Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 1 HUKUM BISNIS

Oleh : Muhammad Khalid Rosyidi


1. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Direksi dari sebuah Perseroan
Terbatas yang akan melakukan merger ?
2. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Direksi dari Perseroan
Terbatas yang akan meleburkan diri?
3. Ketentuan apa bila pengambilalihan dilakukan oleh badan hukum berupa
perseroan (PT) ?
Penyelesaian :
1.

Langkah-langkah yang harus di tempuh oleh Direksi dari


Perseroan Terbatas yang akan melakukan merger:
1.
Menyusun rancangan penggabungan yang berisi sekurangkurangnya:
a)
Nama perusahaan yang akan melakukan penggabungan.
b)
Alasan serta penjelasan masing-masing Direksi perseroan
yang akan melakukan penggabungan.
c)
Tata cara konversi saham dari masing-masing perseroan yang
melakukan penggabungan terhadap saham perseroan hasil
penggabungan :
1.
Dalam tata cara konversi saham selain perbandingan
penukaran saham termasuk juga penentuan jumlah pembayaran
uamh kepada para pemegang saham dari perseroan yang
menggabungkan diri.
2.
Pembayaran uang kepada para pemegang saham dari
perseroan yang menggabungkan diri adalah merupakan ganti rugi
kepada para pemegang saham yang tidak menghendaki
penggabungan tersebut.
3.
Dalam hal dilakukan pembayaran kepada para
pemegang saham dengan uang, agar di perhitungkan harga
sahamnya menurut nilai yang wajar.
d)
Rancangan perubahan Anggaran Dasar perseroan hasil
penggabungan apabila ada.
e)
Secara dan perhitungan laba rugi yang meliputi tiga tahun
buku terakhir dari semua perseroan yang akan melakukan
penggabungan dan

f)
2.
3.
4.
5.
6.
7.

2.

Hal-hal lain yang perlu diketahui oleh pemegang saham


masing-masing perseroan.
Mengumumkan dalam dua surat kabar harian tentang rencana
penggabungan dalam tenggang waktu 14 hari sebelum panggilan RUPS.
Melakukan pemanggilan RUPS dengan surat tercatat paling lambat
14 hari sebelum RUPS diadakan.
Menyelenggarakan RUPS dengan syarat harus di hadiri bagian
dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Jika penggabungan di setujui RUPS, maka mengadakan perubahan
Anggaran Dasar.
Mendaftarkan hasil penggabungan dalam sesuai dengan ketentuan
UU Wajib Daftar Perusahaan.
Mengajukan permohonan ke kantor Pencetakan Negara untuk
mengumumkan perubahan Anggaran Dasar PT hasil penggabungan.

Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Direksi dari


Perseroan Terbatas yang akan meleburkan diri:
1.
Menyusun rancangan penggabungan yang berisi sekurangkurangnya
a)
Nama perseroan yang akan melakukan peleburan.
b)
Alasan serta penjelasan masing-masing direksi perseroan
yang akan melakukan peleburan.
c)
Tata cara konversi saham dari masing-masing perseroan yang
melakukan peleburan terhadap saham perseroan baru:
1.
Dalam tata cara konversi saham selain perbandingan
penukaran saham termasuk juga penentuan jumlah pembayaran uang
kepada para pemegang saham dari perseroan yang meleburkan diri.
2.
Pembayaran uang kepada para pemegang saham dari
perseroan yang meleburkan diri adalah merupakan ganti rugi kepada
para pemegang saham yang tidak menghendaki peleburan tersebut.
3.
Dalam hal dilakukan pembayaran kepada para
pemegang saham tersebut dengan uang, agar diperhitungkan harga
sahamnya menurut nilai yang wajar.
d)
Rancangan Akta pendirian perseroan baru hasil peleburan.
e)
Neraca dan perhitungan laba rugi yang meliputi tiga tahun
buku terakhir dari semua perseroan yang akan melakukan peleburan ,
dan

f)

Hal-hal lain yang perlu diketahui oleh pemegang saham


masing-masing perseroan.
2.
Mengumumkan dalam dua surat kabar harian tentang rencana
penggabungan dalam tenggang waktu 14 hari sebelum panggilan RUPS.
3.
Melakukan pemanggilan RUPS dengan surat tercatat paling lambat
14 hari sebelum RUPS diadakan.
4.
Menyelenggarakan RUPS dengan syarat harus dihadiri 3/4 bagian
dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
5.
Jika rencana peleburan di setujui RUPS, maka membuat Akta
pendirian PT baru hasil peleburan.
6.
Mengajukan permohonan pengesahan PT baru kepada Menteri
Kehakiman untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum.
7.
Mendaftarkan Akta pendirian yang sudah mendapatkan pengesahan
dari Menteri Kehakiman sesuai dengan ketentuan UU Wajib Daftar
Perusahaan.
8.
Mengajukan permohonan ke kantor Percetakan Negara untuk
mengumumkan Akta Pendirian PT baru.
3. Apabila pengambilalihan dilakukan oleh badan hukum berupa
perseroan ( PT ) ,berlaku ketentuan sebagai berikut
Rencana pengambilalihan dituangkan dalam rancangan pengambilalihan
yang disusun oleh Direksi perseroan yang akan mengambil alih dan yang
akan diambil alih, yang memuat sekurang-kurangnya
1.
Nama perseroan yang mengambil alih dan yang diambil alih,dan
2.
Alasan serta penjelasan Direksi masing-masing perseroan
mengenai persyaratan serta cara pengambilalihan saham perseroan yang
diambil alih.
3.
Pengambilalihan dilakukan dengan persetujuan RUPS masingmasing atas rancangan pengambilalihan yang diajukan oleh Direksi
masing-masing perseroan.

Anda mungkin juga menyukai