Anda di halaman 1dari 31

S T R U K T U R K A R B O H I D R AT

April 21, 2013

Karbohidrat berasal dari kata karbo yang berarti unsur karbon (C) dan
hidrat yang berarti unsur air (H2O), jadi karbohidrat berarti unsur C yang
mengikat molekul H2O. Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk
dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Rumus umumnya dikenal
dengan Cx(H2O)n. Secara struktur, karbohidrat memiliki 4 gugus, yaitu
gugus hidrogen (-H), gugus hidroksil (-OH), gugus keton (C=O) dan gugus
aldehida (-CHO).Karbohidrat juga didefinisikan sebagai polihidroksialdehid atau polihidroksi-keton. Polihidroksi aldehida yaitu struktur
karbohidrat yang tersusun atas banyak gugus hidroksi dan gugus
karbonilnya barada di ujung rantai sedangkan polihidroksi keton yaitu
struktur karbohidrat yang tesusun atas banyak gugus hidroksi dan gugus
karbonilnya berada di selain ujung rantai.

Berdasarkan jumlah sakarida


menjadi 3 golongan, yaitu :
1.

penyusunnya,

karbohidrat

dibedakan

MONOSAKARIDA

Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, yang berarti molekulnya


hanya tersusun dari beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan
dengan cara hidrolisis. Umumnya monosakarida disusun oleh 3 samapai 7
atom karbon, dan jumlah atom penyusunnya tersebut mempengaruhi
pemanaan masing-masing monosakarida, yaitu :
1. Gula tiga karbon (Triosa)

Senyawa ini merupakan zat antara yang penting dalam lintasan metabolik
fotosintesis dan respirasi sel. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah
gliseraldehid dan dihidroksiaseton.
2. Gula empat karbon (Tetrosa)
Gula ini tidak banyak ditemui, walaupun beberapa bentuk berperan dalam
proses fotosintesis dan respirasi.
3. Gula lima karbon (Pentosa)
Senyawa ini sangat penting dalam fotosintesis dan respirasi. Dua jenis
pentose (ribose dan deoksiribosa) juga membentuk unsure pembangun
utama untuk asam nukleat, yang penting bagi semua kehidupan.
4. Gula enam karbon (heksosa)
Gula ini sering ikut serta dalam tahap respirasi dan fotosintesis dan
menjadi bangun utama dari banyak macam karohidrat lain termasuk pati
dan selualosa. Kunci dari heksosa adalah glukosa dan fruktosa.
5. Gula tujuh-karbon (heptosa)
Salah satu jens heptosa adalah zat antara dalam fotosintesis dan
respirasi. Jika tidak dalam bentuk itu, gula ini jarang didapati.
Berikut rumus struktur monosakarida :

Karbohidrat yang paling sederhana adalah aldehida atau keton


mempunyai dua atau lebih gugus hidroksi. Monosakarida yang paling kecil
adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton senyawa-senyawa ini adalah
triosa. Gliseraldehida mengandung gugus aldehida mempunyai karbon
asimetrik tunggal jadi terdapat dua streoisomer dari aldose tiga karbon

ini, D-gliseraldehida dan L-gliseraldehida. Sedangkan dihidroksi aseton


adalah ketosa karena mengandung gugus keton.
Di bawah ini digambarkan anggota deret aldose sebagai berikut :

Di bawah ini digambarkan anggota deret ketosa sebagai berikut :

Pada senyawa organik dikenal rumus ruang (isomer) sebagai akibat


adanya atom asimetris atau C khiral pada srtuktur molekulnya. Demikian
juga monosakarida akan memiliki banyak isomer,tergantung dari jumlah
atom C khiral yang ada pada molekulnya,rumus 2 n,dimana n = jumlah C
khiral. C khiral adalah karbon atom pusat pada struktur molekul. Asimetris
artinya atom C khiral memiliki empat gugus subtituen yang berbeda.
Monosakarida bersifat aktif-optika ,artinya zat ini mampu memutar bidang
sinar terpolarisasi yaitu ke kiri atau ke kanan jika sinar ini
menembus/melalui monosakarida. Dengan demikian monosakarida
memiliki lagi isomer lain yaitu isomer aktif-optika. Satu isomer memutar
bidang sinar terpolarisasi ke kanan (kanan=dekstro) dn yang lain
memutar ke kiri (kiri=levo). Dalam hal ini,gliseraldehida memiliki dua
isomer aktif-optika yaitu isomer -d (D) dan isomer-l(L).
Semua monsakarida bersifat gula pereduksi. Sifat gula pereduksi ini
disebabkan adanya gugus aldehida dan keton yang bebas, sehingga dapat
mereduksi ion-ion logam,seperti tembaga (Cu) dan Perak (Ag).

Struktur proyeksi Fisher dan Haworth :


1. Struktur proyeksi Fischer
Emil Fischer (1852-1919) seorang ahli kimia organik bangsa jerman yang
yang memperoleh hadiah nobel untuk ilmu kimia pada tahun 1902 atas
hasil karyanya tentang kimia ruang (stereokimia) dan umus srtuktur
karbohidrat, menggunakan rumus proyeksi untuk menuliskan rumus
struktur karbohidrat.
Proyeksi fischer digunakan untuk mengutamakan konfigurasi (R) dan (S)
dari karbon chiral. Pada proyeksi fischer dari suatu karbohidrat, rantai
karbon digambarkan secara vertical (tegak) dengan gugusan aldehid atau
keto berada pada puncak dari rumus.

Karbon nomor dua dari gliseraldehid berbentuk chiral dengan demikian


glisheraldehid berbentuk sepasang enansiomer (bayangan cermin yang
tidak dapat ditaruh diatasnya). Enansiomer ini dinamakan (R)-2,3
dihidroksipropanal dan (S)-2,3 dihidroksipropanal. Biasanya senyawa ini
ditunjukkan dengan nama klasikalnya, D-gliseraldehid digambarkan
dengan gugus hidroksil pada karbon chiral, sedangkan dari Lenansiomernya digambarkan dengan gugus hidroksil diproyeksikan kekiri.

Dua dari aldotetrosa, D-eritrosa dan D-tereosa mempunyai gugusan chiral


yang terakhir (gugus hidroksil pada atom karbon 3) diproyeksikan
kekanan. Karbon chiral ini mempunyai konfigurasi yang sama seperti
karbon dalam D-gliseraldehid.
Dua aldotetrosa yang lain mempunyai gugus hidroksil pada atom karbon 3
diproyeksikan kekiri, konfigurasinya sama seperti pada L-gliseraldehid.
Dengan dasar konfigurasi dari karbon chiral, semua karbohidrat dapat
digolongkan kedalam satu dari dua subdivisi utama atau keluarga,
keluarga D atau keluarga L. Semua golongan D monoskarida mempunyai
gugusan hidoksil dari atomkarbon chiral paling bawah diproyeksi kekanan
pada proyeksi fischer. Gula L justru berlawanan, gugus hidroksil pada
hidroksil atom karbon chiral paling bawah diproyeksikan kekiri.

Di alam lebih banyak ditemukan monosakarida yang berisomer D,


maka semua monosakarida yang ada di alam dianggap berasal dari DGliseraldehida. Dengan sistematis ditemukan cara menentukan rumus
struktur kimia monosakarida yang banyak ditemukan di alam ini. Dengan
cara menyisipkan gugus H-C-OH dan gugus HO-C-H berganti-ganti
diantara atom C nomor 1 dan nomor 2 pada D-Gliseraldehida. Dengan
demikian maka didapatlah 4 aldopentosa dan 8 aldoheksosa.
2. Proyeksi Haworth

Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) seorang ahli kimia Inggris yang
pada tahun 1937 memperoleh hadiah nobel,berpendapat bahwa pada
molekul glukosa kelima atom karbon yang pertama dengan atom oksigen
dapat membentuk cincin segienam. Oleh karena itu, ia mengusulkan
penulisan rumus struktur karbohidrat sebagai bentuk cincin furan dan
piran.

Berdasarkan bentuk ini, maka rumus struktur glukosa yang terdapat


dalam keseimbangan antara - D- glukosa adalah sebagai berikut :

Rumus proyeksi Haworth biasanya digunakan untuk memperlihatkan


bentuk cincin monosakarida. Walaupun batas cincin yang letaknya
terdekat dengan pembaca biasanya digambarkan oleh garis tebal. Cincin
piranosa beranggotakan enam karbon tidak merupakan bidang datar,
seperti ditunjukkan oleh proyeksi Haworth. Pada kebanyakan gula, cincin
ini berada dalam konfirmasi kursi, tetapi pada beberapa gula cincin
tersebut berada dalam bentukkapal. Bentuk-bentuk ini digambarkan oleh
rumus konfirmasi. Konfirmasi dimensi spesifik gula sederhana 6 karbon
penting dalam menentukan sifat biologis dan fungsi beberapa
polisakarida.

Monosakarida-monosakarida penting :
1. D-gliseraldehid (karbohidrat paling sederhana)
Karbohidrat ini hanya memiliki 3 atom C (triosa), berupa aldehid (aldosa)
sehingga dinamakan aldotriosa.

D-gliseraldehid (perhatikan bahwa gula ini hanya memiliki 3 atom C


sehingga disebut paling sederhana)
2. Dihidroksiaseton
Dihidroksiaseton adalah monosakarida sederhana yang mengandung
gugus ketosa.

3. D-glukosa (karbohidrat terpenting dalam diet)

Glukosa merupakan aldoheksosa, yang sering kita sebut sebagai


dekstrosa, gula anggur ataupun gula darah.Gula ini terbanyak ditemukan
di alam.

D-glukosa (perhatikan bahwa glukosa mengalami siklisasi membentuk


struktur cincin)
4. D-fruktosa (termanis dari semua gula)
Gula ini berbeda dengan gula yang lain karena merupakan ketoheksosa.

D-fruktosa (perhatikan bahwa fruktosa mengalami siklisasi membentuk


struktur cincin)
5. D-galaktosa (bagian dari susu)
Gula ini tidak ditemukan tersendiri pada sistem biologis, namun
merupakan bagian dari disakarida laktosa.

D-galaktosa (perhatikan bahwa galaktosa mengalami siklisasi membentuk


struktur cincin)

Perbedaan pokok antara D-glukosa dan D-galaktosa (perhatikan daerah


berarsis lingkaran)
6. D-ribosa (digunakan dalam pembentukan RNA)
Karena merupakan penyusun kerangka RNA maka ribosa penting artinya
bagi genetika bukan merupakan sumber energi. Jika atom C nomor 2 dari
ribosa kehilangan atom O, maka akan menjadi deoksiribosa yang
merupakan penyusuna kerangka DNA.

D-ribosa (perhatikan gula ini memiliki 5 atom C)


2. DISAKARIDA
Disakarida merupakan bagian paling umum atau paling banyak terdapat
di alam dari Oligosakarida. Oligosakarida berasal dari bahasa Yunani
yaitu oligos=beberapa,
sedikit
dansaccharum=gula.
Oligosakarida
biasanya mengandung paling sedikit dua unit monosakarida dan tidak
melebihi delapan unit monosakarida. Jika hanya mengandung dua unit
monosakarida maka disebut disakarida, jika tiga unit monosakarida
disebut trisakarida dan seterusnya.
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua molekul
monosakarida yang berikatan kovalen dengan sesamanya. Pada
kebanyakan disakarida, ikatan kimia yang menggabung kedua unit
monosakarida disebut ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara
atom C 1 suatu monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain
atau ikatan tersebut terjadi antara karbon anomerik pada satu
monosakarida dan gugus hidroksil pada monosakarida lainnya. Ikatan
glikosida segera terhidrolisa oleh asam, tetapi tahan terhadap basa.
Jadi, disakarida dapat di hidrolisa menghasilkan komponen monosakarida
bebasnya dengan perebusan oleh asam encer. Hidrolisis satu mol
disakarida akan menghasilkan dua mol monosakarida. Berikut ini
beberapa disakarida yang banyak terdapat di alam. maltosa (gula
gandum), Sukrosa (gula tebu), dan laktosa (gula susu) merupakan
anggota penting dari grup disakarida. Seperti dinyatakan oleh namanya,
tiap molekul gula ini terdiri dari dua satuan monosakarida.
a. Maltosa
Maltosa adalah suatu disakarida yang paling sederhana dan merupakan
hasil dari hidrolisis parsial tepung (amilum) dengan asam maupun enzim.
Maltosa adalah disakarida yang paling sederhana, mengandung dua
residu D-gluksa yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosida diantara
atom karbon 1 ( karbon anomer) dari residu glukosa yang pertama dan
atom karbon 4 dari glukosa yang kedua.Konfigurasi atom karbon anomer
dalam ikatan glikosida diantara kedua residu D-glukosa adalah bentuk ,
dan ikatan ini dilambangkan sebagai (14 ). Unit monosakarida yang
mengandung karbon anomer di tunjukan oleh nomor pertama atau lokan
pada lambang ini. Kedua residu glukosa pada maltosa berada dalam
bentuk piranosa.

Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memiliki gugus karbonil
yang berpotensi bebas, yang dapat dioksidasi.Residu glukosa dari maltosa
dapat berada dalam bentuk maupun , Bentuk dibentuk oleh kerja
enzim air liur amylase terhadap pati. Maltosa dihirolasi menjadi dua
molekul D-glukosa oleh enzim usus maltosa, yang bersifat spesifik
terhadap ikatan (14) Disakarida selobiosa juga mengandung dua residu
D-glukosa, tetapi senyawa ini dihubunkan oleh ikatan (14). Pada
maltosa, sebuah molekul glukosa dihubungkan dengan ikatan glikosida
melalui atom karbonnya yang pertama dengan gugus hidroksil atom
karbon keempat pada molekul glukosa lainnya.

Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai penghubung


antar unit yaitu menghubungkan atom karbon 1 dari -D-glukosa dengan
atom karbon 4 dari -D-glukosa. Maltosa adalah gula pereduksi karena
gula ini memilki gugus karbonil yang berpotensi bebas yang dapat
dioksidasi. Satu molekul maltosa terhidrolisis menjadi dua molekul Dglukosa oleh enzim usus maltose, yang bersifat spesifik bagi ikatan (1-4).
b. Sukrosa
Sukrosa termasuk disakarida yang disusun oleh glukosa dan fruktosa.
Gula ini banyak terdapat dalam tanaman. Sukrosa terdapat dalam gula
tebu dan gula bit. Dalam kehidupan sehari-hari sukrosa dikenal dengan
gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul glukosa dan fruktosa yang
dihubungkan oleh ikatan 1,2 . Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman ,
tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Berlawanan dengan
laktosa dan maltosa, sukrosa tidak mengandung atom karbon anomer
bebas, karena karbon anomer kedua komponen unit monosakarida pada

sukrosa berikatan satu dengan yang lain, karena alasan inilah sukrosa
bukan merupakan gula pereduksi.

Struktur sukrosa (- D- glukopiranosil -D-fruktofuranosida)


Atom-atom isomer unit glukosa dan fruktosa berikatan dengan konfigurasi
ikatan glikosilik yakni untuk glukosa dan untuk fruktosa. Dengan
sendirinya, sukrosa tidak mempunyai gugus pereduksi bebas (ujung
aldehid atau keton). Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya
terpolarisasi ke kanan. Hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
dikatalis oleh sukrase (disebut juga invertase karena menubah aktivitas
optic dari putaran ke kanan menjadi ke kiri).
c. Laktosa
Laktosa adalah komponen utama yang terdapat pada air susu ibu dan
susu sapi. Laktosa tersusun dari molekul -D-galaktosa dan -D-glukosa
yang dihubungkan oleh ikatan 1,4-.

Karena laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada


residu glukosa, laktosa adalah disakarida pereduksi. Hidrolisis dari laktosa

dengan bantuan enzim galaktase yang dihasilkan dari pencernaan, akan


memberikan jumlah ekivalen yang sama dari -D-glukosa dan -Dgalaktosa. Apabila enzim ini kurang atau terganggu, bayi tidak dapat
mencernakan susu. Keadaan ini dikenal dengan penyakit galaktosemia
yang biasa menyerang bayi.
3. POLISAKARIDA
Polisakarida terdiri atas rantai panjang yang mempunyai ratusan atau
ribuan unit monosakarida yang membentuk rantai polimer dengan ikatan
glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi homopolisakarida dan
heteropolosakarida. Contoh dari homopolisakarida adalah pati, dan contoh
dari heteropolisakarida adalah asam hialuronat.

Struktur homopolisakarida

Struktur heteropolisakarida
Beberapa sifat polisakarida berbeda sekali dengan monosakarida atau
disakarida. Sifat-sifatnya antara lain sebagai berikut :

1.
2.

Polisakarida tidak mempunyai rasa manis


Tidak mempunyai struktur kristal. Jika pun dapat larut, maka dia hanya
merupakan larutan koloidal dan tidak dapat bereduksi.
3.
Polisakarida tidak dapat diragikan.
4.
Daya kelarutan dan daya reaksinya jauh lebih kecil kemungkinannya
dibandingkan dengan gula-gula lainnya
5.
Polimer tepung (amilum), glikogen, dan selulosa semua terdiri atas
komponn D-Glukosa, tetapi sifat kimianya, fisika, dan biologinya berlainan. Ini
tidak ditentukan oleh komponen-komponen alamiahnya yang sama melainkan
oleh strukturnya.

Beberapa polisakarida yang penting diterangkan di bawah ini :


1. Selulosa
Selulosa adalah polisakarida yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, tetapi
berguna dalam mekanisme alat pencernaan, antara lain : merangsang
alat pencernan untuk mengeluarkan getah cerna, membentuk volume
makanan sehingga menimbulkan rasa kenyang, serta memadatkan sisasisa zat gizi yang tidak diserap lagi oleh dinding usus.
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dan ditemukan
dalam dinding sel tumbuhan. Selulosa terdapat pada bagian-bagian yang
keras dari biji kopi, kulit kacang, buah-buahan dan sayuran.
Selulosa merupakan polimer yang tidak bercabang, terbentuk dari -Dglukosa (dimana monosakarida yang berdekatan) terikat bersama dengan
ikatan (14) glikosidik. Panjang ikatan bervariasi dari beberapa ratus
sampai beberapa ribu unit glukosil. Dalam dinding sel tanaman, sejumlah
besar selulosa terkumpul menjadi rantai silang serabut paralel dan
bundel-bundel yang merupakan rantai tersendiri.

2. Chitin
Chitin merupakan polisakarida struktural ekstraselular yang ditemukan
dalam jumlah besar pada kutikula arthropoda dan dalam jumlah kecil
ditemukan dalam spons, molusca, dan annelida. Juga telah diidentifikasi

dari dinding sel fungi. Polisakaridanya merupakan rantai tak bercabang


dari polimer asetil-glukosamin dan terdiri atas ribuan unit. Bentuknya
seperti selulosa. Fungsinya sebagai substansi penunjang pada insekta dan
crustaceae (kepiting).
Kitin mempunyai rumus empiris (C6H9O4.NHCOCH3)n dan merupakan zat
padat yang tidak larut dalam air, pelarut organik, alkali pekat, asam
mineral
lemah tetapi larut dalam asam-asam mineral yang pekat.
Polisakarida ini mempunyai berat molekul tinggi dan merupakan polimer
berantai lurus dengan nama lain -(1,4)-2-asetamida-2-dioksi-D-glukosa
(N-asetil-D-Glukosamin) (Suryanto et al., 2005).
Kitin mempunyai persamaan dengan selulosa, dimana ikatan yang terjadi
antar monomernya terangkai dengan ikatan glukosida pada posisi -1,4.
Sedangkan perbedaannya pada selulosa adalah gugus hidroksil yang
terikat pada atom karbon nomor 2, pada kitin digantikan oleh gugus
asetamida (NHCOCH3) sehingga kitin menjadi sebuah polimer berunit Nasetil-glukosamin. Struktur kitin dapat dilihat pada gambar.

3. Glikogen
Glikogen merupakan homopolisakarida nutrien bercabang yang terdiri
atas glukosa dalam ikatan 14 dan 16. Banyak ditemukan dalam hampir
semua sel hewan dan juga dalam protozoa serta bakteri. Glikogen
merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang disimpan dalam hati
dan otot. Jumlah cadangan glikogen ini sangat terbatas. Bila diperlukan
oleh tubuh, diubah kembali menjadi glukosa.
Glikogen ini merupakan polisakarida yang penting sehingga lebih intensif
dipelajari. Pada manusia dan vertebrata, glikogen didapat dalam hati serta
otot yang merupakan cadangan karbohidrat. Glikogen dapat dengan cepat
disintesis kembali dari glukosa. Glikogen terdiri atas jutaan unit glukosil.
Unit glukosil terikat dengan ikatan 14 glikosidik membentuk rantai
panjang, pada titik cabang terbentuk ikatan 16. Hal ini mengakibatkan

terbentuknya struktur yang menyerupai pohon. Dalam molekul tunggal


glikogen hanya ada satu unit glukosa dimana atom karbon nomor 1
memegang satu gugus hidroksil. Semua gugus 1-OH lainnya terikat dalam
formasi ikatan 14 dan 16 glikosidik. Gugus 1-OH tunggal yang bebas
dinamakan ujung pereduksi (reducing end) dari molekul ditandai dengan
R dalam gambar. Sebaliknya ujung non-pereduksi didapat (gugus 4-OH
dan 6-OH bebas) pada terminal di luar rantai.

4. Pati
Pati merupakan polisakarida yang berfungsi sebagai cadangan energi
bagi tumbuhan.Patimerupakan polimer -D-glukosa dengan ikatan (1-4).
Kandungan glukosa pada pati bisa mencapai 4000 unit. Ada 2 macam
amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin (pati
berpolimer
bercabang-cabang).Sebagian
besar
pati
merupakan
amilopektin.
Pati adalah nutrien polisakarida yang ditemukan dalam sel tumbuhan dan
beberapa mikroorganisme dalam beberapa hal mempunyai kesamaan
dengan glikogen (glikogen terkadang disebut dengan pati hewani).
Beberapa sifat pati adalah mempunyai rasa yang tidak manis, tidak larut
dalam air dingin tetapi di dalam air panas dapat membentuk sol atau jel
yang bersifat kental. Sifat kekentalannya ini dapat digunakan untuk
mengatur tekstur makanan, dan sifat jel nya dapat diubah oleh gula atau
asam. Pati di dalam tanaman dapat merupakan energi cadangan; di dalam
biji-bijian pati terdapat dalam bentuk granula. mempunyai diameter
beberapa mikron, sedangkan dalam mikroorganisme hanya berkisar 0,5-

2 mikron.Pati dapat dihidrolisis dengan enzim amylase. Pati terdiri dari


amilosa dan amilopektin.
Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang yang
terikat 14 glikosidik, terdiri atas glukosa dan beberapa ribu unit glikosil.
Rantai polisakarida membentuk sebuah heliks. Amilopektin merupakan
polisakarida bercabang yang mengandung ikatan 14 dan 16 unit
glikosil, hal sama seperti dalam glikogen. Tentu saja amilopektin
mempunyai lebih banyak struktur terbuka dengan sedikitnya ikatan 16
dan rantai lebih panjang.

Potongan Amilosa

Lokasi terbentuknya cabang amilopektin


5. Asam Hialuronat
Asam Hialuronat merupakan heteropolisakarida dan bercabang yang
terdiri atas disakarida dari N-asetilglukosamin dan asam glukoronat. Asam

glukoronat terikat kepada N-asetilglukosamin pada masing-masing


disakarida dengan ikatan 13 glikosidik, tetapi disakarida yang berurutan
terikat 14. Asam hialuronat didapat dalam cairan sinovial persendian,
vitreous humor mata, dan substansi dasar kulit.

Tentang iklan-iklan ini

Makalah Oligosakarida Dan Polisakarida


MAKALAH
OLIGOSAKARIDA DAN POLISAKARIDA
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia

Di susun oleh:

Nova Nurhakim

142154035

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Oligosakarida dan Polisakarida ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia.
Dalam penulisan makalah ini penulis telah banyak sekali mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Bapak Drs.Edi Hernawan,M.Pd sebagai wali dosen.
2. Bapak Popo Musthofa Kamil,M.Pd sebagai Dosen pengampu.

Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, demikian pula dalam
pembuatan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna
perbaikan makalah ini selanjutnya.

Tasikmalaya, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................
A. Latar belakang masalah................................................................................................
B. Rumusan masalah.........................................................................................................
C. Tujuan makalah............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................
A. Pengertian oligosakarida dan polisakarida...................................................................
B. Jenis-jenis oligosakarida dan polisakarida....................................................................
C. Fungsi oligosakarida dan polisakarida.........................................................................
D. Perbedaan oligosakarida dan polisakarida...................................................................
BAB III PENUTUP.........................................................................................................
A. Simpulan.......................................................................................................................
B. Saran ............................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................
LAMPIRAN.....................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid (aldosa) atau polihidroksi keton (ketosa) dan
turunannya atau senyawa yang bila dihidrolisa akan menghasilkan salah satu atau kedua
komponen tersebut di atas. Karbohidrat berasal dari bahasa Jerman yaitu Kohlenhydrote
dan dari bahasa Prancis Hidrate De Carbon. Penamaan ini didasarkan atas komposisi unsur

karbon yang mengikat hidrogen dan oksigen dalam perbandingan 2:1. Karbohidrat
merupakan sumber energi bagi aktivitas kehidupan manusia disamping protein dan lemak. Di
Indonesia kurang lebih 80-90% kebutuhan energi berasal dari karbohidrat, karena makanan
pokok orang Indonesia sebagian besar mengandung karbohidrat seperti : beras, jagung, sagu,
ketela pohon dll.
Beberapa zat yang termasuk golongan karbohidrat adalah gula, dekstrin pati, selulosa,
hemiselulosa, pektin, gum dan beberapa karbohidrat yang lain. Karbohidrat dikenal dalam
berbagai bentuk yang memiliki senyawa kimia berbeda-beda antara lain: Monosakarida,
Disakarida, Oligosakarida dan Polisakarida.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian oligosakarida dan polisakarida ?
2. Apa saja jenis-jenis oligosakarida dan polisakarida ?
3. Apa saja fungsi oligosakarida dan polisakarida ?
4. Apa perbedaan oligosakarida dan polisakarida ?
C. Tujuan Makalah
1. Dapat menegtahui pengertian oligosakarida dan polisakarida;
2. Dapat mengetahui jenis-jenis oligosaarida dan polisakarida;
3. Dapat mengetahui funsi oligosakarida dan polisakarida;
4. Dapat mengetahui perbedaan oligosakarida dan polisakarida;

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Oligosakarida dan Polisakarida
1. Pengertian Oligosakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa
molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang beriatan satu dengan yang lain,
membentuk satu molekul disakarida. Oligosakarida yang lain ialah trisakarida yaitu yang
terdiri atas tiga molekul monosakarida dan tetrasakarida yang terbentuk dari empat molekul
monosakarida. Oligosakarida yang paling banyak terdapat dalam alam ialah disakarida
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya
antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida. Sehingga oligosakarida
dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya. Oligosakarida secara eksperimen banyak

2.

B.
1.
a)

dihasilkan dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara
alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dan terdapat di alam
adalah bentuk disakarida seperti maltosa, laktosa dan sukrosa.
Umumnya oligosaarida terdapat secara alami sebagai bagian dari tanaman. Saat ini
diproduksi secara massal dari: Sukrosa, laktosa dengan enzim dari bakteri, glukosa,
turunanpati. Gula alkohol (kecuali eritritol) diproduksi melalui hidrogenasi mono atau
disakarida seperti glukosa, maltosa, laktosa serta hidrolisis sebagai derivatifpat.
Pengertian polisakarida
Polisakarida adalah senyawa dimana molekul-molekulnya mengandung banyak satuan
monosakarida yang dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi
dan tidak larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan
mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa).
Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara
gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C
ke -1 molekul monosakarida dengan yang lain.
Polisakarida adalah Golongan karbohidrat yang mengandung lebih dari 10 unit
monosakarida yang tergabung. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan
tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi.
Dalam bahan makanan berfungsi sebagai penguat tekstur (selulosa, hemiselulosa, pektin,
lignin) dan sebagai sumber energi (pati, dekstrin, glikogen, fruktan) Beberapa polisakarida
yang penting di antaranya ialah : Amilun, Glikogen, Dektrin dan Selulosa.
Polisakarida juga senyawa yang terdiri dari gabungan molekul- molekul monosakarida
yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari lebih 6
monosakarida dengan rantai lurus/cabang.
Jenis-jenis Oligosakarida dan Polisakarida
Jenis-jenis Oligosakarida
Sukrosa atau sakarosa (C11H22O11)
Sukrosa atau sakarosa adalah oligosakarida yang tersusun dari dua polimer monosakarida
yaitu Glukosa dan Fruktosa. Sukrosa memiliki rumus molekul yang hampir sama dengan
laktosa dan maltosa tapi berbeda pada struktur molekul. Sukrosa tidak mempunyai sifat
pereduksi karena tidak mempunyai gugus OH bebas yang reaktif.
Sukrosa adalah oligosakarida yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses
pengolahan makanan. Sukrosa diperoleh dari hasil pengolahan tetes tebu, nira kelapa, siwalan
(lontar), dll. Sukrosa juga dapat di hidrolisis menjadi komponen penyusunnya yaitu fruktosa
dan glukosa. Pada umumnya, sukrosa berbentuk butiran-butiran kristal halus dan sedikit
kasar. Tapi jika dipanaskan dengan sedikit penambahan air, sukrosa akan terurai menjadi
glukosa dan fruktosa yang biasa di sebut dengan istilah gula invert.

b)

Laktosa (C12H22O11.H2O)
Laktosa adalah kelompok disakarida yang terdapat dalam susu. Laktosa merupakan
disakarida yang berasal dari kondensasi antara galaktosa dan glukosa, yang membentuk
ikatan glikosida14-. Nama sistematis laktosa adalah -D-galaktopiranosil-(14)-Dglukosa. Laktosa bersifat reduktif karena memiliki gugus hidroksil (OH) bebas yang reaktif.
Dalam proses pencernaan, laktosa akan dicerna dengan bantuan enzim laktase hingga
terurai menjadi gula sederhana penyusunnya yaitu glukosa dan galaktosa yang dapat segera
diserap oleh usus dan dirubah menjadi kalori dalam proses metabolisme tubuh.
c) Maltosa
Maltosa atau malto biosa adalah disakarida yang terbentuk bila pati (Amilum) di hidrolisis
oleh amilase. Maltosa adalah terbentuk dari dua molekul glukosa. ikatan yang terjadi ialah
antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4, oleh karenanya maltosa masih
mempunyai gugus OH glikosidik dan dengan demikian mempunyai sifat pereduksi.
d) Rafinosa
Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri atas tiga molekul monosakarida
yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan
dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan
dengan atom karbon 2 pada fruktosa. Rafinosa tidak bersifat reduktif karena tidak
mempunyai gugus hidroksil bebas.
e) Selobiosa
Selobiosa adalah kelompok disakarida yang terdiri atas dua molekul glukosa yang
mempunyai ikatan glikosidik antara atom karbon 1 dengan atom karbon 4. Selobiosa bersifat
reduktif.
f) Stakiosa
Stakiosa adalah suatu tetrasaarida. Dengan jalan hidrolisis sempurna, stakiosa
menghasilkan 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa dan 1 molekul fruktosa. Pada
hidrolisis parsial dapat dihasilkan fruktosa dan manotriosa suatu trisakarida. Stakiosa tidak
mempunyai sifat mereduksi.
2. Jenis-jenis polisakarida
a) Amilum/tepung rantai a-glikosidik (glukosa)n : glukosan/glukan Amilosa (15 20%) :
helix, tidak bercabang
Amilopektin (80 85%) : bercabang
Terdiri dari 24 30 residu glukosa,
Simpanan karbohidrat pada tumbuhan,
Tes Iod : biru
Ikatan C1-4 : lurus

Ikatan C1-6 : titik percabangan


b) Glikogen
Simpanan polisakarida binatang
Glukosan (rantai a) - Rantai cabang banyak
Iod tes : merah

c) Inulin
pati pada akar/umbi tumbuhan tertentu,
Fruktosan
Larut air hangat
Dapat menentukan kecepatan filtrasi glomeruli.
Tes Iod negatif

d) Dekstrin dari hidrolisis pati


Pada reaksi parsial, amilum terpecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang
dikenal dengan nama dekstrin. Jadi, dekstrin adalah nama hasil antara pada proses hidrolisis
amilum sebelum terbentuk maltosa.
e) Selulosa (serat tumbuhan)
Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel. Serat kapas
boleh dikatakan seluruhnya adalah selulosa. Dalam tubuh kita selulosa tidak adapat
dicernakan karena kita tidak mempunyai enzim yang dapat menguraikan selulosa. Dengan
asam encer tidak dapat terhidrolisis menjadi selobiosa dan D-glukosa. Selobiosa adalah suatu
disakarida yang terdiri atas 2 molekul glukosa yang berikatan glikosidik antara atom karbon 1
dengan atom karbon 4.
f) Khitin
polisakarida invertebrata
g) Glikosaminoglikan
karbohidrat kompleks
merupakan (+asam uronat, amina)
penyusun jaringan misalnya tulang, elastin, kolagen
Contoh : asam hialuronat, chondroitin sulfat
h) Glikoprotein
Terdapat di cairan tubuh dan jaringan
terdapat di membran sel
merupakan Protein + karbohidrat
Gula menunjukkan berbagai isomer
i) Stereoisomer : senyawa dengan struktur formula sama tapi beda konfigurasi ruangnya
- Isomer D,L
- Cincin piranosa, furanosa
- Anomer a, b

- epimer (glukosa, galaktosa, manosa)


- Isomer aldosa, ketosa
C. Fungsi Oligosakarida dan Polisakarida
1. Fungsi oligosakarida
Oligosakarida yang terdapat dalam makanan mempunyai fungsi untuk mengatur kinerja
usus yaitu menjadi substrat bagi pertumbuhanbifidobakteriadi dalam usus. Pertumbuhan
bifidobakteria yang baik didalam usus dapat mencegah pertumbuhan bakteri patogen
sepertiSalmonellaatau E . Colipatogenik. Beberapa coctoh oligosakarida yang dapat
berfungsi demikian antara lain adalah frukto-oligosakarida, galakto-oligosakarida, isomaltooligosakarida dan oligosakarida dari kedelai (Fardiaz, 1995). Di Jepang, oligosakarida adalah
komponen makanan fungsional kedua terbesar setelah serat makanan.
Oligosakarida, sejenis prebiotik yang memperkuat sistem kekebalan tubuh alami bayi yang
baru lahir, khususnya pada saluran cerna. Sebenarnya secara alami oligosakarida bisa
ditemukan dalam ASI (air susu ibu). Zat ini terus diproduksi pada ASI sehingga bayi akan
memperoleh kekebalan tubuh alami selama disusui oleh ibunya.
2. Fungsi polisakarida
Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk penyimpan bagi monosakarida dan yang
lainnya berfungsi sebagai unsur struktural di dalam dinding sel dan jaringan pengikat.
Glikogen dan pati merupakan polisakarida simpanan yang terdapat pada tumbuhan dan
manusia sedangkan selulosa merupakan polisakarida strukural yang berfungsi sebagai tulang
semu bagi tumbuhan. Pati dan glikogen dihidrolisa di dalam saluran pencernaan oleh
amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna.
Namun, selulosa mempunyai peran penting bagi manusia karena merupakan sumber serat
dalam makanan manusia. Polisakarida juga merupakan polimer monosakarida, mengandung
banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari
polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer
glukosa. Berikut beberapa polisakarida terpenting.

D. Perbedaan oligosakarida dan polisakarida


Polisakarida adalah karbohidrat dengan rantai panjang yang kompleks yang dibentuk oleh
sintesis dehidrasi atau polimerisasi lebih dari sepuluh tetapi umumnya jumlah unit yang
sangat besar yang disebut monosakarida.
Oligosakarida: Mereka adalah polimer monosakarida berukuran kecil memiliki 2-6 gula
sederhana kadang-kadang sampai 9-10. Perbedaan Oligosakarida dan Polisakarida adalah
sebagai berikut:
Oligosakarida
1. Mereka karbohidrat kompleks berukuran kecil.
2. Sebuah oligosakarida terdiri dari 2-6, jarang 10 residu monosakarida.
3. Mereka larut dalam air.
4. Oligosakarida cukup manis.
5. Mereka aktif secara fisiologis.
6. Oligosakarida merupakan komponen struktural membran sel.
7. Transportasi terjadi pada tahap oligosakarida.
Polisakarida
1. Mereka adalah karbohidrat kompleks yang berukuran besar.
2. Sebuah polisakarida terdiri dari banyak (beberapa ratus) residu monosakarida.
3. Polisakarida adalah tidak larut dalam air.
4. Tidak terasa manis.
5. Mereka tidak aktif secara fisiologis.
6. Polisakarida merupakan komponen struktural dinding sel.
7. Penyimpanan sebagian besar terjadi pada polisakarida.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya
antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida. Sehingga oligosakarida
dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya. Oligosakarida secara eksperimen banyak
dihasilkan dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara
alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dan terdapat di alam
adalah bentuk disakarida seperti maltosa, laktosa dan sukrosa. Sedangkan Polisakarida adalah
karbohidrat yang terdiri atas banyak monosakarida. Polisakarida merupakan senyawa polimer

alam (umumnya homopolimer) dengan monosakarida sebagai monomernya.Polisakarida


dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional, yaitu polisakarida
simpanan dan polisakarida struktural.
B. Saran
Penulis sangat senang apabila pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang
membangun. Karena penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini sangat kurang dari
kata sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (tanpa tahun). Karbohidrat. [online], Tersedia : https://www.karbohidrat.pdfreader [di akses 11 Maret 2015]
Nurhayati,
Ai.
(2010). Karbohidrat. [online],
Tersedia : https://www.karbohidratuntuktubuh.pdf-reader[di akses 11 Maret 2015]
Anonim. (2011). Pengertian Karbohidrat, Klasifikasi karbohidrat, dan Metabolisme
Karbohidrat.[online],
Tersedia
: https://www.wanenoor.blogspot.com/2011/06/pengertian-karbohidratklasifikasi.html [di akses 11 Maret 2015]
Poedjadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Prees).

Polisakarida
Polisakarida merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan
monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari
polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer
glukosa. Berikut beberapa polisakarida terpenting.
1. Selulosa
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel pelindung
seperti batang, dahan, daun dari tumbuh-tumbuhan. Selulosa merupakan polimer yang
berantai panjang dan tidak bercabang. Suatu molekul tunggal selulosa merupakan
polimer rantai lurus dari 1,4--D-glukosa. Hidrolisis selulosa dalam HCl 4% dalam air
menghasilkan D-glukosa.

Str
uktur selulosa

Dalam sistem pencernaan manusia terdapat enzim yang dapat memecahkan ikatan glikosida, tetapi tidak terdapat enzim untuk memecahkan ikatan -glikosida yang terdapat
dalam selulosa sehingga manusia tidak dapat mencerna selulosa. Dalam sistem
pencernaan hewan herbivora terdapat beberapa bakteri yang memiliki enzim -glikosida
sehingga hewan jenis ini dapat menghidrolisis selulosa. Contoh hewan yang memiliki
bakteri tersebut adalah rayap, sehingga dapat menjadikan kayu sebagai makanan
utamanya. Selulosa sering digunakan dalam pembuatan plastik. Selulosa nitrat digunakan
sebagai bahan peledak, campurannya dengan kamper menghasilkan lapisan film
(seluloid).
2. Pati / Amilum
Pati terbentuk lebih dari 500 molekul monosakarida. Merupakan polimer dari glukosa. Pati
terdapat dalam umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan. Jika dilarutkan
dalam air panas, pati dapat dipisahkan menjadi dua fraksi utama, yaitu amilosa dan
amilopektin. Perbedaan terletak pada bentuk rantai dan jumlah monomernya.
Amilosa adalah polimer linier dari -D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4-.
Dalam satu molekul amilosa terdapat 250 satuan glukosa atau lebih. Amilosa membentuk
senyawa kompleks berwarna biru dengan iodium. Warna ini merupakan uji untuk
mengidentifikasi adanya pati.

Struktur amilosa

Molekul amilopektin lebih besar dari amilosa. Strukturnya bercabang. Rantai utama
mengandung -D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4'-. Tiap molekul glukosa
pada titik percabangan dihubungkan oleh ikatan 1,6'-.

Struktur amilopektin

Hidrolisis lengkap pati akan menghasilkan D-glukosa. Hidrolisis dengan enzim tertentu
akan menghasilkan dextrin dan maltosa.