Anda di halaman 1dari 5

Mengkomunikasikan kelemahan pengendalian internal

Tinjuan umum
Selama berlangsung audit, auditor mungkin menemukan kelemahan dalam pengendalian
internal. Ini bisa terjadi sebagai hasil pemahaman dan evaluasi terhadap pengendalian
internal, dalam membuat penilaian risiko, pelaksanaan prosedur audit, dan berbagai
pengamatan dalam setiap tahap risiko, pelaksanaan prosedur audit, atau dari berbagai
pengamatan dalam setiap tahap proses audit.
Berikut merupak kelemahan dalam pengendalian internal:

Pengendalian preventif
1. Kelemahan dalam lingkungan pengndalian (control envionment) seperti tidak
berjalannya pengawasan pimpinan, sikap meremehkan pengendalian internal,
terjadinya management override dan berbagai kasus fraud.
2. Keluar/masuknya pegawai, posisi kunci tidak terisi, atau pegawai yang ada
(seperti di bagian accounting) tidak kompeten untuk melaksanakan tugas.
3. Kelemahan dalam pengendalian teknologi informasi secara umum (general IT
controls).
4. Lemahnya pengendalian dalam menangani peristiwa non rutin yang signifikan
seperti sistem baru (untuk akuntansi, otomatisasi penjualan, dan lain-lain) atau
akuisisi bisnis baru.
5. ketidakmampuan manajemen mengawasi pembuatan laporan keuangan, seperti

kelemahan dalam pengendalian untuk mencegah dan menemukan kecurangan


Pengendalian Transaksional
7. Tanggapan manajemen tidak ada atau tidak efektif terhadap risisko signifikan
yang diidentifikasi.
8. salah saji ditemukan auditor, padahal seharusnya dapat dicegah, atau terdeteksi
dan terkoreksi oleh pengendalian internal entitas.
9. pengendalian internal yang ada, tidak: cukup untuk menangkal risiko dan
berfungsi seperti dirancang (kelemahan implementasi), ini disebabkan oleh
pelatihan yang kurang dlll.

Kecurangan

Jika auditor memperoleh bukti tentang adanya kecurangan, ia secepatnya memberi tahu hal
itu kepada manajemen. Ini perlu dilakukan, sekalipun kecurangan tersebut seakan-akan kecil.
Menilai parahnya kelemahan PI
Kelemahan yang signifiakn dalam pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu
kelemahan atau gabungan dari beberapa kelemahan dalam pengendalian internal yang,
menurut pendapat auditor, cukup penting untuk mendapat perhatian manajemen dan TCWG.
Kelemahan pengendalian internal yang tidak serius atau kelemahan kecil mungkin
diidentifikasi selama audit. Ini mungkin merupakan hasil wawancara dengan manajemen dan
pegawai, pengamatan terhadap bekerjanya pengendalian internal, pelaksanaan prosedur audit
selanjutnya , dan segala bentuk informasi yang diperoleh. Merupak masalah kearifan
profesional untuk menentukan apakah kelemahan pengendalian internal sedemikian
pentingnya untuk dilaporkan kepada manajemen dan TCWG. Berikut merupakan bebrapa hal
yang perlu dipertimbangkan dalam menilai beberapa parahnya kelemahan pengendalian
internal yaitu antara lain:

Dampak kelemahan itu pada salah saji material dalam laporan keuangan.
Kemungkinan kelemaha pada salah saji material dalam laporan keuangan di

kemudian hari.
Kerentanan aset atau utang terhadap kerugian atau kecurangan.
Subjektivitas dan kompleksitas dalam menentukan angka estimasi, seperti nilai
wajar (fair value)

Mendokumentasikan kelemahn PI
Apa faktor risiko, atau apa asersi yang dipengarhui?
-

Mananjemen belum mempertimbangkan, atau menilai, risiko terjadinya kecurangan.


Penjualan dicatat dalam periode/tahun buku yang salah.
Pengawasan dan dokumentasi mengenai pembuatan estimasi akuntansi, sangat lemah.

Kelemahan dalam pengendalian internal


-

Anggota tim manajemen mempercayai satu sama lain, dan keberatan menerapkan

kebijakan yang mahal, untuk menangani risiko kecurangan.


Tidak ada pengendalian untuk mencegah hal ini dan menemukan dua kesalahan pisah

batas (cut off) dalam uji rincian (tests of details).


Klien tidak membuat dokumen untuk mendukung estimasi akuntansi yang dibuat.

Dampak potensialnya terhadap laporan keuangan


-

Manajemen dapat meniadakan pengendalain dan sering memanipulais laporan

keuangan
Pendapatan dapat disalah sajikan secara material dalam laporan keuangan.
Mengingat besarnya angka estimasi, suatu kesalahan bisa berdampak material
terhadap laporan keuangan.

Tanggapan audit
-

Lihat prosedur tertentu berkenaan denagn journal entries, related parties, dan

pengakuan pendapatan.
Lihat prosedur tambahan untuk proses pisah batas
Dapatkan bukti untuk mendukung asumsi dan hitung kembali estimasi tersebut.

Butir pertimbangan
-

Catat semua kelemahan PI di suatu tempat


Jelaskan implikasinya
Apa tindakan yang disarankan

Pemabahasan dengan manajemen


Sebelum menerbitkan komunikasi tertulis, merupakan kebiasaan yang baik untuk membahas
temuan audit secara lisan (dengan menyiapkan draft surat). Auditor bertemu dengan orang
yang tepat dalam manajemen atau TCWG. Orang yang tepat ialah orang yang mengevaluasi
kelemahan pengendalian interen dan yang akan mengambil tindakan perbaikan. Pembahasan
lisan membantu auditor memastikan temuannya benar dan redaksi (dalam draft surat) sudah
tepat menggambarkan situasi yang ditemukan. Itu juga merupakan peluang bagi auditor untuk
memperoleh indikasi awal mengenai tanggapan manajemen atau TCWG terhadap temuan
audit.

Manfaat diskusi dengan pihak manajemen


-

Memberikan peringatan dini atau tepat waktu mengenai kelemahan dalam

pengendalian intern.
Membuak peluang untuk memperoleh informasi yang relevan.

Memperoleh indikasi awal mengenai tanggapan manajemen atau TCWG terhadap


temuan audit.

Komunikasi tertulis
Kelemahan pengendalian internal yang signifikan harus dilaporkan secara tertulis. Ini
mencerminkan betapa pentingnya temuan audit itu, dan dapat membantu manajeman dan
TCWG dalam memenuhi berbagai kewajiban mereka. Kewajiban untuk mengkomunikasikan
kelemahan pengendalian internal yang signifikan secara tertulis berlaku untuk entitas dari
segala macam ukuran, termasuk entitas yang dikelola pemiliknya dan entitas yang sangat
kecil. Mengkomunikasikan kelemahan pengendalian internal secar tertulis memastikan
bahwa TCWG sudah diinformasikan mengenai masalahnya.
Tanggapan manajeman terhadap komunikasi
-

Pelaksanaan tindakan perbaikan terhadap kelamahan pengendalian internal yang

ditemuakan auditor secara dini


Keputusan untuk tidak melaksanakan tindakan perbaikan yang merekomendasikan

auditor.
Tidak bertindak sama sekali

Isi komunikasi
-

Penjelasan mengenai setiap kelemahan yang signifikan dan dampak yang mungkin

terjadi.
Usulan untuk memperbaiki kelemahan tersebut
Tanggapan manajemen, yang sebenarnya atau yang akan dilakukan

Kewajiban pelapor
-

Perundang-undangan itu mengharuskan auditor menggunakan istilah atau definisi

tertentu.
Auditor menggunakan istilah atau definisi untuk tujaun komunikasi sesuai peraturan.

Waktu untuk komunikais tertulis


Faktor yang dipertimbangkan auditor ketika mengkomunikasikan secara tertulis
-

Apakah penundaaan yang tidak perlu, dalam melaporakan informasi tersebut akan
menyebabakan temuan audit itu kehilangan relevansinya?

Apakah informasi tersebut merupakan faktor penting yang memungkinkan TCWG


mempertanggungjawabkan kewajiban pengawasan mereka?