Anda di halaman 1dari 4

TAHAP PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Dibagi dalam 3 tahap,yaitu:


1.Tahap pra analitik
2.Tahap analitik
3.tahap pasca analitik
Agar pemeriksaan laboratorium mendapatkan hasil yang bermutu baik maka
ketiga tahap tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur
1.TAHAP PRA ANALITIK
Dimulai ketika dokter memutuskan untuk meminta pemeriksaan
laboratorium,dokter akan menjelaskan kepada pasien pemeriksaan apa yang
dilakukan,apa manfaatnya dan bagaimana mempersiapkan diri untuk
pelaksanaan pemeriksaan tersebut
Tahap pra analitik meliputi :
A.persiapan pasien
B.pengambilan sampel
C.penampung sampel
D.penyimpanan sampel
E.pengiriman sampel

A.persiapan pasien
Pemeriksaan laboratorium yang terencana,terbaik dilakukan pagi hari karena
keadaan tubuh pasien belum dipengaruhu oleh makanan,aktifitas fisik,dan
mental.
Faktor yang mempengaruhi variasi hasil pemeriksaan laboratorium:
1. makanan
Hb.
2. Merokok
3. Kehamilan
4. Penggunaan obat
netrofil
5. Donor darah
6. Variasi diurnal

: kerena terjadi peningkatan volume plasma.penurunan


: meningkatkan jumlah eritrosit,leukosit,dan Hb.
: pengenceran darah (hemodelusi)
: menurunkan jumlah eosinofil,limfosit dan meningkatkan
: merubah susunan darah
: hasil eosinofil lebih rendah

7. Exercise (aktifitas fisik) : hemoglobinemia (menurunkan jumlah eritrosit).


B.pengambilan sampel
Sebelum pasien diambil darah dipersiapkan dan disediakan alat dan bahan
pengambilan darah selain itu dipersiapkan formulir permintaan laboratorium
yang telah diisi lengkap meliputi:
nama lengkap
Nomor medical record
Ruang perawatan
Tanggal dan jam pengambilan
Nama dokter yang memita
Jenis pemeriksaan yang dilakukan.
Pada pengambilan darah harus diperhatikan posisi pasien,bendungan,letak
vena,penggunaan desinfektan,ukuran jarum dan spuit,penampung dan labeling.
Hal-hal yang harus dihindarkan pada waktu pengambilan darah:
1.
2.
3.
4.
5.

Hemokonsentrasi
Hematoma
hemodilusi
hemolisis
mikrotrombi (pembekuan parsial)

C.penampungan sampel
Penampung sampel bisa terbuat dari plastik atau kaca,apapun bahannya
penampung harus bersih,kering,dan harus steril bila sampel darahnya akan
dibiakkan.sampel darah dapat diambil dengan spuit atau tabung hampa.bila
perlu darah dicampur dengan antikoagulan.Bila menggunakan tabung vacum
tutup tabung diberikan warna tertentu untuk menunjukan bahan yang
dicampurkan ke dalam sampel darah didalamnya
1.
2.
3.
4.
5.
6.

warna
warna
warna
warna
warna
warna

putih = tanpa adiktif (steril)


merah = clot activator (beku)
kelabu = NAF
hijau = heparin
biru = Na Sitrat
ungu = EDTA

D.penyimpanan bahan
Apabila suatu sampel ditunda
penyimpanan sesuai prosedur.

pemeriksaannya,maka

perlu

dilakukan

E.Pengiriman bahan
Sampel yang sudah diambil yang akan dikirim ke laboratorium lain
(dirujuk)harus dilengkapi folmulir permintaan yang telah diisi lengkap,jam
pengambilan,jam penerimaan.Selain itu penampung harus tertutup rapat agar
tidak terkontaminasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima sampel darah harus
memenuhi syarat sbb:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apakah penampung sudah melewati kadaluarsa


Apakah label masih ada dan dalam keadaan baik
Apakah darah yang diperoleh telah rusak selama pengiriman
Apakah bahan pemeriksaan mengalami hemolisa
Apakah terdapat bekuan pada darah
Apakah pengiriman bahan memenuhi syarat suhu,dan lamanya penundaan
pemeriksaan yang dapat mengakibatkan hasil tidak sesuai
7. Apakah volume bahan pemeriksaan sesuai dengan volume yang seharusnya
8. Apakah antikoagulan yang dipakai telah sesuai
2.TAHAP ANALITIK
Tahap ini sepenuhnya berada dalam laboratorium tempat dilaksanakan
pemeriksaan.tahap ini sepenuhnya tanggung jawab pihak laboratorium.tahap ini
terdiri dari :
1.pengolahan sampel
2.alat
3.reagen
4.Bahan pendukung
5.Quality control

3. TAHAP PASCA ANALITIK


Tahap ini ada bagian Kegiatan yang berada di dalam laboratorium dan ada juga
yang diluar laboratorium. tahap kegiatan ini meliputi:
A.pencatatan hasil
B.pengolahan hasil
C.penyimpanan hasil

Terkait dengan hasil pemeriksaan laboratorium,Selain hasilnya diharapkan cepat


diperoleh,juga harus bermutu baik.2 indikator yang digunakan yaitu:
A.ketelitian(presisi)
Hasil pemeriksaan pada sebuah sampel,apabila diulangi
pemeriksaannya,hasilnya harus sama atau berdekatan dengan hasil
sebelumnya.
B.ketepatan hasil (akurasi)
Hasil pemeriksaan yang diperoleh harus tepat atau berdekatan dengan nilai
sebenarnya.

Kedua indiKator tersebut terpenuhi bila ketiga tahap pemeriksaan laboratorium


terlaksana dengan baik