Anda di halaman 1dari 3

Darah Perjuangan

oleh: Ferry Riawan

Tertindas di dalam kejam negara


tanah airku
Republik indonesia
dicaci maki oleh bangsa penjajah

Indonesia tak berdarah dusta


bermanis di wajah
di belakang menyiksa jiwa

darah perjuangan
untuk manusia berparas kejam
semena-mena merusak negara

darah perjuangan
dilupakan dan dihempas oleh para pemuda
pejuang Indonesia bersemangat
maju terus hingga titik darah penghabisan

Pejuang Muda

Oleh: Supriyadi Dwi

Engkau memecah debu kolonial


Seperti matahari memecah cahaya
Engkau hadiah langit
Menjadi embun dalam asa
Meregang, mengubah
Tergelincir dan meluncur
Seperti mutiara halus
Berkilauan bersama senapan
Berdenyut-denyut api perjuangan
Seperti tunas, bertekad untuk mekar

Cahaya kemilauan
Seperti matahari di musim hujan
Mengusir kegelapan
Bangun harapan dan impian
Hingga bintang menemukan jalan pulang
Sungai menuju lautan

Seperti air mancur tujuh warna


Seperti kupu-kupu pada bunga
cinta tanpa pamrih
Bergelombang-gelombang harapan
menuju fajar mimpi

merdeka abadi

Cahaya surgawi menyapa


Bersinar di ujung samudera
Keheningan tawa
Menggelegar, berbusa, dan lepas
MerdekaMerdekaMerdeka..!!

Dunia dibanjiri cahaya rembulan


Pelangi tersenyum bahagia
Matahari bersorak ria
Bebas meluncur seperti burung,
Berhembus sebebas angin

Engkau tak sendirian


Mimpimu terpatri
Kami melangkah tanpa terhuyung-huyung
Namun aku bertanya
Mengapa engkau sering dilupakan?
Matahari akan terbit lagi
Seribu sayap untuk terbang
Menjelajahi Indonesia