Anda di halaman 1dari 6

SEJARAH PERSEBARAN PERKEMBANGAN MAHLUK HIDUP

1. Geografi kehidupan di bumi (Mahluk Hidup)


Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran organisme di
muka bumi. Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan, spesies-spesies
berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah.
Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru
dan spesies yang cocok terhadp daerah yang ditempatinya. Persebaran
organisme di bumi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sejarah geologi, dan
penghambat fisik.
a. Faktor Lingkungan
Suatu faktor yang menentukan adanya perbedaan jenis jenis makhluk hidup
yang tinggal di suatu tempat di permukaan bumi ini adalah lingkungan hidup
dari tempat itu.

Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang
terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik
dapat dibedakan menjadi 3 kelompok utama,
Kelompok Produsen
Kelompok produsen adalah organisme yang mampu menghasilkan
makanannya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik
= menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik
menjadi bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dalam butir-butir hijau
daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang
termasuk kelompok produsen adalah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun
(klorofil).
Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang
disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh karena itu, konsumen disebut
dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas manusia dan kelompok hewan
herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan
oleh binatang karnivora (pemakan hewan lainnya), dan kedua jenis binatang ini
dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pemakan
segalanya).
Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup
yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai adalah bakteri dan jamur.
Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah,
serta gas- gas yang terlepas kembali ke atmosfer.

Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi
mempunyai pengaruh pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya.
Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.
Tanah

Tanah merupakan tubuh alam yang berfungsi sebagai tempat tinggal makhluk
hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai tempat tinggal
makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diperlukan untuk
kehidupan tumbuhan seperti unsur hara, bahan organik, serta air yang terdapat di
dalam tanah.
Atmosfer / Lapisan Udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer
terdapat berbagai gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di
bumi. Salah satu gas yang mempunyai peranan sangat penting bagi makhluk
hidup adalah oksigen yang digunakan manusia dan hewan untuk bernapas.
Manusia dan hewan bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon
dioksida, dan sebaliknya tumbuhan menyerap karbon dioskida dan membuang
oksigen ke udara.
Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, karena tanpa adanya air makhluk
hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air,
namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil
saja yang dapat digunakan (air segar).
Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada
tumbuhan, sinar matahari berguna untuk proses fotosintesis.
Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan
satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan
komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antar-komponen ini
tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga adanya interaksi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya. llmu yang mempelajari tentang hubungan timbal
balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan
ekologi.
b. Faktor Sejarah
Dulu 220 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua, kemudian benua itu retak
dan bergeser. Pergeseran itu berlangsung lambat dan terjadi terbentuknya lima
benua
seperti masa sekarang dan ini terjadi kira kira 135 juta tahun. Jadi
pergeseran dimulai pada zaman Mesozoikum smapai awal Cenozoikum hingga
bentuknya yang sekarang. Yang seperti kita ketahui pada zaman ini bui telah
dihuni berbagai jenis ikan, reptile, burung dan sampai pada binatang menyusui
serta dihuni oleh tumbuhan atau hewan daratan. Pergeseran ini menyebabkan
makhluk hidup yang dibawanya mengalami perubahan lingkungan hidup yang
dibawanya mengalami perubahan lingkungan hidup,misalnya iklimnya berbeda
sehingga makhluk makhluk yang tahan terhadap kondisi ini akan tetap
bertahan dan menyesuiakan diri.
c. Faktor Penghambat Penyebaran
Kita mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembang biak, misalnya bagi
makhluk daratan ,air, merupakan hambatan ( water barrier ) sedangkan
sebaliknya bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan ( land barrier ).
Daratan yang sempit juga adaptasi menjadi hambatan. Namun sebaliknya
kepulauan dapat menjadi jembatan penyebrangan makhluk hidup. Tiga faktor
itulah yang menentukan adanya variabilitas biogeografi.

2. Geografi Tumbuhan
Tumbuhan memegang peranan penting dalam menentukan geografi makhluk
hidup karrena ia merupakn titik awal dari rantai makanan. Tanaman saangat
peka akan keadaaan lingkungan fisik, oleh karena itu dapat dengan mudah
mengamati adanya perbebedaan jenis tumbuhan pada daerah dengan iklim tropis
yang sama. Contoh : Daerah tropis adalah daerah antara 23 Lintang Utara (LU)
dan 23 Lintang Selatan (LS) sepanjang kathulistiwa. Daerah ini ditandai dengan
adanya hutan yang lebat dengan ciri khasnya adalah :
Pohon besar dan tinggi.
Pada pohon itu terdapat banyak tumbuhan epifit (menempel pada dahan dan
ranting).
Banyak pohon merambat ke pohon lain/
Dibawah pohon besar masih terdapat pohon yang agak rendah dan dibawahnya
lagi masih ada semak belukar.
Hal ini hanya dimungkinkan terdapat di daerah tropis karena adanya intensitas
cahaya matahari yang cukup.
Daerah Subtropik (23 - 40 LU/LS). Daerah iklim ini ditandai dengan hutan
yang terlalu lebat tanpa belukar, rotan dan epifit. Makin ke arah kutub, makin
jarang hutannya dan digantikan dengan padang rumput (40- 60 LU/LS).
Daerah beriklim dingin (60 - 80 LU/LS), dihuni oleh padang taiga dan tundra.
Taiga ialah hutan cemara atau pinus dan pakis. Tundra adalah padang perdu dan
paku yang pendek (rendah).
Daerah kutub (80 - 90 LU/LS), tidak ada yang hidup kecuali pada batas ada
lumut. Bila kita selidiki, jenis tumbuhan dari pantai tropik ke puncak gunung
bersalju, maka terdapat urutan susunan yang sama, yaitu :
Ketinggian :
0 - 4.000 kaki
= tumbuhan
4.000 - 8.000
= tumbuhan subtropik
8.000 12.000
= tumbuhan iklim sedang
12.000 16.000 = tumbuhan iklim dingin (kutub).
3. Geografi Hewan
Geografi hewan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomenafenomena dunia hewan dalam hubungannya dengan kelingkungan dan
kewilayahan dalam konteks keruangan.Geografi hewan atau zoogeography,
berasal dari zoology (ilmu hewan) dan geografi. Zoology merupakan cabang
ilmu hayat (biologi) yang mempelajari kehidupan hewan (binatang). Sedang
Geografi adalah ilmu yang mempelajari perbedaan maupun persamaan geosfer
dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Dengan demikian zoogeography atau geografi hewan adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari fenomena-fenomena dunia hewan dengan kondisi dan
keadaannya di permukaan bumi dengan sudut pandang kelingkungan dan

kewilayahan dalam konteks keruangan seperti batas-batas distribusi, zonasi,


radial distribusi, kawasan distribusi dan lain-lain.
Dalam suatu lingkungan ataupun wilayah tertentu selalu terjadi interaksi dan
antar aksi populasi suatu spesies dengan spesies lainnya. Baik secara langsung
maupun tidak langsung. Dengan demikian terjadilah suatu kehidupan komunitas
atau kelompok suatu bentuk bentuk kehidupan. Di dalam komunitas tersebut
selalu terdapat komponen-komponen flora, fauna, dan mikroorganisme maupun
manusia.
Suatu makhluk hidup, tidak hanya tergantung pada makhluk hidup yang lain,
namun juga tergantung pada makhluk yang tidak hidup (lingkungan fisik).
Komunitas atau kelompok suatu bentuk kehidupan bersama dengan lingkungan
fisiknya sebagai wadah atau tempat kehidupannya, selalu menciptakan suatu
bentuk ekosistem.
Dalam perkembangan suatu komunitas biasanya terdapat suatu proses siklus
perkembangan, maupun mutasi dan modifikasi, sebab adanya variasi-variasi atau
intervensi-intervensi lingkungan yang memberi seleksi alamiah. Seleksi tersebut
dapat berupa rintangan, halangan saingan (competition), dominasi, pergerakan
(penyebaran) atau migrasi dan seterusnya.
Mempelajari geografi hewan dan tumbuhan tidak terlepas dari seorang ahli yang
bernama Alfred Russel Wallacea (1823 1913) yang mempelopori penelitian
secara modern tentang geografi hewan. Dia menggambarkan suatu garis khayal
yang merupakan pembatas dari penyebaran tempat hidup hewan atas enam
wilayah (kawasan) seperti:
a. Palaeartcic (Eropa dan Asia Utara).
Ex: Zebra, jerapah, Gorilla, etc.
b. Ethiopian (Afrika dan Semenanjung Arab).
c. Oriental (Asia Selatan dan Indonesia).
d. Australian (Audtralia dan sekitarnya).
Ex: kangguru,Gajah, Tapir, Kerbau.
e. Neartic ( Amerika Utara dan Greenland)
f. Neotropikal (Amerika Selatan dan Tengah).
Ex: Bison, Tapir, etc.
Khusus di wilayah Indonesia Wallacea membagi menjadi tiga berdasarkan ciri
tumbuhan dan hewannya maupun ciri-ciri geologi struktur yaitu wilayah
Indonesia Barat, yang berciri Asiatik, Wilayah Peralihan dan Wilayah Indonesia
Timur yang bersifat Australik.
Lingkungan makhluk hidup ada dua jenis yaitu lingkungan biotik dan
lingkungan fisik. Semua makhluk hidup dituntut untuk dapat menyesuaikan
kedua lingkungan tersebut. Untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan
tersebut yaitu fisikal adaptation dan social adaptation. Adapun jenis-jenis
lingkungan abiotik antara lain: tanah, udara, air, temperatur dan sinar matahari.
Habitat hewan dapat digolongkan menjadi habitat darat, laut, air tawar dan
udara. Habitat darat dapat digolongkan menjadi: habitat padang rumput (steppa),

a.
b.
c.
d.

habitat hutan tropis basah, habitat hutan musim, habitat hutan homogen dan
habitat tundra.
Para ahli geografi hewan berpendapat bahwa mempelajari penyebaran
(distribusi) hewan adalah dengan metode pendekatan asumsi, bahwa kecuali
untuk faktor-faktor tertentu, sebenarnya tiap spesies hewan itu seharusnya
berada di mana-mana. Namun oleh karena faktor-faktor tertentu, maka
keberadaan hewan di suatu daerah tidak dimungkinkan. Faktor tersebut antara
lain tidak adanya adaptabilitas.
Penyebaran atau dispersi suatu spesies hewan dipengaruhi tekanan populasi dan
perubahan habitat. Sedang sarana untuk dispersi, dapat melalui udara, air, lahan
dan pengangkutan baik disenagaja maupun tidak disengaja. Hambatan-hambatan
dispersi antara lain: hambatan iklim, hambatan geografis, hambatan edafis dan
hambatan biologis.
Pada umumnya, terdapat korelasi tertentu antara daerah geografis dengan ciriciri hewan, misalnya daerah dingin hewan ampibi umumnya lebih kecil
dibandingkan dengan hewan sejenis di daerah panas. Hewan-hewan padang
pasir yang kering dan panas berwarna lebih muda dibanding hewan didaerah
lembab (berwarna lebih gelap).
Dalam sejarah perkembangan dunia hewan yang terjadi secara evolusi,
disebabkan oleh adanya variasi genetika dan seleksi alam. Peristiwa itu timbul
karena adanya proses mutasi gen (sifat pembawa keturunan) serta adanya proses
rekombinasi gen-gen dalam keturunan selanjutnya yang disebut proses
modifikasi. Mutasi adalah perubahan sifat-sifat individu yang menyimpang dari
sifat-sifat normal induknya, karena gen pembawa sifat mengalami perubahan
yang bersifat menurun.
Modifikasi adalah perubahan sifat-sifat individu yang menyimpang dari normal.
Perubahan itu akibat dari perubahan umur dari dalam gen itu sendiri (misalnya
karena perkawinan silang. Perubahan sifat akibat proses modifikasi tersebut
hanya bersifat sementara atau tidak bersifat menurun. Perkembangan makhluk
hidup berdasarkan teori evolusi dapat dikelompokkan menjadi beberapa
golongan antara lain:
Evolusi terjadi karena faktor letak geografis.
Evolusi karena faktor lingkungan dan genetika
Evolusi karena faktor adaptasi dan seleksi/
Evolusi karena faktor seleksi buatan.
Dalam perkembangan makhluk hidup di muka bumi, banyak dipengaruhi oleh
kegiatan manusia. Hal ini disebabkan oleh pertambahan populasi manusia yang
begitu cepat mengakibatkan sistem ekologi makhluk hidup (manusia, hewan dan
tumbuhan) dipermukaan bumi menjadi terganggu oleh sebab itu alam perlu
dilindungi dan diawetkan (dikonservasi), agar tidak terjadi kemusnahan dari
spesies-spesies makhluk hidup.
Pengawetan alam juga mempunyai nilai ekonomi. Perlindungan alam dibagi dua
kategori, yaitu: perlindungan alam umum dan perlindungan alam dengan tujuan

tertentu. Perlindungan alam umum merupakan satu kesatuan yaitu flora, fauna
dan tanahnya. Sedangkan perlindungan dengan tujuan tertentu melindungi satu
atau beberapa unsur dari alam di daerah tertentu. Perlindungan alam umum
dibagi menjadi:
a. Perlindungan alam ketat/
b. Perlindungan alam terbimbing.
c. National park
Perlindungan alam dengan tujuan tertentu dibagi menjadi: perlindungan geologi,
perlindungan alam botani, perlindungan alam zoologi, perlindungan antropologi,
perlindungan pemandangan alam, perlindungan hutan, perlindungan margasatwa
dan perlindungan ikan.