Anda di halaman 1dari 7

RUBRIK PENILAIAN LKS NON EKSPERIMEN

Aspek
Ketepatan Menjelaskan
Konsep

Kelengkapan menuliskan
alasan yang logis

Kreativitas

Ketepatan memberikan
contoh

Mengidentifikasi
berdasarkan penalaran

Menganalisis suatu
peristiwa

Kemampuan berargumen

3
Menjelaskan
konsep redoks serta
reaksi yang terjadi
sesuai dengan
peristiwa dalam
wacana dengan
tepat
Menuliskan alasan
dengan jawaban
yang benar dan
logis sesuai dengan
apa yang
ditanyakan pada
soal
Berfokus pada
proses berfikir
sehingga
memunculkan ideide unik dan kreatif
Memberikan
contoh lebih dari 3
dengan tepat beser
contoh dengan tepat
beserta alasannya
Mampu
memberikan
penalaran dengan
benar secara
terperinci
Mampu
menganalisis suatu
peristiwa dengan
susunan prosesnya
secara tepat

Alasan yang
diberikan siswa

Tingkatan
2
Menjelaskan
konsep redoks
sesuai dengan
peristiwa yang
terjadi dalam
wacana dengan
tepat
Cukup menuliskan
alasan dengan
jawaban yang logis
sesuai dengan apa
yang ditanyakan
pada soal

1
Menjelaskan
konsep redoks tidak
sesuai dengan
peristiwa yang
terjadi dalam
wacana dengan
tepat
Kurang menuliskan
alasan dengan logis
sesuai dengan apa
yang ditanyakan
pada soal

Cukup berfokus
pada proses berfikir
sehingga
memunculkan ideide unik dan kreatif
Memberikan 2
contoh dengan tepat
beserta alasannya

Tidak berfokus
pada proses berfikir
sehingga
memunculkan ideide unik dan kreatif
Hanya memberikan
1 contoh dengan
tepat besera
alasannya

Mampu
memberikan
penalaran cukup
benar

Mampu
memberikan
penalaran kurang
benar

Mampu
menganalisis suatu
peristiwa dengan
susunan prosesnya
cukup tepat

Mampu
menganalisis suatu
peristiwa tetapi
tidak sesuai dengan
susunan proses
peristiwa yang
diberikan dalam
soal
Alasan yang
diberikan siswa

Alasan yang
diberikan siswa

secara terperinci
dan terkait dengan
permasalahan yang
diberikan

cukup sesuai
dengan
permasalahan yang
diberikan

kurang sesuai
dengan
permasalahan yang
diberikan

Penilaian diskusi kelompok dan presentasi


Aspek
Kerja sama sesama
anggota kelompok

Kemampuan
mengemukakan pendapat

Kemampuan
mengkomunikasikan
bahan pelajaran

Presentasi kelompok

Kemampuan menarik
kesimpulan

Saling menghargai
pendapat

3 (baik)
Menjadi fasilitator
bagi kelompoknya

Dapat
mengemukakan
pendapat dengan
baik dan mudah
dimengerti
Isi presentasi dapat
dijelaskan kembali
oleh kelompok lain
dan mampu untuk
diuraikan kembali
Menerangkan
dengan suara yang
jelas dengan tepat
dan mampu
menghidupkan
suasana
Kesimpulan berisi
point-point penting
dalam kata-kata
singkat
Menerima pendapat
orang lain dan
mampu
mengkomunikasikan
dengan baik

Skala
2 (cukup)
mau berbagi
pengetahuan
dengan teman
kelompoknya
Dapat
mengemukakan
pendapat dengan
cukup baik

1 (kurang)
Sangat individual

Dapat
mengemukakan
pendapat dengan
kurang baik

Isi presentasi dapat


dijelaskan kembali
oleh kelompok lain

Isi presentasi tidak


mampu untuk
dijelaskan kembali

Menerangkan
dengan suara
cukup jelas tetapi
tidak mampu
menghidupkan
suasana
Kesimpulan berisi
point-point penting
tetapi masih dalam
bentuk kalimat
panjang
Menerima
pendapat orang lain

Menerangkan
dengan suara
kurang jelas dan
juga tidak mampu
menghidupkan
suasana
Menarik
kesimpulan tidak
sesuai dengan
tujuan
Pendapat

Kunci Jawaban B
1.

Korosi merupakan proses perubahan logam menjadi senyawa, terutama


terjadi dalamlingkungan yang mengandung air, atau peristiwa teroksidasinya
suatu logam oleh gas oksigendi udara.
Salah satu contoh korosi adalah yang terjadi pada besi, atau biasa
disebut dengan karat. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan
rumus Fe2O3.XH2O. Pada proses pengamatan, besi (Fe) bertindak sebagai
preduksi dan Oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai
pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat :
Anode
: Fe 2+ + 2e - Fe
Katode
: 2H 2 O O 2 + 4H + + 4e Karat disebut sebagai autokatalis karena karat yang terjadi pada logam akan
mempercepat proses pengaratan berikutnya.korosi adalah kerusakan atau
degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat

di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak


dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh
korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
(udara) mengalamireduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau
karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe 2O 3. nH 2O, suatu zat padat yang
berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektro kimia.Pada korosi
besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, dimana besi
mengalami oksidasi.
Faktor yang mempengaruhi proses terjadinya korosi adalah air dan udara serta gasgas pada udara bebas, kemudian dengan penambahan asam juga dapat memicu
terjadinya korosi atau perkaratan.
2.

3. Logam yang tidak mudah berkarat atau tahan korosi ini diantaranya terdapat logamlogam yang tergolong mulia. Yang termasuk logam mulia diantaranya Cu, Hg, Ag, Pt,
dan Au. Tetapi, bukan hanya logam mulia saja contohnya seperti Sn. Walaupun timah
putih (Sn) memang tidak termasuk logam mulia, namun pada deret keaktifan logam,
harga potensialnya mendekati logam mulia. Jadi dapat dikatakan Sn agak mulia, sukar
mengalami oksidasi.
4. Emas terdapat pada deret paling kanan dalam deret Volta. Jadi dapat disimpulkan
bahwa emas (Aurum) hampir sangat tidak reaktif. Unsur ini jarang bereaksi dengan
oksigen untuk membentuk karat. Contohnya sendok yang terbuat dari stainless steel.
Logam biasa berbeda dengan stainless steel karena terdiri dari besi, krom,mangan,
silikon, karbon dan nikel dalam jumlah yang cukup banyak. Elemen-elemen ini
bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara sehingga membenuk sebuah
lapisan sangat tipis dan sabil.
5. Peta konsep redoks

Kunci Jawaban LKS A


1. Secara prinsip, sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengkonsumsi
komponen-komponen limbah sebagai sumber makanan atau energi. Berdasarkan jenis
mikroorganisme yang digunakan, proses ini dibagi menjadi dua jenis. Proses aerobik
(memerlukan oksigen) dan proses anaerobik (tanpa oksigen).
2.

Cara kerja:
1. Setelah dilakukan penyaringan dan equalisasi, air limbah dimasukkan kedalam
bak pengendap awal untuk menurunkan suspended solid.
2. Limbah cair dimasukkan ke dalam tangki aerasi di mana terjadi pencampuran
dengan mikroorganisme yang aktif (lumpur aktif). Mikroorganisme inilah yang
melakukan penguraian dan menghilangkan kandungan organik dari limbah secara
aerobik. Oksigen yang dibutuhkan untuk reaksi mikroorganisme tersebut
diberikan dengan cara memasukkan udara ke dalam tangki aerasi dengan
blower.Aerasi ini juga berfungsi untuk mencampur limbah cair dengan lumpur
aktif, hingga terjadi kontak yang intensif.
3. Campuran limbah cair yang sudah diolah dan lumpur aktif dimasukkan ke tangki
sedimentasi di mana lumpur aktif diendapkan, sedangkan supernatant dikeluarkan
sebagai effluen dari proses.
4. Sebagian besar lumpur aktif yang diendapkan di tangki sedimentasi tersebut
dikembalikan ke tangki aerasi sebagai return sludge supaya konsentrasi
mikroorganisme dalam tangki aerasinya tetap sama dan sisanya dikeluarkan
sebagai excess sludge.
3. Selain menggunakan proses lumpur aktif, adanya limbah bisa dikurangi dengan
penggunaan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia tersebut berasal dari senyawasenyawa yang bersifat oksidator, misalnya KClO3, CaOCl2 , dan lain-lain.
4. Cara kerja senyawa KClO3, CaOCl2, dll. Ini yaitu mula-mula melarut dalam air,
kemudian membentuk ion positif dan ion negative. Ion negative inilah yang
melepaskan klor dan berfungsi sebagai desinfektan (pembunuhan kuman). Sifat

oksidator dari senyawa tersebut dimanfaatkan agar dapat bereaksi dengan zat organic
atau limbah yang bersifat reduktor.
5. Sesuai kreativitas