Anda di halaman 1dari 1

Plakat Terima Kasih [ 2016]

Ayah kerja di kantor selama 25 tahun. Profesor Sis Wahono Basuki ,


kami ingin ucapkan terima kasih. Kami mungkin tak lagi bisa
memanggil Ayah, Profesor Sis Wahono Basuki. Yang belum berubah
adalah Sis Wahono Basuki itu suami Titik Widiyastuti. Dan Mamas, Ita,
Britty, Salsa, dan Sofie... Ayah dari ketiga anak yang bangga. Inilah
yang paling sering Ayah kami katakan, Bismillah dan Alhamdulillah.
Kata-kata yang paling Ayah benci, Jangan dan Dasar. Yang terbaik dari
Ayah...memberikan nasihat bijaksana dan mencium kami. Makanan
favoritnya sayur bayam dan teh manis. Dan yang paling Ayah cintai..
Keluarga kami. Sebagai ayah putra dan putri kami. Karena kami tak
bisa berikan ucapan hangat dan tak bisa mendengarkannya padahal
Ayah sangat suka atau memeluknya. Atau bilang kami mencintainya.
Dan kami tak bisa mempertimbangkan beratnya gelar Ayah. Maafkan
kami. Bagaimanapun, Ayah bagai pohon yang tak pernah berhenti
memberi. Ayah yang dihormati Mamas. Ayah bagai teman bagiku, Ayah
yang beri kemantapan pada Ita, dan Ayah yang sangat disayangi Salsa
serta Sofie. Dengan hati penuh syukur, kami berikan plakat ini.
19 Agustus 2016.
Dari anak-anak Ayah
Letter to Appa~ [ 1988]
untuk ayah tercintaku. aku tidak bisa mengatakannya secara langsung,
jadi aku menulisnya dalam surat. kenapa aku tidak pernah bisa
mengucapkan sepatah katapun? Aku rasa aku sangat menyukaimu,
benar kan? Ayah, aku tidak tahu apapun yang kau rasakan. Aku tahu
saat kau memanggil namaku, , kau memintaku untuk melihatmu.
Dan saat kau meletakkan lauk di atas nasiku, aku tahu artinya kau
mencintaiku. Kenapa aku pura-pura tidak menyadarinya? Itulah rasa
paling sakit di dalam hatiku, dan maafkan aku. Ayah... Aku ingin
melihat wajahmu dan mengatakan sesuatu padamu sebelum
pernikahanku. Tapi aku berakhir dengan mengatakan padamu lewat
surat ini. Aku anak yang buruk yang punya banyak penyesalan. Itu
karena aku merasa seperti menangis saat mendengar atau melihat
kata, "Ayah". Ayah, aku mencintaimu dan terima kasih. Aku akan hidup
dengan baik bersama, , jadi kau dan ibu tidak perlu khawatir.
Meskipun tinggal di rumah setengah baseman, aku menerimabanyak
cinta. Jika aku terlahir kembali, aku ingin terlahir lagi sebagai putrimu.
Ayah, maafkan aku, dan aku mencintaimu.
Letter to ~ [ 1988]
ini pasti sudah saatnya, sekitar 27 tahun yang lalu. Aku mendengar
ibumu berteriak dan segera setelah itu aku mendengar tangisan
mungil. Ayahmu masih bisa mendengar suara itu ditelinganya. Kapan
kecil sepertimu tumbuh dengan cepat dan menikah? .. Sejak
kau lahir dan setiap momen antara dulu dan sekarang.. Jangan lupa
bahwa kau selalu menjadi permataku yang paling berharga. Aku mencin
taimu, putriku. Terima kasih telah lahir sebagai putriku.