Anda di halaman 1dari 2

.

Bentuk Badan Usaha


1. Badan Usaha Berdasarkan Kepemilikan Modal
v Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang kepemilikan
modalnya dimiliki oleh negara bertujuan untuk melayanai masyarakat atau
memperoleh keuntungan. Contohnya : Pertamina dan PT. Telkom.
v Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang kepemilikan
modalnya dimiliki swasta dan bertujuan mencari laba. Contohnya, badan
usaha perorangan, firma, CV, PT dan koperasi.
v Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah badan usaha yang kepemilikan
modalnya dimiliki pemerintah daerah. Contoh: Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Tenggara dan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan
v Badan Usaha Campuran, yakni badan usaha yang kepemilikan modalnya
sebagian dimiliki pemerintah dan sebagian lagi dimiliki swasta. Contohnya,
badan usaha yang mengelola PT Pembangunan Jaya, sebagian modalnya
dimiliki pemerintah dan sebagian dimiliki swasta
2. Badan Usaha Berdasarkan Hukum
vBadan Usaha Perseorangan adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya
oleh perseorangan dan didirikan oleh orang yang bersangkutan.
v Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dengan
menggunakan nama bersama.
v Persekutuan Komanditer (CV) adalah badan usaha yang didirikan atas dasar
komanditer ( kepercayaan ).
v Persekutuan Terbatas (PT) adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya
terbagi atas saham-saham dimana tanggung jawab pemegang saham
terbatas pada saham yang dimiliki.
v Yayasan adalah badan usaha yang berbentuk kerja sama dari beberapa
orang di bidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan dengan tujuan utama
membantu sesama manusia dalam meningkatkan kualitas kehidupan.
v Badan Usaha Swasta Asing adalah badan usaha asing yang beroperasi di
Indonesia
dan
harus
mengikuti
ketentuan-ketentuan
pemerintah
IndonesiaKonsep Dasar dan Prinsip Akuntansi.
3.7 Prinsip dan Konsep Dasar Akuntansi
Banyaknya masalah akuntansi di dunia keuangan telah mendorong
diperlukannya prinsip dan konsep akuntansi yang dapat di pakai sebagai
pedoman dalam pengambilan keputusan.
A. Konsep dasar akuntansi
1.
Konsep Entitas
Entitas adalah konsep yang paling dasar dalam akuntansi. Konsep ini
bertujuan agar transaksi perusahaan tidak di campuradukkan dengan
transaksi pribadi, begitu pula antara traksaksi entitas satu dengan entitas
yang lain, tidak boleh di perlakukan bersama sama ataupun di gabung,
dengan cara membuat suatu garis batas atau pemisah yang jelas di
sekililingnya.Misalkan,pendapatan yang di miliki oleh perusahaan tidak boleh
di gabungkan / di campurkadukan dengan pendapatan yang di miliki sendiri
atau pribadi.
2.
Konsep Kesinambungan
Adanya konsep kesinambungan merupakan salah satu sebab mengapa aktiva
harus di catat menurut harga perolehan(ukuran / nilai akuntansi yang lebih
dapat diandalkan untuk aktiva).Konsep kesinambungan menyatakan bahwa
suatu entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat di
duga / di ramalkan di masa depan atau bisa di katakan umur yang tidak
terbatas dengan cara menyusun laporan keuangan secara periodik dan
membandingkannya sehingga diperoleh informasi tentang kemajuan atau
kemunduran usaha.
3.
Konsep Satuan Moneter Stabil

Fungsi dari konsep ini adalah sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek
dari inflasi (Peningkatan dalam harga) di dalam catatan akuntansi. Sehingga
kita dapat menguraikan atau menambahkan nilai nilai rupiah tersebut
sehingga memiliki daya beli yang sama.