

Literatur 2 (The Removal of Reactive Dyes from Binary Mixtures Using Chitin)
1.

Judul

The Removal of Reactive Dyes from Binary

2.
3.

Pengarang / disiplin ilmu


Bahan utama yang digunakan
Produk yang dihasilkan
Proses utama yang digunakan

Mixtures Using Chitin


Yoga / Teknik Kimia
kitin
adsorben
Penyiapan sampel (dicuci, dikeringkan,

4.

Peralatan yang digunakan

5.

Bahan

tambahan

yang

digiling, diayak)
Ekstraksikitin (demineralisasi, deproteinasi)
Deasetilasi kitin
Erlenmeyer 250 mL
Neraca digital Ohaus
Shaker IKA KS 130 control
UV-Vis Varian Carry 50
Beaker Glass 500 mL
Labu ukur 100 mL
Kaca arloji
Hot plate
Stirer
Termometer
Buret
Zat warna DB 38 dari Toko Bumbu

digunakan

Batik Santoso Solo


Kitosan dari PT. Biotech

Surindo

6.

Metode dan peralatan analisa hasil (produk)

Cirebon (derajat deasetilasi 83,63 %)


Aquadest
Asam Asetat 1 %
Etanol 96 %
Sodium Tripolifosfat (STPP) 3 %
NaCl
Kain Katun (m = 16,9817, p = 50,5 cm, l

= 29 cm)
Analisa kadar air kitin dan kitosan (dengan

metode gravimetri)
Analisa kadar abu kitin dan kitosan (dengan

metode gravimetri)
Analisa Kadar nitrogen

(dengan metode volumetri)


Analisa Decolorisasi
Analisa derajat deatilasi (dengan FTIR)
Analisa Adsorpsi larutan chromium (Cr)

kitindankitosan

dasn tembaga (Cu) olehkitosan (dengan


-

AAS)
Analisa

regenerasi

kitosan

(dengan

menggunakan larutan H2SO4)


7.

Tujuan penelitian

Menentukan kualitas kitosan dari proses


deasetilasi kitin dengan menentukan derajat

deasetilasi paling besar


Mencari data kinetika adsorpsi yaitu tentang
kapasitas kitosan dalam menjerap logam
chromium dan tembagasebagai fungsi

waktu.
Mengkaji data yang diperoleh dengan model
kinetika orde satu semu dan orde dua semu

8.

Jenis

variabel

menggunakan program Matlab.


yang Pada Proses Adsorpsi

divariasikan (angka)

Variabel Berubah
waktu adsorpsi 300, 330, 360, 390, 420, 450
dan 480 menit
massa kitosan hidrogel 4,25 dan 8,5 gram.

9.

Jenis variable tetap (angka)

A. Proses Pembuatan kitosan serbuk ke

hydrogel kitosan
volume larutan DB 38 sebanyak 100 mL
konsentrasi zat warna DB 38 112,1 ppm
(mg/L)
10.

kecepatan pengadukan 150 rpm


Hasil terbaik dari penelitian
Kitosan hidrogel hasil modifikasi
tersebut

dengan diameter 3 mm, bagian tengah


padat, kaku, berwarna putih susu, tidak

lengket, dan mempunyai kadar air 96 %.


Adsorpsi terbaik dari kitosan hidrogel
8,5 gram, waktu pengadukan 360 menit
dengan

konsentrasi

akhir

DB

38

mencapai 8,50 ppm atau 92,42% dari

konsentrasi awal.
Kapasitas adsorpsi kitosan
sebesar 4,93 mg/g

hidrogel