Anda di halaman 1dari 16

SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA

1. Pengertian Biaya
Dalam akuntansi biaya satuan yang digunakan untuk menyatakan nilai uang dari
berbagai sumber ekonomi yang digunakan disebut dengan istilah cost/biaya.
secara umum didefinisikan sebagai suatu pengorbanan
materi (biasa diukur dengan uang) untuk memperoleh barang atau jasa yang
diharapkan akan memberikan manfaat di masa sekarang dan masa yang akan datang. Artinya
pada saat perolehannya, cost yang dibebankan adalah manfaat sekarang dan masa yang akan
datang. jika manfaat telah diterima, cost menjadi beban/ongkos (expense).

Menurut pendapat Mulyadi (2000:8)

biaya adalah pengorbanan ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau
kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut The Comitte on Cost

Concept and Standarts of The American Accounting Association Sebagaimana dikutip dalam
Matz dan Usry (1996: 19), yaitu: Biaya sebagai suatu nilai tukar, prasyarat atau pengorbanan
yang dilakukan guna memperoleh manfaat. Dalam akuntansi keuangan, prasyarat atau
pengorbanan tersebut pada tanggal perolehan dinyatakan dengan pengurangan kas atau aktiva
lainnya pada saat ini atau di masa mendatang
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya mempunyai arti suatu harga
pertukaran yang telah disepakati untuk mendapatkan barang atau jasa yang dimanfaatkan di
masa sekarang atau potensial untuk masa mendatang yang dikeluarkan oleh perusahaan
berupa pengorbanan dalam bentuk kas dan kekayaan lain setara kas yang dipindahkan dan
dikeluarkan dalam bentuk keuangan (monetary terms).

2. Klasifikasi Biaya
Untuk membantu pihak manajemen dalam mencapai tujuannya, suatu klasifikasi
biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya.
Menurut Halim (1997: 5) biaya dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hubungan dengan produk, biaya digolongkan menurut:
Biaya produksi, yaitu biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari
suatu produk dan akan dipertemukan dengan penghasilan di periode produk itu dijual.
Sebelum laku dijual, biaya produksi diperlakukan sebagai persediaan.
Biaya ini terdiri atas: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya

overhead pabrik.
Biaya periodik, yaitu biaya-biaya yang lebih berhubungan dengan waktu dibanding
dari unit yang diproduksi (produk). Seluruh biaya ini dibebankan kepada penghasilan
(revenue) di periode mana biaya tersebut terjadi. Biaya periodik ini dinamakan juga
biaya komersiil.
Contoh dari biaya ini adalah: biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran (biaya
iklan/promosi, biaya upah sales girl/salesman). Khusus biaya pemasaran ini akuntan
tidak konsisten melakukannya, seperti iklan sering ditunda pembebanannya (di
deffered) karena masih dianggap bermanfaat untuk mendapatkan keuntungan di
masa yang akan datang.

Berdasarkan periode akuntansi/pembukuan, biaya digolongkan menurut:


Pengeluaran modal (capital expenditure), yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan
yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu periode akuntansi (biaya satu
tahun). Pengeluaran ini membentuk cost (harga pokok).
Contoh : biaya perbaikan gedung yang relatif besar yang manfaatnya lebih
dari satu tahun.
Pengeluaran penghasilan (revenue expenditure), yaitu biaya-biaya yang
dikeluarkan yang hanya bermanfaat dalam satu periode akuntansi (kurang atau
sama dengan satu tahun). Pengeluaran ini akan menjadi expense (biaya)
diperiode saat terjadinya biaya ini.
Berdasarkan hubungannya dengan volume produksi/kegiatan perusahaan, biaya digolongkan
menurut:

Biaya variabel, yaitu biaya-biaya yang selalu berubah secara proporsional


sesuai dengan perbandingan volume kegiatan perusahaan.
Contoh utama biaya ini: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
sebagianbiaya overhead seperti biaya listrik, gas, dan air yang dibayar dengan
pemakaian.
Biaya

semivariabel,

perubahannya

tidak

yaitu

biaya-biaya

proporsional

yang

dengan

selalu

perubahan

berubah

tetapi

kegiatan/volume

perusahaan.
Contoh biaya ini: gaji salesman/salesgirlyang sistem penggajiannya dengan gaji tetap
plus persentase tertentu dari penjualan, biaya reparasi dan pemeliharaan dan lain-lain.
Biaya ini tetap jumlahnya dalam kisaran (range) tertentu.
Biaya tetap, yaitu biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh besar
kecilnya volume kegiatan perusahaan. Contoh: biaya penyusutan yang
dihitung dengan metode garis lurus dan upah yang tetap untuk beberapa
periode tertentu.
Berdasarkan dalam hubungannya untuk tujuan pengawasan, biaya digolongkan menurut:
Biaya standar, yaitu biaya yang telah ditentukan terlebih dahulu (diperkirakan
akan terjadi) dan apabila terjadi penyimpangan terhadapnya, biaya standar ini
yang dianggap benar.
Biaya taksiran, yaitu biaya yang ditaksir terlebih dahulu (diperkirakan akan
terjadi) dan apabila terjadi penyimpangan terhadapnya, yang dianggap betul
adalah biaya sesungguhnya.
Biaya sesungguhnya, yaitu biaya yang sungguh-sungguh terjadi atau biaya
yang dibebankan.

Berdasarkan dalam hubungannya dengan departemen produksi, biaya digolongkan menurut:


Biaya departemen produksi, yaitu biaya yang dibebankan atas diperhitungkan pada
bagian/departemen yang secara langsung menangani pembuatan barang (produk).
Contoh: biaya baku departemen X.

Biaya departemen pembantu, yaitu biaya yang dibebankan pada departemen yang
menyediakan fasilitas/memberikan servis untuk departemen lain(dengan departemen
produksi atau departemen pembentu lainnya).
Contoh: biaya gaji departemen pembantu listrik.
Biaya langsung departemen, yaitu biaya-biaya yang langsung terjadi pada tiap-tiap
departemen.
Biaya tidak langsung departemen, yaitu biaya-biaya yang diperhitungkan terhadap
suatu departemen karena departemen tersebut menggunakan fasilitas departemen lain.

Berdasarkan dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang ada perusahaan, biaya terdiri
atas:
Biaya produksi, yaitu total biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead
pabrik dalam rangka memproduksi produk.
Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka memasarkan produk
yang dihasilkan. Misalnya: biaya iklan, gaji penjual dan lain-lain.
Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka
mengarahkan, mengendalikan dan mengoperasikan perusahaan.
Misalnya: biaya gaji direksi, biaya surat, telepon dan lain-lain.

3. AKUMULASI BIAYA
Ada dua metode akumulasi biaya yang digunakan secara luas, dimana keduanya
mempunyai beberapa aspek yang sama, walaupun obyek biaya terakhir dari kedua metode
tersebut adalah produk, tetapi kedua metode tersebut pada dasarnya berbeda penekanannya

dalam penelusuran besarnya biaya. Pada kalkulasi biaya proses, perhatian utamanya adalah
penelusuran besarnya biaya pada proses, pusat biaya, atau departemen di pabrik. Macammacam akumulasi biaya adalah sebagai berikut :

a. Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan ( Job Order Costing )

Perhatian utamanya adalah penelusuran besarnya biaya pada pekerjaan, tumpukan


barang, partai barang, atau pada kontrak itu sendiri.

Biaya-biaya diakumulasikan oleh barang pesanan atau barang spesifik pelanggan.

Metode ini digunakan pada saat produk yang dihasilkan dalam sebuah departemen
atau pusat biaya beraneka ragam, dan hal ini mensyaratkan kemungkinan
mengidentifikasikan secara fisik barang yang diproduksi dan membebankan masingmasing barang dengan biayanya sendiri.

Kalkulasi biaya pesanan dapat diterapkan pada pembuatan barang pesanan di pabrik,
bengkel kerja, dan bengkel perbaikan; yang dikerjakan oleh pemborong, insinyur
bangunan, dan pelaksana; serta untuk pengusaha jasa yang hanya memiliki sedikit
pekerjaan yang dilakukan pada waktu tertentu, seperti kesehatan, hukum, arsitektur,
akuntansi, dan perusahaan konsultan.

Metode biaya pesanan memberi kesempatan untuk mengendalikan biaya dan


mengevaluasi profitabilitas dari perjanjian/kontrak, produk, atau lini produk.

b. Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses ( Process Costing )

Kalkulasi biaya proses mengakumulasikan biaya-biaya dari proses produksi atau dari
departemen.

Metode ini digunakan pada saat semua unit yang dihasilkan dalam suatu departemen
atau pusat biaya pada dasarnya sama, atau pada saat tidak ada keperluan untuk
membedakan unit-unit produk tersebut.

Kalkulasi biaya proses mengakumulasikan semua biaya dari mengoperasikan suatu


proses dalam periode waktu tertentu, dan membagi biaya-biaya dengan jumlah unit
produk yang melewati proses tersebut selama periode bersangkutan; Hasilnya adalah
bentuk biaya per unit. Karena sifat dari keluaran dan akumulasi biaya, produk dari
satu proses mungkin menjadi bahan pada proses selanjutnya dalam kasus di mana
biaya per unit harus dihitung untuk masing-masing proses.

Metode biaya proses dapat diterapkan untuk industri-industri seperti pabrik tepung,
pabrik bir, pabrik kimia, dan pabrik tekstil dengan satu atau beberapa jenis produk
yang jumlahnya besar. Metode tersebut juga dapat diterapkan untuk merakit dan
menguji pengoperasian yang mengikutsertakan sejumlah besar jenis produk yang
sama seperti peralatan listrik, suku cadang listrik, atau perkakas kecil lainnya.

c. Metode Campuran ( Blended Methods )

Pada beberapa perusahaan pabrikasi, unit yang berbeda memiliki biaya bahan
langsung yang secara nyata berbeda, tetapi semua unitnya melalui konversi yang sama
dalam jumlah yang besar. Dalam kasus ini, biaya bahan langsung diakumulasikan
dengan menggunakan kalkulasi biaya pesanan, dan biaya konversi diakumulasikan
dengan menggunakan kalkulasi biaya proses.

Contohnya adalah operasi perakitan yang sederhana di mana lampu dilapisi dengan
kuningan murahan dan lampu mahal yang terbuat dari kuningan murni yang dirakit
dalam jumlah besar. Biaya pekerja yang sama ditunjukkan pada semua unit barang,
dan kabel serta tombol yang sama (bahan langsung) juga dipasang. Kap lampu dari
kain bermutu tinggi dipasang pada lampu yang terbuat dari kuningan murni,
sedangkan pada lampu yang dilapisi dengan kuningan murahan dipasang kap lampu
dari kain bermutu rendah. Perbedaan biaya untuk lampu dan kap lampu ini cukup
berarti, sementara biaya-biaya lainnya adalah sama untuk semua unit. Dalam contoh
tersebut, pemecahannya yang mungkin adalah menelusuri besarnya biaya bahan
langsung pada setumpuk barang, separtai barang, atau pada pesanan yang
menggunakan metode akumulasi biaya pesanan untuk bahan langsung, dan yang
menggunakan metode akumulasi biaya proses untuk biaya pekerja dan overhead.

Sistem pabrikasi fleksibel mempunyai dampak yang kuat dan mengubah berbagai
faktor yang harus dipertimbangkan oleh manajemen dalam mengevaluasi suatu
sistem.

d. Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Backflush


Kalkulasi

biaya

backflush

merupakan

cara

yang

dapat

dilakukan

untuk

mengakumulasikan biaya pabrikasi dalam sebuah pabrik atau sebagian dari pabrik di mana
kecepatan pemrosesannya sangat cepat sekali.

Metode ini dapat dilakukan karena melalui ayat jurnal akuntansi biaya rutin yang

dibutuhkan dalam catatan tambahan untuk akumulasi biaya pesanan dan biaya proses, berarti
sangat menghemat waktu pemrosesan data. Bila waktu dan insentif yang tersedia tidak
mencukupi untuk menelusuri rincian biaya barang dalam proses, maka kalkulasi biaya
backflush memberikan metode pengakumulasian biaya yang dimulai dari belakang melalui
informasi akuntansi yang tersedia setelah produksi selesai, yaitu pada akhir setiap periode
akuntansi.

4. SISTEM BIAYA
Cost sistem (sistem biaya) adalah suatu kombinasi antara prosedur
dan catatan catatan yang disusun untuk menyediakan macam-macam
informasi yang dibutuhkan dalam suatu perusahaan yang meliuti
pengukuran , pengendalian dan pengambilan keputusan.

Ada dua cara :


Actual / historical cost system :

Adalah system perhitungan harga pokok / biaya yang dilaksanakan


setelah proses produksi selesai. Didalam sistim ini biaya yang dibebankan
kepada produk ialah biaya bahan dan tenaga kerja sesungguhnya serta
biaya overhead pabrik yang dialokasikan berdasarkan tariff yang
ditentukan dimuka.

Predetermined cost system;

Adalah sistim perhitungan biaya yang dilaksanakan sebelum proses


produksi dimulai. Perhitungan biaya tersebut dapat didasarkan pada biaya
taksiran atau biaya standar .

Metode kalkulasi biaya :


Ada dua metode :

Full / Absorption / Conventional Costing.

Yaitu metode perhitungan biaya yang memperhitungkan semua


biaya produksi baik biaya variabel maupun tetap, sebagai unsure harga
pokok produk.

Direct / Variabel Costing.

Yaitu metode perhitungan biaya yang hanya memperhitungkan biaya


variabel saja, sebagai unsure harga pokok produk.

Prosedur akumulasi biaya


Terdapat dua macam prosedur akumulasi biaya :

Job Order Cost Procedure :

Berproduksi jika ada pesanan

Biaya dikumpulkan sesuai dengan pesanan yang


membutuhkan.

Rumus untuk menghitung harga pokok per unit :


Biaya Produksi
Harga pokok / unit = __________________
Unit yang dipesan

Process Cost Procedure

Berproduksi sesuai dengan rencana produksi yang telah ditentukan.

Biaya dukumpulkan sesuai dengan departemen bagian.

Rumus untuk menghitung harga pokok per unit :


Biaya Produksi

Harga pokok / unit = ___________________


Unit Yang Diproduksi

Biaya yang dialokasikan ke unit-unit produksi dapat berupa :


a. Sistem biaya aktual atau historis, biaya dicatat pada saat dikeluarkan, tetapi penyajian
hasil operasi akan ditangguhkan sampai operasi pabrikasi pada periode akuntansi
dibentuk atau dalam perusahaan jasa, sampai jasa diberikan.
b. Sistem biaya standar, produk operasi, dan proses akan dikenakan biaya berdasarkan
jumlah sumber daya yang akan digunakan dan harga dari sumber daya yang telah
ditentukan sebelumnya.

Biaya aktual juga dicatat, dan varians atau selisih antara biaya aktual dan biaya
standar akan dikumpulkan dalam perkiraan terpisah. Biaya yang dialokasikan ke unit-unit
produksi mencakup semua biaya pabrikasi (disebut kalkulasi biaya absorpsi penuh) atau
hanya biaya pabrikasi variabel saja (disebut kalkulasi biaya langsung atau variabel).
Empat kemungkinan sistem biaya dapat dibentuk adalah dengan mengakui bahwa
biaya-biaya bisa diukur baik dalam jumlah yang aktual maupun standar, atau dalam bentuk
kalkulasi biaya langsung (direct costing) ataupun kalkulasi biaya absorpsi penuh (full
absorption costing). Dalam pertanyaan mengenai unsur-unsur biaya mana yang akan
dialokasikan ke produksi, tiga kemungkinannya adalah kalkulasi biaya utama (prime
costing), kalkulasi biaya langsung (variabel), dan kalkulasi biaya absorpsi penuh.

Matriks Klasifikasi Sistem Biaya :

UNSUR-UNSUR BIAYA
PABRIKASI YANG DIALOKASIKAN KE PRODUKSI

Bahan
Bahan

Langsung,

BIAYA BIAYA

Bahan

Langsung,

Pekerja

DIUKUR PADA :

Langsung,

Pekerja

Langsung,

Pekerja

Langsung,

Overhead

Langsung

Overhead

Variabel,

Variabel

Overhead

(1)

(4)

Tetap
(7)

Kalkulasi

Kalkulasi

Kalkulasi

Biaya

Biaya

Langsung

Absorpsi

Aktual

Penuh

(2)

(5)

Aktual
(8)

Kalkulasi

Kalkulasi

Kalkulasi

Pekerja Langsung, Jumlah

Biaya

Biaya

Biaya

Overhead

Sudah

Utama

Langsung

Absorpsi

Ditentukan Terlebih Dahulu

Aktual

Gabungan

Penuh

(3)

(6)

Gabungan
(9)

Kalkulasi

Kalkulasi

Kalkulasi

Biaya

Biaya

Biaya

Utama

Langsung

Absorpsi

Standar

Standar

Penuh

Jumlah Perolehannya

Biaya
Utama Aktual

Jumlah

Perolehan

untuk

Bahan

Langsung

dan

Jumlah

yang

yang

Sudah

Ditentukan Terlebih Dahulu

Standar

5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA

Jenis jenis sistem informasi akuntansi biaya :


Sebagian besar perusahaan menggunakan perhitungan biaya pesanan dan proses untuk
membebankan biaya produksi.
Perhitungan biaya pesanan membebankan biaya kepada batch produksi tertentu, atau
pekerjaan tertentu, dan digunakan ketika produk atau jasa yang dijual terdiri dari bagianbagian yang dapat diidentifikasi secara terpisah. Contohnya, perusahaan kontraktor
menggunakan perhitungan biaya pesanan untuk setiap rumah yang dibangun. Dalam cara
yang hampir sama, kantor akuntan publik dan firma hukum menggunakan perhitungan biaya
pesanan untuk menghitung biaya setiap audit, atau kasus terkait.
Perhitungan biaya proses membebankan biaya ke setiap proses, atau pusat pengerjaan,
dalam siklus produksi kemudian menghitung biaya rata-rata untuk semua unit yang
diproduksi. Perhitungan biaya proses digunakan ketika barang atau jasa yang hampir sama
diproduksi dalam jumlah massal dan unit terpisah tidak dapat dengan mudah diidentifikasi.
Contohnya, perusahaan bir mengakumulasi biaya yang berhubungan dengan berbagai proses
seperti pelumatan, fermentasi awal, penyaringan, pembetulan dalam memproduksi satu batch
jenis bir tertentu, dan kemudian menghitungan total biaya perunit rata-rata untuk produk
tertentu.
.
Faktor yang mempengaruhi sistem informasi akuntansi biaya:
1. Faktor Internal
sistem informasi hrs mencerminkan pembagian otoritas, mengfasilitasi
identifikasi segera aktivitas-aktivitas yang memerlukan perhatian, dan
memberikan informasi kepada manajemen mengenai kesesuaian,
maksud kegunaan dan keterbatasan informasi
2. Faktor Eksternal
pembukuan dan pelaporan sangat dipengaruhi oleh profesi akuntansi,
hukum, undangundang dan peraturan perpajakan yang berlaku

ARUS BIAYA DALAM PERUSAHAAN PABRIKASI

Salah satu peran fundamental dari sistem biaya adalah akumulasi biaya. Hal itu terdiri
atas identifikasi, pengukuran, dan pencatatan informasi biaya dalam kategori atau klasifikasi
yang relevan.
Fungsi akuntansi biaya mencakup suatu sistem yang terkait dengan pencatatan dan
pengukuran yang tepat atas unsur-unsur biaya sejak biaya tersebut timbul dan mengalir
melalui proses produksi. Proses pabrikasi, susunan fisis pabrik, dan pengambilan keputusan
yang dibutuhkan para manajer merupakan dasar guna menentukan bagaimana biaya akan
diakumulasikan.
Pada umumnya, perkiraan yang mencerminkan operasi pabrikasi adalah:
a. Bahan,
b. Pembayaran Gaji,
c. Pengendali Overhead Pabrik,
d. Barang dalam Proses, Barang Jadi, dan
e. Harga Pokok Penjualan.

Hal itu digunakan untuk mengakui dan mengukur arus biaya pada setiap periode
fiskal mulai dari perolehan bahan, melalui operasi pabrik, sampai ke harga pokok penjualan.
Perkiraan-perkiraan biaya merupakan perluasan dari perkiraan umum (general accounts).
Hubungan antara Perkiraan Umum dan Perkiraan Biaya sebagai berikut :
Akuntansi biaya menggunakan format perkiraan pengendalian catatan pembantu
karena biasanya dibutuhkan informasi yang terinci mengenai perkiraan-perkiraan buku besar.
Sebagai contoh, ratusan jenis bahan yang berbeda-beda bisa dimasukkan ke dalam satu
perkiraan bahan pada buku besar. Masing-masing perkiraan buku besar tersebut, yang disebut
dengan akun pengendali (controlling account atau control account), akan didukung oleh
sejumlah perkiraan atau catatan tambahan.
Perkiraan pengendali yang didukung oleh catatan tambahan digunakan dalam
perkiraan umum.. Arus biaya ke perkiraan-perkiraan buku besar didasarkan pada dokumen

sumber yang dijurnal dan diposkan. Dokumen ini, dapat berupa kertas atau data elektronik
merupakan bukti yang paling mendasar dari kegiatan ekonomi. Beberapa dokumen sumber
yang mendukung transaksi yang berkaitan dengan unsur biaya pabrikasi :
Biaya
Bahan

Dokumen Sumber
Faktur pembelian, surat permintaan

Pekerja

bahan
Tiket jam kerja atau daftar jam kerja,

Overhead Pabrik

kartu hadir
Faktur penjual, rekening prasarana,
skedul penyusutan

PELAPORAN HASIL OPERASI


a. Laporan Laba-Rugi
Dalam laporan rugi-laba, harga pokok penjualan hanya dinyatakan dalam satu angka.
Walaupun prosedur ini merupakan hal yang lazim dalam laporan yang dipublikasikan, namun
untuk penggunaan internal diperlukan informasi tambahan. Karena itu, biasanya disusun
suatu skedul pendukung untuk harga pokok penjualan seperti yang digambarkan di bawah ini
untuk New Hope dengan bagian-bagian sebagai berikut :
(a)

Bagian bahan langsung terdiri dari persediaan awal bahan, pembelian, dan persediaan

akhir bahan, disertai dengan penyesuaian untuk bahan tidak langsung yang ditambahkan ke
overhead pabrik. Bagian ini mengidentifikasi biaya bahan yang menjadi bagian dari barang
jadi.
(b)

Bagian pekerja langsung menunjukkan biaya pekerja yang dapat secara langsung

diidentifikasi terhadap barang-barang yang diproduksi.


(c)

Overhead pabrik mencakup semua biaya tidak langsung yang terlibat dalam proses

pabrikasi suatu barang.

(d)

Biaya pabrikasi total yang dikeluarkan selama periode itu harus disesuaikan untuk

persediaan barang dalam proses pada awal dan akhir periode itu.
(e)

Harga pokok produksi selama periode itu harus disesuaikan untuk persediaan barang

jadi pada awal dan akhir periode.

b. Neraca
Neraca melengkapi laporan rugi-laba, status dan kemajuan suatu perusahaan tidak
dapat digambarkan dengan cukup jelas jika hanya salah satu dari kedua laporan tersebut yang
disajikan. Neraca pada halaman berikut memperlihatkan posisi keuangan New Hope
Manufacturing Company pada akhir bulan Januari.
c. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas dibuat dengan menggunakan data yang diperoleh dari laporan rugilaba, neraca dan catatan perusahaan lainnya. Bilamana laporan rugi-laba dan neraca
dilaporkan secara eksternal, maka prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum
mengharuskan laporan tersebut harus disertai dengan laporan arus kas.
\

MAKALAH AKUNTANSI BIAYA

SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA


D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Nama
NIM

: Sadang Trisnoto
: 1312110010