Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MANAJEMEN FARMASI

APOTEKER

Nama kelompok 5 :

NURHIKMAH
NURIS RANDA M.
NURSAINAB M. SAID
PATRICIUS PRIMA D.P
PUTRI AGUSTYIANI
RAHAYU D. A.IGIRISA
RAHMAT HIDAYAT

(1620313347)
(1620313348)
(1620313349)
(1620313350)
(1620313351)
(1620313352)
(1620313353)

PROGRAM STUDI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2016

KASUS I
APOTEK AL RASYID
Lokasi apotek Al Rasyid terletak di jalan Bojong Sayang nomor 39 Kelurahan
Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pada awal berdiri, Apotek Al Rasyid
buka selama 25 hari kerja setiap bulan dari pukul 09.00 15..00 dan hanya dikelola oleh seorang
Apoteker Pengelola Apotek, seorang asisten apoteker dan seorang tenaga administrasi. 6 bulan
selanjutnya waktu buka diperpanjang menjadi 2 shift dari pukul 09.00-21.00 dimana pemilik
sarana apoteker bertindak sebagai apoteker pendamping. Investasi total untuk apotek Al Rasyid
Sebesar Rp. 25.000.000 (status tanah sewa) yang diperoleh dari pemilik saham. Break even point
dapat dicapai apabila penjualan perbulan sebesar Rp.80.000.000 yang dapat dicapai setelah 6
bulan beroperasi.
A. Gambaran Singkat Bisnis
Apotek Al Rasyid yang akan didirikan di jalan Bojong Sayang nomor 39 merupakan
pengembangan dari sarana pelayanan kesehatan yang telah didirikan sebelumnya sebagai klinik
dokter jaga 24 jam. Pelayanan kefarmasian yang akan diberikan oleh apotek Al Rasyid ini
antara lain pelayanan konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring dalam hal penggunaan obat,
penyediaan obat-obatan, delivery service, dan penyediaan praktek dokter. Apotek Al Rasyid
melayani permintaan obat resep dan obat bebas bagi semua kelompok masyarakat.
B. Produk
Produk yang akan diberikan oleh Apotek Al Rasyid adalah produk farmasi dan jasa
pelayanan kefarmasian. Kedua produk tersebut dikemas dalam sistem pelayanan yang terpadu
dan profesional :

Produk farmasi

Produk yang disediakan berupa obat yang termasuk ke dalam obat wajib apotek, obat etikal
(obat dengan resep dokter), obat bebas terbatas dan obat bebas.

Jasa pelayanan kefarmasian

Apotek Al Rasyid memberikan jasa pelayanan kefarmasian berupa konsultasi, informasi, edukasi
dan monitoring dalam hal penggunaan obat, penyediaan obat-obatan, dan delivery service .
Sistem pelayanan di Apotek Al Rasyid merupakan sistem pelayanan yang berorientasi pada
kepuasan konsumen dengan cara memberikan lingkungan (baik tempat, fasilitas maupun
personel) apotek yang kondusif bagi kenyamanan konsumen, pelayanan yang cepat, serta
berusaha menjaga hubungan baik yang berkelanjutan dengan konsumen.
C. Analisis SWOT
Kekuatan (Strength)

Melalui klinik rancamanyar potensi pasar telah diketahui


Klinik rancamanyar sebelumnya telah menjalin mitra kerja dengan klinik lainnya
Adanya konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring bagi konsumen.
Tenaga profesional yang kompeten.
Sistem manajemen dan komputerisasi yang baik.
Kondisi bangunan baru dan telah diset untuk dokter spesialis dan laboratorium
Pemilik sarana apotek adalah seorang apoteker sehingga bisa menerapkan pharmaceutical
care dengan baik.

Kelemahan (Weakness)

Modal yang terbatas.


PSA dan Apoteker yang kurang berpengalaman.

Peluang (Opportunity)

Perumahan di daerah rancamanyar berkembang pesat


Dengan bangunan yang baru, bisa mendapatkan segmen masyarakat golongan menengah
keatas
Dokter spesialis anak telah siap
Mitra kerja klinik lainnya siap untuk disuply.

Ancaman (Threat)

Kemungkinan munculnya kompetitor.

Faktor internal
Kekuatan
(S)

Faktor eksternal
Peluang
(O)

Ancaman
(T)

Kelemahan
(W)

Perumahan di daerah
Rancamanyar berkembang
pesat
Dengan bangunan yang
baru bisa mendapatkan
segmenmasyarakat
golongan menengah ke
atas

Klinik
Rancamanyar
sebelumnya telah menjalin
mitra kerja dengan klinik
lainnya
Tenaga profesional yang
kompeten

Dokter spesialis anak


telah siap
Pemilik sarana apotek
adalah seorang Apoteker
sehingga bisa menerapkan
pharmaceutical
care
dengan baik

Menjalin kerja sama


dengan mitra kerja klinik
lainnya

KASUS II
APOTIK MOJOSONGO FARMA
Apotik Mojosongo Farma berdiri sejak Januari 2004, tetapi belum menunjukkan
adanya kemajuan sejak berdiri. Berdiri di lokasi pinggiran kota Solo, dekat dengan perumahan
dan perkampungan berpenduduk padat dengan kondisi cukup aman dan nyaman. Di sekitar
apotik terdapat beberapa praktek dokter dan dekat dengan klinik. Lokasi apotik sebenarnya
ramai, terletak di pinggir jalan raya yang ramai dan dilalui oleh angkutan umum. Gedung apotik
milik sendiri, tetapi karena lokasinya sempit, tempat parkir dan ruang tunggu pasien juga sempit.
Dengan jarak yang tidak terlalu jauh pada jalan yang sama terdapat 4 apotik, yang berdiri
belakangan. PSA sebenarnya adalah apoteker tetapi ia menjadi penanggung jawab di apotik yang
lain. APA tinggal dan bekerja sebagai PNS di kota yang berbeda sehingga tidak bisa aktif di
apotik.
Apotik sudah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi swasta dan BUMN dalam
melayani pembelian obat bagi karyawannya, tetapi karena obat sering tidak tersedia pasien pergi
ke apotik lain yang juga menjadi mitra mereka. Menurut masyarakat sekitar, harga obat di apotik
ini lebih mahal daripada apotik lainnya, dan karyawannya kurang ramah.
Pada kondisi saat ini, banyak pelaku bisnis yang kesulitan menjalankan roda bisnisnya.
Banyak apotik yang tutup karena tidak mampu bersaing. Hal ini disebabkan krisis ekonomi yang
berkepanjangan dan diperparah dengan kenaikan harga BBM sehingga menyebabkan daya beli
masyarakat menurun. Sementara ijin untuk pendirian apotik sangat dipermudah dan tidak ada
pembatasan jarak sehingga dapat menyebabkan adanya persaingan yang tidak sehat.

Analisis SWOT
Kekuatan (Strength)

Berdiri di lokasi pinggiran kota solo, dekat dengan perumahan dan perkampungan

berpenduduk pada kondisi cukup aman dan nyaman


Dekat dengan praktek dokter di klinik

Kelemahan (Weakness)

Lokasi sempit
Tempat parker dan ruang tunggu pasien sempit
Harga obat di apotek ini lebih mahal daripada apotek lainnya
Karyawannya kurang ramah

Peluang (Opportunity)

Apotek sudah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi swasta dan BUMN dalam
melayani pembelian obat dan karyawannya.

Ancaman (Threat)

Terancam bangkrut / rugi


Krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM

Faktor internal

Faktor eksternal
Peluang
(O)

Ancaman
(T)

Kekuatan
(S)

Kelemahan
(W)

Apotek sudah melakukan


kerjasama dengan beberapa
instansi swasta dan BUMN
dalam melayani pembelian
obat
bagi
karyawannya,
dengan dukungan tempat yang
strategis

Menjalin kerja sama dengan


praktek dokter dan klinik

Harga obat diturunkan


Karyawannya
di
training
Memperluas
tempat
parker
dan
ruang
tunggu pasien

Menurunkan harga obat


Tempat parker dan
ruang tunggu pasien
diperluas lagi