Anda di halaman 1dari 4

Role Play Perawat dengan Pasien Kangker Otak Stadium IV

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Paliatif


Dosen Pengampu : Widyo Subagyo, SST, MMR

Disusun Oleh Kelompok 6:


Nama Kelompok
1. M. Nur Latif
(P1337420214011)
2. Inayatul Mufidhah
(P1337420214017)
3. Dhea Imas Wijayanti (P1337420214100)
Kelas III B

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2016-2017
M. Nur Latif sebagai
Inayatul Mufidhah sebagai

Dhea Imas Wijayanti sebagai


Ny. Tari usia 30 tahun dirawat di ruang Anggrek rumah sakit Promedika, Jakarta. Dibawa
kerumah sakit pada hari Kamis, 1 September 2016. Dengan keluhan nyeri danbenjolan pada
payudara. Suster . adalah perawat yang bertugas menangani perawatan Ny . Dari informasi
yang diketahui oleh Suster.. Ny. . adalah seorang ibu menyusui dan mempunyai anak
berumur 2 tahun yang bernama Andrew. Kamis, 1 September 2016 merupakan jadwal kunjungan
pertama Suster kepada Ny.
Suster Dessy : Selamat pagi Ibu dan bapak (tersenyum). Perkenalkan saya Suster Dessy saya
adalah
perawat yang bertanggung jawab pada proses perawatan terhadap ibu Tari di Ruangan Anggrek
ini.
Ny. Tari dan keluarga : Selamat pagi juga suster (tersenyum).
Suster Dessy : Baiklah ibu, bagaimana keadaannya pada hari ini ?, apakah ada keluhan?
Ny. Tari : Iya suster, saya merasakan nyeri tak terhingga di sekitar payudara saya (sambil
menunjuk ke payudaranya), yang sudah tidak mampu untuk saya tahan dan
membuat saya tidak dapat beraktivitas secara normal.
Suster Dessy : Apakah ibu sudah pernah melakukan pemeriksaan pada bagian payudara ibu
sebelumnya ?
Ny. Tari : Pemeriksaan seperti apa ya, Sus?
Suster Dessy : Pemeriksaan kecil aja ibu, seperti meraba apakahada benjolan di sekitar payudara
ibu ?
Ny. Tari : Sudah Suster. Malah kemarin Dokter juga sudah menyarankan kepada saya untuk
melakukan pemeriksaan Mammografi, tetapi say masih belum mengetahui tes
Mammografi itu tes seperti apa yah Sus?
Keluarga : apakah pemeriksaannya berbahaya?
Suster Dessy : Begini bpk dan Ibu, Mammografi itu adalah tes pemeriksaan pada payudara
dengan alat rongsent dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana dan tidak sakit
ibu. Test ini paling hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja. Cara melakukannya test ini
adalah dengan meletakkan payudara secara bergantian di antara 2 lembar alas, kemudian akan
dibuat foto Rongsent dari atas ke bawah serta dari kiri ke kanan. Begitulah ibu gambaran dari
test Mammografi ini.
Ny. Tari : Oh, seperti itu yah sus (tersenyum). Terima kasih atas penjelasannya ya Sus.
Keluarga : kira-kira kapan dilakukan pemeriksaannya sus?
Suster Dessy : Iya. Sama-sama ibu (tersenyum), saya senang dapat membantu ibu. besok saya
akan kembali lagi untuk melihat keadaan dan hasil darah test Mammografi ibu yang akan
dilakukan Sore ini. Baiklah ibu saya permisi dulu karena saya masih harus menangani pasien
lain. Permisi Ibu. Selamat Pagi. (berjalan keluar dari Ruangan
Anggrek)
Selasa, 30 November 2010
Suster Dessy : Selamat pagi Ibu. Bagaimana keadaannya pagi ini? (tersenyum). Apakah ibu
sudah sarapan?
Ny. Tari : Selamat pagi juga Suster. Saya sudah sarapan pagi ini. Tapi keadaan saya tidak
terlalu baik suster (cemberut).
Suster Dessy : Tidak terlalu baik bagaimana ibu? (bingung). Apakah ada yang bisa saya bantu ?

keluarga : Begini Sus, kemarin istri saya sudah menjalani test Mammografi seperti yang
disarankan oleh Dokter waktu itu, dan Dokter mengatakan kepada bahwa
hasil test kemarin menunjukkan bahwa istri saya terkena Kanker Payudara Stadium
3B. dan hal itu sangat membebani pikiran istri saya.
Suster Dessy : Apa boleh saya mengetahui apa saja yang menjadi beban pikiran ibu saat ini
karena penyakit tersebut ?
Ny. Tari : Begini Sus, saya sangat mengkhawatirkan keadaan anak saya. Saya bingung
apakah saya masih diperbolehkan untuk menyusui anak saya dengan keadaan saya
terkena kanker payudara seperti ini dan saya juga belum mengetahui apa itu
stadium 3b serta proses pengobatan seperti apa saja yang nantinya akan dilakukan
kepada saya? Jujur saya sangat khawatir akan terjadinya hal yang tidak diinginan
pada diri saya sus! (cemas).
Suster Dessy : Baiklah ibu. Saya akan menjelaskan kepada ibu dan bapak apa itu stadium 3B.
Stadium pada kanker payudara itu ada 5 yaitu stadium 1,2,3a,3b,4. Dimana pada masing-masing
stadium memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Stadium 3b pada kanker
payudara itu adalah dimana sel kanker itu telah menyebar ke seluruh bagian
payudara. Selain itu juga penyebarannya sudah menyerang secara total pada kelenjar
limfa dan tindakan yang akan dilakukan itu tidak ada tindakan lain selain
pengangkatan pada payudara (mastektomi). Dan untuk masalah boleh atau
tidaknya ibu menyusui anak ibu itu sangat tidak diperbolehkan dengan alasan,
pasien dengan penyakit kanker payudara, ketika dia menyusui anaknya akan
dikhawatirkan sel-sel kanker yang terdapat pada si ibu akan terlepas ke tubuh si
anak yang akan beresiko sel kanker itu akan berkembang biak pada si anak.
Ny. Tari : Aduh, (cemas). Bagaimana ini Suster ? Saya takut tidak akan menjadi sempurna lagi
setelah menjalani operasi pengangkatan payudara!
Suster Dessy : (tersenyum), begini Ibu. Setiap manusia itu tidak ada yang sempurna, setiap
manusia itu sama pada umumnya, hanya saja ibu pada saat ini sedang diberi cobaan
oleh yang maha kuasa. Saat ini ibu sedang mengalami rasa takut yang berlebihan.
Sebaiknya rasa takut itu segera ibu hilangkan karena akan melemahkan ibu secara
psikis sehingga dapat menurunkan daya imunitas alamiah yang ada dalam tubuh
ibu. Ibu tidak maukan kalau anak ibu nanti akan semakin sedih karena
kondisi mamanya yang semakin memburuk?
Ny. Tari : Iya Suster (tersenyum) terima kasih sekali atas support moral yang suster berikan
kepada saya, saya akan terus semangat dan berusah memahami penyakit saya ini
dengan tidak menjadikannya beban tetapi anugrah yang diberikan yang maha kuasa
kepada saya. Sehingga saya bisa cepat sembuh dan bertemu dengan suami dan anak
saya tercinta.
Suster Dessy : Iya, sama-sama Ibu, pak. Ibu juga harus ingat vonis Kanker Payudara bukanlah
akhir dari segalanya. Dokter adalah manusia yang bisa mengatakan apa saja. Namun,
tetap yang maha kuasa lah yang menentukan segalanya termasuk umur manusia.
Ibu juga dapat mencari tahu apa yang dilakukan oleh para penderita dan mantan
penderita kanker payudara dengan bergabung pada organisasi Yayasan Kanker
Payudara Indonesia yang dapat menginspirasi ibu agar tidak terlalu tenggelam akan
kecemasan tentang penyakit ibu.
Ny. Tari : Baik lah suster. Saya sangat berterima kasih sekali kepada suster ya.
Keluarga : terimakasih suster sudah menenangkan istri saya dan suster telah mau

meluangkan waktunya untuk membantu kami mencari solusi dari permasalahan yang
sedang kami hadapi saat ini, serta terima kasih juga atas masukan-masukan,
pengharapan, serta informasi yang telah banyak suster berikan kepada istri saya. Saya
mohon doanya Sus agar operasinya berjalan dengan lancar, istri saya dapat kembali
normal dan berkumpul kembali dengan keluarga.
Suster Dessy : (tersenyum) Iya ibu bapak sama-sama. Saya akan mendoakan yang terbaik bagi
kelancaran operasi ibu sehingga ibu dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Baiklah ibu, sekarang saya harus menangani pasien di ruangan lainnya lagi. Saya permisi dulu
pak, bu, Selamat pagi (berjalan meninggalkan ruangan Anggrek).

Anda mungkin juga menyukai