Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring berjalannya globalisasi, ada banyak cara untuk memproduksi
suatu barang, salah satunya adalah dengan metode bioteknologi yang berasal
dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan) dan logos
(ilmu). Bioteknologi adalah cabang biologi yang mempelajari pemanfaatan
prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, proses biologis untuk
meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi
kepentingan manusia. Dapat diartikan bahwa bioteknologi adalah penggunaan
biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu untuk
menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern dan
bioteknologi konvensional. Salah satu contoh dari bioeknologi konvensional
adalah pembuatan kecap ini. Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern
adalah rekayasa genetika. Ciri-ciri utama bioteknologi adalah adanya benda
biologi berupa benda mikro organisme tumbuhan atau hewan, adanya
pendayagunaan secara teknologi dan industri, dan produk yang dihasilkan
adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.
Pada

makalah

ini,

penulis

akan

membahas

tentang

kecap.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kecap sudah mendarah daging di masakan


Indonesia semenjak zaman kerajaan. Kecap diperkirakan berasal dari Cina
yang dibawa ke Indonesia oleh imigran Cina. Kecap yang berbahan kedelai
diproduksi ini dari pengolahan kedelai hitam dengan menggunakan jamur
Aspergillus sp. Kecap terdiri dari 2 macam, pertama kecap manis biasanya
kental dan terbuat dari kedelai, sementara kedua yaitu kecap asin yang lebih
cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau
bahkan ikan laut.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, adapun rumusan masalah pada


penulisan ini adalah :
1. Apakah yang dimaksud dengan kecap?
2. Apa saja kandungan yang ada di dalam kecap?
3. Apa saja manfaat dari kecap?
4. Apa saja jenis-jenis dari kecap?
5. Bagaimana proses pembuatan kecap yang sesuai dengan mutu yang
6.

bagus?
Bagaimana cara pengolahan limbah dari pembuatan kecap?

C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun tujuan pada penulisan ini
adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui tentang kecap


Untuk mengetahui apa saja kandungan dari kecap
Untuk mengetahui manfaat dari kecap
Untuk mengetahui jenis-jenis dari kecap
Untuk mengetahui proses pembuatan kecap yang sesuai dengan

mutu yang bagus


6. Untuk mengetahui cara pengolahan limbah dari pembuatan kecap
D. Manfaat
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun manfaat pada penulisan ini
adalah :
1. Untuk dijadikan makalah tentang kecap
2. Sebagai mediator tertulis bagi masyarakat umum

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kecap
Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah,
biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber
protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan.
Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein

hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir
adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur
(aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi
masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa
makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan
susu kedelai.
Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar
proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung,
tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai
mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar
protein susu skim kering. Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan
daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55
gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram
kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap,
susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan
pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang
digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali
mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.
Kata kecap diduga diambil dari bahasa Cina koechiap atau ke-tsiap.
Asal usul kecap adalah dari daratan China sekitar 3000 tahun yang lalu atau
sekitar 1000 SM. Kemudian bersamaan dengan berkembannya agama Budha
di Jepang, kecap ikut diperkenalkan, yaitu pada tahun 600-500 SM. Di China
dan Jepang fermentasi dalam pembuatan kecap dilakukan selama 1-3 tahun.
Hal ini diperlukan untuk memperoleh cita rasa yang khas. Di Indonesia,
fermentasi ini hanya dilakukan selama 1-3 bulan. Kecap memiliki bermacammacam nama antara lain shoyu, soja, Japanese tamari, tao-yu, toyo dan soy
sauce.
Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa
cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin yang termasuk bumbu
makanan berbentuk cair, berwarna coklat kehitaman, serta memiliki rasa dan
aroma yang khas. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai

atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air
kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental dan terbuat
dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan
komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut.
a. Kandungan Kecap
Kecap mengandung protein yang cukup baik karena memiliki
asam amino yang cukup tinggi. Kecap juga mengandung zat gizi lain
dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan protein, seperti lemak,
karbohidrat, vitamin, dan mineral.
No
1

Zat gizi
Energi

Kecap
86 kalori

Air

57,4 gram

Protein

5,5 gram

Lemak

0,6 gram

Karbohidrat

15,1 gram

Serat

0,6 gram

Abu

21,4 gram

Kalsium

85 mg

Besi

4,4 mg

Vitamin B1

0,04 mg

10

11 Vitamin B2
0,17 mg
Tabel 1.1 Komposisi zat gizi kecap kedelai dalam 100 gram
Sumber: direktorat Gizi Dep. Kesehatan RI

No
1

Asam amino
Nitrogen

Kecap
0,92

Isolensin

270

Leusin

430

Lisin

350

Metionin

49

Sistin

57

Fenilalanin

210

Treonin

190

Triftofan

30

10

Valin

290

11

Arganin

110

12

Histidin

54

13

Alanin

290

14

Asam asportat

480

15

Asam glutamate

16

Glisin

260

17

Prolin

520

1.260

18 Serin
410
Tabel 1.2 Komposisi asam amino kecap kedelai (mg/gram nitrogen total)
Sumber: Direktorat Gizi Dep. Kesehatan RI

b. Bahan Baku Kecap


Jenis kedelai dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu: kedelai
kuning, kedelai hitam, kedelai hijau, dan kedelai coklat. Jenis-jenis
kedelai tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Kedelai kuning adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna
kuning, putih atau hijau, yang bila dipotong melintang
memperlihatkan warna kuning pada irisan keping bijinya.
2. Kedelai hitam adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna
hitam. Kedelai hitam inilah yang biasanya dijadikan kecap.
3. Kedelai hijaua dalah kedelai yang kulit bijinya berwarna
hijau yang bila dipotong melintang memperlihatkan warna
hijau pada irisan keping bijinya.
4. Kedelai coklat adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna
coklat.

a) Biji Kedelai
Bentuk biji kedelai bergantung kultivarnya, dapat berbentuk
bulat, agak gepeng, dan sebagian bulat telur. Sedangkan besar dan
bobotnya dibedakan menjadi tiga, yakni :
1) Kedelai berbiji besar, bila bobot setiap 100 bijilebih dari
300 gr.
2) Kedelai berbiji sedang, bila bobot setiap 100 biji antara
11-13 gr.
3) Kedelai berbiji kecil, bila bobot setiap 100 biji antara 711 gr.

b) Syarat Mutu
1) Syarat Umum
Bebas dari sisa tanaman (kulit polong, potongan batang
dan ranting), batu, kerikil,

tanah, atau biji-bijian tanaman

lainnya.
- Biji kedelai tidak terdapat hama dan penyakit
- Biji kedelai tidak memar atau rusak
- Kulit biji tidak keriput
2) Syarat Pokok
Tingkat mutu kedelai dapat dikategorikan menjadi tiga,
yakni: mutu I, mutu II, mutu III
No
1.

Kriteria
Kadar air Maks (% b/b)

Mutu I
13

Mutu II
14

Mutu III
16

2.

Kotoran maks (% bobot )

3.

Butir rusak (% bobot)

4.

Butir keriput (% bobot)

5.

Butir belah (% bobot)

6.

Butir warna lain (% bobot)


0
5
Tabel 1.3 Syarat pokok mutu kedelai

10

Sumber: SK Mentan No. 501/Kpts/TP.830/8/1984

B. Manfaat Kecap
Kecap digunakan untuk berbagai macam masakan khas Indonesia,
seperti sate dan semur. Kecap memiliki manfaat dapat menambah cita rasa
pada suatu masakan karena kecap memiliki aroma yang sedap dan khas.
Bahan-bahan yang terdapat di kecap juga mudah dicerna oleh sistem
pencernaan kita.

C. Jenis-jenis Kecap
1. Kecap Jamur
Kecap jamur lebih encer daripada kecap manis. Dibuat dari jamur
cincang, garam, kembang pala, bumbu ngohyong, jahe, bawang putih,
kayu manis, dan brown malt vinegar. Jamur dilumuri garam, lalu
diamkan selama 24 jam. Jamur dicuci bersih lalu dikeringkan, kemudian
direbus dengan semua bahan lainnya. Lalu dikemas dalam botol yang
sudah disterilkan. Kecap jamur digunakan pada pembuatan ayam bakar,
saus jamur, juga aneka tumisan, dan sup. Kecap jenis ini memiliki aroma
jamur yang khas sehingga dapat membuat hidangan jadi lebih kaya
aroma.
2. Kecap Ikan
Kecap ikan atau fish sauce dibuat dari fermentasi ikan dengan
garam. Sebutan bagi kecap ikan di negara-negara ASEAN juga berbeda:
petis dari udang (Indonesia), nam pla dari ikan kecil Clupeidae
(Thailand), patis dari udang (Filipina), shottsuru dari ikan sarden, hering,
atau sisa limbah pengolahan ikan (Jepang), dan nuoc mam (Vietnam).
Keunikan kecap ikan adalah rasanya yang asin dan berbau ikan.
Pengolahannya, dengan cara menggarami ikan yang telah dihaluskan,
lalu disimpan dalam wadah tertutup rapat selama beberapa bulan. Cairan
yang dihasilkan disaring, lalu dikemas dalam botol steril dan
dipasteurisasi. Di Vietnam kecap ikan (nuoc mam) dibuat dari ikan kecilkecil yang telah dihaluskan, digarami, lalu disimpan dalam wadah dari

tanah, lalu ditanam dalam tanah selama beberapa bulan. Semua masakan
dapat ditambahkan nuoc mam, untuk menambah kelezatan rasa masakan.
3. Kecap Asin
Kecap Asin ada dua macam: kecap asin berwarna gelap dan kecap
asin berwarna terang. Keduanya digunakan untuk memberi rasa khas
bagi hampir segalam makanan China. Kecap asin gelap lebih kental dan
rasanya lebih kuat, sedangkan yang berwarna terang lebih encer dan
kurang kuat dalam memberi rasa.
4.

Kecap Inggris
Kecap inggris (worcestershire sauce atau worcester sauce) adalah
saus berbentuk cairan encer berwarna gelap dengan rasa sedikit asin dan
aroma yang harum. Kecap inggris dibuat dari cuka, molase, gula jagung,
air, cabai, kecap asin, lada hitam, asam jawa, anchovy, bawang bombay,
bawang merah, cengkeh dan bawang putih.Kecap inggris merupakan
penyedap utama untuk masakan daging sapi dan berbagai macam
makanan yang dimasak maupun tidak dimasak.

D. Proses Pembuatan Kecap


a. Alat
1. Tampah
2. Kompor
3. Panci
4. Kain saring
5. Botol
6. Sendok
7. Baskom
8. Pengaduk
b. Bahan
1. Kedelai hitam
2. Air
3. Bumbu (daun saalm, daun jeruk. Engkuaskemiri, wijen)
4. Garam
5. Jamur (laru)
c. Prosedur pembuatan kecap kedelai

1. Penyortiran
Menyiapkan biji kedelai hitam yang tua. Bebas dari sisa
tanaman batu, kerikil, tanah, biji kedelai tidak luka, bebas serangan
hama dan penykit, tidak memar atau rusak, kulit biji tidak keriput.
Caranya biji kedelai diletekan pada tampah kemudian di tampi.
2. Pencucian
Setelah disortir, kedelai dicuci dengan air bersih. Tujuannya
agar kotoran kotoran yang masih melekat atau tercampur dapat
hilang.

3. Perebusan
Perebusan dilakukan selama 2 jam. Caranya biji kedelai
dimasukan ke dalam panci kemudian direbus dengan kompor.
Banyaknya air dalam perebusan sampai terendam atau sekitar 2,5
kali volume bahan. Tujuannya agar mendapatkan biji kedelai yang
lunak dan kulitnya mudah dikupas.
4. Penirisan
Penirisan dilakukan

dengan menggunakan alat peniris

selama 0,5 1 jam sampai kedelai dingin.


5. Penjamuran
Setelah kedelai dingin dilakukan penjamuran menggunakan
bakteri untuk membantu pembuatan kecap dengan perbandingan 1
kg bahan membutuhkan 1 gram bakteri jenis Aspergillus wentii.

6. Penggaraman atau Penggulaan

Biji kedelai yang telah berjamur dimasukan dalam larutan


garam 20 %. Maksudnya mencampur 200 gram garam kedalam air 1
liter. Sebagai patokan untuk 1 kg bahan membutuhkan 4 liter larutan
garam 20 %. Sedangkan untuk membuat kecap manis diperlukan 500
gram gula merah.
7. Penyaringan I
Selanjutnya dilakukan penyaringan dengan menggunakan
kalo. Hasil utamanya berupa filtrat, sedangkan hasil sampingnya
berupa ampas.
8. Perebusan II
Untuk membuat kecap manis, cairan kecap ditambah dengan
air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan
direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga
agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah
dibungkus di atas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan
digoyang goyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2-3 jam
sampai volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan
selesai dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap
berada di dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan
adalah kecap manis.
Sedangkan untuk kecap asin, pembumbuan dan pemasakan
kecap asin. Cairan kecap ditambah dengan air (tiap liter cairan kecap
ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih.
Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga agar cairan tetap
mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus di atas
dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan digoyanggoyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2 3 jam sampai
volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan selesai
dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap berada di

10

dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan adalah


kecap asin.
9. Penyaringan II
Selanjutnya dilakukan penyaringan II dengan menggunakan
kain penyaring.
10. Pengemasan
Pengemasan dengan menggunakan botol yang bersih.
Kemudian cairan kecap dimasukan ke dalam botol dan di tutup
rapat.
Catatan :
1) Pemberian jamur harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya
kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
2) Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan
sempurna. Bila tidak, jamur yang ditebarkan diatasnya akan
mati.
3) Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai
dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang
sama.
E. Penanganan Limbah Kecap
Produk buangan dari produksi kecap berupa limbah padat yang berupa
ampas kedelai dan bumbu serta campuran semi kecap, sedangkan limbah cair
berupa air buangan sisa pencucuian alat/mesin produksi dan air sisa rebusan
kedelai. Limbah cair yang dihasilkan apabila di buang diharapkan memenuhi
persyaratran untuk dibuang ke lingkungan. Beberapa tahap yang dilakukan
dalam pengolahan limbah supaya tidak mencemari lingkungan adalah :
1.

Koagulasi

11

Proses koagulasi adalah proses pemberian koagulan (contoh:


Tawas, PAC) dengan maksud mengurangi gaya tolak-menolak antar
partikel koloid sehingga partikel koloid bisa bergabung menjadi flok-flok
kecil.
2. Flokulasi
Proses pemberian flokulan dengan maksud menggabungkan flokflok kecil yang telah terbentuk pada proses sebelumnya sehingga menjadi
besar dan mudah untuk diendapkan. Dalam proses flokulasi mengalami
pengadukan lambat memberikan kesempatan flok-flok kecil menjadi
semakin besar dan mencegah pecahnya kembali flok-flok yang telah
terbentuk.
3. Kolam Biologis
Kolam ini digunakan untuk mengencerkan hasil saringan air
setelah mengalami proses koagulasi dan flokulasi. Setelah melalui kolam
biologis, air dibuang ke saluran air/lingkungan. Industri telah
memastikan bahwa air limbah buangan aman bagi lingkungan sekitar,
dan sampai sekarang tidak ada keluihan warga sekitar mengenai aktivitas
industri tersebut.Sedangkan apabila dimanfaatkan menjadi pupuk organik
cair, harus ada perlakuan khusus, dibawah ini adalah diagram pembuatan
pupuk organik cair.
4. Pembuatan pupuk organik cair
Dari 100 kg kedelai hitam kering, menghasilkan air limbah kotor
dari bekas perendaman dan rebusan kedelai sebanyak 499 liter air kotor
berasal dari bekas pencucian dan 200 liter air kotor bekas air rebusan,
jadi keseluruhan 699 liter. Langkah langkah dalam pembuatan limbah
cair tersebut adalah menyiapkan wadah seperti drum, kemudian
masukan rumput hijau kedalam drum tersebut, selanjutnya masukan
rumput hijau dan air kotor bekas pencucian serta air kotor bekas rebusan

12

kedelai hingga rumput terendam seluruhnya. Selanjutnya tambahkan


EM4(2 cc/liter) dari jumlah air, diaduk hingga merata, kemudian tutup
dan biarkan selama 7-14 hari. Tahap selanjutnya dilakukan penyaringan
yang bertujuan untuk mendapatkan pupuk organik cair yang jernih.
Kemudian dikemas dalam botol dan siap untuk digunakan. Pupuk ini
digunakan untuk tanaman buah agar tumbuh maksimal karena
didalam mengandung unsur-unsur yang dirombak. EM4 adalah kultur
campuran dari organisme mikro yang terdiri dari bakteri Lactobacillus,
Actinomyces, Streptomyces, ragi jamur dan bakteri fotosintetik yang
bekerja saling menunjang dalam proses dekomposisi bahan organik .
Proses dekomposisi bahan organik dengan inokulasi EM4
berlangsung

secarafermentasi

baik

dalam

keadaan

aerob

dan

anaerob. Proses ini akan menghasilkan senyawa-senyawa organik berupa


asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein dan senyawa
organik lainnya yang dapat mengikat ion-ion yang dibutuhkan oleh
tanaman. Ion-ion tersebut berada dalam keadaan stabil (antioksidan)
sehingga mudah diserap oleh tanaman (Higa dan Wididana, 1996). Untuk
mengatasi masalah pH pada tanah masam biasanya dilakukan pemberian
kapur. Pemanfaatan kapur yang kemudian disusul dengan pemberian abu
limbah pertanian akan memberikan hasil yang baik
F. Mutu Kecap
a. Kecap Manis
Nomor SNI
Judul

:
SNI 3543.1:2013 (Ukuran File : 190.47 KB)
: Kecap kedelai Bagian 1: Manis

Abstraksi

: Standar ini menetapkan istilah dan definisi, syarat


mutu, pengambilan contoh, dan cara uji kecap
kedelai manis. Standar ini berlaku untuk kecap

Panitia Teknis
ICS

yang mengandung hasil fermentasi kedelai.


: 67-04 Makanan dan Minuman
: 67.060 Biji-bijian, kacang-kacangan dan produk

13

turunan
SK Penetapan
Tanggal Penetapan
SNI Ini Merevisi
Acuan Normatif SNI

: 38/KEP/BSN/2/2013
: 15-02-2013 [dd-mm-yyyy]
: SNI 01-3543-1999 Kecap kedelai
: SNI 19-0428-1998
Petunjuk pengambilan contoh padatan

Jumlah Halaman

: 31

b. Kecap Asin
Nomor SNI
Judul

:
SNI 3543.2:2013 (Ukuran File : 187.05 KB)
: Kecap kedelai Bagian 2: Asin

Abstraksi

: Standar ini menetapkan istilah dan definisi, syarat


mutu, pengambilan contoh, dan cara uji kecap
kedelai manis. Standar ini berlaku untuk kecap

Panitia Teknis
ICS

yang mengandung hasil fermentasi kedelai.


: 67-04 Makanan dan Minuman
: 67.060 Biji-bijian, kacang-kacangan dan produk
turunan

SK Penetapan
Tanggal Penetapan
SNI Ini Merevisi
Acuan Normatif SNI

: 38/KEP/BSN/2/2013
: 15-02-2013 [dd-mm-yyyy]
: SNI 01-3543-1999 Kecap kedelai
: SNI 19-0428-1998
Petunjuk pengambilan contoh padatan

Jumlah Halaman

: 30
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan
berwarna hitam yang rasanya manis atau asin yang termasuk bumbu

14

makanan berbentuk cair, berwarna coklat kehitaman, serta memiliki rasa


dan aroma yang khas. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah
kedelai atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan
dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental
dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat
dari kedelai dengan

komposisi garam yang

lebih

banyak,

atau

bahkan ikan laut.


2. Kandungan yang ada di dalam kecap adalah energi, air, protein, lemak,
karbohidrat, serat, abu, kalsium, besi, vitamin B1 dan vitamin B2.
3. Manfaat dari kecap adalah dapat menambah cita rasa pada suatu masakan
karena kecap memiliki aroma yang sedap dan khas. Bahan-bahan yang
terdapat di kecap juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan kita.
4. Jenis-jenis dari kecap adalah kecap jamur, kecap ikan, kecap asin, dan
kecap inggris.
5. Proses pembuatan kecap yang sesuai dengan mutu yang bagus adalah
sesuai dengan standar SNI yang telah ditetapkan dan dengan urutan
proses dari penyortiran, pencucian, perebusan, penirisan, penjamuran,
penggaraman atau penggulaan, penyaringan I, perebusan II, penyaringan
II, hingga pengemasan.
6. Cara pengolahan limbah dari pembuatan kecap adalah koagulasi,
flokulasi, kolam biologis, pembuatan pupuk organik cair.

B. Saran
1. Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan manfaat dan
menambah wawasan kita tentang kecap.
2. Penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka penulis
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna kesempurnaan
makalah ini.

15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Pembuatan Kecap Kedelai Secara Tradisional.http://dc190 .


4shared.com/doc/iOQLVUeL/preview.html.Dikunjungi21/09/2014
Anonim.

2013.

Makalah

Cara

Membuat

Kecap.http://warnettitan.

blogspot.com/2013/05/makalah-cara-membuat-kecap.html.

Dikunjungi

16/09/2014

16

Anonim. 2013. SNI Kecap.http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail


_sni/14217. Dikunjungi 21/09/2014
Fonaindo.

2012.

Makalah

Pembuatan

Kecap.http://fonaindo.blogspot

.com/2012/11/makalah-pembuatan-kecap.html Dikunjungi 21/09/2014


Maulana,

Rizki.

2011. Makalah

Kimia

Industri

Makalah

Kecap.

http://wildan-archibald.blogspot.com/p/makalah-kimia-industri-makalahkecap.html. Dikunjungi 21/09/2014


Sianipar, Hiskia. 2013.Makalah Pembuatan Kecap.http://blogsiantar4all.blogspot
.com/2013/04/makalah-pembuatan-kecap.html. Dikunjungi 16/09/2014

17