Anda di halaman 1dari 14

Tugas Mandiri

Makalah Logistik Peralatan Industri

Matakuliah
Dosen
Kelas/Jam

: Logistik Peralatan Industri


: Sunyoto Wiryo
: C/Rabu (09.30-12.00)

Di susun oleh :
ELYSA ANGGRAINI
224413239

i
PROGRAM S1-MLM
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANPORTASI TRISAKTI
2016/2017
Jl. IPN No. 2 Cipinang Besar Selatan - Jakarta Timur
Telp. 021-8516050, Fax. 021-8569340, Email: stmt@indosat.net.id
Copyright 2016 STMT Trisakti

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR.................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 3
A.

Latar Belakang................................................................................................................ 3

B.

Tujuan............................................................................................................................. 3

C.

Masalah....................................................................................................................... 3

BAB II ISI................................................................................................................................ 4
A.

Pengenalan Logitik Peralatan Industri.............................................................................4

B.

Peralatan Industri Dalam Kegiatan Logistik.....................................................................8

C.

Pemeliharaan............................................................................................................ 10

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 12


Kesimpulan.......................................................................................................................... 12
Saran.................................................................................................................................... 12

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur

penulis atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dengan segala kemampuan serta


kesungguhan hati akhirnya selesainya makalah dengan judul Makalah Logistik Peralatan
Industri. Adapun penyusunan makalah ini merupakan syarat nilai tugas madiri mata kuliah
Logistik Peralatan Industri.
Dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan
materi perkuliahan dan moral yang diberikan Bapak Sunyoto selaku Dosen Logistik Peralatan
Industri. Dengan tulus hati penulis ucapkan terimakasih serta yang tak terlupakan jasa dan
pengorbananya kepada orang tua atas dukungan moril dan materil hingga sampai saat ini.
Semoga dengan adanya tugas makalah ini dapat menambah pustaka dan
perbendaharaan ilmu bagi pembaca dan berguna bagi perkembangan ilmu selanjutnya. Dan
menyadari bahwa masih banyak kekurangan sempurnaan dan kesalahan demi penyusunan
makalah ini yang masih diluar jangkauan serta kemampuan. Untuk itu penulis sangat
mengharap atas segala saran dan kritik membangun dari pembaca.
Penyusun

Elysa Anggraini

BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Era globalisasi membawa kita masuk ke dalam pasar bebas yang


membawa perubahan yang cepat dan luas baik di dalam negeri atau
dalam dunia peragangan internasonal. Oleh karenanya keunggulan dalam
menciptakan barang atau jasa dengan biaya yang lebih rendah secara
kontinu dan ketanggapan dalam respon yang cepat dan tepat
dibbutuhkan sebuah industri untuk bersaing.
Untuk menciptakan efektivitas dan efesiensi diperlukan penanganan
manajemen logistik yang benar dan tepat. Manajemen logistik yang
didukung dengan peralatan-peralatan logistik yang tepat dapat
membantu untuk mewujudkan produk yang tepat, dengan kualitas dan
kondisi yang tepat, dalam waktu dan tempat yang tepat, yang sampai
pada konsumen yang benar dengan nilai biaya yang tepat.

B.

Tujuan

1. Untuk mengenalkan peralatan-peralatan industri


2. Mengenal keterkaitan peralatan industri dalam kegitan logistik
3. Mengetahui maintainance dalam peralatan industri
C. Masalah

1. Apakah peralatan industri itu?


2. Adakah keterkaitan peralatan industri dalam kegiatan logistik
3. Bagaimana pemeliharaan yang tepat dalam peralatan industri
4.

BAB II ISI
A.

Pengenalan Logitik Peralatan Industri

Material handling adalah fungsi memindahakan barang yang tepat, dalam


waktu dan tempat yang tepat, yang sampai pada konsumen yang benar
untuk memiimalkan biaya produksi.
Tujuan material handling :
Tujuan utama adalah untuk mengurangi biaya unit produksi
Mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk, mengurangi
kerusakan produk
Mempromosikan keselamatan dan memperbaiki kondisi kerja
Menciptkan produktivitas :
material should flow in a straight line
use gravity! It is free power
move more material at one time
mechanize material handling
automate material handling
Optimalisasi waktu produksi
Reduce work in progress (WIP)
Mengurangi tenaga kerja
Achieve better control of flow of materials
Peralatan Material Handling :
Material Handling Equipment (MHE) digunakan untuk pergerakan dan
penyimpanan bahan dalam suatu Fasilitas atau pada situs. MHE dapat
digolongkan menjadi lima kategori utama berikut:
1. Transportation Equipment. Peralatan yang digunakan untuk
memindahkan material dari satu lokasi lain (misalnya, antara
tempat kerja, antara dermaga pemuatan dan area penyimpanan,
dll.). Subkategori utama peralatan transportasi yang konveyor,
Derek dan truk industri. Materi dapat juga diangkut secara manual
menggunakan tidak ada peralatan.
2. Positioning Equipmen. Peralatan yang digunakan untuk menangani
material di satu lokasi sehingga dalam posisi yang benar untuk
penanganan
selanjutnya,
machining,
transportasi
atau
penyimpanan. Tidak seperti alat transportasi, posisi peralatan
biasanya digunakan untuk penanganan di tempat kerja yang
tunggal. Bahan bisa juga diposisikan secara manual menggunakan
tidak ada peralatan.

3. Unit Load Equipment. Peralatan yang digunakan untuk membatasi


bahan sehingga mereka mempertahankan integritas mereka ketika
ditangani satu beban selama...
4. Storage Equipment. Peralatan yang digunakan untuk memegang
atau buffering bahan selama periode waktu. Beberapa peralatan
penyimpanan mungkin termasuk transportasi bahan (misalnya, S/R
mesin sebagai / RS, atau Penitipan komidi putar). Jika bahan blok
ditumpuk secara langsung di lantai, maka tidak ada penyimpanan
peralatan diperlukan.
5. Indentification and Control Equipment. Peralatan yang digunakan
untuk mengumpulkan dan menyampaikan informasi yang digunakan
untuk mengkoordinasikan aliran bahan dalam suatu fasilitas dan
antara fasilitas dan pemasok dan pelanggan. Identifikasi bahan dan
kontrol terkait dapat dilakukan secara manual tanpa peralatan
khusus.
I. Transportation Equipment
Conveyor:
1. Wheel conveyor
2. Roller conveyor
3. Chain conveyor
4. Slat conveyor
5. Flat belt conveyor
6. Magnetic belt conveyor
7. Troughed belt conveyor
8. Bucket conveyor
9. Vibrating conveyor
Cranes :
1.
Jib crane
2.
Bridge crane
3.
Gantry crane
4.
Stacker crane
Industrial Trucks :
1. Hand truck
2. Pallet jack
3. Walkie stacker
4. Pallet truck
5. Platform truck
6. Trailor Truck
II. Positioning Equipment
1. Manual (no equipment)
2. Lift/tilt/turn table
3. Dock leveler
5

4. Ball transfer table


5. Rotary index table
6. Parts feeder
III.
Unit Load Formation Equipment
1.
Self-restraining (no equipment)
2.
Pallets
3.
Skids
4.
Slipsheets
5.
Tote pans
6.
Pallet boxes/skid boxes
7.
Bins/baskets/racks
8.
Cartons
IV.
Storage Equipment
1.
Block stacking (no equipment)
2.
Selective pallet rack
3.
Drive-through rack
4.
Drive-in rack
5.
Flow-through rack
6.
Push-back rack
7.
Sliding rack
V. Idenification and Controlling Equipment
1.
Manual (no equipment)
2.
Bar codes
3.
Radio frequency (RF) tag
4.
Magnetic stripe

Klasifikasi Peralatan Industri, menurut tingkat kepentingan


dikelompokkan menjadi :
Peralatan Vital (Vital Equipment)
Peralatan Penting (Essential Equipment)
Peralatan Pendukung (Supporting/ Auxiliary Equipment)

Peralatan Vital (Vital Equipment) adalah peralatan yang


digunakan dalam kegiatan utama operasi yang apabila rusak akan
menyebabkan kegiatan operasi berhenti (shut down)

Peralatan Penting (Essential Equipment) adalah peralatan yang


digunakan dalam kegiatan operasi, yang apabila rusak akan
menyebabkan penurunan jumlah dan/atau mutu hasil produksi.

Peralatan Pendukung (Supporting/Auxiliary Equipment) adalah


peralatan yang digunakan dalam kegiatan operasi Kontraktor KKS
yang apabila rusak tidak akan menimbulkan gangguan operasi
6

Suku Cadang (spare parts) adalah Material Persediaan yang


merupakan komponen pengganti dari suatu peralatan yang dapat
dikelompokan sebagai berikut:

Suku Cadang Habis Pakai (Consumable Parts) merupakan suku


cadang yang selalu diperlukan untuk pemakaian rutin karena aus
danlatau rusak, misalnya: catridge, belt, busi, ban, breakshoe.

Suku Cadang Pengganti (Replacement Parts) merupakan suku


cadang dalam bentuk tunggal ataupun rakitan lengkap yang disediakan
secara khusus untuk memenuhi kebutuhan reparasi besar (overhaul),
misalnya: torak pompa, camshaft

B.

Peralatan Industri Dalam Kegiatan Logistik

LOGISTIK MANAJEMEN
Manajemen Logistik dapat didefinisikan sebagai manajemen transportasi
dan distribusi barang.
Istilah barang meliputi bahan baku atau
subassemblies Diperoleh dari pemasok serta selesai barang yang dikirim
dari tanaman ke gudang atau pelanggan. Masalah manajemen logistik
dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: masalah Lokasi: melibatkan
penentuan lokasi fasilitas baru satu atau lebih di satu atau lebih dari
beberapa situs potensial. Biaya lokasi setiap fasilitas baru di setiap situs
potensial diasumsikan dikenal. Ini adalah biaya tetap sebesar menemukan
fasilitas baru di situs tertentu plus operasi dan biaya transportasi
melayani pelanggan dari kombinasi fasilitas-situs ini. Masalah alokasi:
berasumsi bahwa nomor dan lokasi fasilitas apriori dikenal dan mencoba
untuk menentukan bagaimana setiap pelanggan akan dilayani. Dengan
kata lain, mengingat permintaan untuk barang-barang di setiap pelanggan
kapasitas pusat, produksi atau pasokan di setiap fasilitas, dan cos...
Struktur dan Lokasi Fasilitas
LOKASI FASILITAS
Manajemen Logistik faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi keputusan
jarak langkah klasifikasi Planar fasilitas lokasi masalah Planar Singlefasilitas lokasi masalah Minisum lokasi masalah dengan bujursangkar
jarak Minisum lokasi masalah dengan jarak Euklidean lokasi Minimax
masalah dengan jarak bujursangkar lokasi Minimax masalah dengan
Euklidean jarak Planar multi-fasilitas lokasi masalah Minisum lokasi
masalah dengan jarak bujursangkar
Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan lokasi :
1. Dekat dengan sumber bahan baku
2. Biaya dan ketersediaan energi dan utilitas
3. Biaya, ketersediaan, keterampilan, dan produktivitas tenaga kerja
4. Peraturan pemerintah (di tingkat federal, negara bagian, Kabupaten,
dan lokal)
5. Pajak (di tingkat federal, negara bagian, Kabupaten, dan lokal)
6. Asuransi
7. Biaya konstruksi dan harga tanah
8. Pemerintah dan stabilitas politik
9. Fluktuasi nilai tukar
10. Ekspor dan impor (peraturan, tugas, dan tarif)
11. Sistem transportasi
12. Keahlian teknis
13. Peraturan lingkungan (di tingkat federal, negara bagian, Kabupaten
dan lokal)
8

14. Layanan dukungan (Pengabdian - sekolah, rumah sakit, rekreasi,


dan sebagainya. Cuaca)
15. Dekat dengan pelanggan
16. Iklim usaha
17. Faktor yang berhubungan dengan kompetisi

Equivalent Network Flow Problem

E1
u11
(0) 4

N1

(10)
4
8

u12

12

Cap =

2
(0)

(0)
1

E2

z12 4

(20)

Cap =

N3

u21 8
(0)

N2
u23 10

Cap =

(40)

(0)

E3

Complementary slackness conditions :


1. 0 < zjk*

x k * xj *
zjk* < 2 vjk

xj* xk*
In particular,
0 < zjk* < 2 vjk

xj* = xk*
2. 0 < uji*

uji*
< 2 wji
In particular,
0 < uji* < 2 wji
In Example 3,
0 < z12*
0 < u12

ai xj*
xj* ai

xj* = ai

< 2 v12
= 2 w12

x1* = x2*,
x2* = a1

= 10.

12

If the network is not connected, then the problem decomposes into


independent problems, one for each component.

10

C.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yaitu semua aktivitas yang berkaitan untuk


mempertahankan peralatan sistem dalam kondisi layak bekerja.
Manajemen pemeliharaan adalah pengelolan peralatan dan mesinmesin tetap siap pakai.
Kegiatan Pemeliharaan :
Secara kontinu melakukan pengecekan
Secara kontinu melakukan pelumasan
Secara k ontinu melakukan perbaikan
Melakukan penggantian spare part, disertai penyesuaian keandalan.
Fungsi Pemeliharaan
1. Menjaga kemampuan dan stabilitas produksi di dalam mendukung
proses konversi
2. Mempertahankan kualitas produksi pada tingkat yang tepat
3. Mengurangi pemakaian dan penyimpanan di luar batas yang
ditentukan, serta menjaga modal yang diinvestasikan dalam peralatan
dan mesin selama waktu tertentu dapat terjamin dan produktif
4. Mengusahakan tingkat biaya pemeliharaan yang rendah, dengan
harapan kegiatan pemeliharaan dilakukan secara efektif dan efisien
5. Menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan
keselamatan karyawan
6. Mengadakan kerja sama dengan semua fungsi utama dalam
perusahaan agar dapat dicapai tujuan utama perusahaan yang sebaik
mungkin dengan biaya yang rendah.
Strategi Pemeliharaan
Menerapkan atau meningkatkan pemeliharaan pencegahan
Meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan

Berbagi Informasi
Strategi Pemeliharaan
Pelatihan
keahlian Dan Keandalan Yang Baik
Sistem penghargaan
Persediaan berkurang
Keterlibatan
Berbagi kekuatan
Kualitas meningkat

Pembersihan dan pelumasan


Pengawasan dan penyesuaian
Perbaikan
kecil
Prosedur Pemeliharaan
Dan
Pencatatan terkomputasi

Kapasitas Hasil
meningkat
Reputasi kualitas
Perbaikan yang menerus
Variabilitas menurun

11

Pemeliharaan Pencegahan
o Pemeliharaan Pencegahan adalah sebuah rencana yang meliputi
pemerikaan rutin, pemeliharaan, dan menjaga fasilitas tetap
dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan.
Pemeliharaan Kerusakan
o Pemeliharan Kerusakan adalah pemeliharaan secara langsung
yang terjadi ketika peralatan gagal dan harus diperbaiki
dalam kondisi darurat atau dengan dasar prioritas.

Penggambaran biaya
pemeliharaan yang baik, baiya
total minimum ketika sistem
tidak rusak. Dengan
mengasumsikan bahwa semua
biaya potensial yang
berkaitan dengan kerusakan
telah diketahui, maka
karyawan operasi dapat
menghitung tingkat optimum
aktivitas pemeliharan
berdasarkan teori.

Pemeliharaan Produktif Total

Pemeliharaan produktif total (total productive maintenanceTPM)


melibatkan konsep pengurangan variabilitas melalui keterlibatan
karyawan dan pemeliharaan arsip yang sempurna.

12

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Klasifikasi Peralatan Industri, menurut tingkat kepentingan
dikelompokkan menjadi: Peralatan Vital (Vital Equipment), Peralatan
Penting (Essential Equipment), Peralatan Pendukung (Supporting/
Auxiliary Equipment)
Manajemen Logistik faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi
keputusan jarak langkah klasifikasi Planar fasilitas lokasi masalah
Planar Single-fasilitas lokasi masalah Minisum lokasi masalah dengan
bujursangkar jarak Minisum lokasi masalah dengan jarak Euklidean
lokasi Minimax masalah dengan jarak bujursangkar lokasi Minimax
masalah dengan Euklidean jarak Planar multi-fasilitas lokasi masalah
Minisum lokasi masalah dengan jarak bujursangkar
Penigkatan kemampuan memperbaiki dibutuhkan karena keandalan
dan pemeliharaan pencegahan jarang yang sempurna, maka
kebanyakan perusahaan memiliki beberapa tingkatan kemampuan
perbaikan.
Memperbesar
atau
meningkatkan
fasilitas
pemeliharaan dapat menjadikan sistem bekerja secara lebih
cepat.

Saran
Demikian makalah tentang manajemen transportasi barang, masih
banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini baik dalam isi
maupun sistematika penulisan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang
bersifat membangun sangat diharapkan demi penulisan makalah yang
selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis
dan pembaca pada umumnya.

13