Anda di halaman 1dari 128

LAPORAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS


CV. CITRA AGUNG

NAMA KELOMPOK :
1. Dwi Komarudin

/ 13080694005

2. Findria Prameswari

/ 13080694025

3. Nelly Agustin

/ 13080694057

4. Khoirul Istikana

/ 13080694073

S1 AKUNTANSI 2013 A

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Studi Kelayakan Bisnis di CV.
CITRA AGUNG pada waktu yang telah direncanakan. Laporan ini membahas mengenai
Kelayakan bisnis dari CV. CITRA AGUNG yang ditinjau dari aspek pemasaran, aspek
operasional, aspek sumber daya manusia dan aspek keuangan.
Dalam penyusunan laporan ini, kami mendapat bimbingan, arahan, dan dukungan dari
berbagai pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Lintang Venusita, Ibu Mariana dan Ibu Dwinda selaku dosen mata kuliah Studi
Kelayakan Bisnis yang telah membimbing kami dalam penyusunan laporan ini.

2. Pemilik dan staf CV. CITRA AGUNG yang bersedia melakukan kerjasama yang baik
selama observasi dan wawancara .
3. Kedua orang tua kami yang telah mendukung dan membantu kami baik moril
maupun materil dalam proses penyusunan laporan ini.
4. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dan terlibat dalam proses
penyelesaian penyusunan laporan ini.
Demikian laporan kami susun, diharapkan laporan ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca. Apabila ada kekurangan dan kesalahan baik dari kata-kata maupun penulisan, kami
mohon maaf. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dalam penyusunan
laporan yang selanjutnya menjadi lebih sempurna dan lebih baik lagi.

Surabaya, 15 April 2016

Tim Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persaingan di bidang usaha konstruksi saat ini menjadi semakin meningkat. Hal ini
ditandai dengan maraknya kontraktor asing yang mengambil alih pelaksanaan kontruksi
dalam negeri. Sehingga para pengusaha dituntut agar dapat bersaing untuk
mempertahankan pangsa pasarnya. Agar usaha yang dijalankan tersebut dapat bertahan
dalam persaingan yang ada, maka pengusaha harus mampu mengoptimalkan masukanmasukan (input) yang terdiri dari alam, tenaga kerja, modal dan skill untuk menghasilkan
keluaran (output) yang baik, namun harus pula disertai dengan adanya manajemen yang
baik, sehingga perusahaan mampu menghadapi persaingan yang ada saat ini.
Dalam mendirikan suatu usaha diperlukan perencanaan yang matang dan analisis
yang jitu agar usaha yang dijalankan diharapkan tidak mengalami kegagalan di masa
mendatang.

Alternatif

yang

perlu

dilakukan

sebelum

memulai

usaha

atau

mengembangkan usaha adalah dengan mengadakan suatu studi kelayakan bisnis. Studi
kelayakan bisnis dalam penelitian ini menjadikan CV. CITRA AGUNG sebagai obyek
yang akan dianalisis kelayakan usahanya.
CV. CITRA AGUNG adalah sebuah badan usaha yang bergerak di bidang jasa
konstruksi dimana usaha tersebut dikelola oleh Bapak Abdul Majid sebagai pemilik
tunggal usaha ini. Usaha ini dimotori oleh para pemuda yang aktif, kreatif, inovatif dan
professional di bidang konstruksi.
Penilaian kelayakan dari suatu usaha yang telah berjalan memang perlu dilakukan,
untuk melihat peluang dan prospeknya beberapa tahun mendatang. Usaha yang saat ini
mampu meraih keuntungan yang banyak belum tentu dinyatakan layak, untuk itu perlu

dilakukan studi untuk menilai suatu kelayakan bisnis yang ditinjau dari 4 aspek utama,
yaitu: aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek operasional, dan aspek
keuangan, ditambah dengan aspek pendukung. Oleh karena itu, dilakukan studi
kelayakan bisnis untuk menilai kelayakan dari CV. CITRA AGUNG.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana kelayakan bisnis dari CV. CITRA AGUNG jika ditinjau dari aspek
pemasaran?
2. Bagaimana kelayakan bisnis dari CV. CITRA AGUNG jika ditinjau dari sumber daya
manusia?
3. Bagaimana kelayakan bisnis dari CV. CITRA AGUNG jika ditinjau dari aspek
operasional?
4. Bagaimana kelayakan dari CV. CITRA AGUNG jika ditinjau dari aspek keuangan?

1.3 Tujuan Kegiatan


Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini bertujuan untuk:
1.Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. CITRA AGUNG ditinjau dari
aspek pemasaran.
2.Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. CITRA AGUNG ditinjau dari
aspek operasional.
3.Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. CITRA AGUNG ditinjau dari
aspek sumber daya manusia.
4.Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. CITRA AGUNG ditinjau dari
aspek keuangan.

1.4 Manfaat Kegiatan SKB


Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang
kemudian dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Adapun manfaat
kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan
mengenai studi kelayakan bisnis. Selain itu kegiatan Studi Kelayakan Bisnis
diharapkan dapat memberikan gambaran kegiatan usaha kepada mahasiswa,
khususnya usaha jasa konstruksi yang dilihat dari berbagai aspek dengan menganalisis
usahanya
2. Bagi Fakultas Ekonomi UNESA
Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
mengenai studi kelayakan bisnis di Fakultas Ekonomi dalam bidang usaha kecil
menengah, khususnya usaha jasa konstruksi untuk menambah pengetahuan bagi
mahasiswa ekonomi.
3. Bagi CV. CITRA AGUNG
Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan
dalam melakukan perbaikan kegiatan usaha yang dijalankan oleh pihak CV Citra
Agung terutama dalam aspek pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan
aspek keuangan untuk dikatakan sebagai usaha yang layak.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Studi Kelayakan Bisnis


Menurut Allan Afuah (2004), bisnis adalah sekumpulan aktifitas yang dilakukan
untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai
sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen
Menurut Iban Sofyan (2003), studi kelayakan bisnis merupakan suatu konsep yang
dikembangkan dari konsep manajemen keuangan, terutama ditujukan dalam rangka
mencari atau menemukan inovasi baru dalam perusahaan. Studi kelayakan bisnis apabila
dilakukan secara profesional akan dapat berperan penting dalam pengambilan keputusan
investasi. Selain itu, studi kelayakan bisnis ini juga secara tidak langsung akan
mempunyai keterkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pemerintah. Pemerintah
perlu menggunakan studi kelayakan bisnis terutama untuk melihat dampak dari adanya
usaha tersebut bagi kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berhubungan
dengan penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penerimaan pajak.

2.2 Aspek Pemasaran


2.2.1

Pengertian Pemasaran
Menurut Boyd, Walker, Larreche (1998) Pemasaran adalah suatu proses
analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi dan pengendalian program
pemasaran yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari
produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk menciptakan dan meningkatkan
pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan
organisasi.

Menurut WY. Stanton (1997) Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi


seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan
menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang
dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
2.2.2

Pasar
Secara umum dapat dikatakan paasar adalah tempat bertemunya pembeli dan
penjual untuk melakukan transaksi. Pengertian ini mengandung arti bahwa yang
dimaksud dengan pasar adalah suatu tempat yang didalamnya terdapat kekuatankekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk menentukan suatu
harga.
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas,
mempunyai

uang

untuk

berbelanja

dan

mempunyai

kemauan

untuk

membelanjakannya. Jadi, dalam pengertian diatas terdapat 3 faktor yang


menunjang :
1) Orang dengan segala keinginannya
2) Daya beli mereka
3) Kemauan untuk membelanjakan uangnya
Secara umum kegiatan pemasaran terdiri atas serangkaian prinsip untuk
memilih pasar sasaran, mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan
barang dan jasa pemuas kebutuhan, memberi nilai pada konsumen dan laba pada
perusahaan. Untuk menilai layak atau tidaknya bisnis barang atau jasa yang sedang
digeluti yang ditinjau dari aspek pemasaran, maka perusahaan harus melakukan
studi pada tiga kegiatan besar, yaitu :
1) Penentuan segmen, target dan posisi produk pada pasar.
2) Kajian untuk mengetahui hal hal utama dari konsumen seperti, perihal sikap,
perilaku serta kepuasan mereka atas produk yang dihasilkan.

3) Menentukan strategi, kebijakan dan program pemasaran.


2.2.3

Segmentasi, target, posisi di pasar


Segmentasi pasar yaitu tindakan membagi suatu pasar yang bersifat
heterogen ke dalam satuansatuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
Jadi perusahaan dapat memusatkan kegiatan pemasarannya pada segmen-segmen
pasar yang dipilih, agar segmentasi pasar dapat berguna, harus diperhatikan
karakteristik berikut:
1) Dapat diukur (Measurability)
Sejauh mana besarnya pasar dan daya beli segmen ini dapat diukur.
2) Dapat terjangkau (Accessibility)
Sampai sejauh mana segmen ini dapat secara efektif dicapai dan dilayani.
3) Besarnya (Substantiality)
Sejauh mana segmen ini cukup menguntungkan. Sebuah segmen haruslah
sekelompok homogen sebesar mungkin yang sejalan dengan program
pemasaran.
4) Dapat dilaksanakan (Actionability)
Hal ini merupakan ukuran seberapa jauh program-program yang efektif dapat
dirancang untuk menarik segmen pasar.
Segmen pasar terdiri dari kelompok konsumen yang memiliki seperangkat
keinginan yang sama. Segmen pasar dapat diidentifikasi dengan mengamati
perbedaan geografis, demografis, psikografis, dan perilaku para pembeli.
1) Segmentasi geografis mengharuskan pembagian pasar menjadi unit-unit
geografis yang berbeda seperti negara, negara bagian, wilayah, propinsi, kota
atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk beroperasi

dalam satu atau sedikit wilayah geografis atau beroperasi dalam seluruh wilayah
tetapi memberikan perhatian pada perbedaan lokal.
2) Segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan
variabel-variabel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis
kelamin,

penghasilan,

pekerjaan,

pendidikan,

agama,

ras,

generasi,

kewarganegaraan dan kelas sosial.


3) Segmentasi psikografis, para pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda
berdasarkan gaya hidup/kepribadian. Orang-orang dalam kelompok demografis
yang sama dapat menunjukkan gambaran psikografis yang sangat berbeda.
4) Segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan
pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan mereka terhadap produk
tertentu. Banyak pemasar yakin bahwa variabel perilaku kejadian, manfaat,
status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli,
dan sikap merupakan titik awal terbaik dalam membentuk segmen pasar.

2.2.4

Strategi Penjualan
Menurut Sumarni (2003:307), konsep pemasaran berorientasi kepada
kepentingan serta kepuasan pembeli tanpa melupakan tujuan perusahaan untuk
mendapatkan laba dalam jangka panjang. Keputusan dalam pemasaran
dikelompokkan dalam empat strategi (product, place, price, dan promotion).
Menurut Lupioyadi (2006:65) untuk pemasaran jasa, keempat hal tersebut dirasa
kurang mencukupi. Oleh karena itu, beberapa ahli pemasaran menambahkan tiga
unsur lagi (people, process, dan phsycal evidence).
a. Strategi produk
Penjualan jasa berbeda dengan penjualan produk, perbedaan itu terletak
pada kenyataan bahwa produk dengan ciri fisik yang dapat dilihat, diraba, dan
dievaluasi, sedangkan jasa tidak demikian. Bila dalam membeli suatu produk,

secara jelas dapat dipilih kategorinya, maka pelayanan jasa masalahnya


seringkali tergantung kategori pelayanan jasa yang apa yang dipilih.
Menurut Levitt dalam Lupiyoadi (2006:85), suatu jasa yang ditawarkan
dapat tediri dari beberapa unsur yaitu:
1) Produk inti atau generik, terdiri atas jasa dasar.
2) Produk yang diharapkan, terdiri atas produk inti beserta pertimbangan
keputusan pembelian minimal yang harus dipenuhi.
3) Produk tambahan yaitu area yang memungkinkan suatu diferensiasi terhadap
yang lain.
4) Produk potensial, tampilan dan manfaat tambahan yang berguna bagi
konsumen atau mungkin kepuasaan konsumen. Bagian ini dapat memberikan
kelebihan untuk meningkatkan switching cost sehingga konsumen berpikir
ulang atau sulit beralih ke produk jasa lain.
b. Strategi distribusi
Lokasi dan saluran distribusi atau saluran pemasaran mempunyai fungsi
untuk memindahkan produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Keputusan
lokasi dan saluran distribusi mencakup cara-cara dalam menyampaikan jasa
kepada konsumen dan tempat terjadinya penyampaian jasa. Pola pemasaran jasa
bersifat tersendiri, tidak dapat dipisah-pisahkan sebab hubungan antara penjual
dan pembeli jasa sangat pribadi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan jika
distribusi yang dilakukan secara langsung:
1) Lokasi usaha
Lokasi yaitu keputusan yang dibuat oleh perusahaan berkaitan dengan
tempat operasi dan karyawannya akan ditempatkan. Untuk penentuan lokasi,
perusahaan perlu melihat jenis interaksi konsumen dan jasa yang disediakan.
Terdapat tiga jenis interaksi di antara penyedia jasa dan konsumen yaitu:
a) Konsumen mendatangi penyedia jasa

Dalam kelompok ini, lokasi merupakan aspek penting karena


konsumen harus mendapatkan kemudahan akses dan melihat langsung
kondisi perusahaan. Penyedia jasa yang ingin mengembangkan bisnis
dapat mempertimbangkan lebih dari satu tempat lokasi (multilokasi).
b) Penyedia jasa mendatangi konsumen
Sedangkan pada kelompok ini, faktor lokasi menjadi kurang
penting. Dalam beberapa kasus penyedia jasa tidak leluasa pergi kepada
konsumen dikarenakan penyediaan jasa harus didahului dengan panggilan
konsumen.
c) Transaksi bisnis jasa dilakukan melalui kepanjangan tangan perusahaan
Pada kelompok ini, faktor lokasi tidak relevan digunakan. Hal yang
terpenting adalah sarana komunikasi, terkadang dibutuhkan interaksi fisik
tertentu antara penyedia jasa dan konsumen.
c. Saluran distribusi
Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk
menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri
pemakai.Saluran distribusi merupakan struktur unit organisasi dalam perusahaan
dan luar perusahaan yang terdiri dari agen, pedagang besar dan pengecer
melalui mana suatu produk atau jasa dipasarkan. Saluran distribusi mencakup
siapa yang berpartisipasi dalam menyampaikan jasa. Ada tiga pihak yang
terlibat dalam distribusi jasa yaitu:
a) Penyedia jasa
b) Perantara
c) Konsumen
Sehubungan dengan saluran distribusi maka perusahaan harus dapat
memilih saluran yang tepat untuk menyampaikan jasa nya, sebab akan sangat
memengaruhi kualitas jasa yang diberikan.
Saluran distribusi yang dapat dipilih antara lain :
a) Penjualan langsung
b) Agen (agent) atau broker.

c) Agen/broker penjual atau pembeli.


d) Waralaba (franchise) dan pengantar jasa terkontrak (contracted service
deliverers)
Baik lokasi maupun saluran pemilihannya sangat tergantung pada kriteria
pasar dan sifat jasa itu sendiri. Misalnya dalam jasa pengiriman barang, bila
pasar menginginkan pengiriman yang cepat, tepat waktu dan sifat barang yang
tidak tahan lama, maka lokasi yang dipilih harus strategis dan saluran distribusi
yang dipilih sebaiknya penjualan langsung supaya dapat terkontrol (Lupioyadi,
2006).
Menurut Swastha (2002:201) terdapat macam-macam salurandistribusi
yang ada adalah sebagai berikut :
a)
Saluran 1. Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling
sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen tanpa
menggunakan perantara.
b)
Saluran 2. seperti halnya dengan saluran 1, saluran ini juga disebut sebagai
saluran distribusi langsung. disini pengecer besar langsung melakukan
pembelian pada produsen.
c)
Saluran 3. saluran distribusi semacam ini banyak dipakai oleh produsen
barang konsumsi, dan dinamakan saluran distribusi tradisional, produsen
hanya melayani penjualan dalam jumlah besar saja tidak menjual ke
d)

pengecer.
Saluran 4. dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen
sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang

kemudian menjualnya ke toko-toko kecil.


e)
Saluran 5. disini produsen memilih agen sebagai penyalurnya.
d. Strategi harga
Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pemasaran.
Penetuan harga merupakan hal yang perlu diperhatikan, mengingat harga
merupakan salah satu penyebab laku tidaknya suatu barang atau jasa yang

ditawarkan. Penentuan harga oleh perusahaan bertujuan untuk mencapai tujuan


yang diharapkan. Tujuan penetuan harga secara umum adalah sebagai berikut:
a.
Untuk bertahan hidup
b.
Untuk memaksimalkan laba
c.
Untuk memperbesar market share
d.
Mutu produk
e.
Karena adanya pesaing
e. Strategi promosi
Promosi mencakup semua kegiatan perusahaan untuk memperkenalkan
produk atau jasa dan bertujuan agar konsumen tertarik untuk membelinya.
Promosi yang dilakukan oleh pelayanan jasa yaitu dengan cara (Lupiyoadi,
2006:120):
a. Iklan melalui media massa.
b. Hubungan masyarakat.
c. Penjualan perseorangan.
d. Promosi penjualan.
e. Informasi dari mulut ke mulut.
f. Pemasaran langsung.
Variabel-variabel yang ada di dalam promotional mix ada lima, yaitu:
a. Periklanan (advertising)
Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan
presentasi dan promosi non pribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa.
b. Penjualan Personal (personal selling)
Presentasi pribadi oleh para wiraniaga perusahaan dalam rangka
mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan konsumen.
c. Promosi penjualan (sales promotion)
Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan
suatu produk atau jasa.
d. Hubungan masyarakat (public relation)
Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh
dukungan, membangun "citra perusahaan" yang baik dan menangani atau
menyingkirkan gosip, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan.
e. Pemasaran langsung (direct marketing)
Komunikasi langsung dengan konsumen yang diincar secara khusus
untuk memperoleh tanggapan langsung.

Dengan demikian maka promosi merupakan kegiatan perusahaan yang


dilakukan dalam rangka memperkenalkan produk kepada konsumen sehingga
dengan kegiatan tersebut konsumen tertarik untuk melakukan pembelian
Pelaksanaan promosi akan melibatkan beberapa tahap (Swasta, 2002),
antara lain:
a.
Menentukan Tujuan
Tujuan promosi merupakan awal untuk kegiatan promosi. Jika
perusahaan menetapkan beberapa tujuan sekaligus, maka hendaknya dibuat
b.

skala prioritas atau posisi tujuan mana yang hendak dicapai lebih dulu.
Mengidentifikasi Pasar
yang Dituju
Segmen pasar yang ingin dicapai oleh perusahaan dalampromosinya
harus dapat dibatasi secara terpisah menurut faktor demografis dan
psikografis. Pasar yang dituju harus terdiri atas individu-individu yang
sekiranya bersedia membeli produk tersebut selama periode yang
bersangkutan.

c.

Menyusun Anggaran
Anggaran promosi sangat penting untuk kegiatan-kegiatan perencanaan
keuangan dari manajer pemasaran. Anggaran digunakan untuk mengarahkan
pengeluaran uang dalam mencapai tujuan tersebut.

d.

Memilih Berita
Tahap selanjutnya dimulai dengan berita yang tepat untuk mencapai
pasar yang dituju tersebut. Sifat berita itu akan berbeda-beda tergantung pada
tujuan promosinya. Jika suatu produk itu masih berada pada tahap perkenalan
dalam siklus kehidupannya, maka informasi produk akan menjadi topik
utama. Sedangkan pada tahap selanjutnya perusahaan lebih cenderung

mengutamakan tema promosi yang bersifat persuasif.


e.
Menentukan
Promotional Mix

Perusahaan dapat menggunakan tema berita yang berbeda-beda pada


masing-masing kegiatan promosinya. Misalnya, hubungan masyarakat dapat
dilakukan untuk menciptakan kesan positif terhadap perusahaan diantara para
pembeli. Periklanannya dapat dititik beratkan untuk memberikan kesadaran
f.

kepada pembeli tentang suatu produk atau perusahaan yang menawarkannya.


Memilih Media Mix
Media adalah saluran penyampaian pesan komersial kepada khalayak
sasaran. Untuk alternatif media secara umum dapat dikelompokkan menjadi
media cetak (surat kabar, majalah, tabloid, brosur, selebaran) media
elektronik (Televisi , radio) media luar ruang (baleho, poster, spanduk, balon
raksasa) media lini bawah (pameran, direct mail, point of purchase,
kalender). Untuk itu manajer harus memilih media yang cocok untuk

ditujukan pada kelompok sasaran produk perusahaan.


g.
Mengukur Efektifitas
Pengukuran efektifitas ini sangat penting bagi manajer. Setiap alat
promosi mempunyai pengukuran yang berbeda-beda, tanpa dilakukannya
pengukuran efektifitas tersebut akan sulit diketahui apakah tujuan perusahaan
dapat dicapai atau tidak.

2.2.5

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Permintaan


a. Kualitas Produk
Pengembangan suatu produk harus didasari oleh pertimbangan adanya
pembagian produk, yaitu ada tiga bagian :
1) Produk Inti ( Core Product )
Disini harus diketahui apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh konsumen.
Setiap produk tentu memiliki manfaat serta ciri-ciri tertentu. Dalam hai ini
penjual harus dapat menjual manfaat tersebut dan bukan ciri-ciri produk.
2) Produk Berwujud ( Tangible Product )

Perusahaan harus berusaha untuk mengubah produk ini menjadi produk


berwujud. Dalam produk berwujud terdapat lima ciri yaitu tingkat mutu
produk, model produk, merk produk, ciri-ciri produk, dan kemasan.
3) Produk Tambahan ( Augmented Product )
Perusahaan harus dapat menawarkan manfaat dan pelayanan tambahan.
Dapat diberikan contoh perusahaan memberikan garansi atau pengiriman
barang ke rumah.
b. Strategi Penetapan Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin)
yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta
pelayanannya. Bagi perusahaan, penetapan harga bukan merupakan pekerjaan
yang mudah. Seringkali perusahaan menetapkan harga terlalu berorientasi pada
biaya dan kurang meninjau perubahan pasar.
Suatu harga ditetapkan pada umumnya bertujuan untuk :
1) Meningkatkan Penjualan
2)
3)
4)
5)

Mempertahankan dan memperbaiki market share


Menstabilkan tingkat harga
Mengembalikan investasi
Mencapai laba maksimum
Pada perusahaan perdagangan, harga bisa ditetapkan dari harga beli tiap

kesatuan produk ditambah biaya penyimpanan dan biaya distribusi produk.


Selanjutnya jumlah tersebut ditambah dengan prosentase keuntungan yang
diinginkan oleh perusahaan. Sedang dalam perusahaan industri, maka penetapan
harga jual produk biasanya didasarkan pada perhitungan pokok pembuatan
produk mulai bahan mentah hingga bahan jadi, ditambah prosentase keuntungan
yang diinginkan oleh perusahaan.
Di dalam penetapan harga, perlu dipertimbangkan beberapa faktor yang
turut berpengaruh, misalnya :
1) Harga dari sejenis atau produk pengganti dari para pesaing.
Apabila perbedaan harga diantara produk pengganti atau produk sejenis
cukup berarti, maka konsumen akan beralih pada harga yang lebih murah.
2) Kemampuan membeli dari masyarakat.

Meskipun harga yang ditetapkan tidak terlalu mahal, tetapi apabila


konsumen tidak mampu menjangkaunya karena terbatasnya penghasilan
konsumen tersebut maka produk itu juga tidak dapat terjual. Apalagi jika
produk tersebut tidak termasuk kebutuhan primer.
3) Jangka waktu dari perputaran dana.
Jika modal perusahaan terbatas, maka tentu saja berusaha agar jangka waktu
perputaran dana dapat dipercepat. Oleh karena itu, perusahaan harus
berusaha menetapkan harga yang tidak terlalu tinggi meskipun untuk itu
keuntungan yang didapat oleh perusahaan rendah.
4) Peraturan pemerintah.
Untuk produk tertentu seperti minyak tanah, beras, gula maka ada
peraturan dalam menetapkan harganya yang harus ditaati oleh penjual.
Dalam hal ini penjual tidak dapat menetapkan besarnya keuntungan seperti
jika menjual produk yang lain.
Perusahaan seringkali melakukan

modifikasi

harga

dasar

untuk

menyesuaikan perbedaan dalam konsumen, produk, lokasi maupun waktu


transaksi. Dalam hal ini perusahaan menjual produk atau jasa pada dua atau
lebih harga yang tidak mencerminkan suatu perbedaan proporsional dalam
biaya. Perbedaan harga yang dilakukan perusahaan disebut harga diskriminasi
yang mencakup beberapa bentuk antara lain:
1) Menurut Konsumen (Customer Basis)
Disini beberapa konsumen membayar jumlah yang berbeda untuk
produk atau jasa yang sama.
2) Menurut Bentuk Produk (Product Form Basis)
Beberapa jenis produk diberi harga yang berbeda tetapi tidak secara
proporsional pada biayanya.
a) Menurut Tempat (Place Basis)
Disini pada beberapa lokasi ditetapkan harga yang berbeda
meskipun biaya penawaran disetiap lokasi itu sama.
b) Menurut Waktu (Time Basis)

Penetapan harga produk disini berubah ubah menurut waktu.


Misalkan berdasarkan perayaan hari raya, baik hari raya Idul Fitri, hari
raya Natal, atau berdasarkan musim.
Sebenarnya yang membedakan strategi penetapan harga pelayanan jasa
dengan produk adalah terletak pada sifat- sifat khas biaya produk, yaitu :
1)
Pelayanan jasa sulit diukur dan dilukiskan.
2)
Pada bidang pelayanan jasa, biaya produksinya terutama untuk tenaga
manusia yaitu berupa gaji, bonus, tunjangan. Biaya ini justru paling dominan
diantara biaya operasi.
3)
Biaya operasi lainnya (alat kantor, sewa, transport dan sebagainya)
biasanya langsung berhubungan dengan tingkat biaya manusia.
4)
Manusia lebih sulit dibiayai daripada mesin. Mesin bisa diatur bekerja
menurut jam mesin untuk mencapai suatu hasil tertentu dan manusia tidak
bisa demikian.
Keterkaitan sifatsifat itu dalam hubungan penetapan harga hanyalah
bahwa tidak dapat ditentukan tingkat harga, atau manipulasi harga bisa terjadi
dengan berhasil, kecuali jika biaya jasa itu diketahui. Dengan kata lain,
pengembangan suatu strategi harga yang berarti tidak mungkin tanpa adanya
pengetahuan dasar mengenai sifat dari biaya.
Pada perusahaan jasa, penetapan harga dan penggunaan waktu merupakan
unsur utama dalam mencapai keuntungan. Juga karena banyak perusahaan jasa
tidak begitu tunduk pada tekanan dan pengendalian pasar dibandingkan dengan
perusahaan industri produk jadi, maka perusahaan jasa dapat memakai
fleksibilitas yang lebih besar dalam penetapan harga.
Dalam hal ini terdapat beberapa metode penetapan harga :
1) Penetapan Biaya
Dari seluruh biaya dapat ditetapkan harga dengan keuntungan
tertentu yang diinginkan.
2) Penetapan Harga Upah Bersaing
Harga ditetapkan atas dasar gaji rata rata para profesional yang
terlibat dalam memberikan pelayanan jasa untuk waktu yang digunakan.
3) Penetapan harga menurut kemungkinan pembayaran

Hal ini sama seperti harga pekerjaan yang dibayar menurut hasil yang
dikerjakan dalam usaha pembelian komisi untuk tenaga penjualan. Jadi hal
ini diberikan tergantung pada prestasi.
4) Harga tetap
Disini diinginkan adanya keseragaman harga jasa yang ditawarkan.
Seperti misalnya harga yang dibayarkan pada notaris, pengacara, dokter
pemerintah.
5) Penetapan harga dengan kontrak
Termasuk dalam penetapan harga tetap tetapi bukan dengan
persetujuan, melainkan dengan kontrak. Misalnya, potongan untuk jasa
asuransi.
6) Penetapan harga menurut nilai
Yaitu apa yang akan ditanggung oleh pasar; disini para pembeli akan
menanggapi harga sesuai dengan nilai yang mereka berikan kepada jasa
tersebut misalkan sponsor suatu seminar umum.
7) Promosi
Pemasaran saat ini tidak cukup hanya dengan pengembangan produk,
peningkatan kualitas, penetapan harga yang terjangkau atau penyaluran
produk yang tepat, tapi terlebih lagi produsen harus dapat berkomunikasi
dengan langganannya. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan promosi,
pengiklanan, atau dengan melatih tenaga penjual agar dapat menyampaikan
pesan produsen tentang produk yang dijualnya.
2.2.6

Perkiraan Jumlah Penjualan


Untuk mengetahui jumlah penjualan dimasa yang akan datang maka
dilakukan prediksi atau peramalan. Peramalan (forecasting) adalah suatu cara
untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis di masa yang akan datang. Dalam
melakukuan peramalan, peramal harus mencari data dan informasi di masa lalu.
Pengukuran tersebut dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran
secara kuatitatif biasanya menggunakan metode statistik dan matematik.

Sedangkan pengukuran secara kualitatif biasanya menggunakan judgement.Ada


beberapa jenis peramalan yaitu :
a. Dilihat dari segi penyusunannya
1) Peramalan Subyektif
Merupakan peramalan yang didasarkan atas dasar perasaan dari
seseorang yang menyusunnya.
2) Peramalan Obyektif
Merupakan peramalan yang didasarkan atas data dan informasi yang
ada, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik atau metode tertentu.
b. Dilihat dari segi jangka waktu
1) Peramalan Jangka Pendek
Merupakan peramalan yang didasarkan pada waktu kurang dari 1 (satu)
tahun.
2) Peramalan Jangka Panjang
Merupakan peramalan yang didasarkan pada waktu lebih dari 1 (satu)
tahun.
c. Dilihat dari segi sifat ramalan
1) Peramalan kualitatif
Merupakan peramalan yang didasarkan atas data kualitatif dan
biasanya peramalan ini didasarkan atas hasil penyelidikan.
2) Peramalan kuantitatif
Merupakan peramalan yang didasarkan atas data-data kuantitatif masa
lalu.Pada dasarnya ada 2 (dua) cara untuk menghitung perkiraan jumlah
penjualan di masa datang berdasarkan peramalan kuantitatif, yaitu:
a) Analisa trend
Penerapan garis trend dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Penerapan garis trend secara bebas
2. Penerapan garis trend dengan setengah rata-rata
3. Penerapan garis trend secara matematis
Ada 2 teknik dalam metode matematis ini yang umum digunakan untuk
menggambarkan garis trend yaitu:
1. Metode moment
Rumus-rumus dasar yang digunakan disini:
Y
= a+bx
Yi
= n.a + bXi
Xi Yi
= aXi + bXi2
Rumus II dan III digunakan untuk menghitung nilai a dan b yang
akan dipergunakan sebagai penerapan garis trend. Sedangkan

rumus I merupakan persamaan garis trend yang akan digambarkan


(Adisaputro, 1998:156).
2. Metode least square
Rumus-rumus yang digunakan disini:
a = Y/n
b = XY/X2
Dengan persamaan trend Y= a + bX
3. Analisa korelasi
Analisa korelasi dipakai untuk menggali hubungan sebab akibat
antara beberapa variabel. Perubahan tingkat penjualan yang akan
terjadi tidak hanya ditentukan oleh pola penjualan yang telah
terjadi tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor lain.
4. Forecast Berdasarkan Pendapat (Judgment Method)
Biasanya digunakan untuk menyusun forecast penjualan maupun
forecast kondisi bisnis pada umumnya. Sumber pendapat-pendapat
yang dipakai sebagai dasar melakukan forecast adalah:
a. Pendapat salesman
Para salesman diminta untuk mengukur apakah ada
kemajuan atau kemunduran segala hal yang berhubungan
dengan tingkat penjualan pada daerah mereka masing-masing.
Kemudian mereka diminta pula untuk mengestimasi tentang
tingkat

penjualan

di

daerah

masing-masing

di

waktu

mendatang. Perkiraan para salesman itu perlu diawasi karena


mungkin ada unsur kesengajaan untuk membuat perkiraan yang
lebih rendah (under estimate) dengan harapan apabila ia
menjual di atas perkiraannya ia akan mendapat hadiah.
b. Pendapat sales manager
Perkiraan yang dikemukakan oleh para salesman perlu
diperbandingkan dengan perkiraan yang dibuat oleh kepala
bagian

penjualan

tentu

mempunyai

pertimbangan

dan

pandangan yang lebih luas meliputi seluruh daerah penjualan.


Pada umumnya perkiraan kepala bagian dapat lebih obyektif

karena mempertimbangkan banyak faktor. Hal ini mungkin


juga disebabkan pendidikan yang relatif lebih tinggi dan
pengalamannya yang lebih luas dibidang penjualan.
c. Pendapat para ahli
Kadang-kadang perkiraan yang dibuat oleh kepala
bagian penjualan sangat bertentangan satu sama lain, sehingga
perusahaan menganggap perlu untuk meminta pertimbangan
kepada orang yang dianggap ahli. Mereka ini disebut konsultan.
d. Survei konsumen.
Apabila ketiga pendapat diatas masih dirasa kurang
dapat dipertanggungjawabkan, maka biasanya lalu diadakan
penelitian langsung terhadap konsumen.

2.3 Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)


2.3.1

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia


Aspek sumber daya manusia merupakan salah satu masalah yang cukup
penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia merupakan
penggerak, pengkoordinasi dan sangat menentukan dalam proses produksi sehingga
diperlukan perencanaan yang baik dan akurat. Disamping itu sumber daya manusia
dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Dengan adanya sumber
daya manusia yang efektif mengharuskan manajer atau pimpinan perusahaan untuk
mencari dan menemukan cara terbaik dalam memberdayakan karyawan yang ada
dalam lingkungan organisasi agar tujuan-tujuan yang diinginkan dapat tercapai
dengan cara mengelola, mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia melalui
proses manajemen sumber daya manusia.
Manajemen sumber daya manusia (human resources management)
merupakan pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan

pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok karyawan (Simamora,


2004: 4). Pengertian lain mengenai manajemen sumber daya manusia menurut
Flippo dalam Handoko (2000:3) adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan

pengawasan

kegiatan-kegiatan

pengadaan,

pengembangan,

pemberian

kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia


agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) terdiri atas serangkaian
keputusan yang terintegrasi tentang hubungan ketenagakerjaan yang mempengaruhi
efektifitas karyawan dan organisasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan
aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan agar sumber daya manusia di dalam organisasi
dapat digunakan secara efektif guna mencapai berbagai tujuan.
2.3.2

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia


Untuk mencapai tujuan, strategi, misi, dan kebijakan dari perusahaan,
manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi fungsinya sehingga perusahaan
dapat bersaing secara baik dengan perusahaan lainnya (Bohlander dan Snell 2010,
p150). Fungsi fungsi manajemen sumber daya manusia tersebut adalah :
1) Analisis dan Klasifikasi Pekerjaan
Analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan informasi mengenai suatu
pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja, yang dilaksanakan dengan cara
mengamati atau mengadakan interview terhadap pekerja, dengan bukti-bukti
yang benar dari supervisor.
Analisis pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan
pernyataan tertulis mengenai kewajiban kewajiban pekerja dan bisa juga
mencakup standar kualifikasi, yang merinci pendidikan dan pengalaman

minimal yang diperlukan bagi seorang pekerja untuk melaksanakan kewajibankewajiban dari kedudukanya secara memuaskan.
Langkah-langkah utama dalam analisis pekerjaan terdapat dua langkah
utama yang harus dilakukan, yaitu: 1) penentuan tugas utama, kegiatan
kegiatan, perilaku-perilaku, atau kewajiban kewajiban yang akan dilaksanakan
dalam pekerjaan dan 2) penetapan pengetahuan (knowledge), kemampuankemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan (skills), dan beberapa karakteristik
lainya (faktor kepribadian, sikap, ketangkasan, karateristik fisik, mental yang
diperlukan bagi pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas.
Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa hasil analisis pekerjaan
umumnya berupa: 1) deskripsi pekerjaan yang berkaitan dengan isi (content)
dan lingkup (scope), dan 2) klasifikasi pekerjaan. (Dr.Faustino:2003).
Analisis jabatan dapat diartikan suatu proses yang sistematis untuk
mengumpulkan, menganalisa, dan mensintesiskan data jabatan.Tentang hasil
dan manfaat analisa jabatan sebagai berikut (Kasmire dan Jakfar:166) :
1. Uraian Jabatan :
a) Identitas Jabatan
b) Fungsi jabatan
c) Uraian jabatan
d) Wewenang
e) Tanggung jawab
f) Hubungan Kerja
g) Bahan, alat,mesin yang digunakan
h) Kondisis kerja
2. Persyaratan Jabatan memuat antara lain :

a. Persyaratan Pendididikan
b. Persyaratan pelatihan
c. Persyaratan pengalaman
e. Perdsyaratan psikologi
f. Persyaratan Khusus
Diagram berikut akan menguraikan secara sistematis dan struktural hasil dan
manfaat Analisa jabatan:
Perencanaan SDM
Recruitment
Seleksi
Pengembangan

Uraian Jabatan

Penilaian Kinerja
Analisis Jabatan

Kompensasi
Persyaratan jabatan

Keselamatan dan kesehatan


Perencanaan Karier
Hubungan Perburuhan atau Integrasi
Pemeliharaan
Pemutusan Hub. Kerja

Gambar 2.1: Diagram Analisis Jabatan


Keterangan :

a.Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang dilakukan


secara sistematis untuk meramalkan atau memperkirakan kebutuhan sumber
daya manusia dalam suatu bisnis atau perusahaan.
b. Penarikan Karyawan upaya mencari calon karyawan yang memenuhi
kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
c.Seleksi adalah suatu proses untuk memilih atau mendapatkan tenaga kerja
yang memenuhi syarat yang telah ditentukan suatu perusahaan atau
organisasi.
d. Pengembangan dimana pihak manajemen perlu melaksanakan fungsi
pengembangan terhadap karyawanya melalui pendidikan dan pelatihan
karier.
e.Penilaian Kinerja berbagai prosedur sistematik untuk menentukan nilai relatif
pekerjaan beserta besarnya kompensasi masing-masing.
f. Kompensasi segala sesuatu yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atau
pekerjaan.
g. Keselamatan dan Kesehatan diamana perusahaan menjamin keselamatan dan
kesehatan pekerja jika ada kecelakaan pekerja dalam ruang lingkup proses
produksi perusahaan. Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada
kondisi-kondisi fisik dan mental pekerja oleh lingkungan kerja.
h. Perencanaan Karier adalah proses melalui dimana seseorang memilih
sasaran karier dan jalur untuk mencapai ke sasaran tersebut.
i. Hubungan perburuhan atau Integrasi merupakan fungsi operatif dari
manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan penyesuaian
keinginan karyawan dengan organisasi atau perusahaan.
j. Pemeliharaan dimana pihak manajemen berupaya memelihara karyawanya
dengan berbagai upaya nyata agar pekerja tetap betah dan merasa dihargai
dalam organisasi.
Pemutusan Hubungan Kerja oleh perusahaan disebabkan oleh berbagai
alasan atau sebab yang alamiah seperti tibanya masa pensiun, permintaan

penguduranmdiri karena alasan pribadi, dan pemecatan karena melakukan


kesalahan.
2.3.3

Perencanaan Sumber Daya Manusia


Perencanaan sumber daya manusia (SDM) merupakan fungsi yang kedua
setelah Analisa jabatan harus dilaksanakan dalam organisasi. Perencanaan SDM
adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna menjamin
bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai
kedudukan, jabatan, dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat. Kesemuanya
itu dalam rangka mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan
ditetapkan. Perencanaan sumber daya manusia sebenarnya berkaitan dengan
pengidentifikasian persoalan-persoalan (problems), ancaman-ancaman(threats),
peluang-peluang (oportunities),dalam suatu organisasi. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi perencanaan sumber daya manusia:
1. Faktor Eksternal
Berbagai hal yang pertumbuhan dan perkembanganya berada diluar kemampuan
organisasi untuk mengendalikanya. Menurut Kinggudu menyebutkan bahwa
yang tergolong faktor-faktor eksternal adalah teknologi, sosial budaya, politik,
dan ekonomi. Sedangkan S.P

Siagian memperluas menjadi enam faktor,

meliputi: situasi ekonomi, sosial budaya, politik, peraturan perundangundangan, teknologi dan pesaing.
2. Faktor-faktor Internal
Berbagai kendala yang terdapat didalam organisasi itu sendiri. Faktor internal
menurut S.P Siagian adalah rencana strategik, anggaran, estimasi produksi dan
penjualan, kegiatan baru atau usaha, dan rancangan organisasi dan tugas
pekerjaan.

Sedangkan

Kinggudu

mengemukakan

bahwa

faktor-faktor

internalnya meliputi sistem informasi manajemen dan organisasi, sistem


manajemen keuangan, sistem marketing atau pasar, dan manajemen pelaksana
(DR.Faustino:2003).
3. Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan
organisasi dengan lebih efektif dan efesien. (Kasmire SE,MM dan Jakfar
SE,MM:2007).
Untuk struktut organisasi menggunakan perancangan struktur organisasi
menurut Kasmire,SE.MM dan Jakfar,SE.MM, dalam empat langkah sebagai
berikut:
1.

Langkah pertama, mempertimbangkan rencana dan


tujuan yang ingin dicapai.Untuk itu perlu menentukan visi,misi.dan tujuan
perusahaan.

2.

Langkah

kedua,

Menentukan

aktivitas

yang

diperlukan untuk mencapai tujuan yaitu uraian atau deskriptif tugas dan
wewenang karyawan
3.

Langkah ketiga, Mengelompokan aktivitas-aktivitas

4.

menurut jenis pekerjaan maupun operasionalnya.


Langkah keempat, Menentukan tingkatan manajemen
dan struktur organisasi
Bentuk atau tipe struktur organisasi

lini yaitu organisasi lini yang

semata mata memiliki hubungan wewenang lini dalam organisasinya. Organisasi


lini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat
b.

langsung melalui satu garis wewenang.


Jumlah karyawan sedikit, maka struktur organisasi
masih sederhana.

c.

Pimpinan dengan karyawanya saling mengenal dan


dapat berhubungan setiap hari kerja.

d.

Masing kepala bagian memiliki wewenang dan


tanggunga jawab penuh atas segala bidang pekerjaanya yang ada dalam
bagianya.

e.
f.

Pucuk pimpinan biasanya pemilik


Pucuk pimpinan biasanya dipandang

sebagai

pemegang kekuasaan tunggal segala keputusan,kebijakan dan tanggung


g.

jawab ada pada satu tangan.


Tingkat spesialisasi belum terlalu tinggi, alat-alat

yang diperlukan tidak beraneka ragam.


h.
Organisasi kecil
Keuntunganya organisasi lini adalah sebagai berikut (Kasmire,SE.MM
dan Jakfar,SE.MM:183) :
a.

Kesatuan pimpinan terjamin sepenihnya, karena

pimpinan berada dalam satu tangan.


b.
Disiplin dan militansi kerja para anggota pada
umumnya tinggi.
c.
d.

Koordinasi relatif mudah dilaksanakan.


Proses pengambilan keputusan dan intruksi-intruksi

berjalan cepat, tidak bertele-tele.


e.
Garis pimpinan tegas, karena pimpinan langsung
f.

nerhubungan dengan karyawan.


Rasa solidaritas para karyawan pada umumnya

tinggi, karena saling mengenal.


g.
Pengendalian secara ketat terhadap kegiatan para
bawahan dapat dilaksanakan.
Sedangkan kelemahanya organisasi lini adalah sebagai berikut:
a.
Tujuan pribadi pucuk pimpinan sering kali tidak
dapat dibedakan dengan tujuan organisasi.
b.
Ada kecenderungan pimpinan untuk bertindak
c.

secara otoriter dan ditaktor.


Kesempatam karyawan utnuk berkembang terbatas,
karena wewenang untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengendalikan,
ada pada pimpinan.

d.

Organisasi secara keseluruhan terlalu bergantunga


pada satu orang sehingga kalau pimpinan tidakl mampu /berhalangan, maka
seluruh organisasi terancam kehancuran.

4. Rekruitmen
Proses rekutmen berlangsung saat mencari pelamar hingga pengajuan
lamaran oleh pelamar.Tujuan atau alasan dasar rekrutmen adalah : 1) Berdirinya
organisasi baru, 2) adanya perluasan kegiatan organisasi, 3) terciptanya
pekerjaan dan kegiatan kegiatan baru, 4) adanya pekerja yang pindah ke
organisasi lain, 5) adanya pekerja yang berhenti baik tidak hormat maupun tidak
dengan hormat, 6) adanya pekerja yang berhenti karena usia pensiun, dan 7)
adanya pekerja yang meninggal dunia.(Kasmire SE,MM dan Jakfar, SE, MM:
2007).
Karyawan merupakan seseorang yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam
menjelankan kegiatan perusahaan. Untuk itu sebelum perusahaan dijalankan
maka pihak perusahaan akan melakukan suatu proses yang disebut dengan
proses pencarian para karyawan (Bohlander dan Snell 2010, p150). Proses
pencarian para karyawan dilakukan berdasarkan standardisasi perusahaan.
Standardisasi tersebut haruslah berkaitan dengan kriteria keriteria yang
dibutuhkan perusahaan, seperti contohnya seorang karyawan haruslah
mempunyai pengetahuan yang baik dan cakap, kemampuan intelektuan,
efisiensi dalam bekerja, karakter khusus yang baik dan beberapa pemikiran yang
nantinya dapat membantu sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
(Bohlander dan Snell 2010, p150).
5. Seleksi Penempatan Kerja

Tahap selanjutnya adalah perusahaan akan menjalankan sebuah proses


yang disebut dengan proses seleksi. Proses seleksi dan penempatan merupakan
salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, karena
tersedia-tidaknya pekerja dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan
kebutuhan organisasi, diterima/tidaknya penempatan seorang pekerja pada posisi
tertentu,

sangat ditentukan

oleh fungsi seleksi

dan penempatan

ini

(DR.Faustini:2003).
Calon karyawan yang telah memberikan data mengenai diri mereka atau
data yang berhubungan dengan spesifikasi sebuah pekerjaan akan diseleksi dan
dipilih oleh perusahaan berdasarkan kualifikasinya. Dalam tahap penyeleksian
calon karyawan biasanya perusahaan melakukan suatu proses dimana kriteria
dan data calon karyawan tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam tahap
tersebut perusahaan melakukan pendataan dan pencatatan, dan kemudian
perusahaan akan memasukkan dan mengkategorikan calon karyawan tersebut
kepada deskripsi pekerjaan atau yang biasa disebut job description atau
penetapan akan sebuah pekerjaan, tanggung jawab, dan kewajiban seorang
karyawan dalam melakukan tugasnya (Bohlander dan Snell 2010, p151).
6. Pelatihan dan Pengembangan
Setelah itu tahap selanjutnya adalah proses pelatihan dan pengembangan
dimana dalam tahap ini karyawan yang telah diterima oleh perusahaan harus
melampaui beberapa tahap proses pelatihan dan pengembangan sehingga
nantinya karyawan tersebut menjadi terbiasa kepada pekerjaan yang ada dalam
perusahaan tersebut. Dalam proses tersebut, karyawan baru akan diberikan teori
dan praktek kerja lapangan (Bohlander dan Snell 2010. P151).
7. Performance Appraisal

Proses ini haruslah didukung dan dibantu dengan kemampuan dan


keahlian karyawan dalam mengembangkan dan membuat suatu inovasi terhadap
pekerjaannya. Apabila karyawan tersebut dapat bekerja sesuai target atau
melebihi standardisasi perusahaan maka karyawan tersebut berhak atas suatu
penghargaan yang didasari kepada kinerja/performance appraisal (Bohlander
dan Snell 2010. P151).
8. Kompensasi
Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai
penukar dari kontribusi jasa mereka pada perusahaan Keith Davis dan Werther
(dalam Mangkuprawira 2007:196). Sedangkan menurut Martoyo (2000:126)
kompensasi adalah pengaturan keseluruhan peberian balas jasa bagi
employers maupun employees baik yang langsung berupa uang (finansial)
maupun yang tidak langsung berupa tunjangan (non-finansial).
Jika kompensasi dikelola dengan baik, maka dapat membantu
perusahaan dapat mencapai tujuan untuk memperoleh, memelihara, dan menjaga
karyawan dengan baik. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, karyawan
yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan perusahaan dan untuk melakukan
penempatan kembali tidaklah mudah. Akibat dari ketidakpuasan dalam
pembayaran jasa bisa jadi akan mengurangi kinerja, meningkatkan keluhankeluhan, dan bisa menjadi penyebab mogok kerja. Bentuk-bentuk kompensasi
antara lain:
a. Upah
Pembayaran berupa uang untuk pelayanan kerja atau uang yang biasanya
diberikan kepada pegawai secara perjam, per harian.
b. Gaji

Gaji merupakan uang yang dibayarkan kepada pegawai atas jasa yang
diberikan secara bulanan.
c. Insentif
Suatu penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pemimpin
organisasi kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang
tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Adapun tujuan manajemen kompensasi yang efektif menurut Keith Davis dan
Werther dalam Mangkuprawira (2007:197), meliputi :
a.

Memperoleh personil yang berkualifasi

b.

Mempertahankan karyawan yang ada

c.

Manajemen keadilan

d.

Penghargaan terhadap perilaku yang


diinginkan

e.

Mengendalikan biaya

f.

Mengikuti aturan hukum

g.

Memfalitasi pengertian

h.

Meningkatkan efisiensi administrasi

9. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu bentuk upaya untuk
menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan,
sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas
kerja (Trenaningningsih, 2010:1). Dengan adanya program keselamatan dan
kesehatan kerja diharapkan dapat mewujudkan perlindungan terhadap tenaga
kerja dari resiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi

pada waktu melakukan pekerjaan ditempat kerja. Sehingga karyawan merasa


nyaman dan aman dalam melakukan kegiatan kerjanya, sehingga diharapkan
produktivitas kerja karyawan dapat meningkat.
10. Pengembangan Karir atau Peluang Untuk Peningkatan Karir
Pengembangan karir (career development) adalah suatu kondisi yang
menunjukkan adanya peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi pada
jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan. (Samsudin
2006:141). Pengembangan karir merupakan upaya-upaya pribadi seorang
karyawan untuk mencapai suatu rencana karir. (Handoko 1995:130-131).
Pengembangan karir pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan para pekerja agar semakin
mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan organisasi.
(Samsudin 2006:149).
Karir menunjuk pada perkembangan karyawan secara individual dalam
jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja tertentu
dalam suatu organisasi. Untuk mendapatkan tenaga kerja yang kompetitif,
diperlukan usaha memeberikan bantuan agar para pekerja yang potensial dapat
mencapai jenjang karir sejalan dengan usahanya untuk mewujudkan tugas
perkembangannya. (Samsudin 2006:140).
Manfaat pengembangan karir menurut samsudin (2006:154) adalah sebagai
berikut:
a.Meningkatnya kemampuan karyawan. Dengan pengembangan karir melalui
pendidikan dan pelatihan, akan lebih meningkatkan kemampuan intelektual
dan keterampilan karyawan yang dapat disumbangkan pada organisasi.
b. Meningkatnya supplay karyawan yang mempunyai kemampuan. Jumlah
karyawan yang lebih tinggi kemampuannya dari sebelumnya akan menjadi

bertambah sehingga memudahkan pihak pimpinan (manajemen) untuk


menempatkan karyawan dalam pekerjaan yang lebih tepat.
11. Pemeliharaan Tenaga Kerja
Pemeliharaan adalah usaha organisasi agar karyawan tetap betah dan
merasa dihargain dalam perusahaan. Pemeliharaan tenaga kerja dilakukan
dengan pembinaan bagi karyawan yang tidak disiplin melalui saluran
komunikasi yang efektif dan memperhatikan masalah kesehatan dan
keselamatan. Pada masa sekarang, seluruh kejadian atau kecelakaan di
perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaan, sehingga cara mengatasi lebih
bersifat preventif dengan mengelola program keselamatan dan kesehatan kerja
serta program pelayanan secara terpadu. Terdapat dua macam usaha yang dapat
dilakukan perusahaan untuk program keselamatan dan kesehatan kerja menurut
Sumarni (1998:381), yaitu:
a. Usaha yang bersifat preventif, yaitu mencegah dan mengendalikan sumbersumber bahaya yang terdapat di tempat kerja sehingga berakibat tidak atau
kurang membahayakan karyawan.
b. Usaha yang bersifat represif atau kuatif, yang berarti mengatasi kejadian
yang disebabkan oleh sumber-sumber bahaya yang terdapat ditempat kerja.
12. Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan keputusan yang datangnya
dapat dari karyawan dan dari dari perusahaan. Hal itu dapat terjadi karena
faktor-faktor kedisplinan, ekonomi, bisnis, atau faktor personal. Peranan
departemen SDM adalah mencari metode yang paling memuaskan tanpa
terjadinya perasaan yang buruk, baik

bagi perusahaan

maupun karyawan.

Bentuk PHK meliputi PHK sementara dan PHK permanen. PHK sementara

terdiri atas pemberhentian sementara karena motif personal dan alasan ekonomi
serta bisnis. Sedangkan PHK permanen terdiri atas pemberhentian karyawan
karena memang sudah waktunya dan karena faktor kedisiplinan (Siagian,
2008:187).

2.4 Aspek Operasional


2.4.1

Pengertian Aspek Operasional


Analisis dari aspek operasi adalah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam
menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luas produksi, dan lay out
serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakanAspek operasi juga dikenal
sebagai aspek produksi. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini sangat penting
dilakukan sebelum perusahaan dijalankan. Hal-hal yang perlu diperhartikan dalam
aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, tata letak (lay out), penyusunan
peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi.

2.4.2

Penentuan Lokasi Usaha


Penentuan lokasi sangat penting karena apabila perusahaan salah dalam
menentukan lokasi yang dipilih akan mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya
yang harus dikeluarkan. Harga produk yang akan dipasarkan nantinya juga sangat
tergantung pada lokasi pabrik yang dipilih, karena harga pasar akan terpengaruh
dengan jarak lokasi pabrik dengan pasar.
Penentuan lokasi yang tepat akan memberikan keuntungan bagi perusahaan,
baik dari sisi finansial maupun nonfinansial, misalnya: dapat memberikan pelayanan
kepada konsumen dengan lebih memuaskan, kemudahan untuk memperoleh tenaga
kerja yang diinginkan baik secara kuantitas maupun kualifikasinya serta kemudahan

dalam memperoleh bahan baku atau bahan lainnya dalam jumlah yang diinginkan
dan dalam jangka waktu yang sudah diperhitungkan.
Untuk memilih lokasi tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Terdapat
beberapa pertimbangan dalam penentuan lokasi dua diantaranya adalah:
1. Pendekatan berdasarkan kedekatan dengan bahan baku (raw material
approximity approach)
Pendekatan penentuan lokasi ini didasarkan pada bahwa sebaiknya
lokasi perusahaan ditentukan di daerah bahan baku. Dengan demikian
perusahaan dapat meminimalisir biaya angkut dari bahan baku. Sehingga yang
menjadi pertimbangan dalam pendekatan ini adalah biaya angkut bahan baku
yang semurah mungkin.
2. Pendekatan berdasarkan kedekatan dengan daerah pemasaran (Market
Approximity Approach)
Dasar pengguanaan pendekatan ini adalah perusahaan harus ditempatkan di
daerah pemasaran. Pertimbangannya adalah efisiensi pengangkutan hasil
produksi dari pabrik ke daerah pemasaran.

Beberapa faktor lain yang harus harus dipertimbangkan dalam memilih


lokasi usaha yang strategis antara lain:
1) Faktor primer
Faktor primer yang patut dipertimbangkan dalam nenetukan lokasi usaha antara
lain:
a. Kedekatan dengan konsumen potensial dimana tempat produk akan dijual
b. Kedekatan dengan bahan baku utama

c. Ketersediaan tenaga kerja, baik dari sisi kuantitas maupun kualifikasi yang
dibutuhkan
d. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai yang dapat
memperlancar pengadaan bahan baku dan memasarkan hasil produksi.
e. Ketersediaan sarana listrik, sumber air, dan telekomunikasi untuk
memperlancar kegiatan produksi agar tidak terganggu
2) Faktor sekunder
Beberapa faktor sekunder yang harus dipertimbangkan dalam menentukan
lokasi usaha antara lain:
a.

Kondisi iklim di
lokasi usaha misalnya untuk jenis usaha dibidang agrobisnis harus dapat
memilih iklim yang sejuk dan kondisi tanah yang subur.

b.

Strategi kebijakan
pemerintah daerah setempat yang dapat mendukung atau menghambat usaha
yang akan dijalankan serta kebijakan arah pembangunan yang akan
dijalankan.

c.

Kemungkinan
perluasan pengembangan perusahaan dan rencana masa depan perusahaan.

d.

Biaya

untuk

investasi dan eksplorasi, misalnya pengadaan tanah dan pembangunan


gedung.
Penilaian lokasi yang tepat akan memberikan berbagai keuntungan bagi
perusahaan, baik dari segi finansial maupun non finansial. Keuntungan yang
diperoleh dengan mendapatkan lokasi yang tepat antara lain adalah :

1.

Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat lebih


memuaskan.

2.

Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang


diinginkan baik jumlah maupun kualifikasi.

3.

Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan


penolong dalam jumlah yang diinginkan

4.

Lokasi usaha memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi


dimasa yang akan datang.

5.

Meminimalkan terjadinya konflik terutama dengan


masyarakat dan pemerintah setempat

2.4.3

Penentuan Skala Produksi


Skala produksi adalah kuantitas unit produksi yang seharusnya dihasilkan
pada satu periode tertentu dalam rangka mencapai laba yang optimal. Penentuan
skala produksi berkaitan dengan berapa jumlah produk yang dihasilkan dalam
waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan peralatan yang
dimiliki serta biaya yang paling efisien. Skala produksi dapat dilihat dari segi
ekonomis, yaitu berapa jumlah produk yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan
biaya yang paling efisien dan berapa banyak jumlah produk yang dihasilkan atas
dasar kemampuan mesin dan peralatan yang dimiliki.
Pada perusahaan yang memproduksi barang atau memberikan jasa
konstruksi beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan skala
operasi, yaitu:
a.

Kemungkinan perkembangan pangsa pasar yang


dapat diraih.

b.

Kapasitas mesin serta peralatan yang dimiliki.

c.

Kualitas-kualitas SDM dalam proses produksi.

d.

Kemampuan keuangan perusahaan.

e.

Kemungkinan

adanya

perubahan

teknologi

produksi dimasa yang akan datang.


f.

Peraturan pemerintah dan ketentuan teknis


lainnya juga berperan dalam perencanaan skala operasi.

Penentuan jumlah produksi optimal


a.

Pendekatan marginal cost


dan revenue

b.

Pendekatan break even


point

c.

Metode

liniear

programming
2.4.4

Penentuan Tata Letak (Lay Out)


Tata letak (lay-out) adalah suatu proses dalam menentukan bentuk dan
penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi atau operasi. Layout dirancang berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia dan lokasi
sehingga efisiensi operasi dapat tercapai. Tujuan penentuan lay-out adalah
optimalisasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi sehingga nilai yang diciptakan
oleh sistem produksi menjadi optimal. Keuntungan yang diperoleh dengan adanya
penentuan lay-out:
a. Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas dan pemeliharaan
b. Efisiensi pemakaian ruangan
c. Pengurangan biaya investasi dan produksi
d. Kelancaran aliran material

e. Efisiensi biaya pengangkutan material dan barang jadi


f. Kebutuhan persediaan yang rendah
g. Adanya kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang lebih baik
Macam-macam Lay-Out Pabrik (Subagyo, 2000)
1. Lay-Out Garis
Lay-out garis juga disebut sebagai lay-out produk. Artinya pengaturan letak
mesin-mesin atau fasilitas produksi dalam suatu pabrik yang berdasarkan atas
urut-urutan proses produksi dalam membuat suatu barang.
2. Lay-out Fungsional
Lay-out fungsional ini sering disebut dengan lay-out proses, yaitu pengaturan
letak fasilitas produksi di dalam pabrik berdasarkan atas fungsi bekerjanya
setiap mesin atau fasilitas produksi yang ada. Mesin atau fasilitas yang
mempunyai kegunaan yang sama dikelompokkan dan diletakkan pada ruangan
atau tempat yang sama. Lay-out ini biasanya digunakan untuk membuat barang
yang bermacam-macam. Contoh dari lay-out fungsional ini adalah pabrik yang
mengerjakan berbagai macam barang-barang dari besi.
3. Lay-out Kelompok
Lay-out kelompok adalah suatu pengaturan letak fasilitas suatu pabrik
berdasarkan atas kelompok barang yang dikerjakan. Biasanya pabrik yang
menggunakan lay-out kelompok memiliki produk yang bermacam-macam,
tetapi garis besar urutan prosesnya dapat dibagi dalam beberapa kelompok yang
sama. Untuk setiap kelompok produk dibuatkan lay-out tersendiri. Semua
produk dalam setiap kelompok memiliki garis produksi yang sama, meskipun
cara pengerjaan setiap barang secara rinci berbeda-beda.
4. Lay-out dengan Posisi Tetap

Lay-out dengan posisi tetap adalah pengaturan fasilitas produksi dalam membuat
barang dengan letak barang yang tetap atau tidak pindah-pindah. Contoh lay-out
tetap adalah lay-out pembuatan jembatan, lay-out pembangunan gedung, lay-out
pembuatan jalan, dan lay-out penghijauan.
Untuk memperoleh lay-out yang baik maka perusahaan perlu menentukan hal-hal
sebagai berikut:
1. Kantor produksi
a. Sifat produk yang dibuat
Sifat produk yang dibuat dapat menentukan lay-out yang akan dibuat.
Misalnya jika produk yang dibuat padat akan berbeda dengan produk yang
bersifat cair atau gas.
b. Jenis proses produksi yang digunakan
Lay-out garis biasanya digunakan pada pabrik yang memiliki proses
produksi berkelanjutan atau memiliki line flow.
c. Jenis barang serta volume produksi barang yang dihasilkan
Apabila perusahaan menghasilkan bermacam-macam barang produk yang
jumlah setiap jenis hanya sedikit, biasanya menggunakan lay-out fungsional.
Akan tetapi jika produknya selalu sama serta setiap jenisnya banyak,
sebaiknya menggunakan lay-out garis.
d. Nilai investasi
Penentuan lay-out disesuaikan dengan modal yang tersedia, karena untuk
membuat lay-out diperlukan investasi yang cukup besar.
e. Aliran barang
Mesin-mesin sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga aliran barang
yang dikerjakan tidak saling mengganggu.

f. Efektivitas penggunaan ruangan


Penempatan mesin-mesin sebaiknya sedemikian rupa sehingga ruangan
dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menghindari pemborosan ruangan.
g. Lingkungan dan keselamatan kerja
Lay-out harus mempertimbangkan keselamatan kerja dan lingkungan kerja,
jangan sampai keselamatan mesin dapat membahayakan karyawan.
h. Letak kamar kecil
Letak kamar kecil jangan terlalu jauh dari ruang kerja, sehingga tidak
banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan ke kamar kecil.
2. Bagian Kantor
a. Nilai investasi
Penentuan lay-out harus disesuaikan dengan modal yang tersedia, karena
untuk membuat lay-out memerlukan investasi yang cukup besar.
b. Komunikasi
Peletakan

fasilitas-fasilitas

kantor

hendaknya

memudahkan

untuk

melakukan komunikasi.
c. Fleksibilitas
Fleksibilitas lay-out kantor terkadang diperlukan untuk kemudahan
penggunaan dan menghindari kejenuhan.
d. Struktur organisasi
Struktur organisasi juga menentukan lay-out kantor karena dalam organisasi
yang berbeda terdapat perbedaan jumlah macam dan jumlah bagian.

2.5 Aspek Keuangan


2.5.1

Pengertian Aspek Keuangan

Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai


sumber dana yang ada. Sumber dana terdiri dari modal sendiri atau modal pinjaman
(modal asing). Penggunaan masing-masing modal tergantung dengan tujuan
penggunaan modal, jangka waktu serta jumlah yang diinginkan perusahaan.
Masalah yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan
modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat
pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasi keuntungan yang diperoleh
dari masa-masa mendatang. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam
pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan estimasi
pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan.
Dengan dibuatnya aliran khas perusahaan, kemudian dinilai kelayakan
investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi. Tujuannya adalah untuk
menilai apakah investasi ini layak atau tidak dijalankan dilihat dari aspek keuangan.
Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan kriteria investasi
dapat dilakukan melalui pendekatan payback Periode (PP), Average Rate of Return
(ARR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability
Index (PI)..
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keuangan merupakan
aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha
menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari
aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan,
sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti
kelayakannya.
2.5.2

Sumber-Sumber Dana

Untuk mendanai suatu kegiatan investasi, maka biasanya diperlukan dana


yang relatif cukup besar. Sumber dana perusahaan terdiri dari modal sendiri, modal
pinjaman, atau keduanya. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal
pinjaman atau modal gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang
dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha. Pertimbangannya tidak lain adalah untung
ruginya jika menggunakan salah saatu modal atau dengan modal gabungan. Berikut
penjelasan sumber-sumber dana:
1. Modal Asing (Modal Pinjaman)
Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak
luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman. Menggunakan
pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan terkena beban biaya, yaitu biaya
administrasi, provisi, dan komisi, serta bunga yang besarnya relatif. Sumber
dana modal asing dapat diperoleh dari:
a. Pinjaman dari bank.
b. Pinjaman dari lembaga keuangan nonbank seperti perusahaan modal
ventura, asuransi, leasing, dana pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.
c. Pinjaman dari perusahaan lain.
2. Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara
mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka. Tertutup artinya hanya
dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya, sedangkan terbuka dengan
menjual saham kepada masyarakat luas. Keuntungan menggunakan modal
sendiri untuk membiayai sesuatu usaha adalah tidak adanya beban bunga seperti
modal pinjaman. Perusahaan hanya berkewajiban membayar deviden. Perolehan
dana dari modal sendiri biasanya berasal dari :

a. Setoran dari pemegang saham


b. Dari cadangan laba
c. Dari laba yang belum dibagi.
2.5.3

Biaya Kebutuhan Investasi


Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki
jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Jangka waktu investasi
biasanya lebih dari satu tahun, terutama digunakan untuk pembelian aktiva tetap.
Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan
dengan jenis usaha yang dijalankan. Secara umum komponen biaya kebutuhan
investasi adalah sebagai berikut :
1. Biaya prainvestasi terdiri dari
2. Biaya pembelian aktiva tetap
3. Biaya operasional
Jenis-jenis Laporan Keuangan, Laporan keuangan yang disajikan haru sesuai
dengan pedoman yang telah ditetapkan. Artinya laporan keuangan dibuat sesuai
dengan standart yang telah ditentukan

2.5.4

Laporan Keuangan
1. Laporan Laba/Rugi
Lapoan Laba/Rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil
usaha dalam suatu periode tertentu
2. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas merupakan lapkran yang menggambarkan
pergerakan ekuitas perusahaan yang dipengaruhi oleh laba atau rugi perusahaan
dan pengambilan prive.
3. Neraca

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan paa


tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi aktiva (harta) dan
pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.
4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang
berkaitan dengan kegiatan prusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau
tidak langsung terhadap kas.
2.5.5

Metode Penilaian Investasi


1. Metode Payback Period (PP) atau Periode Pengembalian
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karena itu
satuan hasilnya bukan persentase, tetapi satuan waktu (bulan, tahun dsb).
Apabila periode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan maka
proyek ini dikatakan menguntungkan, sedangkan jika periodenya lebih lama
maka proyek dapat di tolak.
Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya berbeda
Periode pengambilan

n+

1b
x 1 tahun
cb

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi
mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Usulan proyek investasi:
a. Periode pengembalian lebih cepat : layak
b. Periode pengembalian lebih lama : tidak layak

c. Jika usulan proyek investasi lebih dari satu maka periode pengembalian
yang lebih cepat yang dipilih
2. Metode Net Present Value (NPV)
Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present
value) dari keseluruhan proceeds yang diharapkan atas discount rate tertentu.
Kemudian jumlah present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi
dengan present value dari jumlah investasinya (initial investment). Selisih
antara Present Value dari keseluruhan dengan Present Value dari pengeluaran
modal (Capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang ( Net Present Value).
Perhitungan NPV
NPV= PV Proceeds PV Outlays
NPV = (arus kas x faktor diskonto ) Investasi awal
Keputusan
a. NPV positif - diterima
Jika PV arus kas lebih tinggi dari PV investasi awal
b. NPV negatif - ditolak
Jika PV arus kas lebih kecil dari PV investasi awal
3. Internal Rate of Return (IRR) atau Tingkat Pengembalian Internal
IRR ialah menentukan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai
sekarang dari arus kas bersih yang diharapkan akan diterima sama dengan
jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal.

4. Profitability Index (PI)

Model ini adalah menghitung nilai tunai arus kas masuk bersih dibagi nilai tunai
investasi. Jika nilainya lebih besar dari 1, maka proyek investasi tersebut
dianggap layak, dan sebaliknya.
Rumus:
PI=

PV
OI

PI=

CF
(1+i )
OI

PV = present value
Io

= Investasi awal

Jika PI lebih besar (>) dari 1 maka Investasi diterima


Jika PI lebih kecil (<) dari 1 maka Investasi tidak diterima

BAB III

METODE PENELITIAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

3.1 Unit Analisis


Unit analisis dalam observasi penulis menggunakan unit usaha jasa konstruksi.
Sebagai sumber observasi, penulis memilih CV. CITRA AGUNG sebagai tempat
observasi. Pemilihan CV. CITRA sebagai tempat observasi adalah karena penulis
mengenal baik pemilik dari catering, selain itu CV. CITRA AGUNG memenuhi kriteria
syarat untuk dijadikan sebagai tempat observasi studi kelayakan bisnis.
Unit yang dianalisis dalam studi kelayakan bisnis ini meliputi 4 aspek yang
diteliti, yaitu:
1. Aspek Pemasaran, yaitu menganalisis tentang pemasaran pada CV. CITRA AGUNG
seperti segmen pasar, keadaan pasar serta permintaan pasar.
2. Aspek Sumber Daya Manusia, yaitu menganalisis tentang SDM pada Gapura Jaya
Katering seperti struktur organisasi, pembagian kerja, kompensasi, dan pemberdayaan
pekerja.
3. Aspek Operasional, yaitu menganalisis tentang operasional/ produksi pada Gapura
Jaya Katering seperti proses produksi, biaya produksi, layout produksi, dan BEP.
4. Aspek Keuangan, yaitu menganalisis tentang kondisi keuangan pada Gapura Jaya
Katering seperti proyeksi laporan keuangan, PP, NPV, IRR, dan PI.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di workshop CV. CITRA AGUNG yang terletak di Jl.
Kedung Baruk no. 55 Surabaya, Jawa Timur.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Kegiatan pengumpulan data merupakan salah satu dari serangkaian penelitian


yang penting karena dari kegiatan inilah akan diperoleh data-data yang berguna untuk
disajikan sebagai hasil dari penelitian, yang kemudian dianalisa lebih lanjut. Dalam
pengumpulan data ini digunakan teknik sebagai berikut :
1. Studi Kepustakaan
Perumusan yang dipakai dengan membaca literatur-literatur untuk mendapatkan dasar
teori yang ada hubungan dengan masalah yang diteliti.
2. Studi Lapangan
Studi lapangan langsung dilakukan pada objek yang dituju. Sedangkan pelaksanaan
pengumpulan data dengan cara :
a)

Observasi
Observasi merupakan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

b) Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pengumpulan data terkait hal yang berhubungan dengan
kegiatan perusahaan berupa catatan, profil perusahaan, buku, laporan keuangan, dan
lain-lain yang berhubungan dengan aspek pemasaran, operasional, sumber daya
manusia, dan keuangan.
c)

Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan
langsung kepada orang yang berwenang di CV. CITRA AGUNG termasuk
pimpinan dan karyawan bagian pemasaran, bagian administrasi, bagian produksi
dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai aspek
pemasaran, sumber daya manusia, aspek operasional, dan aspek keuangan yang
berhubungan kegiatan perusahaan CV. CITR AGUNG.

3.4 Teknik Analisis


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan
situasi di lapangan atau lokasi penelitian dengan obyek tertentu dan menguraikan,
menggolongkan, membuat suatu kesimpulan secara menyeluruh. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan metode survey, karena data yang diperoleh berdasarkan data yang
ada di perusahaan dan sesuai dengan kondisi yang terjadi.
1.

Jenis dan Sumber Data


a) Data primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul
data (Sugiyono, 2006:253). Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data
primernya adalah pemilik dan karyawan CV. CITRA AGUNG dimana narasumber
dianggap menguasai bidang permasalahan dan tugas-tugasnya.
b) Data sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada
pengumpul data. (Sugiyono, 2006:253). Adapun yang menjadi data sekunder
dalam penelitian ini adalah dokumen, arsip, laporan yang ada pada CV. CITRA
AGUNG serta data-data dan berbagai tulisan yang relevan dengan fokus
penelitian, baik melalui media cetak (seperti brosur, katalog yang disebarkan
berupa data profil perusahaan secara umum dan jenis produk yang ditawarkan),
maupun melalui media elektronik, yaitu melalui website CV. CITRA AGUNG.

2.

Teknik analisis
Teknik analisis yang digunakan bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis
dan prospek dari CV. CITRA AGUNG melalui 4 aspek antara lain:
1. Aspek pemasaran
2. Aspek operasional

3. Aspek sumber daya manusia


4. Aspek keuangan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil Perusahaan


Nama Perusahaan

: CV. Citra Agung

Nama Pimpinan

: Bapak Abdul Majid

Alamat Perusahaan

: Jl. Kedung Baruk 55 Surabaya

Alamat E-mail

: citraagungit@gmail.com

Telepon HP

: 081257777438

Kegiatan Usaha

: Melayani jasa konstruksi interior berdasarkan pesanan


pelanggan

Jenis Produk

: Jasa Konstruksi yang terdiri atas pembuatan ralling tangga


dan pintu besi

Sumber: Google maps


Gambar 4.1 Denah Lokasi CV Citra Agung
Sumber: Google maps

Gambar 4.2 Lokasi CV Citra Agung

Visi dan Misi Perusahaan


Visi : Partner Bisnis Pilihan Terbaik Customer
Misi:
1. Memberikan Kepuasan Kepada Stakeholder dengan Pelayanan Terbaik dan
Memuaskan.
2. Menyediakan Produk Jasa Serta Solusi yang Berkualitas dan Menjalin Kerja Sama
yang Saling Untung Menguntungkan antara Kedua Belah Pihak.
Jenis Pelayanan
CV. Citra Agung menyediakan jasa konstruksi interior yang disesuaikan oleh permintaan
konsumen.
Pelanggan

Beberapa pelanggan yang sudah mempercayakan jasa konstruksinya kepada CV. Citra
Agung diantaranya adalah:
1. PT. Waskita Karya
2. PT. Nindya Karya
3. PT. Adhi Karya
Jenis Produk
CV. Citra Agung menyediakan jasa konstruksi interior seperti:
1. Ralling tangga
2. Pintu besi
CV. Citra Agung berlokasi di jalan Kedung Baruk Nomer 55 Surabaya, Jawa
Timur.CV. Citra Agung didirikan pada tahun 2005 merupakan perusahaan yang dirintis
oleh Bapak Abdul Majid. Diawal berdirinya CV. Citra Agung melayani pembuatan kaca.
Namun seiring berjalannya waktu CV. Citra Agung mengalami peningkatan usaha yang
cukup signifikan. Dengan semakin banyaknya pelanggan CV. Citra Agung memiliki
peluang usaha yang semakin besar sehingga sekarang melayani pembuatan ralling tangga
dan pintu besi.
Dalam menghasilkan produknya, CV. Citra Agung menggunakan sistem pesanan
dari pelanggan sehingga tidak memiliki persediaan ataupun membuat produk apabila
tidak ada pesanan dari pelanggan. Dalam memperoleh tenaga kerja CV. Citra Agung
menggunakan sistem tenaga kerja tidak tetap sehingga kemungkinan tenaga kerja yang
digunakan berbeda setiap proyek.
Hingga saat ini perusahaan cukup sukses dalam menjalankan usahanya terlihat
dari jumlah pesanan yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selain berasal
dari wilayah Surabaya, pelanggan dari CV. Citra Agung juga berasal dari daerah Bali.

Dengan peningkatan jumlah pesanan dan penambahan wilayah pemasaran menunjukkan


perkembangan yang sukses dari CV. Citra Agung dalam menjalankan usahanya.

4.2 Aspek Pemasaran


4.2.1

Produk yang dipasarkan


Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk
memenuhi keinginan dan kebutuhan pasar. Dalam hal ini produk yang ditawarkan
oleh CV. Citra Agung adalah jasa konstruksi.
Adapun produk yang dihasilkan juga memiliki perbedaan harga, itu semua
tergantung dari keinginan konsumen. Berikut beberapa contoh produk

yang

ditawarkan oleh CV. Citra Agung.


Gambar 4.3
Ralling Tangga dan Pintu Besi
Sumber: CV. Citra Agung
1) Positioning
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan
bauran pemasaran agar mendapatkan kesan tertentu dimata konsumen. Sehingga
dengan demikian konsumen memahami dan menghargai apa yang dilakukan
perusahaan dalam kaitanya dengan para pesaingnya.
CV. Citra Agung memposisikan dirinya sebagai jasa pelayanan
konstruksi yang mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan. Harga yang

ditawarkan juga cukup kompetitif dan sesuai dengan pelayanan yang diberikan.
Hal ini dapat terjadi karena CV.Citra Agung memilih bahan dengan harga murah
kan tetapi kualitasnya tidak kalah dengan yang lain sehingga meskipun bahan
bakunya bukan kualitas super tetapi output yang dihasilkan memiliki kualitas
bagus.
Selain itu, positioning yang ada dalam benak konsumen mengenai CV.
Citra Agung adalah usia perusahaan yang cukup lama dan dirintis mulai sejak
ukuran perusahaan, karyawan, produk yang masih sedikit dan kecil.
2) Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematika
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) den peluang (Opportunities), namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman
(Threats). Adapun kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman dari CV. Citra
Agung adalah sebagai berikut:
a) Analisis Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses)
Kekuatan (Strengths)
1. Pesaing yang sudah dikenal
CV. Citra Agung merupakan perusahaan yang telah lama bergelut
di bidang jasa konstruksi. Banyak bangunan yang ada di Surabaya dan
beberapa daerahnya yang pembangunannya terdapat campur tangan dari
CV. Citra Agung. Maka tak heran bahwa nama CV. Citra Agung sudah
tak asing lagi di telinga dunia konstruksi bangunan.
2. Penawaran harga yang kompetitif

Penawaran harga yang ditawarkan oleh CV. Citra Agung relatif


lebih murah jika dibanding dengan kompetitornya. Harga yang
kompetitif dapat diperoleh karena dalam pembelian bahan untuk
pengerjaannya perusahaan mendapat harga yang bersahabat dari
langganannya. Selain itu perusahaan juga memiliki sebagian besar alat
yang dipergunakan untuk pembangunan. Harga ini dirasa cukup pantas
dengan apa yang diberikan.
3. Pelayanan yang baik terhadap konsumen
Kenyamanan konsumen menjadi hal penting bagi CV.Citra
Agung. Dalam beberapa hal, CV. Citra Agung lebih sering menjemput
bola kepada konsumennya. Misal dalam pertanda tanganan kontrak kerja
CV. Citra Agung akan datang ke konsumen atau langsung ke lokasi
proyek. Dengan begitu banyak konsumen yang menganggap pelayanan
yang diberikan CV. Citra Agung sangat baik terlebih sifat ramah yang
ditunjukkan pegawainya menjadi nilai tambah perusahaan.
4. Produk yang dihasilkan sesuai pesanan konsumen
Konsumen merasa puas jika produk yang dihasilkan sesuai
dengan permintaannya. CV. Citra Agung sangat memerhatikan hingga
teliti dan berusaha sebaik mungkin dalam hal mengerjakan proyek
sehingga produk yang dihasilkan dapat memuaskan para konsumennya.
5. Pemasaran yang efektif dan efisien
CV. Citra Agung sangat pintar dalam hal memasarkan produknya.
Promosi yang digunakan antara lain melalui media brosur, banner, wab
dan penawaran via email. Strategi promosi seperti inilah yang membuat
kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien.

Kelemahan (Weaknesses)
1. Sistem manajemen yang belum tertata rapi
Saat ini sistem manajemen CV. Citra Agung belum tertata rapi.
Adanya multi fungsi pegawai terkadang mengakibatkan pegawai merasa
kerepotan atas beberapa tanggung jawab yang dipegangnya. Hal ini
dikarenakan saat awal berdirinya CV. Citra Agung menggunakan asas
kekeluargaan dalam pengangkatan pegawainya.
2. Kesulitan mencari pegawai khusus untuk pemasaran
Perusahaan memiliki pegawai yang telah bekerja selama
bertahun-tahun. Rata-rata-rata pegawainya sudah berusia tak muda lagi.
Terkadang pegawai tersebut bersifat multi fungsi, artinya satu pegawai
dapat memegang lebih dari satu tanggung jawab. Walaupun pemasaran
perusahaan menjadi salah satu kekuatan, perusahaan tetap memerlukan
suntuikan baru dari pegawai muda untuk memasarkan produk melalui IT.
Perusahaan tak mengelak bahwa saat ini sangat membutuhkan pegawai
untuk mengisi posisi tersubut.
b) Analisis Peluang (Oppurtunities) dan Ancaman (Threat)
Peluang (Oppurtunities)
1. Globalisasi
Globalisasi ekonomi sangat membuka kesempatan sebesarbesarnya bagi CV. Citra Agung. Dengan begitu CV. Citra Agung dapat
lebih mengepakkan sayapnya dalam usaha konstruksi ini.
2. Kecendurangan masyarakat yang praktis

Sifat konsumen yang kebanyakan lebih memilih sesuatu yang


praktis daripada harus membuat atau memikirkan sesuatu sendiri
menjadi peluang yang besar untuk CV. Citra Agung.
3. Segmentasi pasar yang tepat
Segmentasi pasar CV. Citra Agung dapat dikatakan tepat.
Pernyataan tersebut dikarenakan daerah yang dijadikan segmen pasar
merupakan

daerah

perkotaan

yang

memiliki

tingkat

aktivitas

penduduknya padat.
Ancaman (Threat)
1. Persaingan usaha
Dari hasil survey, terdapat beberapa jasa konstruksi yang sejenis
dengan CV. Citra Agung yang menjual produk yang sama, sehingga
menjadi ancaman bagi CV. Citra Agung karena persaingan usaha yang
semakin banyak dengan cakupan yang luas.
2. Perilaku konsumen
CV. Citra Agung seringkali sudah mempertimbangkan kesesuaian
harga konsumen dengan kualitas barang yang akan dibuatnya. Akan
tetapi tak jarang ada saja konsumen yang masih menginginkan harga
yang lebih murah lagi tanpa memikirkan kualitasnya. Di satu sisi CV.
Citra Agung khawatir akan citra yang selama ini melekat, yaitu dengan
harga murah dan kualitas bagus.
Penyesuaian faktor-faktor penentu sukses eksternal dan internal ini
merupakan salah satu kunci efektif untuk menghasilkan strategi alternatif dan
resultan strategi yang dapat dikelompokkan menjadi empat strategi yaitu:
a) Strategi SO (SO = Strength Opportunity)

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu


dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan
peluang sebesar-besarnya.
b) Strategi WO (WO = Weakness Opportunity)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada
dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
c) Strategi ST (ST = Strength Threat)
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki
perusahaan untuk mengatasi ancaman.
d) Strategi WT (WT = Weakness Threat)
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan
berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang telah
dilakukan sebelumnya, matriks TOWS dari CV. Citra Agung dapat digambarkan
seperti:
Strength (S)

Weaknesses (W)

a) Pesaing

yang

sudah dikenal
yang kompetitif
baik

yang

terhadap

konsumen
d) Produk

yang

dihasilkan sesuai
dengan

pesanan

konsumen
e) Pemasaran

Manajemen

yang belum tertata rapi

b) Penawaran harga
c) Pelayanan

a) Sisitem

yang

efektif dan efisien

b) Kesulitan

mencari

pegawai khusus untuk


pemasaran

Opportunities (O)
a) Globalisasi
b) Kecenderungan
masyarakat

yang Strategi SO

Strategi WO

praktis
c) Segmentasi pasar
yang tepat
Threat (T)
a) Persaingan usaha
b) Perilaku

Strategi ST

Strategi WT

konsumen
Gambar 4.4 Matriks TOWS CV. Citra Agung
Sumber : diolah
Berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang telah
dilakukan sebelumnya, strategi matriks TOWS dari CV. Citra Agung dapat
digambarkan seperti dibawah ini:
Strength (S)

Weaknesses (W)

a) Pesaing

yang

a)

Sisitem

sudah dikenal

yang

b) Penawaran harga

rapi

yang kompetitif
c) Pelayanan
baik

yang

terhadap

b)

Manajemen

belum

Kesulitan

tertata
mencari

pegawai khusus untuk


pemasaran

konsumen
d) Produk

yang

dihasilkan sesuai
dengan

pesanan

konsumen
e) Pemasaran
Opportunities (O)
a) Globalisasi
b) Kecenderungan

yang

efektif dan efisien


Strategi SO

Strategi WO

a) Menetapkan harga a) Menambah


jual

yang

(Wb, Ob)

jam

kerja

masyarakat

yang

kompetitif

praktis

(Sb,

Ob)

c) Segmentasi

pasar

b) Melakukan

yang tepat

pengembangan
pengetahuan
pegawai (Sc, Oa)
Strategi ST

Threat (T)
a) Persaingan usaha

Strategi WT

a) Melakukan inovasi a) Menambah

b) Perilaku konsumen

produk (Sa, Ta)


b) Melakukan

untuk

karyawan
meningkatkan

penjualan (Wb, Ta)

penyesuaian harga
dan bahan sesuai
permintaan
konsumen

(Sd,

Ob)
Gambar 4.5 Strategi Matriks TOWS CV. Citra Agung
Sumber : diolah
Dari hasil analisis SWOT diatas startegi yang cocok untuk CV. Citra
Agung adalah strategi ST dan strategi WT. CV. Citra Agung harus melakuakn
inovasi kepada produknya agar lebih bervariatif agar tidak kalah bersaing
dengan jasa konstruksi lainnya. Selain itu CV. Citra Agung juga seharusnya
menambah karyawan

untuk lebih meningkatkan penjualan terus-menerus.

Dibandingkan dengan strategi SO dan WO, strategi ST dan WT lebih cocok


untuk CV. Citra Agung sebagai jasa konstruksi yang besar. Dengan strategi ST
dan WT maka CV. Citra Agung tidak memaksakan kemampuan pegawainya
diluar batas. Strategi ST yang terdiri dari melakukan inovasi produk dan
melakukan penyesuaian harga dan bahan sesuai permintaan konsumen serta
srtategi WT yang terdiri dari menambah karyawan akan dapat meningkatkan
penjualan dan dapat bersaing dengan usaha lain.
3) Lokasi dan jaringan usaha

Lokasi dari CV. Citra Agung ini terletak di Jalan Kedung Baruk,
Surabaya yang mana tempat ini merupakan kawasan industry Surabaya.
Surabaya juga merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.
a. Segmentasi dan targeting
1) Wilayah/daerah yang dijangkau
Daerah pemasaran dari CV. Citra Agung sendiri meliputi
beberapa daerah sekitar Surabaya dan juga beberapa daerah di luar
Surabaya.

Perusahaan

menargetkan

untuk

memperluas

wilayah

pemasaran hingga di seluruh Indonesia.


2) Kelompok/ceruk pasar
Sesuai dengan produk yang ditawarkan kepada konsumennya,
maka ceruk pasar CV. Citra Agung adalah instansi-instansi bisnis dan
non-bisnis, baik itu instansi pemerintah maupun instansi swasta di
Indonesia yang menginginkan jasa konstruksi yang sesuai dengan
keinginannya. Kelompok ceruk pasar sasaran CV. Citra Agung adalah
sebagai berikut :
a) Instansi pemerintahan
b) Instansi swasta
3) Jumlah ceruk dalam wilayah
Jumlah ceruk dalam wilayah adalah instansi yang termasuk dari
ceruk pasar sasaranya, yang dalam hal ini untuk masing-masing ceruk
pasar adalah sebagai berikut :
Instansi pemerintah

: Perusahaan BUMN

Instansi swasta

: Perusahaan swasta

4) Jumlah anggota dalam ceruk

Jumlah anggota dalam ceruk adalah sebanyak jumlah took yang


berada pada ceruk pasar sasaran dari CV. Citra Agung.
5) Fokus ceruk pasar
Fokus ceruk pasar dari CV. Citra Agung adalah perusahaanperusahaan dibawah naungan BUMN.
6) Mengukur daya tarik segmen
Tabel 4.2.1
Pengukuran Daya Tarik Segmen
No
1
2
3
4

Daya Tarik Segmen


Ukuran Permintaan
Pertumbuhan Segmen
Intensitas Persaingan
Akses terhadap Segmen
TOTAL
Sumber: diolah
Rating: 1 = STM;

2 = TM;

Total Skor: 1.00-2.56 = TM;

Bobot
0.3
0.2
0.2
0.3
1
3 = CM;

2.57-3.56 = Cukup;

Rating
3
3
4
4

4 = M;

Skor
0.9
0.6
0.8
1.2
3.5
5 = SM

3.57-5.00 = Menarik

a) Ukuran Permintaan
Rating: 4
Bobot: 0,3
Ukuran permintaan diberi rating 3 dan bobot 0,3. Jika dilihat dari data
permintaan CV. Citra Agung, jumlah permintaan cukup menarik karena
jumlah permintaan ini menunjukkan penurunan walaupun di tahun
sebelumnya sempat mengalami kenaikan.
b) Pertumbuhan Segmen
Rating: 3
Bobot: 0,2
Pertumbuhan segmen diberi rating 3 dan bobot 0,2. Jika dilihat dari data
pertumbuhan penduduk, pertumbuhan segmen cukup menarik.

c) Intensitas Persaingan
Rating: 4
Bobot: 0,2
Intensitas persaingan diberi rating 4 dan bobot 0,2. Hal ini disebabkan walau
pun CV. Citra Agung sudah memunyai citra positif, akan tetapi ditahun
terakhir CV. Citra Agung mengalami kekalahan tander dengan nominal yang
besar.
d) Akses terhadap Segmen
Rating: 3
Bobot: 0,3
Akses terhadap segmen diberi rating 3 dan bobot 0,3. CV. Citra Agung
memunyai jangkauan yang cukup luas dalam menjalankan usahanya untuk
sebuah usaha konstrusi yang berusia puluhan tahun.
Total skor yang dimiliki CV. Citra Agung adalah 3,5 yang berarti
segmen pasar CV. Citra Agung yang bergerak di bidang jasa konstruksi
menarik dan juga banyak diminati oleh konsumen.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
1) Faktor-faktor pendukung
a) Jaminan kualitas
CV. Citra Agung selalu menjaga kualitas barang yang
diproduksi. CV. Citra Agung menjaga bahan baku pembuatan dengan
cara mengambil bahan baku dengan kualitas baik. Dengan bagitu
produk yang dihasilkan akan terjamin kualitasnya. Produk tersebut
dapat bertahan lebih lama dan konsumen pun akan merasakan
kepuasan dari pesanan yang telah dibuat.

b) Harga bersaing
Harga adalah factor yang sangat penting bagi sebuah
perusahaan dan produk. CV. Citra Agung dapat membuat harga yang
sama dengan kualitas yang lebih bagus dari para pesaingnya dan
tentunya sesuai dengan permintaan konsumen.
c) Promosi
Dalam kegiatan pemasaran produk yang dilakukan oleh
perusahaan pada umumnya meliputi perluasan dan peningkatan
promosi kepada daerah/pasar, yang bertujuan untuk menambah
wilayah pasar dan berkompetisi mengenai produk yang yang
ditawarkan dengan produk lain dipasaran. Cara yang digunakan oleh
CV. Citra Agung berupa media brosur, banner, wab dan penawaran
via email.
d) Saluran distribusi
Untuk memasarkan atau menyalurkan produknya, CV. Citra
Agung hanya menggunakan saluran distribusi 1 (langsung), dari
produsen ke konsumen.
e) Citra perusahaan
CV. Citra Agung memiliki citra perusahaan yang positif di
mata para konsumen, pesaing, dan kolega-koleganya. CV. Citra
Agung menjadi salah satu perusahaan konstruksi yang cukup senior
dan menjaga hubungan baik selama menjalin hubungan kerja sama.
2) Faktor-faktor penghambat
a) Pesaing

Tidak

bisa

dipungkiri

bahwa

pesaing

adalah

faktor

penghambat yang paling utama. Dengan adanya pesaing bisa


mengambil potensi penerimaan pasar yang ada. CV. Citra agung
harus giat menggecarkan strategi pemasarannya, jika tidak akan
kalah bersaing dengan para pesaingnya.
c. Jumlah pendapatan riil
Berikut jumlah pendapatan CV. Citra Agung untuk 3 tahun terakhir.
Tabel 4.2.3
Rincian Pendapatan CV Citra Agung Tahun 2013-2015

No
.
1
2

No
.
1
2

No
.

CV. CITRA AGUNG


Rincian Pendapatan Th. 2013-2015
Tahun 2013 (dalam Rupiah)
Produk
Unit
Harga Jual
Jumlah
Ralling
212
2,700,000
572,400,000
Tangga
Pintu Besi
173
5,250,000
908,250,000
Total
1,480,650,000

Produk
Ralling
Tangga
Pintu Besi
Total

Produk

Tahun 2014 (dalam Rupiah)


2014
Harga Jual
Jumlah
269

2,790,000

750,510,000

220

5,340,000

1,174,800,000
1,925,310,000

Tahun 2015 (dalam Rupiah)


2015
Harga Jual
Jumlah

Ralling
287
Tangga
2 Pintu Besi
243
Total
Sumber: Diolah Penulis
1

d. Perkiraan jumlah pendapatan

2,910,000

835,170,000

5,550,000

1,348,650,000
2,183,820,000

Jumlah

pendapatan

CV.

Citra

Agung

dapat

diperkirakan

perhitungannya dengan metode least square. Angka perhitungan berpacu


pada data pendapatan CV. Citra Agung untuk 3 tahun terakhir.
Tabel 4.2.4
Data Pendapatan CV. Citra Agung
Tahun

Pendapatan

X2

X.Y

2013

(Y)
1480650000

0
192531000

2014

1925310000

0
206328000

2015

1031640000

0
398859000

Total
4437600000
Sumber: diolah

Rumus yang digunakan yaitu:


Y =a+bX

Dimana:
b=

a=

XY 3.988 .590 .000


=
=
2
797.718.000
5
X
Y 4.437.600 .000
=
=
n
3

1.479.200.000

Keterangan:
n = 3

X = 3

X2 = 5

Setelah mengetahui nilai dari variabel a dan b, kita dapat menghitung


proyeksi penjualan untuk 3 tahun mendatang dengan menggunakan
persamaan garis linier. Data mengenai perhitungan ramalan penjualan untuk
3 tahun mendatang terdapat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.2.5

Perhitungan Proyeksi Pendapatan CV. Citra Agung


Tahun a
2016
1479200000
2017
1479200000
2018
1479200000
Sumber: diolah

B
797718000
797718000
797718000

X
3
4
5

b.X
2393154000
3190872000
3988590000

Y=a+bX
3872354000
4670072000
5467790000

Dari perhitungan proyeksi pendapatan CV. Citra Agung untuk 3


tahun mendatang dapat dilihat bahwa pendapatan tiap tahun akan mengalami
kenaikan.

Hal

ini

merupakan

informasi

yang

menjanjikan

bagi

keberlangsungan usaha CV. Citra Agung.

4.3 Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)


Sumber daya manusia menjadi faktor penting pada suatu organisasi atau
perusahaan, karena untuk melaksanakan ide usaha dan mencapai tujuan perusahaan
dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. Oleh karena itu, manajemen sumber
daya manusia diperlukan disamping manajemen pemasaran, operasional, dan keuangan di
mana manajemen SDM merupakan usaha-usaha/ aktifitas-aktifitas suatu organisasi dalam
mengelola SDM yang dimilikinya dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Manajemen SDM dimulai dari proses perekrutan tenaga kerja, penempatan,
pengelolahan, pemeliharaan, hingga pemutusan hubungan kerja. Rencana usaha yang
akan diimplementasikan melalui pembangunan proyek bisnis secara rutin memerlukan
kelayakan aspek SDM. Sehingga keberadaan SDM dalam suatu perusahaan perlu
dianalisis dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan apakah SDM yang diperlukan layak
untuk membangun dan mengembangkan bisnis tersebut.
4.3.1 Jenis pekerjaan yang diperlukan dan deskripsi pekerjaan
yang diperlukan
Berhubungan dengan wewenang, tugas serta tanggung
jawab dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia, pemilik CV.

CITRA AGUNG melakukan job description yaitu dengan pembagian


tugas, wewenang, serta tanggung jawab yang berbeda-beda pada
para pekerja. Tanggung jawab serta tugas yang diberikan sesuai
dengan keahlian pada masing-masing pekerja. Hal ini dilakukan
dengan tujuan untuk membentuk suatu kerjasama yang baik antar
karyawan

dalam

perusahaan,

sehingga

dapat

menciptakan

lingkungan yang nyaman untuk bekerja.


Untuk memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab
antara

bagian yang satu

dengan

bagian

yang lain,

maka

dibentuklah struktur organisasi di CV. CITRA AGUNG. Dimana


struktur organisasi di CV. CITRA AGUNG memiliki ciri-ciri sebagai
berikut :
1 Organisasinya masih kecil dan sederhana
2 Jumlah karyawannya sedikit dan saling mengenal satu sama
lain
4.3.1.1 Jenis pekerjaan dan deskripsi pekerjaan yang diperlukan
a

Direktur
Direktur bertugas sebagai berikut:

Bertanggung jawab atas kelancaran dan pelaksanaan kegiatan


perusahaan

Mengkoordinir serta membimbing kegiatan perusahaan sehari-hari

Mempertanggungjawabkan

semua

kewajiban

yang

menyangkut rugi laba perusahaan, produksi, keuangan


dan pemasaran.
b Manajer Umum

Manajer

umum

diangkat

oleh

Direktur

untuk

memimpin langsung proyek induk dan tetap stand by di


site office. Manajer umum juga berfungsi sebagai wakil
dari pihak pemilik untuk memimpin dan mengawasi
pelaksanaan proyek.
Manajer umum bertugas sebagai berikut:

Membantu perencanaan serta seleksi karyawan sesuai dengan


kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan

Membuat peringatan, teguran dan penghargaan kepada karyawan


yang berprestasi maupun tidak

Mengadakan hubungan kooordinasi dengan manajer lain

Mengawasi kelancaran pekerjaan karyawan

Manajer Teknik
Manajer teknik bertugas sebagai berikut:

Melakukan perancangan pengembangan kawasan

Membuat perancangan design bangunan sesuai konsep yang


diinginkan oleh client

d Manajer Operasional Lapangan


Manajer operasional lapangan bertugas sebagai berikut:

Mempelajari gambar dan spesifikasi proyek

Melakukan persiapan lapangan, termasuk pengukuran

Membuat

laporan

realisasi

quantity

pekerjaan

yang

dilaksanakan

Memberikan perintah kepada pembantu pelaksana/mandor

telah

Manajer Administrasi Lapangan


Manajer administrasi lapangan bertugas sebagai berikut:

Bertanggungjawab terhadap urusan administrasi proyek

Dapat membuat opname borongan

Membuat rekapitulasi kebutuhan material di proyek

Staf Manajer Teknik


Staf manajer teknik bertugas sebagai berikut:

Membantu pengawasan terkait dengan perkembangan proyek.

Memastikan bahwa proyek yang dijalankan sesuai dengan konsep


awal yang diterapkan oleh manajer teknik.

Kepala Pelaksana Operasional Lapangan


Kepala pelaksana operasional lapangan bertugas sebagai berikut:

Melakukan persiapan lapangan, termasuk pengukuran.

Membuat

laporan

realisasi

kuantitas

pekerjaan

yang

telah

dilaksanakan.

Memberikan perintah kepada mandor proyek.

h Staf Administrasi Lapangan


Staf administrasi lapangan bertugas sebagai berikut:

Memperbarui informasi administasi terkait dengan ketersediaan


material selam proyek berlangsung.

Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan mandor-mandor


proyek apabila terdapat proyek baru.

Pegawai Tidak Tetap

Perusahaan menggunakan pegawai tidak tetap untuk menjalakan


proyek yang diterimanya, terdiri atas mandor dan pekerja proyek.
Umumnya pegawai tidak tetap ini berasal dari sekitar tempat usaha dan
proyek.

Tabel 4.3.1
Jumlah Karyawan CV Citra Agung Tahun 2013-2015
Tahun (dalam satuan orang)
2012
2013
2014
1
Direktur
1
1
1
2
Manajer Umum
1
1
1
3
Manajer Teknik
1
1
1
4
Manajer Operasional Lapangan 1
1
1
5
Manajer Administrasi Lapangan 1
1
1
6
Kepala Pelaksana
1
1
1
7
Staf Manajer Teknik
1
1
1
8
Staf Administrasi Lapangan
1
1
1
Jumlah pegawai tetap
8
8
8
1
Pegawai tidak tetap (per proyek) 20
20
20
Jumlah pegawai tidak tetap
20
20
20
Sumber: diolah
No

Jenis Pekerjaan

4.3.2 Persyaratan pekerjaan yang diperlukan


4.3.2.1 Pendidikan Formal
Untuk karyawan lama, pendidikan tidak begitu diperhatikan karena
pada masa awal terbentuknya perusahaan ini yang diutamakan adalah
kemampuan atas pekerjaan tersebut dan perekrutan karyawan merupakan
orang-orang terdekat yang dinilai berkompeten dalam bidangnya.
Untuk karyawan baru, pada jajaran Manajer pendidikan minimal
adalah Diploma III (D-III). Hal ini dirasa perlu bagi perusahaan karena
bertambahnya kemajuan zaman yang mengharuskan perusahaan memiliki
tenaga ahli yang lebih professional agar dapat mempertahankan atau bahkan
memperkuat diri dalam persaingan pasar. Pada karyawan tidak tetap, tidak

ada minimal pendidikan formal karena dirasa pada pekerjaannya yang lebih
dibutuhkan adalah tenaga dan kemauan bekerja dengan jujur dan giat.
4.3.2.2 Pengalaman Kerja
Pengalaman

kerja

sangat

diperlukan

perusahaan

mengingat

perusahaan ini sering mengerjakan proyek yang bersifat besar. Akan tetapi
tidak menutup kemungkinan perusahaan juga menerima karyawan yang
belum memunyai pengalaman kerja berdasarkan berbagai pertimbangan
yang sudah dipertimbangkan manajer.
4.3.2.3 Persyaratan Fisik
Karyawan harus sehat jasmani dan rohani. Bisnis ini memerlukan
karyawan dengan kesehatan fisik yang memadai mengingat keterampilan
pikiran dan tenaga merupakan kunci sukses dari berbagai bagian pekerjaan
perusahaan.
4.3.2.4 Demografi Karyawan
Karyawan tetap perusahaan ini mayoritas berdomisili Surabaya,
dikarenakan letak perusahaan berada di Surabaya. Akan tetapi untuk
karyawan tidak tetap umumnya merupakan orang berdomisili sekitar proyek,
mengingat proyek yang diambil perusahaan ini tidak hanya dalam kota
melainkan luar kota bahkan luar pulau.
4.3.3 Struktur Organisasi dan penyusunan mekanisme koordinasi
dan sinergi antar anggota organisasi.

Gambar 4.6
Struktur Organisasi CV Cutra Agung
4.3.4

Cakupan rincian semua pekerjaan dan pendistribusian beban kerja


Dalam suatu organisasi diperlukan adanya kerjasama dan koordinasi dari
bagian-bagian yang terlibat di dalamnya. Begitu pula wewenang dan tugas dari
masing-masing bagian dalam melaksanakan tanggung jawabnya guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Hubungan kerja sama antara satu karyawan dengan karyawan yang lain
dibina pada saat berjalannya proses operasional perusahaan. Dimana hubungan
kerja sama ini merupakan perwujudan atas hak dan kewajiban karyawan sebagai
rekan kerja untuk mencapai keberhasilan usaha. Untuk menjaga agar hubungan
kerja antar karyawan agar terjalin harmonis dilakukan dengan cara pendekatan dan
komunikasi antar karyawan. Dengan adanya komunikasi yang baik maka hubungan
kerja sama yang terjalin secara tidak langsung akan memperlancar proses

operasional. Dengan lancarnya proses operasional ini maka akan mampu menekan
biaya operasional serta menghemat waktu untuk pengawasan. Hubungan kerja sama
yang terjalin di CV. CITRA AGUNG cukup baik. Komunikasi yang baik terjalin
pada saat aktifitas kerja didalam maupun di luar unit kerja.
Dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan, semua karyawan
bekerja sesuai dengan tugas, namun karena beberapa manajer CV. CITRA AGUNG
tidak selalu berada di kantor, sesekali tugas dari manajer tersebut di ambil alih oleh
manajer umum atas persetujuan bersama. Hal ini dapat membantu meringankan
beban kerja manajer yang bersangkutan dan untuk efektifitas proses operasional
perusahaan. Karena CV. CITRA AGUNG bergerak dalam bidang jasa kontrusi,
maka para karyawan tidak bekerja secara individual melainkan tim work. Direktur
CV. CITRA AGUNG yang sekaligus menjadi owner dari usaha tersebut juga tak
jarang terjun langsung untuk mengawasi berjalannya proses operasional perusahaan
dan melakukan pendekatan langsung dengan para karyawannya. Hal ini tentunya
dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan yang sangat erat diantara mereka sehingga
tidak ada istilah atasan dan bawahan, hanya saja jabatan dan peran-peran mereka
berbeda antara satu dengan yang lainnya.
4.3.5 Rekruitmen Sumber Daya Manusia
Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya
Manusia yang profesional terletak pada proses rekruitmen. Untuk
itulah rekruitmen tenaga kerja dibutuhkan guna menyaring para
tenaga

kerja

yang

ingin

melamar.

Dalam

organisasi

atau

perusahaan, rekruitmen ini menjadi salah satu proses penting


dalam menentukan baik tidaknya tenaga kerja yang akan melamar
di perusahaan tersebut.

4.3.5.1 Kebutuhan SDM


CV. CITRA AGUNG membutuhkan 8 orang untuk
untuk melaksanakan semua kegiatan usaha yang ada di
dalam perusahaan tersebut. Tenaga kerja yang berjumlah 8
orang tersebut terdiri dari pemilik CV. CITRA AGUNG yang
sekaligus menjabat sebagai Direktur, manajer yang berjumlah
empat orang, satu kepala pelaksana dan dua orang staff. Saat ini perusahaan
membutuhkan

SDM

baru

untuk

bidang

pemasaran.

Perusahaan

membutuhkan karyawan yang jujur, pekerja keras, tekun, masih lajang


(belum menikah), dan yang paling utama berdomisili di Surabaya.
Perusahaan membutuhkan karyawan di bidang pemasaran dengan alasan
belum adanya karyawan untuk bidang tersebut yang berhubungan dengan
rencana baru perusahaan untuk penambahan proyek konstruksi berskala
kecil di sela-sela proyek konstruksi berskala besar dijalankan perusahaan.
Rencana tersebut mensyaratkan perusahaan untuk mencari karyawan yang
berdomisili di Surabaya karena perusahaan berencana mencari proyek
berskala kecil di daerah Surabaya.
Syarat lain yang diajukan perusahaan adalah calon pelamar masih
berstatus lajang atau belum menikah. Syarat tersebut diajukan karena
perusahaan berpandangan bahwa karyawan yang masih lajang akan lebih
fokus dengan pekerjaan dan tidak akan terganggu dengan urusan rumah
tangga, dengan pandangan tersebut perusahaan yakin bahwa karyawan yang
masih lajang akan lebih maksimal dalam pekerjaannya mencari klien untuk
perusahaan.

Syarat lainnya adalah calon pelamar harus jujur, pekerja keras, dan
tekun. Perusahaan selama ini merekrut karyawan bukan hanya melihat dari
pendidikan yang telah ditempuh pelamar, namun yang lebih penting bagi
perusahaan adalah karakter dari pelamar tersebut. Perusahaan juga lebih
mementingkan calon karyawan yang sudah memiliki pengalaman dalam
bidang yang akan dikerjakan daripada pendidikan formal yang dimiliki
pelamar. Dari kebiasaan rekruitmen tersebut perusahaan percaya bahwa
karakter dan etos kerja karyawan lebih penting dibandingkan dengan
pendidikan formal yang telah ditempuh, sehingga persyaratan seperti jujur,
pekerja keras, dan tekun diberikan oleh perusahaan kepada calon pelamar.
4.3.5.2 Ketersediaan pasar tenaga kerja
Seperti yang telah dijelaskan dalam pada poin sebelumnya,
perusahaan mencari karyawan yang berdomisili di Surabaya. Perusahaan
menganggap bahwa karyawan yang berdomisili di Surabaya akan lebih
mengerti tentang seluk beluk kota Surabaya sehingga dengan demikian akan
lebih mudah mencari proyek yang diinginkan perusahaan. Selain alasan
tersebut perusahaan juga ingin meningkatkan kemungkinan menemukan
proyek di daerah Surabaya karena perusahaan berencana proyek yang akan
ditangani di sela-sela proyek besar hanya proyek yang tergolong berskala
kecil, sehingga akan lebih efisien jika proyek tersebut berada di Surabaya.
4.3.5.3 Proses rekruitmen SDM
Pengambilan dan perekrutan karyawan oleh perusahaan dengan cara
membuka lamaran bagi tenaga kerja yang berminat. Perusahaan memberikan
pengumuman ketika membutuhkan karyawan baru untuk bekerja, melalui
karyawan yang telah bekerja atau pembicaraan dari mulut ke mulut. Tenaga

kerja atau pelamar yang melamar hanya cukup datang

ke perusahaan

membawa surat lamaran, CV, dan melakukan wawancara dengan pemilik


perusahaan. Perusahaan tidak menerima pelamar yang hanya mengirimkan
surat lamaran dan tidak datang langsung ke perusahaan karena hal tersebut
menunjukkan

bahwa

pelamar

kurang

memiliki

keseriusan

untuk

perusahaan

akan

mendapatkan pekerjaan di perusahaan.


Setelah

proses

wawancara,

pemilik

mempertimbangkan apakah pelamar memiliki karakter sesuai dengan


persyaratan yang telah diajukan perusahaan atau tidak. Dari pertimbangan
tersebut, pemilik akan memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak
dalam pekerjaan yang ada di perusahaan.
4.3.6 Pola pemberdayaan Sumber Daya Manusia
4.3.6.1 Program Pendidikan dan Pelatihan
Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas SDM yang terdapat pada
CV Citra Agung, maka CV Citra Agung berupaya untuk meningkatkan
keahlian karyawan-karyawannya melalui beberapa pelatihan. Namun
pelatihan yang diberikan oleh pihak CV Citra Agung hanya ditujukan
kepada karyawan tetap. Contoh pelatihan yang pernah diberikan oleh CV
Citra Agung adalah pelatihan terkait prosedur dan tata cara perpajakan.
Selain dari karyawan pihak pemilik CV Citra Agung juga memperluas
wawasan dan jaringan terkait dengan usahanya yaitu jasa kontraktor dengan
cara rutin mengikuti kegiatan seminar-seminar seperti seminar motivasi,
kewirausahaan, bisnis, dan ekonomi.
4.3.6.2 Program Promosi Jabatan

Dalam mendirikan CV Citra Agung pemilik memiliki motivasi untuk


mampu meningkatkan kinerja perusahaan tanpa memiliki banyak perikatan
dengan banyak karyawan. Dengan prinsip tersebut CV Citra Agung hanya
memiliki beberapa karyawan tetap dan setiap karyawan tetap merupakan
bagian penting dari struktur organisasi perusahaan. Masing-masing
karyawan tetap memiliki keahlian sesuai dengan fungsi dan tugas dari
jabatan mereka dan setiap karyawan tetap dianggap mampu untuk
menjalankan tugas dengan baik. Sehingga perusahaan tidak menerapkan
kebijakan terkait dengan promosi jabatan.
4.3.6.3 Integrasi
Integrasi adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan
kebijakan perusahaan dan kode etik profesi. Sedangkan pengintegrasian
adalah kegiatan untuk menyatukan keinginan karyawan dan kepentingan
perusahaan sehingga dapat tercipta kerja sama yang nantinya akan
berdampak pada kinerja perusahaan yang meningkat.
Pada CV Citra Agung, pemilik berusaha untuk menciptakan integrasi
yang baik antara karyawan dan pemilik perusahaan. Sehingga nantinya dapat
tercipta keselarasan tujuan antara perusahaan atau pemilik perusahaan dan
karyawan. Salah satu bentuk kegiatan pengintegrasian yang dilakukan
perusahaan adalah dengan selalu menjalin komunikasi yang baik antara
pihak atasan dan bawahan melalui media sosial WhatsApp. Dengan
bantuan media sosial tersebut perusahaan akan mampu memantau kegiatan
dan perkembangan proyek tanpa harus menunggu waktu lama. Dan pihak
bawahan juga dapat langsung mengkomunikasikan kepada pihak atasan
apabila terdapat masalah atau kesulitan dalam proses penyelesaian proyek.

4.3.6.4 Pemeliharaan Karyawan


Dalam rangka membina hubungan yang baik dan mempererat
hubungan antara karyawan dan pihak pimpinan, pimilik CV Citra Agung
bersama Manajer Umum yaitu Bapak Abdul Majid dan Ibu Lusi Azizah
memberikan beberapa insentif kepada karyawan. Dengan pemberian insentif
ini diharapkan akan meningkatkan semangat kerja karyawan mulai dari
karyawan tingkat bawah sampai tingkat atas sehingga tujuan perusahaan
dapat terwujud. Berikut merupakan beberapa bentuk insentif yang telah
diberikan CV Citra Agung kepada karyawan :
a

Bonus Penyelesaian Proyek


Bonus penyelesaian proyek merupakan bonus yang diberikan perusahaan
ketika sebuah proyek selesai dikerjakan. Bonus ini diberikan kepada
seluruh karyawan baik karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap
yang terlibat dalam proyek yang telah diselesaikan.

Bonus Tunjangan Hari Raya


Bonus tunjangan hari raya merupakan bonus yang diberikan perusahaan
setiap hari raya sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan. Bonus ini
diberikan menjelang hari raya dan hanya diberikan kepada karyawan
tetap.
Tabel 4.3.2
Bonus pada CV Citra Agung Tahun 2013-2015
dan
Proyeksi Bonus pada CV Citra Agung Tahun 2016-2018

No

Bonus

Tunjangan
Hari Raya
Penyelesaia
n Proyek

2013

Tahun (dalam ribuan rupiah)


2014
2015
2016
2017

2018

3.500

4.900

5.950

7.350

8.400

9.800

35.100

43.200

48.600

56.700

62.100

70.200

Total bonus
Sumber: diolah

38.600

48.100

54.550

64.050

70.500

80.000

Keterangan :
Tunjangan hari raya :

2013 : Rp. 500.000 7 = Rp. 3.500.000


2014 : Rp. 700.000 7 = Rp. 4.900.000
2015 : Rp. 850.000 7 = Rp. 5.950.000
2016 : Rp. 1.050.000 7 = Rp. 7.350.000
2017 : Rp. 1.200.000 7 = Rp. 8.400.000
2018 : Rp. 1.400.000 7 = Rp. 9.800.000

Penyelesaian proyek :

2013 : Rp. 100.000 27 13 = Rp. 35.100.000


2014 : Rp. 100.000 27 16 = Rp. 43.200.000
2015 : Rp. 100.000 27 18 = Rp. 48.600.000
2016 : Rp. 100.000 27 21 = Rp. 56.700.000
2017 : Rp. 100.000 27 23 = Rp. 62.100.000
2018 : Rp. 100.000 27 26 = Rp. 70.200.000

4.3.6.5 Gaji
Gaji pegawai tiga tahun terakhir
Tabel 4.3.3
Gaji Karyawan CV Citra Agung Tahun 2013-2015
No
.
1
2
3
4
5
6
7
8

Jenis Pekerjaan
Direktur
Manajer Umum
Manajer Teknik
Manajer Operasional Lapangan
Manajer Administrasi Lapangan
Staf
Kepala Pelaksana
Pegawai tidak tetap
Total

Jumlah Tahun (dalam Rupiah)


2013
2014
orang
1
1
48,000,000 48,000,000
1
38,400,000 38,400,000
1
38,400,000 38,400,000
1
38,400,000 38,400,000
2
64,800,000 64,800,000
1
32,400,000 32,400,000
468,000,00
20
672,000,000
0
728,400,00 932,400,000

2015
48,000,000
38,400,000
38,400,000
38,400,000
64,800,000
32,400,000
336,000,000
596,400,000

0
Sumber: diolah
Keterangan :
Manajer Umum : 2013, 2014, 2015 : Rp. 4.000.000 x 12 bulan = Rp. 48.000.000
Manajer Teknik : 2013, 2014, 2015 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan = Rp. 38.400.000
Manajer Operasional Lapangan : 2013, 2014, 2015 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan =
Rp. 38.400.000
Manajer Administrasi Lapangan : 2013, 2014, 2015 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan =
Rp. 38.400.000
Staf : 2013, 2014, 2015 : Rp. 2.700.000 x 12 bulan x 2 orang = Rp. 64.800.000
Kepala Pelaksana : 2013, 2014, 2015 : Rp. 2.700.000 x 12 bulan = Rp. 32.400.000
Pegawai tidak tetap : 2013 : Rp. 1.800.000 x 20 orang x 13 proyek = Rp. 468.000.000
2014 : Rp. 2.100.000 x 20 orang x 16 proyek = Rp. 672.000.000
2015 : Rp. 2.400.000 x 20 orang x 7 proyek = Rp. 336.000.000
Proyeksi total gaji untuk tiga tahun ke depan
Tabel 4.3.4
Proyeksi Gaji Karyawan CV Citra Agung Tahun 2016-2018
No
.
1
2
3
4
5

Jenis Pekerjaan
Direktur
Manajer Umum
Manajer Teknik
Manajer Operasional
Lapangan
Manajer Administrasi

Jumla
h
orang
1
1
1

48,000,000
38,400,000

48,000,000
38,400,000

48,000,000
38,400,000

38,400,000

38,400,000

38,400,000

38,400,000

38,400,000

38,400,000

Tahun (dalam Rupiah)


2016

2017

2018

Lapangan
6 Staf
7 Kepala Pelaksana
8 Pegawai tidak tetap
Total
Sumber: diolah

2
1
20

64,800,000
64,800,000
64,800,000
32,400,000
32,400,000
32,400,000
1,092,000,000 1,334,000,000 1,664,000,000
1,352,400,000 1,594,400,000 1,924,400,000

Keterangan :
Manajer Umum : 2016, 2017, 2018 : Rp. 4.000.000 x 12 bulan = Rp. 48.000.000
Manajer Teknik : 2016, 2017, 2018 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan = Rp. 38.400.000
Manajer Operasional Lapangan : 2016, 2017, 2018 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan =
Rp. 38.400.000
Manajer Administrasi Lapangan : 2016, 2017, 2018 : Rp. 3.200.000 x 12 bulan =
Rp. 38.400.000
Staf : 2016, 2017, 2018 : Rp. 2.700.000 x 12 bulan x 2 orang = Rp. 64.800.000
Kepala Pelaksana : 2016, 2017, 2018 : Rp. 2.700.000 x 12 bulan = Rp. 32.400.000
Pegawai tidak tetap : 2016 : Rp. 2.600.000 x 20 orang x 21 proyek = Rp. 1.092.000.000
2017 : Rp. 2.900.000 x 20 orang x 23 proyek = Rp. 1.334.000.000
2018

p. 3.200.000 x 20 orang x 26 proyek =


Rp. 1.664.000.000

4.3.6.6 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)


Selama menjalankan usahanya mulai dari awal berdiri sampai saat
ini, CV Citra Agung tidak pernah melakukan PHK terhadap karyawannya
hal ini karena :

CV Citra Agung hanya menempatkan orang-orang pilihan dan terpercaya


untuk mengisi posisi penting dalam perusahaan.

CV Citra Agung hanya memiliki beberapa karyawan tetap yang juga


merupakan bagian penting dalam organisasi.

Dalam menjalankan proyeknya CV Citra Agung lebih memilih


menggunakan karyawan kontrak, sehingga apabila proses pembangunan
suatu proyek selesai maka perusahaan akan memutuskan kontraknya.
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa CV Citra Agung akan

mampu melakukan PHK terhadap karyawannya. Hal ini dapat terjadi


apabila:
a

Karyawan perusahaan baik karyawan tetap atau kontrak terbukti telah


melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum.

Secara sengaja merusak properti perusahaan dan membahayakan teman


sekerja.

Karyawan tetap atau kontrak secara sengaja membocorkan rahasia


perusahaan kepada pihak lain kecuali untuk kepentingan negara.

4.3 Aspek Operasional


a. Sistem dan Prosedur Operasi
1) Proses dan Desain Produksi
Proses dan desain produksi merupakan perencanaan operasional usaha. Dalam bagian
ini akan dijelaskan mengenai jenis proses produksi, sifat produksi, serta hasil dan
keunggulan produk.
a) Jenis Proses Produksi

Proses produksi CV. CITRA AGUNG termasuk jenis proses produksi


berdasarkan pesanan. Alur proses produksi dimulai dari pengolahan bahan baku
sampai dengan pengiriman kepada customer.
b) Sifat Produksi
CV. CITRA AGUNG melakukan kegiatan produksi berdasarkan pesanan (order)
dari customer yang membutuhkan jasa mereka untuk mengerjakan proyek
pembangunan bagian-bagian yang terdapat pada gedung, rumah, dan sebagainya.
Persiapan awal yang dilakukan CV. CITRA AGUNG ialah melakukan kontrak atau
perjanjian dengan client terkait dengan jumlah pesanan yang dibutuhkan, waktu
penyelesaian proyek, kesepakatan harga, peraturan dan kebijakan yang harus
disepakati oleh kedua belah pihak.

c) Hasil dan Keunggulan Produk


Produk yang dihasilkan oleh CV. CITRA AGUNG berupa ralling tangga besi,
dan pintu besi dengan berbagai model dan type.
Keunggulan produk dari CV. CITRA AGUNG terletak pada kualitas dari produk
yang diproduksi, harga yang lebih murah serta pelayanan yang memuaskan sesuai
dengan kebutuhan konsumen. Hal ini terbukti dengan tidak adanya komplain dari
customer maupun konsumen yang memesan di CV. CITRA AGUNG dan banyak
konsumen yang kembali memesan di CV. CITRA AGUNG.

2) Penjadwalan Produksi

Penjadwalan produksi dimaksudkan untuk merinci jumlah maupun jenis barang


yang akan diproduksi, bagaimana, kapan dan dimana barang-barang tersebut diproduksi
dalam setiap harinya.
a. Waktu
Jam normal untuk penjadwalan produksi dilakukan pada hari Senin Sabtu pukul
08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Namun jika pesanan banyak, memungkinkan
adanya jam kerja taambahan. Bahkan jika diperlukan hari Minggu pun tetap akan
dilakukan pengerjaan produk. Jam kerja produksi berlaku untuk para mandor dan
tenaga proyek.

b. Bagan Proses Produksi

Gambar 4.7 Proses Produksi


Secara umum, berikut ini adalah urutan proses produksi yang dilakukan CV.
CITRA AGUNG :
1. Desain
Desain menjadi tahap awal dalam proses produksi. Proses mendesain
dilakukan untuk merancang bentuk yang diinginkan pemesan maupun pembuat
desain dalam hal ini Manajer Teknik. Proses ini dilakukan guna mempermudah
pengerjaan dan keakuratan bentuk sesuai yang diinginkan. Dalam proses desain,
dibutuhkan ketrampilan dalam mengkresiakan produk yang akan dibuat. Akan
tetapi dalam proses desain, customer berhak untuk menentukan atau membuat
desainnya sendiri untuk produk yang dipesan.
2. Pembelian Bahan Baku
Setelah desain dirancang atau sudah diperoleh dari customer, langkah
selanjutnya adalah memilih material bahan baku yang akan digunakan sesuai
dengan keperlun produk dan membelinya kepada pemasok. Pemilihan material
bahan baku dilakukan oleh onwer usaha sendiri guna untuk menjaga kualitas
bahan baku yang akan berimbas pada kualitas produk dan pembelian dilakukan

oleh bagian pembelian. Tidak menutup kemungkinan pemesan meminta bahan


baku yang diinginkan sesuai dengan permintaan.
3. Pemotongan
Setelah bahan baku diperoleh, lalu proses selanjutnya adalah pemotongan atau
cutting. Pada proses ini bahan baku di potong sesuai ukuran yang telah di desain.
Dalam proses ini ke akuratan dalam memotong sangat diperlukan untuk
menghasilkan produk yang baik dan sesuai dengan desain yang telah dibuat.
Untuk menghindari hal tersebut diperlukan kehati-hatian dalam pelaksanaan
cutting dan pengukuran yang tepat.
4. Perakitan
Setelah semua bahan baku telah dipotong sesuai dengan ukuran, langkah
selanjutnya adalah perakitan. Proses ini dilakukan dengan berpedomankan pada
desain yang telah dibuat di awal. Proses ini dapat dikatakan proses yang paling
menentukan dalam produksi barang berbahan baku aluminium dan besi. Karena
dalam proses ini sangat dibutuhkan ketrampilan kreatifitas dalam merakit agar
menghasilkan rangka yang kuat, awet dan tahan lama.
5. Pengecatan
Setelah perakitan selesai dilakukan, selanjutkan akan di lakukan proses
pengecatan pada produk yang membutuhkan cat untuk memperindahnya. Warna
cat yang akan digunakan bervariasi sesuai dengan warna yang dipilih atau
dipesan oleh customer.
6. Finishing
Dalam proses finishing, dilakukan pengecekan produk secara menyeruluh dari
pencocokan desain dengan produk jadi, kekuatan rangka dan kelengkapan bahan

pendukung. Proses ini dilakukan untuk mengecek kembali guna menjaga kualitas
produk dan pelayanan yang baik dan akan berdampak pada kepuasan pelanggan.
7. Packing dan Pengiriman
Ini adalah proses terakhir dalam alur proses produksi. Pada proses ini, sebelum
barang dikirim, pihak CV. CITRA AGUNG akan menghubungi terlebih dahulu
pemesan untuk memastikan bahwa pemesan berada di tempat pengiriman. Setelah
itu, barulah pekerja bagian pengiriman membuat nota kwitansi dan surat jalan.
Setelah itu barang di packing sedemikian rupa, untuk menghindari terjadinya
barang rusak atau cacat selama pengiriman. Proses ini adalah salah satu bentuk
pelayanan CV. CITRA AGUNG kepada customer. Untuk pengiriman tidak
dikenakan biaya ongkos kirim.
3) Prosedur penanganan produk cacat atau produk rusak
Pada saat produk yang dibuat oleh CV. CITRA AGUNG mengalami cacat,
maka perusahaan memiliki kebijakan yang diberikan ke pelanggannya yakni
melakukan perbaikan atas produk tersebut. Jika terjadi produk cacat, maka perusahaan
akan melakukan perbaikan atas produk tersebut, dan ini tentu membutuhkan waktu
tambah untuk pengerjaan produk tersebut. Akan tetapi, selama CV. CITRA AGUNG
beroperasi, hal tersebut tidak pernah terjadi karena perusahaan selalu menjaga kualitas
produknya agar tetap menjadi pilihan terbaik bagi pelanggannya.
4) Kapasitas Produksi
Dalam menentukan kapasitas produksi usaha, dilihat berdasarkan penyusunan
atas biaya-biaya yang dikeluarkan, baik itu biaya variabel maupun biaya tetap.
Kemudian menganalisis kapasitas penggunaan mesin dalam satu kali produksi,
sehingga dapat diketahui berapa banyak unit yang dihasilkan dengan penggunaan

mesin setiap kali produksi. Setelah itu, dapat dihitung besarnya skala produksi
ekonomis dari penjualan, biaya-biaya, dan laba yang diperoleh serta harga pokok per
unit.
Berikut ini disajikan analisis tahapan sebelum menentukan skala produksi
ekonomis:
1) Penentuan Kemampuan Produksi
Merupakan penentuan seberapa banyak produk dibuat atau diproduksi,
sehingga peramalan terhadap permintaan masa mendatang merupakan hal yang
penting dalam hal menetapkan kapasitas produksi. Dalam CV. CITRA AGUNG
kapasitas produksi tidak bisa di tentukan, karena produksi hanya dilakukan sesuai
dengan pesanan yang diterima. Berikut adalah kapasitas produksi selama tahun
2013-2015:
Tabel Kapasitas Produksi
Kapasitas Produksi
Produk
2013
2014
Ralling Tangga
212
269
Pintu Besi
173
220
Total
385
489

2015
287
243
530

Sumbe r: Diolah Penulis


Kapasitas produksi tersebut berasal dari jumlah pesanan dalam proyek CV.
Citra Agung selama tahun 2013-2015. Berikut ini merupakan jumlah proyek
selama CV. Citra Agung selama tahun 2013-2015:
Tabel Jumlah Proyek Tahun 2013-2015
Tahun
2013
2014

Jumlah
Proyek
13
16

2015

18

Sumber: Diolah Penulis

Proyeksi Kapasitas Produksi untuk tahun 2016-2018 adalah sebagai berikut:


Tabel Proyeksi Kapasitas Produksi Tahun 2016-2018
Kapasitas Produksi
Produk
2013
2014
Ralling Tangga
369
406
Pintu Besi
282
352
Total
651
758
Sumber: Diolah Penulis

2015
444
387
831

Sedangkan untuk proyeksi jumlah proyek selama tahun 2016-2018 adalah


sebagai berikut:
Tabel Proyeksi Jumlah Proyek Tahun 2016-208
Proyeksi Jumlah Proyek Th. 2016-2018
Tahun
2016
2017
2018

Hasil Proyeksi
20,66666667
23,16666667
25,66666667

Pembulatan
21
23
26

Sumber: Diolah Penulis

2) Penentuan Harga Pokok Produksi


Tabel Harga Pokok Produksi Tahun 2013-2015

No
.
1
2
3

Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
BTKL
BOP
Total Biaya Produksi
(HPP)

CV. CITRA AGUNG


Harga Pokok Produksi
Tahun (dalam Rupiah)
2013
2014
394.304.650
516.189.450
468.000.000
672.000.000
147.476.250
150.026.250
1.009.780.900

1.338.215.700

2015
594.347.250
864.000.000
152.052.250
1.610.399.500

Sumber: Diolah Penulis

Tabel Proyeksi Harga Pokok Produksi untuk tahun 2016-2018

No
.
1
2
3

Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
BTKL
BOP
Total Biaya Produksi
(HPP)

CV. CITRA AGUNG


Harga Pokok Produksi
Tahun (dalam Rupiah)
2016
2017
2018
621.639.343
661.647.863
701.656.383
1.092.000.000
1.334.000.000
1.664.000.000
154.427.583
156.715.583
2.524.659.967
1.868.066.927

2.152.363.447

2.524.659.976

Sumber: Diolah Penulis

3) Penentuan BOP
Tabel BOP Tahun 2013-2015
CV. CITRA AGUNG
Biaya Overhead
BOP

2013

Tahun (dalam Rupiah)


2014

2015

BTKTL

97.200.000

97.200.000

97.200.000

Biaya Penyusutan Peralatan


Biaya Penyusutan Bangunan
Biaya Listrik dan air
Biaya BBM Kendaraan
Biaya Telp/Pulsa
Biaya Reparasi
Total
Sumber: Diolah Penulis

27.100.250
12.500.000
3.600.000
3.550.000
2.496.000
1.030.000
147.476.250

27.100.250
12.500.000
5.400.000
3.700.000
2.976.000
1.150.000
150.026.250

27.100.250
12.500.000
5.700.000
3.360.000
4.896.000
1.296.000
152.052.250

Tabel Proyeksi Biaya Overhead Pabrik (BOP) Tahun 2016-2018

Proyeksi Biaya Bahan Overhead Pabrik Tahun


2016-2018
Tahun
Hasil Proyeksi
154.427.583
2016
156.715.583
2017
159.003.583
2018
Sumber: Diolah Penulis

4) Perhitungan Skala Produksi yang Ekonomis


Perhitungan skala produksi dalam hal ini dihitung menggunakan analisis BEP
(Break Event Point), bedasarkan perhitungan penjualan dari aspek pemasaran dan
biaya-biaya yang dikeluarkan.
Perhitungan BEP (Break Event Point) digunakan untuk mengetahui keadaan
produksi atau penjualan perusahaan dimana jumlah pendapatan sama besarnya
dengan jumlah pengeluaran sehingga pada posisi ini perusahaan tidak memperoleh
keuntungan maupun kerugian. Perhitungan BEP meliputi biaya tetap (fixed cost),
biaya variabel (variabel cost), dan penjualan / pendapatan.

BEP

FC
VC
1
S

Fixed cost adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume
kegiatan tertentu. Sedangkan variabel cost adalah biaya yang jumlah totalnya
berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
Dari data penjualan aspek pemasaran, perhitungan penyusutan peralatan,
mesin, dan gedung dan perhitungan biaya produksi yang dikeluarkan setiap

tahunnya, maka dapat dihitung BEP untuk tahun 2013, 2014, dan 2015 sebagai
berikut:
Tabel Perhitungan Break Even Poin (BEP)
Keterangan

Variable
Cost

Fixed
Cost

A
B
BEP

BBB
BTKTL
Biaya Listrik dan air
Biaya BBM Kendaraan
Biaya Telp/Pulsa
Biaya Reparasi
Total Variable Cost
(VC)
BTKL
Biaya Penyusutan
Peralatan
Biaya Penyusutan
Bangunan
Total Fix Cost (FC)
Pendapatan (s)
VC/s
1-a
Fc/b

Tahun (dalam Rupiah)


2013
2014
2015
394.304.650
516.189.450
594.347.250
97.200.000
97.200.000
97.200.000
3.600.000
5.400.000
5.700.000
3.550.000
3.700.000
3.360.000
2.496.000
2.976.000
4.896.000
1.030.000
1.150.000
1.296.000
502.180.650

626.615.450

706.799.250

468.000.000

672.000.000

864.000.000

27.100.250

27.100.250

27.100.250

12.500.000

12.500.000

12.500.000

507.600.250

711.600.250

903.600.250

1.480.650.000
0,339162294
0,660837706
768.116.355

1.925.310.000
0,325462107
0,674537893
1.054.944.812

2.183.820.000
0,323652705
0,676347295
1.336.000.390

Sumber: Diolah Penulis


5) Manajemen Persediaan
1. Ketersediaan bahan baku
CV. CITRA AGUNG menyediakan gudang untuk menyimpan bahan baku
produknya. Gudang tersebut terletak dilantai bawah perusahaan. CV. CITRA
AGUNG tidak melakukan penyetokan bahan baku karena produksi dilakukan
berdasarkan pesanan. Sehingga perusahaan akan melakukan pembelian bahan

baku kepada supplier jika terdapat pesanan. Bahan baku yang tersedia di gudang
merupakan bahan baku sisa daripada pembuatan produk sebelumnya.
2. Pemasok utama
Sumber bahan baku CV. CITRA AGUNG diperoleh atau dibeli dari para
supplier yang ada disekitar wilayah perusahaan, yakni sekitar Surabaya. Cara
perolehan bahan baku melalui pemesanan by phone, sesuai dengan yang
dibutuhkan, waktu pengiriman dan harga yang disepakati. Jika pemesanan
dilakukan sebelum pukul 14.00 siang, barang akan dikirim oleh supplier pada
hari itu juga. Namun, apabila pemesanan dilakukan diatas pukul 14.00 siang,
biasanya bahan baku tersebut akan dikirimkan esok harinya. Pembayaran
pembelian bahan baku tersebut dilakukan secara tunai. Beberapa pemasok CV.
CITRA AGUNG diantaranya UD. GUNUNG INDAH dan Toko ATLAS di
Surabaya.
3. Bahan baku utama dan bahan pendukung
Tabel Biaya Bahan Baku Tahun 2013-2015

No.
1
2

CV. CITRA AGUNG


Biaya Bahan Baku dan Bahan Pendukung
Tahun (dalam Rupiah)
Biaya Bahan Baku
2013
2014
2015
Ralling tangga
106.424.000
141.507.450
167.098.575
Pintu Besi
287.880.650
374.682.000
427.248.675
Total
394.304.650
516.189.450
594.347.250

Sumber: Diolah Penulis

Tabel Proyeksi Biaya Bahan Baku dan Bahan Pendukung Tahun 2016-2016

Total Biaya Bahan Baku Tahun 2016-2018


Tahun
2016
2017
2018

Hasil Proyeksi
621.639.343
661.647.863
701.656.383

Sumber: Diolah Penulis

Rincian Kebutuhan Bahan Baku:


Rincian Biaya Bahan Baku per unit (Dalam Rupiah)
Ralling Tangga (diasumsikan pada
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
situasi per 3 meter)
Besi pipa
3 bt
181.200
189.000
204.750
Hollow 4x4
3m
40.700
42.525
47.250
Hollow 2x4
3 bt
181.200
189.000
204.750
Kawat Las
30 bj
15.000
15.750
17.325
Dempul
kg
21.300
23.625
31.500
Tinner
1 lt
12.100
12.600
13.650
Kertas gosok
1m
13.400
14.175
15.750
Cat
kg
37.100
39.375
47.250
Total
502.000
526.050
582.225

Rincian Biaya Bahan Baku per unit (Dalam Rupiah)


Pintu besi (diasumsikan pada situasi
Tahun 2013
Tahun 2014
per 120 x 240 cm)
Plat lembaran
1 lbr
322.350
330.750
Handle
1 set
1.050.000
1.060.500
Engsel
1 set
73.500
79.800
Kawat Las
50 bj
25.000
26.250
Dempul
1kg
28.350
31.500
Tinner
4 lt
48.300
50.400
Kertas gosok
2m
17.850
18.900
Cat
2 kg
98.700
105.000
Total
1.664.050
1.703.100
Sumber: Diolah Penulis

Tahun 2015
341.250
1.076.250
84.000
28.875
36.750
54.600
21.000
115.500
1.758.225

6) Fasilitas dan Sarana Produksi


a) Kebutuhan-kebutuhan pegawai
Kebutuhan-kebutuhan pegawai yang diberikan CV. CITRA AHUNG adalah
fasilitas ruang istirahat, uang makan, sarana ibadah, toilet, dan fasilitas kesehatan.
Semua fasilitas tersebut diberikan agar para pegawai merasa nyaman bekerja pada
CV. CITRA AGUNG.
Untuk kebutuhan operasional produksi, pemilik telah menyediakan peralatan
dan bahan bakunya. Ketika terjadi kekurangan bahan bahan baku, mereka tinggal
menghubungi atau mengatakan secara langsung kepada pemilik. Sedangkan, jika
terjadi kerusakan mesin, pegawai dapat melaporkannya kepada pemilik dan akan
dilakukan perbaikan. Jadi, secara keseluruhan antara pegawai dan pemilik terjadi
komunikasi aktif demi kelancaran kegiatan produksi.
b) Tata ruang dan denah
Bangunan yang dijadikan tempat usaha CV. CITRA AGUNG adalah sebuah
workshop dimana dalam bangunan tersebut memiliki dua lantai. Di lantai pertama
terdapat kantor, tempat untuk parkir kendaraan, toilet, gudang dan tempat untuk
produksi. Sedang di lantai dua lebih di khususkan untuk perakitan produk dan
disediakan pula ruangan untuk istirahat dan sarana untuk beribadah.

Gambar tata ruang lantai 1 CV. CITRA AGUNG

Gambar tata ruang lantai 2 CV. CITRA AGUNG

c) Alat alat yang digunakan


Perlengkapan dan peralatan produksi yang digunakan oleh CV. CITRA
AGUNG dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Peralatan dan mesin produksi
No

Nama peralatan dan

Uni

mesin produksi

Harga
Satuan
(Rp)
800.000
400.000
160.000.0

1
2

Bor Drill besar


Bor Tanggung

5
4

Mesin Droping

4
5

Circle Skill
Grenda

1
4

00
3.299.000
325.000

Bor Rangkai

2.505.000

Grendo Poles 6 MT
Grendo Poles Maktec
Kop Kaca
Diesel
Compressor
Mesin Genset
Mesin potong Aluminium
Mesin Las Listrik

1
1
1
1
3
1
4
5

976.000
432.000
250.000
3.000.000
3.000.000
4.000.000
350.000
1.000.000

7
8
9
10
11
12
13
14

Total

Total
(Rp)
4.000.000
1.600.000
160.000.0
00
3.299.000
1.300.000
22.545.00
0
976.000
432.000
250.000
3.000.000
9.000.000
4.000.000
1.400.000
5.000.000
216.802.
000

Sumber: Diolah Penulis


Tabel Peralatan Kantor
No

Nama Peralatan

Uni
t

Laptop

Meja dan kursi

Harga
Satuan

Total
(Rp)

(Rp)
4.250.00

8.500.00

0
1.200.00

0
1.200.00

kantor
Printer Cannon

set
1

Almari Kabinet

Almari Biasa

0
800.000
1.250.00
0
750.000

0
800.000
1.250.000
750.000

Sumber: Diolah Penulis

Tabel Kendaraan Perusahaan


No

Nama Kendaraan

Uni
t

Mobil

Sepeda motor

Harga
Satuan

Total
(Rp)

(Rp)
95.500.0

95.500.0

00
12.500.0

00
12.500.0

00

00

d) Fasilitas pendukung
Lokasi CV. CITRA AGUNG yang bergerak di bidang jasa konstruksi terletak
di Jl. Kedung Baruk no.55 Surabaya. Tempat tersebut dahulu merupakan tempat
tinggal dari pemiliknya. Namun setelah usahanya berkembang, akhirnya tempat
tersebut dijadikan workshop untuk usahanya. Lokasi tersebut dipilih karena padat
perkampungan dan perumahan, perkantoran dan instansi pemerintahan. Selain itu,
letak lokasi berada di pinggir jalan, sehingga cukup strategis dan mudah di akses
karena dilalui oleh banyak orang dan merupakan jalan yang dilalui untuk keluar
ke jalan raya utama. Berikut ini peta lokasi menuju CV. CITRA AGUNG:

Denah
Lokasi CV. Citra Agung

4.1 Aspek Keuangan


Dalam melakukan analisis aspek keuangan dibutuhkan penilaian tertentu seperti
penilaian sumber dana yang diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi
pendapatan, dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan
jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi, proyeksi neraca dan laporan
laba rugi untuk beberapa periode ke depan, serta kriteria penilaian investasi yang
digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.

4.1.1

Sumber Dana atau Modal


Modal merupakan segala sesuatu baik berupa uang maupun keseluruhan barangbarang yang digunakan untuk mendirikan sebuah usaha. Modal dapat diperoleh dari
pemilik perusahaan sendiri (modal sendiri), pinajaman dari pihak eksternal (modal
pinajaman), atau patungan dari pihak-piahk yang mendirikan perusahaan (modal
patungan). Modal yang digunakan pada CV Citra berasal adalah modal sendiri yaitu
modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan tidak pernah
melakukan pinjaman dari bank atau pihak lain. Modal sendiri tersebut kemudian
digunakan untuk melakukan investasi dan biaya modal kerja perusahaan.

4.1.2

Kebutuhan Biaya Investasi


Biaya investasi adalah biaya yang masa kegunaannya dapat berlangsung untuk
waktu yang relatif lama dan digunakan oleh perusahaan. Biaya investasi awal adalah
biaya yang dikeluarkan perusahaan pada kegiatan awal perusahaan. Biaya yang
dikeluarkan untuk investasi meliputi biaya pra-investasi, biaya pembelian aktiva tetap,
dan biaya operasional.
a. Kebutuhan Dana Pra-Investasi
Tabel 1 Kebutuhan Dana Pra-Investasi
No

Jenis Biaya
.
1.
Biaya Perijinan
2.
Pemasangan Listrik (1.300 VA)
Jumlah
Sumber: Diolah Penulis

Jumlah (Rp)
1.900.000
1.150.000
Rp5.050.000

b. Kebutuhan Dana atas Investasi Aset Tetap


Dana investasi berikut merupakan dana yang dikeluarkan perusahaan pada
awal mendirikan usaha dalam bentuk aset tetap seperti tanah, bangunan, kendaraan,
dan peralatan untuk operasional perusahaan.

Tabel 2 Kebutuhan Dana Investasi Berbentuk Aset Tetap


CV Citra Agung
Kebutuhan Dana atas Aset Tetap
Harga
No
1

Uraian
Jenis Aset Tetap 1
Tanah Kantor

Jumlah Satuan
1

Jumlah Total

157.500.000 157.500.000

Jumlah

Jenis Aset Tetap II


Bangunan
Jumlah

250.000.000

250.000.000
250.000.000

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Jenis Aset Tetap III


Bor Drill Besar
Bor Tanggung
Mesin Droping
Circle Skill
Grenda
Bor Rangkai
Grenda Poles 6 MT
Grenda Poles Maktec
Kop Kaca
Diesel
Compressor
Mesin Gense
Mesin Potong Aluminium
Mesin Las Listrik
Jumlah

5
4
1
1
4
9
1
1
1
1
3
1
4
5

800.000
400.000
160.000.
3.299.00
000
0 325.00
2.505.00
0
0 976.00
0 432.00
0 250.00
3.000.00
0
3.000.00
0
4.000.00
0
0 350.00
1.000.00
0

4.000.000
1.600.000
160.000.000
3.299.000
1.300.000
22.545.000
976.000
432.000
250.000
3.000.000
9.000.000
4.000.000
1.400.000
5.000.000
216.802.000

Jenis Aset Tetap IV


Mobil
Sepeda Motor
Jumlah

1
1

1
2

1
2
3
4
5

Jenis Aset Tetap V


Laptop
2
Meja
dan
kursi 1 set
Printer
1
kantor Cannon
Almari Kabinet
1
Almari Biasa
1
Jumlah

Total Aset Tetap


Sumber: Diolah Penulis
4.1.3

157.500.000

Kebutuhan Dana Operasional

95.500.
12.500.
000
000

95.500.000
12.500.000
108.000.000

4.250.0
1.200.0
00
800.000
00
1.250.0
750.000
00

8.500.000
1.200.000
800.000
1.250.000
750.000
12.500.000
744.802.000

Dana operasional merupakan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk


memenuhi kebutuhan operational perusahaan dalam rangka memenuhi pesanan dari
konsumen. Dana operasional yang dibutuhkan oleh perusahaan diantaranya adalah
dana yang berkaitan dengan pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja
langsung, dan overhead pabrik. Berikut tabel terkait dana operasional CV Citra Agung
pada tahun 2013 sampai 2015.
a. Kebutuhan Dana untuk Modal Kerja
Tabel 3 Kebutuhan Dana Modal Kerja
CV Citra Agung
Kebutuhan Dana Operasional untuk Modal Kerja
Tahun (dalam Rupiah)
No. Biaya Produksi
2013
2014
1
Biaya Bahan Baku
394.304.650
516.189.450
2
BTKL
468.000.000
672.000.000
3
BOP
147.476.250
150.026.250
1.009.780.90
Total Biaya Produksi (HPP)
1.338.215.700
0
Sumber: Diolah Penulis

2015
256.192.650
336.000.000
152.052.250
744.244.900

Dari tabel diatas dapat diketahui jumlah kebutuhan dana untuk bahan baku
langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Informasi terkait dengan
rincian biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik dapat
dilihat pada laporan aspek operasional dan aspek SDM.

b. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan timbul sebagai akibat dari kepemilikan atas aset tetap.
Aset tetap pada CV Citra Agung dimiliki untuk operasional pabrik dan
operasional kantor. Penyusutan atau depresiasi aset tetap adalah pengalokasian
harga perolehan aseta tetap pada periode penggunaan aset tersebut. Biaya
penyusutan pada CV Citra Agung menggunakan metode garis lurus, dengan

nominal yang sama tiap tahunnya. Berikut merupakan rincian penyusutan aset
setap setiap tahunnya:
Tabel Biaya Penyusutan

Nama Barang
Bangunan
Kendaraan :
Mobil
Sepeda Motor
Perlatan dan Mesin Produksi
Perlatan Kantor :
Laptop & Printer
Peraatan Lain

CV Citra Agung
Biaya Penyusutan Aset
Jumlah Nilai Aset
%
1
250.000.000
5%
1
1
36

95.500.000
12.500.000
216.802.000

10%
10%
12,5%

9.550.000
1.250.000
27.100.250,00

3
3

5.050.000
3.200.000

15%
5%

1.262.500
1.600.000,00

Jumlah
Sumber: Diolah Penulis
4.1.4

B. Penyusutan/Tahun
12.500.000

53.262.750,00

Laporan Keuangan
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi digunakan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan yang
ditunjukkan melalui perolehan laba atau rugi dalam perusahaan tersebutu. Berikut
merupakan laporan laba rugi CV Citra Agung mulai tahun 2013 sampai tahun
2015:
Tabel laporan Laba Rugi
CV. CITRA AGUNG
Lapoan Laba Rugi
Untuk Periode yang Berakhir 2013-2015
(dalam rupiah)
Keterangan
2013
2014
2015
Pendapatan
1.480.650.000 1.925.310.000 2.183.820.000
Harga Pokok Penjualan:
a. BBB
394.304.650
516.189.450
594.347.250
b. BTK
468.000.000
672.000.000
864.000.000
c. BOP
147.476.250
150.026.250
152.052.250
HPP
1.009.780.900 1.338.215.700 1.610.399.500

Laba kotor
Beban Usaha:
Beban Sewa Kendaraan
Beban Listrik Kantor
Beban Gaji
Beban Tunjangan
Karyawan
Beban Lain-Lain
Total Beban Usaha
Laba Bersih Sebelum
Pajak
Beban PPh 25 (1%)
Laba Bersih Setelah
Pajak
Sumber: Diolah Penulis

470.869.100

587.094.300

573.420.500

1.800.000
1.200.000
163.200.000

2.560.000
1.700.000
163.200.000

4.770.000
2.400.000
163.200.000

38.600.000
6.468.000
211.268.000

48.100.000
15.732.000
231.292.000

54.550.000
22.840.000
247.760.000

259.601.100
2.596.100

355.802.300
3.558.100

325.660.500
3.256.700

257.005.000

352.244.200

322.403.800

2. Laporan Perubahan Ekuitas


Laporan perubahan ekuitas digunakan untuk menunjukkan pergerakan ekuitas
perusahaan yang disebabkan oleh laba/rugi perusahaan dan pengambilan prive
oleh pemilik perusahaan. Berikut merupakan laporan perubahan ekuitas CV Citra
Agung mulai tahun 2013 sampai tahun 2015:

Tabel Laporan Perubahan Ekuitas


CV. CITRA AGUNG
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode yang Berakhir 2013-2015
Keterangan
2013
2014
2015
Ekuitas Awal
500.813.500
673.818.500
898.732.700
Laba Bersih
257.005.000
352.244.200
322.403.800
(84.000.00
(127.330.00
(143.146.30
Prive
0)
0)
0)
Ekuitas Akhir
673.818.500
898.732.700 1.077.990.200
Sumber: Diolah Penulis
3. Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan merupakan laporan keuangan yangn menggambarkan


posisi keuangan perusahaan yang terdiri dari aset lancar, aset tetap, liabilitas, dan
ekuitas. Dengan laporan posisi keuangan maka akan diketahui bagaimana posisi
aset perusahaan dan liabitas serta ekuitas perusahaan. Berikut merupakan laporan
posisi keuangan CV Citra Agung mulai tahun 2013 sampai tahun 2015:
Tabel Laporan Posisi Keuangan
CV. CITRA AGUNG
Laporan Posisi Keuangan
Untuk Periode yang Berakhir 2013-2015 (dalam rupiah)
Keterangan
2013
2014
2015
ASET
Aset Lancar
Kas Besar
52.500.000
117.500.000
185.500.000
Perlengkapan
5.500.000
10.450.000
20.250.000
Piutang Usaha
82.110.400
205.922.950
342.694.650
Total Aset Lancar
140.110.400
333.872.950
548.444.650
Aset Tetap
Tanah
177.500.000
177.500.000
177.500.000
Bangunan
250.000.000
237.500.000
225.000.000
Akm. Penyusutan Bangunan
(12.500.000)
(12.500.000)
(12.500.000)
Kendaraan
108.000.000
97.200.000
86.400.000
Akm. Penyusutan Kendaraan
(10.800.000)
(10.800.000)
(10.800.000)
Peralatan dan Mesin Produksi
216.802.000
189.701.750
162.601.500
Akm. Peny. Peralatan &
(27.100.250)
(27.100.250)
(27.100.250)
Mesin
Peralatan Kantor
3.200.000
3.040.000
2.880.000
Akm. Peny. Peralatan Kantor
(160.000)
(160.000)
(160.000)
Komputer & Printer
9.300.000
7.905.000
6.510.000
Akm. Peny. Komputer &
(1.395.000)
(1.395.000)
(1.395.000)
Printer
Total Aset Tetap
712.846.750
660.891.500
608.936.250
Total Aset
852.957.150
994.764.450
1.157.380.900
LIABILITAS & EKUITAS
Hutang Usaha
Ekuitas Akhir
Total Liabilitas & Ekuitas
Sumber: Diolah Penulis

179.138.650
673.818.500
852.957.150

96.031.750
898.732.700
994.764.450

79.390.700
1.077.990.200
1.157.380.900

4. Laporan Arus Kas


Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan pergerakan kas dalam
perusahaan. Dalam laporan arus kas terdapat tiga aktivitas utama yaitu aktivitas
operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Aktivitas operasional
menunjukkan kas masuk dan kas keluar yang berhubungan dengan kegiatan
operasional perusahaan seperti pembelian bahan baku. Pada aktivitas investasi
menunjukkan pergerakan kas masuk dan keluar perusahaan yang berkaitan dengan
kegiatan investasi yang dilakukan perusahaan seperti pembelian peralatan.
Sedangkan pada aktivitas pendanaan menunjukkan pergerakan kas masuk dan
keluar perusahaan yang berkaitan dengan perolehan modal untuk pengembangan
usaha dan pengambilan prive oleh pemilik perusahaan. Berikut merupakan
laporan arus kas CV Citra Agung mulai tahun 2013 sampai tahun 2015:
Tabel Laporan Arus Kas
CV. CITRA AGUNG
Laporan Arus Kas
Untuk Periode yang Berakhir 2013-2015 (dalam rupiah)
2013
2014
Aktivitas Operasinal
Arus Kas Masuk:
Penjualan
1.382.750.000
1.742.986.950
Penerimaan Piutang
55.750.750
82.110.400
Total Arus Kas Masuk
1.438.500.750
1.825.097.350
Arus Kas Keluar
Pembayaran Utang Usaha
117.950.000
179.138.650
Pembelian BBB
357.000.000
333.429.400
Pembayaran BTKL
468.000.000
672.000.000
Pembayaran BOP
147.476.250
120.026.250
Pembayaran Beban Gaji
163.200.000
163.200.000
Pembayaran Sewa Kendaraan
1.800.000
2.560.000
Pembayaran Listrik Kantor
1.200.000
1.700.000
Pembayaran Tunjangan Karyawan
38.600.000
48.100.000
Pembayaran Beban Lain-lain
6.468.000
15.732.000
Pembelian Perlengkapan
3.200.000
4.900.000
Pembayaran PPH Badan
14.806.500
3.558.100

2015

1.935.907.050
205.922.950
2.141.830.000
96.031.750
313.971.650
864.000.000
128.441.900
163.200.000
4.770.000
2.400.000
54.550.000
22.840.000
2.700.000
3.256.700

Total Arus Kas Keluar


Total Kas dari Aktivitas
Operasional

1.319.700.750

1.544.344.400

1.656.162.000

118.800.000

280.752.950

485.668.000

Aktivitas Investasi

Aktivitas Pendanaan
Arus Kas Masuk
Arus Kas Keluar
Prive
Total Arus Kas Keluar
Total Kas dari Aktivitas Pendanaan
Total Kas
Saldo Kas 01 Januari
Saldo Kas 31 Desember
Sumber: Diolah Penulis

(84.000.000)
(84.000.000)
(84.000.000)
34.800.000
17.700.000
52.500.000

(127.330.000)
(127.330.000)
(127.330.000)
153.422.950
52.500.000
205.922.950

4.4.5 Proyeksi Laporan Keuangan


1 Laporan Laba Rugi
Tabel Proyeksi Laporan Laba Rugi
CV. Citra Agung
Proyeksi Lapoan Laba-Rugi
Tahun 2016 sampai 2018
Tahun (RP)
Keterangan
2016
2017
Pendapatan
2.566.430.000 2.918.015.000
Harga Pokok Penjualan:
a. BBB
621.639.343
661.647.863
b. BTK
1.092.000.000 1.334.000.000
c. BOP
154.427.583
156.715.583
HPP
1.868.066.927 2.152.363.447
Laba kotor
698.363.073
765.651.553
Beban Usaha:
Beban Sewa Kendaraan
Beban Listrik Kantor
Beban Gaji
Beban Tunjangan
Karyawan
Beban Lain-Lain

2018
3.269.600.000
701.656.383
1.664.000.000
159.003.583
2.524.659.967
744.940.033

6.013.333
2.966.667
163.200.000

7.498.333
3.566.667
163.200.000

8.983.333
4.166.667
163.200.000

64.050.000

70.500.000

80.000.000

31.385.333

39.571.333

47.757.333

(143.146.300)
(143.146.300)
(143.146.300)
342.521.700
205.922.950
548.444.650

Total Beban Usaha


Laba Bersih Sebelum
Pajak
Beban PPh 25 (1%)
Laba Bersih Setelah
Pajak

267.615.333

284.336.333

304.107.333

430.747.740

481.315.220

440.832.700

4.307.500

4.813.200

4.408.400

426.440.240

476.502.020

436.424.300

Sumber: Diolah Penulis

2 Laporan Perubahan Ekuitas


Tabel Proyeksi Peubahan Ekuitas
CV. CITRA AGUNG
Proyeksi Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode yang Berakhir 2016-2018
Keterangan
2016
2017
2018
Ekuitas Awal
1.077.990.200
1.301.412.077
1.551.035.879
Laba Bersih
426.440.240
476.502.020
436.424.300
Prive
(203.018.363)
(226.878.217)
(236.451.367)
Ekuitas Akhir
1.301.412.077
1.551.035.879
1.751.008.812
Sumber: Diolah Penulis

3 Laporan Posisi Keuangan


Tabel Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
CV. CITRA AGUNG
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Untuk Periode yang Berakhir 2016-2018 (dalam rupiah)
Keterangan
2016
2017
2018
ASET
Aset Lancar
Kas Besar
310.166.667
396.666.667
453.166.667
Perlengkapan
25.133.333
37.008.333
35.883.333
Piutang Usaha
469.150.060
638.665.137
823.278.912
Total Aset Lancar
804.450.060
1.072.340.137
1.312.328.912
Aset Tetap
Tanah
177.500.000
177.500.000
177.500.000
Bangunan
212.500.000
200.000.000
187.500.000
Akm. Penyusutan Bangunan
(12.500.000)
(12.500.000)
(12.500.000)
Kendaraan
75.600.000
64.800.000
54.000.000

Akm. Penyusutan Kendaraan


Peralatan dan Mesin
Produksi
Akm. Peny. Peralatan &
Mesin
Peralatan Kantor
Akm. Peny. Peralatan Kantor
Komputer & Printer
Akm. Peny. Komputer &
Printer
Total Aset Tetap
Total Aset

(10.800.000)

(10.800.000)

(10.800.000)

135.501.350

108.401.100

81.300.850

(27.100.250)

(27.100.250)

(27.100.250)

2.720.000
(160.000)
5.115.000

2.560.000
(160.000)
3.720.000

2.400.000
(160.000)
2.325.000

(1.395.000)

(1.395.000)

(1.395.000)

556.981.100
1.361.431.160

505.025.850
1.577.365.987

453.070.600
1.765.399.512

LIABILITAS & EKUITAS


Hutang Usaha
60.019.083
Ekuitas Akhir
1.301.412.077
Total Liabilitas & Ekuitas
1.361.431.160
Sumber: Diolah Penulis

26.330.108
1.551.035.879
1.577.365.988

14.390.700
1.751.008.812
1.765.399.512

4 Laporan Arus Kas


Tabel Proyeksi Laporan Arus Kas
CV. CITRA AGUNG
Proyeksi Laporan Arus Kas
Untuk Periode yang Berakhir 2016-2018 (dalam Rupiah)
2016
2017
2018
Aktivitas Operasinal
Arus Kas Masuk:
Penjualan
2.270.620.689 2.354.059.980
2.510.492.038
Penerimaan Piutang
195.972.250
469.150.060
638.665.137
Total Arus Kas Masuk
2.466.592.939 2.823.210.040
3.149.157.175
Arus Kas Keluar
Pembayaran Utang Usaha
79.390.700
60.019.083
26.330.108
Pembelian BBB
551.639.343
651.647.863
695.656.383
Pembayaran BTKL
1.092.000.000 1.334.000.000
1.664.000.000
Pembayaran BOP
139.227.283
155.115.343
159.003.583
Pembayaran Beban Gaji
163.200.000
163.200.000
163.200.000
Pembayaran Sewa Kendaraan
6.013.333
7.498.333
8.983.333
Pembayaran Listrik Kantor
2.966.667
3.566.667
4.166.667
Pembayaran Tunjangan
64.050.000
70.500.000
80.000.000
Karyawan
Pembayaran Beban Lain-lain
31.385.333
39.571.333
47.757.333
Pembelian Perlengkapan
15.200.000
19.900.000
2.700.000
Pembayaran PPH Badan
4.307.500
4.813.200
4.408.400

Total Arus Kas Keluar


Total Kas dari Aktivitas
Operasional

2.149.380.160

2.509.831.823

2.856.205.807

317.212.779

313.378.217

292.951.368

Aktivitas Investasi
Arus Kas Masuk
Arus Kas Keluar
Total Kas dari Aktivitas
Investasi
Aktivitas Pendanaan
Arus Kas Masuk
Arus Kas Keluar
Prive
Total Arus Kas Keluar
Total Kas dari Aktivitas
Pendanaan

(203.018.363)
(203.018.363)

(226.878.217)
(226.878.217)

(236.451.367)
(236.451.367)

(203.018.363)

(226.878.217)

(236.451.367)

86.500.000
310.166.666
396.666.667

56.500.001
396.666.667
453.166.667

Total Kas
114.194.416
Saldo Kas 01 Januari
195.972.250
Saldo Kas 31 Desember
310.166.666
Sumber: Diolah Penulis

4.4.6 Analisis Keuangan


Investasi

jangka

panjang

berupa

investasi

modal

yang

dikeluarkan saat ini hasilnya baru akan dinikmati dalam jangka


waktu lebih dari satu tahun. Untuk menentukan kelayakan usaha
pada

Gapura

Jaya

Katering

digunakan

beberapa

metode

diantaranya:
1. Net Present Value (NPV)
Berdasarkan kesepakatan tim dosen SKB menetapkan BI rate
sebesar 12%, maka untuk penilaian CV Citra Agung diasumsikan
bahwa tingkat bunga pengembalian yang diinginkan adalah 12
%,maka NPV dari CV Citra Agung adalah sebagai berikut:

Tabel Net Present Value (NPV)


Arus Kas
PVIF
Operasional Bersih
(12%,t)
(Rp)
Awal
764.802.000
2013
118.800.000
0,8929
2014
280.752.950
0,7972
2015
485.668.000
0,7118
2016
317.212.779
0,6355
2017
313.378.217
0,5674
2018
292.951.368
0,5066
Jumlah Present Value Kas Bersih
Sumber: Diolah Penulis

Tahun

Kumulatif

PV Kas
Bersih
106.076.520
223.816.252
345.698.482
201.588.721
177.810.801
148.409.163
1.203.399.939

106.076.520
329.892.772
675.591.254
877.179.975
1.054.990.776
1.203.399.939

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa:


Total PV Kas Bersih

1.203.399.939

Total PV Investasi

(764.802.000)

NPV

438.597.939
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa jika Net

Present Value (NPV) dikumulatifkan selama 6 tahun maka CV


Citra Agung sudah dapat menutup Investasi awalnya, yaitu
sebesar 764.802.000 dimana PV kas bersih lebih besar dari
investasi awal yaitu Rp 1.203.399.939 > Rp 764.802.000.
Sehingga sesuai perhitungan arus kas kumulatif diatas dapat
diketahui bahwa CV Citra Agung dapat mengembalikan Investasi
awalnya pada tahun 2016.

2. Internal Rate of Return


Tingkat bunga yang akan dijadikan jumlah nilai sekarang dari
arus kas yang diharapkan akan diterima sama dengan nilai
sekarang dari pengeluaran modal. Menurut metode ini, investasi

dianggap layak jika IRR lebih besar dari biaya modal. Pada
dasarnya metode ini harus dicari dengan cara trial dan error atau
coba-coba.

Perhitungan

dengan

menggunakan

IRR

dapat

dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:


a. Menghitung PV dari arus kas suatu investasi dengan
menggunakan tingkat bunga sembarang
b. Hasil perhitungan ini dibandingkan nilai investasi awal.
Misalkan perhitungan IRR menggunakan tingkat bunga 6%, maka:
Tabel NPV, r=6%
Tahun
2013
2014
2015

Arus Kas Bersih


118.800.000
280.752.950
485.668.000

DF (r = 6%)
0,9434
0,89
0,8396
Total PV
Nett
Investment
NPV

PV
112.075.920
249.870.126
407.766.853
769.712.898
764.802.000
4.910.898

Sumber: Diolah Penulis


Karena berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan angka
NPV positif yaitu sebesar Rp 4.910.898 maka kita coba
menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi misalnya 7%.
Berikut merupakan perhitungannya:
Tabel NPV, r=7%
Tahun
2013
2014
2015

Arus Kas Bersih


118.800.000
280.752.950
485.668.000

DF (r = 7%)
0,9346
0,8734
0,8163
Total PV
Nett
Investment
NPV

PV
111.030.480
245.209.627
396.450.788
752.690.895
764.802.000
(12.111.105)

Sumber: Diolah Penulis


Berdasarkan

hasil

perhitungan

NPV

dengan

menunjukkan angka negatif, yaitu sebesar (Rp 12.111.105)

tingkat

bunga

7%

Untuk menemukan IRR yang sebenarnya dengan mengadakan interpolasi


dari hasil dua tingkat bunga maka dilakukan perhitungan sebagai berikut:
IRR =

6+

Rp769.712 .898Rp 764.802.000


x (76)
Rp769.712 .898Rp 752.690.895

= 6,29 %
Dari perhitungan IRR dapat diketahui bahwa CV Citra Agung memilki IRR
6,29% .
3. Payback Period (PP)
Metode Payback Period (PP) merupakan suatu bentuk penilaian
terhadap jangka waktu pengembalian investasi dari suatu proyek
atau usaha. Payback Period menggambarkan lamanya waktu
yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi
dapat

kembali

seluruhnya.

Berikut

merupakan

perhitungan

payback period pada CV Citra Agung dari tahun 2013 sampai


tahun 2018:
Tabel Payback Period (PP)
PVIF
Arus Kas Operasional
Bersih (Rp)
(12%,t)
Awal
764.802.000
2013
118.800.000
0,8929
2014
280.752.950
0,7972
2015
485.668.000
0,7118
2016
317.212.779
0,6355
2017
313.378.217
0,5674
2018
292.951.368
0,5066
Jumlah Present Value Kas Bersih
Sumber: Diolah Penulis
Tahun

PV Kas
Bersih

Kumulatif

106.076.520
223.816.252
345.698.482
201.588.721
177.810.801
148.409.163
1.203.399.939

106.076.520
329.892.772
675.591.254
877.179.975
1.054.990.776
1.203.399.939

Dari perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa payback


period CV Citra Agung terjadi pada tahun 2016, karena di tahun

tersebut perusahaan sudah mampu mengembalikan nilai awal


investasinya.

4. Metode Profitability Index (PI)


Indeks dihitung dengan cara membagi nilai sekarang (present value-PV) dari arus kas
masuk dengan arus kas keluar dari investasi. Perhitungan Profitability Index (PI) pada
CV Citra Agung adalah sebagai berikut:
PI =

Total PV
Investasi Awal

PI =

Rp1.203.399.939

= 1,57

Rp764.802.000
Dari perhitungan di atas, diperoleh nilai PI sebesar 1,57, jadi dapat disimpulkan
bahwa CV Citra Agung mampu menutup investasinya hanya dalam kurun waktu 4
tahun hal ini karena nilai PI > 1.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan

5.1.1 Aspek Pemasaran


Sesuai dengan pembahasan dan penjelasan yang sudah dipaparkan, dapat
ditarik kesimpulan bahwa persaingan di bidang usaha jasa konstruksi untuk interior
bangunan sangat tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dari jumlah permintaan riil selama 3
tahun yang lalu (2013-2015) pada 2 produk unggulan dari CV. Citra Agung yang
mengalami fluktuasi.
Meskipun terjadi fluktuasi permintaan dan penjualan dari 2 produk unggulan
CV. Citra Agung, kelayakan CV. Citra Agung dari aspek pemasaran dinilai telah
layak, hal ini dapat dilihat dari aspek produk ralling tangga dan pintu besi yang
dihasilkan. Begitu juga dalam aspek wilayah dan kelompok pasar yang dilayani,
wilayah atau daerah pemasaran CV. Citra Agung tidak hanya mencakup wilayah
Surabaya tetapi telah menjangkau wilayah Bali.
Berkaitan dengan kulitas dan disain produk, kualitas produk CV. Citra Agung
dinilai telah memenuhi kelayakan, karena telah di handle oleh karyawan yang
memiliki kompetensi dibidangnya.

5.1.2 Aspek Sumber Daya Manusia


Perusahaan ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan apabila dilihat
dari aspek sumber daya manusia.

Kelebihannya dapat dilihat dari karyawannya yang saling mengenal satu sama
lain atau masih memiliki hubungan kerabat atau teman. Sehingga terbentuk hubungan
saling percaya antara pemilik dengan karyawan atau karyawan satu dengan karyawan
lainnya. Pemilik berhasil melakukan manajemen SDM yang baik, hal ini terbukti
dengan terlaksananya tugas dari masing-masing anggota di dalam perusahaan tersebut
sehingga mampu mencapai tujuan perusahaan.
Kekurangannya dapat dilihat dari sederhanya struktur organisasi dalam CV.
Citra Agung yang mengakibatkan adanya perangkapan tugas sehingga terkadang
seorang karyawan harus mengambil alih pekerjaan karyawan lain. Meskipun hal
tersebut lebih dahulu di komunikasikan bersama.

5.1.3

Aspek Operasional

Ditinjau dari aspek operasional, CV. Citra Agung sudah dapat dikatakan cukup
layak. Dalam proses produksinya dilakukan sebaik mungkin dimana selalu
mengutamakan kualitas produknya. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga
pengerjaannya sampai menjadi produk jadi yang siap dikirim. Dan jika dilihat dari
layout usaha, CV. Citra Agung harus lebih memperbaiki layout usahanya

karena

tempat produksi yang juga dilakukan dengan ruang kantor yang dapat menimbulkan
kebisingan bagi pekerja di kantor.

5.1.4

Aspek Keuangan

Berdasarkan analisis keuangannya, dapat diketahui bahwa dalam kriteria


penilaian investasi CV. Citra Agung bisa dikatakan layak. Jika ditinjau dari metode
Payback Periode (PP) CV. Citra Agung bisa dikatakan layak, karena jangka waktu
pengembalian investasi usahanya hanya selama 4 tahun yaitu di tahun 2016. Jika

dihitung dari Net Present Value (NPV), CV. Citra Agung bisa dikatakan layak karena
besanya Present Value lebih besar dari pada Nett Investment, yaitu sebesar
769.712.898 > 764.802.000. Jika dihitung dari Internal Rate of Return (IRR), CV.
Citra Agung bisa dikatakan layak karena memiliki IRR sebesar 6%. Dan yang
terakhur jika dihitung dari Profitability Index (PI), CV. Citra Agung bisa dikatakan
layak karena PI lebih besar dari pada 1, yaitu sebesar 1,57

5.2 Saran
5.2.1

Aspek Pemasaran
a. CV. Citra Agung harus meningkatkan promosi melalui media masa dan
media sosial. Sehingga jika masyarakat yang membutuhkan jasa mereka,
masyarakat tinggal mengakses internet tanpa harus datang langsung ke
toko.
b. Menjalin kemitraan yang baik dengan pelanggan tetap dan juga dengan
para calon konsumen dengan cara menawarkan kerjasama yang saling
menguntungkan bagi kedua belah pihak.
c. Menggunakan strategi diskon bagi konsumen/pelanggan yang melakukan
pemesanan dalam jumlah besar.

5.2.2

Aspek Sumber Daya Manusia


Perlu adanya pelatian-pelatihan untuk karyawan. Karena jika pengetahuan
karyawan bertambah, maka karyawan akan lebih kreatif dan kompeten dalam

meningkatkan kinerjanya dan mempertahankan kualitas dari jasa produk yang mereka
berikan.

5.2.3

Aspek Operasional
Penataan dari layout usaha sebaiknya lebih diperhatikan lagi baik penataan
untuk kantor dan tempat produksi. Karena di CV. Citra Agung tata letak kantor dan
ruang produksi juga berdekatan, dimana ini bisa mengganggu fokus kerja dari
pegawai kantor.

5.2.4

Aspek Keuangan
CV. Citra Agung sebaiknya membuat laporan keuangan yang terkomputerisasi
karena sejak didirikannya perusahaan hingga sekarang, CV. Citra Agung melakukan
pencatatan laporan keuangan secara manual, itu pun hanya laporan pengeluaran dan
pemasukan kas.

DAFTAR PUSTAKA

Umar, Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Ketiga, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Assauri, Sofyan. 2007. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Brigham, dan Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Dessler, Gary. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks.
Handoko, T Hani. 2000. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: BPFE.
Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
BPFE.

Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2002. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta:
UPP-AMP.
Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Lupioyadi, Rambat dan A. Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba
Empat.
Render, Barry dan Heizer, Jay. 2001. Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba
Empat.
Simamora, Hendri. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.
Siagian, Sondang. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sumarni, Murti dan John Soeprihanto. 2003. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Liberty.
Sumayang, Lalu. 2003. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Salemba
Empat.

LAMPIRAN
Dokumentasi:

Gambar 1: Wawancara bersama pemilik dan karyawan CV. Citra


Agung

Gambar 2: Tempat produksi

Gambar 3: Kendaraan Kantor

Gambar 4: Sertifikat Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi

Gambar 5: Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional