Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL SEJARAH INDONESIA

TENTANG MANUSIA PURBA PADA


MASA BERBURU

1.
2.
3.
4.
5.

KRISTI LUSIANA SARI


REKA LADINA SAQILA
RIZKI AULIA NISA
SINTHYA DEWI VIRAMITHA
YULIA CAHYANI PUTRI

1.

MASA BERBURU DAN MERAMU (food


gathering)/MENGUMPULKAN MAKANAN
Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering and hunting period)
adalah masa dimana cara manusia purba mengumpulkan makanan-makanan
yang dibutuhkan mereka untuk bertahan hidup adalah dengan berburu dan
mengumpulkan makanan yang tersedia dari alam (sungai, danau, laut, dan
hutan-hutan yang ada di sekitar tempat bermukim mereka pada saat itu). Masa
Berburu dan Mengumpulkan makanan terjadi pada masa Paleolithikum (zaman
batu tua), yang berbarengan dengan kala Pleistosen yang terjadi sejak 2 juta
tahun yang lalu. Masa berburu dan mengumpulkan makanan berlangsung
selama 600.000 tahun
Ciri-Ciri Kehidupan Pada Masa Berburu dan Meramu
1. Kehidupan berpindah-pindah (nomaden)
2. Bahan makanan tergantung pada alam (food cathering)
3. Tinggal di gua-gua tepi pantai.
4. Sudah ada pembagian tugas.
5. Alat/perkakas terdiri dari batu berbentuk kapak perimbas dan kapak
genggam
A. Kebudayaan & Alat Yang Dipergunakan
Dalam kehidupannya dan perburuan serta pengumpulan makanan, para manusia
purba masa berburu dan mengumpulkan makanan menggunakan alat-alat yang
terbuat dari batu, tulang, duri ikan, dan tanduk.Alat-alat tersebut masih
berbentuk sangat sederhana. Mereka dibentuk dengan membenturkan batu ke
batu lain untuk mendapat hasil yang kurang lebih diinginkan oleh para manusia
tersebut tanpa dihaluskan terlebih dahulu. Oleh karena itu, permukaan dan
bentuk dari alat-alat ini masih kasar. Peninggalan kebudayaan pada masa ini
banyak ditemukan dari daerah Pacitan, Jawa Timur dan Ngandong.
Contoh dari alat-alat yang digunakan pada masa ini adalah :
- Kapak Genggam (Hand Axe) untuk menggali, memotong, dan menguliti
bintang
- Kapak Perimbas (Chopper) untuk merimbas kayu, pemecah tulang, dan senjata

- Flake (Alat serpih) untuk mengiris daging dan memotong umbi


Flake ada dua bagian, yaitu bagian yang kerucut menonjol (Bulbus) atau yang
lebar dan rata (Striking Plattform).

Jenis Flake :
i. Gurdi (untuk memotong)
ii. Pisau (untuk memotong)
iii. Tombak (untuk menombak).
- Alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk, seperti ujung tombak, ala
pengorek ubi, serta tanduk menjangan
B. Manusia Pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan ini, dihuni oleh manusiamanusia purba jenis pithecanthropus dan homo. Yang dominan hidup pada masa
ini adalah :
- Pithecanthropus Erectus
- Homo Erectus
- Homo Soloensis
- Homo Wajakensis
C. Corak Kehidupan Pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Pada tahap berburu dan mengumpulkan makanan ini, para manusia purba tidak
hidup secara menetap pada satu tempat secara permanen, melainkan secara

nomaden (Tidak menetap di satu tempat), karena mereka mengandalkan alam


sepenuhnya untuk persediaan makanan, mereka akan mencari bahan makanan di
tempat baru setelah di tempat yang lama telah habis pesediaan makanannya.
Walau begitu, mereka tidak sepenuhnya nomaden, karena mereka masih tinggal
sementara di suatu tempat tertentu, sehinga disebut seminomaden
Para manusia purba tersebut tinggal di kawasan yang berupa padang rumput dengan
semak belukar dan hutan kecil di sekitarnya, dekat dengan sumber air, danau,
dan rawa. Di kawasan itu, mereka tinggal pada gua-gua yang ada, karena guagua tersebut terbilang aman dari serangan musuh dan binatang buas dan siap
pakai tanpa harus dibuat lagi. Gua yang mereka tinggali bisa berupa gua alam
(cave) atau gua payung bukit karang (abris sous roche). Mereka menggunakan
gua sebagai
a)

Kehidupan Sosial
Pada masyarakat food gathering, mereka sangat menggantungkan diri pada
alam. Dimana daerah yang mereka tempati harus dapat memberikan persediaan
yang cukup untuk kelangsungan hidup. Oleh karena itu mereka selalu
berpindah-pindah.
Sebab mereka hidup berpindah-pindah adalah sebagai berikut:
a.
Binatang buruan dan umbi-umbian semakin berkurang di tempat yang mereka
diami.
b.
Musim kemarau menyebabkan binatang buruan berpindah tempat untuk
mencari sumber air yang lebih baik.
c.
Mereka berusaha menemukan tempat dimana kebutuhan mereka tersedia
lebih banyak dan mudah diperoleh.
Mereka masih hidup mengembara. Tempat tinggal sementara di gua-gua. Ada
pula kelompok yang tinggal di daerah pantai
Mencari makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi
sungai atau danau. Mereka mencari kerang sebagai makanannya.
Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pergerakan
dalam mengikuti binatang buruan/ mengumpulkan makanan.
Dalam kelompok-kelompok tersebut terdapat pembagian tugas kerja. Laki-laki
pada umumnya melakukan perburuan. Sementara itu, para wanita
mengumpulkan bahan makanan seperti buah-buahan dan merawat anak. Mereka
yang memilih dan meramu makanan yang akan di makan.
Hubungan antar anggota sangat erat, mereka bekerjasama untuk memenuhi
kebutuhan hidup serta mempertahankan kelompok dari serangan kelompok lain
ataupun dari binatang buas.

Populasi pertumbuhan penduduk sangat kecil karena situasi yang berat, dengan
peralatan yang masih sanagat primitif membuat mereka tidak dapat selamat dari
berbagai bahaya.
b) Kehidupan Ekonomi
v Pada masa ini belum ada tanda-tanda adanya kehidupan ekonomi.
v Pada masa ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bekerjasama dalam
kelompok (10-15 orang) untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Sehingga
kebutuhan hidup mereka dapat dipenuhi dengan cara mengambil apa yang ada
di alam. Ketika persediaan makanan di suatu daerah sudah habis maka mereka
akan berpindah dan mencari daerah lain yang menyediakan kebutuhan hidup
mereka.
v Memang pada akhir masa ini dapat diketahui bahwa asal kapak genggam dan
alat-alat serpih serta alat-alat tulang berasal dari Asia. Namun belum ada buktibukti yang menunjukkan adanya tanda-tanda berupa alat penukar.
c)

Kehidupan Budaya
Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, mula-mula bisa membuat
rakit, lama kelamaan mereka membuat perahu.
Mereka belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka belum
mengenal cara memasak makanan, salah satunya yaitu dengan cara membakar.
Mereka sudah mengenal perhiasan yang sanagat primitif yaitu dengan cara
merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung.
Untuk mencukupi kebutuhan hiudup mereka membuat alat-alat dari batu,
tulang, dan kayu.
Pada masa itu mereka memilih untuk tinggal di goa-goa. Dari tempat tersebut
ditemukan peninggalan berupa alat-alat kehidupan yang digunakan pada masa
itu, seperti:
Kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat
serpih, Alat-alat dari tulang, dll.

d) Kepercayaan
Pada saat itu masyarakat sudah mengenal kepercayaan pada tingkat awal.
Mereka yakin bahwa ada hubungan antara orang yang sudah meninggal dan
yang masih hidup.
Mereka telah mengenal kepercayaan sistem penguburan sebagai bukti
penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Hal ini terbukti dengan
didirikan kuburan sebagai bukti penghormatan terakhir pada orang yang
meninggal
Hal ini menunjukkan bahwa telah muncul kepercayaan pada masa berburu dan
meramu. Dengan penguburan berarti telah muncul konsep kepercayaan tentang
adanya hubungan antara orang yang sudah meninggal dengan yang masih
hidup.

Manusia purba di Indonesia pada masa ini diperkirakan sudah mengenal bahwa
jenazah manusia itu harus dikubur. Kesadaraan akan adanya kekuatan gaib di
luar perhitungan manusia. Itulah yang menjadi dasar kepercayaan.
e) Teknologi
Teknologi masa food gathering masih sangat rendah. Hampir semua alat-alat
yang digunakan masih sangat sederhana sekedar untuk membantu pekerjaan
mereka.
Pada masa berburu dan meramu tingkat lanjut, di Indonesia sudah ada usahausaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam, utamanya di
gua-gua, yang setiap saat mudah untuk ditinggalkan, jika dianggap sudah tidak
memungkinkan lagi tinggal di tempat itu.
1) Keadaan lingkungan
Api sudah dikenal sejak sebelumnya, karena sangat bermanfaat untuk berbagai
keperluan hidup, seperti untuk memasak makanan, sebagai penghangat tubuh,
dan untuk menghalau binatang buas pada malam hari.
Terputusnya hubungan kepulauan Indonesia dengan Asia Tenggara pada akhir
masa glasial keempat, terputus pula jalan hewan yang semula bergerak leluasa
menjadi lebih sempit dan terbatas, dan tenpaksa menyesuaikan din dengan
lingkungan baru. Tumbuh-tumbuhan yang mula-mula ditanam adalah kacangkacangan, mentimuri, umbi-umibian dan biji-bijian, seperti juwawut, padi, dan
sebagainya.
2) Keberadaan manusia
Ada dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan Kala Holosin, yaitu
Austromelanesoid dan Mongoloid. Mereka berburu kerbau, rusa, gajah, dan
badak, untuk dimakan.
Di bagian Barat dan utara ada sekelompok populasi dengan ciri-ciri terutama
Austromelanesoid dengan hanya sedikit campuran Mongoloid. Sedangkan di
Jawa hidup juga kelompok Austromelanesoid yang lebih sedikit lagi

dipengaruhi oleh unsur-unsur Mongoloid. Lebih ke timur lagi, yaitu di Nusa


Tenggara sekarang, terdapat pula Austromelanesoid.
3) Teknologi
Ada tiga tradisi pokok pembuatan alat-alat pada masa Fos Plestosin, yaitu
tradisi serpih bilah, tradisi alat tulang, dan tradisi kapak genggam Sumatera
Persebaran alatnya meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara
Timur, Maluku, dan Papua Alat tulang ditemukan di Tonkin Asia Tenggara
sedangkan di Jawa ditemukan di Gua Law Semanding Tuban, di Gua Petpuruh
utara Prajekait dan Sodong Marjan di Besuki. Kapak gengga Sumatera
ditemukan di daerah pesisir Sumater Utara, yaitu di LhokSeumawe, Binjai, dan
Tamiang..
4) Masyarakat
Manusia yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat
lanjut, mendiami gua-gua terbuka atap gua-gua payung yang dekat dengan
sumber air atau sungai sebagai sumber makanan, berupa ikan, kerang, siput, dat
sebagainya. Mereka membuat lukisan lukisan di dinding gua, yang
menggambarkan kegiatannya, dan juga kepercayaan masyarakat pada saat itu.