Anda di halaman 1dari 22

MANAJEMEN RISIKO BENCANA

TUGAS MAKALAH DAERAH RENTAN BENCANA

Oleh :
LUH PUTU NITA MELIANDARI
NIM. P07120213021

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIV
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat rahmat-Nya paper yang berjudul Daerah Renta Bencana
dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan moral maupun material
sehingga paper ini dapat tersusun dengan baik.
Penulis menyadari bahwa apa yang telah dipaparkan pada paper
ini masih jauh dari tingkat sempurna baik menyangkut isi, teknis, maupun
bahasa. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan demi perbaikan paper ini. Betapapun kekurangan itu, penilaian
sepenuhnya diserahkan kepada para pembaca. Akhirnya penulis berharap
semoga paper ini dapat bermanfaat sehingga dapat disimak dalam bentuk
bahan bacaan.

Denpasar, 14 Mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar

...... i

Daftar Isi

.. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................ 1
B. Rumusan Masalah ........... 3
C. Tujuan Penulisan ..... 3
BAB II PEMBAHASAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengertian Bencana Banjir................ ....4


Jenis-Jenis Bencana Banjir............ .4
Penyebab Terjadinya Bencana Tanah Longsor....6
Bahaya dan Risiko Terjadinya Banjir .................................................10
Cara Mengantisipasi dan Pencegahan Banjir........11
Bencana Banjir di Desa Ubung, Kec. Denpasar Utara........................14

BAB III PENUTUP


A. Simpulan ..16
B. Saran ............17
Daftar Pustaka........................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kota Denpasar terletak di tengah-tengah dari Pulau Bali, selain
merupakan Ibukota Daerah Tingkat II, juga merupakan Ibukota
Propinsi Bali sekaligus sebagai pusat pemerintahan, pendidikan,
perekonomian.
Kota Denpasar terletak diantara 08 35" 31'-08 44" 49' lintang
selatan dan 115 10" 23'-115 16" 27' Bujur timur, yang berbatasan
dengan: di sebelah Utara Kabupaten Badung, di sebelah Timur
Kabupaten Gianyar, di sebelah Selatan Selat Badung dan di sebelah
Barat Kabupaten Badung. Ditinjau dari Topografi keadaan medan Kota
Denpasar secara umum miring kearah selatan dengan ketinggian
berkisar antara 0-75m diatas permukaan laut. Morfologi landai dengan
kemiringan lahan sebagian besar berkisar antara 0-5% namun
dibagian tepi kemiringannya bisa mencapai 15%.
Luas wilayah Kota Denpasar 127,98 km 2 atau 127,98 Ha, yang
merupakan tambahan dari reklamasi pantai serangan seluas 380 Ha,
atau 2,27 persen dari seluruh luas daratan Propinsi Bali. Sedangkan
luas daratan Propinsi Bali seluruhnya 5.632,86 Km 2. Batas Wilayah
Kota Denpasar di sebelah Utara dan Barat berbatasan dengan
Kabupaten Badung (Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Kuta Utara),
sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gianyar (Kecamatan
Sukawati dan Selat Badung dan di sebelah Selatan berbatasan
dengan Kabupaten Badung (Kecamatan Kuta) dan Selat Badung.
Sebagian besar (59,1%) berada pada ketinggian antara 0 - 75 M dari
permukaan laut.
Dari luas tersebut diatas tata guna tanahnya meliputi Tanah sawah
5.547 Ha dan Lahan Kering 10.001 Ha. Lahan Kering terdiri dari Tanah
Pekarangan 7.714 Ha, Tanah Tegalan 396 Ha, Tanah Tambak/Kolam
9Ha, Tanah sementara tidak diusahakan 81 Ha, Tanah Hutan 538 Ha ,
Tanah Perkebunan 35 Ha dan Tanah lainnya: 1.162 Ha. Luas Lahan di
Kota Denpasar dirinci per Kecamatan (Hektar).
4

Kota Denpasar termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi


angin musim sehingga memiliki musim kemarau dengan angin timur
(Juni-Desember) dan musim Hujan dengan angin barat (SeptemberMaret) dan diselingi oleh musim Pancaroba. Suhu rata-rata berkisar
antara 25,4C - 28,5C dengan suhu maksimum jatuh pada bulan
Januari,

sedangkan

suhu

minimum

pada

bulan

agustus.

Jumlah Curah Hujan tahun 2008 di Kota Denpasar berkisar 0-406 mm


dan rata-rata 97,1 mm. Bulan basah (Curah Hujan >100 mm/bl)
selama 4 bulan dari bulan Nopember s/d Pebruari Sedangkan bulan
kering (Curah Hujan <100 mm/bl selama 8 bulan jatuh pada bulan
Maret sampai Oktober. Curah Hujan tertinggi terjadi pada pada bulan
Pebruari (406 mm) dan terendah terjadi pada bulan Oktober (0 mm).
Desa Ubung terletak diujung utara Kota Denpasar tepatnya di
Kecamatan Denpasar Utara dengan luas sebesar 103.00 Hektar. Desa
ubung memiliki 2 sungai yang terletak di selatan desa merupakan
aliran dari tukad badung yang bernama sungai belong. Dan satu
sungai lagi yang membentang panjang di utara desa bernama sungai
klicung. Sungai yang berada di Desa Ubung kini telah tercemar oleh
adanya sampah yang di

buang oleh warga desa sehingga

menghambat aliran air sungai. Di samping itu Desa Ubung yang


terletak di tengah kota Denpasar belum memiliki got atau saluran air
yang memadai dipinggiran jalan sehingga saat hujan tidak ada yang
dapat menampung air hujan dan saat hujan deras mengakibatkan
terjadinya banjir disepanjang Jalan Cokroaminoto, Ubung setinggi
mata kaki bahkan sampai setinggi betis orang dewasa. Sungai-sungai
yang seharusnya dapat mengaliri air dengan lancar juga tersumbat
oleh genangan-genangan sampah.
Berdasar SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, banjir
adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur
sungai atau saluran. Kemudian dalam Buku Geografi kelas XI yang
ditulis oleh Nurmala Dewi tahun 2007, banjir adalah peristiwa
tergenangnya suatu wilayah oleh air, baik air hujan, air sungai, maupun
air pasang. Berdasarkan dua pengertian tersebut, saya menyimpulkan

bahwa banjir adalah aliran air sungai atau selokan yang meluap
karena sungai atau selokan tersebut tidak mampu menahan aliran air.
Dari definisi dan kondisi yang terjadi di Desa Ubung, maka dari itu
saya membuat makalah ini dengan tema Banjir di Desa Ubung.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan banjir?
2. Apa saja macam macam banjir?
3. Apa penyebab banjir di daerah perkotaan?
4. Apa bahaya dan risiko terjadinya banjir di daerah Perkotaan?
5. Bagaimana cara mencegah terjadinya banjir?
6. Bagaimana bencana banjir yang terjadi di Desa Ubung, Kecamatan
Denpasar Utara?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:
1. Tujuan Umum :
Untuk mengetahui daerah renta bencana di suatu daerah
2. Tujuan Khusus :
a. Untuk mengetahui tentang Banjir
b. Untuk mengetahui macam - macam banjir
c. Untuk mengetahui penyebab banjir di daerah perkotaan
d. Untuk mengetahui bahaya dan risiko banjir di perkotaan
e. Untuk mengetahui cara pencegahan banjir di perkotaan
f. Untuk mengetahui bencana banjir yang terjadi di Desa Ubung,
Kecamatan Denpasar Utara

g. BAB II
h. PEMBAHASAN
i.
A. Pengertian Banjir
j.
Banjir adalah pertistiwa terbenamnya daratan karena volume
air yang meningkat. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai
yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan
yang tinggi dan terus menerus. kekuatan banjir mampu merusak
rumah dan menyapu fondasinya. Air banjir juga juga membawa lumpur
berbau yang dapat menutup segalanya setelahair banjir surut.
k.
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu
kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana
banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan
luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
l.
Dalam cakupan pembicaraan yang luas, kita bisa melihat
banjir sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air
di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita
dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi
dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air
ke dalam tanah.
m.

Aliran Permukaan = Curah Hujan (Resapan ke dalam tanah +


Penguapan ke udara)

n.
B. Macam macam Banjir
o.
Peristiwa banjir yang terjadi tentunya bermacam-macam
tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, terjadinya banjir dilihat
dari penyebabnya terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Banjir Air
p.

Banjir air merupakan banjir yang sering sekali terjadi saat ini.

Penyebab dari banjir ini adalah kondisi air yang meluap di


beberapa

tempat,

seperti

sungai,

danau

maupun

selokan.

Meluapnya air dari tempat-tempat tersebut yang biasanya menjadi


tempat penampungan dan sirkulasinya membuat daratan yang ada

di sekitarnya akan tergenang air. Banjir ini biasanya terjadi karena


hujan yang begitu lama sehingga sungai, danau maupun selokan
tidak lagi cukup untuk menampung semua air hujan tersebut.
2. Banjir Cileuncang
q.

Banjir ini sebenarnya hampir sama dengan banjir air. Tetapi

banjir cileuncang ini terjadi karena hujan yang derat dengan


debit/aliran air yang begitu besar. Sedemikian sehingga air hujan
yang sangat banyak ini tidak mampu mengalir melalu saluran air
(drainase) sehingga air pun meluap dan menggenangi daratan
3. Banjir Rob (Laut Pasang)
r.

Banjir

laut

pasang

atau

dikenal

dengan

sebutan

banjir rob merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh naiknya


atau pasangnya air laut sehingga menuju ke daratan sekitarnya.
Banjir jenis ini biasanya sering menimpa pemukiman bahkan kotakota yang berada di pinggir laut, seperti daerah Muara Baru di
ibukota Jakarta. Terjadinya air pasang ini di laut akan menahan
aliran air sungai yang seharusnya menuju ke laut. Karena
tumpukan air sungai tersebutlah yang menyebabkan tanggul jebol
dan air menggenangi daratan.
4. Banjir Bandang
s.

Banjir

bandang merupakan

banjir

yang

tidak

hanya

membawa air saja tapi material-material lainnya seperti sampah


dan lumpur. Biasanya banjir ini disebabkan karena bendungan air
yang jebol. Sehingga banjir ini memiliki tingkat bahaya yang lebih
tinggi daripada banjir air. Bukan hanya karena mengangkut
material-material lain di dalamnya yang tidak memungkinkan
manusia berenang dengan mudah, tetapi juga arus air yang
terdakang sangat deras.

5. Banjir Lahar
t.

Banjir lahar merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh

lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau
meletus.

Dari

proses

erupsi

inilah

nantinya

gunung

akan

mengeluarkan lahar dingin yang akan menyebar ke lingkungan


sekitarnya. Air dalam sungai akan mengalami pendangkalan
sehingga juga akan ikut meluap merendam daratan.
6. Banjir Lumpur
u.

Banjir ini merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh

lumpur. Salah satu contoh identic yang masih terjadi sampai saat
ini adalah banjir lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Banjir
lumpur ini hampir menyerupai banjir bandang, tetapi lebih
disebabkan karena keluarnya lumpur dari dalam bumi yang
kemudian menggenangi daratan. Tentu lumpur yang keluar dari
dalam bumi tersebut berbeda dengan lumpur-lumpur yang ada di
permukaan. Hal ini bisa dianalisa dari kandungan yang dimilikinya,
seperti gas-gas kimia yang berbahaya.
v.

Berdasarkan mekanisme terjadinya, banjir dapat

dibedakan menjadi banjir biasa (regular) dan banjir tidak biasa


(irregular). Banjir regular terjadi akibat jumlah limpasan yang sangat
banyak sehingga melampaui kapasitas dari pembuangan air yang
ada (existing drainage). Banjir irregular terjadi akibat tsunami,
gelombang pasang, atau keruntuhan dam (dam break).
w.

Berdasarkan posisi sumber banjir terhadap daerah

yang digenanginya, banjir dapat dibedakan menjadi banjir lokal dan


banjir bandang (flash flood). Banjir lokal didefinisikan sebagai banjir
yang diakibatkan oleh hujan lokal sedangkan banjir bandang dapat
diartikan banjir yang diakibatkan oleh propagasi limpasan dari
daerah hulu pada suatu daerah tangkapan.
x.
9

C. Penyebab Terjadinya Banjir


y.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya banjir

baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia itu sendiri,


diantaranya adalah:
z.
1. Air sungai yang meluap karena menumpuknya sampah
aa.

Meluapnya air sungai yang terjadi merupakan salah satu

faktor yang bisa menyebabkan terjadinya banjir. Meluapnya air


sungai ini bisa saja disebabkan karena adanya pengendapan di
dasar sungai dan menumpuknya sampah yang menghambat aliran
sungai. Endapan yang terjadi bisa disebabkan karena turunnya
hujan dalam waktu yang cukup lama sehingga sungai kehilangan
daya tampung terhadap air tersebut. Selainnya itu, bisa juga
disebabkan karena adanya penyempitan permukaan aliran sangai
sehingga air yang mengalir semakin terbatas.
2. Banjir yang terjadi di muara
ab.
Banjir ini terjadi di bagian muara yang biasanya disebabkan
oleh perubahan cuaca. Di mana pada keadaan tersebut terjadi
proses naiknya/pasangnya air laut yang terkadang memancing
terjadinya badai di lautan. Faktor badai inilah yang menjadi
penyebab utama terjadinya banjir di kawasan muara. Badai
tersebut biasanya adalah badai jenis siklon tropis atau siklon
ekstratropis.
3. Bencana alam
ac.

Banjir juga bisa terjadi karena adanya bencana alam.

Sehingga banjir ini biasanya akan datang secara tiba-tiba tanpa


bisa diprediksi sebelumnya. Bencana alam yang bisa saja
menyebabkan terjadinya banjir ini, antara lain gempa bumi, gunung
meletus hingga menyebabkan banjir lahar maupun karena adanya
tanggul yang jebol, seperti yang terjadi pada tahun 2009 di Situ
Gintung.

10

4. Air laut yang meluap


ad.
banjir

Meluapnya air laut yang terjadi sehingga menyebabkan


biasanya

terjadi

karena

ada

beberapa

faktor

yang

mendahuluinya terlebih dahulu. Contohnya dengan adanya pasang


air laut sehingga air laut tersebut meluap ke daratan yang ada di
sekitarnya, adanya gempa bumi sehingga menyebabkan tsunami,
seperti yang terjadi di Aceh, dan berbagai kejadian lainnya, seperti
badai.
5. Rusaknya hutan
ae.

Sebagaimana kita ketahui bahwa hutan memiliki sifat vital

sebagai tempat resapan air terbesar yang bisa diandalkan di muka


bumi. Hujan yang mampu menyerap air tanah sehingga menjadi
cadangan juga bagi manusia yang dialirkan melalui air tanah
sangatlah penting untuk tetap dijaga keberlangsungannya. Apabila
hutan sudah rusak ataupun dirusak oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab, tentu tidak aka nada lagi yang mampu untuk
melakukan

resapan

air

dalam

jumlah

besar

dan

mampu

menyimpannya sebagai cadangan kebutuhan air. Dengan kondisi


gundulnya hutan, maka peristiwa banjir tidak akan bisa terelakkan
terutama di kawasan perkotaan yang sudah sangat jarang
pepohonan.
6. Lumpur
af.

Lumpur bisa saja menjadi penyebab terjadinya banjir karena

adanya endapan yang menumpuk pada kawasan pertanian.


Sehingga memicu sedimen yang terkumpul dalam endapan
tersebut untuk terpisah dan larut dalam air yang bisa menjadi
penumpukan di dasar sungai. Hal ini bisa kita lihat apabila terjadi
banjir akibat sungai yang meluap, di mana air membawa partikel
lumpur di dalamnya. Penyebab lainnya bisa saja karena paksaan

11

manusia untuk mengeluarkan lumpur dari dalam perut bumi melalui


proses pengeboran yang berlebihan, seperti banjir lumpur lapindo
di Sidoarjo, Jawa Timur. Yang mana peristiwa tersebut sejatinya
terjadi karena adanya kesalahan manusia atau faktor human error.
7. Perilaku manusia
ag.

Perilaku manusia inilah yang sering kali menjadi faktor

dominan penyebab banjir yang terjadi di masyarakat saat ini.


Perilaku tersebut dimulai dengan kebiasaan buruk yang membuang
sampah sembarangan terutama di sungai sehingga menghambat
laju aliran airnya, kemudian terjadi luapan air menuju daratan.
ah.
Perilaku lainnya yang memperihatinkan hingga saat ini
adalah menebang hutan sembarangan sehingga hutan-hutan
menjadi gundul dan tidak ada lagi yang memiliki kemampuan untuk
melakukan resapan air dalam jumlah besar serta menyimpannya
sebagai cadangan ketersediaan air di muka bumi.
8. Perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim (tak tentu)
ai.

Perubahan iklim dan cuaca yang tak menentu juga bisa

menjadi faktor yang tidak akan terduga, terutama dalam kondiri


saat ini. Curah hujan yang berlebihan bisa saja akan menyebabkan
banjir meskipun tempat yang dihujani sudah memiliki kemampuan
yang cukup mumpuni untuk melakukan resapan air. Sebaliknya,
apabila yang terjadi adalah kemarau berkepanjangan, maka justru
ketersediaan air akan kurang bahkan menimbulkan kekeringan.
Apalagi di tengah isu global warning yang semakin marak seperti
saat ini.
9. Saluran air (drainase) yang buruk
aj.

Saluran

air

atau drainase merupakan

tempat

untuk

mengalirnya aliran air. Saluran air yang buruk tentunya akan


menghambat mengalirnya air sebagaimana mestinya. Sedemikian
12

sehingga saat hujan turun atau limpahan air yang datang dari suatu
tempat akan terhambat proses mengalirnya. Oleh karena itu,
saluran drainase harus dalam kondisi baik dan rutin dibersihkan
hingga tidak terjadi sumbatan.
10. Penyebab lainnya
ak.

Penyebab lain yang dapat memicu terjadinya banjir adalah

ketika terjadi luapan air di kawasan kedap air, dalam artian


kawasan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menyerap air
dalam waktu singkat. Kejadian ini biasanya banyak terjadi ke
kawasan perkotaan yang hampir semua dasar tanahnya sudah
memakai aspal dan beton. Pemukiman modern ala perkotaan yang
alas tanahnya sudah disulap menjadi paving-paving cantik dengan
berbagai macam motif sehingga menyisakan kawasan pertanahan
yang sangat sedikit sekali.
al.
Selain itu juga bisa disebabkan karena terjadinya badai
menuju arah yang sama dan pembangunan bendungan yang
sembarangan tanpa memperhitungkan keadaan sekitarnya, yang
mungkin padat pemukiman. Sehingga apabila air dalam bendungan
meluap akan mengenai pemukiman tersebut.
am.
D. Bahaya dan Risiko Terjadinya Banjir
an.

Bencana banjir mengakibatkan kerugian berupa korban

manusia dan harta benda, dapat juga melumpuhkan kegiatan sosial


ekonomi penduduk. Kerugian atau bahaya serta risiko dari terjadinya
banjir tersebut diantaranya :
1. Rusaknya sarana dan prasarana
ao.
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding
bangunan, apabila dinding tidak mampu menahan kandungan air
maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol.
2. Hilangnya harta benda

13

ap.

Banjir dalam aliran skala besar mampu menyeret apapun

yang dilaluinya termasuk harta benda. Seperti kursi, kasur, meja,


pakaian, dan lain sebagainya.
3. Menimbulkan korban jiwa
aq.
Hal ini disebabkan karena arus air terlalu deras sehingga
banyak penduduk yang hanyut terbawa arus.
4. Menimbulkan bibit penyakit
ar.
Penyakit yang dapat ditimbulkan misalnya gatal-gatal. Air
banjir banyak membawa kuman sehingga penyebaran penyakit
sangat besar.
as.
at.
au.
5. Rusaknya areal pertanian
av.
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah. Tentu saja hal
ini sangat merugikan para petani dan kondisi perekonomian negara
menjadi terganggu.
aw.
E. Cara Mengantisipasi dan Mengatasi Banjir
ax. Peristiwa banjir yang identik dengan sebutan bencana
tentunya memerlukan perhatian serius untuk bisa diantisipasi dan
diatasi apabila telah terjadi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan
untuk mengantisipasi dan mengatasi terjadinya banjir sehingga mampu
meminimalisir kejadian ataupun dampak yang ditimbulkan, antara lain:
1. Penanaman dan pengubahan mindset atau pola pikir, sikap
atau tingkah laku serta aspek spiritual manusia untuk lebih
menghargai alam
ay. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa ilmu alam merupakan ilmu
pasti, meskipun kita enggan untuk benar-benar mengakui dan
menyadari fakta tersebut. Alam sebagai ilmu pasti tidak akan
mengenal akan istilah basa-basi. Sebagaimana kita pelajari bahwa
rumus dalam ilmu alam sendiri sangatlah jelas atau tidak berteletele. Berbeda dengan manusia yang penuh denganretorika atau
karang-mengarang yang hanya mencari menangnya sendiri.
Sebagaimana contoh bahwa alam itu pasti dan jelas adalah struktur

14

yang tersusun pada orbit planet di tata surya. Semuanya pasti dan
jelas, jauh dari retorika.
az. Matahari contohnya, dia bergerak sesuai hukumnya yang pasti di
alam sebagai salah satu penopang kehidupan makhluk hidup.
Hukum alam yang telah kita ketahui juga, berupa hukum sebab
akibat, timbal balik, dan gravitasi atau tarik-menarik.
ba. Sedemikian sehingga manusia sudah sepatutnya untuk sadar dan
lebih menghargai alam dengan cara merawat dan menjaganya
dengan baik, bukan malah merusak alam itu sejadi-jadinya. Seperti
saat ini, di mana illegal logging (penebangan hutan secara liar)
maupun pembakaran hutan semaunya sendiri sedang merajalela.
bb. Jadi, apabila tidak ingin mengalami bencana banjir, janganlah
membuang sampah sembarangan, membabat dan membakar
hujan semaunya. Namun cobalah untuk mulai merawat alam itu
sendiri dengan cara, seperti reboisasi sehingga alam yang kita
tinggali ini memiliki kemampuan untuk melakukan resapan air dan
menyimpan cadangan ketersediannya sebagai kebutuhan hidup.
Ajarkan perilaku tersebut sejak dini, lalu berlakukan untuk semua
kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
2. Pembuatan lubang biopori
bc. Lubang biopori merupakan lubang yang dibuat di sekitar tempat
tinggal kita. Dengan kata lain, lubang ini merupakan lubang
resapan air yang berada di lingkungan sekitar. Lubang ini nantinya
bisa diproyeksikan menjadi reservoir (sumur) dan resapan alam.
Dan juga memungkinkan mikroba tanah atau makhluk kecil yang
ada di dalam tanah ikut membantu melakukan resapan air yang
menggenang di atasnya secara alami.
3. Menyediakan rumah siaga banjir
bd. Penyediaan rumah siaga banjir ini dimaksudkan sebagai tempat
penampungan atau pengungsian saat banjir terjadi. Pengadaan
rumah siaga banjir ini bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat
secara

swadaya

maupun

bekerjasama

dengan

perangkat

pemerintahan setempat, seperti kelurahan dan bupati. Hal-hal yang

15

bisa dikoordinasi dengan adanya rumah siaga ini, berupa bahan


makanan, pakaian, obat-obatan, komunikasi, evakuasi hingga
ketersedian air bersih.
4. Manajemen (pengaturan) hulu dan hilir sungai
be. Sungai merupakan salah satu organ vital yang berfungsi sebagai
tempat mengalirnya air menuju muara hingga berakhir di lautan.
Manajemen ini memang memerlukan usaha yang ekstra karena
hasil yang maksimal hanya akan diperoleh apabila masyarakat dan
pemerintah setempat mau bekerjasama, sekaligus mencanangkan
antisipasi yang akan dilakukan saat banjir terjadi.
bf. Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan cara menerapkan
sistem ramah lingkungan pada sungai yang ada di tempat tersebut,
seperti melakukan konservasi air pada sungai.
5. Memfungsikan

sungai,

selokan

maupun

saluran drainase sebagaimana mestinya


bg. Artinya sungai, selokan maupun saluran drainase tidak dijadikan
sebagai

tempat

pembungan

sampah

yang

nantinya

akan

mengganggu jalannya aliran air yang mengalir atau tersumbat.


Apabila terjadi sumbatan, sudah tentu aliran air akan terhambat
sehingga alir yang tidak bisa mengalir akan meluber ke lingkungan
sekitarnya.
6. Melarang pembangunan rumah di dekat-dekat sungai
bh. Membangun rumah di dekat-dekat sungai tentunya akan merusak
tatanan lingkungan dan juga bisa merusak struktur tanah yang ada
di dekat sungai. Hal ini bisa berakibat proses resapan air tidak
berjalan maksimal.
7. Reboisasi dan anti illegal logging
bi. Reboisasi atau penanaman pohon kembali patut dilakukan bahkan
digalakkan, mengingat hutan-hutan yang ada sudah mulai habis
terbabat ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab dan
bertindak semaunya sendiri. Aksi ini juga harus lebih di-intens-kan
atau lebih digalakkan di kawasan perkotaan, menilik di kota-kota
besar sudah jarang sekali pepohonan yang tumbuh sehingga
16

proses penyerapan airnya kurang baik dan udara juga terasa lebih
panas dan tidak heran apabila pusat kota, seperti ibukota Jakarta
selalu mengalami kebanjiran bahkan sudah menjadi musiman
setiap tahunnya. Di samping itu, larangan terhadap tindakan illegal
logging(penebangan liar) harus sangat ditegakkan dan ditegaskan
oleh pihak pemerintah sebagai armada negara.Sanksi atau
hukuman yang diberlakukan harus benar-benar jelas dan berjalan
dengan adil sesuai peraturan hukum yang berlaku.
bj.
F. Bencana Banjir di Desa Ubung, Kecamatan Denpasar Utara
bk.

Bencana yang pernah terjadi di Desa Ubung Kecamatan

Denpasar Utara adalah Banjir.


bl.
Banjir di Desa Ubung hampir selalu terjadi setiap musim
hujan saat hujan sedang turun dengan deras di awal musim hujan
maupun di penghujung musim hujan. Banjir yang terjadinya biasanya
diseputaran Jalan Cokroaminoto Ubung dan diseputaran Gang Pudak
Ubung sebelah selatan desa yang bersebelahan dengan sungai
belong. Banjir yang terjadi di Desa ini merupakan jenis Banjir Air
dimana banjir ini sering sekali terjadi saat ini ketika musim penghujan.
Penyebab dari banjir ini adalah kondisi air yang meluap di beberapa
tempat, seperti sungai belong yang meluap karena terhambatnya
aliran sungai oleh sampah yang menumpuk di sepanjang sungai. Di
samping itu banjir yang terjadi di sepanjang Jalan Cokroaminoto di
sebabkan oleh sistem drainase atau selokan disekitaran jalan yang
masih buruk dan kurang memadai. Meluapnya air dari tempat-tempat
tersebut

yang

biasanya

menjadi

tempat

penampungan

dan

sirkulasinya membuat daratan yang ada di sekitarnya akan tergenang


air. Selain itu perilaku masyarakat di Desa Ubung yang kurang peduli
terhadap lingkungan sekitar juga menyebabkan terjadinya banjir di
sekitar wilayah Desa Ubung. Perilaku buruk masyarakat desa yang
masih sering kali membuang sampah di sepanjang gang, jalan, serta
membuang sampah di selokan dan di sungai tidak pernah dipikirkan
jika perilaku mereka terebut yang mengakibatkan tersumbatnya aliran
17

drainase dan sungai yang menyebabkan air menggenangi daratan


yang seharusnya air tersebut dapat ditampung diselokan dan sungai.
Banjir yang terjadi di Desa Ubung memang tidak terlalu tinggi,
biasanya banjir yang terjadi di Desa Ubung setinggi mata kaki atau
yang paling tinggi setinggi betis kaki orang dewasa.
bm. Bahaya dan risiko yang timbulkan dari terjadinya banjir di
Desa Ubung ini memanglah tidak memakan korban jiwa, tetapi banjir
yang terjadi mengakibatkan rusaknya sarana dan prasana seperti
kendaraan yang mati mendadak saat melewati jalan tersebut karena
kendaraannya yang tergenang air. Di samping itu banjir yang
disebabkan oleh meluapnya air sungai belong tersebut mengakibatkan
timbulnya bibit penyakit seperti demam, flu, maupun diare karena
rusaknya lingkungan yang disebabkan oleh banjir tersebut.
bn.
Sejauh ini penanganan yang telah saya lakukan bersama
karang taruna di Desa Ubung untuk mencegah terjadinya banjir
kembali ketika musim hujan adalah melakukan gotong royong setiap
bulan diseluruh wilayah Desa Ubung dengan melakukan pembersihan
wilayah desa secara bertahap setiap bulannya dari ujung selatan desa
sampai ke ujung utara desa. Di samping itu karang taruna juga
menyumbangkan tempat sampah besar di setiap gang di wilayah desa
yang tempat sampahnya sudah tidak layak pakai.
bo.
bp.
bq.
br.
bs.
bt.
bu.
bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.

18

cd. BAB III


ce. PENUTUP
cf.
A. Simpulan
cg.
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu
kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana
banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan
luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
ch.
Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang
meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang
tinggi dan terus menerus. kekuatan banjir mampu merusak rumah dan
menyapu fondasinya. Air banjir juga juga membawa lumpur berbau
yang dapat menutup segalanya setelahair banjir surut. Disamping itu
banjir juga dapat disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Perilaku
manusia inilah yang sering kali menjadi faktor dominan penyebab
banjir yang terjadi di masyarakat saat ini. Perilaku tersebut dimulai
dengan kebiasaan buruk yang membuang sampah sembarangan
terutama di sungai sehingga menghambat laju aliran airnya, kemudian
terjadi luapan air menuju daratan.
ci.
Macam-macam banjir dibedakan menjadi 6 diantaranya :
1. Banjir Air
cj. Banjir air merupakan banjir yang sering sekali terjadi saat ini yang
disebabkan oleh luapan air sungai atau selokan.
2. Banjir Cileuncang
ck. Banjir ini sebenarnya hampir sama dengan banjir air. Tetapi
banjir cileuncang ini terjadi karena hujan yang derat dengan
debit/aliran air yang begitu besar.
3. Banjir Rob (Laut Pasang)
cl.
Banjir laut pasang

atau

dikenal

dengan

sebutan

banjir rob merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh naiknya


atau pasangnya air laut sehingga menuju ke daratan sekitarnya.
cm.
4. Banjir Bandang
cn.
Banjir bandang merupakan banjir yang tidak hanya
membawa air saja tapi material-material lainnya seperti sampah
dan lumpur. Biasanya banjir ini disebabkan karena bendungan air
yang jebol.

19

5. Banjir Lahar
co.
Banjir lahar merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh
lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau
meletus.
6. Banjir Lumpur
cp.
Banjir ini merupakan jenis banjir yang disebabkan oleh
lumpur.
cq.
Kerugian atau bahaya serta risiko dari terjadinya banjir
tersebut diantaranya Rusaknya sarana dan prasarana, Hilangnya harta
benda, Menimbulkan korban jiwa, Menimbulkan bibit penyakit, dan
Rusaknya areal pertanian.
cr.
Bencana yang pernah terjadi di Desa Ubung adalah Banjir
Air. Banjir ini disebabkan oleh luapan air sungai dan selokan karena
tersumbatnya aliran sungai dan selokan oleh sampah yang dibuang
oleh masyarakat desa.
cs.
B. Saran
ct. Saran yang dapat diambil dari makalah ini yaitu :
1. Sejatinya bencana banjir yang terjadi mayoritas disebabkan olah
tangan manusia itu sendiri. Sehingga cara yang paling efektif untuk
mencegah maupun mengatasi semua jenis banjir yang ada adalah
mulai sadar dan lebih menghargai alam atau lingkungan sekitar,
dimulai dari diri sendiri kemudian orang lain yang nantinya harus
saling mengingatkan satu sama lainnya.
2. Gotong-royong antara sesama anggota masyarakat terhadap
kepekaan atau kepedulian antar sesama juga harus ditanamkan
dan dibuktikan dengan tindakan, seperti saling menghormarti dan
tolong-menolong. Apabila sikap ini sudah berhasil tumbuh dan
benar-benar dilakukan dalam masyarakat, maka kerjasama antar
orang/individu dalam masyarakat akan semakin baik. Dan apabila
kerjasama sudah baik, maka masalah seperti banjir pun akan
mudah untuk di atasi secara bersama-sama.
3. Mulailah untuk lebih menghargai alam dengan cara merawat
supaya tetap lestari dan tidak merusaknya sehingga bisa berakibat
bencana yang tidak diinginkan, seperti banjir. Bukan hanya tidak

20

diinginkan saja, tetapi agar tidak dirugikan pula bahkan sampai


merenggut nyawa.
cu.
cv.
cw.
cx.
cy.
cz.
da.
db.
dc.
dd.
de.
df.
dg.
dh.
di.
dj.
dk.
dl.
dm.
dn.
do.
dp.
dq.
dr.
ds. DAFTAR PUSTAKA
dt.
du.

Geologi.

2012.

Mitigasi

Bencana

Banjir.

Available

at

http://geoalways.blogspot.co.id/2012/03/tugas-geologi-struktur.html.
diakses tanggal 16 Mei 2016.
dv.
dw.

Ilmu Geografi. 2015. Jenis-jenis Banjir, Pengertian, dan Penjelasan


Banjir. Available at

http://ilmugeografi.com/bencana-alam/jenis-

jenis-banjir. diakses tanggal 16 Mei 2016.


dx.
dy.

Supartono. 2014. Banjir : Pengertian, Penyebab, Dampak Banjir.


Available at http://kaxak.blogspot.co.id/2014/02/banjir-pengertianpenyebab-dampak-dan.html. diakses tanggal 16 Mei 2016.

dz.
ea.

Wikipedia.

2016.

Banjir.

Available

https://id.wikipedia.org/wiki/Banjir. diakses tanggal 16 Mei 2016


eb.
21

at

ec.

22