Anda di halaman 1dari 19

Bab 1

Pendahuluan

BAB
SATU
PENDAHULUAN

ersamaan diferensial adalah salah satu cabang matematika yang banyak


digunakan untuk menjelaskan masalah-masalah fisis. Permasalahan
tersebut dapat dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial.

Pemodelan matematika dalam bentuk persamaan diferensial dapat ditemukan


dalam bidang ilmu sains (fisika, kimia, biologi dan matematika), teknik
(teknologi), ilmu sosial (ekonomi, demografi). Persamaan diferensial
digunakan sebagai alat untuk mengetahui kelakuan dan sifat-sifat solusi dari
permasalahan yang akan dibahas.
Dengan lebih rinci, dalam Bab Pendahuluan ini akan membahas tentang:
pengertian persamaan diferensial, tingkat dan derajat persamaan diferensial,
persamaan diferensial linier dan tak linier, persamaan diferensial homogen dan
tak homogen, persamaan diferensial koefisien konstanta dan koefisian
variabel, pengertian penyelesaian umum dan penyelesaian khusus dari
persamaan diferensial, serta menyusun atau memdapatkan persamaan
diferensial dari suatu penyelesaian yang diketahui.
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat:.
a. Memahami pengertian Persamaan Diferensial
b. Menentukan orde dan pangkat dari persamaan diferensial.
c. Mengidentifikasi tipe-tipe dari persamaan diferensial.
d. Memahami pengertian penyelesaian umum dan penyelesaian
khusus dari persamaan diferensial.
e. Menentukan suatu persamaan diferensial dari suatu
penyelesaian yang diketahui.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

A. Konsep Dasar
1. Pengertian Persamaan Diferensial
Persamaan Diferensial selanjutnya disingkat sebagai PD, merupakan cabang
dari matematika yang sudah berkembang sejak jaman Isaac Newton dan
Leibnitz dan hingga saat ini memiliki peran yang besar serta banyak
diterapkan pada berbagai bidang ilmu seperti fisika, teknik, biologi, kimia,
ekologi, ekonomi dan ilmu-ilmu lainnya. Persamaan diferensial digunakan
untuk menyatakan hubungan yang kompleks antara satu variabel tak bebas
dengan satu atau beberapa variabel bebas lainnya. Melalui penggunaan simbolsimbol dalam persamaan diferensial ini, hubungan antar variabel yang
sebelumnya masih kurang jelas akan menjadi semakin mudah dipahami.
Dengan demikian penggunaan persamaan diferensial untuk menyusun suatu
model tentang fenomena dari suatu sistem yang ada di dunia nyata merupakan
suatu cara yang sering ditempuh guna membantu mencari solusi dari
permasalahan yang ada. Pesatnya perkembangan teknologi komputer juga
membantu dalam menemukan penyelesaian persamaan diferensial secara
numeris, terutama bentuk-bentuk persamaan diferensial nonlinear dan parsial
yang biasanya tidak dapat diselesaikan secara analitis.
Definisi 1:
Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang meliputi turunanturunan fungsi dari satu atau lebih variabel terikat terhadap satu atau
lebih variabel bebas.
Contoh 1:
Jika suatu populasi dari organisme tertentu mengalami pertumbuhan dengan
laju

= ,
(x = waktu; y = jumlah populasi organisme;
terhadap perubahan waktu )

= perubahan jumlah populasi

Dengan nilai sebanding dengan besarnya populasi pada saat itu, yaitu (),
maka model populasi itu adalah
= ().
Contoh 2:
Dalam fisika, jika suatu benda dijatuhkan dari ketinggian tertentu di atas
permukaan bumi, maka percepatannya, yaitu
=

2
2

sama dengan percepatan gravitasi g (konstan). Jadi model dari benda yang
jatuh bebas adalah
=

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

Suatu persamaan diferensial melibatkan dua variabel atau lebih, yang terdiri
dari variabel terikat dan variabel bebas. Jika ditinjau dari jumlah variabel
bebas yang digunakan dalam suatu PD maka terdapat PD Biasa dan PD
Parsial.
Definisi 2:
Jika turunan fungsi itu hanya tergantung pada satu variabel bebas maka
disebut Persamaan Difrensial Biasa (PDB) dan bila tergantung pada lebih
dari satu variabel bebas disebut Persamaan Difrensial Parsial (PDP).
Sebagai contoh
= dan 2 ,, + 4 , + 4 =
adalah suatu PD Biasa karena hanya melibatkan satu buah variabel bebas, yakni x
dari fungsi y sebagai variabel terikatnya.

Contoh 3:
Berikut beberapa contoh Persamaan Diferensial Biasa (PDB):
1. , + = 0
2.

1+ 2

+ 2+3 2 = 0

3. ,,, + 4 = 0
4. ,, + 4 , + 8 = 2
5. ( ,, )2 + 4 = 0
6.

1+ 3

+ 2 (1+ 2 ) = 0

7. , =

8. ( 2 2 2 ) + 2 = 0

Sedangkan
2 2
+
=0
2 2
adalah suatu PD parsial karena melibatkan dua buah variabel bebas, yakni x dan y
dan fungsi u sebagai variabel terikatnya. Persamaan diferensial disebut juga
sebagai persamaan diferensial sebagian.
Contoh 4:
Berikut ini beberapa contoh Persamaan Diferensial Parsial:

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

1.
2.
3.

2
2

2
2
2

2
2

=0

2 + + =

2. Tingkat (Orde) dan Pangkat (Derajat) Persamaan Diferensial


Definisi 3:
Tingkat (orde) suatu persamaan diferensial adalah turunan tertinggi yang
terdapat dalam persamaan diferensial tersebut. Dan derajat (pangkat) suatu
persamaan diferensial yang berbentuk polinom dalam variabel terikat dan
turunan-turunannya adalah derajat (pangkat) tertinggi polinom tersebut.
Suatu PD dikatakan berorde (tingkat) n jika n merupakan turunan tertinggi dari
turunan y terhadap x dalam persamaan tersebut. Bentuk umum dari persamaan
diferensial biasa orde-n adalah:

F x, y, y , y ,. . . , y n

dy d y
d y
F
x, y, dx , dx 2 , ..., dx n

0
0

yang menyatakan hubungan antara variabel bebas x, variabel terikat y dan


turunannya yaitu: y , y , ..., y n
Contoh 5:
Persamaan diferensial tingkat satu:
1. , + = 0, karena , adalah turunan pertama dari fungsi y dan
merupakan turunan tertinggi,
2.

1+ 2

+ 2+3 2 = 0, karena

adalah turunan pertama dari fungsi

y dan merupakan turunan tertinggi,

3. , = , karena , adalah turunan pertama dari fungsi y dan merupakan


turunan tertinggi,
4.

1+ 3

+ 2 (1+ 2 ) = 0, karena adalah turunan pertama dari fungsi y dan

merupakan turunan tertinggi.


Contoh 6:
Persamaan diferensial tingkat dua:

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

1. ,, + 4 , + 8 = 2, karena ,, adalah turunan kedua dari fungsi y


dan merupakan turunan tertinggi,
2. ( ,, )2 + 4 = 0, karena ,, adalah turunan kedua dari fungsi y dan
merupakan turunan tertinggi,
3.

2
2

4 , + 4 = 4 2 , karena

2
2

adalah turunan kedua dari fungsi

y dan merupakan turunan tertinggi.


Contoh 7:
Persamaan diferensial tingkat tiga:
1.

3
3

+ 5 , + 4 = 0, karena

adalah turunan ketiga dari fungsi y

dan merupakan turunan tertinggi,


2. + 4 = 0 , karena adalah turunan ketiga dari fungsi y dan
merupakan turunan tertinggi.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 1.1 dbawah ini.
Tabel 1.1 Contoh Persamaan Diferensial Biasa, Orde Dan Pangkatnya
Persamaan diketahui
1. ( ,, )2 + 4 = 0
2.

1+ 2

+ 2+3 2 = 0

Tingkat (Orde) dan pangkat (derajat)


Tingkat dua, pangkat dua
Tingkat satu, pangkat satu

3. + 4 =

Tingkat dua, pangkat satu

4. + 4 , + 8 = 2

Tingkat tiga, pangkat satu

5. , + = 0

Tingkat satu, pangkat satu

6.

1+ 3

+ 2 (1+ 2 ) = 0

7. ()3 + 4 = 5

Tingkat satu pengkat satu


Tingkat tiga, pangkat tiga

3. Persamaan Diferensial Linier dan Tak Linier


Definisi 4:
Suatu persamaan diferensial dikatakan linier jika memenuhi kriteria sebagai
berikut:
a. Tidak terdapat fungsi transenden (fungsi trigonometri, fungsi logaritma,
fungsi exponensial )dalam variabel terikat.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

b. Tidak terdapat perkalian antara variabel terikat dengan turunannya.


c. Variabel terikat dan turunannya paling tinggi berpangkat satu.
Sebaliknya persamaan diferensial yang tidak memenuhi kriteria tersebut
diatas, dikatakan persamaan diferensial tidak linier. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 1.2 Contoh Persamaan Diferensial Linier Dan Tidak Linier
Persamaan diketahui
1.
2.

( ,, )2 + 4 = 0

1+ 2

+ 2+3 2 = 0

Linieritas
Tidak linier karena terdapat ( ,, )2
Tidak linier karena memuat y2

3.

+ 4 =

Tidak linier karena terdapat

4.

,, + 4 , + 8 = 2

Linier
walaupun
ada
bentuk
trigonometri tetapi dalam variable x

5.

, + = 0

Linier

6.

,,, + 4 = 6

Linier

4. Persamaan Diferensial Homogen Dan Tak Homogen


Definisi 5:
Persamaan Diferensial dikatakan homogen jika pada ruas kiri persamaan
tersebut hanya mengandung variabel terikat beserta turunannya, sedangkan
pada ruas kanan yang tersisa hanya 0, sedangkan Jika di ruas kanan ada
variabel bebas atau konstanta maka PD tersebut dikatakan tak homogen.
Contoh 8:
Persamaan Diferensial Homogen:
1. ( ,, )2 + 4 = 0
2.

1+ 2

+ 2+3 2 = 0

3. ,,, = 4; dapat dibuat dalam bentuk ,,, 4 = 0


Contoh 9:
Persamaan Diferensial Tak Homogen:
1. ( ,, )3 + 4 = 0; ; dapat dibuat dalam bentuk ( ,, )3 + = 4,

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

2. ,, + 4 , + 8 = 2
3. ,, 4 , + 4 = 4 2
5. Persamaan Diferensial Koefisien Konstanta dan koefisien Variabel
Definisi 6:
Persamaan diferensial koefisien konstanta adalah suatu persamaan
diferensial yang mengandung koefisien konstanta terhadap variabel terikat
dan turunannya, sedangkan jika koefisiennya adalah variable bebas maka
dikatakan persamaan diferencial koefisien variabel.
Contoh 10:
Persamaan diferensial koefisien konstanta:
1. ,, + 4 , + 8 = 2
2. ,, 4 , + 4 = 4 2
3. ( ,, )2 + 4 = 0

Contoh 11:
Persamaan diferensial koefisien variabel:
1. 2 ,, + 4 , + 4 =

2. , = ; dapat dibuat dalam bentuk =


3. 3 ,, 2 2 , + 8 = 3

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

LATIHAN 1.1
1.

Manakah dari persamaan-persamaan berikut ini yang termasuk


persamaan diferensial biasa atau persamaan diferensial parsial? Berikan
alasannya!

a.

c.

dy
y6 0
dx
xy y x 0

d.

xy x 2 y 6 y e x

b.

e.
f.
2.

x 2 y 2 25

u
u
u
t
z
2
2
u
u

0
2
x
y 2

Tunjukkan dan tentukan orde dan derajat dari persamaan diferensial


dibawah ini:

a.
c.
e.
g.
i.
3.

y xy 2 1

b.

dv
g
dt
d 2r
m 2 kr
dt
x2 1
y
y

d.

dy
y ex
dx
dI
L RI V
dt

f.

y 2 xy y 0

h.

3x 5 y dy 2 x 2dx

2 ,, + 3 , + 8 = 4

Manakah dari persamaan diferensial berikut ini merupakan persamaan


diferensial linier atau tidak linier? Berikan alasan dari jawaban anda!

a. xy e x y
b. sin x y 4 x 2 y 0
c. yy 4 xy 6
d.

x 1dx x y 4dy

e.

y 2 xy 0

f.
g.

y xy 2 1
y cot y

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

4.

Manakah persamaan diferensial berikut yang homogen atau tidak


homogen?
a.

dy
y 0
dx

b.

d2y
dy

0
dx 2
dx

c.

dy
x 0
dx

d.

dy
y 2 3x
dx

5. Manakah persamaan diferensial berikut ini yang merupakan persamaan


diferensial koefisien konstanta atau variabel?

a. y y 0
b. y 4 y 3
c. y 4 y 8 y x sin 2 x
d . x 2 y 4 xy 8 y 0
e. x 3 y 2 x 2 y 4 xy 8 y 3x
6. Tulislah 3 contoh persamaan diferensial kemudian klasifikasikan jenis
persamaan diferensial, orde, kelinearan, kehomogenan, dan koefisien
dari persamaan diferensial tersebut.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

B.

10

Penyelesaian Persamaan Diferensial


Dalam menyelesaikan PD, kita berusaha menemukan fungsi yang tidak
diketahui itu dengan menggunakan metode-metode tertentu. Pada kasus yang
paling sederhana, biasanya penyelesaian itu bisa ditentukan dengan
menggunakan kalkulus sederhana.
Definisi 7:
Suatu penyelesaian Persamaan Diferensial adalah hubungan antara variabel
bebas dan terikat yang jika di substitusikan ke dalam persamaan diferencial
semula akan memberikan kesamaan (identitas)
Dalam Persamaan Diferensial, masalah utama adalah mencari (menentukan)
suatu fungsi bilamana didiferensialkan, dan disubstitusikan memenuhi
persamaam diferensial yang diberikan. Misalkan diberikan sebarang fungsi,
= ()
dikatakan sebagai penyelesaian suatu Persamaan Diferensial yang diberikan,
jika F(x) terdefenisi dan dapat didiferensialkan. Sedemikian rupa sehingga
fungsi itu dan turunannya disubstitusikan pada persamaan memenuhi
persamaan diferensial secara identik.
Contoh 12:
Misalkan diberikan sembarang persamaan diferensial berikut ini:
y 4 y 4 y 0 , selidiki apakah

y e 2 x , merupakan penyelesaian bagi

persamaan diferensial tersebut.


Jawab:
Bilamana, y e 2 x dan turunannya y 2e 2 x , y 4e 2 x disubstitusikan pada
ruas kiri persamaan diferensial semula dihasilkan,

4e 2 x 4 2e 2 x 4 e 2 x 0
00
Karena dihasilkan kesamaan identitas, maka dapat disimpulkan bahwa,
merupakan
penyelesaiaan
bagi
persamaan
diferensial,
y e2x ,
y 4 y 4 y 0 .

Contoh 13:
Selidiki apakah y = cos 2x merupakan penyelesaian dari persamaan
diferensial, y 4 y cos 2 x .
Jawab:: Untuk menyelidiki apakah, y = cos 2x merupakan penyelesaiaan bagi
persamaan diferencial yang diberikan, diferensialkan fungs y dua
kali terhadap x, sehingga diperoleh:
y 2 sin 2 x
Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

11

y 4 cos 2 x ,

dengan mensubstitusikan ini pada persamaan diferensial semula dihasilkam


kesamaan berbentuk,

4 cos 2 x 4cos 2 x cos 2 x


0 cos 2 x
Kesamaan terakhir ini bukan merupakan identitas, maka dapat disimpulkan
bahwa, y = cos 2x bukan merupakan penyelesaiaan bagi persamaan diferensial
diatas.
Definisi 8:
Penyelesaian umum suatu persamaan diferensial adalah penyelesaian yang
mengandung konstanta integrasi (konstanta sebarang), sedangkan
penyelesaian khusus adalah penyelesaian yang diperoleh dari suatu
penyelesaian umum dengan menentukan konstanta yang sesuai yang tidak
mengandung konstanta integrasi karena adanya syarat awal dan/atau syarat
batas
Contoh 14:
Carilah penyelesaian persamaan diferensial dibawah ini:
dy
x 3 cos 2 x
dx

Jawab:
Tulislah persamaan diferensial diatas, menjadi

dy x 3 cos 2 x dx

Dengan melakukan pendekatan integral tak tentu, yakni dengan


mengintegralkan kedua ruas masing-masing terhadap y dan x, diperoleh:

dy x 3 cos 2 x dx

1 4 1
x sin 2 x c
4
2

Jadi penyelesaia umum persamaan diferensial,


y

dy
x 3 cos 2 x , adalah:
dx

1 4 1
x sin 2 x c
4
2

Contoh 15:
Carilah penyelesaian persamaan diferensial, y xe x , dengan syarat, y(0)=10
dan y(0)=20.
Jawab:
Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

12

d dy
dy
,
. Misalkan u
dx dx
dx
maka persamaan diferensial diatas dapat dituliskan sebagai,
Menurut definisi turunan orde dua, bahwa y

du
dx
du

xe x
xe x dx

du xe

dx

x 1e x c1

Dengan c1 sebarang konstanta.


Karena u

dy
y dan y(0)=20 maka:
dx
u

dy
y x 1e x c1
dx
y 0 0 1e 0 c1 20
1 c1 20
c1 21

Sehingga diperoleh:
u

dy
y x 1e x 21
dx

Dengan pengintegralan terhadap x


dy
x 1e x 21
dx
dy xe x e x 21 dx

dy xe
y

e x 21 dx

x 2 e x 21x c 2

Selanjtunya diketahui bahwa y(0)=10, dengan mensubstitusikannya pada


persamaan terakhir didapat:
y 0 10

0 2e

210 c 2 10
2 c1 10
c 2 12

Jadi, penyelesaian khusus persamaan diferensial, y xe x , dengan syarat,


y(0)=10 dan y(0)=20 adalah:
y x 2e x 21x 12

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

13

Suatu persamaan diferensial dengan syarat tambahan pada fungsi yang tidak
diketahui dan derivatif-derivatifnya, semua diberikan pada nilai yang sama
untuk variable bebas, merupakan suatu masalah nilai awal (initial-value
problem). Syarat tambahan tersebut dinamakan syarat awal (initial
conditions). Jika syarat tambahan diberikan pada lebih dari satu nilai variabel
bebas, dinamakan masalah nilai batas (boundary-value problem) dan
syaratnya dinamakan syarat batas.
Sebagai contoh, masalah + 2 = ; () = 1, () = 0 adalah masalah
nilai awal, sebab dua syarat tambahan diberikan pada = . Masalah +
2 = ; (0) = 1, (1) = 1 adalah suatu masalah syarat batas, sebab dua
syarat tambahan diberikan pada nilai yang berbeda yaitu x=0 dan x=1.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

14

LATIHAN 1.2

1.

Periksalah, apakah

y x 2 1 , adalah penyelesaian dari persamaan

diferensial y 2 x , kemudian periksa juga apakah y x 2 c , dengan c


adalah konstanta Sebarang, merupakan penyelesaian dari PD tersebut.
Jelaskan mengapa?
2.

Misalkan diberikan persamaan diferensial,

24

= 4+3 2. Selidiki apakah

() = 2 4 3 + , merupakan penyelesaian dari persamaaan


diferensial diatas?
3.

Pada soal berikut ini, selidikilah apakah fungsi yang diberikan merupakan
penyelesaian dari persamaan diferensial yang terkait.
a. , + 4 = 0 ; = 2
b. , 2 = 0 ; = 2
c. ,, + 5 , + 4 = 0 ; = 4
d. 2 ,, 3 , + 4 = 0 ; = 3
e. ,, + 4 , 12 = 0 ; = 2

4.

Carilah penyelesaian persamaan diferensial dengan syarat awal,

5.

dy
3 y 1, y (0) 1
dx
Buatlah soal dengan meniru soal pada no. 1 jika diketahui fungsi

= 2.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

C.

15

Mencari Persamaan Diferensial


Persamaan diferensial dapat dicari atau ditentukan jika diketahui suatu fungsi.
Fungsi tersebut
Langkah-langkah mencari persamaan diferensial adalah:
1. Tentukan banyaknya konstanta

sebarang yang ada didalam suatu

persamaan kurva yang akan dicari persamaan diferensialnya, misalkan n.


2. Diferensialkan persamaan kurva sampai ke-n, sehingga diperoleh n+1
persamaan.
3. Hilangkan

semua

konstanta

sebarang

tersebut

dengan

cara

mengeliminasi atau mensubtitusi persamaan-persamaan yang diperoleh


dari hasil pendiferensialan.
Banyaknya konstanta sebarang menunjukkan orde dari persamaan
diferensial yang akan dicari.

Contoh 16:
Carilah persamaan diferensial dari himpunan persamaan kurva y ce 6 x
dengan c adalah konstanta sebarang.
Jawab:
Karena hanya ada satu konstanta sebarang yaitu c, maka akan dibutuhkan 2
persamaan yang didapat dari hasil diferensial pertama persamaan y ce 6 x ,
y ce 6 x .......................(1)

y 6ce 6 x ..................(2)

Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) diperoleh

y 6ce 6 x 6 ce 6 x 6 y ,

jadi persamaan diferensial yang didapat adalah


y 6 y y 6 y 0
dy
6y 0
dx

Contoh 17:
Carilah persamaan diferensial dari himpunan persamaan kurva
y A cos 5t B sin 5t

dengan A dan B adalah konstanta sebarang.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

16

jawab:
Karena ada 2 konstanta sebarang yaitu A dan B maka diperlukan 3 persamaan
untuk mengeliminasikan A dan B, yaitu:
y A cos 5t B sin 5t .............................(1)
y 5 A sin 5t 5B cos 5t ......................(2)
y 25 A cos 5t 25B sin 5t .................(3)

Dari persamaan (1) dan (3) didapat bahwa

y 25 A cos 5t 25B sin 5t 5 A cos 5t B sin 5t 5 y


Jadi persamaan diferensial yang dicari adalah:
y 5 y 0

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

17

LATIHAN 1.3
1. Dapatkan persamaan diferensial yang berhubungan dengan fungsi yang
diberikan dengan A, B adalah konstanta sebarang.
a. =
b. = 2 +
c. = +
d. =
e. =
f. = ( + )
2. Carilah persamaan diferensial dari semua lingkaran dibidang. Rumus
umum lingkaran: 2 + 2 2 2 + = 0
3. Carilah persamaan diferensial dari persamaan; = 1 + 2
4. Tentukan persamaan diferensial persamaan = (1 + )
5. Carilah persamaan diferensial dari berkas kardioda: = (1 )
6. Dapatkan persamaan diferensial dari persamaan: = ( + )
7. Buatlah soal dua fungsi yang diketahui kemudian gulung soal tersebbut
lalu lemparlah gulungan tersebut kepada temanmu, selanjutnya jawablah
soal yang kamu dapt.

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

18

EVALUASI I
1.

Klasifikasikan persamaan diferensial menurut: orde, derajat, linier, tidak


linier, homogen, tidak homogen, koefisien konstanta atau variabel.

dy
a.
xy 2 1
dx
d 2 u du
c.
t 3u t
dt
dt 2
e. y y sin x

d 3 y d 2 y dy
b.

y0
dx 3 dx 2 dx
d 2v 2
d.
t v
dt 2
f . y sin x y sin x

g. y 2 y 0

h. x 2

d2y
dy

x
2 y sin x
dx
dx 2

2. Untuk soal berikut ini, selidikilah apakah fungsi yang diberikan merupakan
penyelesaiaan dari persamaan diferensial yang terkait?
a.

y 4 y 12 y 0

b. y 6 y 10 y 0
c.

y 4 y 8 y 0

d. x 2 y 3xy 4 y 0
e.

x 2 y 3xy 10 y 0

dengan, y = sin2x
dengan, y e 4 x
dengan, y e 2 x sin 2 x
dengan, y x 3
dengan, y x 2 ln x

3. Dapatkan persamaan diferensial yang berhubungan dengan fungsi yang


diberikan dengan a, b dan c adalah konstanta sebarang.
a. ln y ax 2 b
b. x = a sin (y+b)
c.

x 2 y 2 2ax 2by c 0

d. y ax be x
e.

y e x 1 x a

4. Buatlah kelompok Diskusi. Buatlah contoh soal seperti soal no. 1, 2,


dan 3, masing-masing satu buah, kemudian gulung soal anda dan tukar
soal tersebut dengan kelompok lain. Selanjutnya jawablah soal dari
teman anda tersebut.
Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

2015

Bab 1
Pendahuluan

Diktat Kuliah: Persamaan Diferensial Biasa

19

2015