Anda di halaman 1dari 5

KONTEKSUAL EKOLOGIS

DISUSUN OLEH :
NAMA KELOMPOK

: ADETYA FARAMITA S (4143311001)


MELIANA NAIBAHO (4143311022)
NOVALINA DAMANIK (4143311025)
PARAWISATA SINABANG (4143311027)
RIBKA K SIMAJUNTAK (4143311032)
SANIYA SASWITA HARAHAP (4143311039)
TIONI E OMPU SUNGGU (4143311045)

KELAS

: EKSTENSI A DAN EKSTENSI B 2014

MATA KULIAH

: PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

BAB I
LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap individu membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan untuk tetap
dapat survive dalam kehidupan. Pertumbuhan lebih mengarah pada kuantitas fisik, sedangkan
perkembangan lebih condong kepada kualitas pribadi seorang individu yang dalam hal ini
lebih mengarah pada ranah emosional, mental, kedewasaan, dan lain sebagainya.
Teori tentang perkembangan sendiri sudah banyak dicetuskan oleh para ahli terutama ahli
psikologi. Salah satunya yang perlu dibahas adalah teori perkembangan kontekstual yang
aplikasi pembelajarannya sudah banyak digunakan oleh instansi-instansi pendidikan dan
bahkan pernah menjadi salah satu konsep belajar yang dilegalkan di negara Amerika.
Menurut sudut pandang kontekstual, perkembangan harus dipahami dalam konteks sosialnya.
Kaum kontekstual melihat individu bukan sebagai identitas yang terpisah yang berinteraksi
dengan lingkungan, tetapi bagian yang tidak terpisah dari lingkungan. Salah satu teori yang
menjelaskan tentang pandangan kontekstual ini adalah teori ekologi yang dikemukakan oleh
Urie Bronfenbrenner.
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog lulusan Universitas Cornell, lalu melanjutkan
gelar Master dari Universitas Harvard dan pada tahun 1942 menerima gelar Doktor dari
Universitas Michigan. Bronfenbrenner memiliki ketertarikan yang besar tentang bagaimana
interaksi dengan lingkungan tempat tinggal anak, memberikan pengaruh penting terhadap
perkembangan anak. Bronfenbrenner membagi lima sistem lingkungan tersebut sebagai
mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem dan kronosistem.

BAB II
PEMBAHASAN
Bronfenbrenner membagi lima sistem lingkungan tersebut sebagai mikrosistem,
mesosistem, eksosistem, makrosistem dan kronosistem.

Mikrosistem (microsystem): situasi dimana remaja hidup. Konteks ini menjelaaskan suatu
lingkungan dimana individu paling banyak menghabiskan waktu untuk berinteraksi secara
bertatap muka. Beberapa konteks dalam lingkungan mikrosistem ini bisa juga dikatakan
sebagai lingkungan yang paling dekat dengan pribadi setiap individu seperti keluarga,
sekolah, teman sebaya, tetangga, dan tempat kerja. Bronfenbrenner mengatakan bahwa
setiap individu memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya. Sebagai
contohnya adalah dalam lingkungan sekolah ketika saya mampu mengerjakan PR dengan
hasil maksimal, kemudian gurunya saya pun meresponnya dengan pujian. Pujian tersebut
membuat saya menjadi lebih percaya diri dan saya termotivasi untuk terus dapat
menyelesaikan PR dengan maksimal. Begitu juga sebaliknya, hasil PR saya yang
maksimal itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi guru saya.
Mesosistem (mesosystem): Interaksi antara dua atau beberapa mikrosistem contohnya
meliputi hubungan antara guru dengan orang tua, pengalaman sekolah dengan pengalaman
keluarga dan pengalaman keluarga dengan pengalaman kelompok teman sebaya.
Misalnya, dalam lingkungan keluarga, saya diajarkan untuk selalu menghargai orang lain
dalam segala perbedaan yang ada. Kemudian ajaran itu saya praktekkan melalui interaksi
dengan lingkungan teman sebaya/teman bermain yang berasal dari berbagai kalangan,
etnis dan agama. Selain itu perhatian pada mesosistem dapat memberi tahu kita mengenai
apakah ada perbedaan perilaku orang pada lingkungan yang berbeda-beda, misalnya saya
ketika di rumah lebih suka menyendiri di dalam kamar namun di kampus justru lebih suka
bergaul dan bergabung dengan teman-teman saya.
Eksosistem (exosystem): Situasi sosial dimana remaja tidak memiliki peran aktif namun
mempengaruhi pengalaman remaja. Contohnya adalah ketika terjadi pertengkaran atau
permasalahan dalam lingkungan keluarga, hal tersebut secara tidak langsung memberikan
pengaruh terhadap menurunnya semangat belajar saya di kampus.
Makrosistem (macrosystem): keseluruhan pola budaya atau kultur dimana individu
tersebut hidup. Kultur adalah istilah luas yang meliputi berbagai nilai, keyakinan,
kebiasaan, adat istiadat, ideologi negara, peran etnis dan sosioekonomi. Di berbagai
belahan dunia memiliki kultur yang berbeda-beda, karena itu lah dalam makrosistem ini
tidak dapat digeneralisasikan. Sebagai contoh dari aspek sosioekonomi, saya yang terlahir
di keluarga yang sederhana telah mempengaruhi perkembangan saya menjadi seorang
anak yang hemat dan bijaksana mempergunakan uang hanya untuk hal-hal yang memang
penting bagi kebutuhan saya.
Kronosistem (chronosystem): peristiwa-peristiwa sepanjang rangkaian kehidupan dan
kondisi sosiohistoris yang mempresentasikan perubahan dalam dunia seseorang. Hal ini
dapat mencakup berbagai perubahan dalam komposisi keluarga, tempat tinggal, pekerjaan
orang tua, serta peristiwa-peristiwa yang lebih besar seperti perang atau bencana alam.
Contohnya adalah bagaimana awalnya saya yang tinggal dalam keluarga yang utuh

tumbuh sebagai anak yang manja dan ceria, berubah menjadi anak yang minder dan
cenderung tertutup setelah orang tua saya bercerai.
PERAN PENDIDIK TERHADAP TEORI BRONFENBRENNER
Melalui teori ekologi Bronfenbrenner kita dapat melihat bagaimana sistem lingkungan
sebagai tempat berinteraksi memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan
seseorang. Sebagai contoh konkret adalah ketika ada seorang anak yang nakal di sekolah dan
suka melawan gurunya. Kita dapat melihat bahwa mungkin ada keterlibatan aspek
lingkungan yang mempengaruhi atau menyebabkan perilaku buruk anak tersebut. Mungkin
orang tua nya suka memarahi dan memukulnya ketika di rumah, sehingga lingkungan sekolah
menjadi tempat pelampiasannya sebagai perlawanan terhadap tindakan orang tua nya. Karena
itu lah sebagai pendidik, diharapkan dapat lebih peka dan memahami bagaimana seorang
anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan-lingkungan yang saling terkait. Selanjutnya
pendidik bertindak untuk membantu anak tersebut mengatasi masalah interaksi dengan
lingkungannya.
Penting untuk menjalin komunikasi yang baik dan intens antara guru dan orang tua.
Hal ini bertujuan untuk memonitori kemajuan perkembangan anak dan bersama-sama
mencari solusi dari perkembangan negatif yang muncul pada seorang anak. Dengan
kerjasama yang baik antara guru dan orang tua ini, diharapkan seorang anak dapat tumbuh
dan berkembang dalam sistem lingkungan yang lebih nyaman dan mengarahkan
perkembangan anak ke arah yang positif.

Kelebihan teori kontekstual ekologis yaitu :


Melakukan kajian sistematis yang bersifat makro dan mikro terhadap dimensi dimensi
dan sistem lingkungan.
Memperhatikan kaitan antara berbagai situasi lingkungan (mesosistem).
Mempertimbangkan pengaruh pengaruh sosio historis terhadap perkembangan
(kronosistem)
Berikut ini adalah beberapa kritik yang dilontarkan terhadap teori kontekstual ekologis :
Kurang menekankan dasar biologis dari perkembangan, meskipun teori juga membahasa
pengaruh pengaruh biologis.
Mengabaikan proses proses kognitif.

BAB III KESIMPULAN


1. Bronfenbrenner membagi lima sistem lingkungan tersebut yaitu :
mikrosistem
mesosistem
eksosistem
makrosistem
kronosistem
2. Peran Seorang Pendidik terhadap teori Bronfenbrenner yaitu lebih peka dan
memahami bagaimana seorang anak tumbuh dan berkembang dalam lingkunganlingkungan yang saling terkait. Selanjutnya pendidik bertindak untuk membantu
anak tersebut mengatasi masalah interaksi dengan lingkungannya.
3. Teori Bronfenbrenner mengajarkan agar seorang pendidik dapat menjalin
komunikasi yang baik dan intens antara guru dan orang tua. Hal ini bertujuan
untuk memonitori kemajuan perkembangan anak dan bersama-sama mencari
solusi dari perkembangan negatif yang muncul pada seorang anak. Dengan
kerjasama yang baik antara guru dan orang tua ini, diharapkan seorang anak dapat
tumbuh dan berkembang dalam sistem lingkungan yang lebih nyaman dan
mengarahkan perkembangan anak ke arah yang positif.
.

Anda mungkin juga menyukai