Anda di halaman 1dari 2

Faktor Pendorong Munculnya Akuntansi Syariah

Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya Akuntansi Syariah Islam:


1. Meningkatnya religiousity (rasa keberagamaan) masyarakat,
2. Meningkatnya tuntutan kepada etika dan tanggung jawab sosial yang selama ini nampak
diabaikan oleh akuntansi konvensional,
3. Semakin lambannya akuntansi konvensional mengantisipasi tuntutan masyarakat
khusunya mengenai penekanan pada keadilan, kebenaran dan kejujuran,
4. Kebangkitan Agama Islam khususnya kaum terpelajar yang merasakan kekurangan yang
terdapat dalam Kapitalisme Barat,
5. Kebangkitan Agama Islam terasa setelah beberapa negara yang penduduknya beragama
Islam, merdeka lima puluh tahun yang lalu seperti Mesir, Arab Saudi, India (Pakistan dan
Bangladesh), Iran, Irak, Indonesia, Malaysia, dan lain sebagainya, Negara baru ini tentu
siap dengan pembangunan SDM-nya dan lahirlah penduduk muslim yang terpelajar dan
mendapatkan ilmu dari barat. Dalam akulturasi ilmu ini maka pasti ada beberapa
kontradiksi dan disinilah ia bersikap. Dan mulai merasakan perlunya digali keyakinan
akan agamanya yang dianggapnya komprehensif. Sehingga dalam akuntansi lahirlah ilmu
Akuntansi Islami ini,
6. Perkembangan atau anatomi disiplin akuntansi itu sendiri yang berproses dan berevolusi
mencari kesempurnaan,
7. Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti Bank, Asuransi,
Pasar Modal, Perdagangan dan lain-lain,
8. Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan menggunakan
norma akuntansi yang sudah mapan sebagi dasar perhitungan,
9. Kebutuhan akan pencatatan, pertanggungjawaban dan pengawasan harata ummat misalya
dalam Baitul Maal kekayaan milik umat Islam (wakaf) atau organisasinya.
Disusun Safira, SE, Ak.M.Si.

Faktor - Faktor Perkembangan Akuntansi di Negara Islam

Perkembangan akuntansi di negara Islam dapat dikaitkan dengan


perkembangan ilmu dan juga seni. Karena akuntansi dalam perkembangannya tidak
hanya disebut sebagai ilmu mutlak akan tetapi juga sebagai seni yang
membutuhkan kemahiran dalam upaya pendalamannya. Perkembangan akuntansi
di negara Islam dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Hal universal yang
mempengaruhi perkembangan akuntansi syariah adalah pemenuhan kebutuhan
dasar dari negara tersebut, misalnya dalam hal pendirian kantor-kantor
pemerintahan, spesialisasi kemampuan, dan juga kebutuhan akan tenaga kerja
yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang memadai. Selain hal universal yang
harus dipenuhi tersebut, perkembangan akuntansi syariah juga dilatarbelakangi
oleh sisi kebutuhan pribadi dari seorang muslim sendiri yaitu faktor zakat.
Penghitungan zakat harus dilakukan secara benar karena kita tahu bagi umat Islam,
zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib untuk dipatuhi.

Faktor pendorong perkembangan akuntansi di negara Islam dapat


dijelaskan sebagai berikut :
1.
Pendirian kantor kantor pemerintahan yang disebut dengan kata diwan
sangat berkaitan erat dengan perkembangan sistem administrasi dalam kantor
tersebut. Perkembangan sistem administrasi ini yang kemudian menjadi faktor
pendorong perkembangan akuntansi di negara Islam.
2.
Spesialisasi kemampuan dan signifikansi karena adanya pembagian tugas dari
masing-masing tenaga kerja yang nantinya akan dapat melakukan tugas serta
fungsinya sesuai dengan kemampuan yang dia miliki. Begitu pula dengan
spesialisasi dalam bidang akuntansi, ketika seorang tenaga kerja telah
mendapatkan spesialisasi di bidang akuntansi sesuai dengan kemampuannya, tentu
itu akan menjadi faktor untuk perkembangan akuntansi semakin lebih lagi.
3.
Memilih dan memilah pegawai yang benar-benar memiliki kemampuan serta
kapasitas yang cocok dengan bidang kerja yang dia akan duduki. Seperti ketika
Muhammad SAW memilih pegawainya, beliau sangat memperhatikan dari
kemampuan pegawainya sehingga bidang pekerjaan yang ditekuni pun dapat
berjalan dengan maksimal. Begitu pula dalam bidang akuntansi, seorang yang
memiliki kemampuan dan kapasitas tinggi dalam bidang akuntansi tentu akan
sangat membantu perkembangan akuntansi semakin lebih lagi.
4.
Rasa takut akan Allah, hal ini sangat mendasari dalam perkembangan
akuntansi, karena ketika kita takut akan Allah kita akan melakukan pengawasan
lebih terhadap sistem akuntansi yang berlangsung, hal ini untuk menjaga validitas
dan relibilitas dari informasi yang dihasilkan oleh proses akuntansi dan tetap
mengasilkan informasi yang benar untuk digunakan berbagai pihak. Tentu saja
pengawasan proses akuntansi yang baik akan sangat mendorong perkembangan
akuntansin untuk semakin lebih lagi.