Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK TENAGA LISTRIK

JOB 12. TRANSFORMATOR BEBAN SEGITIGA

Kelas LT 2C
Oleh : Kelompok 6
1
2
3

Syifaul Arrizki
(3.31.14.2.21)
Tri Mulyani
(3.31.14.2.22)
Yanuar Muhammad Iqbal (3.31.14.2.23)
Dosen Pembimbing :
Bp. SUGIJONO, S.T.,M.M.

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2016

JOB 12. TRANSFORMATOR BEBAN SEGITIGA


1. Tujuan
Setelah melaksanakan praktek ini, mahasiswa dapat :
1) Menentukan besarnya tegangan line dan tegangan fasa.
2) Menentukan besarnya arus line dan arus fasa.
3) Menggambarkan vector diagram tegangan dan arus.
4) Menentukan daya nyata, daya semu, daya buta dengan menggunakan metode :
a. Dua Wattmeter 1 fasa dan Voltmeter, Ampermeter.
b. Satu Wattmeter 3 fasa dan Voltmeter, Ampermeter.
c. Cos meter dan Voltmeter, Ampermeter.
5) Membuktikan rumus-rumus 3 fasa hubungan segitiga.
6) Membandingkan daya yang didisipasikan beban dengan menggunakan beberapa
metode.
2. Pendahuluan
Dalam praktek instalasi tenaga kita sering menemui adanya jala-jala 3 fasa, yang mana
tiap fasanya berbeda 120o. pada dasarnya hubungan beban dari rangkaiaan 3 fasa dapat
dihubungkan secara segitiga atau bintang. Hubungan segitiga diperoleh dengan cara
menghubungkan ujung lilitan fasa pertama ke pangkal lilitan berikutnya berturut-turut
hingga diperoleh rangkaian tertutup yang simetri.
Dasar teori :
Tegangan fasa pada hubungan segitiga sama dengan tegangan line, dan arus line adalah
arus fasa kali 3.

Daya yang didisipasikan dapat diukur dengan metode :


a. Volt / ampere meter dan cos meter
Dengan rumus : p = Vf . If . 3 cos

p = VL . IL . 3 cos
b. Satu watt meter 3p
Daya yang didisipasikan langsung bias dibaca pada watt meter.
c. Dua watt meter 1p
Daya yang didisipasiakan adalah penjumlahan dari kedua watt meter.
d. Tiga watt meter 1p
Daya yang didisipasiakan adalah penjumlahan dari ketiga watt meter.
3. Peralatan dan Bahan

NO

ALAT DAN BAHAN

GAMBAR

JUMLAH

ACPS 220 V

Trafo Arus 2000 VA

Multimeter Digital

Multimeter Analog

Kabel Jumper

20

Transformator 1 fasa

Wattmeter 3 fasa

Kondensator AC 3 F
250 V

Tang Ampere

10

Cosphi meter

11

Lampu Pijar 100 W

12

Fitting Lampu Pijar

13

Ballast

4. Gambar Rangkaian

a. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda 2 wattmeter 1 fasa.

b. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda voltmeter / ampere meter dan 1
watt meter 3 fasa.

c. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda 1 cos meter.

b.

5. Langkah Kerja
1) Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu
membuat rangkaian seperti pada gambar rangkaian diatas
2) Memberi catu sumber tegangan 3 x 220 Volt
3) Mengisi tabel hasil pengamatan.
6. Hasil Percobaan
a. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda 3 wattmeter 1 fasa.
No
1.

Beban
R lampu pijar

2.

100 watt
Ballast
Balast //

3.

condensator3,5

VL (Volt)

Daya Nyata

P (Watt)
P1

P2

P3

(watt)

218

35

40

35

110

215

50

50

50

150

220

60

45

50

155

F
Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda 2 wattmeter 1 fasa.
No

1.

Beban
Lampu pijar

2.

100 watt
Ballast 1A
Balast //

3.

condensator3,5

VL (Volt)

Wattmeter

Daya Nyata

P1

P2

(watt)
P

218

40

60

110

215

80

70

150

220

118

38

155

F
c. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda 1 wattmeter 3 fasa
N
O
1
2
3

Beban
Lampu pijar 100 watt
Ballast 1A
Ballast // condensator 3,5

VL (volt)
218,8
220
217,5

IL (Ampere)
1
0,93
0,53

F
d. Menentukan daya yang didisipasikan dengan metoda cos phi meter

Daya Nyata
(watt)
100
156
134

Beban
Lampu pijar 100w
Ballast 1A
Kondensor 3F //

Cos
1
0,91
0,89

I (A)
0,575
0,56
0,55

VAB

VBC

VCA

(Volt)

(Volt)

(Volt)

213,8
214,5
214,5

215
215,2
215,5

214,3
214,3
212,8

ballast
7. Analisa Data
Analisa Trafo Beban Segitiga :
Pada Tabel Beban Segitiga dengan Cos meter, dapat dilihat bahwa lampu pijar 100
W memiliki nilai Cos yang paling baik dibanding beban induktor lainnya . Hal ini karena
lampu merupakan induktor murni. Untuk nilai tegangan, V AB, VBC, VAC, nilainya hampir
sama pada masing-masing beban .
Pada Tabel Pengukuran dengan 1 watt meter, nilai VL pada masing-masing beban
hampir sama nilianya. Sedangkan nilai arus I L-nya yang terbesar adalah pada lampu pijar.
Untuk daya nyata nilainya tidak jauh berbeda dengan perhitungan teori dari daya, lampu
pijar adalah yang paling besar nilainya dan ballast // kondensor memiliki nilai yang paling
kecil.
Pada tabel pengukuran dengan 2 watt meter, nilai VL pada masing-masing beban
hampir sama .Untuk nilai daya nyata yang timbul, daya terbesar ketika beban berupa
ballast // condensator.
8. Kesimpulan Praktikum :
1) Sumber tegangan yang digunakan untuk rangkaian segitiga adalah 220 V
2) Tegangan fasa pada hubungan segitiga sama dengan tegangan line dan arus line adalah
If x 3
3) Cara untuk mengitung daya yang didisipasikan ada 4 cara yaitu dengan metode
volt/ampere cos phi meter, metode 1 wattmeter 3 fasa, metode 2 wattmeter 1 fasa, dan
metode 3 wattmeter 1 fasa.
4) Beban resistif nilai dari Cos nya yang bagus adalah mendekati 1
5) Besarnya nilai daya nyata bergantung pada Cos beban.
6) Untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan dua atau 3 buah wattmeter, maka
besarnya daya nyata sama dengan hasil penjumlahan dari wattmeter tersebut.

Anda mungkin juga menyukai