Anda di halaman 1dari 12

PEWARNA SINTETIK

1. Pewarna Asam (Acid dyes).


Disebut Pewarna Asam karena proses pengerjaannya dilakukan dalam suasana asam. Zat
warna ini sangat cocok dipakai untuk mewarnai serat protein seperti: Wool- Angora- CasmhereSutera Silk Late (Sutera sintetik dari susu hewani) Soy Silk (Sutera dari kedelai) atau synthetic
polyamida seperti NYLON.
Nomor Index dan jenis warna:
Nomor Warna
Nomor Warna
Nomor Warna
600
Ecru
616
Russet (Coklat)
631
Teal
601
Yellow Sun
617
Cherry Red
632
Chest Nut
602
Bright Yellow
618
Fire Red
634
Olive (hijau coklat)
603
Gold Yellow
619
Crimson (merah tua) 635
Brown
604
Burn Orange
620
Hot Fuchsi
636
Gold Ochre
605
Pumpkin Pink
621
Sky Blue
637
Gun Metal (Black)
606
Deep Orange
622
Sapphire Blue
638
Silver Grey
607
Salmon
623
Brilliant Blue
639
Jet Black
608
Pink
624
Turqoise
609
Scarlet
625
Royal Blue
610
Burgundy
626
Navy Blue
611
Vermillon
627
Kelly Green
612
Lilac
628
Chartreus
613
Purple
629
Emerald
614
Violet
630
Spruce
615
Perwinkle
2. Pewarna Basa (Basis Dye)
Disebut sebagai pewarna basa karena dahulu dipakai untuk mencelup Wool dalam kondisi
basa. Cationic functional group seperti NR3+ atau NR2+ bekerja kurang bagus pada serat alam,
seperti serat tumbuhan maupun serat binatang kecuali SUTERA, namun bekerja amat bagus pada
serat Acrylic/ Modacrylic. Nomor- nomor generic Zat Warna Basa
Dasar Warna
Index
Arah warna
Nama dagang
Basic Yellow
2
Bright Yellow
Orcozine Yellow Ox
11
Red Shed Yellow

Yellow R
13
Bright Greenish Yellow

Yellow L
DSB

21

Basic Orange

1
2

Basic Red

Basic Violet

Yellow 7 GLL

Dull Yellowish Orange


Yellowish Orange

Orange RS
Chrissoydine 4

21
1
10

Bright Yellowish

14

Bright Fluorescent Red

Orange G
Rhodamine G (Pencetus kanker)

Rodhamine B
(mengandung Rhodamine G)
Orcozine Brilliant Red

15

Bluish Fluorescent Red

Tane Fluorescent Red

Brilliant Red BN

Basic Blue

1
14
16

Bluish Violet
Bright Reddish Violet
Red Violet

Orcozine Methyl Violet 2 BP


Fuchsine SB
Rhodine BL

Basic Green

3
9

Bright Greenish Blue


Greenish Blue

Basic Brown

7
4
13
14

Bright Blue

Pure Blue GRLA

Green V
Brown Sandocryl Yellow B2LE

BRLN

Blue 3 G
Blue B

Catatan: Usahakan, selalu beli Zat Pewarna Basa selalu dalam bentuk pasta/ Liquid
3. Pewarna Langsung (Direct Dyes/ Substitutive Dyes)
Zat warna ini biasa dipakai untuk mewarnai Cotton- Kertas- Kulit- Wool- Sutera Nylon.
Adapun kilap warnanya lebih redup bila dibanding zat warna reaktif, namun daya tahan terhadap
sinar nya ada yang lebih baik, misalnya Direct Blue 86 yang derajat nilai LIGHTFAST nya= 6 (1 =
jelek, 8= baik, tahan cahaya). Bandingkan dengan Reactive Orange 4 yang derajat nilainya = 4 atau
pada Turqoise Reactive Blue yang derajat nilainya = 5 ~ 6.
Beberapa contoh Zat Warna Direct yang aman dan tidak aman dipakai:
Zat Warna Direct
Warna
Prochem
CI
Pencetus kanker
(Dilarang)
Leno Yellow
C 150
Direct Yellow 50 Direct Black 1
Brilliant Pink C 309
Direct Red 9
Direct Black 4
Scarlet
C 323

Red 23
Direct Black 38
Basic Red
C 380

Red 80
Direct Red 28
Greenish Blue C 482

Blue 98
Direct Blue 2
Brilliant Blue C 488

Blue 293
Direct Blue 6
Neutral Brown C 516

Brown 116 Direct Green 6


Jet Balck
C 622

Black 22
Direct Brown 2
Blue Black
C 680

Black 80
Direct Brown 95
4. Zat Warna Mordan (Mordent Dyes)
Yakni zat warna natural/ alami yang warnanya ditimbulkan oleh zat pembantu (mordent).
Dibawah ini beberapa contoh Zat Mordant yang saat ini dijual dipasaran:
# Aluminium Acetat , mordant untuk serat Cellulose seperti katun dan rayon.
# Calcium Carbonate, untuk kilap dan mempertegas warna.
# Copper Sulphate, untuk tendensi memperdalam warna hijau bersifat racun.
# Garam Glauber, untuk meratakan warna.
# Oxalic Acid, membantu penyerapan warna tembaga.
# Potassium Alum, mordant untuk serat protein.
# Sodium Hydroxide, untuk reducing agent pada zat warna Indigo.
# Thio Urea Dioxide,
- idem
# Stannons Chloride, untuk efek kilap.
# Kalium Hydroxide, hati- hati alkaline keras.

# Ferro Sulphate, beracun.


5. Pewarna Bejana (Vat Dyes)
Zat warna ini termasuk zat warna yang cukup mahal, namun hasil celupannya cukup bagus,
dan biasa dipakai untuk mencelup serat/ kain- kain berkwalitas, seperti INDANTHRENE dan
FLAVANTHRENE. Zat Warna ini biasa dipakai untuk mencelup dan mewarnai serat- serat alam
baik dari tumbuhan (Cellulose) maupun dari serat binatang (Protein), seperti Katun, Rayon,Sutera
atau Wool.
Disamping memiliki warna- warni yang cerah, zat warna ini juga kebanyakan cukup tahan
cahaya, sebagaimana daftar dibawah ini:
Nomor Warna
C. Index
Lightfastness
VD 01 Yellow
Vat Yellow 2
5
VD 02 Orange
Orange 2
5
VD 03 Red
Red
13
7
VD 04 Blue
Blue
6
7~8
VD 08 Violet
Violet 1
6
6. Zat Warna Reaktif (Reactive Dyes)
Zat warna Reaktif adalah pewarna paling permanent diantara semua jenis zat pewarna.
Tidak seperti zat pewarna yang lain, Zat Pewarna Reaktif bereaksi dan menyatu dengan serat
(COVALENT BOND) DENGAN SERAT Cellulose ATAU serat Protein dan serat Polyamida.
Masing- masing molecule serat dan zat warna tersebut bereaksi menjadi satu molecule sehingga zat
warna tersebut setelah proses menjadi bagian dari serat itu sendiri. Maka kita tidak perlu kawatir
mencampur kain dengan pewarna reaktif baik warna terang ataupun warna gelap seperti warna
hitam, bercampur dengan kain putih dalam suatu bak cuci walau dicampur 100 kali pun.
Zat Warna ini bekerja baik untuk mewarnai Cotton, Rayon, Sutera, Linen, Iyocell/ Tencell, Hemp
dan seluruh jenis serat alam.
Zat Pewarna ini juga dapat dipakai sebagai ACID DYES pada protein fibre termasuk Wool
yang rentan terhadap PH tinggi dengan resep Cotton dan Sutera.
Index Warna Zat Reaktif.
Warna
Code
Color Index
Yellow
MX- 8G
Yellow 86
MX- 6G
Yellow 1
MX- 4G
Yellow 22
MX- GR
Yellow 7
MX- 3R
Orange 86
MX- 3RA
Orange
Orange
MX- G
Orange 1
MX- 2R
Orange 4
MX- GRN
Brown 23
MX- 5 BR
Formally Brown 10
Red
MX- G
Red 5
Aubine MX-B Red 6
MX- 5B
Red 2
MX- 8B
Red 11
Magenta MX- B
Reactive Violet #13

Violet
Blue

Green
Black

MX- 2R
MX- 7RX
MX- R
FN-G
MX- G
MX- 4RD
MX- 3G
MX- 3G
MX- CWNA

Violet #14
Blue 161
Blue 4
Blue 204
Blue 163
Navy Blue 24
Formally Blue
Formally Green
300 New Black

7. Zat Warna Dispersi (Dispers Dyes)


Pada awalnya zat warna ini diciptakan untuk mewarnai Cellulose Acetat. Namun kemudian
karena sifatnya, ia cocok juga untuk mewarnai Polyseter, Triacetat, Nylon, dan Acrylic Fibre. Zat
warna ini larut dalam air, terutama air panas, namun pada prosesnya pewarnaan harus dilakukan
dalam temperature mendidih dan akan lebih baik bila dilakukan dibawah tekanan (Pressure Roll).
(Ingat, zat warna disperse tak akan menempel pada kain katun atau rayon dan serat alam lainnya).
8. Zat Warna Naphtol (Naphtol/ Azo Dyes)
Serat Cotton, Rayon dan bahan Cellulosic lain termasuk Sutera bisa diwarna dengan zat
warna Naphtol ini.
Dibawah ini table kombinasi antara Garam Diazo dengan zat warnanya untuk bahan baku
Cellulosic:
Zat warna
Naphtol AS

Naphtol
AS- G

Naphtol
AS- GR

Naphtol
AS- LB

Naphtol
AS- BO

Fast Yellow GC

Red Orange

Pink

Red

Bright

Blue Violet

Fast Scarlet R

Lemon

Bright Yellow

Saffron

Gold

Ochre

Magenta

Red Violet

Purple

Blue Green

Green

Tan

Chocolate

Red Brown

Purple

Deep Violet

Bright Red

Deep Red

Maroon

Blue

Blue Black

Garam

Fast Red B
Fast Blue BB
Fast Blue B

9. Zat Warna Belerang (Sulfur Dye)


Zat warna ini memiliki affinitas yang tinggi terhadap serat Cellulose, juga baik pada Viscouse
maupun Vinylon, daya tahan cucinya tinggi, demikian juga daya tahan cahayanya. Namun zat
warna ini sangat tidak tahan terhadap zat CHLORINE (Hypochloride).
Contoh Index Warna Zat Warna Belerang.
Warna Dasar
No Index
Arah Warna
Olive Green
7731
Green (muda)
715
Green (sedang)

Olive
Brown

Green
Grey
Golden
Lemon
Black

519
KKN
GRN
FW
GN
GB
GG
BBK
Kahki-N
K-BR
Rorderialik Rt
VG
BR
B

Green (Tua)
Olive
Dark Brown (Muda)

Dark Brown (Tua)


Green
Military Green
Grey
Pink
Green
Black
Black

Pewarna Serbaguna (All Purpose Dye- Acid Mixed Direct Dyes)


Zat Warna ini mengandung Acid Dyes dan Direct Dyes. Dimana Zat Warna Acid tak cocok
untuk serat Cellulose tapi sangat cocok untuk serat Protein. Sebaliknya Zat warna Direct tak cocok
untuk serat Protein, tapi cocok untuk serat Cellulose. Dengan mengandung dan menggabung dua
jenis zat warna ini menjadikan zat warna tersebut serbaguna dan cocok untuk segala jenis serat.
Pewarna Pigment.
Khusus pewarna ini sebenarnya adalah bahan pewarna yang hanya melapis diluar, tak bisa menyatu
dengan serat sebagaimana zat pewarna yang lainnya.
Tips Cepat Memilih Zat Warna
Seperti telah kita pelajari sebelumnya, zat warna yang tersedia sekarang ini begitu luas dan
ber- aneka ragam dengan bahan baku zat yang beragam pula yang masing- masing memiliki
karakteristik dan sifat- sifat serta afinitas yang berbeda terhadap setiap jenis serat tekstil yang ada.
Maka sangat perlu difahami bahwa tidak semua zat warna tekstil cocok untuk setiap jenis bahan
tekstil. Seperti yang telah dijelaskan terdahulu pada bab Bahan Baku Tekstil, bahwa kain tekstil
diproduksi dengan menggunakan berbagai jenis serat, baik serat alami tumbuhan, serat alami
hewan, serat mineral, serat semi sintetic maupun full synthetic.
Maka seseorang yang akan melakukan pencelupan suatu bahan tekstil, baik secara
tradisional maupun dengan cara- cara modern, harus mengetahui terlebih dahulu dari bahan apa
suatu produk tekstil dibuat, bagaimana sifat- sifat ion nya (Ingat Van der Waals force) dan zat warna
apa yang paling cocok untuk jenis bahan tekstil tersebut, sebagaimana berikut ini:
a. Untuk bahan serat Cellulose (serat tumbuhan).
Termasuk didalamnya: Cotton Rayon Linen Hemp Ramie Lyocel/ Tencel Bamboo
Serat nanas Serat pisang, dll :
- Reaktif (reactive dye)
- Pewarna Langsung (Direct -Hot water dye - neutral).
- Cat Bejana (Vat dye ini agak rumit pengerjaannya)
- Naphtol (---ini agak berbahaya / Carcinogen, dapat menembus pori- pori kulit)
- Zat warna serbaguna (All purpose dyes).

b.

Untuk bahan serat Protein (serat binatang)Cationic.


Termasuk didalamnya: Wool Angora Mohair Cashmere Sutera termasuk sutera
kedelai.
Khusus sutera, ia dapat juga diwarna dengan zat warna untuk Cellulose walau dengan resep
Ph tinggi. Seperti diketahui proses dengan Ph tinggi akan merusak sifat dari serat binatang kecuali
pada sutera.
Sedangkan sutera kedelai, walau ia serat buatan, karena dibuat dari protein kedelai, maka ia
memiliki sifat- sifat sutera hewani dan harus diperlakukan sama dengan serat- serat hewani tersebut.
Jenis Zat warna yang cocok:
Pewarna Asam (Acid Dyes) Anionic.
Cat Bejana (Vat dye) Quinonic.
Reactif (reactive dye)
Pewarna Langsung (Direct dye) neutral.
Pewarna alami (Natural dye)/ Pewarna makanan (Food dye), seperti dari daun Suji (hijau),
bunga Zafaron (kuning), atau daun Jati (Coklat).
All purpose dye.
One shot dye.
c.
Serat Sintetik (Synthetic Fibre).
c.a. Serat Polyester (Polyester Fibre).
Jenis Zat warna yang cocok: Zat warna Dispersi (Dispers dye).
c.b. Serat Nylon
Jenis Zat warna yang cocok: Nylon dapat dicelup dengan baik dengan menggunakan semua zat
warna asam yang cocok dipakai pada serat hewani.
d. Spandex.
Ada dua jenis spandex, yakni:
Cotton Spandex. Jenis ini bisa diwarna dengan zat warna Asam metal complex.
Sedangkan untuk polyester spandex tidak bisa diberi warna.
e.
Serat Acetat
Serat Acetat sangat bagus dan cocok menggunakan zat warna Dispers.
f. Serat Acrylic.
cocok dengan menggunakan : Zat warna Dispersi dan Zat warna BASA (Basis dye) Cationic.
g.

Ingeo.
Ingeo adalah nama dagang dari serat sintetik yang direkayasa dari sintesa Polylactic Acid
(PLA) yang bahan dasarnya adalah JAGUNG.
Serat ini cocok diwarnai dengan zat warna yang cocok untuk polyester (Zat warna disperse).
h.

Polypropilene
Serat ini biasa dipakai untuk membuat karung goni plastik untuk gula dan beras. Serat ini
harus diwarnai saat masih berujut cairan. Setelah jadi serat, maka ia tak bisa diwarna lagi.

Sumber bacaan:
Ann Miller: Ashford Book Of Dyeing
http://www.thefreedictionary.com/dyestuff
http://kws.atlantia.sca.org/dyeing.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Dye
http://www.jagson.com/products.php

WAWANCARA PENGRAJIN SARUNG SAMARINDA KELURAHAN TENUN 2016


11) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

12) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

WAWANCARA PENGRAJIN SARUNG SAMARINDA KELURAHAN TENUN 2016


13) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

14) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

WAWANCARA PENGRAJIN SARUNG SAMARINDA KELURAHAN TENUN 2016


15) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

16) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

WAWANCARA PENGRAJIN SARUNG SAMARINDA KELURAHAN TENUN 2016


17) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

18) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

WAWANCARA PENGRAJIN SARUNG SAMARINDA KELURAHAN TENUN 2016


19) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa

20) Narasumber:
Pertanyaan:
Apa jenis kain yang digunakan?
Apa jenis zat warna yang digunakan?
Dimana membeli zat warna dan kain/benang?
Berapa banyak zat warna yang digunakan dalam sekali pewarnaan?
Dilakukan pewarnaan berapa kali dalam seminggu?
Apakah limbah ditampung dahulu atau langsung dibuang?
Bagaimana
Kapan
Mengapa