Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN INTRA OPERATIF

Pada Ny. S dengan URS (Ureterorenoscopy)


Di Kamar Bedah 1 RSPW Malang

I.

PENGKAJIAN
Identitas
Nama
: Ny. S
Usia
: 44 thn
Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Katolik
Pekerjaan
: IRT
Alamat
: Jl. Panglima Sudirman No 112 RT 3 RW 11 Pesanggrahan Batu
No RM
: 142311
Dx medis
: Batu Ureter (Sin)
Dokter bedah
: dr. B.D
Ruangan
: PP
Tanggal op
: 19 Juni 2016
Waktu op
: 13.00
Jenis anesthesia : Regional Anesthesia
Team bedah
Dokter bedah
Asisten bedah
Dokter anesthesia
Asisten anesthesia
Instrumentator
Perawat sirkuler

: dr. B
: Bu. N
: dr. W
: Bpk. R
: P. A
: D dan E

Keluhan utama
Pasien mengatakan nyeri pinggang
II.

Data penerimaan pasien di ok


:
Kesadaran
: composmentis
Ttv
:
TD
: 130/80 mmhg
Suhu : 36,7 c
HR
: 74x/mnt
RR
: 18 x/mnt
Sa 0 : 99%

Riwayat penyakit :
10

Pasien mengatakan tidak pernah MRS sebelumnya


Riwayat alergi obat :
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi obat maupun makanan.
Persiapaan Operasi :
Puasa sejak pukul 07.00
Tidak memakai gigi palsu
Gelang identitas
Surat persetujuan operasi dan pembiusan
Hasil pemeriksaan usg
Infuse RL 20 tpm pkl. 08.00
Premidikasi
-Ranitidine 50 mg
Persiapan Regional Anesthesia
1. Alat
:
I Set SAB
Spuit 3cc dan 5cc
Spinocan no 27
Mesin anesthesia
Handscoen no 7,5
Masker
Monitor
2. Obat anesthesia :
Marcain Spinal 0,5% Heavy 1 Amp = 20mg
Lidocain 2%
Sedacum 3mg
Pethidin 50mg
Plasminek 1 gr
Lasik 20 mg
O2 nasal 2 lmp
III.

Persiapan alat operasi


1. Satu set laken operasi
1 laken operasi
3 schort steril
3 doeken steril
3 pasang handscoen steril
1 pasang Beensloop
2. Satu set instrumen
Alat endourologi meliputi:
Cystocope telescope (untuk meneropong/evaluasi saluran perkemihan)
Monitor
Sheath (pemecah Batu)
Sheat no 13, 15, 17, 19 dengan obturator : digunakan untuk pemecahan Batu
11

IV.
V.

Sheat no 20, 22 dengan obturator : untuk RPG, memasukkan Ureter kateter, DJ stent atau
aff DJ sten
Pincet C 1 buah
Gunting benang 1
Cawan berisi isodine 1
Cawan berisi gell 1
Bengkok 1
Penjepit doek 1
Kom 1
Urine Bag
Cateter No 16
Selang irigasi
Kasa Halus Steril 10 Pcs
Underpad
C-Arms
Posisi Pembedahan Litotomi
Proses operasi
1. Pasien diantarkan ke kamar operasi, pasien datang diantar perawat dan keluarganya dengan
menggunakan brankar. Px dipersiapkan di ruang prabedah. Px dipindahkan ke kamar operasi 1
dengan brankard, pasien dipindahkan ke meja operasi dengan posisi terlentang. Pada kaki
kanan pasien terpasang arde (ground diatermi), tangan kanan terpasang iv line, lengan tangan
kiri terpasang tensimeter, oksimetri terpasang di jari telunjuk.
2. Dokter anesthesi mulai melakukan anesthesia pada pukul 13.00 wib, setelah dibius pasien
diposisikan Litotomie. Perawat instrument dan asisten bedah melakukan cuci tangan
procedural, setelah itu memakai schort steril dan sarung tangan steril. Stelah itu dilakukan
desinfeksi pada daerah operasi oleh B. N dengan menggunakan cairan isodine, setelah itu
dilakukan drapping oleh dokter B dibantu dengan asisten bedah dan instrumentator.
3. Sebelum dilakukan tindakan bedah perawat sirkulasi melakukan time out. Diagnose Batu
Ureter kiri, Jenis operasi URS dan pemasangan Dj Stent dengan dokter operator dr. B, asisten
bedah B. N, dr. W sebagai dokter anesthesi dan perawat asisten anesthesia Bpk. R, perawat
instrumentator Bpk. A, perawat sirkuler D.
4. Prosedur sistoskopi:
1. Setelah dilakukan anaestesi penderita diletakkan dalam posisi lithotomi
2. Dilakukan desinfeksi dengan povidone iodine di daerah vagina dan kedua paha sampai batas
lutut dan perut sebatas umbilikus
3. Persempit lapangan operasi dengan memasang beensloop (sarung kaki) dan doek
panjang berlubang untuk bagian perut keatas
4. Dokter bedah melakukan dilatasi uretra menggunakan bougie dan memasukkan cutting lup dan
lampu optic untuk melihat seberapa besar obstruksi kemudian dilakukan pengeluaran batu
menggunakan cutting lup dan dikeluarkan dengan etic yang sudah diisi aquades.
5.Setelah batu berhasil dikeluarkan selanjutnya dilakukan pemasangan Dj Stent di ureter sebelah
kiri.
6. Setelah selesai kemudian dilakukan pemasangan kateter yang disambungkan urine bag.
7. Tindakan URS selesai pasien dibersihkan dan dirapikan.

12

8. Pasien kemudian dibawa ke ruang pemulihan untuk dilakukan observasi mengenai perdarahan,
tanda-tanda vitalnya serta bila mungkin ada keluhan-keluhan lain. Observasi dilakukan selama
25 menit. Kemudian pasien dipindahkan kembali ke ruang perawatan.

13

Tgl/ jam
19 Juni
2016
Pkl 13.00

Analisa data
DO : (pasien tidur karena efek pemberian
obat sedatif)
DS :
1. Pasien dibius dengan
Regional anesthesia
2. Posisi operasi litotomi
3. Jenis operasi bersih
4. Vagina pasien dicuci
dengan hibiscrub
selanjutnya di lap dengan
doeken steril dan kemudian
didesinfeksi menggunakan
cairan isodine
5. Dokter bedah melakukan
dilatasi uretra menggunakan
bougie dan memasukkan
cutting lup dan lampu optic
untuk melihat seberapa
besar obstruksi.
6. Ttv :
TD : 130/80 mmhg
Suhu : 36,7 c
HR : 74x/mnt
RR : 18 x/mnt
Sa 0 : 99%

19 Juni
2016
Pkl 13.00

DO : (pasien tidur karena efek pemberian


obat sedatif)

Masalah
Resiko infeksi b.d
kerusakan jaringan
sebagai efek sekunder dari
prosedur pembedahan

Peningkatan kerja
ginjal
Penurunan fungsi
ginjal
Penumpukan protein
di saluran kemih
Obstruksi saluran
kemih
Tindakan operasi
Kerusakan mukosa
urogenital
Penurunan pertahanan
tubuh
Resiko infeksi

Resiko perdarahan b.d


trauma efek samping
pembedahan
Gaya Hidup
Peningkatan kerja
ginjal

DS :
1.
2.
3.
4.
5.

Pasien dibius dengan


Regional anesthesia
Posisi operasi litotomi
Jenis operasi bersih
Dokter bedah melakukan
dilatasi uretra menggunakan
bougie dan memasukkan
cutting lup dan lampu optic
untuk melihat seberapa
besar obstruksi
6. Dokter melakukan
pengeluaran batu dan sisa
perdarahan menggunakan
cutting lup dan dikeluarkan
dengan etic yang sudah diisi
PZ.
7.
Ttv :
TD : 130/80 mmhg
Suhu : 36,7 c
HR : 74x/mnt
RR : 18 x/mnt

Etiologi
Gaya Hidup

Penurunan fungsi
ginjal
Penumpukan protein
di saluran kemih
Obstruksi saluran
kemih
Tindakan operasi
Kerusakan mukosa
urogenital
Perdarahan
14

Nama : Ny. S

No. RM

Usia
(S)

Dx. Medis : Batu Ureter

: 44 thn

: 142311

Analisa Data

Nama : Ny. S
Usia : 44 thn
No
1.

No. RM
: 142311
Dx. Medis : Batu Ureter (S)
Diagnosa
Resiko perdarahan b.d trauma efek samping pembedahan

2.

Resiko infeksi b.d kerusakan jaringan sebagai efek sekunder dari


prosedur pembedahan

3.

Resiko cidera b.d posisi yang tidak tepat selama proses pembedahan

Nama : Ny. S
Usia : 44 thn

No. RM
: 142311
Dx. Medis : Batu Ureter (S)
Intervensi

No
Dx.
1.

Tujuan
Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
tidak terjadi
perdarahan

Kriteria Hasil
1.
2.
3.

4.
5.

TTV dalam
batas normal
Tidak ada
hematuria
Tidak ada
perdarahan
pervagina
HB dalam batas
normal
Tidak tampak
anemis

Intervensi
1. BHSP dengan pasien

2. Observasi TTV

Rasional
1. Dengan
melakukan
BHSP
diharapkan
pasien dapat kooperatif
2. Dengan mengobservasi
TTV diharapkan tidak
didapatkan tanda-tanda
kegagalan nafas.

3. Catat
nilai
Hb 3. Dengan mencatat nilai
Hb diharapkan dapat
sebelum dan sesudah
memantau terjadinya
terjadinya perdarahan
penurunan/peningkatan
15

HB
4. Pertahankan bedrest 4. Diharapkan
dapat
selama
perdarahan
meghindari perdarahan
aktif
spontan
5. Identifikasi penyebab 5. Diharapkan
sumber
perdarahan
penyebab perdarahan
segera diatasi

2.

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
tidak ada
tanda-tanda
infeksi

1. tidak ada tandatanda infeksi


2. TTV dalam
batas normal
3. Leukosit dalam
batas normal

1. BHSP dengan pasien

1. Dengan melakukan
BHSP diharapkan
pasien dapat kooperatif
2.
Mencegah masuk dan
2. Bersihkan daerah yang
berkembangannya
akan dioperasi dengan
bakteri dan atau kuman
antiseptic dan pasang
pathogen pada daerah
draping
sekitar lapang operasi.
3.
Menghindari
3. Cek kadaluarsa alat
ketidaksterilan alat
yang akan dipakai
yang akan digunakan
4. Pertahankan sterilitas
alat yang akan
dipakai
5. Pertahankan sterilitas
selama pembedahan
6. Menggunakan APD
lengkap (tutup kepala,
masker, alas kaki
tertutup, sarung
tangan steril) dan
cucui tangan steril

3.

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
tidak terjadi
resiko cidera

4. Menghindari
ketidaksterilan alat
yang akan digunakan
5. Mempertahankan
kesterilan lapang
operasi
6. Menghindari
nosokomial dari tim
bedah ke lapang
operasi.

Tidak ada tanda- 1. BHSP dengan pasien


1. Dengan melakukan
tanda cidera
BHSP diharapkan
pada tubuh
pasien dapat kooperatif
2.
Dengan memastikan
pasien
2. Pastikan posisi pasien
posisi yang tepat
yang sesuai tindakan
diharapkan tidak terjadi
operasi
cidera
3. Cek daerah penekanan 3. Diharapkan tidak
selama operasi
terjadi iritasi/lecet pada
16

4. Pasang sabuk atau tali


daerah yang tertekan
4.
Diharapkan dapat
pengaman serta Ben
menghindari terjadinya
Hover secara tepat dan
resiko jatuh
kuat
5. Pasang ground cauter
surgery dengan tepat
5. Dengan memasang
ground cauter dengan
tepat diharapakan tidak
terjadi combutio

Nama : Ny. S

No. RM

Usia
(S)

Dx. Medis : Batu Ureter

: 44 thn

: 142311

Implementasi
No Dx
1

Tanggal/Jam
Implementasi
19 Juni
1. BHSP dengan pasien
2016
2. Observasi TTV
Pkl 13.00
3. Catat nilai Hb sebelum dan sesudah terjadinya
perdarahan
4. Pertahankan bedrest selama perdarahan aktif
5. Identifikasi penyebab perdarahan

19 Juni
2016
Pkl 13.00

1. BHSP dengan pasien


2. Bersihkan daerah yang akan dioperasi dengan
antiseptic dan pasang draping
3. Cek kadaluarsa alat yang akan dipakai
4. Pertahankan sterilitas alat yang akan dipakai
5. Pertahankan sterilitas selama pembedahan
6. Menggunakan APD lengkap (tutup kepala,
masker, alas kaki tertutup, sarung tangan steril)
dan cuci tangan steril

19 Juni
2016
Pkl 13.00

1. BHSP dengan pasien


2. Pastikan posisi pasien yang sesuai tindakan
operasi
3. Cek daerah penekanan selama operasi
4. Pasang sabuk atau tali pengaman serta Ben
Hover secara tepat dan kuat
5. Pasang ground cauter surgery dengan tepat

17

Tanda Tangan

Nama : Ny. S

No. RM

Usia
(S)

Dx. Medis : Batu Ureter

: 44 thn

: 142311

Evaluasi
Tgl/Ja
Data
m
19 Juni DS:2016
DO:
j. 13.30 Pasien dibius dengan regional
Anestesi
Selama operasi pasien diberi
injeksi
golongan
sedasi
sehingga
pasien
dalam
keadaan tidur
Posisi litotomi dengan fiksasi
pada kedua kaki yang
terpasang ban hover.
Fiksasi pada kedua tangan
pasien.
Ground cauter surgery terpasang
kuat dan tidak longgar pada
betis sebelah kiri.
Selama operasi cairan infus RL
masuk 650 cc
Turgor kulit pasien kembali
dalam 2 detik
Pasien bernafas spontan
Nafas adekuat
Pasien terpasang Dj Stent di
ureter sebelah kiri
Pemasangan Dj Stent dilakukan
dengan dituntun oleh alat CArms
Pasien terpasang cateter cabang
2 no 16
Produksi urine pasien sedikit
bercampur darah

Evaluasi Pasien
o

o
o
o

o
o
o

TTV pasien:
TD :131/81 mm/Hg
Nadi : 78x/menit
Temp : 36,1 c
RR : 18x/menit
Pasien tidak terpapar
sumber infeksi selama
tindakan
operasi
berlangsung
Tidak ada tanda infeksi
Tidak ada tanda-tanda
ketidakefektifan pola nafas
Tidak ada tanda-tanda
perdarahan
mayor,
perdarahan /vagina.
Balance
cairan
bisa
dipertahankan
Akral hangat
Tidak
ada
tanda
kemerahan pada daerah
penekanan
Jumlah kasa, deppers, dan
instrument baik sebelum
dan
sesudah
operasi
lengkap.

18

Hasil Tercapai
o
o

Tidak terjadi gagal


nafas pada pasien
Ke-steril-an
lapang/daerah,
alat-alat
yang
digunakan
saat
tindakan
operasi
terjaga
Posisi yang tepat
selama
tindakan
operasi
tetap
terjaga.