Anda di halaman 1dari 15

ANOREKSIA NERVOSA

>> ANOREKSIA NERVOSA


1. DEFINISI ANOREXIA
Anoreksia (anorexia) berasal dari bahasa Yunani an-, yang artinya tanpa dan orexis artinya hasrat untuk.
Anoreksia memiliki arti tidak memiliki hasrat untuk (makan), yang sesungguhnya keliru, karena
kehilangan nafsu makan diatara penderita anoreksia nervosa jarang terjadi.
Anoreksia nervosa dapat diartikan sebagai gangguan makan karena adanya keinginan yang keras untuk
mendapatkan tubuh yang kurus dan ditandai oleh penurunan berat badan yang yang ekstrim dengan cara
sengaja melaparkan diri.
Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan kelaparan secara sukarela dan stress dari
melakukan kegiatan. Anorexia nervosa merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan
komponen psikososial, sosiologika, dan fisiologikal. Seseorang yang menderita anorexia disebut sebagai
anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan.
Anoreksia adalah kelaparan diri (dengan pembatasan ekstreem terhadap kalori makan dan dengan
jumlah yang sangat sedikit) biasanya menyebabkan kehilangan berat badan yang berlebihan.
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang sangat memperihatinkan. Dimana individu tersebut
mempertahankan bentuk tubuhnya atau menurunkan berat badan dengan cara sedikit makan. Mereka
merasa takut akan penilaian orang lain karena mempunyai bentuk tubuh yang kurang bagus, mereka
beranggapan seseorang akan menilai diri dari bentuk badan.
Definisi anorekasi nervosa menurut DSM-IV adalah:
Menolak mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan
tinggi badan (misalnya, menurunkan berat badan untuk mempertahankan berat badan kurang dari 85%
yang diharapkan; atau kegagalan untuk menaikan berat badan yang diharapkan selama periode
pertumbuhan, menyebabkan berat badan kurang dari 85% dari yang diharapkan).
Ketakutan yang kuat mengalami kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, walaupun sesungguhnya
memiliki berat badan kurang.
Gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri; berat badan atau bentuk badan
yang tidak pantas atas dasar pemeriksaan sendiri, atau menyangkal keseriusan berat badannya yang
rendah.
Pada wanita pasca menarche, amenore yaitu tidak ada sekurangnya tiga siklus menstruasi berturut-turut
(seorang wanita dianggap mengalami amenore(haid) jika periodenya timbul hanya setelah pemberian
hormon, misalnya, estrogen).
Ada 2 macam subtype dari anoreksia nervosa yang didasarkan atas metode-metode yang digunakan
untuk mengkontrol berat badan, yaitu:
Mengkontrol pengurangan berat badan dengan mengkonsumsi kalori yang sangat rendah dan olah raga.
Terkadang terjadi bulimia diantara jarak makan, dan kelaparan dengan mempunyai kebiasaan
memuntahkan dan penggunaan laksan dan diuretic daripada menggunakan obat penurun berat badan.
2. PREVALENSI PENDERITA
Hampir setiap wanita mendambakan tubuh langsing seperti model-model majalah atau artis. Saat ini
hampir setiap wanita menjalankan diet untuk dirinya sendiri demi mencapai berat badan yang diidamidamkan. Entah diet tersebut dengan pengawasan dokter atau diet sehat atau bahkan diet asal-asalan.
Tetapi bila ketakutan untuk menjadi gemuk terlalu besar sehingga mencegah dirinya sendiri untuk makan,
maka hal tersebut perlu diwaspadai sebagai gangguan makan (eating disorder) yang disebut anorexia

nervosa.
Menurut data yang dikutip situs womenfitness.com, 90% dari penderita anorexia adalah perempuan.
Sekitar 30% penderita anoreksia mengalami gangguan ini seumur hidup, dan hampir semuanya pernah
mengalami fase yang membahayakan nyawa mereka. Setiap dua ratus perempuan dalam populasi
umum, satu hingga enam orang mengidap anoreksia. 5%-18% dari penderita akan meninggal akibat
gangguan ini. Anorexia merupakan penyebab kematian utama di antara orang-orang yang mencari
bantuan psikiater. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa mengidap anorexia.
Gangguan ini umumnya muncul di usia 17 dan sangat jarang dijumpai pada perempuan di atas 40.
Masalah ini bisa dipicu oleh peristiwa yang memicu depresi, seperti dikeluarkan dari kampus, patah hati,
dll. Anoreksia bisa saja terjadi dalam jangka pendek. Tapi anorexia biasanya merupakan penyakit kronis
yang datang dan menghilang atau memburuk seiring waktu.
Gangguan anorexia nervosa biasanya berkembang di masa dewasa ataupun dewasa akhir, gangguan ini
umumnya mulai muncul pada masa remaja dan dewasa awal ketika tuntutan untuk menjadi kurus sangat
kuat. Seiring dengan meningkatnya tekanan sosial semakin meningkat pula tingkat gangguan makan.
Kira kira 0,5% (1:200) wanita di lingkungan kita mengidap anorexia nervosa. Penelitian terhadap
mahasiswi menunjukkan bahwa mungkin 1 diantara 2 dari mereka makan berlebih dan memuntahkannya
setidaknya satu kali. Jumlah penderita anorexia pada pria sekitar sepersepuluh jumlah wanitanya.
Remaja, terutama remaja putri, termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan ini. Mungkin karena
remaja berusaha untuk menjadi gaul dan cenderung menjadi korban mode yang menuntut seseorang
langsing atau cenderung kurus. Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena
seseorang merasa sangat tertekan dengan kewajiban untuk tampil langsing seperti yang dimunculkan
oleh televisi dan majalah. Teori ini menunjuk adanya gangguan pada sebagian fungsi otak yang berkaitan
dengan body image.
Perilaku makan yang terganggu dan gangguan makan juga bervariasi di antara kelompok etnik Amerika,
dimana angka yang lebih tinggi terdapat pada remaja Eropa Amerika dibandingkan Afrika Amerika dan
remaja dari etnik minoritas lainnya.
Anoreksia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria karena pada wanita cenderung lebih
memperhatikan penampilan yang dikaitkan dengan isu kecantikan, para perempuan lebih gampang
diintimidasi termasuk gambaran tentang tubuh ideal atau super kurus agar bisa disebut cantik.
3. SIMPTOM ATAU GEJALA
A. Ada 2 macam subtype dari anoreksia nervosa yang didasarkan atas metode-metode yang digunakan
untuk mengkontrol berat badan, yaitu :
- Mengkontrol pengurangan berat badan dengan mengkonsumsi kalori yang sangat rendah dan olah
raga.
- Terkadang terjadi bulimia diantara jarak makan, dan kelaparan dengan mempunyai kebiasaan
memuntahkan dan penggunaan laksan dan diuretic daripada menggunakan obat penurun berat badan.
Gejala klinis/symptom
- Gejala yang predominan adalah ketakutan yang sangat akan kenaikan berat badan, sampai terjadi
phobia terhadap makanan. Ketakutan terhadap makanan disertai dengan penyalahartian dari body
image; banyak pasien merasa diri mereka sangat gendut, walaupun sebenarnya mereka sangat kurus.
- Banyak penderita anoreksia nervosa mempunyai obsessive compulsive behavior, misalnya mereka
sering sekali mencuci tangan berulang-ulang, pasien cenderung kaku dan perfeksionis yang
mengarahkan pada diagnosis gangguan kepribadian, seperti narcissisme, atau riwayat gangguan
kepribadian.
- Penyesuaian seksual yang buruk

- Penderita anoreksia nervosa biasanya menunjukan perilaku yang aneh tentang makanan, seperti
menyembunyikan makanan, membawa makanan dalam kantong, saat makan mereka membuang
makanan, memotong makanan menjadi potongan kecil-kecil.
- Gangguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.
- Muntah yang dipaksakan
- Biasanya aktifitas dan program olah raga yang berlebihan
Tanda Anoreksia nervosa
- Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up
- Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
- Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita muntah.
Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
- Hypokalemi dan kelainan EKG
- Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan kekurangan
gizi dan kelaparan
Indikasi awal dari kecenderungan terjadinya anorexia adalah:
1. Meningkatnya perhatian terhadap makanan dan berat badan bahkan pada penderita yang sebelumnya
sudah kurus.
2. Perubahan gambaran tubuh.
3. Ketakutan yang luar biasa akan kegemukan.
4. Penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal.
5. Hilangnya siklus menstruasi (pada wanita).
6. Denyut jantung lambat.
7. Tekanan darah lambat.
8. Suhu tubuh rendah.
9. Pembengkakan jaringan karena penimbunan cairan (ederma)
10. Rambut yang tipis dan lembut atau rambut tubuh dan wajah yang berlebihan.
11. Mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan dipertahankan oleh penderita.
12. Gejala kekurangan gizi
13. Konstipasi
14. Gangguan pencernaan dan perut kembung
15. Dehidrasi
16. Kram otot
17. Gemetaran
18. Tumbuh rambut halus di wajah, punggung atau lengan
19. Payudara semakin datar
20. Rambut kusam, menipis dan mudah patah
21. Kulit kering dan pecah-pecah
22. Tangan dan kaki dingin
23. Detak jantung tidak beraturan
24. Depresi dan kecemasan
25. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita
muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan
muntah.
26. Hypokalemi dan kelainan EKG
27. Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan
kekurangan gizi dan kelaparan.
Sedangkan Gejala klinis/symptom anorexia yaitu:

Gejala yang predominan adalah ketakutan yang sangat akan kenaikan berat badan, sampai terjadi
phobia terhadap makanan. Ketakutan terhadap makanan disertai dengan penyalahartian dari body
image; banyak pasien merasa diri mereka sangat gendut, walaupun sebenarnya mereka sangat kurus.
Banyak penderita anoreksia nervosa mempunyai obsessive compulsive behavior, misalnya mereka
sering sekali mencuci tangan berulang-ulang, Pasien cenderung kaku dan perfeksionis yang
mengarahkan pada diagnosis gangguan kepribadian, seperti narcissisme, atau riwayat gangguan
kepribadian.
Penyesuaian seksual yang buruk
Penderita anoreksia nervosa biasanya menunjukan perilaku yang aneh tentang makanan, seperti
menyembunyikan makanan, membawa makanan dalam kantong, saat makan mereka membuang
makanan, memotong makanan menjadi potongan kecil-kecil.
Gangguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.
Muntah yang dipaksakan
Biasanya aktifitas dan program olah raga yang berlebihan
4. PENYEBAB
faktor risiko anoreksia adalah
Anorexia lebih banyak terjadi pada wanita meskipun baik laki-laki maupun wanita dapat juga mengalami
anorexia.
Anorexia lebih umum terjadi pada mereka yang berusia remaja.
Genetik. Para ahli menemukan area pada kromosom 1 menunjukkan hubungan peningkatan risiko
anorexia nervosa. Sebagai tambahan, anorexia nervosa menurun pada keluarga.
Mereka yang mengalami kenaikan berat badan akan merasa rendah diri. Perubahan berat badan ini
akan memicu seseorang untuk memulai diet yang ekstrim.
Masa transisi. Ketika baru pindah sekolah, rumah atau pekerjaan, putusnya hubungan, atau kematian
atau sakit yang diderita oleh mereka yang dicintai, perubahan tersebut dapat membawa tekanan
emosional dan meningkatkan risiko anorexia nervosa.
Olahraga, pekerjaan dan aktivitas seni. Beberapa bidang pekerjaan, olahraga dan seni yang menuntut
tubuh kurus dapat meningkatkan risiko anorexia bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya.
Media yang secara rutin menunjukkan gambar model dan aktor yang kurus dapat membuat
penggemarnya ingin memiliki tubuh seperti mereka dan menempatkan risiko anorexia terhadap mereka
yang ingin seperti model dan aktor tersebut.
Anoreksia Nervosa memang penyakit yang menyebabkan penderitanya megalami kelainan namun
secara pasti apa dan dari mana kelainan ini dapat terjadi belumlah diktahui apa yang menyebabkan nya
secara pasti namun di perkirakan faktor sosial mempunyai pernan yang sangat penting bagi timbulnya
penyakit ini. Seperti gangguan psikologis lainnya, anorexia melibatkan interaksi yang kompleks dari
berbagai faktor. Namun demikian, faktor yang paling signifikan adalah tekanan sosial yang dirasakan oleh
wanita muda yang menyebabkan mereka mendasarkan selfworth pada penampilan fisik, terutama berat
badan.
1. Faktor Biologis
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, beberapa diantaranya juga ditemukan pada
depresi. Para ilmuwan menduga bahwa terdapat ketidaknormalan dalam mekanisme otak yang mengatur
rasa lapar dan kenyang pada penderita anoreksia nervosa kemungkinan terbesar berkaitan dengan
serotonin kimiawi otak (Goode,2000).
Kelaparan menghasilkan beberapa perubahan biokimia, yang sebagian juga ada pada pasien depresi,
seperti hiperkortikolemia dan non supresi dari dexamethason. Fungsi tiroid juga tertekan, kelainan ini
hanya bisa dikoreksi dengan kaliminasi. Kelaparan juga menyebabkan tidak haid yang menunjukkan

kadar hormon (luitenizing hormon, FSH, gonadotropin, realising hormon). Meskipun begitu, beberapa
pasien anoreksia nervosa menderita amenorrhea sebelum kehilangan berat badan yang signifikan.
Pembatasan makan terlalu banyak mengaktifkan saraf yang berhubungan dengan reward (contoh
dopamine dan sistem opioid endogen) khususnya saat syaraf tersebut berasosiasi dengan latihan fisik
yang meningkat dapat menyebabkan simptom simptom yang berhubungan dengan Anoreksia nervosa,
contoh, depresi, obsesi dan menghasilkan efek fisiologis yang merugikan serta rasa permusuhan
terhadap asupan makanan
Farmakologi dan bukti genetik memperlihatkan bahwa dopamin dan sistem opioid berkontribusi terhadap
pengurangan keinginan makan pada Anoreksia Nervosa.
Interpretasi tentatif yang berhubungan dengan simptom Anoreksia nervosa terhadap ketakutan irasional
pada asupan makanan atau pertambahan berat badan, berasal dari hyperaktifasi amigdala yang dapat
mempengaruhi penilaian negatif terhadap makanan.
2. Faktor Sosial
Penderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam masyarakat yang menekankan
kekurusan dan latihan. Ditemukan bukti yang menunjukkan pasien-pasien anoreksia nervosa mempunyai
masalah yang berhubungan dengan keluarga dan penyakit mereka. Pasien anoreksia nervosa
mempunyai sejarah keluarga yang depresi, ketergantungan alkohol, atau gangguan makan. Tetapi, faktor
sosial memegang peran penting dimana penderita ingin menjadi kurus. Karena kegemukan, dianggap
tidak menarik, tidak sehat, dan tidak diinginkan.
3. Faktor Psikologis dan Psikodinamis
Anoreksia nervosa tampaknya merupakan suatu reaksi terhadap kebutuhan pada remaja untuk menjadi
lebih mandiri dan meningkatkan fungsi social dan seksual. Biasanya mereka tidak mempunyai rasa
otonomi dan kemandirian, dan biasanya tumbuh di bawah kendali orang tua. Kelaparan yang diciptakan
sendiri (self starvation) mungkin merupakan usaha untuk meraih pengakuan sebagai orang yang unik dan
khusus. Hanya melalui tindakan disiplin diri yang tidak lazim pasienanoreksia dapat mengembangkan
rasa otonomi dan kemandirian.
4. Faktor Sosiokultural
Tekanan untuk mencapai standar kurus yang tidak realisitis, dikombinasikan dengan pentingnya faktor
penampilan sehubungan dengan peran wanita dalam masyarakat, dapat menyebabkan wanita muda
menjadi tidak puas dengan tubuh mereka sendiri. Model sosiokultural didukung dengan bukti-bukti yang
menunjukkan bahwa gangguan makan lebih jarang terjadi di Negara-negara non Barat. Bahkan pada
budaya barat, gangguan makan yang terkait dengan obsesi terhadap berat badan lebih umum terjadi di
Amerika daripada Negara-negara barat lainnya, seperti Yunani dan Spanyol atau pada negara Timur
yang teknologinya telah berkembang seperti Jepang.
5. Faktor Psikososial
Ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri adalah faktor penting dalam anorexia nervosa. Ketidakpuasan
terhadap tubuh dapat menghasilkan usaha-usaha maladaptif dengan melaparkan diri dan memuntahkan
makanan untuk mencapai berat badan atau bentuk tubuh yang diinginkan. Wanita pengidap anorexia
cenderung menjadi sangat peduli pada berat dan bentuk tubuh mereka. Wanita muda dengan anorexia
sering kali memiliki sikap perfeksionis dan berjuang mencapai prestasi yang tinggi. Mereka sering kali
kecewa pada diri mereka ketika gagal mencapai standar tinggi mereka yang hamper tidak mungkin
dicapai. Diet yang ekstrem dapat memberikan perasaan bisa mengontrol dan kebebasan yang lebih
besar daripada yang didapat dari aspek kehidupan lainnya.
6. Faktor Keluarga
Gangguan makan, anoreksia nervosa sering jali berkembang dari adanya konflik dalam keluarga.
Beberapa remaja menggunakan penolakan untuk makan sebagai cara menghukum orang tua mereka
karena perasaan kesepian dan keterasingan yang mereka rasakan di rumah. Ibu dari remaja yang

memiliki gangguan makan juga memiliki masalah makan dan diet dan percaya bahwa putrinya harus
menurunkan berat badan serta memandang putrinya sebagai orang yang tidak menarik. Keluarga dari
wanita dengan anoreksia cenderung lebih sering mengalami konflik, kurang memiliki kedekatan dan
kurang saling memberi dukungan namun lebih bersikapoverprotective dan kritis. Orang tua terlihat kurang
mampu untuk membangkitkan kemandirian dalam diri anak perempuan mereka. Konflik dengan orang tua
mengenai isu otonomi sering kali mengakibatkan munculnya anoreksia nervosa.
5. DIAGNOSIS
Penderita penyakit ini dapat diketahui dengan adanya gejala yang dapat dilihat seperti penderita pasti
merasakan rasa yang tidak puas terhadap dirinya sendiri seperti penderita merasakan kegemukan yang
sebenarnya tidaklah dialami penderita namun penderita selalu merasakan kegemukan dan hal inilah yang
mendorong penderita meningkatkan perhatian terhadap nafsu makan dan juga berat badan. Namun
penyakit ini juga mempunyai gejala yang khas seperti tekanan darah dan suhu tubuh rendah dan juga
denyut jantung rendah disertai dengan pembengkakan pada jaringan yang diakibatkan karena adanya
penimbunan cairan.
Pedoman diagnostic Anoreksia Nervosa menurut PPDGJ-III adalah:
Mempunyai ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau
dipertahankan oleh penderita.
Untuk suatu diagnosis yang pasti dibutuhkan semua hal seperti di bawah ini, yaitu:
a. Berat badan dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang maupun yang tidak
pernah dicapai) atau Quatelets body mass index : adalah 17,5 atau kurang [Quatelets body mass
index = berat (Kg) / tinggi (M2)]. Pada penderita pria pubertas bisa saja gagal mencapai berat badan
yang diharapkan selama periode pertumbuhan.
b. Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindari makanan yang mengandung lemak
dan hal-hal berikut:
1. Merangsang muntah oleh diri sendiri.
2. Menggunakan pencahar.
3. Olah raga berlebihan.
4. Memakai obat penekan nafsu makan atau diuretika.
5. Terdapat distorsi body image dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus
menerus menyerang penderita, penilaian yang berlebihan terhadap berat badan yang rendah.
6. Adanya gangguan endokrin yang meluas, melibatkan hypothalmic-pituitary ayis. Tidak haid pada
wanita dan pada pria kehilangan minat dan potensi seksual. (Suatu perkecualian adalah perdarahan
vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormon, umumnya dalam
bentuk pil, kontrasepsi), juga dapat terjadi kenaikan hormon pertumbuhan, naiknya kadar kortisol,
perubahan metabolisme periperal dan hormon tiroid dan sekresi insulin abnormal.
7. Jika onsetnya terjadi pada masa prepubertas, perkembangan puber tertunda atau dapat juga tertahan
(pertumbuhan berhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat
amenorrhea primer, pada anak laki-laki genitalianya tetap kecil). Bila dilakukan proses penyembuhan,
pubertas kembali normal, tetapi haid pertama akan terlambat.
Pemeriksaan patologi dan laboratorium, tidak ada tes laboratorium tunggal yang mutlak mambantu
menegakan diagnosa anoreksia nervosa. Urutan uji saring laboratorium adalah diperlukan pada orang
yang memenuhi kriteria anoreksia nervosa. Tes tersebut dapat berupa elektrolit serum dan tes fungsi
ginjal, tes glukosa, EKG, kadar kolesterol, test supresi deksametason, dan kadar karoten. Klinisi mungkin
menemukan penurunan hormon tiroid, penurunan glukosa serum, nonsupresi kortisol setelah
deksametason, hipokalemia, peningkatan nitrogen urea darah, dan hiperkolesterolemia.

6. DINAMIKA PSIKOLOGIS
Pribadi yang menghindar muncul dari penderita anorexia nervosa terutama menghindar dari tekanan atau
stressor. Kemudian dampak psikis yang dapat terjadi pada penderita anorexia adalah :
1. Tingkah laku memaksa dan perfeksionis
2. Perasaan tidak berharga
3. Sensitif, mudah tersinggung, mudah marah
4. Mudah merasa bersalah
5. Kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain
6. Tidak percaya diri, canggung berhadapan dengan orang banyak
7. Cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya
8. Minta perhatian orang lain
9. Depresi (sedih terus menerus)
10. Tidak bisa mengambil keputusan
11. Keras kepala
12. Merasa tidak berdaya dan kehilangan kontrol
7. TERAPI
Pengobatan diberikan dengan rawat jalan, kecuali muncul masalah medis yang berat. Pengobatan rawat
jalan ini mencakup:
a. Pemantauan medis
b. Rencana diet untuk memulihkan status nutrisinya
c. Psikoterapi jangka panjang untuk mengatasi penyebab dasarnya
d. Pengobatan psikofarmaka untuk mengatasi gejala depresi, kegelisahan dan perilaku kompulsif
obsesif
1. Psikoterapi
Mayoritas pasien anoreksia nervosa membutuhkan intervensi yang berlanjut setelah keluar dari rumah
sakit. Bahkan dalam kasus yang kurang parah, hospitalisasi tidak dibutuhkan karena kebanyakan pasien
mengalami gangguan pada masa remaja dan keluarga adalah bagian dari terapi. Meskipun psikodinamik
terapi tidak dibutuhkan pada tingkatan awal terapi, terutama jika pasien anoreksia nervosa dalam
kelaparan. Psikoterapi yang berorientasi pada insight hanya berguna pada pasien anoreksia nervosa
yang telah stabil.
Psikoterapi adalah pendekatan yang terbaik untuk gangguan ini. Beberapa penelitian mendukung
penggunaan dari family based interventions, adolesent focused indivudual therapy dandevelopmentally
adapted cognitive behavioral therapy.
Cakupan perawatan psikologis yang fokus terhadap individual ada gangguan makan diantaranya adalah
psikoterapi psikodinamika, psikoterapi interpersonal, developmentally oriented individual therapy, CBT,
dialectical behavioral therapy, nutritional therapydan psikoterapi baru yaitu cognitive remediation therapy.
2. Terapi Kognitif Behavioral (CBT)
Diakui sebagai treatment yang efektif untuk gangguan makan. Dari beberapa study menunjukkan bahwa
CBT paling baik digunkan sebagai single antidepresant drugs dan lebih efektif daripada treatment
lainnya.
CBT didasarkan pada suatu model kognitif tentang apa yang menyebabkan gangguan. Tekanan sosial
atas wanita untuk lebih kurus yang berhubungan dengan shape dan weigh dan untuk melakukan
pengekangan diet secara ketat. Treatmen diarahkan pada dietary restraint menuju pada pola makan yang
lebih normal, pengembangan kognitif dan memodifikasi pikiran yang disfungsional dan perasaanperasaan personal yang berkaitan dengan berat dan bentuk tubuh.
3. Family Based Treatment

Anoreksia diperlukan penanganan dini, karena penanganan yang terlambat mempersulit pengobatan.
Pengobatan harus segera diberikan untuk memulihkan berat badannya dan jika kondisinya sangat lemah
harus dirawat di rumah sakit. Perawatan penderita anoreksia nervosa harus disertai dengan bimbingan
para spesialis (psikolog, ahli diet) karena dia perlu berdialog dengan pada ahli tersebut agar bisa
mengubah pandangannya. Lama terapi bisa beberapa bulan bahkan sampai tahunan. Perawatannya pun
sama yaitu dengn mengubah persepsi diri mengenai tubuhnya.
Biasanya, keluarga pasien akan diminta bantuan dalam perawatan seperti terapi psikologis, konseling
gizi, modifikasi perilaku dan self-help group. Terapi dapat berlangsung setahun atau lebih. Dapat
dilakukan sendiri di rumah bersama keluarga atau untuk kasus yang parah dengan rawat inap di rumah
sakit. Tetapi meskipun perawatan di rumah sakit diperlukan akan lebih baik jika perawatan dilakukan di
rumah yakni tanpa opname di rumah sakit. Menurut hasil penelitian dalam jurnal Family Based
Treatment of Adolesencet Anorexia Nervosa The Maudsley Approach. Menurut studi hasil penelitian di
London menunjukkan 75% 90% penderita anorexia nervosa dapat sembuh dengan melakukan
perawatan Family baseddengan perawatan kurang lebih selama 12 bulan.
Target kunci terapi keluarga:
1. Mendorong orang tua untuk ambil bagian atau ikut serta pada pola makan anak dan olah raga untuk
menaikkan berat badan anak mereka.
2. Menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dapat menyebabkan anoreksia nervosa.
3. Menempatkan orang tua dalam pengambilan keputusan mengenai cara menyelamatkan dari tindakan
melaparkan diri anak dan olah raga yang berlebihan.
4. Menyediakan pendidikan bagi orang tua mengenai dampak anorexia nervosa terhadap pola pikir,
perilaku dan hubungan interpersonal.
5. Agar tidak menyalahkan pihak lain dan dihadapi secara kekeluargaan dengan menjelaskan bahwa
anorexia nervosa adalah penyakit jiwa.
Bentuk manual dari pendekatan terapi tersebut di Family Based Treatment for Anorexia Nervosa (FBT
AN). Pada banyak kasus, treatment tersebut berlangsung antara 6 sampai 12 bulan dan terdiri dari 10
dan 20 kali satu jam sesi keluarga
Mengingat implikasi psikologi dan medis anoreksia nervosa yang sulit, suatu rencana pengobatan harus
menyeluruh, termasuk perawatan di rumah sakit jika diperlukan dan terapi individual serta keluarga
adalah dianjurkan. Pendekatan perilaku, interpersonal, dan kognitif pada beberapa kasus medikasi harus
dipertimbangkan. Apabila rawat inap, langkah yang harus dilakukan
Perawatan di rumah sakit. Clinical harus memutuskan pasien mana yang harus diberi perawatan di
rumah sakit
kehilangan energi yang banyak, pada umumnya, pasien anoreksia nervosa yang berada 20% di bawah
berat badan yang diharapkan untuk tinggi badannya adalah dianjurkan untuk program rawat inap, dan
pasien yang berada 30% di bawah berat badan yang diharapkan memerlukan perawatan rumah sakit
psikiatrik yang terentang dari dua sampai 6 bulan..
Hypokalemi (<3 meg/L) atau EKG mengalami perubahan akibat meningkatnya potassium.
Lingkaran muntah, dan pengurangan makanan yang tidak dapat diputuskan.
Assessment yang berhati-hati dan penatalaksanaan masalah kesehatan dan gangguan kejiwaan lainnya.
Modifikasi perilaku lainnya untuk usaha peningkatan berat badan, seperti :
tirah baring dengan pengawasan konsumsi makanan sebagai langkah awal untuk setiap pasien.
Frekuensi pemberian makan 5-6 kali, dengan kalori 1500 2000 kalori yang ditingkatkan secara
bertahap, biasanya diberikan makanan yang sama selama sehari sehingga pasien tidak mengkonsumsi
makanan dalam jumlah yang besar sekali makan.
keinginan untuk menaikan berat badan harus disesuaikan dengan pendidikan pasien
setiap pagi pasien harus ditimbang setiap pagi, setelah mengosongkan kandung kemihnya dan sebelum

sarapan
mengkuatkan kembali keinginan pasien untuk meningkatkan berat badannya.
jika pasien tidak lagi tirah baring, pasien harus diawasi selama 2 jam setelah makan. Hal ini dilakukan
agar pasien tidak memuntahkan makanannya.
Pemberian makan secara paksa dilakukan jika pasien mengalami penurunan berat badan yang drastic,
dan membahayakan jiwa pasien.
Cyproheptadine hydrochloride, merupakan antagonis antihistamine dan serotonin, telah terbukti efektif
sebagai stimulus untuk pasien anoreksia nervosa yang mempunyai sedikit efek samping. Dosis harian
adalah 8mg peroral dan dinaikan 32mg/hari pada akhir minggu kedua.
Amitrypline, dimulai dengan dosis 50mg/hari dan dinaikan perlahan-lahan sampai 150mh/hari. Obat ini
terbukti bermanfaat untuk pasien anoreksia nervosa, biasanya pasien mengalami panaikan berat badan,
biasanya digunakan untuk pasien dengan gangguan depresi.
Alprazolam, 0,25mg, setiap 1 jam sebelum makan, diperuntukan untuk pasien yang mengalami anxietas
yang berat.
Kriteria untuk perawatan di rumah sakit, apabila terdapat satu tanda di bawah ini:Dasar perawatan di
rumah sakit berdasarkan :
a. Farmakoterapi diberikan jika ada gangguan jiwa, seperti depresi, atau kecemasan
b. Keikutsertaan keluarga diberikan untuk pasien yang dengan perawatan di rumah, digunakan untuk
memeriksa interaksi di antara anggota keluarga dan kemungkinan tujuan sekunder dari gangguan
tersebut bagi pasien.
Perawatan setelah rumah sakit :
a. Gabungan psikoterapi individu dan keluarga
b. Menggunakan pendekatan terapi kognitif yang difokuskan pada pasien yang terobsesi menjadi kurus,
kepercayaan diri yang rendah, dan dichotomous thinking, seperti gendut lawan kurus, benar lawan salah,
otonomi lawan independent.
c. Farmakoterapi, banyak diberikan oleh physician jika pasien telah mengalami perbaikan setelah 6
bulan, setelah pasien di rawat.
8. DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding anoreksia nervosa adalah dipersulit oleh penyangkalan pasien tentang gejalanya,
kerahasiaan di sekitar ritual makan pasien yang aneh dan penolakan pasien untuk mencari pengobatan.
dibawah ini adalah diagnosis banding untuk anoreksia nervosa.
Anoreksia nervosa harus dibedakan dengan dengan kekurusan pada umumnya, terlalu kurus, tetapi
penurunan berat badannya kurang dari 15% berat badan normal. Pemikiran sekarang diperkirakan,
bahwa anoreksia nervosa adalah gangguan yang khusus, dan tidak mencerminkan penurunan berat
badan yang berlanjut.
Gangguan organic, seperti tumor otak yang melibatkan jaras hypothalamus-pituitary, penyakit Addison,
Diabetes Mellitus, dan gangguan gastrointestinal.
Gangguan psikologi, pada umumnya pasien depresi mengalami suatu penurunan nafsu makan,
sedangkan pada anoreksia nervosa mengaku memiliki nafsu makan yang normal dan merasa lapar. Pada
agitasi depresif, hiperaktifitas yang ditemukan pada anoreksia nervosa adalah direncanakan dan
merupakan ritual. Preokupasi dengan makanan yang mengandung kalori, resep makanan dan persiapan
pesta pencicipan makanan adalah tipikal pada pasien anoreksia nervosa dan tidak ditemukan pada
penderita gangguan depresif. Dan pada pasien dengan gangguan depresif tidak memiliki ketakutan yang
kuat akan kegemukan atau gangguan citra tubuh, seperti yang dimiliki oleh pasien anoreksia nervosa.
Sekitar 50% penderita anoreksia nervosa ditemui ktiteria untuk diagnosis tersangka bulimia, dinamakan
bullimarexia atau bulimia nervosa sebagai variasi dari penyakit

9. PROGNOSIS
Pada umumnya prognosis adalah tidak baik. Pada mereka yang telah mencapai berat badan ideal
kembali, preokupasi dengan makanan dan berat badan sering kali terus terjadi, hubung social sering kali
buruk, dan banyak pasien mengalami depresi. Namun respon jangka pendek pien terhadap hamper
semua program pengobatan rumh sakit adalah baik. indikator suatu hasil yang baik adalah pengakuan
rasa lapar, sedikit penyangkalan, kurangn imaturitas, dan peningkatan harga diri.
10. KOMPLIKASI MEDIS DARI GANGGUAN MAKAN
Berhubungan dengan penurunan berat badan :
- Kaheksia : hilangnya lemak, massa otot, penurunan metabolisme tiroid (sindrom T3 rendah), intoleransi
dingin, dan sulit mempertahankan temperatur inti tubuh.
- Jantung : hilangnya otot jantung, jantung kecil, aritmia jantung, termasuk kontraksi premature atrium dan
ventrikel, perpanjangan transmisi berkas HIS (perpanjangan interval QT, bradikardia, takikardia
ventricular, kematian mendadak.
- Pencernaan-gastrointestinal: perlambatan pengosongan lambung, kembunng, konstiopasi, nyeri
abdomen.
- Reproduktif : Amenore, kadar leutenizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) yang
rendah.
- Dermatologis: lanugo (rambut halus tumbuh di seluruh tubuh), edema.
- Hematologys : leucopenia
- Neuropsikiatri : sensasi kecap yng abnormal ( mungkin karena defesiensi dari seng ), depresi apatetik,
gangguan kognitif ringan.
- Rangka osteoporosis.
Berhubungan dengan mencahar ( muntah dan penyalahgunaan laksatif)
- Metabolisme : kelainan elektrolit, terutama alkalosis hipokalemik, hipokloremik, dan hipomagnesimia.
- Pencernaan-gastrointestinal : peradangan dan pembesaran kelenjar liur dan pancreas, dengan
peningkatan amylase serum, erosi esophagus dan lambung, usus disfungsional dengan dilatasi haustra.
- Gigi: erosi enamel gigi, terutama bagian depan, dengan dengan kerusakan gigi yang bersanngkutan.
- Neuropsikiatrik : kejang (berhubungan dengan pergeseran cairan yang besar dan gangguan elektrolit),
neuropati ringan, kelelahan, dan kelemahan, gangguan kognitif lainnya.
Diposkan oleh Nurul Husna di 10.09
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: 08 - PENYAKIT / GANGGUAN / KELAINAN

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Lencana Facebook
Siti Nurul Husna

Buat Lencana Anda


Labels

01 - ANATOMI

02 - PROMKES
03 - SEJARAH KEDOKTERAN
04 - KODE ETIK
05 - SUMPAH DOKTER
06 - PENEMU ALAT BANTU DI DUNIA KEDOKTERAN
07 - HISTOLOGI
08 - PENYAKIT / GANGGUAN / KELAINAN
09 - SISTEM PADA TUBUH
10 - MACAM MACAM TIPS
Blog Archive

2015 (88)
Juli (88)
CARA MENGATASI DAN MENGHILANGKAN BAU MULUT
CARA MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG
CARA MENCEGAH DAN MENGOBATI RABUN
CARA MENGENALI, TANDA-TANDA DARI BUANG AIR KECIL Y...
CARA MEMILIH MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI
CARA MUDAH MENAHAN EMOSI UTK MENJAGA KESEHATAN
CARA MENGHILANGKAN JERAWAT DGN CARA ALAMI
CARA MENJAGA KESEHATAN TUBUH DGN 10 LANGKAH
SISTEM LIMFATIK
SISTEM EKSKRESI
SISTEM METABOLISME DALAM TUBUH
SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
SISTEM SARAF MANUSIA DAN BEBERAPA GANGGUANNYA
SISTEM KARDIOVASKULER (SISTEM PEREDARAN DARAH)
SISTEM PERKEMIHAN (URINARIA)
SISTEM MUSKULOSKELETAL
RESPON IMUN DAN RADANG
HIPERSENSITIVITAS
DEMAM DAN MENGGIGIL
SINDROM STEVEN JOHNSON
HIV AIDS
LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES)
LUPUS ERITEMATOSUS DISKOID
ASFIKSIA NEONATORUM
BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
PUBERTAS PREKOK
MALNUTRISI
IKTERUS NEONATORUM
PENYAKIT MEMBRAN HYALIN
CAPUT SUCCEDANEUM
CEPHALHEMATOMA
HIDROSEFALUS
OMFALOKEL
ANOREKSIA NERVOSA

BULIMIA NERVOSA
GANGGUAN ORGASME
GANGGUAN KEPRIBADIAN
GANGGUAN WAHAM
AMNESIA
GANGGUAN MOOD AFEKTIF
GANGGUAN DISOSIASI
GANGGUAN PSIKOSOMATIK
GANGGUAN JIWA
GANGGUAN SOMATOFORM
ANXIETAS DISORDER
DELIRIUM
DEPRESI
AUTISME
RETARDASI MENTAL
ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
INSOMNIA
HALUSINASI
SKIZOFRENIA
HISTOLOGI - KULIT
HISTOLOGI - DARAH
HISTOLOGI - OTOT
HISTOLOGI - TULANG
HISTOLOGI - KARTILAGO
HISTOLOGI - JARINGAN PENGIKAT
HISTOLOGI - EPITEL DAN KELENJAR
HISTOLOGI - ORGAN LYMFOID
HISTOLOGI - JARINGAN SARAF
HISTOLOGI - SUSUNAN SARAF TEPI
HISTOLOGI - SUSUNAN SARAF PUSAT
HISTOLOGI - KARDIOVASKULAR
HISTOLOGI - SISTEM RESPIRASI
HISTOLOGI - SISTEM PENCERNAAN 2
HISTOLOGI - SISTEM PENCERNAAN 1
PENEMU STETOSKOP
ANATOMI TELINGA
ANATOMI HIDUNG
ANATOMI JANTUNG
ANATOMI PARU-PARU
ANATOMI GINJAL
ANATOMI SISTEM REPRODUKSI WANITA
ANATOMI SISTEM REPRODUKSI PRIA
PROMKES - MEDIA PROMOSI KESEHATAN
PROMKES - RUANG LINGKUP,SASARAN,STRATEGI,DEFINISI ...
PROMKES - MENGENAL PENTINGNYA ASI

PROMKES - KANKER KULIT BUKAN HANYA KARENA MATAHARI...


PROMKES - TEMBAKAU,FAKTOR RESIKO PADA 6 DARI 8 PEN...
SEJARAH KEDOKTERAN - DI INDONESIA
SEJARAH KEDOKTERAN - KEDOKTERAN DALAM ISLAM
KODE ETIK - PROFESI FORMAL , SEORANG DOKTER
KODE ETIK - PELANGGARAN KODE ETIK KEDOKTERAN
KODE ETIK - KW UMUM , KW DOKTER TRHDP PASIEN , KW ...
SUMPAH DOKTER
ANATOMI TUBUH MANUSIA
Popular Posts

ANOREKSIA NERVOSA
>> ANOREKSIA NERVOSA 1. DEFINISI ANOREXIA Anoreksia (anorexia) berasal dari bahasa Yunani an-, yang
artinya tanpa dan orexis ar...
BULIMIA NERVOSA
>> BULIMIA NERVOSA DEFINISI Bulimia merupakan bahasa latin dari sebuah kata Yunani boulimia, yang artinya
extreme hunger alia...
PROMKES - RUANG LINGKUP,SASARAN,STRATEGI,DEFINISI VISI DAN MISI, DLL
PROMKES - RUANG LINGKUP,SASARAN,STRATEGI,DEFINISI VISI DAN MISI, DLL PROMOSI KESEHATAN
Keadaan sehat adalah kehendak semua pihak, tid...
HIV AIDS
>> HIV AIDS A.Pengertian Human Immunodeficiency Virus (HIV) Merupakan virus yang merusak sistem kekebalan
tubuh manusia yang ti...
GANGGUAN PSIKOSOMATIK
>> GANGGUAN PSIKOSOMATIK A. Pengertian Psikosomatik Gangguan psikosomatik adalah gangguan jiwa yang
dimanifestasikan pada gangg...
SISTEM EKSKRESI
>> SISTEM EKSKRESI Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas.
Zat-zat sisa zat s...
SISTEM MUSKULOSKELETAL
>> SISTEM MUSKULOSKELETAL 01.SISTEM MUSKULOSKELETAL Sistem musculoskeletal merupakan suatu
sistem yang dibentuk oleh tulang, se...
DEPRESI
>> DEPRESI Depresi merupakan salah satu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih yang
berlebihan, murung, tid...
AUTISME
>> AUTISME Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh
yang salah. Pen...
KODE ETIK - PELANGGARAN KODE ETIK KEDOKTERAN
KODE ETIK - PELANGGARAN KODE ETIK KEDOKTERAN sekarang saya akan membahas mengenai pelanggaran
kode etik kedokteran. Pelanggaran kode...
Translate

Diberdayakan oleh

Terjemahan

Blogger templates
PLEASE FOLLOW ME ON :

FOLLOW ME ON INSTAGRAM : @sitinurul.husna1


ADD ME ON FACEBOOK : Siti Nurul Husna

KLIK HERE !
me

About Me

Nurul Husna
Lihat profil lengkapku
Total Tayangan Laman

3,434
Followers
Google+ Badge
Google+ Followers
Langganan

Pos

Komentar

Health Tip of The Day


Diet and Weight Loss Tips
Weight Loss Tip of the Day
The World's Healthiest Foods
Body Mass Index Calculator
Stress Relief Tip of the Day

WebMD Health News


VIDEO UNTUK SEMUA
Pages

Beranda
Pages - Menu

Beranda
Blogger news
music

Template Simple. Gambar template oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.

ss