Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Demensia adalah suatu sindroma penurunan kemampuan

intelektual progresif yang menyebabkan deteriorasi kognisi dan


fungsional,

sehingga

mengakibatkan

gangguan

fungsi

sosial,

pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Seorang penderita demensia


memiliki fungsi intelektual yang terganggu dan menyebabkan
gangguan dalam aktivitas sehari-hari maupun hubungan dengan
orang sekitarnya.1
Penderita
memecahkan

demensia
masalah,

juga

kehilangan

mengontrol

emosi,

kemampuan
dan

bahkan

untuk
bisa

mengalami perubahan kepribadian dan masalah tingkah laku


seperti mudah marah dan berhalusinasi. Kemunduran kognitif pada
demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori atau daya
ingat (pelupa). Demensia terutama yang disebabkan oleh penyakit
Alzheimer berkaitan erat dengan usia lanjut.1,2
Demensia vaskuler ialah sindrom demensia yang disebabkan
oleh disfungsi otak yang diakibatkan oleh penyakit serebrovaskuler.
Di negara-negara barat, demensia vaskular (DVa) menduduki urutan
kedua terbanyak setelah penyakit Alzheimer. Tetapi karena DVa
merupakan tipe demensia yang terbanyak pada beberapa negara
Asia dengan populasi penduduk yang besar maka kemungkinan DVa
ini merupakan tipe demensia yang terbanyak di dunia. DVa juga
merupakan

bentuk

demensia

yang

dapat

dicegah

sehingga

mempunyai peranan yang besar dalam menurunkan angka kejadian


demensia dan perbaikan kualitas hidup usia lanjut.2,3

Dalam arti kata luas, semua demensia yang diakibatkan oleh


penyakit pembuluh darah serebral dapat disebut sebagai DVa.
Istilah DVa menggantikan istilah demensia multi infark karena infark
multipel bukan satu-satunya penyebab demensia tipe ini. Infark
tunggal di lokasi tertentu, episode hipotensi, leukoaraiosis, infark
inkomplit dan perdarahan juga dapat menyebabkan kelainan
kognitif. Saat ini istilah DVa digunakan untuk sindrom demensia
yang terjadi sebagai konsekuensi dari lesi hipoksia, iskemia atau
perdarahan di otak.3
1.2

Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah


yang diangkat adalah mengenai definisi, epidemiologi, etiologi,
klasifikasi,

gejala,

diagnosis

dan

penatalaksanaan

demensia

vaskuler.
1.3

Tujuan penulisan
Tujuan dari penulisan referat ini adalah :
1.
Memahami
tentang
demensia
2.

penatalaksanaannya dalam psikiatri.


Meningkatkan kemampuan

vaskuler

penulisan

ilmiah

dan
di

bidang kedokteran, khususnya di Bagian Ilmu Kedokteran


Jiwa.
3.

Memenuhi salah satu syarat kelulusan Kepaniteraan


Klinik

Senior

di

Bagian

Ilmu

Jiwa

Fakultas

Kedokteran

Universitas Riau-Rumah Sakit Jiwa Tampan.


1.4

Metode penulisan

Penulisan referat ini menggunakan metode tinjauan pustaka


yang mengaju pada beberapa literatur.

DAFTAR PUSTAKA
1. Turana, Yuda, (2006) Merawat Demensia, RS. Atmajaya :
Artikel.
2. Nugroho, Wahyu. (2008). Keperawatan Gerontik dan Geriatrik,
Jakarta : EGC
3. Indiyarti R. Diagnosis dan Pengobatan Terkini Demensia
Vaskular. Jurnal Kedokteran Trisakti.2004;23(1):p. 28-33.