Anda di halaman 1dari 182

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th.

2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, karena
hanya atas petunjuk-Nya, maka Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun
2014 telah dapat diterbitkan sebagai salah satu keluaran dari upaya pemantapan
dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014 merupakan salah satu
upaya untuk memberikan gambaran/informasi hasil-hasil yang telah dicapai
dalam pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan serta situasi daerah dan
pencapaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat pada tahun 2014. Profil kesehatan Kota Surakarta juga
merupakan

sarana

untuk

memantau

dan

mengevaluasi

pencapaian

pembangunan kesehatan di Kota Surakarta dan hasil kinerja penyelenggaraan


Standar Pelayanan Minimal Kota Surakarta.
Format penyusunan Profil Kesehatan tahun 2014 mengacu pada
Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa
Tengah, ditambah beberapa format data yang disesuaikan dengan kebutuhan
data indikator kinerja SPM-BK. Meski demikian, masih ada beberapa data yang
tidak dapat diisi karena kesulitan mendapatkan datanya.
Untuk lebih meningkatkan mutu Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta,
sangat diharapkan saran, tanggapan, dan partisipasi dari semua pihak. Akhirnya
kepada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan daya
dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014,
diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

KEPALA DINAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA

dr. SITI WAHYUNINGSIH, M.Kes.


Pembina Utama Muda
NIP. 19631004 198911 2 001

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR TABEL

iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.3. Sistematika Penulisan

GAMBARAN UMUM KOTA

2.1. Keadaan Geografi dan Cuaca

2.2. Keadaan Kependudukan

2.3. Keadaan Ekonomi

BAB II

BAB III PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH


3.1. Dasar

11

3.2. Visi

13

3.3. Misi

13

3.4. Tujuan

14

3.5. Strategi

15

3.6. Sasaran

15

3.7. Program Pembangunan Kesehatan

23

3.8. Target Program sampai tahun 2014

24

3.9. Program Unggulan

28

BAB IV PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

BAB V

11

33

4.1. Derajat Kesehatan

33

4.2. Indikator Perilaku Masyarakat

59

4.3. Indikator Kesehatan Lingkungan

64

4.4. Indikator Pelayanan Kesehatan

68

4.5. Program Pengawasan Kefarmasian

74

4.6. Capaian Program Unggulan

77

4.7. Situasi Sumber Daya Kesehatan

80

PERMASALAHAN

88

BAB VI KESIMPULAN

90

LAMPIRAN TABEL

93

ii

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari Pembangunan


Nasional secara menyeluruh, karena menyentuh hampir semua aspek
kehidupan. Pembangunan kesehatan sangat terkait dan dipengaruhi oleh aspek
demografi/kependudukan, keadaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat
termasuk tingkat pendidikan serta keadaan dan perkembangan lingkungan fisik
dan biologik. Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari indikatorindikator yang digunakan untuk memantau perkembangan derajad kesehatan
masyarakat.
Untuk pencapaian indikator-indikator tersebut, dibutuhkan data dan
informasi yang tepat dan akurat. Kebutuhan data dan informasi kesehatan dari
hari ke hari semakin meningkat. Masyarakat semakin peduli dengan situasi
kesehatan dan hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan oleh
Pemerintah terutama terhadap masalah-masalah kesehatan yang berhubungan
langsung dengan kesehatan mereka, sebab kesehatan menyangkut hajat hidup
masyarakat luas dan semua orang butuh untuk sehat. Kepedulian masyarakat
akan informasi kesehatan Ini memberikan nilai positif bagi pembangunan
kesehatan itu sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak pengelola
program harus bisa menyediakan dan memberikan data dan informasi yang
dibutuhkan masyarakat yang dikemas secara baik, sederhana, informatif dan
tepat waktu.
Dalam tatanan desentralisasi/otonomi daerah di Bidang Kesehatan,
kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas
dari Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota. Sistem Informasi Kesehatan
merupakan suatu tatanan yang mencakup komponen masukan (input) yang
berupa data tentang kesehatan dan sektor terkait, komponen proses dan
komponen

keluaran

(output).

Selain

itu

Sistem

Informasi

Kesehatan

Kabupaten/Kota sangat penting artinya bagi Kabupaten/Kota itu sendiri, yaitu


sebagai sarana penyedia indikator yang menunjukkan tercapai atau tidaknya

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Kabupaten/Kota

Sehat.

Lebih

lanjut,

Sistem

Informasi

Kesehatan

Kabupaten/Kota adalah tulang punggung bagi pelaksanaan Pembangunan


Daerah Berwawasan Kesehatan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan, karena
informasi kesehatan merupakan bahan dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota
adalah Profil Kesehatan Kabupaten/Kota. Profil Kesehatan Kota Surakarta
disusun untuk dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan
Rencana Pembangunan Kesehatan Daerah, memberikan analisa-analisa yang
mendukung penyediaan dana/anggaran kesehatan, memberikan data dan
informasi sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan, serta untuk
evaluasi tahunan kegiatan-kegiatan dan pemantauan pencapaian Solo Sehat.
Profil Kesehatan diharapkan juga dapat menyediakan data dan informasi
dalam penyusunan Rencana Pembangunan Kesehatan Daerah, memberikan
analisis-analisis yang mendukung penyediaan dana atau anggaran kesehatan,
memberikan data dan informasi sebagai landasan pengembangan sumber daya
kesehatan.
1.2. Sistimatika Penulisan
Untuk lebih menggambarkan situasi derajat kesehatan dan hasil kinerja
dari sektor kesehatan dan sektor-sektor terkait, maka Buku Profil Kesehatan
Tahun 2014 disusun berdasarkan sistimatika sebagai berikut :
Bab I

PENDAHULUAN
Bab ini secara ringkas menjelaskan latar belakang dan sitematika
penulisan Buku Profil Kesehatan. Di dalamnya berisi pula uraian
ringkas dari masing-masing Bab.

Bab II

GAMBARAN UMUM KOTA


Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kota Surakarta. Di
dalamnya berisi uraian tentang keadaan geografis dan cuaca, luas
lahan, pemanfaatan lahan, keadaan penduduk, sex ratio, struktur
penduduk menurut golongan umur, angka kelahiran, keadaan sosial
ekonomi, PDRB, angka beban tanggungan dan tingkat pendidikan.

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab III

SITUASI DERAJAD KESEHATAN


Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka
kesakitan, dan angka status gizi masyarakat.

Bab IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN


Bab ini berisi tentang keberhasilan, kemajuan, dan pencapaian
program yang telah ditetapkan selama tahun 2014. Pencapaian
tersebut dianalisa berdasarkan penyebaran wilayah, berdasarkan
waktu (dibandingkan dengan tahun sebelumnya), dengan indikator
yang ada. Indikator yang dimuat dalam buku profil ini adalah Indikator
Indonesia Sehat dan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
(SPM BK). Indikator tersebut meliputi perilaku kesehatan, kesehatan
lingkungan, pelayanan kesehatan dan manajemen kesehatan.

Bab V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.

Bab VI

KESIMPULAN
Bab ini menguraikan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari data
hasil pencapaian kegiatan dan analisa data, serta saran bagi
peningkatan derajad kesehatan pada umumnya, serta kualitas
penyediaan data yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan pada
khususnya.
LAMPIRAN

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA

2.1. Keadaan Geografi dan Cuaca


2.1.1. Letak Geografi
Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Provinsi Jawa Tengah,
terletak di tengah antara kota/kabupaten di Karesidenan Surakarta. Wilayah Kota
Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo merupakan dataran rendah
dengan ketinggian

kurang lebih 92 m dari permukaan laut berada antara

pertemuan sungai Pepe, Jenes dan Bengawan Solo, serta terletak antara :
1100 45 15 1100 45 35 Bujur Timur
70 36 00 70 56 00 Lintang Selatan
Kota Surakarta merupakan daerah yang sangat strategis, karena merupakan
pusat perdagangan bagi daerah-daerah sekitarnya. Hal ini karena Kota Surakarta
dibatasi oleh beberapa daerah yaitu :
Sebelah Utara

: Berbatasan

dengan

Kabupaten

Karanganyar

dan

Kabupaten Boyolali
Sebelah Timur

: Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten


Karanganyar

Sebelah Selatan

: Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo

Sebelah Barat

: Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten


Karanganyar

2.1.2. Keadaan Iklim


Suhu udara rata-rata di Kota Surakarta berkisar antara 26,2 C sampai dengan
28,5C. Sedangkan kelembaban udara berkisar antara 64 persen sampai dengan
88 persen. Hari hujan terbanyak jatuh pada bulan Januari dengan jumlah hari
hujan sebanyak 25. Sedangkan curah hujan terbanyak sebesar 473,10 mm jatuh
pada bulan Januari. Sementara itu, rata-rata curah hujan saat hari hujan terbesar
juga jatuh pada bulan Januari sebesar 14,10 mm per hari hujan.

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.1.3. Keadaan Tanah dan Penggunaan Tanah


Wilayah Kota Surakarta secara umum keadaannya datar, hanya bagian
utara dan timur agak bergelombang dengan ketinggian 92 meter diatas
permukaan air laut.
Jenis tanah sebagian merupakan tanah liat berpasir termasuk regosol
kelabu dan alluvial, di wilayah bagian utara tanah liat grumosol serta wilayah
bagian timur laut tanah litosol mediteran.
Secara administratif, Kota Surakarta terbagi dalam 5 (lima) kecamatan,
yaitu Kecamatan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kecamatan Pasarkliwon,
Kecamatan Jebres, dan Kecamatan Banjarsari. Luas Kecamatan terluas
ditempati oleh Kecamatan Banjarsari dengan luas mencapai 33.63% dari luas
Kota Surakarta. Seperti halnya dengan kota-kota besar lainnya, luas lahan
terluas terutama merupakan lahan perumahan/pemukiman. Lahan yang
digunakan untuk pemukiman mencapai 65,25% dari luas tanah Kota Surakarta.
Sebagai daerah perdagangan, industri, dan jasa maka luas lahan untuk kegiatan
ekonomi pada sektor tersebut jauh lebih luas dibandingkan dengan kegiatan di
bidang pertanian. Bahkan di Kecamatan Serengan dan Pasarkliwon sudah tidak
ada lagi lahan pertanian.
Gambaran selengkapnya tentang penggunaan tanah di Kota Surakarta
adalah sebagai berikut :

Perumahan pemukiman
Jasa
Perdagangan
Industri
Tanah Kosong
Tegalan
Sawah
Kuburan
Lapangan Olah Raga
Taman Kota
Lain-lain

Jumlah
(Sumber : Kantor BPN Kota Surakarta)

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

2.874.93
385.17
245.69
97.95
112.99
109.28
96.96
68.83
60.05
12.08
340.13

Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha
Ha

4,404.06 Ha

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2. Keadaan Kependudukan

2.2.1. Pertambahan penduduk, distribusi, kepadatan penduduk, sex ratio


dan komposisi penduduk.

2.2.1.1. Pertambahan penduduk.


Berdasarkan data dari Kantor Statistik (Hasil Survey Sosial Ekonomi
Nasional Tahun 2013), jumlah penduduk Kota Surakarta sebesar 507.825 jiwa.
Terdiri dari 246.982 jiwa penduduk laki-laki (48,63%) dan 260.843 jiwa penduduk
perempuan (51,37%).
Bila dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2013 (507.815 jiwa),
maka terjadi peningkatan jumlah penduduk. Jumlah penduduk terbanyak ada di
kecamatan Banjarsari sebesar 159.982 jiwa dan jumlah penduduk terkecil ada di
kecamatan Serengan 44.396 jiwa. Gambaran selengkapnya jumlah penduduk
tiap kecamatan dapat dilihat pada lampiran tabel 1.
2.2.1.2. Kepadatan Penduduk.
Kota Surakarta merupakan kab/kota terpadat di Jawa Tengah. Dengan
luas wilayah Kota Surakarta sebesar 44.04 km2 dan jumlah penduduk sebesar
507.825 jiwa, diperoleh kepadatan penduduk sebesar 11.531 jiwa per km2.
Apabila dibandingkan dengan kepadatan pada tahun sebelumnya sebesar
11.338 jiwa per km2, mengalami sedikit peningkatan. Kepadatan tertinggi ada
pada Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 15.670 jiwa per km2, dan kepadatan
terendah ada pada Kecamatan Laweyan 10.130

jiwa per km2. Gambaran

selengkapnya tentang kepadatan penduduk adalah sebagai berikut :


Laweyan

10.130

Serengan

13.917

Pasar Kliwon

15.670

Jebres

11.160

Banjarsari

10.862

Kota

11.531

( Sumber : BPS )
6

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.1.3. Sex Ratio Penduduk


Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari angka
sex ratio, yaitu perbandingan penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan.
Angka sex ratio penduduk tahun 2014 sebesar 94.69%. Ini berarti bahwa setiap
ada 100 orang perempuan maka terdapat 95 orang laki-laki. Dengan demikian
jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah
penduduk

laki-laki.

Ini

merupakan

bahan

pemikiran

khususnya

dalam

mengantisipasi resiko angka kelahiran dan perencanaan program pemberdayaan


perempuan.
2.2.1.4. Angka Ketergantungan ( Dependency ratio )
Susunan penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat
dilihat pada grafik sebagai berikut:
Grafik 1. Susunan Penduduk menurut Golongan Umur & Jenis Kelamin

Berdasarkan grafik diatas, maka didapatkan angka ketergantungan


sebesar 40,33% Ini berarti setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 40
orang non produktif.

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.2. Pendidikan penduduk


Salah satu indikator indeks pembangunan manusia adalah tingkat
pendidikan penduduk. Untuk kota Surakarta, berdasarkan data dari BPS Kota
Surakarta, maka banyaknya penduduk menurut pendidikan (umur 10 tahun ke
atas) tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Grafik 2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Kota Surakarta Tahun 2014

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.3. Keadaan Ekonomi


2.2.3.1. Mata pencaharian
Salah satu ukuran untuk mengetahui ekonomi suatu wilayah adalah
dengan

melihat

komposisi

penduduk

berdasarkan

mata

pencaharian.

Berdasarkan data dari Monografi Kelurahan (Buku Kota Surakarta Dalam Angka
2014) maka mata pencaharian penduduk, adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Mata Pencaharian Penduduk Kota Surakarta Tahun 2014
NO

MATA PENCAHARIAN

JUMLAH

1.

Petani sendiri

533

0.12%

2.

Buruh tani

826

0.19%

3.

Pengusaha

9.356

2.10%

4.

Buruh Industri

69.179

15.53%

5.

Buruh Bangunan

61.640

13.83%

6.

Pedagang

37.400

8.42%

7.

Pengangkutan

20.016

4.49%

8.

PNS/ABRI

20.343

4.57%

9.

Pensiunan

16.463

3.69%

10.

Lain-lain

207.356

46.54%

Jumlah

100%

Sumber : Buku Surakarta Dalam Angka 2014


Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa prosentase terbesar penduduk
di Surakarta adalah sebagai buruh, yaitu sebesar 29.36% (buruh

industri &

buruh bangunan).
2.2.3.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator untuk mengukur
tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat. Berdasarkan
BPS Kota Surakarta (Tahun 2009), laju pertumbuhan ekonomi diukur dari
besarnya nilai PDRB atas dasar harga konstan dari tahun ke tahun. Pada tahun
2008, terjadi kenaikan relatif

sedang yaitu 5.90%, sedangkan untuk


9

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

pertumbuhan harga berlaku sebesar 12.39%. Untuk lebih jelasnya, tentang


pertumbuhan PDRB tahun 2006 s/d 2013 dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel. 2 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta
Tahun 2006 s/d 2013 (jutaan rupiah)
BERLAKU

KONSTAN

Tahun
NILAI

% PERUBAHAN

NILAI

%PERUBAHAN

2006

6,190,112.55

10.82

4,067,529.94

5.43

2007

6,909,094.57

11.62

4,304,260.18

5.82

2008

7,901,886.06

14.37

4,549,342.95

5.69

2009

8,880,691.24

12.39

4,817,877.63

5.90

2010

9,941,136,56

11.94

5,103,886.24

5.94

2011

10,992,971.19

10.58

5,411,912.32

5,69

2012

12,180,558.65

10.80

5,742,861.31

6,12

2013

13,599,595.52

11.65

6,080,954.07

5,88

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa semenjak tahun 2006


hingga tahun 2013 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan (pertumbuhan
positif) meskipun keadaan ekonomi masih belum menggembirakan. Sedangkan
Produk Domestik Regional Bruto Perkapita tahun 2013 menurut harga berlaku
mengalami pertumbuhan sebesar 11,65% dibanding tahun 2012, dan menurut
harga konstan mengalami pertumbuhan sebesar 5,88% dibanding tahun 2012.

10

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab III
PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH

3.1. DASAR

Dasar pembangunan kesehatan adalah nilai kebenaran dan aturan pokok yang
menjadi

landasan

untuk

berfikir

dan

bertindak

dalam

penyelenggaraan

pembangunan kesehatan. Dasar-dasar berikut ini merupakan landasan dalam


penyusunan

Visi,

Misi

dan

Strategi

serta petunjuk

pokok

pelaksanaan

pembangunan kesehatan:
3.1.1. Perikemanusiaan
Setiap kegiatan,

proyek,

program

pembangunan kesehatan harus

berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan


oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.1.2. Pemberdayaan dan Kemandirian
Individu, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya bukan saja
menjadi obyek, namun sekaligus pula sebagai subyek kegiatan dalam
program kesehatan. Segenap komponen bangsa bertanggung jawab untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, dan
masyarakat beserta lingkungannya. Setiap kegiatan dalam program
kesehatan harus mampu membangkitkan peran serta individu, keluarga,
dan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap individu, keluarga, dan
masyarakat dapat menolong dirinya sendiri.
Dengan dasar ini, setiap individu, keluarga, dan masyarakat melalui
kegiatan dalam program kesehatan difasilitasi agar mampu mengambil
keputusan yang tepat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Warga
masyarakat harus mau bahu membahu menolong siapa saja yang
membutuhkan pertolongan agar dapat menjangkau fasilitas kesehatan
yang sesuai kebutuhan dalam waktu sesingkat mungkin. Di lain pihak,
fasilitas pelayanan kesehatan yang ada perlu diperdayakan agar mampu
memberikan pertolongan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, sesuai
dengan norma sosial budaya setempat serta tepat waktu.
11

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.1.3. Adil dan Merata


Setiap individu, keluarga, dan masyarakat mempunyai kesempatan yang
sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sehingga
dapat mencapai derajad kesehatan yang setinggi-tingginya. Kesempatan
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan
tepat waktu tidak boleh memandang perbedaan ras, golongan, agama dan
status sosial ekonomi seorang individu, keluarga, atau sekelompok
masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang cenderung urban-based harus terus
diimbangi dengan upaya-upaya pelayanan kesehatan yang bersifat
rujukan, bersifat luar gedung, maupun yang bersifat satelit pelayanan.
Dengan demikian, pembangunan kesehatan dapat menjangkau kantongkantong penduduk resiko tinggi yang merupakan penyumbang terbesar
kejadian

sakit

dan

kematian.

Kelompok

penduduk

inilah

yang

sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan karena selain lebih rentan


terhadap panyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih sedikit.
3.1.4. Pengutamaan dan Manfaat
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan/ atau
kesehatan

dalam

kegiatan

dalam

program

kesehatan

harus

mengutamakan peningkatan kesehatan diselenggarakan agar memberikan


manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan.
Kegiatan dalam program kesehatan diselenggarakan dengan penuh
tanggung jawab, sesuai dengan standar profesi dan perundang-undangan
yang

berlaku

serta

mempertimbangkan

kebutuhan dan kondisi spesifik daerah.

12

dengan

sungguh-sungguh

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.2. VISI
Visi pembangunan kesehatan Kota Surakarta yang ingin dicapai adalah
Terwujudnya Masyarakat Surakarta yang sehat, mandiri dan berbudaya
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya maka Dinas Kesehatan Kota
Surakarta adalah

penggerak pembangunan kesehatan guna terwujudnya

masyarakat Surakarta yang sehat, mandiri dan berbudaya.

3.3. MISI
Misi , fungsi dan kewenangan seluruh jajaran organisasi kesehatan di Kota
Surakarta, yang bertanggung jawab secara teknis terhadap pencapaian
tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan Kota Surakarta.
Untuk mewujudkan visi tersebut ada misi yang diemban yaitu :

1. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang paripurna.


Disamping berperan sebagai dinamisator, maka Dinas Kesehatan juga
melakukan pembangunan kesehatan yang meliputi : upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Kesehatan

3. Meningkatkan sistim kewaspadaan dini penanggulangan penyakit.


Pengumpulan, pengolahan dan analisa data pengamatan penyakit
sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa dan
wabah penyakit.
4. Memantapkan manajemen kesehatan yang efektif, efisien dan
akuntabel.
Peningkatan kinerja dan mutu upaya kesehatan dilakukan oleh Dinas
Kesehatan melalui pengembangan kebijakan pembangunan kesehatan,
yang

meliputi

kebijakan

manajerial,

kebijakan

teknis

pengembangan standar dan pedoman berbagai upaya kesehatan.

13

serta

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Dengan

terciptanya

manajemen

kesehatan

yang

akuntabel

di

lingkungan Dinas Kesehatan, diharapkan fungsi-fungsi administrasi


kesehatan dapat terselenggara

secara fektif dan efisien yang

didukung oleh sistem informasi kesehatan, IPTEK serta hukum


kesehatan.

5. Meningkatnya upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan


budaya hidup bersih dan sehat serta kemandirian masyarakat.
Lebih

mengedepankan

upaya

promotif

dan

preventif

tanpa

mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan


preventif lebih efisien dibandingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
6. Menggerakkan kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang
kesehatan.
Keberhasilan pembangunan berwawasan kesehatan tidak hanya
semata-mata hasil usaha keras sektor kesehatan saja, tetapi sangat
dipengaruhi oleh kontribusi dari berbagai sektor pembangunan lainnya.
Dinas

Kesehatan

berperan

sebagai

penggerak

utama

dalam

memfasilitasi sektor-sektor lain agar segala upayanya memberikan


kontribusi

yang

posistif

terhadap

perwujudan

pembangunan

berwawasan kesehatan.

3.4. TUJUAN
Guna mewujudkan Misi tersebut, terdapat Tujuan yang akan dicapai oleh
Dinas Kesehatan Kota Surakarta, yaitu :
1. Meningkatnya derajat kesehatan ibu, anak, remaja dan lansia.
2. Menurunnya angka kesakitan dan kematian penyakit menular dan penyakit
tidak menular.
3. Meningkatnya pengawasan dan pembinaan kesehatan lingkungan.
4. Meningkatnya status gizi masyarakat.
5. Tersedianya sumber daya kesehatan yang berkualitas untuk mewujudkan
pelayanan sesuai standar.
14

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6. Meningkatnya kemandirian masyarakat di bidang kesehatan.


7. Meningkatnya budaya hidup bersih dan sehat.
8. Meningkatnya kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan
9. Berkembangnya sistem informasi kesehatan yang efektif.
10. Optimalnya fungsi regulasi Dinas Kesehatan.
3.5. STRATEGI
Guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan
strategik sebagai berikut :
1. Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, lintas
sektor, institusi pendidikan kesehatan, sarana kesehatan, organisasi profesi
dan dunia usaha dalam rangka sinergisme, koordinasi diantara pelaku
pembangunan guna mendorong pembangunan berwawasan kesehatan.
2. Mewujudkan

komitmen

Pembangunan

berwawasan

kesehatan,

melalui

peningkatan advokasi kesehatan kepada stake holder.


3. Mendorong pemerataan, jangkauan, dan mutu pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan sesuai standar pelayanan
minimal.
4. Memantapkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan di semua
jenjang administrasi melalui pengembangan kebijakan, sistem informasi,
keterpaduan dalam perencanaan, penatalaksanaan dan evaluasi serta
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
menanggulangi masalah kesehatan.
5. Mengoptimalkan sumber daya kesehatan yang ada melalui peningkatan
kompetensi dan profesionalisme SDM kesehatan

3.6.

SASARAN

Agar pembangunan kesehatan dapat diselenggarakan dengan berhasil guna dan


berdaya guna, maka sasaran yang akan dicapai pada akhir tahun 2012 adalah :

15

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 3.Sasaran Strategis Tahun 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

Peningkatan keselamatan Ibu


Melahirkan meliputi:
Menurunkan Angka kematian ibu dari 157
per 100.000 klh tahun 2009 menjadi 50 per
100.000 klh pada tahun 2015

Jumlah kematian ibu per


100.000 KLH

71

Persentase pelayanan ibu hamil


K1

100%

Persentase pelayanan ibu hamil


K4

100%

Persentase pertolongan
persalinan tenaga kesehatan

100%

Persentase penanganan ibu


hamil/ ibu bersalin risti

100%

Persentase cakupan akseptor KB


aktif

80%

Menurunkan Angka kematian balita dari 0,2


per 1000 klh tahun 2009 menjadi 0,15 pada
tahun 2015

Jumlah kematian balita per 1000


KLH

0,16

Menurunkan Angka kematian bayi dari 5,7


per 1000 klh menjadi 4 pada tahun 2015

Jumlah kematian bayi per 1000


KLH

4,2

Mempertahankan cakupan pelayanan


neonatal (KN1) 100% tahun 2015

Cakupan pelayanan neonatal


(KN1)

100%

Cakupan pelayanan neonatal (KN3) dari


97,7% menjadi 100% tahun 2015

Cakupan pelayanan neonatal


(KN3)

99%

Meningkatkan cakupan deteksi dini tumbuh


kembang balita menjadi 100 % tahun 2015

Cakupan deteksi dini tumbuh


kembang balita

90%

Mempertahankan cakupan penanganan Berat


Bayi Lahir Rendah 100% tahun 2015

Persentase penanganan BBLR

100%

Mempertahankan Cakupan pelayanan ibu


hamil K1 100% tahun 2015
Meningkatkan cakupan pelayanan ibu hamil
K4 dari 96% tahun 2009 menjadi 100%
tahun 2015
Mempertahankan Cakupan pertolongan
persalinan tenaga kesehatan 100% tahun
2015
Mempertahankan Cakupan penanganan ibu
hamil/ ibu bersalin risti 100% tahun 2015
Meningkatkan cakupan akseptor KB Aktif dari
72% tahun 2009 menjadi 80% tahun 2015
Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Anak meliputi :

16

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

Peningkatan pelayanan kesehatan


reproduksi remaja meliputi :
Cakupan pelayanan kesehatan remaja dari
48,3% menjadi 70% tahun 2015
Meningkatnya jumlah kelompok remaja per
kelurahan yang diberi penyuluhan KRR dari 2
menjadi 6 tahun 2015

Persentase pelayanan kesehatan


remaja

67%

Jumlah kelompok remaja per


kelurahan yang dibina

Persentase remaja yang


mendapat konseling di
puskesmas

3,7%

Persentase kader kesehatan SMP


dan SMA

5%

Persentase penjaringan
kesehatan siswa SD

100%

Meningkatkan cakupan SMP yg


melaksanakan penjaringan kesehatan dari
8% tahun 2009 menjadi 25 % pada tahun
2015

Persentase penjaringan
kesehatan siswa SMP

67%

Meningkatkan cakupan SMA yg


melaksanakan penjaringan kesehatan dari
8,5% tahun 2009 menjadi 25 % pada tahun
2015

Persentase penjaringan
kesehatan siswa SMA

67%

Meningkatkan cakupan pelayanan usila dari


11,23% menjadi 60% pada tahun 2015

Persentase pelayanan kesehatan


pra usila dan usila

55%

Menurunnya angka kesakitan DBD dari 13,2


tahun 2009 menjadi 4 tahun 2015

Angka kesakitan demam


berdarah per 10.000 penduduk

Menurunnya angka kematian DBD dari 1,02


tahun 2009 menjadi 1% tahun 2015

Angka kematian demam


berdarah

1%

Mempertahankan Penanganan kasus DBD


100% tahun 2015

Penanganan kasus demam


berdarah

100%

Menurunnya angka HI nyamuk di pemukiman


sebesar 8,1 tahun 2009 menjadi < 0.5
tahun 2015

Angka House Indeks Pemukiman


<5

< 5%

Menurunnya angka House Indeks nyamuk di


sekolah sebesar 15,2 tahun 2009 menjadi 0
tahun 2015

Angka House Indeks nyamuk di


Sekolahan

0%

Meningkatnya cakupan remaja yang


mendapat konseling KRR di Puskesmas
sebesar 4 % dari jumlah remaja pada tahun
2015
Meningkatnya persentase cakupan kader
kesh remaja SMP dan SMA sebesar 5% pada
tahun 2015
Mempertahankan cakupan penjaringan
kesehatan siswa SD 100%

17

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis
(1)
Menurunnya angka HI Tempat - tempat
umum sebesar 5,5 % tahun 2009 menjadi 0
tahun 2015

Indikator Kinerja

Target

(2)

(3)

Angka House Indeks tempat tempat umum

0%

Meningkatnya angka penemuan TB Paru dr


76,2% tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015

Angka penemuan penderita TB


paru

88%

Mempertahankan angka kesembuhan TB


Paru 98 % tahun 2015

Angka kesembuhan TB paru

98%

Meningkatnya Penemuan kasus HIV dari


0,35% tahun 2009 menjadi 1% tahun 2015

Penemuan kasus HIV

0,90%

Dua (2) Puskesmas menyelenggarakan


pelayanan VCT tahun 2015
100% puskesmas melakukan sosialisasi PTM
tahun 2015

Jumlah puskesmas
menyelenggarakan pelayanan
VCT
Persentase Puskesmas
melakukan sosialisasi PTM
tahun 2015

2
100%

100% puskesmas melakukan deteksi dini


PTM tertentu tahun 2015

Persentase puskesmas
melakukan deteksi dini PTM
tertentu tahun 2015

100%

Mempertahankan kelurahan UCI 100%


tahun 2015

Persentase kelurahan mencapai


UCI

100%

Meningkatnya angka penemuan AFP dr 1,6


menjadi > 2 tahun 2015

Angka penemuan AFP per


100.000 penduduk < 15 tahun

>2

Mempertahankan penanganan KLB < 24 jam


100% tahun 2015

Persentase kelurahan KLB


ditangani < 24 jam

100%

Meningkatnya kepemilikan jamban dari 88%


tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015

Persentase keluarga dengan


kepemilikan jamban

90%

Meningkatnya kepemilikan SPAL dari 86%


tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015

Persentase keluarga dengan


kepemilikan SPAL

90%

Meningkatnya keluarga dg akses Air Bersih


dari 80% tahun 2009 menjadi 100% tahun
2015

Persentase keluarga dengan


akses air bersih

96%

Meningkatnya keluarga dg rumah sehat dari


70,7% menjadi >75% tahun 2015

Persentase keluarga dengan


rumah sehat

74%

18

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

Meningkatnya angka bebas jentik dari 91,9%


tahun 2009 menjadi 95% tahun 2015

Persentase rumah dengan angka


bebas jentik >95%

95%

Mempertahankan TTU MS 80% tahun 2015

Persentase TTU memenuhi


syarat

80%

Meningkatnya TPM Memenuhi Syarat (MS)


dari 84% tahun 2009 menjadi 90 % tahun
2015

Persentase TPM memenuhi


syarat

86%

Meningkatnya Air Bersih Memenuhi Syarat


(AB MS) bakteriologis dari 49 tahun 2009
menjadi 80 tahun 2015

Persentase air bersih memenuhi


syarat bakteriologis

80%

Mempertahankan jamban Memenuhi Syarat


(MS) 85% tahun 2015

Persentase jamban memenuhi


syarat

85%

Mempertahankan cakupan Rumah Makan


memenuhi syarat 100% tahun 2015

Persentase RM memenuhi syarat

100%

Meningkatnya cakupan Depot Air Minum


Memenuhi Syarat (DAM MS) dari 76% tahun
2009 menjadi 100% tahun 2015

Persentase DAM memenuhi


syarat

95%

Meningkatnya persentase kelurahan bebas


rawan gizi pada dari 96,08% tahun 2009
menjadi 100% tahun 2015

Persentase Kelurahan bebas


rawan gizi

98%

Persentase balita gizi buruk

0,025%

Persentase balita gizi kurang

5,3%

Persentase balita naik berat


badan

79%

Menurunnya persentase Bumil KEK dari


4,42% tahun 2009 menjadi 3% tahun 2015

Persentase ibu hamil KEK

3,30%

Meningkatnya persentase anak SD dengan


gizi baik dari 76,03% tahun 2009 menjadi
80% tahun 2015

Persentase gizi baik anak SD

79%

Meningkatnya persentase ASI Eksklusif dari


30,6% tahun 2009 menjadi 50% tahun 2015

Cakupan ASI Eksklusif

47%

Meningkatnya persentase pemberian


makanan pendamping ASI pada anak usia 6 24 bln keluarga miskin dari 30% tahun 2009
menjadi 100 % tahun 2015

Persentase pemberian makanan


pendamping ASI pada Anak Usia
6 - 24 bln keluarga miskin

85%

Menurunnya persentase balita gizi buruk


dari 0,05 % tahun 2009 menjadi 0,02%
tahun 2015
Menurunnya persentase balita gizi kurang
dari 6,8% tahun 2009 menjadi 5% Tahun
2015
Meningkatnya persentase balita naik berat
badan dari 69,1% tahun 2009 menjadi 80%
tahun 2015

19

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

Mempertahankan persentase bayi mendapat


kapsul vitamin A 100% tahun 2015

Persentase bayi mendapat


kapsul vitamin A dosis tinggi

100%

Persentase Balita mendapat


vitamin A dosis tinggi 2x setahun

100%

Persentase ibu nifas mendapat


kapsul vitamin A dosis tinggi

98%

Cakupan ibu hamil mendapat


tablet Fe 90 tablet

98%

Cakupan garam beredar


memenuhi syarat

85%

Cakupan masyarakat
mengkonsumsi yodium cukup

86%

Cakupan kelurahan dengan


yodium baik

84%

Persentase kunjungan baru


rawat jalan di Puskesmas

18,80%

Jumlah Kunjungan puskesmas


orang per hari

160

Persentase kemampuan gawat


darurat

100

Tercapainya pelayanan rawat inap


Puskesmas 0,5% tahun 2015

Persentase pelayanan rawat


inap

0,48%

Mempertahankan penanganan pelayanan


rawat jalan maskin 100% tahun 2015

Persentase penanganan
pelayanan rawat jalan Maskin

100%

Mempertahankan penanganan pelayanan


rawat inap maskin 100% tahun 2015

Persentase penanganan
pelayanan rawat inap Maskin

100%

Peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dari


0,13% tahun 2009 menjadi 10% tahun 2015

Persentase pelayanan kesehatan


jiwa di Puskesmas dan Rs diluar
RS Jiwa

7%

Mempertahankan persentase pelayanan


transfusi darah 100% tahun 2015

Persentase RS dan PMI yang


menyediakan darah

100%

Meningkatnya jumlah Puskesmas


menyelenggarakan UKK dari 40% tahun

Persentase kegiatan UKK


Puskesmas

48%

Mempertahankan persentase balita


mendapat kapsul vitamin A 100% tahun
2015
Meningkatnya persentase ibu nifas mendapat
kapsul vitamin A dari 90,5% tahun 2009
menjadi 100% tahun 2015
Meningkatnya persentase ibu hamil
mendapat Fe90 dari 90,1% thn 2009
menjadi 100% thn 2015
Meningkatnya persentase garam beredar
memenuhi syarat dari 78,23% tahun 2009
menjadi 90% tahun 2015
Meningkatnya persentase masyarakat
mengkonsumsi yodium dari 94,97% tahun
2009 menjadi 97% tahun 2015
Meningkatnya persentase kelurahan dengan
yodium cukup dari 66,7% tahun 2009
menjadi 90% tahun 2015
Mempertahankan pelayanan rawat jalan
Puskesmas sebesar 18,8% sampai dengan
tahun 2015
Meningkatnya jumlah kunjungan Puskesmas
dari 156 org/hr th 2009 menjadi 180
orang/hari th 2015
Mempertahankan kualitas pelayanan gawat
darurat di Puskesmas dan rumah sakit yang
telah tersedia 100%

20

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis
(1)
2009 menjadi 50% tahun 2015
Meningkatnya Puskesmas yg mengalami
peningkatan fisik dari 6 pd th 2009 mjd 13
pd th 2015
Meningkatnya Puskesmas pembantu yg
mengalami peningkatan fisik dari 4 th 2009
mjd 16 th 2015

Indikator Kinerja

Target

(2)

(3)

Jumlah Puskesmas yang


mengalami peningkatan

12

Jumlah Puskesmas Pembantu


yang mengalami peningkatan

14

Meningkatnya jumlah mobil pusling yang


berfungsi dengan baik

Jumlah Pusling yang berfungsi


dengan baik

17

Mempertahankan puskesmas dengan alkes


sesuai standar 100% tahun 2015

Persentase Puskesmas dengan


alkes sesuai standar

100

Jumlah Rumah Dinas yang


mengalami peningkatan

49

Pembangunan UPT Instalasi


Farmasi

Jumlah Puskesmas memiliki


sertifikasi ISO 2000:9001

17

Persentase pelayanan perijinan


tenaga kesehatan

100%

Tersusunnya Perda Jamkesda pada tahun


2015

Tersusunnya Perda Jamkesda

Ada

Mempertahankan pelayanan dasar ASKES


PNS 100 %

Terpenuhinya Pelayanan Dasar


ASKES PNS

100%

Terpenuhinya jumlah dan jenis


obat esensial di UPT Puskesmas

100%

Meningkatnya jumlah rumah dinas yang


berfungsi dengan baik dari 33 rumah dinas
yang ada menjadi 52 tahun 2015
Meningkatnya gedung kantor yang berfungsi
dengan baik pada tahun 2015
Meningkatkan jumlah Puskesmas bersertifikat
ISO dari 7 tahun 2009 menjadi 17 pada
tahun 2015
Mempertahankan persentase cakupan
perijinan nakes dan sarkes 100% pada tahun
2015

Meningkatnya ketersediaan obat esensial di


puskesmas dari 90% tahun 2009 menjadi
95% pada tahun 2015
Mempertahankan persentase pengadaan dan
ketersediaan obat generik 100% tahun 2015
Meningkatnya Puskesmas memenuhi syarat
pengelolaan kefarmasian 80% tahun 2009
menjadi 95% ditahun 2015
Meningkatnya sarana kefarmasian yang
memenuhi ketentuan perundangan dari 90%
tahun 2009 menjadi 95% ditahun 2015
Meningkatnya distributor makmin yg
memenuhi syarat dari 60% tahun 2009
menjadi 70% pada tahun 2015
Meningkatnya IRTP yg memenuhi syarat
kesehatan dari 82,5% tahun 2009 menjadi
95% tahun 2015
21

Persentase ketersediaan obat


generik
Persentase Puskesmas
memenuhi syarat pengelolaan
kefarmasian
Cakupan sarana kesehatan
memenuhi syarat pelayanan
kefarmasian

100%
93%
93%

Persentase distributor mak.min


memenuhi syarat/aman

68%

Persentase IRT memenuhi


syarat

93%

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

Meningkatnya pangan yang beredar


dipasaran yg memenuhi syarat dari 80%
tahun 2009 menjadii 85% tahun 2015

Persentase keamanan pangan


yang beredar di pasaran

85%

Mempertahankan cakupan Industri Kecil


Obat Tradisional (IKOT) berijin yg
memenuhi CPOTB tetap 100% pada tahun
2015

Cakupan industri kecil obat


tradisional yg memenuhi CPOTB

95%

Tersedianya tenaga kesehatan fungsional


tersertifikasi dari 63,60 % th 2009 mjd 90 %
tahun 2015

Persentase tenaga fungsional


yang bersertifikat

85%

Tercapainya cakupan rumah tangga sehat


utama & paripurna 75% th 2015

Cakupan rumah tangga Sehat


utama & paripurna

72,5%

Meningkatnya persentase cakupan SD


dengan PHBS tatanan sehat utama dan
paripurna dari 92% pada tahun 2009
menjadi 100% pada tahun 2015

Cakupan SD dengan PHBS


tatanan sehat utama dan
paripurna

92%

Meningkatkan persentase cakupan SLTP


dengan PHBS tatanan sehat utama dan
paripurna dari 2% pada tahun 2009 menjadi
40% pada tahun 2015

Cakupan SLTP dengan PHBS


tatanan sehat utama dan
paripurna

30%

Cakupan SLTA dengan PHBS


tatanan sehat utama dan
paripurna

30%

Cakupan penyuluhan P3 Napza

12,5%

Persentase posyandu mandiri

53%

Persentase kelurahan siaga aktif

40%

Persentase dokter kecil terlatih

13%

Persentase Institusi
mengumpulkan data profil kesh
secara tepat waktu

85%

Meningkatkan persentase cakupan SLTA


dengan PHBS tatanan sehat utama dan
paripurna dari 1,4% pada tahun 2009
menjadi 35% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase cakupan
penyuluhan P3 NAPZA dari 3,7% di tahun
2009 menjadi 15% pada tahun 2015
Meningkatnya upaya kesehatan
berbasis masyarakat meliputi :
Meningkatnya persentase posyandu dengan
strata mandiri dari 51% tahun 2009 menjadi
55% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase kelurahan siaga
aktif dari 60% pada tahun 2009 menjadi
80% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase cakupan dokter
kecil terlatih dari 7,62% pada tahun 2009
menjadi 14% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase institusi
mengumpulkan data profil kesehatan secara
tepat waktu dari 70% pada tahun 2009
22

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(2)

(3)

(1)
menjadi 90% pada tahun 2015
Tersedianya sistem informasi kesehatan
yang terintegrasi di Dinas kesehatan pada
tahun 2015
Meningkatnya persentase pelaporan
simkesda secara on-line dari 50% pada
tahun 2009 menjadi 100% pada tahun 2015

Tersedianya sistem informasi


kesehatan yang terintegrasi di
Dinas kesehatan

Ada

Persentase pelaporan sismkesda


secara on-line

90%

Meningkatkan persentase capaian SPM untuk


tiap indikator dari 75% tahun 2009 menjadi
80 % tahun 2015

Persentase capaian SPM untuk


tiap indikator 80 %

76%

Mempertahankan optimalnya fungsi


pelayanan di 19 UPT Dinas Kesehatan

Presentase UPT yang memenuhi


target pendapatan

100%

Mempertahankan tersedianya dokumen


perencanaan terpadu di Dinas Kesehatan
100% tahun 2015

Tersedianya dokumen
perencanaan terpadu

100%

Mempertahankan tersedianya laporan


akuntabilitas kinerja 100% tahun 2015

Tersedianya laporan
akuntabilitas kinerja

100%

Mempertahankan pencapaian restribusi


100% dari target tahun 2015
Tercapainya Dinas Kesehatan & UPT yang
melakukan analisa pemanfaatan barang
100% tahun 2015

Persentase pencapai Realisasi


target restribusi
Tercapainya Dinas Kesehatan &
UPT yang melakukan analisa
pemanfaatan barang

Mempertahankan cakupan UPT yang


membuat dokumen perencanaan 100%
tahun 2015

Persentase UPT yg membuat


dokumen perencanaan

100%

Meningkatnya anggaran kesehatan dari


8,08% tahun 2009 menjadi 15% tahun 2015

Persentase angggaran
kesehatan terhadap APBD kota

10%

100%
100%

3.6. Program Pembangunan Kesehatan


Menyadari keterbatasan sumber daya, serta disesuaikan dengan prioritas
masalah dan kecenderungannya yang akan datang

maka ditetapkan program

sebagai berikut :
1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
2. Program Upaya Kesehatan
3. Program Pengawasan Obat dan Makanan
4. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
23

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6. Program Pengembangan Lingkungan Sehat


7. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
8. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
9. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya
10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
11. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
12. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita
13. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia
14. Program Pertolongan Persalinan Bagi Ibu Hamil Kurang Mampu

3.7. Target Program sampai dengan tahun 2014


3.7.1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

Terpenuhinya jumlah dan jenis obat essensial serta perbekalan kesehatan


di UPT Puskesmas, Laboratorium Kesehatan dan Instalasi Farmasi
sebesar 94%.

Meningkatnya cakupan apotik memenuhi syarat sebesar 90%.

Meningkatnya cakupan rasionalisasi obat di Puskesmas sebesar 95%.

Semua Puskesmas memenuhi syarat dalam pengelolaan kefarmasian.

3.7.2. Program Upaya Kesehatan

Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan penduduk miskin untuk


rawat jalan dan rawat inap 100%.

Meningkatnya angka bebas jentik di lingkungan sekolah menjadi >95%.

Semua Posyandu Balita (602) mendapatkan pembinaan.

Meningkatnya fungsi manajemen kesehatan, ditandai dengan tersusunya


dokumen perencanaan di Dinas Kesehatan dan 18 UPT.

Tersusunnya LAKIP.

Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan remaja menjadi 67%.

Meningkatkan cakupan peserta KB aktif menjadi 80%.

Menurunnya angka komplikasi peserta KB menjadi <2%.

Menurunnya angka drop out KB menjadi <2%.


24

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.7.3. Program Pengawasan Obat & Makanan

Meningkatnya keamanan makanan minuman yang beredar di pasaran


menjadi 85%.

Meningkatnya IRT (TPM) memenuhi syarat menjadi 93%.

Meningkatnya distributor mak.min memenuhi syarat menjadi 68%.

Meningkatnya industri kecil obat tradisional yang memenuhi CPOTB


menjadi 95%.

Meningkatnya pengobat tradisional yang memenuhi ketentuan Perundangundangan menjadi 35%.

3.7.4. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Meningkatnya ketersediaan media promosi kesehatan (spanduk, leaflet,


buku saku NAPZA, dialog interaktif).

Meningkatnya rumah tangga dengan tatanan Perilaku Hidup bersih dan


sehat (PHBS) utama & paripurna menjadi 72,5%

Meningkatnya SD dengan tatanan PHBS utama dan paripurna menjadi


100%.

Meningkatnya SLTP dengan tatanan PHBS utama dan paripurna sebesar


30%.

Meningkatnya SLTA dengan tatanan PHBS utama dan paripurna sebesar


30%.

Meningkatnya cakupan dokter kecil terlatih sebesar 13%.

Meningkatnya cakupan Posyandu dengan strata mandiri menjadi 53%.

Meningkatnya cakupan Balita datang di Posyandu menjadi 80%.

3.7.5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Menurunnya prosentase Balita gizi buruk menjadi <0,025%.

Menurunnya prosentase Balita gizi kurang menjadi 5,3%.

Menurunnya prosentase Balita BGM menjadi <8,2%.

Menurunnya prosentase balita naik berat badan menjadi 79%.

Menurunnya ibu hamil KEK menjadi <3,3%.

Meningkatnya status gizi baik anak sekolah menjadi 79%.


25

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Meningkatnya cakupan Bayi (6-11 bln) mendapat kapsul vitamin A dosis


tinggi menjadi 100%.

Meningkatnya cakupan Balita mendapatkan kapsul vitamin A dosis tinggi 2


kali setahun menjadi 100%.

Meningkatnya

cakupan ibu nifas mendapatkan kapsul vitamin A dosis

tinggi menjadi 98%.

Meningkatnya cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe 90 tablet menjadi


98%.

Meningkatnya cakupan konsumsi garam beryodium cukup menjadi 96%.

100% kecamatan bebas rawan gizi.

3.7.6. Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Meingkatnya prosentase keluarga dengan kepemilikan jamban menjadi


sebesar 90%.

Meningkatnya prosentase keluarga dengan kepemilikan SPAL menjadi


90%.

Meningkatnya prosentase keluarga dengan akses air bersih menjadi


sebesar 98%.

Meingkatnya prosentase keluarga dengan rumah sehat menjadi 74%.

Meningkatnya rumah dengan angka bebas jentik >95%.

Meningkatnya TTU memenuhi syarat menjadi 80%.

Meningkatnya air bersih memenuhi syarat bakteriologis menjadi 80%.

Meningkatnya jamban memenuhi syarat menjadi 85%.

3.7.7. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

Menurunnya incidensi rate demam berdarah menjadi <5 per 10.000


penduduk.

Menurunnya angka kematian penyakit demam berdarah menjadi <1%.

Semua kasus demam berdarah ditangani.

Meningkatnya angka penemuan penderita TB Paru BTA + menjadi 88%.

Meingkatnya angka kesembuhan penderita TB Paru menjadi 98%.


26

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Menurunnya angka error rate TB Paru menjadi <1%.

Tercapainya kelurahan UCI menjadi 100%.

Meningkatnya cakupan imunisasi lengkap pada Balita menjadi >90%.

Kelurahan bebas KLB menjadi 51 kelurahan.

100% KLB tertangani

3.7.8. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Meningkatnya

sarana kesehatan yang memiliki ijin menjadi 100% dari

pengajuan ijin.

Meningkatnya tenaga kesehatan yang memiliki ijin praktek menjadi 100%.

Terpenuhinya 17 Puskesmas yang memiliki sertifikat ISO 9001: 2008.

Meningkatnya % indikator SPM minimal dengan cakupan >=80% menjadi


82%.

Meningkatnya Puskesmas yang melaksanakan on line SIMPUS menjadi


90%.

3.7.9. Program

Peningkatan

Sarana

&

Prasarana

Puskesmas

dan

Jaringannya

Bertambahnya 2 (dua) rumah dinas medis dan paramedis.

Meningkatnya penampilan fisik 2 (dua) Puskesmas Pembantu.

Meningkatnya penampilan fisik 2 (dua) Puskesmas induk.

Meningkatnya penampilan fisik UPTD Laboratorium Kesehatan

Meningkatnya ketersediaan alat kesehatan, alat penunjang pelayanan di


17 puskesmas

3.7.10.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit


Terpenuhinya peralatan kesehatan, sebagai syarat pengajuan ijin rumah
sakit.

3.7.11.

Meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit (BOR >50%, LOS 3-5 hr)
Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi PNS menjadi 20%.
27

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.7.12.

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Semua (100%) bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) tertangani.

Meningkatnya Cakupan Kunjungan Neonatus (KN1) menjadi 100%.

Meningkatnya Cakupan Kunjungan Neonatus (KN3) menjadi 99%.

Meningkatnya cakupan deteksi dini tumbuh kembang Balita dan anak pra
sekolah menjadi 90%.

Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan remaja menjadi 63%.

Meningkatnya jumlah kelompok remaja yang diberi penyuluhan sebanyak 6


kelompok tiap kelurahan.

Meningkatnya jumlah remaja yang mendapat konseling KRR sebanyak 8


(delapan) remaja per bulan per Puskesmas.

3.7.13.

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia


Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila menjadi
55%.

3.7.14.

Meningkatnya pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia.

Program Pertolongan Persalinan Bagi Ibu Hamil Kurang Mampu

Meningkatnya cakupan pelayanan ANC K1 menjadi 100%.

Meningkatnya cakupan pelayanan ANC K4 menjadi 100%.

Meningkatnya cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan menjadi


100%.

Meningkatnya cakupan pelayanan PNC menjadi 95%.

Meningkatnya cakupan penanganan ibu hamil dan ibu bersalin risti menjadi
100%.

3.8.

Program Unggulan

3.8.1. Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS)


Adalah program yang diluncurkan mulai tahun 2008 oleh Pemerintah Kota
Surakarta

untuk

memberikan

jaminan

pemerliharaan

kesehatan

secara

komprehensif bagi masyarakat terutama masyarakat miskin dan tidak mampu


serta masyarakat Surakarta secara umum yang belum tercakup dalam program
28

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

jaminan

kesehatan/asuransi

baik

pribadi,

oleh

pemerintah

maupun

swasta/perusahaan.
Jaminan program PKMS meliputi pelayanan kesehatan rawat jalan dan
rawat inap di puskesmas secara gratis, pelayanan rawat jalan dan rawat inap di
RSD Kota Surakarta secara gratis, serta bantuan biaya pelayanan rawat inap di
Rumah Sakit. Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta
dalam pelayanan PKMS :
-

RSUD Dr. Moewardi


RS Kasih Ibu
RS Dr Oen Surakarta
RS PKU Muh Surakarta
RS Jiwa Daerah
RS Tri Harsi

RS Slamet Riyadi
RS Panti Waluyo
RSI Kustasi
RSOP Dr. Soeharso
RS Brayat Minulyo
BBKPM Surakarta

3.8.2. Standarisasi ISO 9001 : 2008


Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas,
Pemerintah Kota Surakarta telah menerapkan standarisasi ISO 9001 : 2008
kepada semua puskesmas yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya program
ISO, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas.
3.8.3. PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja)
Untuk mempersiapkan generasi muda khususnya remaja agar
menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kepribadian yang
mantap

dan

sehat,

perlu

dilakukan

upaya-upaya

pencegahan

dan

penanggulangan masalah-masalah yang sering dihadapi remaja terutama yang


berkaitan dengan kesehatan remaja yaitu

masalah reproduksi, masalah

psikologis, dan sebagainya. Upaya dilakukan melalui pendekatan terpadu antara


orang tua, guru, tenaga kesehatan, petugas lintas sektor terkait, LSM dan peran
serta remaja.
Salah satu upaya adalah Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)
yang diharapkan bisa efektif untuk menyediakan informasi yang akurat dan
memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi remaja. Tujuan dari
PKPR agar remaja yang menghadapi masalah kesehatan dapat mengetahui
secara baik dan benar siapa dan di mana yang dapat memberikan pelayanan
preventif, promotif dan kuratif bahkan rehabilitatif.
29

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Pelaksana PKPR adalah petugas kesehatan yang memiliki kemampuan


dan pengetahuan dalam pelayanan kesehatan remaja dengan pendekatan
adolescent friendly (peduli remaja) yang memahami permasalahan dan kebutuhan
remaja serta menghargai pendapat mereka.
Untuk Kota Surakarta, PKPR ada di puskesmas Pajang, Jayengan,
Sangkrah, dan Manahan.

3.8.4. Puskesmas Ramah Anak


Kota Surakarta mendapat amanat sebagai Kota Layak Anak (KLA), yaitu
kota yang menjamin hak anak sebagai warga kota. Salah satu hak anak sebagai
warga kota adalah memperoleh pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan.
Dalam rangka mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Anak, maka
Pemerintah Kota Surakarta mengadakan program Puskesmas Ramah Anak, yaitu
puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berpihak
kepada anak. Puskesmas Ramah Anak menyediakan ruang khusus untuk
pelayanan kesehatan, ruang tunggu yang representatif untuk anak, memiliki alatalat untuk mengukur tumbuh kembang bayi dan balita (alat antropometri), dan
tenaga yang ramah terhadap anak dan menguasai tentang tumbuh kembang,
penyakit anak, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu
Balita Muda (MTBM).
Puskesmas ramah anak di Kota Surakarta ada di puskesmas Pajang,
Kratonan, Sangkrah, Ngoresan dan Manahan.
3.8.5. Pelayanan PMT-CT (Preventive Mother to Child Transmison)
Dalam rangka pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu kepada bayi,
dilaksanakan program screening kepada ibu hamil. Seluruh ibu hamil yang
mendapat kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan, akan discreening
terhadap resiko tertular HIV/AIDS. Ibu hamil yang diindikasikan memiliki resiko,
akan dirujuk ke klinik IMS dan klinik VCT untuk mendapatkan pemeriksaan lebih
lanjut. Program ini dilaksanakan di seluruh puskesmas.

30

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.8.6. Klinik IMS


Infeksi Menular Seksual (IMS) atau penyakit kelamin adalah penyakit yang
ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah mengidap
penyakit tersebut. Orang yang terkena IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk
terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka akan membuka jalan bagi masuknya
virus HIV.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang
kekebalan tubuh. Infeksi HIV akan menyebabkan AIDS (Acquired Immune
Deficiency Syndrome) yaitu sekumpulan berbagai gejala penyakit akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat HIV.
Dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan, Pemerintah Kota
Surakarta mendirikan Klinik IMS yang berada di 2 puskesmas, yaitu : Sangkrah
dan Manahan. Kegiatan dari klinik IMS meliputi : pemeriksaan sekret, konseling
dan terapi, penyuluhan dan penapisan pada kelompok resiko tinggi serta rujukan
ke klinik Volluntary Counseling and HIV Testing (VCT).

3.8.7. Klinik VCT


Dari hasil penapisan yang dilakukan pada Klinik IMS, untuk kelompok yang
beresiko tinggi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat menentukan positif
atau tidak terinfeksi HIV, sehingga dilakukan rujukan ke Klinik VCT. Di Klinik VCT,
pasien akan mendapat konseling agar mereka mau diperiksa serta dukungan agar
siap dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi.
Klinik VCT di Kota Surakarta ada di puskesmas Manahan, RSUD Dr
Moewardi dan RS DR. Oen Surakarta.

3.8.8. Poliklinik Harm Reduction


Harm Reduction (HR) adalah upaya pengurangan dampak buruk akibat
penggunaan Napza suntik. HR perlu dilakukan karena pada pengguna NAPZA
suntik (penasun) terjadi pemakaian ulang dan bergantian alat suntik, sehingga
efektif untuk menularkan virus HIV.

Saat ini HR dianggap sebagai cara yang

potensial untuk mencegah penularan virus HIV baik pada penasun maupun pada
31

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

masyarakat umum. Di Kota Surakarta, klinik HR dilaksanakan di puskemas


Manahan. Program intervensi yang dilakukan di Klinik HR adalah :
a. Penjangkauan dan pendampingan
b. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
c. Konseling pengurangan resiko
d. Voluntary Counseling adn HIV Testing (VCT)
e. Program pensucihamaan
f.

Program jarum suntik steril

g. Pembuangan perlengkapan jarum suntuk bekas


h. Pelayanan terapi narkoba
i.

Program substitusi narkoba

j.

Perawatan dan dukungan HIV/AIDS

k. Pendidik sebaya
3.8.9. Klinik Berhenti Merokok
Klinik ini merupakan klinik konsultasi bagi para perokok yang berkeinginan
untuk menghentikan kebiasaan merokok. Klinik Berhenti Merokok (KBM)
dilaksanakan

di

puskemas,

yaitu

Puskesmas

Penumping,

Kratonan,

Purwodiningratan dan Nusukan. Di 4 Puskesmas tersebut, tenaga medis dan para


medis telah dilatih tentang pemeriksaan kesehatan paru, serta teknik konseling.
3.8.10.

32

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB IV
PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN
MENUJU SOLO SEHAT
Gambaran masyarakat Kota Surakarta (Solo) masa depan yang ingin dicapai
oleh segenap komponen masyarakat melalui Pembangunan Kesehatan Kota
Surakarta adalah : Terwujudnya Masyarakat Surakarta yang sehat, madiri dan
berbudaya. Terdapat beberapa keterkaitan dari beberapa aspek yang dapat
mendukung meningkatkan kinerja yang dihubungkan dengan pencapaian
pembangunan kesehatan, diantaranya adalah : (1) Indikator derajat kesehatan
sebagai hasil akhir, yang terdiri atas indikator-indikator mortalitas, morbiditas,
dan status gizi. (2) Indikator hasil antara, yang terdiri atas indikator keadaan
lingkungan, perilaku hidup masyarakat, akses dan mutu pelayanan kesehatan,
serta (3) Indikator proses dan masukan, yang terdiri atas indikator untuk
pelayanan kesehatan, sumber daya kesehatan, manajemen kesehatan, dan
kontribusi sektor terkait.

4. 1. Derajat Kesehatan
4.1.1. Angka Kematian
4.1.1.1. Angka Kematian Ibu
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari
derajat kesehatan masyarakat dan khususnya derajat kesehatan perempuan.
Angka ini berguna juga untuk menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu,
kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan, terutama ibu
pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas.
Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah
ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium (MDGs tujuan ke-5)
yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai
tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah kematian ibu. Angka
kematian Ibu Bersalin atau Maternal Mortality Rate (MMR) menunjukan
banyaknya ibu hamil atau ibu bersalin yang meninggal pada tiap 100.000
kelahiran hidup.
Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari
waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan

33

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras


yang terus menerus.
Dari grafik tersebut menunjukkan trend AKI Indonesia secara Nasional
dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2007, mengalami penurunan yang
signifikan dari tahun ke tahun. Namun apabila melihat target tahun 2015
yang dicanangkan MDGs maka rasanya sulit tercapai. Berdasarkan SDKI
survei terakhir tahun 2007 AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000
Kelahiran Hidup, meskipun demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia.
Sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) ada sebesar 226 per 100.000 Kelahiran Hidup dan target Millenium
Development Goals (MDGs) sebesar 102 per 100.000 Kelahiran Hidup .
Angka Kematian Ibu di Indonesia menurut Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 sebesar 359 per 100.000 kelahiran
hidup, meningkat dibandingkan hasil SDKI Tahun 2007 sebesar 228 per 100.000
kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian ibu maternal di Jawa Tengah
(berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012) sebesar 114 per
100.000 kelahiran hidup. Dengan demikian jika dibandingkan dengan angka
kematian Nasional maupun angka Jawa Tengah, angka kematian Ibu di Kota
Surakarta sudah dibawah angka Jawa Tengah dan Nasional.
Grafik
Pencapaian dan Proyeksi Angka Kematian Ibu (AKI)
Tahun 1994-2015 (Dalam 100.000 Kelahiran Hidup)

Sumber data: SDKI, 1994, 2002/2003, 2007, MDGs dan Bappenas

34

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Pendekatan lain yang dapat dipergunakan untuk melihat taraf kesehatan


ibu adalah dengan melihat data perkembangan jumlah kematian ibu hamil,
bersalin dan nifas (Maternal Mortality Rate) di Kota Surakarta menurut data
laporan program KIA/KB, sebagai berikut :

Grafik

Angka Kematian Ibu Maternal


di Kota Surakarta Tahun 2010 s/d 2014

Sumber : Program KIA Bidang Binkesmas, 2010 - 2014

Pada grafik diatas dapat diketahui bahwa angka kematian ibu maternal
masih fluktuasi. Kematian ibu

mencapai puncak tertinggi

yaitu 2010 yaitu

sebesar 91,4 kemudian menurun pada tahun 2011, 2012 dan 2013. Sedangkan
tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 71,35. Hasil
cakupan tahun 2014 ini belum mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana
Strategis Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2011 2015 yaitu 71.

35

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel
Kematian Ibu Berdasarkan Masa Maternal dan Umur
di Kota Surakarta Tahun 2014

Masa Maternal

Ibu Hamil

Ibu Bersalin

Ibu Nifas

Kematian Ibu

Kematian Ibu

2014

Kelompok
Umur
<20 tahun
20-34 tahun
35 tahun
<20 tahun
20-34 tahun
35 tahun
<20 tahun
20-34 tahun
35 tahun
<20 tahun
20-34 tahun
35 tahun
Ibu Hamil
Ibu Bersalin
Ibu Nifas

Jlh
0
1
0
0
0
0
1
1
4
1
2
4
1
0
6

%
0
100
0
0
0
0
7,69
76,92
15,38
14,29
28,57
57,14
14,29
0
85,71

Sumber : Sumber : Program KIA Bidang Binkesmas, 2014

Berdasarkan masa maternal, kematian ibu maternal terbanyak terjadi pada


ibu nifas yaitu 6 kasus (85,71 %). Menurut Kelompok umur jumlah kematian ibu
terbanyak pada umur 35 tahun

Kematian Ibu banyak terjadi pada ibu nifas dan kelompok umur 35
tahun,dapat diprediksi kejadian kematian di Surakarta sesuai dengan teori RISTI
Reproduksi,dan penyebab lainyang bisa menyebabkan kejadian kematian yaitu:

Usia Reproduksi yang berisiko untuk hamil dan bersalin

Migrasi ibu hamil yang sangat dinamis

Keterlambatan di Pelayanan Dasar yaitu tindak lanjut pertolongan dari


bidan

Stabilisas pasein pra rujukan tidak adequat, yaitu kurangnya sarana


prasana pra rujukan yang sesuai dengan standart
1. Rumah sakit sebagai tempat rujukan terlampu banyak menerima
rujukan kasus dan penangan kasus dengan SOP alur protokuler
penanganan

pasien

panjang
36

sehingga

dimungkinan

terjadi

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

keterlambatan penanganan sebagai akibat dari membludaknya jumlah


pasien
2. Dampak lain kemudahan adanya jaminan kesehatan menyebabkan
perubahan pola pikir masyarakat, misalnya dalam memutuskan untuk
menambah jumlah anak karena dalam aturan sekarang anak ke -3
masih bisa diklaim oleh jaminan kesehatan
3. Ada 2,3% Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan kontrasepsi
dan 41,4% Pasangan Usia Subur masih menggunakan kontrasepsi
MKJP.

Berdasarkan penyebab kematian ibu yaitu :

Tabel
Faktor Penyebab Kematian Ibu Maternal
di Kota Surakarta
Tahun 2014
KASUS
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

JUMLAH

Perdarahan
Eklamsi
Hipertensi
Infeksi
Partus
lama
PEB
Lain-lain
Jumlah

3
1

3
7

Penyebab kematian ibu maternal didominasi karena perdarahan dan pre


eklamsi/eklamsi (PEB). Salah satu upaya untuk pemantauan kesehatan ibu hamil
dalam bentuk pencegahan dan deteksi dini resiko tersebut melalui pemeriksaan
laboratorium bagi ibu hamil WAJIB melakukan pemeriksaan golongan darah,
pemeriksaan Hb, protein urine, reduksi urine (sesuai pedoman pelayanan ANC
Terpadu KEMENKES RI Tahun 2013).
Penyebab kematian ibu yang terjadi pada tahun 2014 adalah : 3 orang
dengan penyebab perdarahan, 1 orang dengan penyebab infeksi (ketuban pecah
dini), dan 3 orang dengan penyebab Eklamsia Berat. Terjadinya kematian ibu
biasanya terkait dengan kurangnya akses ke pelayanan kesehatan yang
berkualitas bagi ibu, terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu yang
dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil
37

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapatkan


pelayanan di fasilitas kesehatan.
Beberapa upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Surakarta
dalam rangka penurunan angka kematian ibu yaitu :

dibentuknya sistim jejaring antara Dinas Kesehatan dengan seluruh


Rumah Sakit dan Rumah Bersalin di Kota Surakarta dalam pelaporan
kejadian kematian ibu.

sistim survailance dalam pelacakan kematian

deteksi dini dengan menggunakan instrumen Score Pudji Rochyati

adanya Mitra Informasi (MI) di setiap kelurahan.

Implementasi P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan


Komplikasi), yaitu salah satu kegiatan dalam pelayanan antenatal dan
merupakan upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan
keluarganya tentang semua resiko kehamilan, bahaya kehamilan dan
persalinan, serta mengajak ibu hamil, suami, dan masyarakat sekitarnya
untuk melakukan perencanaan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih
ditemui beberapa kendala, diantara :

Sticker tidak dipasang

Pengisian data tidak lengkap

GSI (Gerakan Sayang Ibu), yaitu suatu gerakan bersama yang dilakukan
masyarakat dan pemerintah dalam rangka memenuhi hak reproduksi
perempuan dan hidup ibu dan bayi. Dengan gerakan ini diharapkan akan
muncul kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan hak hak tersebut.

Kunjungan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di


puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil resiko
tinggi dan transfer of knowledge kepada petugas puskesmas.

Kegiatan Audit Maternal Perinatal yang bertujuan untuk melakukan


analisa penyebab kematian

Kegiatan Kelas Hamil adalah kegiatan untuk pembelajaran tentang segala


seluk-beluk kehamilan, persalinan, masa nifas dan perawatan bayi, bagi
ibu hamil dan pendamping (suami atau saudara terdekat)

38

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Gambaran selengkapnya mengenai jumlah kematian ibu tiap kecamatan


dapat dilihat pada lampiran.
4.1.1.2. Angka Kematian Bayi
Selama tahun 2014 berdasarkan laporan dari Puskesmas ditemukan
bayi mati sejumlah 47 bayi, sedangkan jumlah kelahiran bayi hidup sebanyak
9.811. Dari data tersebut didapatkan angka kematian bayi sebesar 4.79 per
seribu kelahiran hidup. Dari 47 kematian bayi tersebut 7 kematian bayi karena
asfiksia, 7 kematian karena BBLR, 5 kematian karena prematur, 5 kematian
karena kelainan kongenital, 2 kematian karena penyakit jantung bawaan, 2
kematian karena pneumoni, dan sisanya dikarenakan aspirasi, hipoksia, infeksi
paru dan ikterik.
Apabila dibandingkan dengan angka tahun 2013

(3,22 per 1000

kelahiran hidup), maka mengalami peningkatan. Jika dibandingkan angka Jawa


Tengah yang sebesar 32 per seribu kelahiran hidup maka angka kematian bayi
di Surakarta lebih rendah. Demikian juga bila dibandingkan dengan target MDGs
(Millenium Development Goals) sebesar 23 per seribu kelahiran hidup, angka
kematian bayi di Kota Surakarta lebih rendah.
Angka kematian bayi bila dilihat untuk tiap-tiap kecamatan, maka angka
kematian bayi tertinggi ditemukan di kecamatan Serengan sebesar 9.52 per 1000
kelahiran hidup dan angka kematian bayi terendah ditemukan di kecamatan
Banjarsari sebesar 3.73 per 1000 kelahiran hidup. Gambaran selengkapnya
mengenai jumlah kematian bayi dapat dilihat pada lampiran.

4.1.1.3.

Angka Kematian Anak Balita

Berdasarkan laporan dari Puskesmas yang ada di kota Surakarta selama


tahun 2014 terdapat kematian anak balita sebanyak 5 anak, sedangkan jumlah
kelahiran hidup sebanyak 9.811 anak. Berdasarkan data tersebut didapatkan
angka kematian anak Balita sebesar 0,51 per 1000 anak kelahiran. Angka
tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kematian balita tahun
2013 (1.41 per 1000 kelahiran hidup). Data yang ada sudah termasuk data
kematian di rumah sakit melalui pelaporan Autopsi Verbal.
Angka kematian anak balita di Jawa Tengah sebesar 38 per 1000
kelahiran hidup, dengan demikian angka kematian balita di Surakarta jauh lebih
39

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

rendah. Demikian juga jika dibandingkan dengan target MDGs sebesar 32/1000
kelahiran hidup. Meski demikian, angka kematian balita di kota Surakarta masih
perlu mendapat perhatian.
4.1.1.4.

Angka Kematian Kasar

Berdasarkan data dari BPS (Surakarta Dalam Angka 2013) di Surakarta


ditemukan jumlah kematian untuk semua golongan umur sebanyak 4.181,
sedangkan jumlah penduduk sebesar 507.825 jiwa, sehingga didapatkan angka
kematian kasar sebesar per 8.36 per 1000 penduduk, lebih tinggi dari angka
nasional (7,4 per 1000 penduduk) namun masih di bawah angka Jawa Tengah
(8,7 per 1000 penduduk).
Gambaran selengkapnya mengenai Angka Kematian di Kota Surakarta
dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 4. Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Anak Balita
Kota Surakarta Tahun 2010 2014
Indikator
Kematian Bayi
(per 1000 kelahiran hidup)
Kematian Balita
(per 1000 kelahiran hidup)
Kematian Ibu
(per 100.000 kelahiran hidup )
Angka Kematian Kasar
(per 1000 jiwa)

2010

2011

5,67

4,7

6,02

3,22

4,79

Angka
JaTeng
10,34

1,8

1,0

0,59

1,41

0,51

11,5

44

153,8

39,4

59,2

30,2

71,35

116

228

8,46

9,11

8,36

8,7

40

2012

2013

2014

Angka
Nas.
34

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2. MORBIDITAS
4.1.2.1

Pola Penyakit
Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari
masyarakat

(community

based

data)

yang

diperoleh

melalui

pengumpulan data Puskesmas melalui sistem pencatatan dan


pelaporan yang ada. Gambaran 10 penyakit terbesar pada pasien
rawat jalan di Puskesmas pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :
Tabel 5. Pola Penyakit Pada Rawat Jalan Puskesmas
Di Kota Surakarta Tahun 2014

NO
1 Influenza

NAMA PENYAKIT

JUMLAH
73.530

%
11,64

2 Essential (primary) hypertension

60.581

9,59

3 Acute Nasopharingitis (common cold)

51.491

8,15

4 Myalgia

46.390

7,34

5 Gastritis and duodenitis

32.675

5,17

6 Pharingitis

25.128

3,98

7 Cephalgia

17.743

2,81

8 Diabetes mellitus

17.333

2,74

9 Kelainan pulpa dan jaringan periapikal

16.186

2,56

15.852

2,51

10 Obstetri Febris

4.1.2.2

Penyakit Bersumber Binatang

4.1.2.2.1. Penyakit Demam Berdarah Dengue


4.1.2.2.1.1.

Angka Kesakitan (Incedence Rate)

Berdasarkan data kasus DBD dan DD tahun 2014 Kota Surakarta


merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dan 5
kecamatan yang ada semua merupakan daerah endemis. Dari 51 Kelurahan
yang ada, hanya 31,37% (16 kelurahan) yang bebas DBD, yaitu kelurahan
Laweyan, Penumping, Kerten, Kratonan, Gajahan, Kauman, Kampung Baru,
Kedung Lumbu, Purwodiningratan, Gandekan, Sudiroprajan, Kepatihan Wetan,
41

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Setabelan, Keprabon, Ketelan, dan Timuran. Sisanya 20 kelurahan endemis dan


15 kelurahan sporadis.
Berdasarkan laporan pengamatan penyakit dari Puskesmas,
selama tahun 2014 ditemukan kasus Penyakit Demam Berdarah sebanyak 256
kasus yang tersebar di 17 wilayah Puskesmas di Kota Surakarta. Jumlah kasus
terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Gambirsari sebanyak 64 kasus, diikuti
oleh wilayah Puskesmas Sibela sebanyak 33 kasus dan wilayah Puskesmas
Pucangsawit 25 kasus. Sedangkan untuk puskesmas lainnya jumlah kasus
berkisar antara 10 22 kasus. Satu-satunya wilayah puskesmas yang bebas
DBD adalah wilayah Puskesmas Setabelan.
Dengan jumlah kasus sebanyak 256, maka didapatkan angka
kesakitan (insidence rate/IR) sebesar 5,04 per 10.000

penduduk. Angka ini

sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2013 dimana IR tahun 2013 sebesar 5,56
per 10.000 penduduk. Dengan demikian target Renstra Kota Surakarta untuk
indikator Incidence rate (IR) DBD < 4 per 10.000 penduduk tidak tercapai,
termasuk untuk target nasional yaitu IR < 2 % .
Berdasarkan hasil pemantauan jentik berkala, angka bebas

jentik

sebesar 94,1% menurun jika dibandingkan tahun 2013 (95,36%). Angka ini
masih di bawah target (>95%). Untuk itu, masyarakat tetap perlu ditingkatkan
pengertiannya tentang arti pentingnya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN), yang merupakan upaya paling efektif dalam mencegah penyakit DBD.
Namun mengingat PJB yang dilakukan tidak semua rumah (hanya sampel) maka
perlu adanya cross cek yang lebih intensif apakah memang angka bebas jentik
yang sesungguhnya sebesar itu, termasuk juga evaluasi untuk metode sampling
yang dilakukan. Masih perlunya peningkatan koordinasi penggerakan PSN di
masyarakat.
Upaya upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan
pemberantasan penyakit demam berdarah adalah Promosi tentang pencegahan
dan penanggulangan penyakit demam berdarah melalui kegiatan JUSE (Jumat
Sehat), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di semua kelurahan sampai ke
tingkat RW, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),

Pemantauan Jentik

Berkala (PJB), Abatesasi Selektif (AS), Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap


ada kasus dan fogging focus bagi yang memenuhi kriteria.

42

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.2.1.2 Angka Kematian Demam Berdarah (Case Fatality Rate/CFR)

Dari 256 kasus DBD di Kota Surakarta, 4 diantaranya meninggal dunia,


sehingga didapatkan CFR sebesar 1,6%, Kematian terjadi di wilayah Puskesmas
Purwosari, Ngoresan, Pucabgsawit dan Manahan masing-masing 1 kasus.
Gambaran selengkapnya tentang jumlah kasus dan yang meninggal untuk tiaptiap Puskesmas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 6. Sebaran Kasus DBD DAN CFR menurut Puskesmas
Di Kota Surakarta Tahun 2014
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

PUSKESMAS

JUMLAH
KASUS

Pajang
Penumping
Purwosari
Jayengan
Kratonan
Gajahan
Sangkrah
Purwodiningaratan
Ngoresan
Sibela
Pucangsawit
Nusukan
Manahan
Gilingan
Banyuanyar
Setabelan
Gambirsari
KOTA

4.1.2.2.1.3.

6
8
8
16
11
7
2
3
11
33
25
19
22
12
9
0
64
256

JUMLAH
KEMATIAN
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
4

CFR
0
0
12,5
0
0
0
0
0
9,1
0
4,0
0
4,5
0
0
0
0
1,6

Pelayanan terhadap Penderita DBD

Seluruh penderita DBD di Kota Surakarta yang berobat ke sarana


pelayanan kesehatan, sudah mendapatkan pelayanan. Dengan kata lain
cakupan pelayanan penderita DBD di Kota Surakarta mencapai 100%. Sehingga
43

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

target yang ditetapkan dalam SPM sudah tercapai. Walaupun demikian, dengan
masih adanya penderita yang meninggal, menunjukkan kualitas penanganannya
masih perlu ditingkatkan.
Penanganan penderita DBD memerlukan kecepatan dan ketepatan,
baik di tingkat masyarakat maupun di sarana pelayanan kesehatan. Tidak
terpenuhinya kedua hal tersebut dapat berakibat fatal bagi penderita, karena
akan mempertinggi resiko terjadinya kematian. Di tingkat masyarakat diharapkan
ada kewaspadaan dini melalui kegiatan Kelurahan Siaga sehingga apabila terjadi
kasus dapat diambil keputusan yang tepat dan segera dirujuk. Dalam hal
kecepatan penanganan, semua sarana pelayanan kesehatan di Kota Surakarta
menempatkan penderita DBD sebagai prioritas. Sedangkan dalam hal ketepatan
penanganan, upaya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan selalu dilakukan
antara lain melalui ceramah klinik serta pertemuan tatalaksana penyakit DBD.

4.1.2.2.2. Penyakit Malaria

Kota Surakarta tidak termasuk daerah endemis penyakit malaria. Meski


demikian upaya kewaspadaan dini terhadap penularan kasus impor/eksodus dari
daerah lain yang endemis tetap dilakukan. Upaya deteksi dini dilakukan melalui
pemeriksaan klinis di Puskesmas. Berdasarkan laporan dari Puskesmas, maka
selama tahun 2014 tidak ditemukan kasus malaria baik secara klinis maupun
laboratorium.

44

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.3. Penyakit Menular Langsung

4.1.2.3.1. Penyakit TB Paru


4.1.2.3.1.1. Penemuan Penderita Penyakit TB Paru (CDR)

Angka

Penemuan penderita TB Paru dengan BTA + (CDR=Crude

Death Rate) pada tahun 2014 sebesar 62,3% (319 kasus). Jika dibandingkan
angka penemuan tahun 2013 (53,74%) terjadi sedikit peningkatan namun belum
mencapai target Renstra Kota Surakarta yang ditetapkan yaitu sebesar 80%.
Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka tidak ada Puskesmas yang dengan
CDR

mencapai 80%. Jika dibandingkan angka Jawa Tengah yang sebesar

59%, maka pencapaian Kota Surakarta lebih tinggi.


Pencapaian CDR TB di Kota Surakarta didukung oleh UPK Puskesmas
dan Rumah Sakit. Salah satu penyebab kurang optimalnya dalam peningkatan
CDR TB karena belum adanya dukungan pelaksanaan strategi DOTS oleh
dokter praktek swasta (DPS), walaupun upaya sosialisasi strategi DOTS kepada
DPS sudah dilaksanakan. Upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan
CDR adalah dengan melakukan jejaring dengan Puskesmas, Rumah sakit,
LAPAS dan BBKPM. Penemuan penderita juga secara aktif case finding oleh
puskesmas. Untuk meningkatkan pemulihan bagi penderita TB diberikan
bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan transport rujukan
pemeriksaan ke BBKPM. Dan untuk mengantisipasi drop out pengobatan maka
dilakukan program pemantauan minum obat (PMO) oleh kader atau keluarga
dekat.

4.1.2.3.1.2. Angka Kesembuhan (Cure rate)


Pada

semua

penderita

TB

Paru

yang

ditemukan,

dilakukan

pengobatan. Dari yang diobati, maka angka kesembuhan penyakit TB Paru


tahun 2013 sebesar 89,05%. Pada tahun 2014, mengalami penurunan menjadi
87,36%. Ini masih di bawah target Renstra Kota Surakarta sebesar 98%, tetapi
sudah diatas target nasional 85%. Upaya untuk peningkatan angka kesembuhan
dengan pemberian PMT

(Pemberian Makanan Tambahan),

dan untuk

mengantisipasi Drop Out pengobatan diberikan transport PMO (Pengawas

45

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

minum obat). Jejaring eksternal dengan UPK pelayanan TB DOTS dilakukan


secara berkala untuk pelacakan kasus TB yang mangkir.
Gambaran selengkapnya mengenai penyakit TB Paru dapat dilihat pada
lampiran.

4.1.2.3.2. Penyakit Diare


Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit Puskesmas, selama
tahun 2014, ditemukan kasus diare sebanyak 12.677 (50% dari perkiraan jumlah
kasus diare). Angka ini masih di bawah cakupan penemuan yang diharapkan
sebesar 80%. Dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2013 (14.683
kasus), terjadi penurunan jumlah kasus. Jika dilihat angkanya cukup rendah, ini
dimungkinkan karena yang dilaporkan hanya yang berkunjung ke Puskesmas
saja, belum termasuk yang ke sarana pelayanan kesehatan lain (rumah sakit,
balai pengobatan, dan dokter praktek swasta).
Kasus diare berhubungan dengan perilaku masyarakat, penyediaan
kualitas air bersih dan kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat
kesehatan. Jika dilihat dari akses tehadap air bersih, sebenarnya seluruh
keluarga yang ada sudah memiliki akses terhadap air bersih. Sedangkan untuk
kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat masih sebesar 92.6%.
Upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanggulangan diare adalah upaya
promosi melalui penjaja makanan dan mengoptimalkan klinik sanitasi di
Puskesmas.

4.1.2.3.3. Penyakit ISPA


Penyakit infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit
yang sering terjadi pada anak dan juga merupakan salah satu penyebab utama
kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40% - 60% kunjungan berobat
di Puskesmas dan 15% - 30% kunjungan berobat di bagian rawat jalan dan
rawat inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA. Menurut survei kesehatan rumah
tangga (SKRT) tahun 2012, penyakit Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian bayi usia 0 11 bulan
dan balita (1 5 tahun). Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit
Puskesmas, pada tahun 2014 di kota Surakarta ditemukan kasus pneumonia
46

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Balita sebanyak 90 kasus (1 persen dari perkiraan penderita pneumoni balita).


Perkiraan

penderita Pneumonia pada balita adalah 10 persen jumlah balita

(50.782 balita).
Sejak tahun 1990 Pengendalian penyakit ISPA menitikberatkan
kegiatan penanggulangannya pada Pneumonia Balita. Tujuan pemberantasan
penyakit ISPA ialah menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat
Pneumonia pada bayi dan balita. Untuk mencapai hasil tersebut pemberantasan
ISPA memerlukan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dukungan
dari lintas program, lintas sektor dan dilaksanakan secara terpadu dengan
mengikut sertakan masyarakat secara aktif termasuk dunia usaha.

4.1.2.3.4. Penyakit Campak


Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat potensial untuk
menimbulkan wabah. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi
campak. Kasus penyakit campak akan diperburuk dengan gizi buruk sehingga
dapat meningkatkan angka kematian karena campak. Indonesia adalah negara
keempat terbesar penduduknya di dunia yang memiliki angka kesakitan campak
sekitar satu juta pertahun dengan 30.000 kematian, yang menyebabkan
Indonesia menjadi salah satu prioritas yang diidentifikasikan oleh WHO dan
UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari
reduksi campak dengan strategi cakupan rutin yang tinggi (>90%) di setiap
kabupaten/kota serta memastikan semua anak mendapatkan kesempatan kedua
untuk imunisasi campak. Kekebalan yang terbentuk adalah 85 persen

pada

kesempatan pertama dan 95 persen pada kesempatan ke dua.


Berdasarkan laporan hasil cakupan imunisasi dari Puskesmas pada
tahun 2014 cakupan imunisasi campak pada bayi sebesar 96,3 persen
sedangkan pada anak Sekolah Dasar sebesar 97,2 persen. Keduanya
menunjukkan cakupan yang tinggi diatas target nasional (> 95 persen) akan
tetapi masih ditemukan adanya kasus campak sebanyak 3 kasus campak klinis
di Kelurahan Sangkrah, Jebres serta

Mojosongo.

Ini terjadi karena

kemungkinan masih adanya bayi dan balita yang tidak terimunisasi karena
berbagai sebab. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dari 3 kasus
campak klinis menunjukkan 3 positif campak.
47

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.3.5. Penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS

Berdasarkan

laporan

dari

Puskesmas,

selama

tahun

2014

ditemukankan kasus baru penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual) sebanyak 71


terdiri dari HIV 18 orang, AIDS 47 orang, dan Syphilis 6 orang. Jumlah total
kasus IMS sebanyak 309 kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan
dengan jumlah kasus IMS tahun 2013 sebanyak 1.311 kasus. Penemuan kasus
diperoleh dengan adanya puskesmas yang membuka pelayanan klinik IMS
secara efektif, yaitu puskesmas Sangkrah dan Manahan. Dari semua kasus
tersebut, sebanyak 1.311 kasus (100%) sudah dilakukan pengobatan.
Pada tahun 2013 ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 65 orang yang
terdiri dari 18 kasus HIV dan 47 kasus AIDS. Data diperoleh dari Layanan VCT
yang ada di kota Surakarta. Dari sejumlah kasus tersebut semuanya telah
ditangani. Penemuan belum sesuai estimasi penderita yang ada. Kasus
HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es sehingga masih banyak kasus yang
sebenarnya ada tapi belum bisa terdeteksi. Oleh karena itu perlu upaya
peningkatan penemuan kasus HIV/AIDS. Upaya peningkatan HIV AIDS sudah
dilakukan dengan kegiatan VCT mobile di populasi beresiko.

4.1.2.3.6. Kasus Accute Flaccid Paralysis (AFP)

Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat dibasmi
berdasarkan pemikiran bahwa virus polio akan mati bila disingkirkan dari tubuh
manusia dengan cara pemberian imunisasi. Eradikasi polio secara global akan
memberikan keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek yang dikeluarkan
untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan seberapa dibanding dengan
keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang. Tidak ada lagi anak-anak
yang menjadi cacat karena polio. Biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi
penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio akan dapat dihemat. Dalam
rangka upaya membebaskan Indonesia dari penyakit Polio maka telah
dilaksanakan program Eradikasi Polio (ERAPO) yang meliputi pemberian
imunisasi polio secara rutin, pemberian imunisasi tambahan (PIN, Sub-PIN,

48

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Mopping-up) pada anak balita, surveilans AFP dan pengamanan virus polio di
laboratorium.
Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua
kasus kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan sifatnya layuh (flaccid),
seperti kelumpuhan pada poliomyelitis, terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun
yang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit polio, dalam upaya
untuk menemukan adanya transmisi virus polio liar. Hasil pemeriksaan virologist
dan klinis akan membuktikan secara sah dan meyakinkan apakah semua kasus
AFP yang terjaring termasuk kasus polio atau tidak, sehingga akhirnya dapat
diketahui apakah masih ada polio liar di masyarakat.
Target penemuan kasus AFP dalam satu wilayah minimal 2 kasus AFP
diantara 100.000 anak usia <15 tahun per tahun. Berdasarkan surveilans aktif
rumah sakit pada tahun 2013 di kota Surakarta ditemukan 1 kasus AFP,
sehingga diperoleh AFP rate sebesar 0,86 atau masih dibawah target yang
ditentukan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 1 kasus tersebut adalah
negatif membuktikan bahwa tidak ada virus polio liar di kota Surakarta pada
tahun 2014.

4.1.2.3.7. Pencegahan Penyakit Kusta

Pemberantasan penyakit kusta di Kota Surakarta mempunyai tujuan


melakukan eliminasi kusta kurang dari 1 per 10.000 penduduk baik di tingkat
Kota maupun di tingkat Puskesmas. Kegiatan pemberantasan kusta difokuskan
pada pencarian penderita baik secara aktif maupun pasif. Pengobatan penderita
tipe PB maupun MB dengan Multy Drug Therapy (MDT). Selain itu upaya
pencegahan dan perawatan cacat serta penyuluhan kesehatan. Dari hasil
pengamatan penyakit kusta, secara epidemiologis Kota Surakarta sudah
mencapai Eliminasi Kusta sejak tahun 1990. Selama tahun 2014 tidak ditemukan
kasus kusta Tipe PB di Puskesmas, namun ada 6 kasus kusta tipe MB yang
tersebar di puskesmas Sibela (2 kasus), dan masing-masing 1 kasus di
Puskesmas Pajang, Kratonan, Ngoresan dan Manahan. Prevalensi rate tahun
2014 adalah 0,1 per 10.000, berarti

prevalance sudah di bawah stndar

Nasional yaitu < 1 per 10.000. Dari 6 kasus yang ada, terdapat1 kasus penderita
dengan cacat tingkat 2. Semua kasus yang ditemukan telah dilakukan
49

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pengobatan. Upaya yang dilakukan untuk memberantas Penyakit Kusta di Kota


Surakarta adalah dengan kegiatan Chase Survey, pemeriksaan kontak
penderita, termasuk yang telah RFT dimonitor setiap tahun terus-menerus
sampai waktu 5 tahun.

4.1.2.4.

Penyakit Tidak Menular


Peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) akan menambah jumlah

lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di
masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Prevalensi penyakit
menular mengalami penurunan, sedangkan penyakit tidak menular (PTM)
cenderung mengalami peningkatan. Secara nasional proporsi kematian akibat
PTM meningkat. Sedangkan secara global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperkirakan PTM telah menyebabkan 60 persen kematian dan 43 persen
kesakitan.
Di Jawa Tengah jumlah kasus PTM

berdasarkan informasi dari

puskesmas dan rumah sakit menunjukkan angka yang cukup fantastis dan
meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga di kota Surakarta, berdasarkan
laporan dari puskesmas dan rumah sakit tahun 2014 terjadi peningkatan pada
hampir semua jenis PTM bila dibandingkan tahun 2013.
Keadaan ini perlu segera ditanggulangi, karena sesungguhnya PTM
merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risikonya dikendalikan.
Pencegahan dan penanggulangan PTM merupakan kombinasi upaya inisiatif
pemeliharaan kesehatan mandiri oleh petugas dan individu yang bersangkutan
yang dapat dilakukan melalui kegiatan deteksi dini faktor risiko bersama PTM
berbasis masyarakat yaitu Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit
Tidak Menular).

4.1.2.4.1. Penyakit Hipertensi


Penyakit hipertensi masuk pada 10 besar penyakit di Puskesmas. Jika
dilihat berdasarkan penyakit tidak menular maka menempati urutan pertama.
Kasus yang ditemukan pada tahun 2014 dari laporan Puskesmas sebanyak
65.252 kasus (hipertensi essensial). Angka tersebut hampir sama dengan jumlah
kasus tahun 2013 sebanyak 65.252 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa pola
penyakit degeneratif perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak.
50

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.4.2. Penyakit Diabetes Melitus (DM)


Kasus penyakit Diabetes Melitus masuk dalam 10 besar pola penyakit.
Pada tahun 2014, ditemukan kasus Diabetes mellitus tidak tergantung insulin
sebanyak 17.696 (data Puskesmas)

dan 11.349 (data Rumah Sakit).

Sedangkan untuk DM yang tergantung insulin ditemukan 1.044 (data


Puskesmas) dan 913 (data rumah sakit). Jika dihitung prevalensinya maka
diperoleh angka sebesar 6.105 per 100.000 penduduk. Kasus yang ditemukan
pada tahun 2013 adalah sebesar 4.500 per 100.000. Dari pola penyakit tidak
menular menunjukkan bahwa saat ini pola penyakit masyarakat sudah bergeser
ke arah pola penyakit degeneratif. Gambaran selengkapnya mengenai pola
penyakit tidak menular dapat dilihat pada lampiran.

4.1.2.5.

Kejadian Luar Biasa

Dari hasil kegiatan pengamatan penyakit Dinas Kesehatan Kota


Surakarta selama tahun 2014 tidak ditemukan adanya KLB (Kejadian Luar
Biasa). Hal ini merupakan prestasi yang baik karena berarti antisipasi sudah
dilakukan untuk mencegah terjadinya KLB. Meskipun demikian, tetap diperlukan
kewaspadaan agar prestasi dapat terus dipertahankan.

4.1.3. Status Gizi Balita


Data status gizi balita tahun 2014 diperoleh dari hasil penimbangan
serentak yang dilakukan pada bulan November 2014 pada 602 posyandu se
Kota Surakarta. Dari rekap hasil pengukuran status gizi diketahui bahwa tidak
ditemukan balita dengan status gizi buruk (0%), sama seperti tahun 2013
sebesar 0%. Sedangkan prevalensi balita dengan status gizi kurang sebesar
2,6% dengan perincian pada balita laki-laki sebesar 2,8% dan perempuan
sebesar 3.58%. Data tertinggi berada di Puskesmas Setabelan sebesar 8,42 %.
Prevalensi balita gizi kurang Kota Surakarta tahun ini sudah memenuhi target
yaitu kurang dari 15 %, dan bila dibandingkan dengan data tahun 2013 sebasar
3,71% yang berarti mengalami perbaikan.

51

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Capaian ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kota untuk


menanggulangi permasalahan gizi di masyarakat yaitu dengan program PMT
Pemulihan dari dana APBD Kota Surakarta dengan pendampingan dan
pemantauan berkala dari petugas puskesmas.
Permasalahan gizi yang ada, disamping gizi kurang dan gizi buruk adalah
status gizi lebih. Semakin mudahnya akses terhadap berbagai jenis makanan
dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pola makan dengan
gizi seimbang akan berpengaruh terhadap peningkatan prevalensi gizi lebih.
Di Kota Surakarta diperoleh data balita dengan status gizi lebih tahun
2014 sebesar 3,7%. Meningkat cukup tajam dibanding tahun lalu (1,45%). Data
status gizi lebih terbanyak di Puskesmas Manahan (10,1%). Dampak dari kasus
gizi lebih adalah kecenderungan beresiko terhadap penyakit-penyakit metabolik
dan degeneratif. Upaya pencegahan yang telah dilakukan adalah penyuluhan
dan konseling gizi di Puskesmas bersama dengan pengelola program PTM.
Status gizi balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena akibat
yang bisa timbul bila status gizi balita buruk diantaranya adalah :
a. Adanya gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak
b. Penurunan tingkat kecerdasan/IQ
c. Rentan terhadap berbagai macam penyakit
Kemungkinan penyebab masih ditemukannya balita dengan status gizi buruk dan
kurang adalah :
a. Daya beli

masyarakat yang masih rendah karena faktor pendapatan

keluarga
b. Pola makan keluarga yang belum menerapkan pola makan gizi seimbang
Data yang diperoleh dari hasil pendataan PHBS Rumah Tangga tahun
2014, keluarga sadar gizi di Kota Surakarta mencapai 84,1% dari jumlah
keluarga yang didata sebanyak 82.295 KK. Jika dilihat dari hasil pendataan
tersebut, maka berarti masih cukup banyak (15,9%) keluarga yang belum
menerapkan pola makan gizi seimbang, sehingga masih dijumpai balita gizi
kurang dan balita gizi lebih.
Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka meningkatkan status gizi
masyarakat diantaranya :
a. Promosi pentingnya penyediaan menu dengan gizi seimbang
b. Peningkatan cakupan keluarga sadar gizi, dengan optimalisasi pendataan
52

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

c. Pemberian makanan tambahan bagi Balita dengan gizi buruk atau gizi
kurang
d. Pemberian makanan tambahan bagi Ibu hamil KEK
e. Pemantapan SKPG

Gambaran selengkapnya dapat di lihat pada Tabel dan Grafik sebagai berikut :
Grafik 3. Status Gizi Balita menurut Kecamatan Tahun 2014

4.1.3. BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah )


Gambaran tentang status gizi bayi baru lahir dapat dilihat dari
angka berat badan saat lahir. Selama tahun 2014, berdasarkan laporan
Puskesmas ditemukan bayi baru lahir dengan Berat Lahir Rendah (<
2500 g) sebanyak 216 (2,2%). Angka tersebut hampir sama dengan
angka BBLR tahun 2013 (2,2%). Angka BBLR tertinggi berada di wilayah
Puskesmas Sangkrah (6,14%) dan terrendah ada wilayah Puskesmas
53

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Gambirsari (0,25%). Angka ini tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun
2013.
Jika dilihat dari Status Gizi Bumil, angka Bumil KEK tertinggi
terjadi di Puskesmas Ngoresan (8,6%). Gambaran selengkapnya
mengenai BBLR dapat dilihat pada tabel 29.
Masih ditemukanya kasus BBLR erat hubungannnya dengan :
a. Status gizi ibu pada waktu hamil rendah (2,9%) ibu hamil menderita
Kurang Energi Kronis / KEK)
b. Faktor kurangnya pengetahuan ibu, mengingat tingkat pendidikan ibu
rata-rata SD dan SMP
c. Faktor ibu bekerja di sektor industri dan jasa
d. Rendahnya daya beli keluarga (Masyarakat Miskin)
Gambaran mengenai status gizi bayi baru lahir menurut kecamatan di
kota Surakarta tahun 2014 dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 4. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah


Di Kota Surakarta Tahun 2010 -2014

4.1.5. Status Gizi Ibu Hamil


Status gizi ibu hamil dapat dilihat dari banyaknya ibu hamil yang
menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemi Gizi Besi (AGB). Pada tahun
2014, berdasarkan laporan Puskesmas, ditemukan Ibu hamil KEK sebanyak
54

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

(2,90%) 308 orang, dari sasaran ibu hamil sebanyak 10.649. Jika dibandingkan
angka tahun 2013 yang sebesar 4,30% maka prosentase ibu hamil menderita
KEK mengalami penurunan. Jika dilihat angka di tiap kecamatan maka angka
Bumil KEK terbesar ada di wilayah kerja Puskesmas Ngoresan sebesar 8,6%
dan Angka Bumil KEK terkecil berada di wilayah kerja Puskesmas Pajang
sebesar 0,4%. Gambaran mengenai status gizi Ibu hamil dapat dilihat pada
grafik berikut ini.
Grafik 5. Jumlah Ibu Hamil KEK menurut Kecamatan
Se-Kota Surakarta Tahun 2010 - 2014

4.1.6. Pemberian Tablet Fe Bagi Ibu Hamil

Tablet Fe adalah tablet yang mengandung Fe dan asam folat. Ibu hamil
mendapat Fe 3 adalah ibu yang selama kehamilannya minimal mendapat 90
tablet Fe. Distribusi tablet Fe ditujukan untuk mengurangi kasus kurang darah
(anemia) pada ibu hamil. Program pemberian tablet Fe gratis baru terbatas pada
ibu hamil karena besarnya dana yang dibutuhkan untuk bisa menyediakan tablet
Fe bagi seluruh ibu hamil minimal 90 tablet per ibu hamil, juga terkait dampak
resiko terhadap kematian ibu saat persalinan karena perdarahan.

55

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Capaian distribusi tablet Fe3 (90 tablet) tahun 2014 di Kota Surakarta
sebesar 98,78%, melampaui target Kementerian Kesehatan sebesar 95%, di
seluruh wilayah Puskesmas, bahkan 3 (tiga) puskesmas diantaranya yaitu
Puskesmas Kratonan, Ngoresan dan Sibela telah menditribusikan Fe3 sebesar
100% kepada seluruh ibu hamil yang ada di wilayah masing-masing. Secara
keseluruhan di tingkat Kota, capaian distribusi tablet Fe tahun 2014 mengalami
peningkatan dibanding tahun 2013 (97,50 %).
Jika dilihat dari angka Bumil Anemia untuk Kota Surkarta tahun 2014
sebesar 5,7%, dengan angka tertinggi terjadi di puskesmas Ngoresan. Hal ini
tidak sejalan dengan angka capaian distribuasi tablet Fe3. Melihat capaian
distribusi tablet Fe yang sudah baik di Kota Surakarta, yang dibutuhkan
berikutnya adalah adanya personil atau masyarakat yang berperan sebagai
pengawas minum tablet Fe. Sehingga dapat diyakinkan bahwa tablet Fe yang
telah diterima oleh ibu hamil memang benar-benar diminum sesuai ketentuan.
Khusus di Kota Surakarta, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan ketentuan dosis
pemberian tablet Fe untuk ibu hamil anemia adalah 2 tablet sehari sebagai dosis
pengobatan dan untuk ibu hamil dengan Hb normal diberikan 1 tablet sehari
sebagai dosis pencegahan.

4.1.7. Kelurahan Dengan Garam Beriodium Baik


Garam beriodium adalah garam (NaCl) yang diperkaya dengan iodium
melalui proses iodisasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan
kandungan Kalium Iodat (KiO3). Kelurahan dengan garam beriodium baik adalah
kelurahan dimana lebih dari 90 % rumah tangga yang tinggal di wilayah tersebut
mengkonsumsi garam beriodium.
Persentase kelurahan dengan garam beriodium baik di Kota Surakarta
tahun 2014 adalah 100%.Ini menunjukkan bahwa sebanyak 51 kelurahan yang
ada di Kota Surakarta, rumah tangga yang tinggal masing-masing lebih dari 90%
mengkonsumsi garam beriodium cukup. Ini bisa dicapai berkat kerjasama dan
peran serta dari berbagai pihak, baik lintas program melalui promosi kesehatan
dan lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim Penanggulangan GAKI Kota
Surakarta. Tim ini bekerja sebagai wujud pelaksanaan Perda No 14 Tahun 2003
tentang Pengendalian Peredaran Garam di Kota Surakarta.

56

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.8. Kecamatan Rawan Gizi


Dari 5 (lima) kecamatan yang ada di Kota Surakarta, maka keseluruhan
merupakan kecamatan bebas rawan gizi. Dasar penentuan kecamatan rawan
gizi adalah besarnya kasus gizi buruk (BGM + BGT) di 5 (lima) wilayah
kecamatan masing-masing kurang dari 20%. Berdasarkan hasil tersebut, maka
berarti tidak ada kecamatan rawan gizi di Kota Surakarta. Namun demikian,
masih tetap perlu dicermati adanya kasus-kasus gizi buruk yang terjadi meskipun
prevalensinya tidak besar.
4.1.9. Bayi, Balita dan Ibu Nifas mendapat Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi
Vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia. Selain untuk
kesehatan mata sebagai fungsi utama, vitamin A sangat bermanfaat untuk
pertumbuhan, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, memperkuat
daya tahan tubuh, membantu fungsi reproduksi dan sel-sel syaraf. Pada ibu nifas
yang cukup mendapat vitamin A akan meningkatkan kandungan vitamin A dalam
ASI, sehingga bayi yang disusui lebih kebal terhadap penyakit. Disamping itu
kesehatan ibu lebih cepat pulih. Oleh karena konsumsi sehari-hari sumber
vitamin A rendah, maka untuk memenuhi kebutuhan tubuh perlu suplementasi
kapsul vitamin A.
Kapsul vitamin A adalah kapsul yang mengandung vitamin A dosis
tinggi, yaitu 100.000 Satuan Internasional (SI) yang berwarna biru untuk bayi
umur 6-11 bulan dan 200.000 SI yang berwarna merah untuk anak balita 12-59
bulan. Pemberian kapsul vitamin A bayi dan anak balita dilakukan pada bulan
Februari dan Agustus, sedangkan ibu nifas mendapatkan 2 (dua) kapsul vitamin
A selama masa nifas.
Hasil cakupan pemberian kapsul vitamin A tahun 2014 di Kota Surakarta
pada bayi dan anak balita mencapai 100% dari target Kementerian Kesehatan
85%. Sedangkan pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas mencapai 99,97%.
Diketahui hanya 1 (satu) Puskesmas yang cakupan pemberian vitamin A ibu
nifas belum 100% yaitu Puskesmas Jayengan.
Tingginya cakupan pemberian vitamin A di Kota Surakarta dikarenakan
seluruh posyandu yang ada sebanyak 602 posyandu semuanya dalam kategori
aktif serta mudahnya akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, dan

57

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

tentunya peran aktif dari promosi kesehatan baik berupa penyuluhan langsung
maupun melalui media massa yang ada di Kota Surakarta.
Di Kota Surakarta pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi juga mulai
diberikan bagi Balita sakit. Pemberian ini diintegrasikan dengan program
manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Berdasarkan laporan Puskesmas,
jumlah balita sakit yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi sebanyak 1.797
anak.
4.1.10. Pemberian ASI Eksklusif
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif adalah bayi 0-6 bulan yang diberi ASI
saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral
berdasarkan recall 24 jam. Cakupan pemberian ASI Eksklusif diperoleh dari hasil
pendataan yang dilakukan oleh kader pada bulan Februari dan Agustus setiap
tahunnya.
Target bayi mendapatkan ASI Eksklusif dari Kementerian Kesehatan
adalah 80%, sementara capaian di Kota Surakarta tahun 2014 sebesar 67,7%.
Dengan sebaran capaian tertinggi di Puskesmas Gajahan 89,9% dan capaian
terendah di Puskesmas Ngoresan 54,5%. Angka capaian Kota Surakarta bila
dilihat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan cukup signifikan.
Dari sisi pengetahuan ibu, sebenarnya hampir semua ibu sudah terpapar
penyuluhan ASI oleh petugas kesehatan ataupun media promosi yang lain. Akan
tetapi perilaku ibu untuk memberikan ASI yang memang masih perlu diluruskan.
Kendala yang dihadapi yang menjadikan seorang ibu tidak memberikan ASI
Eksklusif antara lain karena ibu bekerja, ASI tidak cukup, bayi rewel, payudara
kecil sehingga kurang percaya diri, dan lain-lain.
Beberapa upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan cakupan ASI
Eksklusif adalah :

Kegiatan Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu)


Adalah kegiatan kelompok masyarakat yang terdiri dari ibu hamil dan ibu
menyusui dengan didampingi oleh motivator dari kalangan mereka sendiri
yang telah diberi pelatihan khusus, serta fasilitator dari puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman
dan informasi tentang pemberian ASI. Sampai dengan tahun 2012 telah
dibentuk KP-Ibu hampir di seluruh kelurahan.
58

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Advokasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ke sarana pelayanan kesehatan

Advokasi penyediaan ruang Laktasi di Perkantoran dan Tempat-Tempat


Umum.
Kondisi

saat

ini

menunjukkan

bahwa

selain

pengetahuan,

ibu

membutuhkan dukungan yang lebih intensif dari lingkungan di sekitarnya untuk


dapat melaksanakan praktek pemberian ASI secara optimal. Dengan terbitnya
PP no 33 tahun 2012 tentang

Pemberian ASI Eksklusif, setidaknya dapat

memberi pedoman bagi fasilitas kesehatan untuk ikut mendukung pemberian ASI
dan mengurangi penggunaan susu formula setelah persalinan.

4.2. INDIKATOR PERILAKU MASYARAKAT


4.2.1. PHBS

Faktor yang terbesar dalam mempengaruhi derajat kesehatan menurut


H.L. Blum adalah faktor perilaku masyarakat. Dengan mewujudkan perilaku yang
sehat, diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu
dan

anak

akibat

kurangnya

kesadaran/pengetahuan

masyarakat

dalam

mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. Indikator perilaku hidup bersih dan


sehat masyarakat terbagi menjadi 3 (tiga) tatanan, yakni tatanan rumah tangga,
tatanan institusi dan tatanan tempat-tempat umum (TTU). Untuk data profil
kesehatan hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga.
Dari 194.961 rumah tangga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan
PHBS sebesar 42,2%. Dari rumah tangga

yang diperiksa tersebut, 91,3%

berada pada tatanan rumah tangga sehat utama dan paripurna. Bila
dibandingkan dengan target Renstra Dinas Kesehatan Kota Surakarta (72,5%)
dan Renstra Kementerian Kesehatan RI (70%), maka capaian Kota Surakarta
sudah melampaui target yang diharapkan. Gambaran tentang rumah tangga
yang berperilaku hidup bersih dan sehat dapat dilihat pada lampiran.
Dilihat dari indikator penilaiannya, maka indikator yang pencapaiannya
terrendah adalah keluarga bebas asap rokok. Ini berarti bahwa mayoritas
keluarga yang ada di Kota Surakarta terpapar asap rokok.
Indikator SPM menargetkan bahwa 65% rumah tangga pada tatanan
utama dan paripurna. Ini berarti bahwa Kota Surakarta telah mencapai target
59

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

yang telah ditetapkan dalam rumah tangga pada tatanan paripurna, akan tetapi
sudah mencapai target dalam rumah tangga tatanan utama. Jika dilihat
penyebaran tiap Puskesmas, maka yang mencapai tatanan rumah tangga utama
dan paripurna tertinggi ada di Puskesmas Setabelan (99,7%) dan terendah ada
di wilayah Puskesmas Gambirsari (70,90%).

4.2.2. Kegiatan Penyuluhan


Tahun 2014, telah dilakukan kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan
dengan sasaran tidak hanya pada institusi sekolah namun juga masyarakat
umum (karang taruna, PKK). Jumlah seluruh

kegiatan penyuluhan yang

dilakukan sebanyak 12.233. Selain itu juga telah dilakukan kunjungan rumah
untuk kegiatan Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) sebanyak 6.118
kunjungan dan 7.984 kegiatan penyebarluasan informasi, baik melalui media
cetak maupun media audio visual.

4.2.3. Kemandirian Posyandu


Pada tahun 2014, jumlah Posyandu yang ada di kota Surakarta sebanyak
602 Posyandu. Jika dibandingkan jumlah Posyandu tahun 2014 yang sebesar
602 maka berarti tidak terjadi penambahan jumlah Posyandu. Dari 602 posyandu
tersebut, tidak ada posyandu yang berada pada strata pratama, 2 posyandu
(0,33%) berada pada strata madya, 50 posyandu (8,31%) berada pada strata
posyandu Purnama, 550 posyandu (91,36%) berada pada strata posyandu
mandiri. Jika dibandingkan dengan target SPM untuk Posyandu Mandiri sebesar
45%, maka capaian tahun 2014 telah dapat melampaui target yang ditetapkan.
Jika dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas dengan
Posyandu mandiri terbanyak ada di wilayah Puskesmas Purwosari, Jayengan,
Kratonan, Sangkrah, Ngoresan, Nusukan, Banyuanyar dan Setabelan (100%)
dan yang terendah di wilayah Puskesmas Manahan (71,43%). Gambaran
selengkapnya mengenai Tingkat Kemandirian Posyandu di Kota Surakarta tahun
2014 dapat dilihat pada tabel 72 dan grafik sebagai berikut:

60

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Grafik 6. Kemandirian Posyandu Menurut Kecamatan


Kota Surakarta Tahun 2014

4.2.4. Penduduk Menggunakan Sarana Pelayanan Kesehatan.


Berdasarkan data kunjungan di Puskesmas, diketahui bahwa penduduk
yang berkunjung ke Puskesmas sejumlah 189.327 (37,28% dari total penduduk).
Tetapi jika dilihat dari jumlah kunjungan yang mencapai 732.324 ini berarti
bahwa meskipun baru 37,28% penduduk yang memanfaatkan Puskesmas
sebagai sarana pelayanan kesehatan, namun dalam 1 tahun rata-rata 1 orang
berkunjung ke puskesmas 3,9 kali. Atau bisa diartikan bahwa penduduk
pengguna Puskesmas yang umumnya berasal dari kalangan kelas menengah ke
bawah, hampir tiap 3 bulan sekali berkunjung ke Puskesmas. Ini perlu
mendapatkan perhatian karena ternyata penduduk kalangan ini cukup rentan
terhadap penyakit. Angka ini sudah lebih baik jika dibandingkan angka tahun
2013 sebesar 4,1 kali perorang pertahun.
Sedangkan jumlah kunjungan Rumah Sakit, baik berkunjung rawat
jalan maupun rawat inap sebesar 838.986. Angka ini cukup tinggi, hal ini
dimungkinkan karena di Kota Surakarta terdapat Rumah Sakit rujukan Jawa
Tengah, sehingga pasien yang dirawat bukan hanya penduduk dalam kota,
namun banyak penduduk luar Kota Surakarta.
61

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.2.5. Penduduk Yang Terlindungi Asuransi Kesehatan


Data tentang penduduk yang terlindung asuransi kesehatan masih
terbatas pada penduduk yang PNS, penduduk peserta PKMS (Pemeliharaan
Kesehatan Masyarakat Surakarta), penduduk yang bekerja di perusahaan serta
penduduk yang menjadi peserta mandiri.
Untuk masyarakat miskin, asuransi kesehatan dicakup oleh Program
JAMKESMAS dan PKMS Gold. Tahun 2014, jumlah masyarakat miskin yang
tercatat dalam SK Walikota Surakarta sebanyak 160.837 jiwa. Pemanfaatan
kartu JAMKESMAS di Puskesmas sebesar 26%, sedangkan jumlah kunjungan
mencapai 264.904, sehingga rata-rata

satu orang peserta berkunjung ke

Puskesmas lebih dari 6 kali dalam setahun.


Secara keseluruhan, penduduk Kota Surakarta yang terlindungi
asuransi kesehatan sebesar 98,12% (Askes PNS, Jamsostek, PKMS dan
Jamkesmas). Angka capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian
tahun 2013 (81,24%). Jika dibandingkan dengan target SPM sebesar 80%
jumlah penduduk, maka Kota Surakarta sudah dapat mencapai target yang
ditetapkan.

4.2.6. Konsumsi Garam Iodium


Data tentang konsumsi garam iodium di tingkat rumah tangga
didapatkan dari hasil pemeriksaan garam yang dilakukan oleh anak SD. Selama
tahun 2013, pemeriksaan garam dilakukan di seluruh kelurahan di wilayah kerja
Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil Pemantauan Garam Beriodium Di Tingkat Masyarakat
Kota Surakarta Tahun 2013

NO

HASIL UJI

STATUS
DESA
TDK
BAIK BAIK

NAMA

JML

DESA

KECAMATAN

DESA

SAMPEL

CUKUP

KURANG

TDK
ADA

11

11

1211

58

11

LAWEYAN

SERENGAN

1254

28

PASAR KLIWON

1842

123

62

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

JEBRES

11

11

2508

35

11

BANJAR SARI

13

13

2591

172

13

51

45

9406

416

51

100

94,67

4,19

100

JUMLAH
Prosentase (%)

Berdasarkan tabel di atas, maka masyarakat yang mengkonsumsi


garam beriodium dengan iodium cukup mencapai 94,67% Sementara masih ada
masyarakat yang mengkonsumsi garam yang tidak mengandung iodium sama
sekali sebesar 1,15%. Jika dibandingkan tahun 2012 cakupan garam yang
mengandung iodium cukup yang sebesar 94,67% maka mengalami peningkatan.
Cakupan sejak tahun 2008 telah memenuhi target SPM yang sebesar >90%.
Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan
konsumsi garam beryodium bagi masyarakat adalah :
1. Telah dikeluarkannya PERDA No: 14 Tahun 2004 tentang peredaran garam
non iodium.
2. Penyuluhan melalui anak sekolah, kelompok potensial dan Posyandu.
3. Operasi pasar
4. Penyampaian informasi hasil operasi pasar.
5. Pemantauan penggunaan garam iodium melalui posyandu dan sekolah.

4.2.7. Usaha Kesehatan Sekolah


Pada tahun 2013 berdasarkan laporan Puskesmas yang ada, terdapat
288 sekolah dan madrasah setingkat SD. Dari jumlah tersebut, seluruh sekolah
telah melaksanakan program UKS. Sedangkan jumlah murid yang ada sebanyak
66.532 murid. Dari jumlah tersebut, yang menjadi dokter kecil sebanyak 9.261
(13.91%). Target SPM dokter kecil sebesar 15% dari murid yang ada. Jika
dibandingkan angka tahun 2012 yang sebesar 11.72% maka mengalami
peningkatan, namun masih jauh dari target yang diharapkan. Rendahnya dokter
kecil yang ada disebabkan karena memang belum semua Puskesmas secara
rutin mengadakan pelatihan dokter kecil. Ini terkait dengan dana yang ada dan
prioritas program masing-masing

Puskesmas.

Selain itu, masih belum

optimalnya pemberdayaan sekolah sehingga cakupan dokter kecil masih


dianggap sebagai kepentingan sektor kesehatan dan belum menjadi kebutuhan
sektor pendidikan.
63

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.3. INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN

4.3.1. Rumah Sehat

Tahun 2014 adalah tahun ke-5 pendataan rumah sehat di Kota


Surakarta, sehingga diharapkan seluruh rumah yang ada sudah didata.
Berdasarkan hasil pendataan tersebut, ditemukan Rumah Sehat sebanyak
74.568 (71,72% dari jumlah rumah yang ada). Angka capaian ini belum
mencapai target SPM yang sebesar 80%. Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas,
maka wilayah dengan rumah sehat tertinggi adalah Puskesmas Penumping
(95,37%), sedangkan yang paling sedikit cakupan rumah sehatnya ada di
Puskesmas Sangkrah (43.08%). Puskesmas Sangkrah membawahi Kelurahan
Sangkrah, Semanggi dan Kedunglumbu, yang merupakan kantong penduduk
berpenghasilan

menengah

ke

bawah

sehingga

mempengaruhi

kondisi

perumahan penduduk.
Adapun terhadap rumah yang belum memenuhi syarat, dilakukan
pembinaan berupa kunjungan pembinaan on the spot 2 kali kunjungan dalam 1
tahun.
Gambaran mengenai kondisi rumah penduduk Kota Surakarta seperti
pada grafik di bawah ini, dan selengkapnya tentang rumah sehat dapat dilihat
pada lampiran.

64

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Grafik 7. Rumah Sehat di Kota Surakarta Tahun 2014

4.3.2. Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap Air Minum


Berkualitas
4.3.3. Kualitas Air Minum di Penyelenggara Air Minum
Secara kuantitas, jumlah Depot Air Minum (DAM) di Kota Surakarta
mengalami peningkatan dari 129 pada tahun 2013 menjadi 146 pada tahun
2014. Hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat
untuk mengkonsumsi air minum yang berkualitas. Ini menjadi tantangan
tersendiri bagi Dinas Kesehatan karena harus lebih intens dalam melakukan
pengawasan.
4.3.4. Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak
Penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2014 sebesar 344.116
jiwa, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar 337.219 jiwa.
Peningkatan ini karena Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum
menggulirkan program pembangunan jamban komunal (USRI : Urban Sanitation
Rural Infrastructur).
Pemerintah Kota Surakarta, dengan difasilitasi oleh IUWASH (Indonesia
Urban Water and Sanitation) telah menyusun Road Map PAL-D (Peta Jejak
Pengelolaan Air Limbah Domestik) untuk kurun waktu 2015 2020 sehingga
tercapai Universal Acses Sanitation 100%.
65

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.4.5. Desa yang Melaksanakan STBM


Pada

tahun

2014,

Pemerintah

Kota

Surakarta

baru

mencoba

melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di 2 kelurahan yaitu


Kelurahan Purwosari dan Kelurahan Gandekan. Kegiatan utama yang dilakukan
adlah Pilar Pemicuan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Kegiatan ini
akan disusul dengan Pilar yang lain yaitu CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun),
Penyediaan Air Bersih, Pengelolaan Limbah Cair dan Pengelolaan Sampah.
4.3.6. Tempat Tempat Umum
Tempat Tempat Umum (TTU) yang ada di kota Surakarta meliputi kantor,
hotel, sekolah, toko, Restoran/Rumah makan, pasar tradisional dan lain-lain.
Pada tahun 2014 dari 606 TTU yang ada, 100% dilakukan pemeriksaan, dan dari
hasil pemeriksaan yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 58.41%. Angka
cakupan tahun 2014 masih dibawah target SPM (80%).
4.3.3. Kepemilikan Sarana Kesehatan Lingkungan.

4.3.3.1. Jenis Sarana Penyediaan Air Bersih yang Dipergunakan (Kepemilikan


SAB)
Dari 103.116 keluarga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan/inspeksi
sanitasi terhadap 25.056 (24,6%). Dari hasil inspeksi tersebut diketahui bahwa
91,8% keluarga yang ada di Kota Surakarta telah memiliki sarana air bersih.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2013 (91,8%). Sisa
keluarga yang belum tercakup adalah keluarga yang belum memiliki sarana air
bersih secara mandiri tetapi mampu untuk mengakses air bersih melalui
SPT/SGL Umum dan Hidran Umum.

4.3.3.2. Jamban Keluarga


Dari hasil pemeriksaan terhadap 25.056 keluarga, diketahui bahwa
92,6% telah memiliki jamban keluarga dan 94,1% telah memenuhi syarat sehat.
Jika dibandingkan angka tahun 2012 (91,5%) jamban memenuhi syarat sehat
mengalami peningkatan dan telah melampaui target SPM (85%). Dengan

66

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan jumlah tersebut akan


mengalami peningkatan di tahun berikutnya.

4.3.3.3. Saluran Pengelolaan Air Limbah (SPAL)


Dari hasil pemeriksaaan diketahui bahwa 95,4% KK sudah memiliki
SPAL. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu (97%) tetapi
telah melampaui target SPM yaitu 90%.
Gambaran total Sarana kesehatan lingkungan keseluruhan yang di
periksaan selama tahun 2013 dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :
Grafik 8. Prosentase Keluarga dengan Sarana Kesehatan Lingkungan
yang Memenuhi Syarat Kesehatan Di Kota Surakarta Tahun 2013

4.3.4. Rumah Bebas Jentik Nyamuk


Pada tahun 2013, berdasarkan pendataan Puskesmas didapatkan
jumlah rumah sebanyak 101.807 rumah. Dari jumlah rumah yang ada, telah
dilakukan

pemeriksaan

sebanyak

44.558

(43.77%).

Berdasarkan

hasil

pemeriksaan, rumah yang bebas jentiknya sebanyak 94.84%. Sedangkan 5.16%


masih terdapat jentik di dalamnya. Jika dibandingkan angka tahun 2012 yang
sebesar 95.36% maka mengalami penurunan. Jika dilihat sebaran tiap
Puskesmas, maka rumah bebas jentik tertinggi ada di wilayah Puskesmas
Gajahan (96.96%).

67

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4. INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

4.4.1. Upaya Kesehatan Rujukan

Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 12 buah yang terdiri dari 10


Rumah Sakit Umum dan 2 Rumah Sakit Khusus. Jika dilihat dari kepemilikan,
untuk Rumah Sakit Umum, maka 3 (tiga) Rumah Sakit Umum milik Pemerintah
dan 7 (tujuh) Rumah Sakit Umum swasta. Sedangkan untuk Rumah Sakit
Khusus 1 (satu) milik Pemerintah Provinsi (RSJD) dan 1 (satu) milik swasta (RSJ
Puri Waluyo).
Indikator mutu pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari BOR, LOS, TOI,
GDR dan NDR. Bed Occupation Rate (BOR) yang ideal untuk suatu rumah sakit
antara 60% s/d 80%. BOR rata-rata untuk rumah sakit umum di Kota Surakarta
sebesar 66,5%. BOR tertinggi ada di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi
Surakarta yaitu sebesar 77,2%, dan yang terendah ada di RS Tri Harsi yaitu
9,9%. Sedangkan untuk rumah sakit khusus. maka BOR rata-rata adalah 55,5.
Leng Of Stay (LOS) adalah rata-rata lamanya pasien dirawat, angka yang
ditetapkan antara 6-9 hari. Tahun 2013, rata-rata LOS untuk RS umum adalah
5,1 hari. Semua rumah sakit umum di Kota Surakarta tahun 2012 LOSnya
berkisar 3-7 hari, kecuali Rumah Sakit Tri Harsi 2,8 hari.

Sedangkan untuk

rumah sakit khusus LOS sebesar 22,2 hari.


Turn Of Interval (TOI) adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati
dan angka ideal dari TOI adalah 1-3. Untuk Rumah sakit umum TOI rata-rata 2,6
dan TOI rata-rata untuk Rumah sakit khusus 17,8. Net Death Rate (NDR) adalah
angka kematian lebih atau sama dengan 48 jam dan jumlah yang dapat ditolerir
adalah 2,2 per 100 penderita keluar. Gross Death rate (GDR) adalah angka
kematian untuk tiap-tiap 100 penderita keluar maksimum adalah 4,5. GDR ratarata untuk rumah sakit umum adalah 4,5 sedangkan untuk rumah sakit khusus
0,30. Rumah sakit dengan GDR melebihi angka 4,5 adalah rumah sakit umum
Dr. Moewardi.

68

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.2. Upaya Kesehatan Khusus

4.4.2.1.

Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Gawat Darurat

Jumlah sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat yang


dapat diakses masyarakat sebanyak 53% dari 30 sarana kesehatan yang ada
(Rumah sakit umum, Rumah sakit jiwa, rumah sakit khusus, Puskesmas).
Kondisi ini sama jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2013. Jika
dibandingkan target SPM yang sebesar 40%, maka sudah tercapai.
4.4.2.2.

Pelayanan Kesehatan Gigi & Mulut

Target program pelayanan kesehatan gigi tahun 2014, yaitu rasio (perbandingan)
antara tumpatan dengan pencabutan gigi tetap minimal lebih dari 1. Berdasarkan
laporan dari 17 Puskesmas yang ada, maka didapatkan rasio tumpatan dengan
pencabutan gigi tetap adalah 1,38. Angka tersebut sudah memenuhi target yang
telah ditentukan dan telah melampaui angka sebelumnya (tahun 2013 = 1,10).
Jika dibandingkan angka Jawa Tengah yang kurang dari 0,5 maka angka
Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas
yang memiliki rasio kurang dari 1 (satu) adalah Puskesmas Pajang (0.82),
Penumping (0,59), Purwodiningratan (0,76), Ngoresan (0,77), Sibela (0,94),
Nusukan (0,80), Gilingan (0,65), Banyuanyar (0,81) dan Setabelan (0,31). Selain
pelayanan di Puskesmas, maka pelayanan

kesehatan gigi dan mulut juga

dilakukan di sekolah dasar melalui UKGS (Upaya Kesehatan Gigi Sekolah).


Selama tahun 2014, dari jumlah murid yang ada sebanyak 63.249 anak, telah
dilakukan pemeriksaan terhadap 16.389 anak (26,6%). Berdasarkan hasil
pemeriksaan, ditemukan 2.596 anak perlu perawatan dan 1.259 anak
mendapatkan perawatan. Jika dibandingkan angka tahun 2013, maka jumlah
murid yang diperiksa mengalami peningkatanan. (2013 : 12.3%).

4.4.2.3.

Pelayanan Tranfusi Darah

Target pemenuhan permintaan darah tahun 2013 adalah 90%. Sedangkan


capaian tahun 2013, berdasarkan laporan dari PMI, maka 100% permintaan
darah khususnya dari rumah sakit di Kota Surakarta yang mengajukan darah ke
PMI dapat dipenuhi.
69

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3. Upaya Kesehatan Dasar


4.4.3.1.

Pemanfaatan Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar

Berdasarkan data dari Bidang Upaya Kesehatan, maka sarana kesehatan


dasar yang ada di Kota Surakarta meliput :
a. Puskesmas induk sebanyak 17 buah.
b. Puskesmas pembantu sebanyak 26 buah.
c. Puskesmas keliling sebanyak 17 unit.
d. Praktek dokter swasta sebanyak 699, semuanya telah memiliki ijin.
e. Praktek dokter gigi sebanyak 162, semuanya telah berijin.
f.

Klinik Pratama sebanyak 53, semuanya telah berijin.

g. Klinik Utama sebanyak 12, semuanya telah berijin.


h. Laboratorium kesehatan sebanyak 11, semuanya telah berijin.
i.

Apotik sebanyak 163, semuanya telah berijin.

j.

Toko obat sebanyak 20, semuanya telah berijin.

Jika dihitung rasio sarana pelayanan kesehatan terhadap jumlah penduduk,


maka untuk Kota Surakarta sudah cukup memadai. Namun yang perlu
ditingkatkan adalah kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Angka pemanfaatan sarana kesehatan yang ada, didapatkan dari laporan
Puskesmas, sedangkan dari sarana kesehatan lainnya (praktek dokter swasta)
belum berjalan. Pada tahun 2014 didapatkan angka kunjungan baru dan lama
Puskesmas sebanyak 725.636. Rata-rata kunjungan tiap Puskesmas/hari
sebanyak 142 pasien. (tahun 2013=153 pasien/hari/Puskesmas). Melihat data
tersebut, terjadi penurunan jumlah kunjungan ke puskesmas. Hal ini perlu
dianalisa lebih lanjut apakah hal ini karena meningkatnya derajad kesehatan
masyarakat atau karena adanya penurunanan animo masyarakat terhadap
pelayanan di Puskesmas. Untuk dapat menganalisa hal tersebut, diperlukan data
yang terpisah antara kunjungan sakit dan kunjungan sehat (konsultasi).

70

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3.2. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

4.4.3.2 1. Pelayanan Kesehatan Ante Natal Care


Selama tahun 2013

dari jumlah ibu hamil sebanyak 10.889, yang

melakukan pemeriksaan ante natal care pertama kali (K1) sebanyak 10.889
(100%). Capaian ini sama dengan pencapaian tahun 2013.

Sedangkan ibu

hamil yang melakukan pemeriksaan sampai dengan minimal

empat kali

sebanyak 10.642 (97,7%). Bila dibandingkan dengan angka tahun 2013 (97,7%)
maka mengalami peningkatan. Hal ini dimungkinkan bisa terjadi karena adanya
perbaikan dalam pencatatan dan pelaporan, sehingga cakupan K4 yang
dilaporkan adalah cakupan K4 murni. Target SPM untuk K4 tahun 2014 sebesar
95%. Sehingga angka Surakarta

sudah mencapai target. Bila dibandingkan

angka Jawa Tengah yang sebesar 88,78% maka angka Surakarta lebih tinggi.
Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka hampir semua Puskesmas sudah
mencapai target SPM untuk K4 kecuali Puskesmas Kratonan (94,0%),
Puskesmas Banyuanyar (93,0) dan Setabelan (94,1%),

4.4.3.2.2. Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil


Penanganan ibu hamil risti merupakan salah satu indikator pelayanan
kesehatan ibu. Selama tahun 2013, dari jumlah ibu hamil yang ada, ditemukan
ibu hamil risti sebanyak 2.169 (99,6% dari perkiraan jumlah bumil risti sebesar
2.178). Penemuan resiko tinggi ibu hamil paling tinggi di Kecamatan Jebres dan
penemuan paling rendah di Kecamatan Banjarsari. Cakupan rujukan di Kota
Surakarta cukup bagus karena kasus resiko tinggi ibu hamil dapat ditangani
melalui pelayanan dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan di puskesmas.

4.4.3.2.3. Pertolongan Persalinan


Pada tahun 2014 dari jumlah persalinan sebanyak 9.792,

seluruhnya

telah ditolong oleh tenaga kesehatan. Hasil ini sama dengan pencapaian tahun
2013. Jika dibandingkan dengan target SPM (>95%), maka sudah mencapai
target.

Gambaran selengkapnya mengenai cakupan persalinan oleh tenaga

kesehatan dapat dilihat pada lampiran.

71

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3.2.4. Pelayanan Kesehatan Neonatal, Bayi dan Balita


Cakupan kunjungan neonatus (0-28 hari) pada tahun 2014 sebesar
99,5%. Bila dibandingkan angka tahun 2013 yang sebesar 99,3% maka
mengalami peningkatan. Target SPM tahun 2014 adalah lebih dari 90%. Ini
berarti target SPM telah tercapai. Jika dibandingkan angka Jawa tengah yang
sebesar 95,71% maka angka Surakarta lebih tinggi.
4.4.3.3. Penanganan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)
Tahun 2014, dari jumlah bayi lahir hidup sebanyak 9.811, yang lahir
dengan berat kurang dari 2.500 gram sebanyak 216 bayi (2,2%). Angka ini sama
jika dibanding angka BBLR tahun 2013 yang sebesar 2,2%. Dari jumlah BBLR
yang ada, semuanya (100%) telah ditangani.
Adanya bayi BBLR perlu mendapat perhatian serius, karena bayi yang
dilahirkan dengan BBLR akan memiliki resiko mengalami masalah kesehatan di
kemudian hari, dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal.
4.4.3.4. Pelayanan Imunisasi
Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi
serta anak Balita perlu dilaksanakan program imunisasi baik program rutin
maupun program tambahan untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi yaitu penyakit TBC, Diphteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak dan
Hepatitis B. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri
dari BCG satu kali, DPT tiga kali, Polio empat kali, Hepatitis B tiga kali, dan
campak satu kali.

Cakupan imunisasi lengkap selama ini dilihat dari status

imunisasi campak.
Selama tahun 2013, dari jumlah sasaran bayi sebanyak 9.932 bayi,
maka yang telah lengkap status imunisasinya (berdasarkan imunisasi campak)
sebesar 95,3%. Hasil ini berarti sudah mencapai target SPM (95%).
Jika dilihat angka drop out imunisasi, maka tahun 2013 didapatkan angka drop
out sebesar 0,6%. Angka ini masih jauh di bawah target Nasional yang sebesar
<10%.
Sejak tahun 2002 Kota Surakarta telah berhasil mencapai target
Universal Child Immunization, artinya 51 kelurahan di Kota Surakarta telah

72

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

mencapai UCI sampai di tingkat desa, dengan demikian sudah sesuai dengan
harapan WHO (World Health Organization).
4.4.3.5. Pelayanan Kesehatan Usila
Program usia lanjut saat ini dijadikan program pengembangan
pelayanan di Puskesmas karena memiliki arti yang cukup stategis. Saat ini
jumlah penduduk usia lanjut berkisar antara 27 juta (angka nasional), dan
diprediksi pada tahun 2020 akan menjadi sekitar 38 juta atau 11,8 % dari seluruh
jumlah penduduk; dan jumlah ini sebanding dengan jumlah penduduk usia lanjut
yang ada saat ini di Kota Surakarta sebesar 11,3%.
Hal ini berkaitan dengan makin meningkatnya umur harapan hidup
hingga mencapai usia 72 tahun pada tahun 2020. Ini dapat dijadikan indikator
mengenai kualitas pelayanan pada usia lanjut di Kota Surakarta.
Secara keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan lansia di Kota
Surakarta tahun 2014 sudah cukup baik (60,97%) bila dibandingkan

target

Renstra DKK Surakarta 2014 (55%); akan tetapi masih ada beberapa puskesmas
yang belum memenuhi target Renstra, seperti Puskesmas Manahan (32,49%),
Purwosari (36,66 %), Puskesmas Pucangsawit (37,34%), dan Puskesmas
Jayengan (40,83%); Hal ini kemungkinan disebabkan karena penghitungan hasil
pelayanan pada pos lansia hanya lansia baru yang pertama kali datang di Pos
lansia tanpa menyertakan kunjungan di puskesmas, dan lansia yang berkunjung
ke pos lansia ada yang tidak tercatat karena banyaknya jumlah lansia yang
berkunjung pada saat pelaksanaan pos lansia oleh karena keterbatasan tenaga
dan kemampuan kader lansia. Kedepan perlu dilakukan lagi refresing bagi kader
lansia di dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan pada pos lansia sehingga
didapatkan pencatatan pelaporan yang lebih baik lagi.
4.4.3.6. Program Keluarga Berencana
Berdasarkan data dari Bapermas PP, PA & KB Kota Surakarta, jumlah
PUS tahun 2013 sebanyak 71.032. Dari jumlah PUS yang ada, 82,3% telah
menjadi peserta KB aktif, dan 5,9% merupakan peserta KB baru. Jika
dibandingkan angka Jawa Tengah untuk angka peserta KB aktif (77%), maka
angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat tiap jenis metode, maka yang paling
banyak diminati adalah metode suntik (47,7%), diikuti metode IUD (21,1%), dan
73

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

PIL (13,8%). Gambaran di tiap kecamatan dapat di lihat pada grafik sebagai
berikut:
Grafik 9. Prosentase Peserta KB Baru dan Peserta KB Aktif menurut
kecamatan se-Kota Surakarta tahun 2013

4.5. Program Pengawasan Kefarmasian, Makanan,

Minuman dan Obat

Tradisional

Program pengawasan kefarmasian, makanan minuman dan obat


tradisional meliputi : ketersediaan obat di puskesmas, pengadaan obat,
pelayanan kefarmasian di Puskesmas, pelayanan kefarmasian di sarana
kesehatan swasta dan pengawasan keamanan pangan.
a. Ketersediaan Obat di Puskesmas
Ketersediaan obat merupakan faktor yang penting dalam pelayanan
kesehatan di puskesmas. Ketersediaan obat di puskesmas adalah
obat obat essensial, obat generik, obat penunjang, Obat Asli
Indonesia dan Obat Program. Secara keseluruhan ketersediaan obat
di puskesmas telah terpenuhi. Dari target 94 % dapat tercapai 96,6 %.
74

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

b. Pengadaan Obat
Pada tahun 2014 pengadaan obat untuk kebutuhan

puskesmas

dilaksanakan di Dinas Kesehatan dengan anggaran dari APBD Kota


Surakarta dan di dukung dengan obat buffer dari Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan obat obat program sebagian
berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Tengah , apabila terdapat kekurangan kebutuhan obat program
pengadaannya

dari

anggaran

pengadaan obat generik pada


tercapainya pengadaan

APBD

Kota

Surakarta.

Target

100%, tercapai 95,18 % . Tidak

obat generik ada tahun 2014 dikarenakan

ada beberapa industri farmasi yang tidak dapat memenuhi pesanan


obat dari Dinas Kesehatan. Kekurangan obat dapat terpenuhi dengan
obat buffer yang ada di Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan buffer
dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
c. Pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas adalah pemenuhan standar pelayanan kefarmasian
meliputi sarana prasarana penyimpanan dan pelayanan obat,
pengelolaan obat, pencatatan

pelaporan obat, dan pelayanan

informasi obat. Pada tahun 2014, 17 puskesmas di Kota Surakarta


sudah

memenuhi

standar

pelayanan

kefarmasian

dan

akan

ditingkatkan pada tahun yang akan datang. Angka ini menunjukkan


peningkatan yang baik terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas
dari target 93 % di tahun 2014.
d. Pelayanan kefarmasian di sarana kesehatan swasta
Untuk

menjamin

keamanan

obat

di

pasaran

dan

pelayanan

kefarmasian di sarana kesehatan swasta, Dinas Kesehatan telah


melakukan pengawasan dan pembinaan dengan hasil 97,0% sarana
kesehatan yang

diperiksa telah memenuhi standar

kefarmasian. Angka tersebut telah memenuhi

pelayanan

target tahun 2014

sebesar 93,0%. Untuk sarana yang belum memenuhi standar


dilakukan pembinaan .

75

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

e. Pengawasan keamanan pangan


Pengawasan keamanan pangan meliputi : pengawasan distributor
makanan, pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan ( IRTP ) dan
pemeriksaan pangan yang beredar .
Pada tahun 2014 distributor makanan yang memenuhi syarat 95,24%
dari target sebesar 68%. Sedangkan IRTP yang memenuhi syarat
96,54% dari target 93%. IRTP yang tidak memenuhi syarat dilakukan
pembinaan sehingga pada akhir tahun telah memenuhi syarat.
Pengawasan peredaran makanan dilakukan pengujian terhadap
pangan yang beredar baik di sekolah, industri rumah tangga pangan,
distributor, super market, toko dan pasar tradisional. Hasil pengujian
sampel makanan yang beredar 84,02% dari target 85%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa masih terdapat makanan yang tidak memenuhi
syarat yaitu mengandung bahan berbahaya berupa pengawet boraks,
formalin, pemanis buatan

dan pewarna tekstil yang dilarang untuk

makanan. Makanan yang tidak memnuhi syarat banyak ditemukan di


pasar tradisional.

Tabel Pengawasan kefarmasian, makanan dan obat tradisional sbb :

NO

INDIKATOR KINERJA

TARGET

CAPAIAN

1. Ketersediian Obat di Puskesmas

94 %

96,6 %

2. Pengadaan Obat generik

100 %

95,18 %

3. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas

93 %

100 %

4. Pelayanan kefarmasian di fasyankes

93 %

97 %

5. Distributor makanan yang memenuhi 68 %


syarat

97 %

6. IRTP memenuhi syarat

93 %

95,24 %

7. Pangan yang beredar memenuhi syarat

85 %

84,02 %

76

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.6. Capaian Program Unggulan

4.6.1. Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS)


Program PKMS diluncurkan Pemerintah Kota Surakarta sejak tanggal
2 Januari 2008. Berdasarkan hasil pendataan, terlihat bahwa dari tahun

ke

tahun, jumlah peserta PKMS semakin meningkat sebagaimana terlihat pada


tabel di bawah ini :
Tabel. 8. Jumlah Peserta PKMS dari tahun 2008 - 2014
NO

JENIS KARTU

1.

SILVER

2.

GOLD
TOTAL

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

139.252

168.523

195.391

213.436

226.481

225.973

226.964

4.204

6.580

13.037

12.818

13.871

26.541

20.635

143.456

175.103

208.428

226.254

240.352

252.514

247.599

Peningkatan jumlah peserta terjadi sejak program ini diluncurkan


sampai dengan tahun 2013. Pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah peserta,
terutama untuk peserta PKMS Gold. Hal ini terjadi karena sebagian peserta
PKMS Gold masuk sebagai peserta Jamkesmas (BPJS PBI) pengganti peserta
yang meninggal dan mengundurkan diri.
Jika dilihat dari cakupan pelayanannya, dari tahun ke tahun juga
terlihat adanya kecenderungan peningkatan. Hal ini dapat dimengerti karena
dengan adanya program PKMS akan meningkatkan akses masyarakat terhadap
layanan kesehatan. Masyarakat yang semula tidak mampu mengakses layanan
kesehatan karena adanya keterbatasan biaya, dengan adanya program PKMS
mereka dapat mengakses layanan kesehatan. Data cakupan
kesehatan selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

77

pelayanan

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 9. Jumlah Kunjungan Pasien Peserta PKMS


Tahun 2008 - 2014
NO JUMLAH KUNJUNGAN

2008

2010

2011

2012

2013

2014

1.

Rawat Jalan Puskesmas

85.568 312.347

335.673

318.377

275.107

202.904

180.547

2.

Rawat Inap Puskesmas

155

236

233

472

310

330

383

3.

Rawat Jalan RSUD Ska

10.670

16.147

19.098

22.165

15.959

10.730

15.168

4.

Rawat Inap RSUD Ska

357

1.090

1.050

691

504

531

2.079

5.

RSUD Dr. Moewardi

1.831

3.102

4.181

2.768

2.131

1.913

1.568

6.

RS. Brayat Minulyo

660

1.010

1.004

624

469

465

412

7.

RS. Kasih Ibu

1.021

1.834

1.630

2.189

1.854

1.834

601

8.

RS. Dr. Oen Surakarta

359

736

842

549

586

529

453

9.

RS. PKU Muh. Ska

603

1.182

1.381

1.075

938

715

499

10.

RS. Panti Waluyo

256

866

899

472

317

301

275

11.

RS. Kustati

442

1.152

1.166

818

657

796

903

12.

RS Orthopedi Surakarta

84

131

158

130

96

72

47

13.

RS. Slamet Riyadi

98

225

199

182

168

248

247

14.

RS. Triharsi

13

15

15.

RSJD Surakarta

505

1.142

1.534

1.828

2.290

2.186

2.033

16.

PMI Cabang Surakarta

251

1.880

1.789

616

288

234

160

17.

BBKPM Surakarta

2.915

5.099

5.056

4.798

4.058

3.486

102.862 346.008

375.951

356.187

306.474

227.351

208.860

TOTAL

2009

4.6.2. Program Pelayaan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)


Masa remaja merupakan masa yang cukup rawan, baik ditinjau dari
sosial budaya maupun dari sisi kesehatan. Dari tinjauan kesehatan, pada masa
remaja terjadi perubahan fisik dan spikis yang cukup drastis. Pada masa itu juga
timbul

rasa

keingintahuan

yang

cukup

besar

sehingga

apabila

tidak

mendapatkan pengetahuan yang cukup akan dapat menjerumuskan mereka


kepada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan mereka sendiri dan
lingkungannya.
Pada Puskesmas PKPR, remaja yang berkunjung dilayani secara
terpisah dari pasien umum lainnya. Hal ini untuk menjaga privasi pasien
sehingga mereka dapat lebih terbuka kepada petugas pelayanan kesehatan.
Hasil pelayanan PKPR dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

78

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 10. Cakupan Pelayanan Puskesmas dengan PKPR


Tahun 2009 - 2013
NO
1.
2.
3.
4.

URAIAN

2009

Jumlah remaja dilayani di


Puskesmas
Jumlah remaja mendapatkan
pelayanan medis
Jumlah remaja mendapat
pelayanan konseling
Jumlah remaja dirujuk ke
Rumah Sakit

2010

2011

2012

2013

4.620

16.046

28.686

34.650

43.477

3.543

9.100

15.287

25.987

31.952

2.022

3.097

5.285

7.654

7.429

12

473

1.023

1.525

1.777

4.6.5. Program Preventive Mother to Child Transmission (PMT-CT)


Program PMT-CT bertujuan untuk menghindari penularan virus
HIV/AIDS dari ibu kepada anak. Program ini dilaksanakan dengan melakukan
pemeriksaan/penapisan (screening) terhadap ibu hamil pada saat kontak
pertama (K1) dengan tenaga kesehatan. Hasil pelayanan PMT-CT dari tahun
2009 sampai dengan 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 11. Cakupan Pelayanan PMT-CT di Puskesmas
Tahun 2009 - 2012
NO
1.
2.

JENIS PELAYANAN

2009

2010

2011

2012

Jumlah Ibu hamil mendapat


konseling PMT-CT
Jumlah ibu hamil dirujuk ke
klinik IMS/VCT

193

3.206

3.515

3.8012

10

11

79

2013

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.7. Situasi Sumber Daya Kesehatan


4.7.1. Tenaga Kesehatan
Jenis tenaga kesehatan dibagi menurut 7 (tujuh) klasifikasi yaitu :
Tenaga medis : dokter , dokter gigi, dokter/gigi dokter spesialis
Tenaga perawat & bidan termasuk lulusan DIII & S1
Tenaga kefarmasian : apoteker, asisten apoteker
Tenaga gizi : lulusan D1, DIII Gizi (SPAG dan AKZI)
Tenaga teknis medis : analis, TEM, penata rontgen, penata
anestesi, dan fisioterapi.
Tenaga sanitasi : lulusan SPPH, APK dan DIII kesehatan
lingkungan
Tenaga kesehatan masyarakat : SKM, MPH, dll
Berdasarkan data yang masuk dari rumah sakit, Puskesmas, institusi
Diknakes, Dinas Kesehatan, maka jumlah tenaga kesehatan yang ada
sebanyak 3.777 dengan sebaran sebagai berikut :
Tenaga medis (dokter dan dokter gigi) : 383
Tenaga keperawatan (perawat & bidan) : 2.362
Tenaga farmasi : 310

Tenaga gizi : 83
Tenaga teknisi medis : 205
Tenaga sanitasi : 35

Tenaga kesehatan masyarakat : 98


Gambaran selengkapnya mengenai tenaga kesehatan menurut unit kerja,
menurut jenis tenaga dapat dilihat pada lampiran.
Berdasarkan tabel 72 Jumlah Tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan Kota
Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa 17 UPTD Puskesmas Kota Surakarta
tidak memiliki dokter spesialis. Sedangkan, jumlah keberadaan dokter spesialis
di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 400 orang, dengan jumlah
dokter spesialis berjenis kelamin perempuan sebanyak 127 orang dan laki-laki
sebanyak 273 orang. Besarnya jumlah dokter spesialis ini dikarenakan Kota
Surakarta memiliki 2 Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yaitu
RSUD Dr. Moewardi dan RSJD Surakarta yang merupakan Rumah Sakit
Rujukan Jawa Tengah.

80

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki dokter spesialis


sebanyak 2 orang, 1 orang berjenis kelamin perempuan dan 1 orang laki-laki.
Secara keseluruhan total jumlah dokter spesialis di Kota Surakarta pada Tahun
2014 sebanyak 402 orang sehingga rasio total jumlah dokter spesialis terhadap
100.000 penduduk yaitu 79.16%.
Jumlah dokter umum yang ada di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan
Kota Surakarta berjumlah 26 orang, dengan jumlah dokter umum laki-laki
sebanyak 10 orang dan dokter umum perempuan sebanyak 16 orang, sehingga
rata-rata jumlah tenaga dokter umum per puskesmas adalah 1.5 artinya tiap 1
puskesmas memiliki 1-2 dokter umum berdasarkan KEPMENKES RI Nomor :
81/MENKES/SK/I2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM di
Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, tenaga dokter umum di puskesmas perkotaan
minimal harus ada 2 orang.
Keberadaan dokter umum di Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak
160 orang, dengan jumlah dokter umum laki-laki sebanyak 76 orang dan dokter
umum perempuan sebanyak 84 orang. Sedangkan jumlah dokter umum yang
ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 22 orang, dokter umum lakilaki sebanyak 8 orang dan dokter umum perempuan sebanyak 14 orang dan
klinik di instistusi DIKNAKES/DIKLAT hanya memiliki 1 orang dokter umum yang
berjenis kelamin perempuan. Total keseluruhan jumlah dokter umum yang ada di
Kota Surakarta sebanyak 209 orang dengan rasio terhadap 100.000 penduduk
yaitu 41.15%.
Total jumlah dokter spesialis dan dokter umum yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 611 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 120.32%.
Jumlah tenaga dokter gigi di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 19 orang, 2 orang dokter gigi berjenis kelamin laki-laki dan
17 orang dokter gigi berjenis kelamin perempuan, sehingga rata-rata jumlah
tenaga dokter gigi per puskesmas adalah 1.05 artinya tiap 1 puskesmas memiliki
1 dokter gigi berdasarkan KEPMENKES RI Nomor : 81/MENKES/SK/I2004
tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM di Tingkat Provinsi,
Kabupaten/Kota, tenaga dokter gigi di puskesmas perkotaan maupun pedesaam
minimal harus ada 1 orang. Sedangkan, jumlah

81

keberadaan dokter gigi di

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 26 orang, 7 orang dokter gigi
laki-laki dan 19 orang perempuan.
Sarana pelayanan kesehatan lain di Kota Surakarta memiliki dokter gigi
sebanyak 24 orang, 9 orang dokter gigi laki-laki dan 15 dokter gigi perempuan.
Secara keseluruhan total jumlah dokter gigi di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 57 orang sehingga rasio total

jumlah dokter spesialis terhadap

100.000 penduduk yaitu 11.22%.


Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki 11 orang dokter gigi spesialis,
dengan rincian 4 orang dokter gigi spesialis laki-laki dan 7 orang dokter gigi
spesialis perempuan. Secara keseluruhan total jumlah dokter gigi spesialis di
Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 11 orang sehingga rasio total jumlah
dokter spesialis gigi terhadap 100.000 penduduk yaitu 2.17%.
Total jumlah dokter spesialis gigi dan dokter gigi yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 68 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 13.39%.
Berdasarkan tabel 73 Jumlah Tenaga Keperawatan di Fasilitas
Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah bidan di UPTD
Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 95 orang. Jumlah ini
telah memenuhi syarat minimal jumlah bidang untuk puskesmas perkotaan
berdasarkan KEPMENKES RI Nomor : 81/MENKES/SK/I/2004. Sedangkan,
jumlah keberadaan bidan di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 204
orang. Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki bidan sebanyak 16
orang. Secara keseluruhan total jumlah bidan di Kota Surakarta pada Tahun
2014 sebanyak 315 orang sehingga rasio total jumlah bidan terhadap 100.000
penduduk yaitu 122.67%.
Jumlah tenaga perawat di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 101 orang, dengan rincian 23 orang perawat laki-laki dan 78
orang perawat perempuan. Keberadaan perawat di Rumah Sakit di Kota
Surakarta sebanyak 2219 orang, dengan jumlah perawat laki-laki sebanyak 648
orang dan perawat perempuan sebanyak 1571 orang. Sedangkan jumlah
perawat yang ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 34 orang,
perawat laki-laki sebanyak 6 orang dan perawat perempuan sebanyak 28 orang.
Secara keseluruhan total jumlah perawat di Kota Surakarta pada Tahun 2014
82

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

sebanyak 2354 orang sehingga rasio total jumlah perawat terhadap 100.000
penduduk yaitu 463.55%.
Jumlah tenaga perawat gigi di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 16 orang perawat gigi berjenis kelamin perempuan.
Sedangkan, jumlah keberadaan perawat gigi di Rumah Sakit di Kota Surakarta
adalah sebanyak 22 orang, 2 orang perawat gigi laki-laki dan 20 orang perawat
gigi perempuan. Secara keseluruhan total jumlah perawat gigi di Kota Surakarta
pada Tahun 2014 sebanyak 39 orang sehingga rasio total jumlah perawat gigi
terhadap 100.000 penduduk yaitu 7.68%.
Berdasarkan tabel 74 Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian di Fasilitas
Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Tenaga Teknis
Kefarmasian di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 49
orang, dengan rincian 3 orang laki-laki dan 46 orang perempuan. Sedangkan,
jumlah keberadaan Tenaga Teknis Kefarmasian di Rumah Sakit di Kota
Surakarta adalah sebanyak 236 orang, dengan rincian 21 orang laki-laki dan 215
orang perempuan. Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki Tenaga
Teknis Kefarmasian sebanyak 27 orang perempuan. Secara keseluruhan total
jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 312 orang.
Jumlah Apoteker di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 4 orang, dengan rincian 1 orang apoteker laki-laki dan 3
orang apoteker perempuan. Keberadaan Apoteker di Rumah Sakit di Kota
Surakarta sebanyak 36 orang, dengan jumlah apoteker laki-laki sebanyak 10
orang dan apoteker perempuan sebanyak 26 orang. Sedangkan jumlah apoteker
yang ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 26 orang, apoteker lakilaki sebanyak 2 orang dan apoteker perempuan sebanyak 24 orang. Secara
keseluruhan total jumlah apoteker di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak
66 orang.
Total jumlah Tenaga Kefarmasian yang ada di fasilitas kesehatan di
Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 378 orang dengan total rasio terhadap
100.000 penduduk yaitu 74.44%.

83

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Berdasarkan tabel 75 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan


Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014,
diketahui bahwa jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 11 orang, dengan rincian 1 orang
laki-laki dan 10 orang perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan Tenaga
Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 18
orang, dengan rincian 6 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Secara
keseluruhan total jumlah tenaga kesehatan masyarakat di Kota Surakarta pada
Tahun 2014 sebanyak 29 orang sehingga rasio total jumlah tenaga kesehatan
masyarakat terhadap 100.000 penduduk yaitu 5.71%.
Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan di UPTD Puskesmas Dinas
Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 13 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki
dan 9 orang perempuan. Keberadaan Tenaga Kesehatan Lingkungan di Rumah
Sakit di Kota Surakarta sebanyak 17 orang, dengan jumlah tenaga kesehatan
lingkungan laki-laki sebanyak 6 orang dan tenaga kesehatan lingkungan
perempuan sebanyak 11 orang. Secara keseluruhan total jumlah tenaga
kesehatan lingkungan di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 30 orang
sehingga rasio total

jumlah tenaga kesehatan lingkungan terhadap 100.000

penduduk yaitu 5.91%.


Berdasarkan tabel 76 Jumlah Tenaga Gizi di Fasilitas Kesehatan Kota
Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Nutrisionis di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 16 orang, dengan rincian 4 orang
laki-laki dan 12 orang perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan Nutrisionis di
Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 39 orang, dengan rincian 7
orang laki-laki dan 32 orang perempuan. Secara keseluruhan total jumlah
nutrisionis di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 55 orang sehingga
rasio total jumlah nutrisionis terhadap 100.000 penduduk yaitu 10.83%.
Keberadaan dietisien di Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 6
orang, dengan jumlah dietisien laki-laki sebanyak 1 orang dan dietisien
perempuan sebanyak 5 orang. Secara keseluruhan total jumlah dietisien di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 6 orang sehingga rasio total
tenaga kesehatan lingkungan terhadap 100.000 penduduk yaitu 1.18%.

84

jumlah

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Total jumlah Tenaga Gizi yang ada di fasilitas kesehatan di Kota


Surakarta Tahun 2014 sebanyak 61 orang dengan total rasio terhadap 100.000
penduduk yaitu 12.01%.
Berdasarkan tabel 77 Jumlah Tenaga Keterapian Medis di Fasilitas
Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Fisioterapi di
UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 1 orang berjenis
kelamin perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan fisioterapi di Rumah Sakit
di Kota Surakarta adalah sebanyak 53 orang, dengan rincian 20 orang laki-laki
dan 33 orang perempuan. Secara keseluruhan total jumlah fisioterapi di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 54 orang sehingga rasio total jumlah
nutrisionis terhadap 100.000 penduduk yaitu 10.63%.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki terapi okupasi sebanyak 12
orang, dengan jumlah terapi okupasi laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan
sebanyak 9 orang. Secara keseluruhan total jumlah terapi okupasi di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 12 orang sehingga rasio total jumlah
terapi okupasi terhadap 100.000 penduduk yaitu 2.363%.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki terapi wicara sebanyak 4 orang,
dengan jumlah terapi wicara laki-laki sebanyak 1 orang dan perempuan
sebanyak 3 orang. Secara keseluruhan total jumlah terapi wicara di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 4 orang sehingga rasio total jumlah terapi
okupasi terhadap 100.000 penduduk yaitu 0.7877%.
Total jumlah Tenaga Keterapian Medis yang ada di fasilitas kesehatan di
Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 70 orang dengan total rasio terhadap
100.000 penduduk yaitu 13.784%.
Berdasarkan tabel 78 Jumlah Tenaga Teknisi Medis dan Keterapian
Fisik di Fasilitas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah
radiografer di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 60 orang, dengan
rincian 33 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Secara keseluruhan total
jumlah radiografer di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 60 orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki teknisi elektromedis sebanyak 9
orang, dengan rincian 7 orang laki-laki dan perempuan sebanyak 2 orang.

85

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Secara keseluruhan total jumlah teknisi elektromedis di Kota Surakarta pada


Tahun 2014 sebanyak 9 orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki teknisi gigi sebanyak 2 orang
dengan jenis kelamin laki-laki, yang ada di RSUD DR. Moewardi. Secara
keseluruhan total jumlah teknisi gigi di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 2 orang.
Jumlah Analis Kesehatan di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 18 orang dengan rincian 5 orang berjenis kelamin laki-laki
dan 13 orang berjenis kelamin perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan
analis kesehatan di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 139 orang,
dengan rincian 31 orang laki-laki dan 108 orang perempuan. Secara keseluruhan
total jumlah analis kesehatan di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 157
orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki tenaga refraksi optisien
sebanyak 2 orang dengan rincian 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, yang
ada di RSUD DR. Moewardi. Secara keseluruhan total jumlah tenaga refraksi
optisien di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 2 orang.
Jumlah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 3 orang dengan rincian 1 orang
berjenis kelamin laki-laki dan 2 orang berjenis kelamin perempuan. Sedangkan,
jumlah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Rumah Sakit di Kota Surakarta
adalah sebanyak 79 orang, dengan rincian 13 orang laki-laki dan 66 orang
perempuan. Secara keseluruhan total jumlah analis kesehatan di Kota Surakarta
pada Tahun 2014 sebanyak 82 orang.
Seluruh

fasilitas

kesehatan

di

Kota

Surakarta

belum

memiliki

radioterapis, ortetik prostetik, teknisi transfusi darah dan teknisi kardiovaskuler.


Total jumlah Tenaga Teknisi Medis dan Keterapian Fisik yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 103 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 20.28%.
Berdasarkan tabel 79 Jumlah Tenaga Kesehatan Lain di Fasilitas
Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui Rumah Sakit di Kota Surakarta
memiliki pengelola program kesehatan sebanyak 1 orang berjenis kelamin
perempuan. Sedangkan, di Dinas Kesehatan Kota Surakarta terdapat 20 orang
86

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pengelola program kesehatan, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 16 orang


perempuan. Secara keseluruhan total jumlah pengelola program kesehatan di
Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 21 orang.

4.7.2. PEMBIAYAAN
Anggaran untuk pembiayaan kesehatan di Kota Surakarta tahun 2014
berasal dari berbagai sumber sebagai berikut :
4.7.2.1.

Program dan kegiatan yang dibiayai APBD Kota Tahun 2014

Total belanja

: Rp. 97.509.710.400,-

Belanja Tidak Langsung : Rp. 59.758.688.400, Belanja langsung

4.7.2.2.

: Rp. 37.751.022.000,-

Program yang didanai Non APBD

Pembangunan kesehatan di Kota Surakarta, selain didukung dari dana


APBD Kota, maka sebagian mendapatkan alokasi dana dari APBN, APBD
Propinsi, dan bantuan luar negri. Adapun rincian dana untuk kegiatan
sebagai berikut:
a. Sumber dana APBN sebesar

Rp. 3.682.061.975,-

b. Sumber dana APBD Propinsi sebesar Rp.

31.537.500,-

c. Sumber Dana Kerja sama/Luar Negeri Rp.

0,-

87

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB V
PERMASALAHAN

Berdasarkan analisa pada bab sebelumnya, maka ada sebagian program


yang sudah tercapai sasarannya, namun juga ditemukan ada program yang
masih menjadi masalah, diantaranya :

a. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan


Masih ditemukannya kematian ibu maternal sebesar 71 per 100.000
kelahiran hidup.
Masih ditemukannya bayi dengan BBLR (2,2%)

b. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat


Masih perlu ditingkatkannya cakupan Balita yang datang ke
Posyandu (79,28%)
Masih perlu ditingkatkannya cakupan pemberian ASI Eksklusif
(67,72%)
Belum seluruh penduduk terlindungi asuransi kesehatan (98,12%)

c. Program Lingkungan Sehat


Masih perlu ditingkatkannya cakupan rumah sehat (71,72%)
Perlu ditingkatkannya cakupan angka bebas jentik nyamuk,
terutama untuk Tempat-Tempat Umum (TTU)

d. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit


Tingginya

angka

kesakitan

demam

berdarah

(50,41/10.000

penduduk)
Masih rendahnya cakupan penemuan penderita pneumonia balita
(0,25%)
Kecenderungan meningkatnya

kasus HIV/AIDS (HIV/AIDS 65

kasus baru)
Belum meratanya angka penemuan kasus TB Paru di semua
wilayah puskesmas
Semakin berkembangnya penyakit penyakit

degeneratif,

berkaitan dengan belum membudayanya gaya hidup sehat

88

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

e. Program Perbaikan gizi


Masih ditemukannya Balita dengan status gizi kurang
Masih ditemukannya ibu hamil KEK (2,9%)
Masih rendahnya penemuan kasus ibu hamil anemia (5,7%)

89

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB VI
KESIMPULAN

6.1.

KEADAAN UMUM

Indeks Pembangunan Manusia


pendidikan,

derajat

kesehatan,

ada 3 (tiga) indikator yaitu tingkat

dan

kemampuan

ekonomi

masyarakat.

Berdasarkan capaian kinerja tahun 2014, maka gambaran pembangunan


manusia di Kota Surakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dari aspek pendidikan, rata-rata pendidikan penduduk adalah lulus SD
dan SLTP (36,70%). Sedangkan yang mencapai lulus SLTA hanya 24,63%,
tamat Akademi dan Perguruan Tinggi hanya sebesar 9,44%, sedangkan yang
belum tamat SD atau tidak sekolah sebesar 26,23%. Hal ini perlu mendapat
perhatian karena tingkat pendidikan penduduk merupakan salah satu faktor yang
menentukan kualitas sumber daya manusia. Selain itu tingkat pendidikan juga
berpengaruh

terhadap

kemudahan

dalam

menerima

(akses)

informasi

kesehatan.
Kemampuan ekonomi masyarakat

dapat dilihat dari pendapatan

perkapita dan mata pencaharian penduduk. Pendapatan penduduk perkapita


(data tahun 2012), menurut harga berlaku sebesar 16.813.058,71 rupiah.
Sedangkan menurut harga konstan sebesar 9.121.278,67 rupiah. Sektor industri
dan perdagangan masih merupakan sektor yang sangat dominan di Surakarta.
Bila dilihat mata pencaharian penduduk, rata- rata adalah buruh industri dan
buruh bangunan (33,45%).

90

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6.2.

DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan di Surakarta relatif baik, meskipun masih ditemukan


masalah-masalah

kesehatan. Angka kematian bayi (3,22 per 1000 kelahiran

hidup), angka kematian Balita (1,41 per 1000 kelahiran hidup), angka kematian
ibu (30,2 per 100.000 kelahiran hidup). Untuk AKI, AKB dan AKABA Kota
Surakarta sudah berada di bawah angka nasional dan Jawa Tengah. Namun
masih perlu adanya perhatian terhadap status gizi Balita, masih didapatkan
kasus gizi kurang meskipun kasus gizi buruk sudah tidak ditemukan. Belum lagi
masih tingginya angka anemi ibu hamil dan anemi balita. Hal ini dimungkinkan
karena faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan keluarga untuk mengkonsumsi
makanan dengan gizi seimbang.
Jika dilihat pola penyakit selain penyakit menular seperti penyakit demam
berdarah,

juga masih ditemukan penyakit yang dapat dicegah dengan

imunisasi/PD3I (seperti : penyakit campak).Yang perlu diwaspadai juga adalah


bertambahnya kasus penyakit menular seksual yaitu penyakit HIV/AIDS.
Sedangkan untuk penyakit tidak menular, maka hipertensi, diabetes melitus,
penyakit jantung dan stroke menempati kelompok 5 (lima) terbesar.

6.3.

PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Aspek

lingkungan merupakan faktor yang paling besar dalam

menentukan derajat kesehatan. Dilihat dari lingkungan fisik, maka secara


kuantitas sudah baik. Prosentase rumah sehat baru mencapai 73,9%, Tempat
Umum sehat mencapai 58,41%, dan Keluarga dengan jamban keluarga
mencapai 92,6%. Sedangkan dari aspek lingkungan biologis, rumah bebas jentik
baru mencapai 94,84%. Masih ada 5,16% rumah yang belum bebas jentik. Ini
menunjukkan peran serta masyarakat dalam PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk)

masih

perlu

ditingkatkan.

Kepadatan

nyamuk

memungkinkan terjadinya penularan penyakit demam berdarah.

91

yang

tinggi

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Surakarta masih perlu


ditingkatkan. Dari 91.951 keluarga yang didata PHBS, terdapat 99,48% keluarga
ber-PHBS dengan strata sehat utama dan sehat paripurna.
Demikian juga tingkat kemandirian Posyandu, baru 97,51% posyandu
yang mandiri dari 602 Posyandu yang ada. Sedangkan untuk cakupan ASI
eksklusif, sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan (55,7%). Untuk
cakupan peserta asuransi kesehatan masih perlu ditingkatkan (84,6%) dengan
jenis kepesertaan ASKES, JAMKESMAS, JAMSOSTEK dan PKMS. Melihat
kondisi

tersebut,

berarti

masih

ada

penduduk

belum

menggunakan/memanfaatkan sistem pembiayaan pra upaya.


Aspek pelayanan kesehatan, dilihat dari jumlah sarana pelayanan
kesehatan yang ada, maka rasio sarana pelayanan kesehatan sudah mencukupi,
baik rumah sakit , Puskesmas, Balai Pengobatan, rumah Bersalin, dan Praktek
perorangan. Sedangkan jika dilihat dari tenaga kesehatan, memang distribusinya
belum merata. Demikian juga kualitasnya, masih perlu adanya peningkatan
dalam kemampuan teknis dalam pelayanan. Pencapaian cakupan pelayanan
kesehatan secara kuantitas sudah cukup baik, seperti cakupan K4, persalinan
tenaga kesehatan, imunisasi rata-rata mencapai lebih dari 90%. Namun dari
aspek kualitas masih perlu adanya peningkatan sesuai standar operating
prosedur.

92

Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

LAMPIRAN TABEL

93

TABEL 1
LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,
DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

LUAS
WILAYAH
2
(km )

JUMLAH

JUMLAH
DESA +
PENDUDUK
KELURAHAN
KELURAHAN

DESA
4

JUMLAH
RUMAH
TANGGA
8

RATA-RATA KEPADATAN
JIWA/RUMAH PENDUDUK
2
TANGGA
per km
9

10

1 LAWEYAN

8,64

11

11

87.520

29.895

2,93

10.130

2 SERENGAN

3,19

44.396

16.686

2,66

13.917

3 PASARKLIWON

4,82

75.529

25.058

3,01

15.670

4 JEBRES

12,58

11

11

140.398

43.179

3,25

11.160

5 BANJARSARI

14,81

13

13

159.982

52.053

3,07

10.802

44,0

51

51

507.825

166.871

3,04

11.531

JUMLAH (KAB/KOTA)

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota

TABEL 2
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)

JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI

PEREMPUAN

LAKI-LAKI+PEREMPUAN

RASIO JENIS KELAMIN

0-4

17.853

17.068

34.921

104,60

5-9

20.475

19.107

39.582

107,16

10 - 14

20.802

20.070

40.872

103,65

15 - 19

19.946

19.081

39.027

104,53

20 - 24

18.721

18.117

36.838

103,33

25 - 29

19.510

19.500

39.010

100,05

30 - 34

23.051

22.913

45.963

100,60

35 - 39

20.943

21.051

41.994

99,49

40 - 44

19.296

20.083

39.379

96,08

10

45 - 49

17.653

19.149

36.802

92,19

11

50 - 54

15.843

17.433

33.276

90,88

12

55 - 59

13.084

13.829

26.913

94,61

13

60 - 64

9.426

9.666

19.092

97,51

14

65 - 69

5.379

6.547

11.926

82,15

15

70 - 74

4.107

5.439

9.546

75,52

16

75+

4.954

7.728

12.683

64,11

251.043

256.782

507.825

97,76

JUMLAH

ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO)


Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota

42

TABEL 3
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF
DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JUMLAH
NO

VARIABEL

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

LAKI-LAKI+
PEREMPUAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

LAKI-LAKI+
PEREMPUAN

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS

204.269

224.831

429.100

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG


MELEK HURUF

188.178

198.591

386.769

92,12

88,33

90,13

PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG


DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD

22.715

29.663

52.378

11,12

13,19

12,21

b. SD/MI

29.370

32.829

62.199

14,38

14,60

14,50

c. SMP/ MTs

26.547

30.803

57.350

13,00

13,70

13,37

d. SMA/ MA

51.951

49.354

101.305

25,43

21,95

23,61

e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

26.172

19.665

45.837

12,81

8,75

10,68

f. DIPLOMA I/DIPLOMA II

1.449

3.136

4.585

0,71

1,39

1,07

g. AKADEMI/DIPLOMA III

10.868

11.450

22.318

5,32

5,09

5,20

h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV

16.564

20.164

36.728

8,11

8,97

8,56

i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR)

2.542

1.527

4.069

1,24

0,68

0,95

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota

003.02

PERSENTASE

TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JUMLAH KELAHIRAN
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

NAMA PUSKESMAS

HIDUP

MATI

PEREMPUAN
HIDUP + MATI

HIDUP

MATI
8

LAKI-LAKI + PEREMPUAN
HIDUP + MATI

MATI

10

11

HIDUP + MATI

843

881

881

1.722

1.724

PAJANG

433

433

445

445

878

878

PENUMPING

167

168

193

193

360

361

PURWOSARI

241

242

243

243

484

485

427

427

461

462

888

889

JAYENGAN

256

256

278

278

534

534

KRATONAN

171

171

183

184

354

355

795

798

740

743

1.535

1.541

GAJAHAN

239

241

270

273

509

514

SANGKRAH

556

557

470

470

1.026

1.027

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

HIDUP

841

12

1.143

1.144

1.174

1.176

2.317

2.320

PURWODININGRATAN

252

252

252

252

504

504

NGORESAN

220

221

212

214

432

435

SIBELA

381

381

372

372

753

753

PUCANGSAWIT
5

LAKI-LAKI

290

290

338

338

628

628

1.659

1.660

1.690

1.693

3.349

3.353

NUSUKAN

273

273

290

290

563

563

MANAHAN

250

250

242

243

492

493

GILINGAN

306

306

307

307

613

613

BANYUANYAR

318

319

276

277

594

596

SETABELAN

138

138

164

165

302

303

GAMBIRSARI

374

374

411

411

785

785

4.865

4.872

4.946

4.955

9.811

16

9.827

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)

ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN)

1,4

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi

1,8

1,6

TABEL 5
JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JUMLAH KEMATIAN
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

LAKI - LAKI

PUSKESMAS

PEREMPUAN

NEONATAL

BAYI

ANAK
BALITA

BALITA

NEONATAL

LAKI - LAKI + PEREMPUAN

BAYI

ANAK
BALITA

BALITA

NEONATAL

BAYI

ANAK
BALITA

10

11

12

13

14

BALITA
15

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

12

16

31

16

21

3,16

1,63

0,51

2,14

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)

15
3

9
2

3
1

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi

TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KEMATIAN IBU
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

PUSKESMAS

JUMLAH
LAHIR HIDUP

< 20
tahun

JUMLAH KEMATIAN IBU


20-34
35
JUMLAH
tahun
tahun

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

PAJANG

878

PENUMPING

360

PURWOSARI

484

888

JAYENGAN

534

KRATONAN

354

1.535

509

1.026

2.317

PURWODININGRATAN

504

NGORESAN

432

SIBELA

753

PUCANGSAWIT

628

3.349

NUSUKAN

563

MANAHAN

492

GILINGAN

613

BANYUANYAR

594

SETABELAN

302

GAMBIRSARI

785

PASARKLIWON
SANGKRAH

JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS


< 20
20-34
35
JUMLAH
tahun
tahun
tahun

GAJAHAN
4

JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN


< 20
20-34
35
JUMLAH
tahun
tahun
tahun

1.722

SERENGAN

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)

JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL


< 20
20-34
35
JUMLAH
tahun
tahun
tahun

9.811

ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN)


Sumber: Laporan Puskesmas
Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi

7
71,35

TABEL 7
KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS PADA TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

L+P

JUMLAH

JUMLAH

10

L+P
11

JUMLAH

JUMLAH

12

13

14

15

KASUS TB ANAK
0-14 TAHUN
L+P
16

JUMLAH

17

18

45.049

87.520

64,29

35,71

14

11

52,38

10

47,62

21

20.939

21.857

42.796

100

0,00

78

22,22

0,00

PENUMPING

9.611

10.472

20.083

75

25,00

50

50,00

25,00

PURWOSARI

11.921

12.720

24.641

100,00

100,00

0,00

21.433

22.964

44.397

62

38,46

13

10

59

41,18

17

5,88

JAYENGAN

12.037

12.914

24.951

60

40,00

10

64

36,36

11

0,00

KRATONAN

9.396

10.050

19.446

67

33,33

50

50,00

16,67

SERENGAN

PASARKLIWON

9,52

37.271

38.259

75.530

21

60

14

40,00

35

22

50

22

50,00

44

0,00

GAJAHAN

12.903

13.508

26.411

75

25,00

12

69

30,77

13

0,00

SANGKRAH

24.368

24.751

49.119

12

52

11

47,83

23

13

42

18

58,06

31

0,00

67.849

72.548

140.397

22

48

24

52,17

46

24

47

27

52,94

51

1,96

PURWODININGRATAN

11.246

12.442

23.688

67

33,33

12

67

33,33

12

0,00

NGORESAN

18.823

21.338

40.161

60

40,00

50

50,00

0,00

SIBELA

21.968

22.640

44.608

33

14

66,67

21

35

15

65,22

23

4,35

PUCANGSAWIT

15.812

16.128

31.940

50

50,00

50

50,00

0,00

77.953

82.028

159.981

54

72

21

28,00

75

60

71

24

28,57

84

2,38

13.798

14.206

28.004

63

37,50

60

40,00

10

10,00

JEBRES

BANJARSARI
NUSUKAN
MANAHAN

8.756

9.630

18.386

70

30,00

10

73

27,27

11

9,09

GILINGAN

11.669

12.522

24.191

86

14,29

88

12,50

0,00

BANYUANYAR

14.069

14.412

28.481

16

70

30,43

23

16

70

30,43

23

0,00

SETABELAN

5.540

6.232

11.772

75

25,00

12

10

77

23,08

13

0,00

GAMBIRSARI

24.121

25.026

49.147

11

73

26,67

15

13

68

31,58

19

0,00

246.977

260.848

507.825

114

62

69

38

183

127

59

90

41

217

SUB JUMLAH I
RSUD DR MOEWARDI

16

80

20,00

20

43

65

23

34,85

66

3,03

RS DR. OEN

100

0,00

13

59

40,91

22

11

50,00

RS. SLAMET RIYADI

0,00

0,00

0,00

RS BRAYAT MINULYO

50

50,00

55

45,45

11

0,00

RS. PANTI WALUYO

25

75,00

36

16

64,00

25

15

60,00

RS. PKU MUH SKA

80

20,00

10

14

67

33,33

21

4,76

RS. KUSTATI

0,00

100

0,00

0,00

RS. KASIH IBU

100,00

36

64,29

14

7,14

RSUD KOTA SKA

14

88

12,50

16

28

46

33

54,10

61

31

50,82

BBKPM SURAKARTA

41

56

32

43,84

73

88

62

54

38,03

142

18

12,68

0,00

0,00

0,00

85

63

51

38

136

207

57

156

43

363

79

22

199

62

120

38

319

334

58

246

42

580

85

15

RUTAN
SUB JUMLAH II

JUMLAH (KAB/KOTA)

JUMLAH SELURUH
KASUS TB
P

42.471
PAJANG

LAWEYAN

JUMLAH KASUS BARU BTA+

JUMLAH PENDUDUK

PUSKESMAS

246.977

260.848

507.825

CNR KASUS BARU BTA+ PER 100.000 PENDUDUK


CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK

39,19

23,63

62,82
65,77

48,44

114,21

Sumber : Laporan Puskesma dan Rumah Sakit


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar:
507825

TABEL 8
JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TB PARU
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

L+P

L+P

10

11

L+P
12

207

14

9,38

4,50

6,76

PAJANG

48

44

92

12,50

0,00

6,52

PENUMPING

30

24

54

10,00

4,17

7,41

PURWOSARI

18

43

61

0,00

9,30

6,56

73

139

212

13

10,96

3,60

6,13

JAYENGAN

31

70

101

10

19,35

5,71

9,90

KRATONAN

42

69

111

4,76

1,45

2,70

170

235

405

21

14

35

12,35

5,96

8,64

58

74

132

12

15,52

4,05

9,09

112

161

273

12

11

23

10,71

6,83

8,42

674

650

1.324

22

24

46

3,26

3,69

3,47

PURWODININGRATAN

126

284

410

12

6,35

1,41

2,93

NGORESAN

337

165

502

0,89

1,21

1,00

SIBELA

119

100

219

14

21

5,88

14,00

9,59

92

101

193

4,35

3,96

4,15

499

658

1.157

54

21

75

10,82

3,19

6,48

NUSUKAN

55

65

120

9,09

4,62

6,67

MANAHAN

30

60

90

10

23,33

5,00

11,11

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

PUCANGSAWIT
BANJARSARI

GILINGAN

78

74

152

7,69

1,35

4,61

125

185

310

16

23

12,80

3,78

7,42

SETABELAN

79

163

242

12

11,39

1,84

4,96

GAMBIRSARI

132

111

243

11

15

8,33

3,60

6,17

1.512

1.793

3.305

114

69

183

7,54

3,85

5,54

131

98

229

16

20

12,21

4,08

8,73

54

77

131

5,56

0,00

2,29

13

21

0,00

0,00

0,00

RS BRAYAT MINULYO

37

32

69

5,41

6,25

5,80

RS. PANTI WALUYO

47

54

101

2,13

5,56

3,96

RS. PKU MUH SKA

50

69

119

10

16,00

2,90

8,40

RS. KUSTATI

30

37

67

0,00

0,00

0,00

RS. KASIH IBU

66

75

141

0,00

8,00

4,26

RSUD KOTA SKA

49

52

101

14

16

28,57

3,85

15,84

BANYUANYAR

SUB JUMLAH I
RSUD DR MOEWARDI
RS DR. OEN
RS. SLAMET RIYADI

BBKPM SURAKARTA

JUMLAH (KAB/KOTA)

111

SANGKRAH

% BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
P

BTA (+)

96

GAJAHAN
4

SUSPEK

308

235

543

41

32

73

13,31

13,62

13,44

RUTAN

0,00

0,00

0,00

SUB JUMLAH II

783

742

1.525

85

51

136

10,86

6,87

8,92

2.295

2.535

4.830

199

120

319

8,67

4,73

6,60

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

TABEL 9
ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

L+P

JUMLAH KEMATIAN
SELAMA PENGOBATAN

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

L+P
24

28

18

100,00

90,00

27

96,43

0,00

0,00

0,00 100,00

90,00

96,43

PAJANG

11

100,00

80,00

10

90,91

0,00

0,00

0,00 100,00

80,00

90,91

PENUMPING

11

100,00

100,00

11

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

PURWOSARI

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

12

12

24

12

100,00

12

100,00

24

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

JAYENGAN

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

KRATONAN

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

17

26

17

100,00

77,78

24

92,31

0,00

0,00

0,00 100,00

92,31

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

13

20

13

100,00

71,43

18

90,00

0,00

0,00

0,00 100,00

71,43

90,00

27

22

49

27

100,00

21

95,45

48

97,96

0,00

0,00

0,00 100,00

95,45

97,96

PURWODININGRATAN

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

NGORESAN

13

100,00

100,00

13

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

SIBELA

14

100,00

100,00

14

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

PUCANGSAWIT

10

100,00

83,33

90,00

0,00

0,00

0,00 100,00

83,33

90,00

42

34

76

42

100,00

33

97,06

75

98,68

0,00

0,00

0,00 100,00

97,06

98,68

NUSUKAN

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

MANAHAN

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

GILINGAN

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

15

24

15

100,00

88,89

23

95,83

0,00

0,00

0,00 100,00

95,83

SETABELAN

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

GAMBIRSARI

12

100,00

100,00

12

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

116

87

203

116

100,00

82

94,25

198

97,54

0,00

0,00

0,00 100,00

94,25

97,54

9,09

91,30

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

BANYUANYAR

SUB JUMLAH I
RSUD DR MOEWARDI

88,89

32

23

55

28

87,50

19

82,61

47

85,45

9,38

8,70

94,55

50,00

0,00

16,67

50,00

100,00

83,33 100,00 100,00 100,00

RS. SLAMET RIYADI

100,00

0,00

50,00

0,00

100,00

50,00 100,00 100,00 100,00

RS BRAYAT MINULYO

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

RS. PANTI WALUYO

100,00

100,00

100,00

0,00

0,00

0,00 100,00 100,00 100,00

RS. PKU MUH SKA

100,00

0,00

50,00

0,00

50,00

25,00 100,00

75,00

RS. KUSTATI

100,00

50,00

75,00

0,00

50,00

25,00 100,00 100,00 100,00

RS. KASIH IBU

16,67

0,00

12,50

66,67

100,00

75,00

87,50

RSUD KOTA SKA

0,00

0,00

0,00

100,00

100,00

100,00 100,00 100,00 100,00

37

32

69

29

78,38

29

90,63

58

84,06

5,41

0,00

86,96

0,00

0,00

0,00

100,00

0,00

0,00 100,00

92

72

164

71

77,17

52

72,22

123

75,00

13

14,13

13

18,06

26

15,85

91,30

90,28

90,85

208

159

367

187

89,90

134

84,28

321

87,47

13

6,25

13

8,18

26

7,08

96,15

92,45

94,55

RUTAN
SUB JUMLAH II

ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK


Sumber: Laporan Puskesmas
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

2,90

96,88

77,78

RS DR. OEN

BBKPM SURAKARTA

JUMLAH (KAB/KOTA)

L+P

10

SANGKRAH

18

GAJAHAN
4

ANGKA
KEBERHASILAN
PENGOBATAN
(SUCCESS RATE/SR)

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP


(COMPLETE RATE)

ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE)


BTA (+) DIOBATI

50,00

83,33 100,00
83,78

100,00 100,00

90,63

0,0

0,4

0,4

TABEL 10
PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
PNEUMONIA PADA BALITA
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

PUSKESMAS

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

2.911

3.074

5.985

291

307

599

1.512

1.619

3.131

151

162

313

PENUMPING

600

639

1.239

60

64

124

PURWOSARI

799

816

1.615

80

82

162

1.350

1.791

3.141

135

179

314

JAYENGAN

839

907

1.746

84

91

175

KRATONAN

511

884

1.395

51

88

140

2.431

3.173

5.604

243

317

560

951

989

1.940

95

99

194

1.480

2.184

3.664

148

218

366

4.536

4.487

9.023

454

449

902

746

750

1.496

75

75

150

NGORESAN

1.017

1.038

2.055

102

104

206

SIBELA

1.753

1.678

3.431

175

168

343

PUCANGSAWIT

1.020

1.021

2.041

102

102

204

6.052

5.936

11.988

605

594

1.199

NUSUKAN

1.101

1.103

2.204

110

110

220

MANAHAN

607

590

1.197

61

59

120

GILINGAN

862

811

1.673

86

81

167

1.207

1.045

2.252

121

105

225

454

508

962

45

51

96

1.821

1.879

3.700

182

188

370

17.280

18.461

35.741

1.728

1.846

3.574

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES
PURWODININGRATAN

BANJARSARI

BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)

L+P

SANGKRAH

GAJAHAN
4

PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI

JUMLAH PERKIRAAN
PENDERITA

PAJANG

JUMLAH BALITA

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 11
JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

HIV
NO

AIDS

KELOMPOK UMUR

JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS

SYPHILIS

L+P

PROPORSI
KELOMPOK
UMUR

L+P

PROPORSI
KELOMPOK
UMUR

L+P

L+P

PROPORSI
KELOMPOK
UMUR

10

15

16

17

11

12

13

14

4 TAHUN

11,11

2,13

0,00

5 - 14 TAHUN

0,00

0,00

0,00

15 - 19 TAHUN

5,56

0,00

0,00

20 - 24 TAHUN

16,67

10,64

16,67

25 - 49 TAHUN

10

55,56

31

38

80,85

83,33

50 TAHUN

11,11

6,38

0,00

JUMLAH (KAB/KOTA)

10

18

38

47

44,44

55,56

80,85

19,15

0,00

0,00

83,33

16,67

PROPORSI JENIS KELAMIN

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 12
PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
DONOR DARAH
NO

UNIT TRANSFUSI DARAH

SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING TERHADAP


HIV
L
P
L+P
JUMLAH
%
JUMLAH
%
JUMLAH
%

JUMLAH PENDONOR
L

L+P

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

JUMLAH
Sumber: Laporan Puskesmas

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

10

11

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

POSITIF HIV
L
JUMLAH
12

%
13

P
JUMLAH
14

15

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

L+P
JUMLAH
%
16

17

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

TABEL 13
KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
DIARE
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

PUSKESMAS

DIARE DITANGANI

JUMLAH TARGET
PENEMUAN

L+P

L+P

JUMLAH

10

L+P

JUMLAH

JUMLAH

11

12

13

14

15

42.471

45.049

87.520

1.060

1.125

2.185

866

82

1.111

99

1.977

20.939

21.857

42.796

523

546

1.068

219

42

240

44

459

43

PENUMPING

9.611

10.472

20.083

240

261

501

254

106

369

141

623

124

PURWOSARI

11.921

12.720

24.641

298

318

615

393

132

502

158

895

145

21.433

22.964

44.397

535

573

1.108

966

181

948

165

1.914

173

JAYENGAN

12.037

12.914

24.951

300

322

623

183

61

487

151

670

108

KRATONAN

9.396

10.050

19.446

235

251

485

783

334

461

184

1.244

256

37.271

38.259

75.530

930

955

1.885

787

85

1.209

127

1.996

106

GAJAHAN

12.903

13.508

26.411

322

337

659

261

81

436

129

697

106

SANGKRAH

24.368

24.751

49.119

608

618

1.226

526

86

773

125

1.299

106

67.849

72.548

140.397

1.694

1.811

3.505

1.218

72

1.528

84

2.746

78

PURWODININGRATAN

11.246

12.442

23.688

281

311

591

212

76

231

74

443

75

NGORESAN

18.823

21.338

40.161

470

533

1.003

256

54

420

79

676

67

SIBELA

21.968

22.640

44.608

548

565

1.114

403

73

467

83

870

78

PUCANGSAWIT

15.812

16.128

31.940

395

403

797

347

88

410

102

757

95

77.953

82.028

159.981

1.946

2.048

3.994

1.826

94

2.218

108

4.044

101

NUSUKAN

13.798

14.206

28.004

344

355

699

475

138

629

177

1.104

158

MANAHAN

8.756

9.630

18.386

219

240

459

177

81

185

77

362

79

GILINGAN

11.669

12.522

24.191

291

313

604

340

117

359

115

699

116

BANYUANYAR

PAJANG

JUMLAH PENDUDUK

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

90

14.069

14.412

28.481

351

360

711

363

103

509

141

872

123

SETABELAN

5.540

6.232

11.772

138

156

294

170

123

216

139

386

131

GAMBIRSARI

24.121

25.026

49.147

602

625

1.227

301

50

320

51

621

51

246.977

260.848

507.825

12.331

13.023

25.354

5.663

45,9

7.014

53,9

12.677

50,0

JUMLAH (KAB/KOTA)
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK

24,96

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 14
JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KASUS BARU
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering

Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah

L+P

L+P

10

11

LAWEYAN

12

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

83,33

16,67

83,33

16,67

0,98

0,20

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
#DIV/0!

#DIV/0!

ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK
Sumber: Laporan Puskesmas

L+P

SERENGAN

PROPORSI JENIS KELAMIN

PB + MB

1,18

TABEL 15
KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

PENDERITA
KUSTA

LAWEYAN

CACAT TINGKAT 2

JUMLAH

JUMLAH

10

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK
Sumber: Laporan Puskesmas

PENDERITA KUSTA
0-14 TAHUN

0
0

TABEL 16
JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KASUS TERCATAT
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

Multi Basiler/Kusta Basah

JUMLAH

L+P

L+P

10

11

L+P
12

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK
Sumber: Laporan Puskesmas

Pausi Basiler/Kusta kering

0,1

0,0

0,1

TABEL 17
PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KUSTA (PB)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

PENDERITA PB

KUSTA (MB)
RFT PB
P

PENDERITA MB

L+P

RFT MB
P

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

100

100

100

PAJANG

100

100

100

PENUMPING

PURWOSARI

100

100

SERENGAN

100

100

JAYENGAN

100

100

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

100

100

100

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

100

100

100

PUCANGSAWIT

100

100

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

100

100

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

0,0

0,0

0,0

11

100

100

11

100

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
X = tahun data.

TABEL 18
JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN
PAJANG
PENUMPING
PURWOSARI

SERENGAN
JAYENGAN
KRATONAN

PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH

JEBRES
PURWODININGRATAN
NGORESAN
SIBELA
PUCANGSAWIT

BANJARSARI
NUSUKAN
MANAHAN
GILINGAN
BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
<15 TAHUN

JUMLAH KASUS AFP


(NON POLIO)

19.356
9.468
4.439
5.449
9.849
5.535
4.314
18.188
6.357
11.831
30.435
5.131
8.694
9.678
6.932
38.068
6.667
4.371
5.754
6.781
2.797
11.698

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

115.896

1
0,8628

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu sebesar:
115.376

TABEL 19
JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

DIFTERI
JUMLAH KASUS
L

L+P

LAWEYAN

PERTUSIS
MENINGGAL
7

JUMLAH KASUS PD3I


TETANUS (NON NEONATORUM)
JUMLAH KASUS

L+P

L+P

10

11

12

13

TETANUS NEONATORUM

MENINGGAL
14

JUMLAH KASUS
L

L+P

15

16

17

MENINGGAL
18

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
CASE FATALITY RATE (%)

Sumber: Laporan Puskesmas

0
#DIV/0!

0,00

0
0,00

TABEL 20
JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JUMLAH KASUS PD3I
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

CAMPAK
JUMLAH KASUS
L
P
L+P
4

POLIO
MENINGGAL

HEPATITIS B

L+P

10

11

12

L+P
13

11

15

26

PAJANG

12

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

14

GAJAHAN

11

SANGKRAH

10

12

22

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

37

20

57

NUSUKAN

11

16

MANAHAN

13

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

10

68

58

126

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
CASE FATALITY RATE (%)

Sumber: Laporan Puskesmas

0,00

TABEL 21
JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

MENINGGAL

CFR (%)

L+P

L+P

10

11

L+P
12

13

22

7,7

0,0

4,5

PAJANG

0,0

0,0

0,0

PENUMPING

0,0

0,0

0,0

PURWOSARI

25,0

0,0

12,5

SERENGAN

17

10

27

0,0

0,0

0,0

JAYENGAN

10

16

0,0

0,0

0,0

KRATONAN

11

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH

JUMLAH KASUS

JEBRES
PURWODININGRATAN
NGORESAN

0,0

0,0

0,0

34

38

72

0,0

5,3

2,8

0,0

0,0

0,0

11

0,0

14,3

9,1

SIBELA

19

14

33

0,0

0,0

0,0

PUCANGSAWIT

10

15

25

0,0

6,7

4,0

61

65

126

1,6

0,0

0,8

NUSUKAN

12

19

0,0

0,0

0,0

MANAHAN

13

22

7,7

0,0

4,5

GILINGAN

12

0,0

0,0

0,0

BANYUANYAR

0,0

0,0

0,0

SETABELAN

0,0

0,0

0,0

GAMBIRSARI

28

36

64

0,0

0,0

0,0

JUMLAH (KAB/KOTA)

127

129

256

42,0

26,2

1,6

INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK

25,0

25,4

50,4

BANJARSARI

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 22
KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

SUSPEK

PUSKESMAS

LAWEYAN

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
POSITIF

L+P

L+P

MENINGGAL

CFR

L+P

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

L+P
21

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
JUMLAH PENDUDUK BERISIKO

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO

#DIV/0!

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

0,00

TABEL 23
PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
PENDERITA FILARIASIS
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

KASUS BARU DITEMUKAN

JUMLAH SELURUH KASUS

L+P

L+P
9

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA)

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 24
CAKUPAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH
15 TAHUN
JUMLAH PENDUDUK
NO

KECAMATAN

LAWEYAN

LAKI +
JUMLAH
PEREMPUAN
6

PEREMPUAN

LAKI-LAKI +
PEREMPUAN

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

35.485

68.163

16.777

51,34

20.604

58,06

37.381

54,84

3.675

21,90

5.241

25,44

8.916

23,85

17.216

33.327

8.348

51,82

10.140

58,90

18.488

55,47

1.027

12,30

2.473

24,39

3.500

18,93

PENUMPING

7.395

8.249

15.644

3.678

49,74

5.214

63,21

8.892

56,84

1.039

28,25

1.563

29,98

2.602

29,26

PURWOSARI

9.172

10.020

19.192

4.751

51,80

5.250

52,40

10.001

52,11

1.609

33,87

1.205

22,95

2.814

28,14

16.414

18.134

34.548

8.114

49,43

6.832

37,68

14.946

43,26

1.599

19,71

1.458

21,34

3.057

20,45

JAYENGAN

9.218

10.198

19.416

4.483

48,63

5.017

49,20

9.500

48,93

235

5,24

643

12,82

878

9,24

KRATONAN

7.196

7.936

15.132

3.631

50,46

1.815

22,87

5.446

35,99

1.364

37,57

815

44,90

2.179

40,01

27.909

29.434

57.343

19.986

71,61

19.567

66,48

39.553

68,98

4.218

21,10

4.605

23,53

8.823

22,31

9.662

10.392

20.054

4.106

42,50

4.977

47,89

9.083

45,29

1.365

33,24

1.257

25,26

2.622

28,87

18.247

19.042

37.289

15.880

87,03

14.590

76,62

30.470

81,71

2.853

17,97

3.348

22,95

6.201

20,35

52.418

57.544

109.962

21.923

41,82

30.401

52,83

52.324

47,58

3.154

14,39

8.642

28,43

11.796

22,54

8.688

9.869

18.557

4.499

51,78

7.882

79,87

12.381

66,72

1.159

25,76

3.160

40,09

4.319

34,88

NGORESAN

14.542

16.925

31.467

7.956

54,71

10.382

61,34

18.338

58,28

1.412

17,75

4.139

39,87

5.551

30,27

SIBELA

16.972

17.958

34.930

7.143

42,09

7.379

41,09

14.522

41,57

343

4,80

790

10,71

1.133

7,80

PUCANGSAWIT

12.216

12.792

25.008

2.325

19,03

4.758

37,20

7.083

28,32

240

10,32

553

11,62

793

11,20

SERENGAN

PASARKLIWON
SANGKRAH
JEBRES
PURWODININGRATAN

PEREMPUAN

LAKI-LAKI

16.111

GAJAHAN
4

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI

32.678
PAJANG

LAKI-LAKI

PUSKESMAS

LAKI-LAKI +
PEREMPUAN

BANJARSARI

58.548

63.365

121.913

29.204

49,88

33.141

52,30

62.345

51,14

5.534

18,95

8.429

25,43

13.963

22,40

NUSUKAN

10.363

10.974

21.337

6.302

60,81

8.671

79,01

14.973

70,17

1.410

22,37

3.011

34,72

4.421

29,53

MANAHAN

6.576

7.439

14.015

2.815

42,81

3.251

43,70

6.066

43,28

832

29,56

746

22,95

1.578

26,01

GILINGAN

8.764

9.673

18.437

3.537

40,36

3.945

40,78

7.482

40,58

931

26,32

859

21,77

1.790

23,92

10.567

11.133

21.700

5.977

56,56

8.264

74,23

14.241

65,63

853

14,27

1.995

24,14

2.848

20,00

SETABELAN

4.161

4.814

8.975

398

9,57

526

10,93

924

10,30

98

24,62

226

42,97

324

35,06

GAMBIRSARI

18.117

19.332

37.449

10.175

56,16

8.484

43,89

18.659

49,83

1.410

13,86

1.592

18,76

3.002

16,09

187.967

203.962

391.929

96.004

51,07

110.545

54,20

206.549

52,70

18.180

18,94

28.375

25,67

46.555

22,54

BANYUANYAR

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 25
CAKUPAN PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA 15
TAHUN
LAKI-LAKI

LAWEYAN

%
8

JUMLAH

10

LAKI-LAKI + PEREMPUAN
JUMLAH

11

12

LAKI-LAKI
JUMLAH

13

14

LAKI-LAKI +
PEREMPUAN

PEREMPUAN
JUMLAH

15

16

JUMLAH

17

18

86.797

20.106

20.606

40.712

PENUMPING

8.383

12.939

21.322

PURWOSARI

10.268

14.495

24.763

17.025

21.225

38.250

JAYENGAN

10.075

13.572

23.647

KRATONAN

6.950

7.653

14.603

28.989

38.729

67.718

73

98

0,25

171

0,25

4,11

7,14

10

5,85

SERENGAN

PASARKLIWON
SANGKRAH
JEBRES

6.834

11.912

18.746

22.155

26.817

48.972

73

0,33

98

0,37

171

0,35

4,11

7,14

10

5,85

36.906

56.964

93.870

958

2,60

1.843

3,24

2.801

2,98

240

25,05

540

29,30

780

27,85

PURWODININGRATAN

8.999

19.704

28.703

800

8,89

1.500

7,61

2.300

8,01

178

22,25

394

26,27

572

24,87

NGORESAN

7.956

10.382

18.338

SIBELA
PUCANGSAWIT
5

PEREMPUA
LAKI +
JUMLAH
N
PEREMPUAN

PEREMPUAN

48.040

GAJAHAN
4

LAKI-LAKI

OBESITAS

38.757
PAJANG

DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS

BANJARSARI

7.735

14.086

21.821

158

2,04

343

2,44

501

2,30

62

12.216

12.792

25.008

0
39,24

146

0
42,57

208

41,52

46.385

66.927

113.312

20

0,04

50

0,07

70

0,06

35,00

41

82,00

48

68,57

NUSUKAN

12.611

22.013

34.624

MANAHAN

7.014

9.140

16.154

GILINGAN

5.356

10.818

16.174

BANYUANYAR

6.471

10.567

17.038

20

0,31

50

0,47

70

0,41

35,00

41

82,00

48

68,57

SETABELAN

6.966

13.300

20.266

GAMBIRSARI

7.967

1.089

9.056

168.062

231.885

399.947

1.051

0,63

1.991

0,86

3.042

0,76

250

23,79

588

29,53

838

27,55

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 26
CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

PEREMPUAN
USIA 30-50 TAHUN
4

PEMERIKSAAN LEHER
RAHIM DAN PAYUDARA
JUMLAH

IVA POSITIF
JUMLAH

TUMOR / BENJOLAN

JUMLAH

10.638

10

0,09

0,00

36

0,34

PAJANG

5.161

10

0,19

0,00

36

0,70

PENUMPING

2.473

0,00

0,00

0,00

PURWOSARI

3.004

0,00

0,00

0,00

5.422

64

1,18

0,00

0,13

JAYENGAN

3.049

10

0,33

0,00

0,16

KRATONAN

2.373

54

2,28

0,00

0,08

9.033

208

2,30

0,02

0,00

GAJAHAN

3.189

0,00

0,00

0,00

SANGKRAH

5.844

208

3,56

0,03

0,00

17.129

237

1,38

0,05

18

0,11

PURWODININGRATAN

2.937

194

6,61

0,27

12

0,41

NGORESAN

5.039

0,00

0,00

0,00

SIBELA

5.345

43

0,80

0,02

0,11

PUCANGSAWIT

3.808

0,00

0,00

0,00

19.369

508

2,62

0,00

0,03

NUSUKAN

3.355

0,00

0,00

0,00

MANAHAN

2.273

480

21,12

0,00

0,00

GILINGAN

2.957

0,24

0,00

0,17

BANYUANYAR

3.403

0,00

0,00

0,00

SETABELAN

1.472

21

1,43

0,00

0,00

GAMBIRSARI

5.909

0,00

0,00

0,00

61.591

1.027

1,67

22

0,04

132

0,21

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas
Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination

TABEL 27
JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

JENIS KEJADIAN
LUAR BIASA

YANG TERSERANG
WAKTU KEJADIAN (TANGGAL)
JUMLAH JUMLAH
KEC
DESA/KEL DIKETAHUI DITANGGU- AKHIR

LANGI
6

JUMLAH PENDERITA

KELOMPOK UMUR PENDERITA

L+P

0-7
HARI

8-28
HARI

1-11
BLN

1-4
THN

5-9
THN

10

11

12

13

14

15

17

18

19

20

21

ATTACK RATE (%)

CFR (%)

70+
THN

L+P

L+P

L+P

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

L+P

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

N I H I L (TIDAK ADA
KASUS)
0

Sumber: Laporan Puskesmas

10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69


THN THN THN THN THN THN

16

JUMLAH PENDUDUK
TERANCAM

JUMLAH KEMATIAN

TABEL 28
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

%
6

#DIV/0!

PAJANG

#DIV/0!

PENUMPING

#DIV/0!

PURWOSARI

#DIV/0!

#DIV/0!

JAYENGAN

#DIV/0!

KRATONAN

#DIV/0!

#DIV/0!

GAJAHAN

#DIV/0!

SANGKRAH

#DIV/0!

#DIV/0!

PURWODININGRATAN

#DIV/0!

NGORESAN

#DIV/0!

SIBELA

#DIV/0!

PUCANGSAWIT

#DIV/0!

#DIV/0!

NUSUKAN

#DIV/0!

MANAHAN

#DIV/0!

GILINGAN

#DIV/0!

BANYUANYAR

#DIV/0!

SETABELAN

#DIV/0!

GAMBIRSARI

#DIV/0!

#DIV/0!

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

Sumber: Laporan Puskesmas

DITANGANI <24 JAM

2 SERENGAN

JUMLAH (KAB/KOTA)

KLB DI DESA/KELURAHAN
JUMLAH

TABEL 29
CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

IBU HAMIL

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

IBU BERSALIN/NIFAS

K1

K4

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

IBU NIFAS
MENDAPAT VIT A

BUMIL KEK

BUMIL AGB

JUMLAH

JUMLAH

JML

JML

11

12

13

14

15

16

17

18

19

10

1.905

1.905

100,0

1.863

97,8

1.723

1.723

100,0

PAJANG

995

995

100,0

969

97,4

878

878

100,0

878

PENUMPING

378

378

100,0

367

97,1

361

361

100,0

PURWOSARI

532

532

100,0

527

99,1

484

484

SERENGAN

1.723 100,0

1.723

100

37

1,9

68

100,0

878

100

0,4

30

3,6
3,0

361

100,0

361

100

20

5,3

14

3,7

100,0

484

100,0

484

100

13

2,4

24

4,5

981

981

100,0

977

99,6

884

884

100,0

883

99,9

883

99,89

21

2,1

44

4,5

JAYENGAN

593

593

100,0

589

99,3

532

532

100,0

531

99,8

531

99,81

19

3,2

33

5,6

KRATONAN

388

388

100,0

388

100,0

352

352

100,0

352

100,0

352

100

0,5

11

2,8

1.626

1.626

100,0

1.598

98,3

1.532

1.532

100,0

1.532

100,0

1.532

100

54

3,3

93

5,7

523

523

100,0

514

98,3

507

507

100,0

507

100,0

507

100

27

5,2

35

6,7

1.103

1.103

100,0

1.084

98,3

1.025

1.025

100,0

1.025

100,0

1.025

100

27

2,4

58

5,3

2.519

2.519

100,0

2.492

98,9

2.316

2.316

100,0

2.316

100,0

2.316

100

110

4,4

200

7,9

PURWODININGRATAN

554

554

100,0

548

98,9

503

503

100,0

503

100,0

503

100

12

2,2

16

2,9

NGORESAN

478

478

100,0

478

100,0

435

435

100,0

435

100,0

435

100

41

8,6

65

13,6

SIBELA

796

796

100,0

793

99,6

751

751

100,0

751

100,0

751

100

31

3,9

96

12,1

PUCANGSAWIT

691

691

100,0

673

97,4

627

627

100,0

627

100,0

627

100

26

3,8

23

3,3

3.618

3.618

100,0

3.458

95,6

3.341

3.341

100,0

3.338

99,9

3.339

99,94

86

2,4

201

5,6

NUSUKAN

617

617

100,0

616

99,8

563

563

100,0

563

100,0

563

100

28

4,5

26

4,2

MANAHAN

541

541

100,0

429

79,3

493

493

100,0

492

99,8

493

100

10

1,8

53

9,8

GILINGAN

674

674

100,0

667

99,0

610

610

100,0

610

100,0

610

100

0,9

21

3,1

BANYUANYAR

643

643

100,0

643

100,0

591

591

100,0

589

99,7

589

99,66

20

3,1

33

5,1

SETABELAN

320

320

100,0

287

89,7

299

299

100,0

299

100,0

299

100

0,9

1,9

GAMBIRSARI

823

823

100,0

816

99,1

785

785

100,0

785

100,0

785

100

19

2,3

62

7,5

10.649

10.649

100,0

10.388

97,5

9.796

9.796

100,0

9.792

100,0

9.793

99,97

308

2,9

606

5,7

PASARKLIWON
SANGKRAH

JUMLAH

STATUS GIZI BUMIL

MENDAPAT
YANKES NIFAS

LAWEYAN

GAJAHAN
4

PERSALINAN
DITOLONG
NAKES

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 30
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

JUMLAH IBU
HAMIL
4

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


TT-1

TT-2

TT-3

TT-4

TT-5

TT2+

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

1.905

681

35,7

1.149

60,3

1.149

60,3

1.118

58,7

1.102

57,8

4.518

237,2

PAJANG

995

269

27,0

269

27,0

269

27,0

269

27,0

269

27,0

1.076

108,1

PENUMPING

378

360

95,2

360

95,2

360

95,2

359

95,0

359

95,0

1.438

380,4

PURWOSARI

532

52

9,8

520

97,7

520

97,7

490

92,1

474

89,1

2.004

376,7

981

948

96,6

948

96,6

948

96,6

948

96,6

998

101,7

3.842

391,6

JAYENGAN

593

533

89,9

533

89,9

533

89,9

533

89,9

583

98,3

2.182

368,0

KRATONAN

388

415

107,0

415

107,0

415

107,0

415

107,0

415

107,0

1.660

427,8

1.626

1.171

72,0

1.160

71,3

1.158

71,2

1.149

70,7

1.112

68,4

4.579

281,6

523

520

99,4

520

99,4

520

99,4

520

99,4

520

99,4

2.080

397,7

1.103

651

59,0

640

58,0

638

57,8

629

57,0

592

53,7

2.499

226,6

2.519

2.336

92,7

2.382

94,6

2.380

94,5

2.251

89,4

2.238

88,8

9.251

367,2

PURWODININGRATAN

554

505

91,2

551

99,5

551

99,5

554

100,0

554

100,0

2.210

398,9

NGORESAN

478

476

99,6

476

99,6

476

99,6

476

99,6

476

99,6

1.904

398,3

SIBELA

796

772

97,0

772

97,0

770

96,7

770

96,7

770

96,7

3.082

387,2

PUCANGSAWIT

691

583

84,4

583

84,4

583

84,4

451

65,3

438

63,4

2.055

297,4

3.618

3.577

98,9

3.577

98,9

3.577

98,9

3.577

98,9

2.758

76,2

13.489

372,8

NUSUKAN

617

617

100,0

617

100,0

617

100,0

617

100,0

614

99,5

2.465

399,5

MANAHAN

541

540

99,8

540

99,8

540

99,8

540

99,8

546

100,9

2.166

400,4

GILINGAN

674

674

100,0

674

100,0

674

100,0

674

100,0

674

100,0

2.696

400,0

BANYUANYAR

643

608

94,6

608

94,6

608

94,6

608

94,6

608

94,6

2.432

378,2

SETABELAN

320

316

98,8

316

98,8

316

98,8

316

98,8

316

98,8

1.264

395,0

GAMBIRSARI

823

822

99,9

822

99,9

822

99,9

822

99,9

2.466

299,6

10.649

8.713

81,8

9.216

86,5

9.212

86,5

9.043

84,9

8.208

77,1

71.358

670,1

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 31
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS
NO
1

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

JUMLAH WUS
(15-39 TAHUN)
4

TT-1

TT-2

TT-3

TT-4

TT-5

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

18.962

6.320

33,3

6.317

33,3

6.316

33,3

6.263

33,0

6.178

32,6

PAJANG

9.200

2.050

22,3

2.050

22,3

2.050

22,3

2.050

22,3

2.050

22,3

PENUMPING

4.408

3.579

81,2

3.576

81,1

3.575

81,1

3.544

80,4

3.468

78,7

PURWOSARI

5.354

691

12,9

691

12,9

691

12,9

669

12,5

660

12,3

9.666

8.388

86,8

8.386

86,8

8.388

86,8

8.384

86,7

8.317

86,0

JAYENGAN

5.436

3.890

71,6

3.888

71,5

3.890

71,6

3.894

71,6

3.859

71,0

KRATONAN

4.230

4.498

106,3

4.498

106,3

4.498

106,3

4.490

106,1

4.458

105,4

16.105

1.856

11,5

1.856

11,5

1.856

11,5

1.846

11,5

1.846

11,5

5.686

1.419

25,0

1.419

25,0

1.419

25,0

1.419

25,0

1.419

25,0

10.419

437

4,2

437

4,2

437

4,2

427

4,1

427

4,1

30.538

17.007

55,7

16.597

54,3

15.574

51,0

16.216

53,1

14.306

46,8

PURWODININGRATAN

5.237

4.485

85,6

4.485

85,6

4.485

85,6

4.485

85,6

3.280

62,6

NGORESAN

8.982

7.366

82,0

7.036

78,3

6.327

70,4

7.036

78,3

6.355

70,8

SIBELA

9.530

1.560

16,4

1.520

15,9

1.250

13,1

1.200

12,6

1.200

12,6

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

PUCANGSAWIT

6.789

3.596

53,0

3.556

52,4

3.512

51,7

3.495

51,5

3.471

51,1

34.529

13.508

39,1

13.508

39,1

13.508

39,1

13.352

38,7

9.626

27,9

NUSUKAN

5.980

1.464

24,5

1.464

24,5

1.464

24,5

1.308

21,9

1.308

21,9

MANAHAN

4.054

3.438

84,8

3.438

84,8

3.438

84,8

3.438

84,8

3.337

82,3

GILINGAN

5.271

4.310

81,8

4.310

81,8

4.310

81,8

4.310

81,8

4.313

81,8

BANYUANYAR

6.067

391

6,4

391

6,4

391

6,4

391

6,4

391

6,4

5 BANJARSARI

SETABELAN

2.623

277

10,6

277

10,6

277

10,6

277

10,6

277

10,6

GAMBIRSARI

10.534

3.628

34,4

3.628

34,4

3.628

34,4

3.628

34,4

0,0

109.800

47.079

42,9

46.664

42,5

45.642

41,6

46.061

41,9

40.273

36,7

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 32
JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
FE1 (30 TABLET)

FE3 (90 TABLET)

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH
IBU HAMIL

JUMLAH

JUMLAH

1 LAWEYAN

1.905

1.909

100,21

1.863

97,80

PAJANG

995

995

100,00

969

97,39

PENUMPING

378

381

100,79

367

97,09

PURWOSARI

532
981

533
970

100,19
98,88

527
977

99,06
99,59

JAYENGAN

593

593

100,00

589

99,33

KRATONAN

388
1.626

377
1.648

97,16
101,35

388
1.597

100,00
98,22

523

523

100,00

514

98,28

1.103
2.519

1.125
2.485

101,99
98,65

1.083
2.496

98,19
99,09

PURWODININGRATAN

554

550

99,28

548

98,92

NGORESAN

478

478

100,00

478

100,00

SIBELA

796

769

96,61

797

100,13

691
3.618

688
3.596

99,57
99,39

673
3.586

97,40
99,12

NUSUKAN

617

610

98,87

606

98,22

MANAHAN

541

543

100,37

529

97,78

GILINGAN

674

674

100,00

667

98,96

BANYUANYAR

643

635

98,76

662

102,95

SETABELAN

320

311

97,19

306

95,63

GAMBIRSARI

823

823

100,00

816

99,15

10.649

10.608

99,61

10.519

98,78

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 33
JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

JUMLAH
IBU HAMIL

PERKIRAAN
BUMIL
DENGAN
KOMPLIKASI
KEBIDANAN
5

PENANGANAN
KOMPLIKASI
KEBIDANAN

JUMLAH LAHIR HIDUP

PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL

PERKIRAAN NEONATAL
KOMPLIKASI

L+P

L+P

10

11

12

13

14

P
S

%
15

L+P
S

16

17

18

19

1.905

381

327

86

841

881

1.722

126

132

258

14

11

21

16

35

PAJANG

995

199

168

84

433

445

878

65

67

132

PENUMPING

378

76

75

99

167

193

360

25

29

54

28

12

41

19

35

PURWOSARI

532

106

84

79

241

243

484

36

36

73

14

16

11

15

981

196

175

89

427

461

888

64

69

133

25

39

29

42

54

41

JAYENGAN

593

119

128

108

256

278

534

38

42

80

20

52

25

60

45

56

KRATONAN

388

78

47

61

171

183

354

26

27

53

19

15

17

1.626

325

304

93

795

740

1.535

119

111

230

43

36

49

44

92

40

523

105

135

129

239

270

509

36

41

76

13

36

15

37

28

37

1.103

221

169

77

556

470

1.026

83

71

154

30

36

34

48

64

42

2.519

504

619

123

1.143

1.174

2.317

171

176

348

23

13

23

13

46

13

PURWODININGRATAN

554

111

86

78

252

252

504

38

38

76

19

11

11

15

NGORESAN

478

96

171

179

220

212

432

33

32

65

18

28

15

23

SIBELA

796

159

212

133

381

372

753

57

56

113

PUCANGSAWIT

691

138

150

109

290

338

628

44

51

94

18

14

15

16
10

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

5 BANJARSARI

14

3.618

724

573

79

1.659

1.690

3.349

249

254

502

31

12

19

50

NUSUKAN

617

123

103

83

273

290

563

41

44

84

MANAHAN

541

108

61

56

250

242

492

38

36

74

19

10

14

GILINGAN

674

135

72

53

306

307

613

46

46

92

17

11

13

14

BANYUANYAR

643

129

113

88

318

276

594

48

41

89

11

23

10

15

17

SETABELAN

320

64

27

42

138

164

302

21

25

45

14

16

15

GAMBIRSARI

823

165

197

120

374

411

785

56

62

118

10.649

2.130

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

1.998

93,8

4.865

4.946

9.811

730

742

1.472

136

18,6

141

19,0

277

18,8

TABEL 34
PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
PESERTA KB AKTIF
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

NON MKJP

MKJP
IUD

MOP

MOW

IM
PLAN

10

11

JUMLAH

KON
DOM

12

13

14

%
15

SUNTIK

16

17

PIL

OBAT
VAGINA

LAIN
NYA

18

19

20

21

22

23

JUMLAH

24

25

MKJP +
NON
MKJP

% MKJP +
NON MKJP

26

27

1.579

18,8

20

0,2

312

3,7

172

2,0

2.083

24,8

851

10,1

4.291

51,0

1.191

14,2

0,0

0,0

6.333

75,2

8.416

100,0

1.551

29,7

22

0,4

224

4,3

120

2,3

1.917

36,7

538

10,3

2.363

45,2

409

7,8

0,0

0,0

3.310

63,3

5.227

100,0

1.804

22,8

23

0,3

510

6,5

383

4,9

2.720

34,5

1.004

12,7

2.900

36,7

1.271

16,1

0,0

0,0

5.175

65,5

7.895

100,0

3.619

23,0

91

0,6

706

4,5 1.075

6,8

5.491

34,8

998

6,3

7.284

46,2

1.992

12,6

0,0

0,0 10.274

65,2

15.765

100,0

5 BANJARSARI

2.791

15,2

77

0,4

676

3,7

5,0

4.463

24,3

1.469

8,0

9.679

52,8

2.733

14,9

0,0

0,0 13.881

75,7

18.344

100,0

JUMLAH (KAB/KOTA)

11.344

20,4

233

4,8 16.674

30,0

4.860

8,7 26.517

47,7

7.596

13,7

0,0

0,0 38.973

70,0

55.647

100,0

PURWOSARI
2 SERENGAN
KRATONAN
3 PASARKLIWON
SANGKRAH
4 JEBRES
PUCANGSAWIT

Sumber: BAPERMAS PP, PA & KB Kota Surakarta

0,4 2.428

919

4,4 2.669

TABEL 35
PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
PESERTA KB BARU
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS
IUD

1 LAWEYAN

NON MKJP

MKJP

MKJP + % MKJP
NON
+ NON
MKJP
MKJP

IMPLAN

JUMLAH

KONDOM

SUNTIK

PIL

OBAT
VAGINA

LAIN
NYA

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

145

12,6

105

9,1

578

50,3

54

4,7

441

38,4

75

6,5

0,0

0,0

570

49,7

1.148

100,0

0,0

34

5,5

96

15,6

26

4,2

438

71,2

55

8,9

0,0

0,0

519

84,4

615

100,0

0,0

84

6,8

79

6,4

326

26,4

60

4,9

708

57,3

141

11,4

0,0

0,0

909

73,6

1.235

100,0

0,0

129

5,1

344

13,6

1.251

49,3

98

3,9

1.013

40,0

173

6,8

0,0

0,0

1.284

50,7

2.535

100,0

0,0

165

9,1

308

17,0

791

43,7

186

10,3

712

39,3

122

6,7

0,0

0,0

1.020

56,3

1.811

100,0

12

0,2

523

7,1

870

11,8

3.042

41,4

424

5,8

3.312

45,1

566

7,7

0,0

0,0

4.302

58,6

7.344

100,0

MOP

MOW

317

27,6

11

1,0

62

10,1

0,0

163

13,2

777

30,7

318

17,6

1.637

22,3

26

27

PURWOSARI
2 SERENGAN
KRATONAN
3 PASARKLIWON
SANGKRAH
4 JEBRES
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI
JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: BAPERMAS PP, PA & KB Kota Surakarta

TABEL 36
JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH PUS

1 LAWEYAN

JUMLAH

11.291

1.148

10,2

8.527

75,5

5.625

256

4,6

4.258

75,7

PENUMPING

2.526

87

3,4

1.953

77,3

PURWOSARI

3.140

231

7,4

2.316

73,8

6.362

615

9,7

5.225

82,1

JAYENGAN

3.371

475

14,1

2.807

83,3

KRATONAN

2.991

47

1,6

2.418

80,8

3 PASARKLIWON

10.580

1.235

11,7

8.771

82,9

GAJAHAN

3.963

147

3,7

3.457

87,2

SANGKRAH

6.617

419

6,3

5.314

80,3

4 JEBRES

18.847

2.535

13,5

15.854

84,1

PURWODININGRATAN

2.982

177

5,9

2.309

77,4

NGORESAN

3.902

560

14,4

3.144

80,6

SIBELA

7.526

379

5,0

6.016

79,9

PUCANGSAWIT

4.437

255

5,7

4.385

98,8

5 BANJARSARI

Sumber: Laporan Puskesmas

JUMLAH

PAJANG

2 SERENGAN

JUMLAH (KAB/KOTA)

PESERTA KB AKTIF

PESERTA KB BARU

23.119

1.811

7,8

18.457

79,8

NUSUKAN

4.283

435

10,2

3.495

81,6

MANAHAN

2.229

92

4,1

1.722

77,3

GILINGAN

3.521

163

4,6

2.831

80,4

BANYUANYAR

3.861

162

4,2

3.008

77,9

SETABELAN

1.498

177

11,8

1.204

80,4

GAMBIRSARI

7.727

286

3,7

6.197

80,2

70.199

11.692

16,7

56.834

81,0

TABEL 37
BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

LAWEYAN

PUSKESMAS
3

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG

JUMLAH LAHIR HIDUP

BBLR
L+P

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

841

881

1.722

841

100

881

100

1.722

100

11

1,31

12

1,36

23

1,34

PAJANG

433

445

878

433

100

445

100

878

100

0,46

0,67

0,57

PENUMPING

167

193

360

167

100

193

100

360

100

2,99

2,59

10

2,78

PURWOSARI

241

243

484

241

100

243

100

484

100

1,66

1,65

1,65

427

461

888

427

100

461

100

888

100

12

2,81

1,95

21

2,36

JAYENGAN

256

278

534

256

100

278

100

534

100

3,13

2,52

15

2,81

KRATONAN

171

183

354

171

100

183

100

354

100

2,34

1,09

1,69

795

740

1.535

795

100

740

100

1.535

100

44

5,53

41

5,54

85

5,54

GAJAHAN

239

270

509

239

100

270

100

509

100

10

4,18

12

4,44

22

4,32

SANGKRAH

556

470

1.026

556

100

470

100

1.026

100

34

6,12

29

6,17

63

6,14

1.143

1.174

2.317

1.143

100

1.174

100

2.317

100

21

1,84

20

1,70

41

1,77

PURWODININGRATAN

252

252

504

252

100

252

100

504

100

2,38

1,59

10

1,98

NGORESAN

220

212

432

220

100

212

100

432

100

2,73

4,25

15

3,47

SIBELA

381

372

753

381

100

372

100

753

100

1,57

0,81

1,20

PUCANGSAWIT

290

338

628

290

100

338

100

628

100

1,03

1,18

1,11

1.659

1.690

3.349

1.659

100

1.690

100

3.349

100

26

1,57

20

1,18

46

1,37

NUSUKAN

273

290

563

273

100

290

100

563

100

0,37

0,69

0,53

MANAHAN

250

242

492

250

100

242

100

492

100

2,80

1,24

10

2,03

GILINGAN

306

307

613

306

100

307

100

613

100

1,96

1,63

11

1,79

BANYUANYAR

318

276

594

318

100

276

100

594

100

2,83

1,45

13

2,19

SETABELAN

138

164

302

138

100

164

100

302

100

2,17

2,44

2,32

GAMBIRSARI

374

411

785

374

100

411

100

785

100

0,00

0,49

0,25

4.865

4.946

9.811

4.865

100

4.946

100

9.811

100

114

2,34

102

2,06

216

2,20

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 38
CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


L
P
L+P

L +P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

841

881

1.722

841

100,0

881

100,0

1.722

100,0

839

99,8

878

99,7

1.717

99,7

PAJANG

433

445

878

433

100,0

445

100,0

878

100,0

432

99,8

444

99,8

876

99,8

PENUMPING

167

193

360

167

100,0

193

100,0

360

100,0

166

99,4

191

99,0

357

99,2

PURWOSARI

241

243

484

241

100,0

243

100,0

484

100,0

241

100,0

243

100,0

484

100,0

SERENGAN

427

461

888

427

100,0

461

100,0

888

100,0

424

99,3

460

99,8

884

99,5

JAYENGAN

256

278

534

256

100,0

278

100,0

534

100,0

255

99,6

277

99,6

532

99,6

KRATONAN

171

183

354

171

100,0

183

100,0

354

100,0

169

98,8

183

100,0

352

99,4

795

740

1.535

795

100,0

739

99,9

1.534

99,9

790

99,4

736

99,5

1.526

99,4

GAJAHAN

239

270

509

239

100,0

269

99,6

508

99,8

239

100,0

269

99,6

508

99,8

SANGKRAH

556

470

1.026

556

100,0

470

100,0

1.026

100,0

551

99,1

467

99,4

1.018

99,2

1.143

1.174

2.317

1.143

100,0

1.174

100,0

2.317

100,0

1.142

99,9

1.171

99,7

2.313

99,8

PURWODININGRATAN

252

252

504

252

100,0

252

100,0

504

100,0

252

100,0

251

99,6

503

99,8

NGORESAN

220

212

432

220

100,0

212

100,0

432

100,0

219

99,5

210

99,1

429

99,3

SIBELA

381

372

753

381

100,0

372

100,0

753

100,0

381

100,0

372

100,0

753

100,0

PASARKLIWON

JEBRES

PUCANGSAWIT
5

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1)


L
P
L+P

JUMLAH BAYI

290

338

628

290

100,0

338

100,0

628

100,0

290

100,0

338

100,0

628

100,0

1.659

1.690

3.349

1.658

99,9

1.689

99,9

3.347

99,9

1.656

99,8

1.668

98,7

3.324

99,3

NUSUKAN

273

290

563

273

100,0

290

100,0

563

100,0

272

99,6

270

93,1

542

96,3

MANAHAN

250

242

492

250

100,0

242

100,0

492

100,0

250

100,0

242

100,0

492

100,0

GILINGAN

306

307

613

305

99,7

306

99,7

611

99,7

305

99,7

306

99,7

611

99,7

BANYUANYAR

318

276

594

318

100,0

276

100,0

594

100,0

317

99,7

276

100,0

593

99,8

SETABELAN

138

164

302

138

100,0

164

100,0

302

100,0

138

100,0

164

100,0

302

100,0

GAMBIRSARI

374

411

785

374

100,0

411

100,0

785

100,0

374

100,0

410

99,8

784

99,9

4.865

4.946

9.811

4.864

100,0

4.944

100,0

9.808

100,0

4.851

99,7

4.913

99,3

9.764

99,5

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 39
JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

JUMLAH BAYI
L

L+P
6

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


USIA 0-6 BULAN
L
P
L+P
JUMLAH
%
JUMLAH
%
JUMLAH
%
7

10

11

12

483

536

1.019

369

76,4

407

75,9

776

76,2

136

204

340

106

77,9

160

78,4

266

78,2

PENUMPING

90

100

190

65

72,2

70

70,0

135

71,1

PURWOSARI

257

232

489

198

77,0

177

76,3

375

76,7

241

312

553

176

73,0

209

67,0

385

69,6

JAYENGAN

133

151

284

81

60,9

92

60,9

173

60,9

KRATONAN

108

161

269

95

88,0

117

72,7

212

78,8

425

382

807

327

76,9

296

77,5

623

77,2

GAJAHAN

164

178

342

149

90,9

158

88,8

307

89,8

SANGKRAH

261

204

465

178

68,2

138

67,6

316

68,0

565

595

1.160

326

57,7

350

58,8

676

58,3

PURWODININGRATAN

108

111

219

62

57,4

69

62,2

131

59,8

NGORESAN

127

141

268

68

53,5

78

55,3

146

54,5

SIBELA

180

172

352

111

61,7

106

61,6

217

61,6

PUCANGSAWIT

150

171

321

85

56,7

97

56,7

182

56,7

873

891

1.764

544

62,3

587

65,9

1.131

64,1

NUSUKAN

145

163

308

95

65,5

115

70,6

210

68,2

MANAHAN

61

66

127

40

65,6

46

69,7

86

67,7

GILINGAN

138

107

245

78

56,5

65

60,7

143

58,4

BANYUANYAR

185

135

320

120

64,9

88

65,2

208

65,0

SETABELAN

111

133

244

75

67,6

93

69,9

168

68,9

GAMBIRSARI

233

287

520

136

58,4

180

62,7

316

60,8

2.587

2.716

5.303

1.742

67,3

1.849

68,1

3.591

67,7

PAJANG

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 40
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

LAWEYAN

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

841

881

1.722

800

95,1

843

95,7

1.643

95,4

PAJANG

433

445

878

416

96,1

441

99,1

857

97,6

PENUMPING

167

193

360

150

89,8

165

85,5

315

87,5

PURWOSARI

241

243

484

234

97,1

237

97,5

471

97,3

427

461

888

416

97,4

438

95,0

854

96,2

JAYENGAN

256

278

534

254

99,2

255

91,7

509

95,3

KRATONAN

171

183

354

162

94,7

183

100,0

345

97,5

795

740

1.535

772

97,1

703

95,0

1.475

96,1

GAJAHAN

239

270

509

233

97,5

252

93,3

485

95,3

SANGKRAH

556

470

1.026

539

96,9

451

96,0

990

96,5

1.143

1.174

2.317

1.125

98,4

1.136

96,8

2.261

97,6

PURWODININGRATAN

252

252

504

252

100,0

247

98,0

499

99,0

NGORESAN

220

212

432

220

100,0

212

100,0

432

100,0

SIBELA

381

372

753

366

96,1

342

91,9

708

94,0

PUCANGSAWIT

290

338

628

287

99,0

335

99,1

622

99,0

1.659

1.690

3.349

1.587

95,7

1.634

96,7

3.221

96,2

NUSUKAN

273

290

563

273

100,0

290

100,0

563

100,0

MANAHAN

250

242

492

247

98,8

241

99,6

488

99,2

GILINGAN

306

307

613

306

100,0

305

99,3

611

99,7

BANYUANYAR

318

276

594

269

84,6

263

95,3

532

89,6

SETABELAN

138

164

302

124

89,9

150

91,5

274

90,7

GAMBIRSARI

374

411

785

368

98,4

385

93,7

753

95,9

4.865

4.946

9.811

4.700

96,6

4.754

96,1

9.454

96,4

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)

PELAYANAN KESEHATAN BAYI

JUMLAH BAYI

PUSKESMAS

TABEL 41
CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH
DESA/KELURAHAN

DESA/KEL UCI

1 LAWEYAN

% DESA/KEL UCI
6

11

11

100,0

PAJANG

100,0

PENUMPING

100,0

PURWOSARI

100,0

2 SERENGAN

100,0

JAYENGAN

100,0

KRATONAN

100,0

100,0

GAJAHAN

100,0

SANGKRAH

100,0

11

11

100,0

PURWODININGRATAN

100,0

NGORESAN

100,0

SIBELA

100,0

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

PUCANGSAWIT

100,0

13

13

100,0

NUSUKAN

100,0

MANAHAN

100,0

GILINGAN

100,0

BANYUANYAR

100,0

SETABELAN

100,0

GAMBIRSARI

100,0

51

51

100,0

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskemas

TABEL 42
CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH LAHIR HIDUP


L
L

1 LAWEYAN

Hb < 7 hari
P

L+P

BAYI DIIMUNISASI
BCG
P

L+P

DO RATE (%)

CAMPAK
P

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

L+P

25

26

27

816

881

1.697

794

97,3

840

95,3

1.634

96,3

811

99,4

852

96,7

1.663

98,0

823

101

829

94,1

1.652

97,3

-3,65

1,31

-1,10

PAJANG

408

445

853

408

100

440

98,9

848

99,4

431

106

443

100

874

102

429

105

437

98,2

866

102

-5,15

0,68

-2,12

PENUMPING

167

193

360

151

90,4

162

83,9

313

86,9

145

86,8

171

88,6

316

87,8

160

95,8

155

80,3

315

87,5

-5,96

4,32

-0,64

PURWOSARI

241

243

484

235

97,5

238

97,9

473

97,7

235

97,5

238

97,9

473

97,7

234

97,1

237

97,5

471

97,3

0,43

0,42

0,42

427

461

888

419

98,1

451

97,8

870

98,0

421

98,6

449

97,4

870

98,0

422

98,8

427

92,6

849

95,6

-0,72

5,32

2,41

JAYENGAN

256

278

534

253

98,8

275

98,9

528

98,9

255

100

273

98,2

528

98,9

263

103

250

89,9

513

96,1

-3,95

9,09

2,84

KRATONAN

171

183

354

166

97,1

176

96,2

342

96,6

166

97,1

176

96,2

342

96,6

159

93,0

177

96,7

336

94,9

4,22

-0,57

1,75

795

740

1.535

752

94,6

732

98,9

1.484

96,7

755

95,0

733

99,1

1.488

96,9

776

97,6

703

95,0

1.479

96,4

-3,19

3,96

0,34

GAJAHAN

239

270

509

235

98,3

266

98,5

501

98,4

238

100

267

98,9

505

99,2

243

102

242

89,6

485

95,3

-3,40

9,02

3,19

SANGKRAH

556

470

1.026

517

93,0

466

99,1

983

95,8

517

93,0

466

99,1

983

95,8

533

95,9

461

98,1

994

96,9

-3,09

1,07

-1,12

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

1.143

1.174

2.317

1.129

98,8

1.103

94,0

2.232

96,3

1.145

100

1.103

94,0

2.248

97,0

1.135

99,3

1.119

95,3

2.254

97,3

-0,53

-1,45

-0,99

PURWODININGRATAN

252

252

504

246

97,6

248

98,4

494

98,0

250

99,2

250

99,2

500

99,2

250

99,2

249

98,8

499

99,0

-1,63

-0,40

-1,01

NGORESAN

220

212

432

220

100

212

100

432

100

221

100

214

101

435

101

221

100

214

101

435

101

-0,45

-0,94

-0,69

SIBELA

381

372

753

376

98,7

320

86,0

696

92,4

379

99,5

320

86,0

699

92,8

364

95,5

329

88,4

693

92,0

3,19

-2,81

0,43

PUCANGSAWIT

290

338

628

287

99,0

323

95,6

610

97,1

295

102

319

94,4

614

97,8

300

103

327

96,7

627

100

-4,53

-1,24

-2,79
1,67

5 BANJARSARI

1.659

1.690

3.349

1.597

96,3

1.646

97,4

3.243

96,8

1.623

97,8

1.659

98,2

3.282

98,0

1.600

96,4

1.589

94,0

3.189

95,2

-0,19

3,46

NUSUKAN

273

290

563

270

98,9

286

98,6

556

98,8

271

99,3

287

99,0

558

99,1

271

99,3

284

97,9

555

98,6

-0,37

0,70

0,18

MANAHAN

250

242

492

246

98,4

238

98,3

484

98,4

258

103

246

102

504

102

250

100

238

98,3

488

99,2

-1,63

0,00

-0,83

GILINGAN

306

307

613

297

97,1

299

97,4

596

97,2

306

100,0

305

99,3

611

99,7

293

96

294

96

587

96

1,35

1,67

1,51

BANYUANYAR

318

276

594

289

90,9

262

94,9

551

92,8

289

90,9

262

94,9

551

92,8

293

92,1

239

86,6

532

89,6

-1,38

8,78

3,45

SETABELAN

138

164

302

136

98,6

164

100

300

99,3

136

98,6

164

100

300

99,3

124

89,9

150

91,5

274

90,7

8,82

8,54

8,67

GAMBIRSARI

374

411

785

359

96,0

397

96,6

756

96,3

363

97,1

395

96,1

758

96,6

369

98,7

384

93,4

753

95,9

-2,79

3,27

0,40

4.840

4.946

9.786

4.691

96,92

4.772

96,48

9.463

96,7

4.755

98,2

4.796

97,0

9.551

97,6

4.756

98

4.667

94,4

9.423

96,3

-1,39

2,20

0,42

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 43
CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

BAYI DIIMUNISASI

JUMLAH BAYI
(SURVIVING INFANT)
L

DPT-HB3/DPT-HB-Hib3
P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

10

L+P

POLIO 4a
P

L+P

JUMLAH

22

23

24

25

28

29

30

764

90,8

782

88,8

1.546

89,8

811

96,4

841

95,5

1.652

95,9

823

97,86

829

94,10

1.652

97,35

823

97,86

829

94,10

1.652

95,93

PAJANG

433

445

878

385

88,9

376

84,5

761

86,7

434

100,2

432

97,1

866

98,6

429

99,08

437

98,20

866

101,52

429

99,08

437

98,20

866

98,63

PENUMPING

167

193

360

143

85,6

169

87,6

312

86,7

144

86,2

171

88,6

315

87,5

160

95,81

155

80,31

315

87,50

160

95,81

155

80,31

315

87,50

PURWOSARI

241

243

484

236

97,9

237

97,5

473

97,7

233

96,7

238

97,9

471

97,3

234

97,10

237

97,53

471

97,31

234

97,10

237

97,53

471

97,31

427

461

888

443

103,7

410

88,9

853

96,1

443

103,7

414

89,8

857

96,5

422

98,83

427

92,62

849

95,61

422

98,83

427

92,62

849

95,61

JAYENGAN

256

278

534

272

106,3

242

87,1

514

96,3

271

105,9

243

87,4

514

96,3

263

102,73

250

89,93

513

96,07

263

102,73

250

89,93

513

96,07

KRATONAN

171

183

354

171

100,0

168

91,8

339

95,8

172

100,6

171

93,4

343

96,9

159

92,98

177

96,72

336

94,92

159

92,98

177

96,72

336

94,92

795

740

1.535

754

94,8

716

96,8

1.470

95,8

751

94,5

717

96,9

1.468

95,6

776

97,61

703

95,00

1.479

96,35

776

97,61

703

95,00

1.479

96,35

GAJAHAN

239

270

509

224

93,7

250

92,6

474

93,1

224

93,7

250

92,6

474

93,1

243

101,67

242

89,63

485

95,28

243

101,67

242

89,63

485

95,28

SANGKRAH

556

470

1.026

530

95,3

466

99,1

996

97,1

527

94,8

467

99,4

994

96,9

533

95,86

461

98,09

994

96,88

533

95,86

461

98,09

994

96,88

1.143

1.174

2.317

1.154

101,0

1.126

95,9

2.280

98,4

1.146

100,3

1.113

94,8

2.259

97,5

1.135

99,30

1.119

95,32

2.254

97,28

1.135

99,30

1.119

95,32

2.254

97,28

PURWODININGRATAN

252

252

504

254

100,8

248

98,4

502

99,6

254

100,8

248

98,4

502

99,6

250

99,21

249

98,81

499

99,01

250

99,21

249

98,81

499

99,01

NGORESAN

220

212

432

221

100,5

214

100,9

435

100,7

221

100,5

214

100,9

435

100,7

221

100,45

214

100,94

435

100,69

221

100,45

214

100,94

435

100,69

SIBELA

381

372

753

379

99,5

316

84,9

695

92,3

373

97,9

325

87,4

698

92,7

364

95,54

329

88,44

693

92,03

364

95,54

329

88,44

693

92,03

PUCANGSAWIT

290

338

628

300

103,4

348

103,0

648

103,2

298

102,8

326

96,4

624

99,4

300

103,45

327

96,75

627

99,84

300

103,45

327

96,75

627

99,84

1.659

1.690

3.349

1.604

96,7

1.622

96,0

3.226

96,3

1.598

96,3

1.607

95,1

3.205

95,7

1.600

96,44

1.589

94,02

3.189

95,22

1.600

96,44

1.589

94,02

3.189

95,22

NUSUKAN

273

290

563

270

98,9

284

97,9

554

98,4

270

98,9

284

97,9

554

98,4

271

99,27

284

97,93

555

98,58

271

99,27

284

97,93

555

98,58

MANAHAN

250

242

492

249

99,6

238

98,3

487

99,0

250

100,0

238

98,3

488

99,2

250

100,00

238

98,35

488

99,19

250

100,00

238

98,35

488

99,19

GILINGAN

306

307

613

300

98,0

302

98,4

602

98,2

300

98,0

302

98,4

602

98,2

293

95,75

294

95,77

587

95,76

293

95,75

294

95,77

587

95,76

BANYUANYAR

318

276

594

305

95,9

253

91,7

558

93,9

304

95,6

248

89,9

552

92,9

293

92,14

239

86,59

532

89,56

293

92,14

239

86,59

532

89,56

SETABELAN

138

164

302

119

86,2

154

93,9

273

90,4

114

82,6

150

91,5

264

87,4

124

89,86

150

91,46

274

90,73

124

89,86

150

91,46

274

90,73

GAMBIRSARI

374

411

785

361

96,5

391

95,1

752

95,8

360

96,3

385

93,7

745

94,9

369

98,66

384

93,43

753

95,92

369

98,66

384

93,43

753

95,92

4.865

4.946

9.811

4.719

97,0

4.656

94,1

9.375

95,6

4.749

97,6

4.692

94,9

9.441

96,2

4.756

97,76

4.667

4.756

97,76

4.667

94,36

9.423

96,05

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

JUMLAH

JUMLAH

13

14

15

16

JUMLAH

JUMLAH

17

18

19

JUMLAH

20

21

94,36

JUMLAH

IMUNISASI DASAR LENGKAP


P
L+P

1.722

2 SERENGAN

%
12

881

11

L+P

841

1 LAWEYAN

JUMLAH

CAMPAK
P

9.423

96,05

JUMLAH

26

27

JUMLAH

TABEL 44
CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA, DAN IBU NIFAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
BAYI 6-11 BULAN
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

ANAK BALITA (12-59 BULAN)

MENDAPAT VIT A

JUMLAH BAYI

L+P

BALITA (6-59 BULAN)

MENDAPAT VIT A

JUMLAH

MENDAPAT VIT A

JUMLAH

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

306

366

672

306

100

366

100

672

100

2.214

2.555

4.769

2.214

100

2.555

100

4.769

100

2.520

2.921

5.441

2.520

100

2.921

100

5.441

100

153

186

339

153

100

186

100

339

100

1.120

1.369

2.489

1.120

100

1.369

100

2.489

100

1.273

1.555

2.828

1.273

100

1.555

100

2.828

100

PENUMPING

61

85

146

61

100

85

100

146

100

450

535

985

450

100

535

100

985

100

511

620

1.131

511

100

620

100

1.131

100

PURWOSARI

92

95

187

92

100

95

100

187

100

644

651

1.295

644

100

651

100

1.295

100

736

746

1.482

736

100

746

100

1.482

100

159

216

375

159

100

216

100

375

100

1.000

1.357

2.357

1.000

100

1.357

100

2.357

100

1.159

1.573

2.732

1.159

100

1.573

100

2.732

100

JAYENGAN

105

120

225

105

100

120

100

225

100

629

710

1.339

629

100

710

100

1.339

100

734

830

1.564

734

100

830

100

1.564

100

KRATONAN

54

96

150

54

100

96

100

150

100

371

647

1.018

371

100

647

100

1.018

100

425

743

1.168

425

100

743

100

1.168

100

325

292

617

325

100

292

100

617

100

2.485

2.196

4.681

2.485

100

2.196

100

4.681

100

2.810

2.488

5.298

2.810

100

2.488

100

5.298

100

GAJAHAN

108

114

222

108

100

114

100

222

100

777

809

1.586

777

100

809

100

1.586

100

885

923

1.808

885

100

923

100

1.808

100

SANGKRAH

217

178

395

217

100

178

100

395

100

1.708

1.387

3.095

1.708

100

1.387

100

3.095

100

1.925

1.565

3.490

1.925

100

1.565

100

3.490

100

485

494

979

485

100

494

100

979

100

4.011

3.845

7.856

4.011

100

3.845

100

7.856

100

4.496

4.339

8.835

4.496

100

4.339

100

8.835

100

75

74

149

75

100

74

100

149

100

630

632

1.262

630

100

632

100

1.262

100

705

706

1.411

705

100

706

100

1.411

100

NGORESAN

104

113

217

104

100

113

100

217

100

842

868

1.710

842

100

868

100

1.710

100

946

981

1.927

946

100

981

100

1.927

100

SIBELA

196

188

384

196

100

188

100

384

100

1.437

1.375

2.812

1.437

100

1.375

100

2.812

100

1.633

1.563

3.196

1.633

100

1.563

100

3.196

100

PUCANGSAWIT

110

119

229

110

100

119

100

229

100

1.102

970

2.072

1.102

100

970

100

2.072

100

1.212

1.089

2.301

1.212

100

1.089

100

2.301

100

645

739

1.384

645

100

739

100

1.384

100

4.704

4.874

9.578

4.704

100

4.874

100

9.578

100

5.349

5.613

10.962

5.349

100

5.613

100

10.962

100

NUSUKAN

112

141

253

112

100

141

100

253

100

829

868

1.697

829

100

868

100

1.697

100

941

1.009

1.950

941

100

1.009

100

1.950

100

MANAHAN

54

62

116

54

100

62

100

116

100

464

543

1.007

464

100

543

100

1.007

100

518

605

1.123

518

100

605

100

1.123

100

GILINGAN

97

94

191

97

100

94

100

191

100

689

644

1.333

689

100

644

100

1.333

100

786

738

1.524

786

100

738

100

1.524

100

132

112

244

132

100

112

100

244

100

975

845

1.820

975

100

845

100

1.820

100

1.107

957

2.064

1.107

100

957

100

2.064

100

SETABELAN

53

60

113

53

100

60

100

113

100

331

367

698

331

100

367

100

698

100

384

427

811

384

100

427

100

811

100

GAMBIRSARI

197

270

467

197

100

270

100

467

100

1.416

1.607

3.023

1.416

100

1.607

100

3.023

100

1.613

1.877

3.490

1.613

100

1.877

100

3.490

100

1.920

2.107

4.027

1.920

100

2.107

100

4.027

100

14.414

14.827

29.241

14.414

100

14.827

100

29.241

100

16.334

16.934

33.268

16.334

100

16.934

100

33.268

100

PAJANG

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES
PURWODININGRATAN

5 BANJARSARI

BANYUANYAR

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 45
JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

DITIMBANG

JUMLAH BADUTA
DILAPORKAN (S)

JUMLAH (D)

BGM
% (D/S)

L+P

L+P

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

1.060

1.263

2.323

885

1.036

1.921

83,5

82,0

82,7

0,3

0,4

0,4

PAJANG

630

769

1.399

549

672

1.221

87,1

87

87,3

0,0

0,0

0,0

PENUMPING

240

296

536

190

212

402

79,2

72

75,0

0,0

0,0

0,0

PURWOSARI

190

198

388

146

152

298

76,8

77

76,8

2,1

2,6

2,3

461

558

1.019

372

434

806

80,7

78

79,1

0,3

0,2

0,2

JAYENGAN

359

405

764

288

324

612

80,2

80

80,1

0,3

0,3

0,3

KRATONAN

102

153

255

84

110

194

82,4

72

76,1

0,0

0,0

0,0

953

828

1.781

783

673

1.456

82,2

81

81,8

31

4,0

19

2,8

50

3,4

GAJAHAN

134

152

286

109

126

235

81,3

83

82,2

0,0

0,0

0,0

SANGKRAH

819

676

1.495

674

547

1.221

82,3

81

81,7

31

4,6

19

3,5

50

4,1

1.737

1.722

3.459

1.357

1.395

2.752

78,1

81

79,6

10

0,7

15

1,1

25

0,9

PURWODININGRATAN

252

257

509

208

213

421

82,5

83

82,7

1,4

2,3

1,9

NGORESAN

386

396

782

350

364

714

90,7

92

91,3

0,3

0,3

0,3

SIBELA

701

671

1.372

529

507

1.036

75,5

76

75,5

0,9

1,6

13

1,3

PUCANGSAWIT

398

398

796

270

311

581

67,8

78

73,0

0,4

0,3

0,3

2.405

2.548

4.953

1.960

2.078

4.038

81,5

82

81,5

65

3,3

74

3,6

139

3,4

NUSUKAN

650

706

1.356

540

590

1.130

83,1

84

83,3

13

2,4

16

2,7

29

2,6

MANAHAN

235

268

503

186

216

402

79,1

81

79,9

0,0

0,5

0,2

GILINGAN

345

326

671

268

255

523

77,7

78

77,9

35

13,1

30

11,8

65

12,4

BANYUANYAR

233

201

434

196

169

365

84,1

84

84,1

2,0

3,6

10

2,7

SETABELAN

196

226

422

149

176

325

76,0

78

77,0

3,4

2,3

2,8

GAMBIRSARI

746

821

1.567

621

672

1.293

83,2

82

82,5

1,3

17

2,5

25

1,9

13.232

13.838

27.070

10.714

11.232

21.946

81,0

81

81,1

220

2,1

226

2,0

446

2,0

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 46
CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
ANAK BALITA (12-59 BULAN)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

2.193

4.263

1.553

75,0

1.612

73,5

3.165

74,2

1.079

1.174

2.253

847

78,5

867

73,9

1.714

76,1

PENUMPING

433

446

879

300

69,3

323

72,4

623

70,9

PURWOSARI

558

573

1.131

406

72,8

422

73,6

828

73,2

923

1.330

2.253

772

83,6

876

65,9

1.648

73,1

JAYENGAN

583

629

1.212

496

85,1

416

66,1

912

75,2

KRATONAN

340

701

1.041

276

81,2

460

65,6

736

70,7

1.636

2.433

4.069

1.207

73,8

1.310

53,8

2.517

61,9

GAJAHAN

712

719

1.431

607

85,3

622

86,5

1.229

85,9

SANGKRAH

924

1.714

2.638

600

64,9

688

40,1

1.288

48,8

3.413

3.313

6.726

2.364

69,3

2.512

75,8

4.876

72,5

494

498

992

368

74,5

434

87,1

802

80,85

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES
PURWODININGRATAN
NGORESAN

797

826

1.623

690

86,6

757

91,6

1.447

89,2

1.392

1.306

2.698

869

62,4

646

49,5

1.515

56,2

730

683

1.413

437

59,9

675

98,8

1.112

78,7

4.394

4.246

8.640

3.111

70,8

3.036

71,5

6.147

71,1

NUSUKAN

829

813

1.642

592

71,4

715

87,9

1.307

79,6

MANAHAN

357

348

705

211

59,1

261

75,0

472

67,0

GILINGAN

556

504

1.060

301

54,1

359

71,2

660

62,3

BANYUANYAR

889

769

1.658

527

59,3

427

55,5

954

57,5

SETABELAN

316

344

660

234

74,1

262

76,2

496

75,2

1.447

1.468

2.915

1.246

86,1

1.012

68,9

2.258

77,5

12.436

13.515

25.951

9.007

72,4

9.346

69,2

18.353

70,7

SIBELA
PUCANGSAWIT
5

2.070
PAJANG

MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)

JUMLAH

BANJARSARI

GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 47
JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
BALITA
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN

L+P

L+P

L+P

L+P

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

14

15

16

17

18

3.074

5.985

2.353

2.502

4.855

80,8

81,4

81,1

37

1,6

41

1,6

78

1,6

1.619

3.131

1.263

1.308

2.571

83,5

81

82,1

0,3

0,5

10

0,4

PENUMPING

600

639

1.239

450

535

985

75,0

84

79,5

22

4,9

27

5,0

49

5,0

PURWOSARI

799

816

1.615

640

659

1.299

80,1

81

80,4

11

1,7

1,2

19

1,5

1.350

1.791

3.141

1.188

1.312

2.500

88,0

73

79,6

43

3,6

41

3,1

84

3,4

JAYENGAN

839

907

1.746

750

665

1.415

89,4

73

81,0

29

3,9

27

4,1

56

4,0

KRATONAN

511

884

1.395

438

647

1.085

85,7

73

77,8

14

3,2

14

2,2

28

2,6

2.431

3.173

5.604

1.979

2.278

4.257

81,4

72

76,0

84

4,2

87

3,8

171

4,0

951

989

1.940

840

874

1.714

88,3

88

88,4

21

2,5

28

3,2

49

2,9

1.480

2.184

3.664

1.139

1.404

2.543

77,0

64

69,4

63

5,5

59

4,2

122

4,8

4.536

4.487

9.023

3.489

3.602

7.091

76,9

80

78,6

34

1,0

36

1,0

70

1,0

746

750

1.496

620

618

1.238

83,1

82

82,8

16

2,6

18

2,9

34

2,7

NGORESAN

1.017

1.038

2.055

910

919

1.829

89,5

89

89,0

0,3

0,4

0,4

SIBELA

1.753

1.678

3.431

1.235

1.182

2.417

70,5

70

70,4

11

0,9

0,7

19

0,8

PUCANGSAWIT

1.020

1.021

2.041

724

883

1.607

71,0

86

78,7

0,6

0,7

10

0,6

6.052

5.936

11.988

4.702

4.932

9.634

77,7

83

80,4

96

2,0

90

1,8

186

1,9

NUSUKAN

1.101

1.103

2.204

865

1.005

1.870

78,6

91

84,8

12

1,4

17

1,7

29

1,6

MANAHAN

607

590

1.197

458

502

960

75,5

85

80,2

1,3

1,2

12

1,3

GILINGAN

862

811

1.673

607

614

1.221

70,4

76

73,0

38

6,3

27

4,4

65

5,3

1.207

1.045

2.252

796

690

1.486

65,9

66

66,0

20

2,5

19

2,8

39

2,6

454

508

962

362

414

776

79,7

81

80,7

12

3,3

1,9

20

2,6

1.821

1.879

3.700

1.614

1.707

3.321

88,6

91

89,8

0,5

13

0,8

21

0,6

17.280

18.461

35.741

13.711

14.626

28.337

79,3

79

79,3

294

2,1

295

2,0

589

2,1

SERENGAN

PASARKLIWON
SANGKRAH
JEBRES
PURWODININGRATAN

BGM
% (D/S)

1.512

GAJAHAN
4

JUMLAH (D)

2.911
PAJANG

DITIMBANG

JUMLAH BALITA
DILAPORKAN (S)

BANJARSARI

BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 47.A
STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

LAWEYAN
PAJANG
PENUMPING
PURWOSARI

SERENGAN
JAYENGAN
KRATONAN

PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH

JEBRES
PURWODININGRATAN
NGORESAN
SIBELA
PUCANGSAWIT

BANJARSARI
NUSUKAN
MANAHAN
GILINGAN
BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

BALITA
GIZI BURUK
JUMLAH (D)
% (D/S)

JUMLAH BALITA
DILAPORKAN (S)

GIZI KURANG
P

L+P

L+P

P L+P

10

11

12

L+P

GIZI BAIK
P

L+P

GIZI LEBIH
P

L+P

13

14

15

16

17

18

10

11

12

13

14

15

16

17

18

2.911
1.512
600
799
1.350
839
511
2.431
951
1.480
4.536
746
1.017
1.753
1.020
6.052
1.101
607
862
1.207
454
1.821

3.074
1.619
639
816
1.791
907
884
3.173
989
2.184
4.487
750
1.038
1.678
1.021
5.936
1.103
590
811
1.045
508
1.879

5.985
3.131
1.239
1.615
3.141
1.746
1.395
5.604
1.940
3.664
9.023
1.496
2.055
3.431
2.041
11.988
2.204
1.197
1.673
2.252
962
3.700

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

37
4
22
11
43
29
14
84
21
63
153
22
35
55
41
135
37
16
38
20
16
8

1,3
0,3
3,7
1,4
3,2
3,5
2,7
3,5
2,2
4,3
3,4
2,9
3,4
3,1
4,0
2,2
3,4
2,6
4,4
1,7
3,5
0,4

41
6
27
8
41
27
14
87
28
59
168
25
33
65
45
134
49
14
27
19
12
13

1,3
0,4
4,2
1,0
2,3
3,0
1,6
2,7
2,8
2,7
3,7
3,3
3,2
3,9
4,4
2,3
4,4
2,4
3,3
1,8
2,4
0,7

78
10
49
19
84
56
28
171
49
122
321
47
68
120
86
269
86
30
65
39
28
21

1,3
0,3
4,0
1,2
2,7
3,2
2,0
3,1
2,5
3,3
3,6
3,1
3,3
3,5
4,2
2,2
3,9
2,5
3,9
1,7
2,9
0,6

2.818
1.467
569
782
1.268
794
474
2.311
918
1.393
4.310
711
971
1.676
952
5.808
1.045
567
797
1.173
430
1.796

96,8
97,0
94,8
97,9
93,9
94,6
92,8
95,1
96,5
94,1
95,0
95,3
95,5
95,6
93,3
96,0
94,9
93,4
92,5
97,2
94,7
98,6

2.969
1.568
603
798
1.714
865
849
3.047
950
2.097
4.245
717
993
1.588
947
5.682
1.033
545
755
1.015
490
1.844

96,6
96,8
94,4
97,8
95,7
95,4
96,0
96,0
96,1
96,0
94,6
95,6
95,7
94,6
92,8
95,7
93,7
92,4
93,1
97,1
96,5
98,1

5.787
3.035
1.172
1.580
2.982
1.659
1.323
5.358
1.868
3.490
8.555
1.428
1.964
3.264
1.899
11.490
2.078
1.112
1.552
2.188
920
3.640

96,7
96,9
94,6
97,8
94,9
95,0
94,8
95,6
96,3
95,3
94,8
95,5
95,6
95,1
93,0
95,8
94,3
92,9
92,8
97,2
95,6
98,4

56
41
9
6
39
16
23
36
12
24
73
13
11
22
27
109
19
24
27
14
8
17

1,9
2,7
1,5
0,8
2,9
1,9
4,5
1,5
1,3
1,6
1,6
1,7
1,1
1,3
2,6
1,8
1,7
4,0
3,1
1,2
1,8
0,9

64
45
9
10
36
15
21
39
11
28
74
8
12
25
29
120
21
31
29
11
6
22

2,1
2,8
1,4
1,2
2,0
1,7
2,4
1,2
1,1
1,3
1,6
1,1
1,2
1,5
2,8
2,0
1,9
5,3
3,6
1,1
1,2
1,2

120
86
18
16
75
31
44
75
23
52
147
21
23
47
56
229
40
55
56
25
14
39

4,0
5,5
3,0
2,0
4,4
3,6
5,2
2,5
2,4
2,5
3,5
2,9
2,3
3,0
5,9
4,0
3,9
10,1
7,4
2,5
2,9
2,1

17.280

18.461

35.741

452

2,6

471

2,6

923

2,6

16.515

95,6

17.657

95,6

34.172

95,6

313

1,8

333

1,8

646

3,7

TABEL 48
CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KASUS BALITA GIZI BURUK
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

MENDAPAT PERAWATAN

JUMLAH DITEMUKAN

L+P

L+P

10

11

12

0,0

0,0

0,0

PAJANG

0,0

0,0

0,0

PENUMPING

0,0

0,0

0,0

PURWOSARI

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

JAYENGAN

0,0

0,0

0,0

KRATONAN

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

GAJAHAN

0,0

0,0

0,0

SANGKRAH

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

PURWODININGRATAN

0,0

0,0

0,0

NGORESAN

0,0

0,0

0,0

SIBELA

0,0

0,0

0,0

PUCANGSAWIT

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

NUSUKAN

0,0

0,0

0,0

MANAHAN

0,0

0,0

0,0

GILINGAN

0,0

0,0

0,0

BANYUANYAR

0,0

0,0

0,0

SETABELAN

0,0

0,0

0,0

GAMBIRSARI

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 49
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
SD DAN SETINGKAT

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


NO

KECAMATAN

JUMLAH

PUSKESMAS

JUMLAH

MENDAPAT
PELAYANAN
KESEHATAN
(PENJARINGAN)

13

14

15

MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)


L

L+P

JUMLAH

1.364

1.205

2.569

1.364

100,0

1.205

100,0

2.569

100,0

59

59

100

PAJANG

573

489

1.062

573

100,0

489

100,0

1.062

100,0

26

26

100

PENUMPING

457

401

858

457

100,0

401

100,0

858

100,0

15

15

100

PURWOSARI

334

315

649

334

100,0

315

100,0

649

100,0

18

18

100

533

552

1.085

533

100,0

552

100,0

1.085

100,0

32

32

100

JAYENGAN

219

192

411

219

100,0

192

100,0

411

100,0

15

15

100

KRATONAN

314

360

674

314

100,0

360

100,0

674

100,0

17

17

100

963

882

1.845

963

100,0

882

100,0

1.845

100,0

49

49

100

GAJAHAN

521

454

975

521

100,0

454

100,0

975

100,0

20

20

100

SANGKRAH

442

428

870

442

100,0

428

100,0

870

100,0

29

29

100

943

904

1.847

943

100,0

904

100,0

1.847

100,0

56

56

100

PURWODININGRATAN

143

153

296

143

100,0

153

100,0

296

100,0

12

12

100

NGORESAN

198

192

390

198

100,0

192

100,0

390

100,0

12

12

100

SIBELA

339

297

636

339

100,0

297

100,0

636

100,0

15

15

100

PUCANGSAWIT

263

262

525

263

100,0

262

100,0

525

100,0

17

17

100

1.835

1.868

3.703

1.835

100,0

1.868

100,0

3.703

100,0

86

86

100

NUSUKAN

245

322

567

245

100,0

322

100,0

567

100,0

17

17

100

MANAHAN

323

341

664

323

100,0

341

100,0

664

100,0

10

10

100

GILINGAN

298

314

612

298

100,0

314

100,0

612

100,0

17

17

100

BANYUANYAR

374

322

696

374

100,0

322

100,0

696

100,0

14

14

100

SETABELAN

196

201

397

196

100,0

201

100,0

397

100,0

10

10

100

GAMBIRSARI

399

368

767

399

100,0

368

100,0

767

100,0

18

18

100

5.638

5.411

11.049

5.638

100,0

5.411

100,0

11.049

100,0

282

282

100

LAWEYAN

SERENGAN

PASARKLIWON

JEBRES

BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)

CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT


Sumber: Laporan Puskesmas

JUMLAH

L+P

100,0

JUMLAH

10

11

100,0

%
12

100,0

100

TABEL 50
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN
PAJANG
PENUMPING
PURWOSARI
2 SERENGAN
JAYENGAN
KRATONAN
3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES
PURWODININGRATAN
NGORESAN
SIBELA
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI
NUSUKAN
MANAHAN
GILINGAN
BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/ KOTA)


Sumber: Laporan Puskemas

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


PENCABUTAN GIGI
RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP
PENCABUTAN
4

1.532
997
230
305
709
401
308
1.247
624
623
364
103
50
60
151
1.819
140
817
104
275
95
388

1.752
1.217
387
148
245
166
79
493
143
350
360
135
65
64
96
1.269
174
147
161
341
305
141

0,9
0,8
0,6
2,1
2,9
2,4
3,9
2,5
4,4
1,8
1,0
0,8
0,8
0,9
1,6
1,4
0,8
5,6
0,6
0,8
0,3
2,8

11.342

8.238

1,4

TABEL 51
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH SD/MI DGN


SD/MI SIKAT GIGI

JUMLAH
SD/MI
MENDAPAT
YAN. GIGI

MASSAL
1

L
9

10

L+P
11

12

L+P

L+P

L+P

18

19

20

21

22

23

13

14

15

16

17

24

25

26

100,0

7.779

7.203

14.982

4.234

54,4

3.986

55,3

8.220

54,9

312

254

566

67

21,5

64

25,2

131

23,1

PAJANG

26

0,0

26

100,0

3.445

3.270

6.715

3.445

100,0

3.270

100,0

6.715

100,0

172

153

325

22

12,8

29

19,0

51

15,7

PENUMPING

15

0,0

15

100,0

2.331

2.045

4.376

455

19,5

401

19,6

856

19,6

105

71

176

15

14,3

10

14,1

25

14,2

PURWOSARI

18

0,0

18

100,0

2.003

1.888

3.891

334

16,7

315

16,7

649

16,7

35

30

65

30

85,7

25

83,3

55

84,6

32

0,0

32

100,0

3.041

3.132

6.173

417

13,7

511

16,3

928

15,0

108

126

234

67

62,0

91

72,2

158

67,5

JAYENGAN

15

0,0

15

100,0

1.314

1.152

2.466

103

7,8

151

13,1

254

10,3

40

63

103

40

100,0

63

100,0

103

100,0

KRATONAN

17

0,0

17

100,0

1.727

1.980

3.707

314

18,2

360

18,2

674

18,2

68

63

131

27

39,7

28

44,4

55

42,0

49

0,0

49

100,0

5.739

5.427

11.166

963

16,8

882

16,3

1.845

16,5

103

92

195

61

59,2

61

66,3

132

67,7

GAJAHAN

20

0,0

20

100,0

3.087

2.859

5.946

521

16,9

454

15,9

975

16,4

22

20

42

22

100,0

20

100,0

42

100,0

SANGKRAH

29

0,0

29

100,0

2.652

2.568

5.220

442

16,7

428

16,7

870

16,7

81

72

153

39

48,1

41

56,9

90

58,8

56

24

42,9

56

100,0

5.491

5.107

10.598

1.118

20,4

903

17,7

2.021

19,1

326

330

656

222

68,1

233

70,6

455

69,4

PURWODININGRATAN

12

12

100,0

12

100,0

967

886

1.853

137

14,2

159

17,9

296

16,0

62

53

115

4,8

13,2

10

8,7

NGORESAN

12

12

100,0

12

100,0

1.197

1.124

2.321

410

34,3

203

18,1

613

26,4

70

67

137

70

100,0

67

100,0

137

100,0

SIBELA

15

0,0

15

100,0

1.933

1.708

3.641

322

16,7

276

16,2

598

16,4

80

89

169

35

43,8

38

42,7

73

43,2

PUCANGSAWIT

17

0,0

17

100,0

1.394

1.389

2.783

249

17,9

265

19,1

514

18,5

114

121

235

114

100,0

121

100,0

235

100,0

5 BANJARSARI

59

4 JEBRES

MENDAPAT PERAWATAN

0,0

3 PASARKLIWON

PERLU PERAWATAN

2 SERENGAN

MURID SD/MI DIPERIKSA

59

1 LAWEYAN

JUMLAH MURID SD/MI


%

86

7,0

86

100,0

10.212

10.118

20.330

1.931

18,9

2.014

19,9

3.825

18,8

529

416

945

204

38,6

179

43,0

383

40,5

NUSUKAN

17

0,0

17

100,0

1.274

1.674

2.948

248

19,5

321

19,2

622

21,1

148

117

265

28

18,9

25

21,4

53

20,0

MANAHAN

10

0,0

10

100,0

1.583

1.671

3.254

323

20,4

341

20,4

664

20,4

71

65

136

29

40,8

35

53,8

64

47,1

GILINGAN

17

0,0

17

100,0

1.902

1.852

3.754

298

15,7

314

17,0

612

16,3

32

25

57

32

100,0

25

100,0

57

100,0

BANYUANYAR

14

7,1

14

100,0

2.024

1.751

3.775

355

17,5

341

19,5

523

13,9

178

116

294

91

51,1

71

61,2

162

55,1

SETABELAN

10

0,0

10

100,0

1.195

1.108

2.303

308

25,8

329

29,7

637

27,7

58

53

111

6,9

5,7

6,3

GAMBIRSARI

18

27,8

18

100,0

2.234

2.062

4.296

399

17,9

368

17,8

767

17,9

42

40

82

20

47,6

20

50,0

40

48,8

282

30

10,6

282

100,0

32.262

30.987

63.249

8.663

26,9

8.296

26,8

16.839

26,6

1.378

1.218

2.596

621

45,1

628

51,6

1.259

48,5

JUMLAH (KAB/ KOTA)


Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 52
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

USILA (60TAHUN+)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH

MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN

L+P

L+P

10

11

12

3.377

4.478

7.855

2.119

62,75

3.051

68,13

5.170

65,82

1.665

2.173

3.838

1.162

69,79

1.780

81,91

2.942

76,65

PENUMPING

764

1.041

1.805

567

74,21

850

81,65

1.417

78,50

PURWOSARI

948

1.264

2.212

390

41,14

421

33,31

811

36,66

1.704

2.283

3.987

901

52,88

1.481

64,87

2.382

59,74

JAYENGAN

957

1.284

2.241

412

43,05

503

39,17

915

40,83

KRATONAN

747

999

1.746

489

65,46

978

97,90

1.467

84,02

2.963

3.803

6.766

1.520

51,30

2.442

64,21

3.962

58,56

GAJAHAN

1.026

1.343

2.369

358

34,89

966

71,93

1.324

55,89

SANGKRAH

1.937

2.460

4.397

1.162

59,99

1.476

60,00

2.638

60,00

5.393

7.211

12.604

2.731

50,64

4.777

66,25

7.508

59,57

894

1.237

2.131

596

66,67

1.106

89,41

1.702

79,87

NGORESAN

1.496

2.121

3.617

741

49,53

1.761

83,03

2.502

69,17

SIBELA

1.746

2.250

3.996

975

55,84

1.261

56,04

2.236

55,96

PUCANGSAWIT

1.257

1.603

2.860

419

33,33

649

40,49

1.068

37,34

6.197

8.154

14.351

3.584

57,83

5.173

63,44

8.757

61,02

NUSUKAN

1.097

1.412

2.509

591

53,87

880

62,32

1.471

58,63

MANAHAN

696

957

1.653

230

33,05

307

32,08

537

32,49

GILINGAN

928

1.245

2.173

686

73,92

903

72,53

1.589

73,12

1.118

1.433

2.551

746

66,73

990

69,09

1.736

68,05

440

619

1.059

273

62,05

506

81,74

779

73,56

1.918

2.488

4.406

1.058

55,16

1.587

63,79

2.645

60,03

19.634

25.929

45.563

10.855

55,29

16.924

65,27

27.779

60,97

1 LAWEYAN
PAJANG

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES
PURWODININGRATAN

5 BANJARSARI

BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 53
CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

JENIS JAMINAN KESEHATAN

Jaminan Kesehatan Nasional

PESERTA JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN


JUMLAH
%
L
P
L+P
L
P
L+P
3

124.935

128.521

253.456

49,77

50,05

49,91

79.113

80.937

160.050

31,51

31,52

31,52

0,00

0,00

0,00

1.3 Pekerja penerima upah (PPU)

15.736

15.385

31.121

6,27

5,99

6,13

Pekerja bukan penerima upah


(PBPU)/mandiri

15.484

16.441

31.925

6,17

6,40

6,29

14.602

15.758

30.360

5,82

6,14

5,98

118.661

126.142

244.803

47,27

49,12

48,21

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN


1.2 PBI APBD

1.4

1.5 Bukan pekerja (BP)


2

Jamkesda (PKMS)

Asuransi Swasta

0,00

0,00

0,00

Asuransi Perusahaan

0,00

0,00

0,00

498.259

97,03

99,17

98,12

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: BPJS Kesehatan, UPTD PKMS

243.596

254.663

TABEL 54
JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN , RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JUMLAH KUNJUNGAN
NO

SARANA PELAYANAN KESEHATAN

RAWAT JALAN

KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA

RAWAT INAP

JUMLAH

L+P

L+P

10

L+P
11

Puskesmas Pajang

28.211

29.315

57.526

29

33

174

198

372

Puskesmas Penumping

11.976

21.291

33.267

76

194

270

Puskesmas Purwosari

16.268

24.404

40.672

72

91

163

Puskesmas Jayengan

17.104

24.995

42.099

96

132

228

Puskesmas Kratonan

13.816

26.344

40.160

14

161

175

Puskesmas Gajahan

16.156

37.110

53.266

107

220

327

77

95

172

Puskesmas Sangkrah

29.541

35.756

65.297

153

109

262

Puskesmas Purwodiningratan

12.859

23.163

36.022

116

139

255

Puskesmas Ngoresan

12.474

25.036

37.510

373

790

1.163

10 Puskesmas Sibela

18.639

33.383

52.022

305

458

763

274

412

686

11 Puskesmas Pucangsawit

11.613

24.220

35.833

50

81

131

12 Puskesmas Nusukan

24.970

26.977

51.947

122

141

263

13 Puskesmas Manahan

14.433

19.243

33.676

167

250

417

14 Puskesmas Gilingan

12.313

23.725

36.038

99

174

273

15 Puskesmas Banyuanyar

13.710

24.127

37.837

62

110

172

182

76

258

16 Puskesmas Setabelan

13.579

25.383

38.962

550

540

1.090

17 Puskesmas Gambirsari

17.282

21.613

38.895

98

95

193

284.944

446.085

731.029

478

817

1.295

2.693

3.678

6.371

136.921

136.085

273.006

20.773

24.187

44.960

1.557

1.803

3.360

7.500

6.387

13.887

795

1.133

1.928

76

22

98

56.022

82.029

138.051

6.114

7.682

13.796

149

168

317

4.317

7.636

12

18

SUB JUMLAH I
1

RSUD Dr. Moewardi

RS Slamet Riyadi

RS Dr Oen Surakarta

RS Brayat Minulyo

RS Panti Waluyo

14.465

19.335

33.800

3.319

RS Kasih Ibu

27.070

106.162

133.232

6.152

7.790

13.942

228

184

412

RS PKU Muhammadiyah Ska

40.543

67.810

108.353

6.930

10.503

17.433

91

143

234

RSUI Kustati

RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta

SUB JUMLAH II

5.490

9.110

249

505

754

17.621

27.440

45.061

2.538

4.458

6.996

29

28

57

35.787

25.359

61.146

1.895

1.142

3.037

13 RSJ Puri Waluyo


14 RS Mata Solo

3.620

11 RS Hermina
12 RSJD Surakarta

10.751

12.589

23.340

99

58

157

350.300

488.686

838.986

48.864

61.775

110.639

2.136

2.360

4.496

Sarana Yankes lainnya (sebutkan)

Sarana Yankes lainnya (sebutkan)

Sarana Yankes lainnya (sebutkan)

Sarana Yankes lainnya (sebutkan)

SUB JUMLAH III

JUMLAH (KAB/KOTA)

635.244

934.771

1.570.015

49.342

62.592

111.934

4.829

6.038

10.867

JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA

251.043

256.782

507.825

251.043

256.782

507.825

253,0

364,0

309,2

19,7

24,4

22,0

CAKUPAN KUNJUNGAN (%)

Sumber: Laporan Puskesmas dan Rumah Sakit


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan

TABEL 55
ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

NAMA RUMAH SAKIT

JUMLAH
TEMPAT TIDUR

1 RSUD Dr. Moewardi

PASIEN KELUAR
(HIDUP + MATI)

PASIEN KELUAR MATI

PASIEN KELUAR MATI


48 JAM DIRAWAT

GDR

NDR

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

808

20.773

24.187

44.960

1.646

1.402

3.048

981

886

1.867

79,2

58,0

67,8

47,2

36,6

54

1.160

1.219

2.379

1,7

2,5

2,1

1,7

2,5

2,1

3 RS Dr Oen Surakarta

182

6.125

7.690

13.815

241

174

415

122

84

206

39,3

22,6

30,0

19,9

10,9

14,9

4 RS Brayat Minulyo

109

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

5 RS Panti Waluyo

150

4.497

4.559

9.056

168

171

339

86

58

144

37,4

37,5

37,4

19,1

12,7

15,9

6 RS Kasih Ibu

200

5.763

7.685

13.448

137

191

328

75

99

174

23,8

24,9

24,4

13,0

12,9

12,9

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

215

8.288

12.562

20.850

183

206

389

101

93

194

22,1

16,4

18,7

12,2

7,4

9,3

8 RSUI Kustati

199

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

9 RS Tri Harsi

50

247

504

751

99

2.365

4.556

6.921

2 RS Slamet Riyadi

10 RSUD Kota Surakarta

11 RS Hermina
12 RSJD Surakarta

340

13 RSJ Puri Waluyo


14 RS Mata Solo

KABUPATEN/KOTA
Sumber: Laporan Rumah Sakit
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta

41

38

79

15

11

26

41,5

17,3

8,3

11,4

6,3

2,4

3,8

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

20

88

70

158

2.426

49.306

63.032

112.338

2.418

2.185

4.603

1.382

1.234

2.616

4,9

3,5

4,1

2,8

2,0

2,3

TABEL 56
INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

NAMA RUMAH SAKIT

PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


JUMLAH
DIRAWAT
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN

1 RSUD Dr. Moewardi

BOR (%)

BTO (KALI)

TOI (HARI)

ALOS (HARI)

10

808

44.960

227.714

167.627

77,2

55,64

1,49

3,7

54

2.379

10.377

10.461

52,6

44,06

3,9

4,4

3 RS Dr Oen Surakarta

182

13.815

51.611

51.794

77,7

75,91

1,1

3,7

4 RS Brayat Minulyo

109

0,0

0,00

5 RS Panti Waluyo

150

9.056

45.347

3.631

82,8

60,37

1,0

0,4

6 RS Kasih Ibu

200

13.448

46.822

4.213

64,1

67,24

1,946609161

0,3

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

215

20.850

57.411

69.059

73,2

96,98

1,0

3,3

8 RSUI Kustati

199

0,0

0,00

9 RS Tri Harsi

50

751

2.181

2.204

12,0

15,02

21,40

2,9

99

6.921

19.475

19.475

53,9

69,91

2,4

2,8

340

2 RS Slamet Riyadi

10 RSUD Kota Surakarta


11 RS Hermina
12 RSJD Surakarta
13 RSJ Puri Waluyo
14 RS Mata Solo

KABUPATEN/KOTA
Sumber: Laporan Rumah Sakit
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta

20

2426

158

112338

#DIV/0!

#DIV/0!
0,0

#DIV/0!

0,00
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

288

312

3,9

7,90

44,4

2,0

461.226

328.776

52,1

46,31

3,8

2,9

TABEL 57
PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
RUMAH TANGGA
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

JUMLAH
BER- PHBS

% BER- PHBS

17.435

70,6

16.634

95,4

10.305

7.267

70,5

6.700

92,2

PENUMPING

3.958

4.157

105,0

4.002

96,3

PURWOSARI

10.446

6.011

57,5

5.932

98,7

17.131

9.759

57,0

8.720

89,4

JAYENGAN

8.915

5.180

58,1

5.015

96,8

KRATONAN

8.216

4.579

55,7

3.705

80,9

20.468

11.960

58,4

11.588

96,9

6.956

2.450

35,2

2.402

98,0

13.512

9.510

70,4

9.186

96,6

46.435

13.567

29,2

13.058

96,2

PURWODININGRATAN

7.107

3.698

52,0

3.461

93,6

NGORESAN

6.337

7.434

117,3

7.255

97,6

24.737

1.655

6,7

1.628

98,4

8.254

780

9,4

714

91,5

86.218

29.574

34,3

25.143

85,0

NUSUKAN

19.302

5.398

28,0

4.499

83,3

MANAHAN

5.573

2.226

39,9

2.046

91,9

GILINGAN

6.977

5.844

83,8

5.742

98,3

BANYUANYAR

4.826

2.530

52,4

2.499

98,8

SETABELAN

9.024

2.558

28,3

2.550

99,7

GAMBIRSARI

40.516

11.018

27,2

7.807

70,9

194.961

82.295

42,2

75.143

91,3

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

SIBELA
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI

Sumber: Laporan Puskesmas

% DIPANTAU

24.709
PAJANG

JUMLAH (KAB/KOTA)

JUMLAH

JUMLAH
DIPANTAU

TABEL 58
PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
2013
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH
SELURUH
RUMAH

1 LAWEYAN

2014

JUMLAH
RUMAH MEMENUHI
RUMAH YANG
SYARAT (RUMAH SEHAT)
BELUM
MEMENUHI
JUMLAH
%
SYARAT
5

RUMAH DIBINA MEMENUHI


SYARAT

RUMAH DIBINA

RUMAH MEMENUHI SYARAT


(RUMAH SEHAT)

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

12

13

16.965

11.469

67,60

5.496

2.895

52,67

2.504

86,49

13.973

PAJANG

7.267

4.645

63,92

2.622

893

34,06

833

93,28

5.478

75,38

PENUMPING

4.987

3.085

61,86

1.902

1.902

100,00

1.671

87,85

4.756

95,37

PURWOSARI

4.711

3.739

79,37

972

100

10,29

0,00

3.739

79,37

10.336

7.163

69,30

3.173

1.305

41,13

1.068

81,84

8.231

79,63

JAYENGAN

5.488

3.887

70,83

1.601

1.034

64,58

875

84,62

4.762

86,77

KRATONAN

4.848

3.276

67,57

1.572

271

17,24

193

71,22

3.469

71,56

11.349

4.310

37,98

7.039

5.792

82,28

1.474

25,45

5.784

50,96

GAJAHAN

4.755

2.147

45,15

2.608

1.832

70,25

796

43,45

2.943

61,89

SANGKRAH

6.594

2.163

32,80

4.431

3.960

89,37

678

17,12

2.841

43,08

29.417

17.387

59,11

12.030

2.996

24,90

2.078

69,36

19.465

66,17

PURWODININGRATAN

5.944

4.514

75,94

1.430

130

9,09

0,00

4.514

75,94

NGORESAN

6.702

3.888

58,01

2.814

620

22,03

454

73,23

4.342

64,79

SIBELA

9.393

5.608

59,70

3.785

1.245

32,89

934

75,02

6.542

69,65

PUCANGSAWIT

7.378

3.377

45,77

4.001

1.001

25,02

690

68,93

4.067

55,12

35.910

24.102

67,12

11.808

35,50

3.013

71,88

27.115

75,51

NUSUKAN

7.200

4.845

67,29

2.355

1.300

55,20

1.021

78,54

5.866

81,47

MANAHAN

5.750

4.358

75,79

1.392

1.192

85,63

677

56,80

5.035

87,57

GILINGAN

6.166

3.207

52,01

2.959

366

12,37

248

67,76

3.455

56,03

BANYUANYAR

5.500

3.661

66,56

1.839

471

25,61

403

85,56

4.064

73,89

SETABELAN

2.612

2.291

87,71

321

79

24,61

74

93,67

2.365

90,54

GAMBIRSARI

8.682

5.740

66,11

2.942

784

26,65

590

75,26

6.330

72,91

61,97

39.546

17.180

43,44

59,00

74.568

71,72

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

103.977

64.431

4.192

10.137

82,36

TABEL 59
PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH SARANA

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH
SARANA

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

JUMLAH
SARANA

17

PENDUDUK YANG
MEMILIKI AKSES
AIR MINUM

JUMLAH

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

16

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH SARANA

15

JUMLAH SARANA

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

14

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH
SARANA

MEMENUHI
SYARAT

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

MEMENUHI
SYARAT

JUMLAH SARANA

13

MEMENUHI
SYARAT

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

11

JUMLAH
SARANA

10

MEMENUHI SYARAT

PERPIPAAN
(PDAM,BPSPAM)

PENAMPUNGAN AIR HUJAN

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

MATA AIR TERLINDUNG

JUMLAH SARANA

TERMINAL AIR

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

SUMUR BOR DENGAN POMPA

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
SARANA

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
SARANA

PENDUDUK

SUMUR GALI DENGAN POMPA


JUMLAH SARANA

PUSKESMAS

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

NO KECAMATAN

JUMLAH SARANA

SUMUR GALI TERLINDUNG

35

36

1 Laweyan
Pajang
Penumping
Purwosari

42.796
20.083
24.641

2.256
955
932

11.506
4.011
4.380

30
90
87

150
360
348

4.917
2.520
1.929

23.710
10.167
9.711

180
40
666

720
160
2.664

1.486
1.160
2.101

7.580
5.905
10.550

42.796
20.083
24.641

100,00
100,00
100,00

Jayengan
Kratonan

24.951
19.446

2.494
1.583

10.225
9.498

494
562

1976
1686

1.875
702

7.526
4.372

1.610
689

6.440
2.756

1.407
1.394

7.200
5.576

24.951
19.446

100,00
100,00

Gajahan
Sangkrah

26.411
49.119

507
1.191

2.941
8.337

34
252

136
1008

1.830
2.908

11.050
17.457

314
1.036

1.256
4.144

2.322
4.257

12.420
23.325

26.411
49.119

100,00
100,00

Purwodiningratan
Ngoresan
Sibela
Pucangsawit

23.688
40.161
44.608
31.940

587
1.440
256
1.457

4.109
12.960
2.048
7.720

869
44
693

0
3476
176
2772

1.125
1.151
53
2.051

8.294
10.301
1.210
10.255

480
1.144
19
1.022

1.920
4.576
76
4.088

2.104
3.368
8.270
2.640

11.285
16.900
41.350
13.965

23.688
40.161
44.608
31.940

100,00
100,00
100,00
100,00

Nusukan
Manahan
Gilingan
Setabelan
Banyuanyar
Gambirsari

28.004
18.386
24.191
11.772
28.481
49.147

1.138
1.372
1.414
290
1.850
576

6.828
4.116
7.070
1.450
9.250
4.032

297
494
450
135
98
275

1188
1976
1800
540
392
1100

2.105
2.430
2.157
1.020
2.063
3.635

10.571
5.740
9.533
4.377
10.646
25.370

1.004
540
1.569
521
1.217
3.065

4.016
2.160
6.276
2.084
4.868
12.260

2.103
1.697
1.897
1.189
1.717
3.895

10.605
8.530
7.588
5.945
8.585
19.745

28.004
18.386
24.191
11.772
28.481
49.147

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

8.957

60.464

217.054

507.825

100,00

2 Serengan

3 Pasarkliwon

4 Jebres

5 Banjarsari

JUMLAH (KAB/KOTA)

507.825

Sumber:
- Jumlah Penduduk : Data Catatan Sipil Tahun 2014

20.298

110.481

2.486

19.084

34.471

180.290

43.007

TABEL 60
PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN
PAJANG

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA
(FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
PENYELENGGARA
AIR MINUM
JUMLAH
%
JUMLAH
%
4

21

15

71,43

10

66,67

10

50,00

80,00

PENUMPING

100,00

50,00

PURWOSARI

80,00

75,00

10

80,00

62,50

66,67

50,00
75,00

2 SERENGAN
JAYENGAN
KRATONAN
3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH

100,00

11

54,55

83,33

20,00

100,00

83,33

80,00

45

28

62,22

21

75,00

PURWODININGRATAN

100,00

66,67

NGORESAN

100,00

83,33

SIBELA

22

12

54,55

75,00

PUCANGSAWIT

14

50,00

71,43

59

30

50,85

24

80,00

NUSUKAN

15

15

100,00

12

80,00

MANAHAN

20,00

100,00

GILINGAN

100,00

83,33
83,33

4 JEBRES

5 BANJARSARI

BANYUANYAR

11

54,55

SETABELAN

0,00

0,00

GAMBIRSARI

22

9,09

50,00

146

87

59,59

65

74,71

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 61
PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
JENIS SARANA JAMBAN

20

21

22

23

24

19

JUMLAH
SARANA

18

JUMLAH

17

% PENDUDUK
PENGGUNA

16

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

15

JUMLAH SARANA

14

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

13

% PENDUDUK
PENGGUNA

12

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

11

JUMLAH
SARANA

10

PENDUDUK
DENGAN AKSES
SANITASI LAYAK

CEMPLUNG

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH SARANA

% PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH
SARANA

PLENGSENGAN

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

JUMLAH SARANA

% PENDUDUK
PENGGUNA

1 LAWEYAN

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

LEHER ANGSA

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH
SARANA

PUSKESMAS

JUMLAH
PENDUDUK
PENGGUNA

KECAMATAN

JUMLAH SARANA

NO

JUMLAH
PENDUDUK

KOMUNAL

25

26

87.520

1.620

1.620

100 15.904

63.616

14.812

59.248

93,13

60.868

69,5

PAJANG

42.796

1.440

1.440

100

7.263

29.052

7.114

28.456

97,95

29.896

69,9

PENUMPING

20.083

4.149

16.596

3.959

15.836

95,42

15.836

78,9

PURWOSARI

24.641

180

180

100

4.492

17.968

3.739

14.956

83,24

15.136

61,4

44.397

9.620

38.480

8.586

34.344

89,25

34.344

77,4

JAYENGAN

24.951

5.091

20.364

4.589

18.356

90,14

18.356

73,6

KRATONAN

19.446

4.529

18.116

3.997

15.988

88,25

15.988

82,2

75.530

11

1.980

11

1.980

100

9.089

36.356

6.885

27.540

75,75

29.520

39,1

GAJAHAN

26.411

360

360

100

4.131

16.524

4.024

16.096

97,41

16.456

62,3

SANGKRAH

49.119

1.620

1.620

100

4.958

19.832

2.861

11.444

57,7

13.064

26,6

140.397

23

4.040

23

4.040

100 26.136

104.544

24.376

97.504

93,27

101.544

72,3

PURWODININGRATAN

23.688

1.120

1.120

100

4.758

19.032

4.720

18.880

99,2

20.000

84,4

NGORESAN

40.161

720

720

100

6.318

25.272

5.857

23.428

92,7

24.148

60,1

SIBELA

44.608

520

520

100

9.171

36.684

8.506

34.024

92,75

34.544

77,4

PUCANGSAWIT

31.940

10

1.680

10

1.680

100

5.889

23.556

5.293

21.172

89,88

22.852

71,5

159.981

1.440

1.440

100 32.473

129.892

29.100

116.400

89,61

117.840

73,7

NUSUKAN

28.004

360

360

100

6.828

27.312

6.828

27.312

100

27.672

98,8

MANAHAN

18.386

4.972

19.888

4.142

16.568

83,31

16.568

90,1

GILINGAN

24.191

360

360

100

5.137

20.548

3.521

14.084

68,54

14.444

59,7

BANYUANYAR

28.481

360

360

100

5.191

20.764

4.521

18.084

87,09

18.444

64,8

SETABELAN

11.772

360

360

100

2.438

9.752

2.324

9.296

95,32

9.656

82,0

GAMBIRSARI

49.147

7.907

31.628

7.764

31.056

98,19

31.056

63,2

507.825

52

9.080

52

9.080

100 93.222

372.888

83.759

335.036

89,85

344.116

67,8

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 62
DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH DESA/
KELURAHAN

1 LAWEYAN

DESA MELAKSANAKAN
STBM

DESA STOP BABS


(SBS)

DESA STBM

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

10

11

9,09

27,27

PAJANG

0,0

25

PENUMPING

0,0

25

PURWOSARI

33,3

33,33

0,0

28,57

JAYENGAN

0,0

25

KRATONAN

0,0

33,33

0,0

22,22

GAJAHAN

0,0

16,67

SANGKRAH

0,0

33,33

11

9,1

36,36

PURWODININGRATAN

16,7

16,67

NGORESAN

0,0

100

SIBELA

0,0

100

PUCANGSAWIT

0,0

33,33

13

0,0

46,15

NUSUKAN

0,0

100

MANAHAN

0,0

50

GILINGAN

0,0

33,33

BANYUANYAR

0,0

50

SETABELAN

0,0

25

GAMBIRSARI

0,0

100

3,9

17

33,33

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

51

TABEL 63
PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TEMPAT-TEMPAT UMUM

PAJANG

26

PENUMPING

16

PURWOSARI

18

11

31

10

JAYENGAN

15

KRATONAN

16

20

21

22

100,0

16

100,0

23

100,0

100,0

100,0

51

26

100,0

100,0

100,0

100,0

13

39

16

100,0

100,0

100,0

100,0

49

18

100,0

100,0

11

100,0

100,0

100,0

54

31

100,0

10

100,0

100,0

100,0

30

15

100,0

100,0

100,0

100,0

24

16

100,0

100,0

100,0

100,0

48

12

77

48

100,0

12

100,0

100,0

GAJAHAN

22

41

22

100,0

100,0

100,0

SANGKRAH

26

36

26

100,0

100,0

58

20

16

106

58

100,0

20

100,0

PURWODININGRATAN

12

29

12

100,0

NGORESAN

12

25

12

100,0

SIBELA

16

25

16

PUCANGSAWIT

18

27

90

24

32

65

NUSUKAN

18

MANAHAN

11

GILINGAN

16

BANYUANYAR

15

SETABELAN

10

GAMBIRSARI

20

287

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

23

24

100,0

25

26

19

60

TEMPAT-TEMPAT
UMUM

JUMLAH

18

139

JUMLAH

17

30

NON BINTANG

16

JUMLAH

15

BINTANG

14

JUMLAH

13

HOTEL

RUMAH SAKIT
UMUM

12

JUMLAH

11

PUSKESMAS

10

JUMLAH

SLTA

23

JUMLAH

16

SARANA KESEHATAN

SLTP

60

SD

JUMLAH

JUMLAH TTU

NON BINTANG

BINTANG

1 LAWEYAN

HOTEL

RUMAH SAKIT
UMUM

PUSKESMAS

PUSKESMAS
SLTA

KECAMATAN

SLTP

NO

SARANA
KESEHATAN

SD

SARANA PENDIDIKAN

MEMENUHI SYARAT KESEHATAN


SARANA PENDIDIKAN

YANG ADA

27

30

100,0

139

100,0

100,0

51

100,0

100,0

13

100,0

39

100,0

100,0

100,0

49

100,0

100,0

100,0

54

100,0

100,0

100,0

30

100,0

24

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

77

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

41

100,0

100,0

100,0

100,0

36

100,0

16

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

106

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

29

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

25

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

25

100,0

18

100,0

100,0

100,0

100,0

27

100,0

230

90

100,0

24

100,0

32

100,0

100,0

100,0

100,0

65

100,0

230

100,0

25

18

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

25

100,0

30

11

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

30

100,0

45

77

16

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

45

100,0

77

100,0

30

15

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

30

100,0

13

40

10

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

13

100,0

40

100,0

28

20

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

28

100,0

82

84

17

11

17

108

606

287

100,0

82

100,0

84

100,0

17

100,0

11

100,0

17

100,0

108

100,0

606

100,0

TABEL 64
TEMPAT PENGELOLAAN MAKAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH
TPM

1 LAWEYAN

RUMAH
JASA BOGA
MAKAN/
RESTORAN
5

DEPOT AIR
MINUM
(DAM)

MAKANAN
JAJANAN

TOTAL

TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI


%

JASA BOGA

RUMAH
MAKAN/
RESTORAN

DEPOT AIR
MINUM
(DAM)

MAKANAN
JAJANAN

TOTAL

10

11

12

13

14

15

%
16

121

17

18

50

91

75,21

15

PAJANG

61

39

56

91,80

8,20

PENUMPING

16

37,50

10

62,50

PURWOSARI

44

13

11

29

65,91

13

15

34,09

2 SERENGAN

30

24,79

86

11

21

44

84

97,67

2,33

JAYENGAN

46

15

20

45

97,83

2,17

KRATONAN

40

24

39

97,50

2,50

91

16

28

55

60,44

32

36

39,56

GAJAHAN

54

14

28

47

87,04

12,96

SANGKRAH

37

21,62

28

29

78,38

161

13

16

33

56

118

73,29

12

21

43

26,71

PURWODININGRATAN

36

21

35

97,22

2,78

NGORESAN

33

22

32

96,97

3,03

SIBELA

43

12

18

41,86

10

10

25

58,14

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

PUCANGSAWIT

49

14

13

33

67,35

11

16

32,65

266

27

32

41

121

221

83,08

12

18

11

45

16,92

NUSUKAN

46

14

23

45

97,83

2,17

MANAHAN

44

22

31

70,45

13

29,55

GILINGAN

43

23

41

95,35

4,65

BANYUANYAR

59

11

26

54

91,53

8,47

SETABELAN

22

17

77,27

22,73

GAMBIRSARI

52

21

33

63,46

13

19

36,54

725

73

90

107

299

569

78,48

13

25

39

79

156

21,52

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 65

12

13

14

15

16

15

30

100,00

91

0,00

100,00

56

0,00

PENUMPING

10

10

100,00

0,00

PURWOSARI

15

13

15

100,00

29

0,00

100,00

84

0,00

JAYENGAN

100,00

45

0,00

KRATONAN

100,00

39

0,00

36

32

36

100,00

55

0,00

100,00

47

0,00

29

28

29

100,00

0,00

43

12

21

43

100,00

118

0,00

PURWODININGRATAN

100,00

35

0,00

NGORESAN

100,00

32

0,00

SIBELA

25

10

10

25

100,00

18

0,00

PUCANGSAWIT

16

11

16

100,00

33

0,00

45

12

18

11

45

100,00

221

0,00

NUSUKAN

100,00

45

0,00

MANAHAN

13

13

100,00

31

0,00

GILINGAN

100,00

41

0,00

BANYUANYAR

100,00

54

0,00

SETABELAN

100,00

17

0,00

GAMBIRSARI

19

13

19

100,00

33

0,00

156

13

25

39

79

156

100,00

569

0,00

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON
GAJAHAN
SANGKRAH
4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

17

30
PAJANG

PERSENTASE TPM
DIUJI PETIK

11

TOTAL

10

MAKANAN
JAJANAN

DEPOT AIR MINUM


(DAM)

RUMAH MAKAN/
RESTORAN

JUMLAH TPM DIUJI PETIK


JASA BOGA

JUMLAH TPM MEMENUHI


SYARAT HIGIENE
SANITASI

TOTAL

PERSENTASE TPM
DIBINA

MAKANAN
JAJANAN

DEPOT AIR MINUM


(DAM)

1 LAWEYAN

RUMAH MAKAN/
RESTORAN

PUSKESMAS

JUMLAH TPM DIBINA


JASA BOGA

NO KECAMATAN

JUMLAH TPM TIDAK


MEMENUHI SYARAT

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TABEL 66
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

NAMA OBAT

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Alopurinol tablet 100 mg


Aminofilin tablet 200 mg
Aminofilin injeksi 24 mg/ml
Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL)
Amoksisilin kapsul 250 mg
Amoksisilin kaplet 500 mg
Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg
Metampiron tablet 500 mg
Metampiron injeksi 250 mg
Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg

11

Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g +


polimiksin 10.000 IU/g
Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg +
Heksaklorofen 250 mg
Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam
Salisilat 3%
Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg
Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg +
Levodopa 250 mg
Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen
Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg
Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal)
Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal)
Atropin sulfat tablet 0,5 mg
Atropin tetes mata 0,5%
Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL - 1 mL (sulfat)
Betametason krim 0,1 %
Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml
Deksametason tablet 0,5 mg
Dekstran 70-larutan infus 6% steril
Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr)
Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr)
Diazepam Injeksi 5mg/ml
Diazepam tablet 2 mg
Diazepam tablet 5 mg
Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL)
Diagoksin tablet 0,25 mg
Efedrin tablet 25 mg (HCL)
Ekstrks belladona tablet 10 mg
Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL)
Etakridin larutan 0,1%
Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml
Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml
Fenobarbital tablet 30 mg
Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg
Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg
Fenol Gliserol tetes telinga 10%
Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml
Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg
Furosemid tablet 40 mg
Gameksan lotion 1 %
Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium
klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g
Gentian Violet Larutan 1 %
Glibenklamida tablet 5 mg
Gliseril Gualakolat tablet 100 mg
Gliserin
Glukosa larutan infus 5%
Glukosa larutan infus 10%
Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal)
Griseofulvin tablet 125 mg, micronized
Haloperidol tablet 0,5 mg
Haloperidol tablet 1,5 mg
Haloperidol tablet 5 mg
Hidroklorotiazida tablet 25 mg
Hidrkortison krim 2,5%
Ibuprofen tablet 200 mg
Ibuprofen tablet 400 mg
Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg
Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg
Kaptopril tablet 12,5 mg
Kaptopril tablet 25 mg
Karbamazepim tablet 200 mg
Ketamin Injeksi 10 mg/ml
Klofazimin kapsul 100 mg microzine
Kloramfenikol kapsul 250 mg
Kloramfenikol tetes telinga 3 %
Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg

12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73

SATUAN
TERKECIL
tablet
tablet
tablet
tablet
kapsul
kaplet
botol
tablet
ampul
tablet

KEBUTUHAN
62.520
56.160
124

1.554.120
40.476
825.960
867.120

PERSENTASE
TOTAL
JUMLAH
SISA STOK
KETERSEDIAAN
PENGGUNAAN
OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
44.500
55.600
100100
160,11
54.800
82.700
137500,00
244,84
34
34,00
27,42
#DIV/0!
#DIV/0!
1.074.600
1.435.400 2510000,00
161,51
25.280
12.500
37780,00
93,34
491.500
520.900 1012400,00
122,57
#DIV/0!
574.500
783.900 1358400,00
156,66

tube

2.220

1.700

4.175

5875,00

264,64

supp

3.528

1.900

90

1990,00

56,41

pot

2.887

642

642,00

22,24

tablet
tablet

26.880

13.000

23.300

36300,00

135,04
#DIV/0!

vial
tablet
tablet
tablet
tablet
botol
ampul
krim
ampul
tablet
botol
botol
tablet
ampul
tablet
tablet
ampul
tablet
tablet
tablet
ampul
botol
ampul
ampul
tablet
tablet
tablet
botol
ampul
tablet
tablet
botol
sach

672
1.800
2.160

1.119

740

1859,00

276,64

botol
tablet
tablet
botol
botol
botol
ampul
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tube
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
vial
kapsul
kapsul
botol
tablet

5.820
313
1.346.040

3.725
585
903.200

4.938
141.600
1.531
32.040

2.400
82.800

197
2.640
14.700

20
4.200
12.500
86.000
204

158
416

82.000

5.025
176
250.100

8750,00
761,00
1153300,00

19
35.100

2400,00
82800,00
19,00
117100,00

18
6.900
7.500
105

38,00
11100,00
20000,00
86000,00
309,00

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
150,34
243,13
85,68
#DIV/0!
48,60
58,47
1,24
365,48
#DIV/0!
19,29
420,45
136,05
#DIV/0!
195,57
#DIV/0!

1.512
8.400

1.000

1.000

2000,00

2.578
59.040
5.760
14.880

684
44.895
14.100
8.600

2.064
26.300
12.400

2748,00
44895,00
40400,00
21000,00

51.960

33.600

77.200

110800,00

2.231
98.880
1.040.400

1.282
76.100
619.000

1.556
27.300
809.000

2838,00
103400,00
1428000,00

715

670

96
20.160

7.400

6.400

13800,00

165.600
11.362
176.040

95.000
5.668
85.900

47.000
8.276
4.200

142000,00
13944,00
90100,00

26.760
480.000
400.260
125.520
840

17.100
359.000
271.100
116.700
2.100

22.400
342.000
389.700
135.500
2.300

39500,00
701000,00
660800,00
252200,00
4400

10.260
2.846
1.156.800

14.250
2.832
755.300

2.040
315.700

14250,00
4872,00
1071000,00

670,00

23,81
#DIV/0!
#DIV/0!
106,59
76,04
701,39
141,13
#DIV/0!
213,24
127,21
104,57
137,25
#DIV/0!
93,71
#DIV/0!
68,45
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
85,75
122,72
51,18
#DIV/0!
147,61
146,04
165,09
200,92
523,8095238
#DIV/0!
#DIV/0!
138,89
171,19
92,58

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO
74
75
76
77
78

NAMA OBAT

Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL)


Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL)
Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL)
Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL)
Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg +
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg
+ Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : Sulfametoksazol
400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi :
Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml
85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml
89 Mebendazol tablet 100 mg
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125
mg
91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml
92 Metronidazol tablet 250 mg
93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 %
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 %
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 %
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.)
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 %
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml
104 Paracetamol tablet 100 mg
105 Paracetamol tablet 500 mg
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat)
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL)
109 Povidon Iodida larutan 10 %
110 Povidon Iodida larutan 10 %
111 Prednison tablet 5 mg
112 Primakuin tablet 15 mg
113 Propillitiourasil tablet 100 mg
114 Propanol tablet 40 mg (HCL)
115 Reserpin tablet 0,10 mg
116 Reserpin tablet 0,25 mg
117 Ringer Laktat larutan infus
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap
4%
119 Salisil bedak 2%
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I)
121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II)
122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.)
123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.)
124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.)
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg
126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 %
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5%
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat)
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp
133 Triheksifenidil tablet 2 mg
134 Vaksin Rabies Vero
135 Vitamin B Kompleks tablet
VAKSIN
136 BCG
137 T T
138 D T
139 CAMPAK 10 Dosis
140 POLIO 10 Dosis
141 DPT-HB
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS
143 POLIO 20 Dosis
144 CAMPAK 20 Dosis
Sumber : Instalasi Farmasi

SATUAN
TERKECIL

KEBUTUHAN

ampul
ampul
tablet
tablet
tablet

PERSENTASE
TOTAL
JUMLAH
SISA STOK
KETERSEDIAAN
PENGGUNAAN
OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
1.000
1000,00
#DIV/0!

botol

12.264

10.000

tablet

166.440

63.800

tablet

(372.000)

7.000

770.700

138,62

63800,00

38,33

398700,00

#DIV/0!

8760,00
639,00

104,89
#DIV/0!
#DIV/0!

tablet
ampul
vial
vial
vial
sach
botol
tablet
tablet

8.352

8.520

800

ampul
tablet
tablet
botol
botol
ampul
tablet
tablet
botol
tube
vial
ampul
botol
tablet
tablet
botol
tablet
tablet
botol
botol
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
tablet
botol
tube

216
36.960
4.800

200
1.400
6.000

1.807

1.151
30

10.920
9.767
9.302

7.100
1.835
575

300

7100,00
1835,00
875,00

5.652
19.939

710
17.029

30.771

710,00
47800,00

1.601.400

1.032.000

2.295.400

24.324
520.800
2.857
125

31.350
292.000
3.621
71

kotak
vial
vial
vial
ampul
vial
ampul
botol
botol
kapsul
kapsul
ampul
tablet
ampul
tablet
vial
tablet
vial
vial
vial
vial
vial
vial
vial
vial
vial

8.760
639

17000,00

132
108

800,00
40
9.000
2.007

208.000
257

240,00
1400,00
15000,00
3158,00
30,00

3327400,00
31350,00
500000,00
3621,00
328,00

1.440
3.240

600

6.688
2.966

65.000
3.455
696

798

65000,00
4253,00
696,00

12.480
23

10.300
8

6.800
2

17100,00
10,00

28
48

25

600,00

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
9,39
111,11
3,79
312,50
#DIV/0!
174,76
#DIV/0!
#DIV/0!
65,02
18,79
9,41
#DIV/0!
12,56
239,73
#DIV/0!
207,78
#DIV/0!
128,89
96,01
126,74
262,40
#DIV/0!
#DIV/0!
18,52
#DIV/0!
#DIV/0!
63,59
23,47

25,00

137,02
43,48
#DIV/0!
#DIV/0!
89,29

9.100

9100,00

#DIV/0!

77.000

77000,00

4.286

43.400

1.140
551.000

497.000

1140,00
1048000,00

11
248.400

5
426.000

7
324.000

12,00
750000,00

#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
2414,75
#DIV/0!
#DIV/0!
109,09
301,93

1.086
1.158
2.317
2.767
3.282
4.556
6.918
-

1.731
1.078
1.119
4.078
9.170
5.574
5.521
-

329
198
356
553
830
1.500
1.014
-

2060,00
1276,00
1475,00
4631,00
10000,00
7074,00
6535,00

189,69
110,19
63,66
167,37
304,69
155,27
94,46

TABEL 67
JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
PEMILIKAN/PENGELOLA
NO

FASILITAS KESEHATAN

KEMENKES

PEM.PROV

PEM.KAB/KOTA

TNI/POLRI

BUMN

SWASTA

JUMLAH

RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM
2 RUMAH SAKIT KHUSUS
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP
- JUMLAH TEMPAT TIDUR
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP
3 PUSKESMAS KELILING
4 PUSKESMAS PEMBANTU
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT
7 UNIT TRANSFUSI DARAH
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN
5 PEDAGANG BESAR FARMASI
6 APOTEK
7 TOKO OBAT
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN
Sumber: Bidang Upaya Kesehatan

0
0

1
1

1
0

1
0

0
0

8
1

11
2

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

4
40
13
17
26

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

4
40
13
17
26

0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
1
0

0
0
0
0
0
0
0

0
1
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0

7
66
0
1388
92
3
1

7
67
0
1.388
92
4
1

0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
1
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
3
0
0
184
20
15

0
0
3
0
0
185
20
15

TABEL 68
PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH SARANA

1 RUMAH SAKIT UMUM


2 RUMAH SAKIT KHUSUS

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Bidang Upaya Kesehatan

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


JUMLAH

11

11

100,00

100,00

13

13

100,00

TABEL 69
JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

PRATAMA
JUMLAH
%
4

STRATA POSYANDU
MADYA
PURNAMA
JUMLAH
%
JUMLAH
%
6

MANDIRI
JUMLAH
%
10

11

POSYANDU AKTIF
JUMLAH
12

JUMLAH

14

15

0,00

0,00

3,67

105

96,33

109

109

100,00

PAJANG

0,00

0,00

6,98

40

93,02

43

43

100,00

PENUMPING

0,00

0,00

3,57

27

96,43

28

28

100,00

PURWOSARI

0,00

0,00

0,00

38

100,00

38

38

100,00

0,00

0,00

0,00

63

100,00

63

63

100,00

JAYENGAN

0,00

0,00

0,00

33

100,00

33

33

100,00

KRATONAN

0,00

0,00

0,00

30

100,00

30

30

100,00

0,00

0,00

9,00

91

91,00

100

100

100,00

GAJAHAN

0,00

0,00

18,37

40

81,63

49

49

100,00

SANGKRAH

0,00

0,00

0,00

51

100,00

51

51

100,00

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

0,00

2,04

15

30,61

142

89,87

158

157

99,37

PURWODININGRATAN

0,00

0,00

4,08

36

94,74

38

38

100,00

NGORESAN

0,00

0,00

0,00

37

100,00

37

37

100,00

SIBELA

0,00

0,00

10,20

38

88,37

43

43

100,00

PUCANGSAWIT

0,00

2,04

16,33

31

77,50

40

39

97,50

0,00

2,04

22

44,90

149

86,63

172

171

99,42

NUSUKAN

0,00

0,00

0,00

28

100,00

28

28

100,00

MANAHAN

0,00

0,00

12,24

15

71,43

21

21

100,00

GILINGAN

0,00

0,00

18,37

23

71,88

32

32

100,00

BANYUANYAR

0,00

0,00

0,00

29

100,00

29

29

100,00

SETABELAN

0,00

0,00

0,00

21

100,00

21

21

100,00

GAMBIRSARI

0,00

2,04

14,29

33

80,49

41

40

97,56

0,00

0,33

50

8,31

550

91,36

602

600

99,67

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 70
JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO
1

KECAMATAN

PUSKESMAS

1 LAWEYAN

UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

DESA/
KELURAHAN

POSKESDES

POLINDES

POSBINDU

POSMALDES POS TB DESA


10

11

11

PAJANG

PENUMPING

PURWOSARI

JAYENGAN

KRATONAN

GAJAHAN

SANGKRAH

11

PURWODININGRATAN

NGORESAN

SIBELA

PUCANGSAWIT

13

NUSUKAN

MANAHAN

GILINGAN

BANYUANYAR

SETABELAN

GAMBIRSARI

51

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 71
JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH
DESA/
KELURAHAN

1 LAWEYAN

DESA/KELURAHAN SIAGA
PRATAMA

MADYA

PURNAMA

MANDIRI

JUMLAH

10

11

11

100

PAJANG

100

PENUMPING

100

PURWOSARI

100

100

JAYENGAN

100

KRATONAN

100

100

GAJAHAN

100

SANGKRAH

100

11

11

100

PURWODININGRATAN

100

NGORESAN

100

SIBELA

100

2 SERENGAN

3 PASARKLIWON

4 JEBRES

PUCANGSAWIT

100

13

13

13

100

NUSUKAN

100

MANAHAN

100

GILINGAN

100

BANYUANYAR

100

SETABELAN

100

GAMBIRSARI

100

51

43

51

100

5 BANJARSARI

JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskemas

TABEL 72
JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

TOTAL

DOKTER UMUM

DR SPESIALIS a

UNIT KERJA

DOKTER
SPESIALIS GIGI
L
P
L+P

15

16

17

18

19

DOKTER GIGI

L+P

L+P

L+P

L+P

10

11

12

13

14

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

2
1
-

1
1

2
1

L+P
20

2
1

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

1
2

1 RSUD Dr. Moewardi


2 RS Slamet Riyadi
3 RS Dr Oen Surakarta
4 RS Brayat Minulyo

1
2
-

2
-

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

TOTAL

11

15

26

11

15

26

16

18

16

18

42

121

14

23

88

56

144

12

10

12

10

22

15

20

15

20

30

10

40

37

14

51

12

20

45

26

71

6 RS Kasih Ibu

46

13

59

11

13

24

57

26

83

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

51

23

74

11

14

25

62

37

99

8 RSUI Kustati

32

12

44

10

18

42

20

62

9 RS Tri Harsi

11

15

11 RS Hermina

1
-

12 RSJD Surakarta
13 RSJ Puri Waluyo

5
-

2
-

14 RS Mata Solo

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

11
-

16

2
-

14

22

15

24

11

13

114

209

369

242

611

79,161

41,156

120,32

11

46

11,224

11

57

3
-

95

2
-

1
-

402

26

19

128

560

274

211

349

160

84

76

2
1

400

JUMLAH (KAB/KOTA)

Sumber: Profil Nakes 2014


Keterangan : a termasuk S3

5
-

127

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA


RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK

273

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN


KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

5 RS Panti Waluyo

10 RSUD Kota Surakarta

1
-

7
-

79

26

11
-

11

2,1661

37
13
-

15

11
-

53

68
13,39044

TABEL 73
JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
a

NO

UNIT KERJA

BIDAN

PERAWAT GIGI

PERAWAT
P

L+P

L+P
9

1 Puskesmas Pajang

10

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

12

11

11

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

10

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

10

10

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

95

23

78

101

17

17

1 RSUD Dr. Moewardi

36

182

337

519

2 RS Slamet Riyadi

14

35

30

65

3 RS Dr Oen Surakarta

21

48

258

306

4 RS Brayat Minulyo

10

15

104

119

5 RS Panti Waluyo

17

34

124

158

6 RS Kasih Ibu

32

31

193

224

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

40

94

219

313

8 RSUI Kustati

16

84

176

260

9 RS Tri Harsi

15 Puskesmas Banyuanyar

10 RSUD Kota Surakarta

14

11

19

11 RS Hermina

12 RSJD Surakarta

110

111

221

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

204

648

1.571

2.219

20

22

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

16

28

34

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

315

677

1.677

2.354

37

39

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK

122,67

Sumber: Profil Nakes 2014


a
Keterangan : termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis

463,55

7,68

TABEL 74
JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TENAGA KEFARMASIAN
NO

UNIT KERJA

TENAGA TEKNIS
a
KEFARMASIAN

TOTAL

APOTEKER

L+P

L+P

L+P

12

13

14

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

3
2

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

1
-

1
-

1
-

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

46

49

3
-

50
-

53
-

1 RSUD Dr. Moewardi

40

44

12

12

52

2 RS Slamet Riyadi

31

31

31

31

13

14

14

15

17

17

19

19

36

37

46

55

13

19

3 RS Dr Oen Surakarta

4 RS Brayat Minulyo
5 RS Panti Waluyo

1
-

6 RS Kasih Ibu

35

36

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

42

47

8 RSUI Kustati

10

16

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta


11 RS Hermina

2
-

12 RSJD Surakarta

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

14
-

15

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

21

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

JUMLAH (KAB/KOTA)

24

2
-

5
-

1
-

2
-

7
-

4
-

16
-

272

29

36

28

244

27

24

26

51

288

312

RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK


Sumber: Profil Nakes 2014
a
Keterangan : termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi

57

66

33

236
-

20
-

27

9
-

215
-

56

53
-

345

378
74,44

TABEL 75
JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

UNIT KERJA

KESEHATAN MASYARAKAT
P
L+P

KESEHATAN LINGKUNGAN
P
L+P

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela
11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)


1 RSUD Dr. Moewardi

1
2
2
-

11

5 RS Panti Waluyo

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

8 RSUI Kustati

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta

2
-

1
-

1
1

1
-

13

4
2

10

1
2
2

12 RSJD Surakarta

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

12

11 RS Hermina

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

1
-

1
1

11

4 RS Brayat Minulyo

10

3 RS Dr Oen Surakarta

2 RS Slamet Riyadi

1
-

1
-

1
-

18

11

17

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK
Sumber: Profil Nakes 2014

22

29
5,71

10

20

30
5,91

TABEL 76
JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

UNIT KERJA

NUTRISIONIS

TOTAL

DIETISIEN

L+P

L+P

L+P

10

11

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

1 RSUD Dr. Moewardi

14 Puskesmas Gilingan

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

12

16

11

15

2 RS Slamet Riyadi

3 RS Dr Oen Surakarta

4 RS Brayat Minulyo

5 RS Panti Waluyo

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

8 RSUI Kustati

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta

11 RS Hermina

12 RSJD Surakarta

12

16

11

15

1
-

1
2
5

14 RS Mata Solo

32

39

3
-

13 RSJ Puri Waluyo

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

37

45

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK
Sumber: Profil Nakes 2014

11

44

55
10,83

6
1,18

12

49

61
12,01

TABEL 77
JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

UNIT KERJA

FISIOTERAPI
L
P
L+P

TENAGA TEKNISI MEDIS


TERAPI OKUPASI
TERAPI WICARA
L
P
L+P
L
P
L+P

10

11

12

13

L+P

14

15

16

17

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

2 RS Slamet Riyadi
4 RS Brayat Minulyo

1
9

3 RS Dr Oen Surakarta

1 Puskesmas Pajang

1 RSUD Dr. Moewardi

TOTAL

AKUPUNKTUR
P
L+P

12
-

3
-

21
-

1
-

3
-

4
-

1
-

2
-

1
-

1
-

1
11

16
-

27
-

11

5 RS Panti Waluyo

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

8 RSUI Kustati

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta

11 RS Hermina

12 RSJD Surakarta

3
-

1
3

3
-

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK
Sumber: Profil Nakes 2014

20

20

33

34

53

54
10,634

12

12
2,363

4
0,7877

24

24
0

45

69

46

70
13,784

TABEL 78
JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DAN FISIOTERAPIS DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TENAGA TEKNISI MEDIS
NO

UNIT KERJA

RADIOTERAPIS

TEKNISI
ELEKTROMEDIS

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

13

18

18

1 RSUD Dr. Moewardi

2 RS Slamet Riyadi

3 RS Dr Oen Surakarta
4 RS Brayat Minulyo

9
-

6
-

TEKNISI GIGI

7
-

ORTETIK
PROSTETIK

TEKNISI
KARDIOVASKULER

JUMLAH

1
1
1

1
1

15
50

2
21

11

28

39

10

14

12

13

11

13

13

82

20

22

12

12

13

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

11

14

8 RSUI Kustati

14

79

10 RSUD Kota Surakarta

11 RS Hermina

12 RSJD Surakarta

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

108

139

13

66

33

27

60

31

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

32

REFRAKSIONIS
OPTISIEN

5 RS Panti Waluyo

9 RS Tri Harsi

2
-

ANALISIS
KESEHATAN

REKAM MEDIS DAN


TEKNISI TRANSFUSI
INFORMASI
DARAH
KESEHATAN
L
P
L+P
L
P
L+P

RADIOGRAFER

10
-

32

50

82

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

JUMLAH (KAB/KOTA)
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK
Sumber: Profil Nakes 2014
Keterangan:
*yang memiliki klinik/pelayanan kesehatan

33

27

60

36

121

157

14

68

82

38

65

103
20,28

TABEL 79
JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

UNIT KERJA

TENAGA KESEHATAN LAINNYA


PENGELOLA PROGRAM
TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN

TOTAL

L+P

L+P

L+P

10

11

1 Puskesmas Pajang

2 Puskesmas Penumping

3 Puskesmas Purwosari

4 Puskesmas Jayengan

5 Puskesmas Kratonan

6 Puskesmas Gajahan

7 Puskesmas Sangkrah

8 Puskesmas Purwodiningratan

9 Puskesmas Ngoresan

10 Puskesmas Sibela

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan

17 Puskesmas Gambirsari

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)

1 RSUD Dr. Moewardi

2 RS Slamet Riyadi

3 RS Dr Oen Surakarta

4 RS Brayat Minulyo

5 RS Panti Waluyo

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

8 RSUI Kustati

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta

11 RS Hermina

12 RSJD Surakarta

13 RSJ Puri Waluyo

14 RS Mata Solo

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN

INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

1
-

DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

16

20

16

20

JUMLAH (KAB/KOTA)

17

21

17

21

Sumber: Profil Nakes 2014

TABEL 80
JUMLAH TENAGA PENUNJANG / PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
TENAGA NON KESEHATAN
NO

UNIT KERJA

1 Puskesmas Pajang

PEJABAT
STRUKTURAL

TENAGA
KEPENDIDIKAN

JURU

TENAGA
PENUNJANG
KESEHATAN
L
P
L+P

L+P

24

25

26

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

L+P

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

2
1
1

7 Puskesmas Sangkrah

1
-

9 Puskesmas Ngoresan

1
-

TOTAL

12

14

10

10

12

5 Puskesmas Kratonan

10 Puskesmas Sibela

TENAGA PENDIDIK

3 Puskesmas Purwosari

8 Puskesmas Purwodiningratan

STAF PENUNJANG
PERENCANAAN

6 Puskesmas Gajahan

STAF PENUNJANG
TEKNOLOGI

2 Puskesmas Penumping
4 Puskesmas Jayengan

STAF PENUNJANG
ADMINISTRASI

11 Puskesmas Pucangsawit

12 Puskesmas Nusukan

13 Puskesmas Manahan

14 Puskesmas Gilingan

13

19

32

47

58

105

60

77

137

14

19

107

62

169

122

67

189

10

19

13

12

15 Puskesmas Banyuanyar

16 Puskesmas Setabelan
17 Puskesmas Gambirsari

1
-

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)


1 RSUD Dr. Moewardi
2 RS Slamet Riyadi
3 RS Dr Oen Surakarta

4 RS Brayat Minulyo

5 RS Panti Waluyo

6 RS Kasih Ibu

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

8 RSUI Kustati

9 RS Tri Harsi

10 RSUD Kota Surakarta


11 RS Hermina

2
-

12 RSJD Surakarta

2
-

7
-

39
-

13

13

11

4
-

13

13

6
-

14 RS Mata Solo

151

142

293

178

154

INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT

DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

10

10

20

20

29

JUMLAH (KAB/KOTA)

45

41

86

207

223

430

Sumber: Profil Nakes 2014

28

15
-

34

9
-

39
-

12

35

39

25
-

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN


-

17

22

22

13 RSJ Puri Waluyo

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)

35

2
4

20

48

332

3
-

3
-

20

31

51

258

265

523

TABEL 81
ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO

SUMBER BIAYA

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


Rupiah

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:


1 APBD KAB/KOTA

97.509.710.400

a. Belanja Langsung

59.758.688.400

b. Belanja Tidak Langsung

37.751.022.000

2 APBD PROVINSI

31.537.500

- Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi

3 APBN :
- Dana Alokasi Umum (DAU)
- Dana Alokasi Khusus (DAK)
- Dana Dekonsentrasi
- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota
- Lain-lain (sebutkan)

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN)

96,33

0,03

31.537.500

3.682.061.975

3,64

0,00

0,00

213.511.975

0,21

3.468.550.000

3,43

0,00

0,00

0,00

(sebutkan project dan sumber dananya)

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN

TOTAL ANGGARAN BIDANG KESEHATAN

101.223.309.875

TOTAL APBD KAB/KOTA

1.672.569.745.211

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA


Sumber: Sub Bag PEP DKK

5,83

199.327,15

TABEL 82
PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK
PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2014

NO

KABUPATEN/KOTA

JUMLAH
DESA/KEL

1 LAWEYAN

2 SERENGAN
3 PASARKLIWON
4 JEBRES

5 BANJARSARI

JUMLAH
% DESA/KEL DG
DESA/KEL DG
GARAM
GARAM
BERYODIUM YG
BERYODIUM YG
BAIK
BAIK
4

11

11

100,00

100,00

100,00

3
7

3
7

100,00
100,00

JAYENGAN
KRATONAN

100,00

3
9

3
9

100,00
100,00

GAJAHAN
SANGKRAH

100,00

3
11

3
11

100,00
100,00

100,00

100,00

100,00

3
13

3
13

100,00
100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

51

51

100,00

PAJANG
PENUMPING
PURWOSARI

PURWODININGRATAN
NGORESAN
SIBELA
PUCANGSAWIT
NUSUKAN
MANAHAN
GILINGAN
BANYUANYAR
SETABELAN
GAMBIRSARI

JUMLAH
Sumber: Laporan Puskesmas

TABEL 83
KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

No.

Unit Pelayanan

Neoplasma
Ca
Ca
Mamae Hepar

Ca
Servik
3

1 Puskesmas Pajang

Diabetes Mellitus

Ca
Paru

ID
DM

ND
DM

Angina
Pekt.

AMI

11

12

Peny. Jantung & Pembuluh Darah


PPOK
Dekomp Hipertensi Hipertensi
Stroke
Kordis Essensial
Lain Hemoragik Non Hemoragik
13

14

15

16

17

18

Asma
Bronkial Psikosis
21

19

337

37

1.481

14

57

103

439

2 Puskesmas Penumping

10

29

455

48

1.460

36

94

305

243

3 Puskesmas Purwosari

14

30

38

73

2.342

52

111

259

5.551

193

401

48

398

121

4 Puskesmas Jayengan

19

128

112

19

100

880

29

67

171

5 Puskesmas Kratonan

33

17

23

492

35

274

1.083

24

162

345

175

6 Puskesmas Gajahan

36

1.726

52

95

199

5.249

149

259

118

679

404

7 Puskesmas Sangkrah

44

38

30

1.492

15

178

4.464

29

175

651

288

8 Puskesmas Purwodiningratan

24

62

156

1.250

201

11

16

3.221

90

28

382

265

1.065

13

4.755

396

347

10 Puskesmas Sibela

56

49

19

115

1.453

206

73

57

5.606

97

276

19

870

640

11 Puskesmas Pucangsawit

22

14

545

29

12

26

4.590

132

16

495

140

12 Puskesmas Nusukan

21

66

61

325

1.856

210

420

4.515

113

643

119

13 Puskesmas Manahan

56

50

10

138

1.509

13

450

3.156

23

282

2.466

14 Puskesmas Gilingan

22

40

792

51

50

77

3.379

162

219

479

319

15 Puskesmas Banyuanyar

10

955

2.746

42

306

268

16 Puskesmas Setabelan

29

22

1.315

17

291

5.146

228

538

1.101

17 Puskesmas Gambirsari

10

14

46

45

15

3.200

67

217

313

436

159

63

1.044

17.696

942

436

2.447

60.482

864

2.155

312

6.944

7.723

1.835

3.733

139

879

26

3.170

305

389

1.948

1.749

387

278

578

148

38

6
58

5
26

72
4

25
1.657

153

50

203

42

1.801

27
3

21

7
112

13
258

1.230

9 Puskesmas Ngoresan

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)


1 RSUD Dr. Moewardi
2 RS Slamet Riyadi
3 RS Dr Oen Surakarta

0
46

4 RS Brayat Minulyo
5 RS Panti Waluyo

49

124

236

43

13

47

327

69

94

123

40

100

6 RS Kasih Ibu

35

64

14

27

19

142

570

65

41

812

23

222

29

7 RS PKU Muhammadiyah Ska

74

556

24

20

246

159

93

100

180

697

194

363

170

716

8 RSUI Kustati
9 RS Tri Harsi

14

13

41

299

5.532

18

843

3.337

119

43

204

64

382

57

2.000

4.507

224

976

913

11.349

677

177

1.703

8.964

1.974

762

1.309

1.152

2.597

62

1.039

1.957

10 RSUD Kota Surakarta


11 RS Hermina
12 RSJD Surakarta
13 RSJ Puri Waluyo
14 RS Mata Solo
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
JUMLAH

2.313

Sumber : Laporan Puskesmas dan Rumah Sakit

4.943

383

29.045

1.619

613

4.150

69.446

2.838

2.917

1.309

1.464

9.541

7.785

TABEL 84
JUMLAH KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
NO

KECAMATAN

PUSKESMAS

JUMLAH KEGIATAN
PENYULUHAN
KESEHATAN

1 LAWEYAN

JUMLAH
KUNJUNGAN
RUMAH

PENYEBARAN
INFORMASI

2.358

596

PAJANG

944

150

14

PENUMPING

554

192

154

860

254

43

1.345

206

1.187
909

PURWOSARI
2 SERENGAN

211

JAYENGAN

909

48

KRATONAN

436

158

278

1.728

457

1.446

GAJAHAN

864

286

654

SANGKRAH

864

171

792

3.020

3.734

2.447

3 PASARKLIWON

4 JEBRES
PURWODININGRATAN

721

211

88

NGORESAN

398

2.703

844

SIBELA
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI

1.485

40

317

416

780

1.198

3.782

1.125

2.693

NUSUKAN

1.001

105

1.001

MANAHAN

349

541

16

GILINGAN

558

84

558

BANYUANYAR

584

26

558

SETABELAN

469

48

60

GAMBIRSARI

821

321

500

12.233

6.118

7.984

12.233

6.118

7.984

SUB JUMLAH I
1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
2 Rumah Sakit
JUMLAH (KAB/KOTA)
Sumber: Laporan Puskesmas