Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien
Nama
Jenis Kelamin
Usia
Alamat
Tanggal Masuk RS

: Yayuk Sudiarti
: Perempuan
: 32 tahun
: Taman Beringin I/ 12 Rt.06 Rw.08 Kelurahan Tambakaji, Semarang.
: 20 April 2016

B. Kronologis
Kurang lebih pukul 20.30WIB pada tanggal 19 April 2016, korban bertengkar dengan suami
kemudian baju korban ditarik oleh suaminya lalu tubuh korban dilempar keatas tempat tidur.
Suami mencekik leher korban, korban berusaha menghindar. Korban lalu berlari melewati tangga
untuk menghindari suami korban, pagi harinya terdapat memar pada paha kanan korban. Korban
mengaku leher dan kaki kanan terasa nyeri.
C. Hasil Pemeriksaan
h. Keadaan gizi :Kesan gizi lebih (indeks massa tubuh 23,89 kg/m2).
TEMUAN YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS KORBAN
1. Identitas Umum Korban:
a. Jenis kelamin : Perempuan.
b. Umur : 32 tahun
c. Berat badan: 65 kg
d. Tinggi badan : 165 cm
e. Warna kulit : Sawo matang.
f. Warna pelangi mata :Hitam.
g. Ciri rambut : Warna hitam kecoklatan, panjang, lurus.

a.
TEMUAN DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR
Daerah berambut :Tidak
adaUmum
kelainan.
Keadaan
/ Tanda-tanda Vital
Wajah: Tidak ada kelainan.
a.Tingkat kesadaran: Sadar penuh.
Tekanan
Darah
: 130/80
b. Leher : Terdapatb.sebuah
luka
memar
pada mmHg
leher bagian depan, bentuk tidak teratur, dengan ukuran
c.
Denyut
Nadi
:
88x/menit
panjang delapan sentimeter dan lebar delapan sentimeter, batas tidak tegas, warna kemerahan.
d. Pernapasan: 20x/menit
c. Dada : Tidak ada kelainan.
e. Suhu Badan: 36,4oC
d. Punggung : Tidak ada kelainan.
e. Pinggang : Tidak ada
1. kelainan.
Permukaan Kulit Tubuh
f. Perut : Tidak ada kelainan.
g. Anggota gerak :
Anggota gerak atas :
o Kanan : Tidak ada kelainan.
o Kiri : Tidak ada kelainan.
Anggota Gerak Bawah
o Kanan : Terdapat tiga buah luka memar pada tungkai atas kanan sisi luar. Luka memar pertama
dengan titik pusat delapan belas sentimeter di atas lutut kanan, bentuk tidak teratur dengan ukuran
panjang tiga sentimeter lebar dua sentimeter, batas tidak tegas, warna biru kekuningan. Luka
memar kedua dengan titik pusat tujuh sentimeter di atas lutut kanan, bentuk tidak teratur dengan
ukuran panjang dua sentimeter lebar satu sentimeter, batas tidak tegas, warna kebiruan. Luka
memar ketiga dengan titik pusat tepat pada lutut kanan, bentuk tidak teratur dengan ukuran
panjang satu sentimeter lebar satu sentimeter, bentuk tidak teratur, warna kebiruan.
o Kiri : Tidak ada kelainan.
2. Bagian Tubuh Tertentu :
o Mata : Tidak ada kelainan
o Hidung : Tidak ada kelainan.
o Telinga :Tidak ada kelainan.
o Mulut :Tidak ada kelainan.

Kepala :
3. Tulang - Tulang : Tidak ada kelainan.
D. Analisis Kasus
Aspek Hukum pada kasus ini berkaitan dengan :
a.

Undang-Undang no 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Pasal 1 Dalam Undang-Undang yang dimaksud dengan:


1. Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama
perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual,
psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan

perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup
rumah tangga.
2. Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah jaminan yang diberikan oleh negara
untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam
rumah tangga, dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga.
3. Korban adalah orang yang mengalami kekerasan dan/atau ancaman kekerasan dalam lingkup
rumah tangga.
4. Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada
korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan,
pengadilan, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan.
5. Perlindungan Sementara adalah perlindungan yang langsung diberikan oleh kepolisian
dan/atau lembaga sosial atau pihak lain, sebelum dikeluarkannya penetapan perintah
perlindungan dari pengadilan.
6. Perintah Perlindungan adalah penetapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan untuk
memberikan perlindungan kepada korban.
7. Menteri adalah menteri yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang pemberdayaan
perempuan.

Pasal 2, menyebutkan bahwa:


(1) Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini meliputi :
a. suami, isteri, dan anak;
b. orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud pada
huruf a karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang
menetap dalam rumah tangga; dan/atau
c. orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.
(2) Orang yang bekerja sebagaimana dimaksud pada huruf c dipandang sebagai anggota
keluarga dalam jangka waktu selama berada dalam rumah tangga yang bersangkutan.

UU PDKRT Pasal 3 menyebutkan Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan


berdasarkan asas :
a. penghormatan hak asasi manusia;
b. keadilan dan kesetaraan gender
c. nondiskriminasi
d. perlindungan korban

UU PDKRT Pasal 4 menyebutkan Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga bertujuan :

a. mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga


b. melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga
c. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga
d. memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.
Pasal 5
Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup
rumah tangganya, dengan cara :
a. kekerasan fisik;
b. kekerasan psikis;
c. kekerasan seksual
d. penelantaran rumah tangga
Pasal 6
Kekerasan fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a adalah perbuatan yang
mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.
KETENTUAN PIDANA
Ketentuan pidana atas berbagai bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diatur dalam UndangUndang No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pasal 44:
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling
lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan korban
mendapat jatuh sakit atau luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp.30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengakibatkan matinya
korban, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda
paling banyak Rp.45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah).
(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap
isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan
pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan
pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp.5.000.000,00
(lima juta rupiah).
E. Kesimpulan
Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan dari pemeriksaan atas korban tersebut maka saya
simpulkan bahwa korban adalah seorang perempuan, umur tiga puluh dua tahun, kesan gizi lebih.
Didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa luka memar pada leher dan anggota gerak
bawah kanan. Hal tersebut tidak menimbulkan gangguan atau halangan dalam menjalankan
pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.