Anda di halaman 1dari 16

1

AKUNTANSI KAS BANK


A.

PENGERTIAN KAS

Kas dan bank merupakan harta perusahaan yang paling liquid


sehingga sangat mudah untuk diselewengkan. Setiap hari hampir
seluruh transaksi dalam perusahaan menyangkut dengan kas, oleh
karena itu perusahaan harus membuat suatu sistem yang kuat untuk
mengontrol pengeluaran atau penerimaan kas dan bank.
Walaupun pengendalian intern yang dibuat oleh perusahaan kuat,
namun tak selayaknya perusahaan yakin dengan manajemen dan
sistem yang dibuat, perusahaan tetap harus melakukan pemeriksaan
terhadap kas dan bank serta seluruh akun dalam laporan keuangan
perusahaan. Audit perusahaan juga turut serta dalam mengontrol
sistem tersebut, selain itu audit juga memberikan kepercayaan bahwa
laporan keuangan suatu perusahaan dapat dinyatakan benar. Sehingga
setiap perusahaan terutama perusahaan yang besar wajib mengaudit
perusahaannya.
Berikut pengertian kas oleh beberapa ahli, antara lain yaitu:
a. Menurut Munawir (1983)
Kas merupakan uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan, termasuk dalam pengertian kas adalah cek
yang diterima dari para pelanggan dan simpanan perusahaan di
bank dalam bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan di
bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan cek atau
bilyet).
b. Theodarus M. Tuanakotta, AK, (1982)
Kas dan bank meliputi uang tunai dan simpanan-simpanan di bank
yang langsung dapat diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi
nilai simpanan tersebut. Kas dapat terdiri dari kas kecil atau danadana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek (yang
bukan mundur) untuk disetor ke bank keesokan harinya.

c. Standar Akuntansi Keuangan (2002)


Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan untuk
membiayai kegiatan umum perusahaan. Yang dimaksud dengan
bank adalah sisah rekening giro perusahaan yang dapat
dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum
perusahaan.
Master Kas/Bank adalah Form untuk membuat data master Kas
dan Bank. Pada BeeAccounting ini Kas dan Bank merupakan master
yang sama, perbedaan hanya pada Tipe atau jenisnya : Kas / Bank.
Untuk Kas Giro anda juga harus membuatkan kasnya yang digunakan
untuk menyimpan bentuk Fisik Giro.
Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membiayai
kegiatan perusahaan. Kas adalah aktiva yang paling lancar, harus
sediakan dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan sebab dapat
menimbulkan Idle kas dan tidak kekurangan sebab akan menimbulkan
tersendatnya kegiatan perusahaan.
Yang termasuk kas antara lain :Uang tunai, uang kas yang
disimpan dibank, cek yang diterima pihak lain cek kasir ,wesel pos dan
simpanan bank-bank luar negeri, Sedangkan yang tidak termasuk kas
antara lain cek mundur, pembayaran dimuka, effek, prangko dan
materai,
deposito
berjangka,
dana-dana
wesel
tagih.
Didalam suatu perusahaan yang dimaksud kas adalah uang yang
disimpan dibank sehingga diperlukan administrasi pengelolaan kas
bank yang memadai.

B.

KARAKTERISTIK KAS

Kas dapat dikatakan merupakan satu-satunya pos yang paling


penting dalam neraca. Karena berlaku sebagai alat tukar dalam
perekonomian kita, kas terlihat secara langsung atau tidak langsung

dalam hampir semua


karakteristik kas yaitu :

transaksi

usaha.

Hal

ini

sesuai

dengan

1. Kas selalu terlibat dalam hampir semua transaksi perusahaan.


2. Kas merupakan harta yang siap dan muda untuk digunakan
dalam transaksi serta ditukarkan dengan harta lain, mudah
dipindahkan dan beragam tanpa tanda pemilik.
3. Jumlah uang kas yang dimiliki oleh perusahaan harus di jaga
sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak dan tidak kurang.
4. Kas terdiri dari saldo kas yang ditangan perusahaan dan
termasuk rekening giro. Setoran kas adalah asset yang dimiliki
untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk
investasi dan dengan cepat dapat dijadikan menjadi kas.
Kas yang diperlukan perusahaan baik digunakan untuk membiayai
perusahaan sehari-hari ataupun untuk pembelian aktiva tetap,
memiliki sifat continue maupun tidak continue.
Sifat Continue
maksunya untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji dan upah,
membayar suplier kantor habis pakai, dll. Sifat tidak Continue
maksudnya untuk pembayaran pajak, deviden, angsuran hutang, dll.
Tujuan disimpan/dibutuhkannya kas bagi perusahaan
John Maynard Keynes) adalah sebagai berikut :
1.
Kebutuhan kas untuk transaksi

(menurut

2.

Diperlukan dalam pelaksanaan operasi usaha perusahaan.

3.

Kebutuhan kas untuk berjaga-jaga

4.

5.
6.

Untuk mengantisipasi aliran kas masuk / keluar yang tidak


continue dan sulit untuk diperkirakan.
Kebutuhan kas untuk berspekulasi
Kebutuhan kas untuk memperoleh laba yang lebih besar diluar
usaha pokok, dengan membeli efek.

7.
8.

Saldo kompensasi
Berupa dana minimum yang diputuskan untuk tetap berada di
bank dalam rekening gironya, dan untuk itu perusahaan tidak perlu
membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank.

C.PRINSIP-PRINSIP
TERHADAP KAS

PENGENDALIAN

INTERNAL

Seiring dengan perkembangan skala usaha dalam suatu


perusahaan, pemilik perusahaan tidak mungkin untuk bisa melakukan
pengawasan atas semua operasi perusahaan secara langsung atau
dengan kata lain pemilik tidak mungkin bisa terlibat langsung dalam
operasi perusahaannya. Untuk itu pemilik perusahaan perlu
mendelegasikan
wewenangnya
kepada
pimpinan
manajemen
perusahaan dan manajemen meneruskan kembali wewenang tersebut
dengan menerapkan prosedur prosedur pengendalian intern.
Pengendalian intern meliputi semua perencanaan dari suatu
organisasi dan semua metode serta prosedur yang diterapkan
manajemen dalam rangka untuk:
1. Menjaga asset perusahaan dari pencurian, pembobolan,
perampokan, manipulasi, korupsi yang dilakukan (fraud) oleh
pihak-pihak tertentu, serta penggunaan harta kekayaan
perusahaan yang tidak diotorisasi.
2. Meningkatkan akurasi dan kepercayaan dari catatan akuntansi
dengan cara mengurangi risiko kesalahan (error) dalam proses
akuntansi yang dilakukan.
Meskipun banyak perusahaan yang menetapkan prosedur
pengendalian intern dengan bahasa aturan yang berbeda-beda,
namun pada umumnya masing-masing mengandung prinsip-prinsip
pokok pengendalian intern yang sama. Di antara prinsip prinsip
pengendalian intern tersebut adalah:
1. Pembentukan pertanggungjawaban (establishment of responsibility)
2. Adanya pemisahan tugas secara tegas (segregation of duties)

3. Prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan (documentation


procedure)
4.Pengendalian secara fisik, mekanik, dan elektronik (physical,
mechanical and
electronic controls)
5. Verifikasi internal yang independen harus ada (independent internal
verification)
Di lingkungan perusahaan, pengendalian intern didifinisikan
sebagai suatu proses yang diberlakukan oleh pimpinan (dewan direksi)
dan management secara keseluruhan, dirancang untuk memberi suatu
keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum
dibagi kedalam tiga kategori, yaitu :
a) Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan
b) Pelaporan Keuangan yang handal
c) Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan
Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga
kategori tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai, yaitu dengan
kondisi :
a) Direksi dan manajemen mendapat pemahan akan arah pencapain
tujuan perusahaan, dengan, meliputi pencapaian tujuan atau target
perusahaan, termasuk juga kinerja, tingkat profitabilitas, dan
keamanan sumberdaya (asset) perusahaan.
b) Laporan Kuangan yang dipublikasikan adalah handal dan dapat
dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim.
c) Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan
sudah taati dan dipatuhi dengan semestinya.
Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing sistem
yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan
operasional perusahaan atau organisasi tertentu. Sedangkan Sistem
Pengendalian Intern merupakan kumpulan dari pengendalian intern

yang terintegrasi, berhubungan dan saling mendukung satu dengan


yang lainnya.
Keterbatasan pengendalian intern
Penting untuk dipahami bahwa : sistem pengendalian intern yang
efektif tidak memberikan jaminan absolut akan tercapainya tujuan
perusahaan. Secara sederhananya dapat dikatakan bahwa sistem
pengendalian yang handal tidak bisa mengubah manajer yang buruk
menjadi bagus. Akan tetapi sistem pengendalian intern yang handal
dan efektif dapat memberikan informasi yang tepat bagi manajer
maupun dewan direksi yang bagus untuk mengambil keputusan
maupun kebijakan yang tepat untuk pencapaian tujuan perusahaan
yang lebih efektif pula.
Sistem pengendalian intern yang efektif bukan merupakan
jaminan akan kesuksesan bahkan kelangsungan hidup perusahaan
sekalipun.
Sistem pengendalian intern berfungsi sebagai pengatur sumber
daya yang telah ada untuk dapat difungsikan secara maksimal guna
memperoleh pengembalian (gains) yang maksimal pula dengan
pendekatan perancangan yang menggunakan asas cost-benefit.

D.

PENGGUNAAN CEK UNTUK PEMBAYARAN

Cek merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menarik


atau mengambil uang direkening giro. Fungsi lain dari cek adalah
sebagai alat untuk melakukan pembayaran.
1. Pengertian Cek
Cek adalah perintah kepada Bank dari orang yang
menandatanganinya untuk pembayaran sejumlah uang yang
tertera pada lembaran cek tersebut kepada si Pembawa atau orang
yang namanya disebut dalam cek. Dengan demikian cek adalah
suatu alat untuk melakukan tukar-menukar. Karena dapat dibayar
atas permintaan si pembawa (yakni pihak yang kepadanya cek itu
dialamatkan), cek juga suatu nilai, sama halnya dengan lembaran

uang. Untuk menggunakan cek, kita harus membuka giro di bank


yang bersangkutan.
Hal yang harus tercantumkan pada cek yaitu sebagai berikut :

Perkataan cek dalam bahasa yang dipergunakan dalam cek itu,

Perintah membayar sejumlah uang,

Nama yang kena tarik (bank yang harus membayar),

Nama tempat pembayarannya,

Nama tempat dan tanggal cek itu dikeluarkan, serta

Tanda tangan yang mengeluarkan cek (penarik).

2. Pihak Pihak Yang Teribat Dalam Cek


Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi yang menggunakan
cek adalah sebagai berikut :
Penarik (drawee) adalah giran yang menerbitkan cek atau pihak
yang memiliki kewajiban pembayaran;
Pemegang (namer, holder), dalam hal ini adalah kreditur atau
pemilik piutang;
Tertarik (betrokkene, drawee, payee), adalah pihak lain (biasanya
bank) yang memperoleh perintah dari Penarik untuk membayar
kepada Pemegang atau Pembawa atau Pengganti dari
Pemegang;
Pembawa (toonder, bearer), adalah siapapun yang memegang
cek dengan klausula kepada pembawa;
Pengganti (order), adalah adalah siapapun yang namanya
tercantum dalam cek dengan klausula kepada pengganti;

Endosant (Indorser) adalah pemegang cek dengan klausula


kepada pengganti yang mengalihkan hak tagih kepada pihak
lain yang namanya tercantum sebagai pengganti.

3. Jenis Jenis Cek


a. Cek atas nama
Cek atas nama adalah cek yang nama pemiliknya dituliskan
pada cek tersebut dan bank hanya akan membayar kepada orang
atau badang tersebut.
b. Cek Atas Unjuk
Cek atas unjuk merupakan kebalikan dari cek atas nama. Di
dalam cek atas unjuk tidak tertulis nama seseorang atau badan
hukum tertentu jadi siapa saja dapat menguangkan cek atau
dengan kata lain cek dapat diuangkan oleh si pembawa cek.
Sebagai contoh di dalam cek tersebut tertulis bayarlah tunai, atau
cash atau tidak ditulis kata-kata apa pun.
c. Cek Silang
Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri
atas diberi dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, sehingga
fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau
sebagai pemindahbukuan.
d. Cek Mundur

Merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal


sekarang, misalnya hari ini tanggal 01 Mei 2002. Sebagai contoh.
Tn. Roy Akase bermaksud mencairkan selembar cek dan di mana
dalam cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei 2002. jenis cek inilah
yang disebut dengan cek mundur atau cek yang belum jatuh
tempo, hal ini biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si
pemberi cek dengan si penerima cek, misalnya karena belum
memiliki dana pada saat itu.
e. Cek Kosong
Cek kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya
tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah Tn.
Rahman Hakim menarik cek senilai 60 juta rupiah yang tertulis di
dalam cek tersebut, akan tetapi dana yang tersedia di rekening giro
tersebut hanya ada 50 juta rupiah. Ini berarti kekurangan dana
sebesar 10 juta rupiah, apabila nasabah menariknya. Jadi jelas cek
tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah dana yang
ada.

E.MEMO DEBET DAN MEMO KREDIT DARI BANK


Didalam dunia ilmu ekonomi dikenal dengan adanya memo debet
dan memo kredit dalam akuntansi. Memo debet sendiri merupakan
sebuah warkat pada pembukuan yang menyampaikan informasi
adanya pendebitan sebuah dana.
Memo debet ini lebih banyak diaplikasikan di perbankan,dimana
merupakan bukti atau informasi adanya pendebitan rekening.
Sebaliknya, memo kredit merupakan warkat yang berisi informasi
terkait pengeluaran dana. Pada perbankan adalah berupa kredit
rekening.
Informasi ini sangat penting guna mengetahui adanya transaksi.
Tanpa bukti transaksi berupa memo debit dan memo kredit, maka tidak

10

akan terlacak kemana larinya uang. Sistem pencatatan ini juga


berfungsi sebagai pelaporan.
Dari hasil adanya memo kredit dan debit dapat di ketahui sisa
dana.Selain di dunia perbankan, memo debit dan kredit juga
diperlukan untuk pencatatan hasil penjualan guna mengetahui saldo
berikut untuk menghitung profit hasil usaha.
Untuk memo kredit,diperlukan sebuah pernyataan berikut:
1. Pernyataan tagihan tunggal.
2. Pernyataan sebagian jumlah dari tagihan.
3. Pernyataan tagihan secara menyeluruh.
Untuk memo debit, diperlukan salah satunya adalah ketika ada
kustomer yang melakukan pembayaran (untuk area penjualan) dan
untuk kostumer yang menyetor tabungan (pada sistem perbankan).
Kemudian dana masuk seperti sponsor, juga menjadi salah satu
contoh memo debit. Memo debit juga sangat diperlukan keakuratannya
karena sangat berkaitan dengan aset yang masuk pada suatu instansi.
Bahkan di rumah tangga pun catatan keluar masuk keuangan juga
sangat dibutuhkan untuk dapat mengontrol sistem keuangan keluarga.
Untuk lembaga yang mengelola hutang dan piutang, catatan
akuntansi dibutuhkan untuk pembukuan transaksi hutang dan piutang
tersebut. Memo debit berupa dana yang telah dikembalikan oleh
nasabah,sedangkan memo kredit merupakan dana hutang nasabah
yang dikeluarkan oleh lembaga layanan peminjaman.
Catatan pemasukan dan pengeluaran sebaiknya tidak hanya
satu melainkan rangkap. Fungsinya adalah untuk dapat dilakukan
control terhadap transaksi yang telah dilakukan.
Misalnya didalam system penjualan, nota debit (pembelian)
dibuat rangkap minimal 3, yaitu pertama untuk customer, kedua untuk
marketing dan ketiga untuk bagian keuangan. Untuk nota kredit
(pengeluaran) bisa cukup 2 rangkap, yaitu untuk orang yang
mengambil dana dan untuk bagian akuntansi.

11

F. PELAPORAN KAS
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas selama periode
tertentu yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasional, investasi
dan pendanaan.
Laporan Arus Kas harus melaporkan arus kas selama periode
tertentu dan diklafikasikan menurut aktivitas operasional, investasi dan
pendanaan.
1. Aktivitas operasional
Aktivitas operasional adalah aktivitas penghasil utama
pendapatan rumah sakit yang berasal dari pelayanan (principal
revenue-producing activities) dan aktivitas investasi lain yang bukan
merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasional
merupakan indikator yang menentukan apakah operasional
perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk
melunasi pinjaman, memelihara kemampuan perusahaan, dan
melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan
dari luar. Arus kas ini berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang
mempengaruhi penetapan selisih aset bersih.
Contoh arus kas dari aktivitas opresional:
Penerimaan kas dari penjualan barang/jasa.
Penerimaan kas dari royalti, fess, komisi dan pendapatan lain.
Pembayaran kas kepada pemasok/supplier.
Pembayaran kas kepada karyawan.

12

Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi


sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi
lainnya.
Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak
penghasilan.
Penerimaan dan pembayaran kas dari kontak yang diadakan
untuk tujuan transaksi usaha.
2. Aktivitas investasi
Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka
panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Pengungkapan terpisah arus kas dari aktivitas investasi perlu
dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan
menghasilkan pendapatan dan arus kas mesa depan.
Contoh arus kas dari aktivitas investasi:

Pembayaran kas
pengembangan yang

untuk membeli
dikapitalisasi.

aset,

termasuk

biaya

Penerimaan kas dari pelepasan aset.

Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta
pelunasannya.

3. Aktivitas pendanaan
Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang
mengakibatkan perubahan dalam komposisi modal dan pinjaman
perusahaan.
Pengungkapan arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan
perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap
arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.

13

Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan:

Pelunasan pinjaman.
Pembayaran kas oleh penyewa (lesse) untuk mengurangi saldo
liabilitas yang
berkaitan dengan sewa pembiayaan.

Hal hal mengenai pelaporan kas yaitu sebagai berikut :


1) Pelaporan arus kas aktivitas operasional menggunakan metode
sebagai berikut:
a. Metode langsung (Direct method): dengan metode ini kelompok
utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto di
ungkapkan.
Dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama
penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh:
Catatan akuntansi entitas rumah sakit.
Perubahan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama
periode berjalan.
Pos buku kas lainnya.
Pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan
pendanaan.
b. Metode tidak langsung (Indirect method): dengan metode ini
perubahan aset bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh
dari transaksi bukan kas, penangguhan (defferal) atau akrual dari
penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan
masa depan dan ungsur penghasilan atau beban yang berkaitan
dengan arus kas investasi atau pendanaan.

14

Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas operasi
ditentukan dengan menyesuaikan perubahan aset bersih dari
pengaruh:
Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha
selama periode berjalan.
Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak
ditangguhkan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang
belum direalisasi.
Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau
pendanaan.
2) Kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto
yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan harus dibuat
laporan secara terpisah, kecuali untuk arus kas yang dapat
disajikan secara neto sebagai berikut:
a. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan para
pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas
pelanggana daripada aktivitas rumah sakit, misalnya penerimaan
dan pembayaran rekening giro.

b. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan


perputaran cepat, volume traansaksi yang besar dengan jangka
waktu singkat (minority short), misalnya:
Penerimaan dan pengeluaran
deposito berjangka waktu tetap.

kas

sehubungan

dengan

Penetapan dan penarikan deposito pada lembaga keuangan.


Pemberian dan pelunasan kredit.
3) Arus kas yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing harus
dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan
dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut

15

kurs pada tanggal transaksi arus kas. Keuntungan dan kerugian


yang belum direalisasi yang timbul akibat perubahan kurs bukan
merupakan arus kas.
4) Arus kas sehubungan dengan pos luar biasa harus diklarifikasikan
sebagai aktivitas operasional, investasi atau pendanaan sesuai
dengan sifat transaksinya dan diungkapkan secara terpisah, agar
para pengguna dapat memahami hakikat dan pengaruhnya
terhadap arus kas saat ini dan masa depan.
5) Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan
harus diungkapkan tersendiri. Masing-masing arus kas harus
diklasifasikan secara konsisiten antar periode sebagai aktivitas
operasional, investasi atau pendanaan, dengan ketentuan sebagai
berikut:
Jumlah bunga yang dibayarkan selama suatu periode dilaporkan
dalam Laporan Arus Kas, baik yang telah diakui dalam Laporan
Aktivitas maupun yang dikapitalisasikan sebagai Aset.
Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi adalah yang dapat
diatribusikan (dapat diidentifikasi secara nyata dan menyakinkan)
secara langsung dengan aset tertentu sesuai dengan waktu yang
wajar atas penyelesaian suatu konstruksi, yang nilainya adalah
sebesar seluruh biaya pinjaman yang timbul selama peminjaman
dana tersebut dikurangi dengan pendapatan bunga yang
diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman yang
belum digunakan (nilai bersih pinjaman).
Bunga yang dibayar dapat diklasifasikan sebagai arus kas
pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya
keuangan.
6) Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus
diungkapkan tersendiri dan diklasifikasikan sebagai arus kas
operasional.
7) Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan kas atau setara kas harus dikeluarkan dari Laporan
Kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan sedemikian rupa

16

dalam Catatan atas Laporan Keuangan sehingga dapat


memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas
investasi dan pendanaan tersebut. Beberapa contoh transaksi
non kas adalah:
Perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan.
Konversi utang menjadi modal.
8) Komponen kas dan setara kas (sesuai dengan yang terutang
dalam pedoman akuntansi) harus diungkapkan dan dilengkapi
rekonsiliasi jumlah tersebut dalam Laporan Arus Kas dengan pos
yang sama yang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan.
9) Jumlah saldo kas atau setara kas signifikan yang tidak dapat
digunakan dengan bebas harus diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan.
10) Laporan Arus Kas tidak wajib disusun secara komparatif.