Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN PEMASARAN

BAB V
PRODUK, JASA DAN STRATEGI MEREK

KELOMPOK V :
AFIF LUTFIANSYAH
ARNOLD ARZELAN
YUSUF HILMI

(833515
(8335154461)
(833515

PRODUK, JASA DAN STRATEGI MEREK

A.

Produk
Dalam definisi luas, produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan kepada pasar untuk daya tarik, akuisisi, penggunaan, atau
konsumsi yang bisa memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk
tidak hanya meliputi objek-objek fisik tetapi juga jasa, acara, orang,
tempat, organisasi, ide, atau campuran entitas-entitas ini.
Karena bagitu penting dalam ekonomi dunia, kita memberikan
perhatian khusus kepada jasa. Jasa adalah semua kegiatan atau manfaat
yang dapat ditawarkan suatu pihak kepada pihak lain, yang pada
dasarnya tak berwujud (intangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan
sesuatu.

B.

Tingkat Produk dan Jasa


Suatu produk lebih dari sekedar kumpulan fitur berwujud yang
sederhana.. Masing-masing produk atau jasa yang ditawarkan kepada
pelanggan dapat dipandang pada tiga tingkat. Produk inti terdiri dari :
Manfaat inti yang dicari (core customer value) ketika mereka
membeli sebuah produk. Pertanyaannya ialah apa yang benarbenar dibeli oleh pembeli?. Karena Ketika merancang produk,
mula-mula
pemasar
harus
mendefinisikan
inti,
manfaat
penyelesaian masalah atau jasa yang dicari konsumen
Produk aktual (actual product) berada di sekitar inti dan
meliputi tingkat kualitas, fitur, desain, nama merek, dan kemasan.
Hal hal inilah yang harus digabungkan secara cermat untuk
menghantarkan manfaat inti agar tetap terhubung
Produk tambahan (augmented product) adalah produk aktual
ditambah beragam jasa dan manfaat yang ditawarkan bersamanya,
seperti jaminan, pengiriman gratis, instalasi, dan pemeliharaan.
Nilai
Tambahan
Pemeliharaan

Jaminan

Produk Aktual
Kemasan
Kualitas

Pemasangan

Desain

Nilai Inti dari


Pelanggan
Nama Merek
Gratis Pengiriman

Jadi, Ketika mengembangkan produk, mula-mula pemasar harus


mengenali kebutuhan inti pelanggan yang akan dipuaskan oleh sebuah
produk. Kemudian para pemasar harus merancang produk aktual dan
menemukan cara untuk memberikan tambahan bagi produk itu agar
menciptakan sekumpulan manfaat yang akan memberikan pengalaman
pelanggan yang paling memuaskan.

C. Klasifikasi Utama Produk dan Jasa


Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelas besar menurut jenis konsumen
yang menggunakannyaproduk konsumen (consumer products) dan produk
industrI (industrial produks). Dalam defenisi secara luas, produk juga
meliputi entitas yang dapat dipasarkan seperti organisasi ,orang distribusi
,serta ide.
Produk Konsumen
Produk konsumen adalah produk yang dibeli konsumen akhir
untuk konsumsi pribadi. Pemasar biasanya mengklasifikasikan barang
barang ini menurut cara membeli konsumen. Produk konsumen
meliputi produk sehari-hari (convenience product), produk shopping
(shopping product), Produk special (specialty product), serta produk
yang tidak dicari (unsoughtproduct).
Produk sehari-hari adalah produk dan jasa konsumen yang
biasanya sering dan cepat dibeli oleh pelanggan dan disertai dengan
usaha yang sedikit dalam membandingkan dan membeli .
Produk shopping (shopping product) adalah Produk konsumen
,dimana dalam proses pemilihan dan pembeliaannya ,konsumen
melakukan pembandingan karakteristik seperti kecocokan, kualitas,
harga, dan gaya. Contohnya mebel ,pakaian, mobil bekas,peralatan
rumah tangga utama,serta jasa hotel dan motel.
Produk special (speciality product) adalah produk konsumen
dengan karakteristik unik atau identifikasi merek yang dicari oleh
kelompok pembeli tertentu, sehingga mereka mau mengeluarkan
usaha khusus untuk memperolehnya.
Produk yang tidak dicari (unsought product) adalah produk
konsumen dimana keberadaannya tidak diketahui atau jika diketahui
oleh konsumen pun, tidak terpikir oleh mereka untuk membelinya.
Contoh klasik dari produk dan jasa yang diketahui tetapi tidak dicari
adalah asuransi jiwa dan donor darah untuk Palang Merah.
Produk Industri

Produk industri (industrial product) adalah produk yang dibeli


untuk pemrosesan lebih lanjut atau penggunaan yang terkait dengan
bisnis. Jadi, perbedaan antara produk konsumen dan produk konsumen
dan produk industri didasarkan pada tujuan dibelinya produk itu.
Contohnya ialah :
- Jasa Bisnis: Service Master menyediakan pelayanan bisnis untuk
beraneka macam organisasi. Iklan yang diperuntukkan bagi sekolah
dan perguruan tinggi ini menyediakan jasa mulai dari jasa penitipan
barang, tanah, teknologi, serta manajemen energy sampai jasa
pemeliharaan dan makanan.
- Barang modal adalah produk industri yang membantu produksi atau
operasi, termasuk pemasangan dan peralatan tambahan.
- Kelompok terakhir produk bisnis adalah perlengkapan dan jasa.
Perlengkapan meliputi perlengkapan operasi (minyakbumi, batu-bara,
kertas, pensil), alat-alat perbaikan dan pemeliharaan (membersihkan
jendela, memperbaiki computer) serta jasa konsultasi bisnis, konsultasi
manajemen, iklan.
Entitas yang Dapat Dipasarkan
Pemasaran organisasi terdiri atas aktivitas yang dilakukan untuk
menciptakan, memelihara atau mengubah perilaku dan sikap konsumen
sasaran terhadap organisasi.
Mengiklankan citra perusahaan adalah alat utama yang digunakan
perusahaan untuk memasarkan diri mereka kepada masyarakat yang
beraneka ragam. Pemasaran pribadi (person marketing) terdiri atas
aktivitas yang diambil untuk menciptakan, memelihara, atau mengubah
sikap atau perilaku terhadap orang tertentu. Misalnya pemasaran lokasi
bisnis dan pemasaran lokasi wisata. Pemasaraan lokasi bisnis mencakup
mengembangkan, menjual atau menyewakan lokasi bisnis untuk pabrik,
toko, kantor, gudang dan tempat pertemuan.
Pemasaran sosial (social marketing)
Adalah rancangan, implementasi, dan pengendalian dari pencarian
program untuk meningkatkan penerimaan sosial tentang ide, penyebab,
atau tindakan sosial diantara kelompok sasaran.

D.Keputusan Produk

Atribut Produk

Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan manfaat


yang akan diberikan. Manfaat ini dikomunikasikan dan diserahkan dan
atribut produk seperti kualitas, fitur (features), dan rancangan.
-

Kualitas Produk (Product Quality)

Kualitas adalah salah satu alat utama untuk positioning menetapkan


posisi bagi pemasar. Kualitas produk (product quality) adalah kemampuan
suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan ,
keandalan , ketetapan, kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut
bernilai lainnya. Kualitas produk mempunyai dua dimensi yaitu tingkat dan
konsistensi.
-

Fitur (features) Produk

Sebuah produk dapat ditawarkan dengan beraneka macam fitur.


Sebuah model Polos, yaitu produk tanpa tambahan apapun, adalah titik
awal. Fitur adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dari
produk pesaing. Menjadi produsen utama yang memperkenalkan fitur baru
yang dibutuhkan dan bernilai dalah salah satu cara bersaing yang paling
efektif. Fitur-fitur yang nilainya rendah bagi pelanggan dalam kaitannya
dengan biaya yang harus dikurangi, fitur-fitur yang nilainya tinggi bagi
pelanggan harus ditambah.
-

Rancangan Produk

Cara lain untuk menambah nilai pelanggan adalah melalui rancangan


produk yang berbeda dari yang lain. Rangcangan adalah konsep yang lebih
luas dibandingkan gaya.Gaya hanya menguraikan penampilan produk. Gaya
yang sensasional bias menarik perhatian, tetapi tidak begitu saja membuat
produk itu melakukan kinerja yang lebih baik .
Pemberian Merek (Branding)
Merek (brand) Merupakan nama, istilah, tanda, symbol atau rancangan,
atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi
produk atau jasa dari satu atau kelompok dan menjual dan membedakannya
dari produk pesaing.
Ekuitas merek (brand equity) merupakan nilai dari suatu
merek,menurut sejauh mana merek itu mempunyai loyalitas merek yang
tinggi, kesadaran nama, kualitas yang diterima, asosiasi merek yang kuat,
serta asset lain seperti paten, merek dagang, dan hubungan saluran.

Dalam membangun merek, perusahaan harus membuat keputusan tentang


postioning merek, pemilihan nama merek, sponsor merek, dan
pengembangan merek.
a. Positioning merek.
Positioning merek yang paling kuat membentuk kepercayaan dan nilai
konsumen yang kuat. Perusahaan harus membangun dan mengelola merek
mereka dengan cermat. Positioning merek harus terus dikomunikasikan
kepada konsumen, seperti iklan yang bisa membantu.
b. Pemilihan nama merek
Pemilihan nama merek melibatkan penemuan nama merek terbaik
berdasarkan tinjauan seksama manfaat produk, pasar sasaran, dan strategi
pemasaran yang diajukan.

c.

Sponsor merek ( brand sponsor) sebuah pabrik memiliki empat pilihan


sponsor yaitu :

1)

Meluncurkan merek produsen (merek nasional)

2)

Menjual kepada penjual perantara yang menggunakan merek pribadi

3)

Memasarkan merek berlisensi

4) Menggabungkan kekuatan dengan perusahaan lain untuk co-branding


produk

d. Pengembangan merek
Perusahaan juga mempunyai empat pilihan ketika perusahaan
mengembangkan merek, yaitu perusahaan dapat mengenalkan:
- Perluasan lini (line extension), menggunakan nama merek sukses
untuk memperkenalkan tambahan jenis barang dalam kategori produk
tertentu dengan menggunakan nama merek yang sama, seperti aroma,
bentuk, warna, bahan tambahan, atau ukuran kemasan baru. Cara ini
mengandung resiko, yaitu meluasnya penjualan dapat mengorbankan
produk lain dalam lini mengkanibalisasi produk lain dari perusahaan
sendiri.

-Perluasan Merek yaitu menggunakan nama merek sukses untuk


meluncurkan produk baru atau modifikasi dalam kategori baru.
Perluasan merek membuat suatu produk baru segera dikenali dan
karenanya lebih cepat diterima. Hal ini dapat menghemat biaya iklan.
Jika sebuah perluasan lini gagal, hal itu dapat membahayakan sikap
konsumen terhadap produk lain dengan nama merek yang sama. Nama
merek jika dipakai berlebihan mungkin menghilangkan posisi tertentu
dibenak khalayak.
-Pemberian Multimerek memberikan sebuah cara untuk membangun
sifat dan ketertarikan yang berbeda bagi motif pembelian yang berbeda.
Hal itu juga memungkinkan perusahaan untuk menempati ruang yang
lebih banyak dirak pengecer.
-Perusahaan dapat menciptakan nama merek baru ketika memasuki
kategori produk baru, karena tidak satu pun merek ada yang cocok.
Kemungkinan lain, perusahaan mungkin melihat bahwa pengaruh nama
merek yang ada sekarang memudar dan diperlukan nama merek baru.

Pengemasan (Packaging) dan Pemberian Label (Labeling)

Kemasan melibatkan perancangan dan produksi wadah atau


pembungkus untuk sebuah produk di mana fungsi utamanya adalah untuk
melindungi dan menyimpan produk tersebut.
Pemberian label (labeling) Pembelian label dipengaruhi oleh penetapan
harga unit/unit pricing (menyatakan harga perunit dari ukuran standar),
tanggal kadaluarsa atau opendating (menyatakan berapa lama produk
dikomsumsi), label keterangan gizi/nutritional labeling (menyatakan nilai gizi
dalam produk).
Pada bagian ini, pemasar harus lebih memperhatikan keuntungan
dalam bersaing (competitive advantages), keamanan produk (safety
product), promosi (promote), identifikasi dan penggambaran produk.
Pelayan Produk Pendukung

Perusahaan juga mengembangkan jasa pendukung produk yang


meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan serta perlindungan
terhadap pesaing. Langkah pertama, mensurvei pelanggan secara berkala
untuk menilai pelayanan saat ini dan memperoleh ide bagi pelayanan baru.
Selanjutnya, setelah menimbang nilai yang beragam pelayanan pendukung
terhadap pelanggan, perusahaan harus menilai biaya untuk menyediakan
pelayanan ini.

E. Pemasaran Jasa
Jasa telah tumbuh secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu, perusahaan harus merancang program pemasaran dengan
mempertimbangkan 4 karakterisitk sebagai berikut :
Jasa tak berwujud (service intangibility)
berarti bahwa jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, diraba, didengar, atau
dibaui sebelum jasa itu dibeli. Untuk mengurangi ketidakpastian, pembeli
mencari tanda-tanda kualitas jasa.
Jasa tak terpisahkan
Barang-barang fisik diproduksi, lalu disimpan, kemudian dijual, dan
dikonsumsi kemudian. Sebaliknya, jasa dijual terlebih dahulu, lalu
diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang sama. Jasa tak terpisahkan
(service inseparability) berarti bahwa jasa tidak dapat dipisahkan dari
penyedianya, tanpa mempedulikan apakah penyedia jasa itu orang atau
mesin.

Variabilitas jasa
Variabilitas jasa (service variability) berarti bahwa kualitas jasa bergantung
pada siapa yang menyediakan jasa itu dan kapan, di mana, dan bagaimana
jasa itu disediakan.
Jasa dapat musnah
Jasa dapat musnah (service perishability) berarti bahwa jasa tidak dapat
disimpan untuk dijual atau digunakan beberapa saat kemudian.

Usaha pemasaran juga di butuhkan agar produk atau jasa yang telah
memiliki merek tersebut di kenal oleh banyak orang dan di sukai oleh para
konsumen.
Para pemasar berusaha:
1. Mencari cara agar jasa lebih berwujud.
2. Meningkatkan produktivitas penyedia yang tak dapat dipisahkan dari
produk mereka.
3. Menetapkan standar kualitas untuk menghadapi variabilitas.
4. Meningkatkan pergerakan permintaan dan kapasitas persediaan untuk
menghadapi musnahnya jasa.

Pertimbangan pemasaran tambahan yang diperlukan oleh jasa yaitu:


1. Perusahaan jasa yang baik memusatkan perhatian pada pelanggan dan
karyawan.
2. Perusahaan jasa memahami rantai laba-jasa, yang menghubungkan laba
perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.
3. Strategi pemasaran jasa tidak hanya memerlukan pemasaran eksternal
tetapi juga pemasaran internal untuk memotivasi karyawan dan
pemasaran interaktif untuk menciptakan keahlian penghantaran jasa di
antara penyedia jasa.
4. Menciptakan diferensiasi kompetitif.
5. Menawarkan kualitas jasa yang tinggi.
6. Menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas jasa.

DAFTAR PUSTAKA

http://arwaparwanto.blogspot.co.id/2011/07/produk-jasa-strategi-penentuanmerek.html
http://karyatulisilmiah.com/makalah-produk-jasa-dan-strategi-penentuanmerek/
http://lukitrickymind.blogspot.co.id/2011/07/produk-jasadan-strategipenentuan-merek.html