Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIK


Pengenalan Penggunaan Perangkat Lunak ArcGis:
DIGITASI ON SCREEN

DIKERJAKAN OLEH:

DEVITO NUGRAHA
14/36667044/TK/42298

DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

I.

II.

III.

MATERI PRAKTIKUM
Pengenalan penggunaan perangkat lunak ArcGis dalam membangun sistem informasi
geografik (SIG) dengan melakukan Digitasi On Screen.
TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat mengenal data vektor dan data raster, serta dapat memodelkan
dunia nyata ke dalam bentuk data geospasial.
2. Mahasiswa dapat mengenal salah satu perangkat lunak SIG untuk melakukan
pengolahan dan pengelolaan Data Geospasial atau Informasi Geospasial.
3. Mahasiswa mampu melakukan input data GIS dengan metode On-Screen
Digitation
WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Praktikum sistem informasi geografik (SIG) dilaksanakan pada hari Selasa ,
tanggal 23 Februari 2016 dan 1 Maret 2016 di Laboratorium Komputasi Teknik
Geodesi UGM.

IV. Alat dan Bahan


V.

Seperangkat Komputer
Software ArcMap 10.1
Modul Minggu 3
Peta Raster No_Presensi_Ganjil

DASAR TEORI
Proses digitasi secara umum dibagi dalam dua macam(GIS Consortium Aceh
Nias,2007):
1. Digitasi menggunakan digitizer
Dalam proses digitasi ini memerlukan sebuah meja digitasi atau digitizer.
2. Digitasi onscreen di layar monitor
Digitasi onscreen paling sering dilakukan karena lebih mudah dilakukan, tidak
memerlukan
tambahan peralatan lainnya, dan lebih mudah untuk dikoreksi apabila terjadi
kesalahan.
Proses digitasi on-screen adalah digitasi yang dilakukan pada layar
monitor komputer dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak sistem informasi
geografis seperti Arc View, Map Info, AutoCad Map, dan lain-lain. Data sumber yang
akan didigitasi dalam metode ini tidak dalam bentuk peta analog atau hardcopy. Data
sumber tersebut terlebih dahulu disiam (scan) dengan perangkat scanner. Penyiaman
ini akan membentuk sebuah data yang mirip dengan hardcopy yang disiam, dalam
bentuk data raster dengan format file seperti .jpg, .bmp, .tiff, .gif, dan lain-lain. Data
tersebut berujud file gambar raster yang dapat dilihat dengan menggunakan berbagai
perangkat lunak pengolah gambar. Pada perangkat lunak sistem informasi geografis,
data raster tersebut ditampilkan di layar monitor sebagai layer raster. Data raster
dijadikan latar belakang (backdrop) dalam proses digitasi.

Digitasi dilakukan dengan cara membentuk serangkaian titik atau garis


menggunakan pointer yang dikendalikan melalui mouse, pada layar komputer di
sepanjang obyek digitasi. Setiap obyek spasial dapat direkam sebagai layer-layer yang
berbeda. Misal, dari sebuah data raster peta administrasi terdapat fenomena jalan,
sungai, dan batas administrasi. Ketiga fenomena tersebut dalam proses digitasi
sebaiknya dipisahkan menjadi layer-layer jalan, sungai, dan administrasi, sehingga
masing-masing fenomena dapat dipisahkan sebagai file yang berdiri sendiri.
VI.

LANGKAH KERJA DAN PEMBAHASAN


A. ArcCatalog 10.1
1. Membuka ArcCatalog dengan cara double klik ikon ArcCatalog 10.1 Pada Start
Menu

2. Selanjutnya tempatkan kursor di direktori kerja Anda pada Desktop, dan


Buat

folder

baru

Latihan_2_Digitasi,

pada

direktori

Kemudian

klik

kerja
kanan

Anda
pada

dengan

nama

folder

tempat

penyimpanan yang telah dibuat, pilih New Shapefile.

3. Setelah itu akan muncul kotak dialog Create New Shapefile. Pada bagian name
isikan nama shapefile, pada bagian feature type isikan tipe shapefile yang dibuat.
(Contoh: Kontur dengan type Polyline)

4. Selanjutnya adalah mendefinisikan sistem referensinya, karena shapefile yang


dibuat belum memiliki sistem referensi (terlihat pada description diatas :
Unknown Coordinate System).
Untuk mendefinisikan sistem referensinya, klik Edit pada kotak dialog
tersebut. Setelah itu akan tampil kotak dialog Spatial Reference Properties. Pada
kotak dialog tersebut klik tab Select, lalu akan muncul kotak dialog Browse For
Coordinate System. Kemudian pada kotak dialog Browse For Coordinate
System, double klik pada folder Projected Coordinate System double klik
UTM double klik Indonesia kemudian pilih DGN 1995 UTM Zone 49S.prj.

5. Setelah Pendefinisian Sistem Referensi, maka description nya akan muncul


seperti gambar dibawah ini:

Dan hasilnya akan menjadi seperti berikut:

B. ArcMap 10.1
1. Membuka software ArcMap 10.1

2. Kemudian pada tampilan awal ArcMap 10.1, buka Lembar Kerja baru :

3. Setelah itu, akan muncul Tampilan Awal Document kita di ArcMap 10.1, dan
kemudian tambahkan citra No_Presensi Ganjil yang akan digitasi pada direktori
kerja dengan menggunakan Add Data

, pilih citranya, klik Add, lalu pilih Ok.

Dan hasilnya akan menjadi seperti berikut ini:

4. Agar peta dasar yang akan dilakukan digitasi ini mempunyai sistem acuan
koordinat peta yang benar, maka sebelumnya harus dilakukan proses Georeferensi
Peta, dengan tahapan sebagai berikut :
mengaktifkan tools Georeferencing. Klik kanan pada bagian atas
tool menu, pilih Georeferencing.

Maka akan muncul tool georeferencing. Untuk menambahkan titik

kontrol Pilih Add Control Point pada toolbar georeferencing.


Titik Control Point didefinisikan menggunakan titik grid yang ada
pada Citra Presensi ganjil. Jumlah minimal titik kontrol point
adalah 5 titik yang tersebar di dalam citra dan searah perputaran

jarum jam.
Kemudian klik kanan, maka akan muncul kotak dialog Enter
Coordinates, lalu input koordinat X dan Y sesuai titik grid, lalu
klik Ok.

5. Ulangi langkah diatas untuk 4 Titik GCP Lainnya

TITIK
IKAT
(GRID
01 (kiri, bawah)

Easting
(X) m
435100

Northi
ng
(Y)
9221900

02 (kiri, atas)

435100

9222600

03 (kanan, atas)

435600

9222500

04 (kanan, bawah)

435600

9222100

05 (tengah-tengah)
433500
9222200
6. Untuk melihat Total RMS Error dan lain sebagainya, dapat mengklik pada View
Link Tabel dan akan muncul jendela Link seperti dibawah ini:
(Nilai RMS ini dipakai sebagai indikator bahwa proses transformasi yang anda
lakukan cukup teliti, semakin kecil nilai residu akan semakin teliti hasil
transformasi koordinatnya).

7. Lakukan save sebagai text file, kita bisa membuka text file ini bila ingin
melakukan goereferensi lagi terhadap image, dari Link table pilih Save
(sebelumnya select (klik Ctrl+A) semua GCP yang sudah anda masukkan).

8. Setelah itu, pada toolbar georeferenceing, klik Rectify. Kemudian Save as TIFF

9. Langkah selanjutnya adalah menginput file TIFF yang telah tergeoreferensi


(No_Presensi_Ganjil.tiff) dengan menggunakan add Layer dan
menambahkannya pada folder kerja Latihan_2. tadi ke ArcMap 10.1

C. Digitasi On Screen
1. Setelah citra peta (No_Presensi_Ganjil.tiff) tersebut tergeoreferensi, maka
langkah selanjutnya adalah melakukan proses digitasi on screen dengan
menggunakan wadah shapefile yang telah dibuat sebelumnya (Lihat bagian
A di atas penggunaan Arc Catalog untuk pembuatan shapefile).

Kegiatan

yang dilakukan adalah tambahkan shapefile tersebut ke dalam jendela


kerja anda dengan cara klik ikon

, kemudian bukalah folder Anda dan

Add shapefile yang telah dibuat. Hasilnya:

2. Untuk memulai digitasi Anda dapat menggunakan toolbar editor (jika


toolbar ini belum aktif dapat diaktifkan dengan cara klik kanan pada
tempat yang kosongkemudian pilih editor).

3. Untuk memulai digitasi Anda dapat menggunakan toolbar editor. Kemudian pilih
layer yang akan digunakan untuk menyimpan digitasi yang dilakukan (misalnya
pilih : Kontur), maka pada toolbar editor dapat diaktifkan terlebih dahulu ikon
toolbar editornya dengan cara klik Editor pada toolbar editor start editing

4. Kemudian pilih task : create new feature (karena akan membuat feature baru) dan
set target pada toolbar editor sebagai layer Kontur. (Lakukan langkah yang sama
untuk layer-layer yang lainnya, setelah dilakukan digitasi pada layer Kontur)

5. Proses digitasi on screen dapat menggunakan ikon

, agar digitasi dapat tepat pada

tiap titik/garis/segmen dapat diaktifkan menu Snapping, dengan cara klik Editor,
pilih Snapping. Maka akan muncul kotak dialog snaping, lalu checklist-lah
(centang) kotak-kotak pada tiap layer dan tiap garisnya (menandakan digitasi yang
akan dibuat akan snapping untuk layer apa saja dan untuk tipe apa saja). Jika sudah
semua, tutuplah kotak dialog snappingnya.
6. Jika digitasi sudah dimulai, untuk mengakhiri tiap segmen digitasi dapat dilakukan
dengan cara double klik atau dengan cara klik kanan, kemudian pilih Finish Sketch.

7. Apabila anda akan menyimpan hasil digitasi dapat dilakukan dengan menggunakan
save edit pada toolbar editor.

VII.

HASIL PRAKTIKUM
A. ArcCatalog 10.1
Hasil Pembuatan ShapeFile:

B. Hasil Digitasi On Screen (File Terlampir):


1. Digitasi Bangunan(Rumah)

2. Digitasi Kontur

3. Digitasi Jalan Utama

4. Digitasi Vegetasi

5. Digitasi Jalan Kecil/Jalan Pemukiman

6. Digitasi Blok Pemukiman/Blok Bangunan

7. Digitasi Sungai kecil Di kanan bawah

8. Hasil Secara Keseluruhan

VIII. KESIMPULAN
Digitasi on screen merupakan proses untuk mengkonversi data raster menjadi data
vektor. Selain itu, Digitasi ini sangat berguna untuk menganalisis data spasial. Data
hasil digitasi ini selanjutnya dapat di olah dengan software-software sistem informasi
geografis untuk dianalisis.
Dari hasil praktikum di atas dapat disimpulkan bahwa saya menjadi tahu dan
berhasil melakukan Digitasi On Screen menggunakan ArcGIS 10.1.