Anda di halaman 1dari 21

ILMU TANAH HUTAN

Nama
Npm
Dosen
Prodi
Fakultas

: Elfihrah Handayani
: E1B015106
: Dr. Ir. Abimanyu Dipo Nusantara, M.P
: Kehutanan
: Pertanian

UNIVERSITAS BENGKULU
2016

BAB 1
PENDAHULUAN
1.Jelaskan konsep tentang tanah menurut Saudara sendiri !
Jawab : Kita ketahui bahwa manusia dan kehidupannya tidak terlepas dari tanah,bahkan
seperti yang telah di sebutkan bahwa manusia terbuat dari tanah.Maka Tanah merupakan
sebuah ciptaan tuhan yang sangat berguna dan penting untuk kehidupan manusia yang
berkelanjutan.Seperti yang telah dijelaskan bahwa konsep tanah yang dirumuskan oleh yenni
(1941) dapat menguatkan perndapat saya bahwa tanah menurpakan hasil interaksi lima faktor
pembentuk tanah yaitu iklim,bahan induk,topografi,makhluk hidup,dan waktu.Namun seiring
berjalan nyazaman,seorang ahli dokuchaev pun mendefinisikan bahwa tanah sebagai bahan
padat (mineral atau bahan organik yang terletak dipermukaan yang telah dan sedang serta
terus-menerus mengalami perubahan yakni 1)bahan induk 2)iklim 3)organisme 4)topografi
dan 5)waktu.Maka dari itu,konsep tanah dapat disimpulkan tanah merupakan tubuh alam
bebas yang menyelimuti tubuh bumi dimana terdapat hasil interaksi antara iklim dan jasad
hidup sebagai bahan induk dari pembentukan tanah dalam keadaan topografi dan jangka
tertentu sehingga dapat saling berhubungan sebagai benda yang dapt berguna dalam
kehidupan manusia dibumi.
2. Terangkan mengapa tanah merupakan bagian vital bagi kehidupan?
Jawab : Tanah merupakan bagian vital bagi kehidupan karena tanah adalah tempathidup
paling baik bagi tumbuhan atau tanaman sebab tanah menjaditempat akar tumbuhan
atau tanaman melekat, penyedia air, unsur-unsurhara dan mineral bagi tanaman atau
tumbuahan. Jika tumbuhan atautanaman tidak bisa hidup dengan baik maka makhluk hidup
yang lain jugaakan terganggu. Tanah juga merupakan rumah berbagai mikroorganismeyang
melakukan berbagai macam aktivitas biokimia, selainmikroorganisme juga sebagai rumah
makhluk hidup lain seperti semut rayap juga termasuk manusia.
3.Berdasarkan kepada konsep tanah, jelaskan kriteria tanah yang "baik" bagi pertumbuhan
tanaman?
Jawab : Berdasarkan konsep tentang tanah, kriteria tanah yang baik untuk pertumbuhan
tanaman yaitu tanah yang memiliki berbagai aspek dari penyusun tanah di atas dimana tanah
tersebut harus terdapat rongga udara,air yang cukup, terdapat bahan organik yang cukup
karena jika terdapat banyak bahan organik maka struktur tanah itu akan mantap dan
dapatmemenuhi kebutuhan hara tanaman baik dari aspek kimia berupa ukuran pH dan
mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tanaman.
4.Apa sebabnya tanah, dari waktu ke waktu, mengalami penurunan potensi tanah sebagai
sumber kehidupan bagi makhluk hidup, khususnya tetumbuhan/tanaman?
Jawab : Yang menjadi penyebab turunnya potensi tanah bagi kehidupan khususnyatanaman
disebabkan karena tanah juga mengalami perkembangan darimuda menjadi tua. Hampir sama
seperti makhluk hidup tanah yang masihmuda masih mempunyai potensi yang bagus,
unsur hara masih banyak danmineral-mineral yang dibutuhkan tanaman juga masih banyak.
Seiring berjalannya waktu tanah tersebut terjadi pencucian unsur hara, bahanorganik dan
kapur yang disebabkan berbagai faktor seperti erosi, hujanasam, dan kerusakan lingkungan
akibat pembakaran hutan.Turunnya potensi tanah tidak hanya disebabkan oleh perkembangan
tanah,akan tetapi pengelolaan tanah yang tidak bijaksana juga akan menurunkan potensi

tanah bagi tanaman sebab mikroorganisme yang ada dalam tanahterganggu bahkan hilang
dari tanah tersebut sehingga tidak ada pembusukan yang menambahkan bahan organik ke
tanah tersebut. Selainitu penggunaan pupuk dan pestisida sintesis yang berlebihan juga
dapatmenurunkan potensi tanah bagi tanaman
5.Jelaskan upaya-upaya yang harus dilakukan dalam mengelola tanah secara arif dan
bijaksana!
Jawab : Upaya yang harus dilakukan dalam mengolah tanah secara arif dan bijaksana ialah
mengolah tanah sesuai dengan kondisi tanah dan tanamanyang akan ditanamkan. Dalam
mengolah tanah agar tidak terjadikerusakan sebaiknya mengolah bagian tanah yang akan
ditanami saja dantidak membersihkan seluruh bagian permukaan. Pengolahan tanah seperti
ini sebenarnya termasuk ke dalam metode olah tanah konservasi.
Pada olah tanah konservasi ada tiga pilihan yang pertama tanpa pengolahan tanah jika
tanaman yang akan ditanam sesuai denganlingkungan tersebut, kedua pengolahan tanah
minimal yaitu pengolahan pada bagian tanaman saja, dan yang ketiga pengolahan tanah
kontur yaitu pembuatan jalur-jalur memotong lereng sehingga terbentuk tumpukan-tumpukan
tanah.

BAB 2
PEMBENTUKAN TANAH
1.Jelaskan perbedaan antara solum, tanah, dan regolit.
Jawab : Perbedaan solum, tanah dan regolit yaitu yang pertama solum merupakan gabungan
dari
horizon
A
dan
horizon
B.
Kemudian
tanah
merupakan
lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelap
ukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus).Dan regolit
merupakan bagian atas tanah yang dimulai dari bagian atas baru-batuanyang telah mengalami
pelapukan hingga batuan induknya.
2. Jelaskan ciri-ciri yang membedakan antara horizon A, B dan C?
Jawab : Ciri yang membedakan antar horizon A, B dan C yaitu yang pertama horizonA yang
mempunyai ciri mineral ber BOT tinggi dan tampak kegelapan, kemudianhorizon B atau
horizon Illuvial yang mempunyai ciri sebagai tempat terakumulasinya bahan-bahan yang
tercuci dari horizon atasnya, dan terakhir horizon C yang memilikiciri sebagai lapisan bahan
yang penyusunnya masih sama dengan bahan induknyaatau belum terjadi perubahan
3. Jelaskan tentang tiga jenis pelapukan yang anda ketahui ?
Jawab : tiga jenis pelapukan diantaranya sebagai berikut :
Pelapukan Fisik/Mekanik yang merupakan pelapukan yang mengalami perubahansuhu yang
ekstrem antara siang dan malam. Perubahan suhu lingkungan yang drastisini mengakibatkan
batuan retak dan hancur. Pelapukan mekanis sering banyakdijumpai di daerah arid(kering)
/gurun yang memiliki perubahan suhu yang ekstremantara siang dan malam.Pelapukan Kimia yang merupakan proses pelarutan air dengan mineral batuan.Pelapukan ini
banyak terjadi di daerah humid (basah) seperti Indonesia karena curahhujan yang tinggi.
Pelapukan ini juga banyak terjadi di daerah kapur
Pelapukan Biologi yang merupakan Pelapukan ini terjadi karena aktivitas organismeseperti
akar yang menembus batuan atau pengrusakan batuan oleh organisme tanahseperti cacing,
atau bakteri.
4. Jelaskan, apa sebabnya pelapukan batuan secara kimia dianggap paling"berjasa" dalam
penyediaan hara tanaman?
Jawab : sebabnya karena pelapukan kimia mengalami proses peluratan air dengan bantuan
sinar matahari dimana juga pelapukan ini biasanya terjadi pada daerah humidatau daerah
yang basah seperti di Indonesia yang merupakan daerah dengankecurahan hujan yang tinggi,
dengan demikian pelapukan kimia berperan penting didalam membantu penyedian hara
tanaman.
5. Uraikan dan berikan contoh empat proses pembentukan profil tanah ?
Jawab :
1.Penambahan (addtions) yang merupakan penambahan air (hujan, irigasi),nitrogen dari
bakteri pengikat N, dan energi sinar matahari.
2.Kehilangan (losses) yang merupakan penghasilan dari kemikalian yang larutdalam air,
adanya erosi, pemanenan atau pengembalaan dan denitrifikasi.

3.Perubahan bentuk (Transformation) yang merupakan terjadinya banyak reaksikimia dan


bilogi pada proses dekomposisi bahan organik dan pembentukanmaterial tidak larut
4.Pemindahan lokasi (translocation) yang merupakan terjadinya gerakan airmaupun
organisme didalam tanah misalnya clay yang bergerak ke lapisanlebih dalam atau gerakan
garam larut ke permukaan karena evaporasi.
6.Jelaskan lima faktor pembentukan tanah. Manakah di antara faktor-faktor tersebutyang
paling berperan dalam pembentukan tanah?
Jawab :
1.Iklim yaitu faktor yang sangat penting dalam pembentukan tanah. Komponeniklim
yang paling penting dalam hal ini adalah suhu dan curah hujan. Keduakomponen iklim ini
sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi kimia danfisika tanah.
2.Bahan induk merupakan bahan asal terbentuknya tanah. Sifat bahan induk akan sangat
mempengaruhi sifat tanahyang dihasilkanSifat ini bahkan masih dapat dilihat pada tanah
yang terdapat di daerah humid(lembab) yang telah mengalami pelapukan lanjut. Salah satu
contoh adalahapabila tanah bertekstur pasir, maka tentu dia berkembang dari bahan
indukyang mengandung pasir dalam jumlah tinggi
3.Organisme yang selain sumber bahanorganik,organisme juga membantu
menstabilkan struktur serta mampu menghambat erositanah.

dalam siklus hara

4.Topografi adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerahtermasuk di dalamnya
perbedaan
kecuraman dan
bentuk lereng.Topografiini mempengaruhi
pembentukan
tanah dengan cara :
1). Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan oleh tanah.
2). Mempengaruhi kedalaman air tanah.
3). Mempengaruhi besarnya erosi.
4). Mengarahkan gerakan air dan bahan yang terlarut di dalamnya.
5.Waktu merupakan sesuatu rangkaian alam dan terus akan mengalami perubahan.Dari
kelima faktor diatas Iklim adalah bagian yang paling penting dalam
peranan pembentukan tanah karena iklim mempunyai komponen yaitu suhu dan curah hujan,
keduakomponen tersebut sangat berpengaruh terhadap intesitas reaksi kimia dan fisika tanah.
7.Di antara tanah muda, dewasa, dan tua, manakah yang paling sesuai bagi tanaman?
Jawab : Tanah dewasa merupakan yang paling sesuai bagi tanamankarena tanah tersebut
mempunyai tingkat kesuburan tanah yang paling tinggi karenadisatu pihak pencucian hara
belum begitu intensif.

BAB 3
SIFAT FISIK TANAH
1.Apakah tanah yang memiliki solum tebal dapat dikatakan sebagai tanah yangdalam?
Jelaskan alasan Anda.
Jawab : tanah yang memiliki solum tebal dikatakan tanah yang dalam karena solummemiliki
kedalaman efektif pada tanah yang masih bisa di jangkau oleh akar tanaman.
2.Berdasarkan kepada 12 kelas tekstur tanah yang Saudara ketahui, tekstur manakahyang
paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman padi sawah, buah naga, kacang tanah,dan jagung.
Beri alasan yang tepat untuk jawaban dimaksud.
Jawab : tekstur yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman padi sawah, buah naga,kacang
tanah, dan jagung yaitu tekstur pasir karena tekstur pasir mempunyai kategoriyaitu
kandungan pasir > 70%, kemampuan menahan air dan hara rendah, aerasi
baik, permeabilitas baik dan cepat dan tidak mengembang atau mengempis dari kategoriyang
di miliki tekstur pasir akan sesuai bagi pertumbuhan tanaman tersebut.
3.Bagaimana peran bahan organik dalam penyusunan struktur tanah?
Jawab : bahan organik tanah merupakan salah satu bahan pembentuk agregat tanah,yang
mempunyai peran sebagai perekat antara partikel tanah untuk bersatu menjadiagregat tanah,
sehingga bahan organik penting dalam pembentukan struktur tanah.Untuk pengaruh
pemberian bahan organik terhadap struktur tanah sangat berkaitandengan tekstur tanah yang
diperlakukan.
4.Apakah beda antara berat volume dan berat isi tanah? Apa sebabnya berat isi relatifkonstan,
sedangkan berat volume sangat bervariasi.
Jawab : berat volume tanah merupakan suatu keadaan berat tanah yang utuh dalamkeadaan
kering dibagi dengan volume tanah, yang dinyatakan dalam g/cm Sedangkan berat isi tanah
merupakan perbandingan antara berat butir tanah denganvolume butir pada temperatur
tertentu. Berat isi relatif konstan karena dianggapsebagai pembanding dalam perhitungan
dimana berat kering dianggap 100% dan berat air sebagai berat tambahan sedangkan Berat
volume tanah bervariasi tergantung padakerekatan dan padatan partikel-partikel tanah yaitu
pasir, debu, dan liat. Berat volumetanah sangat bervariasi karena satu titik dengan titik yang
lainnya mempunyai perbedaan kandungan bahan organik, tekstur tanah, dan kadar air.
5.Berapakah nilai Hue, Value dan Chroma pada tanah yang memiliki warna : 7,5 YR5/4
Jawab : nilai Hue, Value dan Chroma pada tanah yang memilik warna 7.5 YR 5/4yang
berarti bahwa warna tanah mempunyai nilai hue = 7.5 YR, Value = 5, danChroma = 4.
6.Jelaskan peran suhu tanah terhadap sifat kimia dan biologi tanah?
Jawab : peran suhu tanah terhadap sifat kimia tanah yaitu meningkatkan daya serap dan
kapasitas kation, penambah hara N,P, K bagi tanaman sebagai hasil mineralisasioleh
mikroorganisme, meningkatkan kation yang mudah dipertukarkan dan pelarutansejumlah
unsur hara. Pada biologi tanah yaitu meningkatkan jumlah aktifitasmetabolik organisme
tanaman dan kegiatan jasad mikro dalam membantudekomposisi bahan organik yang
meningkat

BAB 4
AIR TANAH
1. Berikan contoh sumber air tanah. Apakah seluruh air yang ada di dalam tanah dapat
digunakan oleh tanaman? Jelaskan jawaban Saudara
Jawab :
Contoh sumber air tanah :
1. Air Freatik. Merupakan salah satu jenis dari air tanah yang sumber airnya dangkal.
Contoh air tanah freatik ini ialah air sumur yang terletak diantara air permukaan dan
lapisan kedap air
2. Air dalam. Merupakan air tanah yang berasal diantara dua lapisan, yaitu lapisan kedap
air dan lapisan dalam tanah. Contoh untuk sumber air ini ialah sumber air artesis
3. Air fosil. Ini merupakan air tanah yang terjebak diantara pori-pori bebatuan dalam
tanah, air ini terjebak saat bebatuan tersebut terbentuk, biasanya dalam jangka waktu
yang sangat lama
4. Air vados atau meteorit. Merupakan air yang berasal dari proses hujan yang asal
mulanya dari awan yang mengalami kondensasi. Air hujan juga kerap kali digunakan
untuk berbagai kebutuhan seperti mencuci, masak, dan mandi. Namun, tidak semua
air hujan itu higenis,
5. Air Juvenil atau air tanah baru. Air tanah ini dibentuk karena adanya intuisi magma
dari dalam perut bumi. Biasanya air magma atau air juvenile ini ditemukan dalam
bentuk air panas atau geyser
6. Air konat. Merupakan air tanah yang berasal dari fosil batuan purba yang disebut juga
fosil water
Tidak semua air tanah dapat digunakan dan baik untuk pertumbuhan tanaman,hal ini
disebabkan karena beberapa air tanah ada yang tidak bisa untuk dapat diserap oleh akar,dan
daya ikatnya pada tanah tanaman lemah.Sehingga hanya beberapa air saja yang bisa
menyerap dan bisa mempertahankan pertumbuhan tanaman
2. Jelaskan perbedaan antara air higroskopis, air kapiler, dan air gravitasi. Yang manakah di
antara air tersebut yang paling banyak digunakan oleh tanaman?
Jawab :
1) Air Higroskopis
Air ini merupakan air yang paling dekat dengan partikel tanah sehingga sangat sulit untuk
dapat dibebaskan. Air ini tidak dapat digunakan oleh tanaman.
2) Air kapiler
Air kapiler menempati jarak terhadap partikel tanah yang lebih jauh daripada air higroskopis.
Kondisi teersebut mengakibatkan daya tarik partikel tanah terhadap air menjadi lebih kecil
sehingga air ini berangsur-angsur menjadi tersedia bagi tanaman. Tidak semua air kapiler ini
dapat digunakan oleh tanaman. Air kapiler yang menempati pori yang sangat kecil akan lebih
sulit untuk digunakan oleh tanaman dibandingkan dengan air yang menempati pori yang lebih
besar.
3) Air gravitasi Air ini menempati jarak yang paling jauh dari partikel tanah sehingga air ini
mudah dibebaskan serta mudah mengalir ke lapisan tanah yang lebih bawah. Pengaliran ke
bawah ini dipengaruhi oleh gaya berat (gravitasi), sedangkan cara pengalirannya dinamakan
dengan infiltrasi. Air ini tersedia bagi tanaman. Namun demikian, karena kecepatan
pengalirannya ke bawah biasanya lebih besar dibandingkan dengan penyerapan oleh
tanaman, maka sebagian besar air ini tidak dapat digunakan oleh tanaman.

Dalam hal ini,air gravitasi biasanya yang paling banyak digunakan untuk
pertumbuhan tanaman walaupun ada sebagian yang mungkin tidak seutuhnya dapat
memperngaruhi pertumbuhan tanaman.seperti yang telah dijelaskan bahwa air gravitasi
mudah mengalir hingga kelapisan tanah paling bawah hal ini menyebabkan air gravitasi
mudah melarut kan bahan-bahan dalam tanah seperti humus atau kation.
3. Berikan definisi kadar air kapasitas lapang, air tersedia, dan kadar air titik layu?
Jawab :
a. Kapasitas Lapang
Kandungan air yang dimiliki oleh tanah pada saat terhentinya infiltrasi dinamakan dengan
kapasitas lapang. Pada tanah yang memiliki drainase yang baik, kondisi ini biasanya tercapai
2 atau 3 hari setelah hujan. Selanjutnya, kadar air tanah ini tetap berada dalam kondisi
kapasitas lapang hingga terjadi penyerapan air oleh tanaman, evaporasi, atau hingga
terjadinya penambahan kembali air tanah ini oleh hujan.
b. Titik layu
Titik layu merupakan batas akhir kadar air yang dapat digunakan oleh tanaman. Sekitar
setengah air di dalam tanah pada kapasitas lapang diikat sedemikian kuatnya oleh partikel
tanah sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. Titik layu tercapai apabila kecepatan
penyerapan air oleh tanaman menjadi sangat lambat sehingga tanaman menunjukkan
kelayuan dan kelayuan ini tidak dapat diperbaiki
c.Air tersedia
suatu bagian air didalam tanah yang dapat diserap oleh akar tanaman.Merupakan jumlah air
yang dilepaskan antara kapasitas lapang in situ dan presentase layu permanen (biasanya
diduga oleh kandungan iar pada potensial matriks tanah sebesar -1,5Mpa)
4. Apa sebabnya kita tidak boleh membiarkan tanaman menjadi layu karena kekurangan air?
Jawab : layu merupakan respon dari tumbuhan terutama saat kekurangan air. kurangnya air
menyebabkan transportasi dalam tubuhtumbuhan berkurang sehingga pasokan air untuk selsel tidak tercukupi secara optimal. hal ini menyebabkan sel-sel menjadi menyusut dan
tumbuhan tampak layu.oleh karena itu kita tidak boleh membiarkan tanaman layu baik karena
kekurangan air ataupun oleh faktor lainnya.
5. Apa sebabnya pembanding yang digunakan dalam pengukuran kadar air (berat) adalah
berat kering?
Jawab : Kadar air tanah biasanya dinyatakan dalam persen berat tanah. Sebagai
perbandingan digunakan berat tanah yang telah dikering-ovenkan pada suhu 105 110o C.
Suhu yang sedikit di atas titik didih air ini dimaksudkan untuk mempercepat proses
pengeringan tanah serta mempermudah mendidihnya air tanah sebab adanya kandungan
garam-garam terlarut di dalamnya. Penggunaan berat kering tanah sebagai bahan
perbandingan ini sangat penting untuk perhitungan, sebab berat tanah ini relatif konstan.
Berat kering oven ini dianggap sama dengan 100%, dan berat air yang dikandung tanah
dianggap sebagai berat tambahannya.
6. Tanah kering udara memiliki berat 20 g, setelah dioven beratnya adalah 19,3 g. Hitunglah
kadar air tanah (berat). Apabila kadar air kapasitas lapang tanah tersebut adalah 22%,
berapakah jumlah air yang harus ditambahkan pada tanah tersebut agar memiliki kandungan
air yang sesuai bagi tanaman? (1 ml air = 1 gram).

Jawab :
Kadar air kering 20 gr
Kadar air dioven 19,3 gr
Kadar tanah berat ?
Kapasitas lapang 22% berapaa air yang ditambahkan?
Kadar tanah berat = 20 -19,3 = 0,7 gr
Air yang dibuthkan = 0,7 / 19,3 x 100% = 3,62 %

BAB 5
SIFAT BIOLOGI TANAH
1. Jelaskan bahwa tanah sebenarnya bukan lingkungan mati ?
Jawab : tanah bukan merupakan lingkungan mati, karena terdapat banyak kehidupan di
dalamnya. Diperkirakan dalam satu kubik tanah yang subur terdapat satu juta organisme
hidup. Proses biologi, fisika maupun kimia yang terjadi pada tanah biasa disebut juga
ekosistem
2. Berikan contoh flora dan fauna yang penting dalam perombakan bahan organik ?
Jawab : contoh dari flora yaitu cacing, serangga dan mamalia yang beraktivitas dan
memperkaya kandungan tanah dan mengandung berbagai jenis organisme. Contoh dari fauna
yaitu ganggang, jamur dan bakteri yang menguraikan materi organik menjadi mineral dan
menyuburkan tanaman.
3. Pada kondisi masam, jelaskan jasad hidup tanah yang paling berperan dalam aktivitas
biologi tanah !
Jawab : jasad hidup yang paling berperan dalam aktivitas biologi tanah pada kondisi masam
yaitu jamur (fungi) karena jamur berperan penting dalam dekomposisi bahan organik untuk
jenis tanah. Jamur sangat toleran pada tanah yang masam yang bisa mempertahankan kondisi
tanah di hutan. Hal tersebut menjadi sumber bahan makanan bagi jamur yang memanfaatkan
pohon-pohon di hutan untuk peran sebagai perombakan lignin.
4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi jasad renik ?
Jawab : faktor yang mempengaruhi jasad renik yaitu pertama suhu yang akan meningkatkan
aktivitas jasad renik pada tanah. Akan tetapi apabila suhu meningkat maka aktivitas jasad
renik terhenti dan yang kedua yaitu mikroba yang mempunyai kemampuan sangat baik untuk
bertahan hidup. Mikroba mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dingin hingga
lingkungan yang relativ panas.
5. Jelaskan komponen organik yang berperan dalam penyerapan ion tanah ?
Jawab : komponen organik yang berperan dalam ion tanah yaitu humus tanah yang
mempunyai gugusan aktif yang mampu mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap
kation maupun anion pada tanah.
6. Berikan perbedaan antara sebaran bahan organik pada profil tanah hutan dan padang
rumput. Munurut saudara apakah perbedaan tersebut ?
Jawab : perbedaannya yaitu pada hutan, input bahan organik terbanyak pada permukaan
tanah, sedangkan pada rumput penambahan bahan organik juga terjadi pada tanah bawah dan
tercampur dengan bahan mineral tanah oleh aktivitas fauna tanah.
7. Jelaskan peran nisbah C/N bahan organik dengan mineralisasi dan imobilisasi hara tanah ?
Jawab : peran nisbah C/N pada organik mineralusasi dan imobilisasi yaitu akan
mempermudah berkembangnya jasad tanah karena jumlah energi C yang sangat tinggi

BAB 6
MINERAL LIAT TANAH
1.Jelaskan tiga struktur kristal mineral yang Saudara ketahui
Jawab :
Terdapat tiga struktur dasar mineral liat yang kita ketahui, yaitu Tetra hedron, Okta hedron,
dan Kubus.
- Tetrahedron
Tetrahedron adalah bentuk tiga dimensi yang terdiri atas empat buah segitiga. Bentuk ini
dapat digambarkan seperti piramida dengan sisi-sisinya berbentuk segitiga. Struktur ini terdiri
atas empat atom oksigen pada empat sudutnya, sedangkan di tengahnya terisi oleh kation
yang berukuran kecil seperti Si3,2+ atau Al3+. Pada struktur tetrahedron ini lebih sering terisi
oleh kation Si3,2+, sedangkan Al3+ lebih banyak dijumpai pada struktur oktahedron.
- Oktahedron
Oktahedron dapat digambarkan seperti dua buah piramida bersisi empat yang dasarnya
igabungkan satu sama lain. Struktur oktahedron ini memiliki enam buah sudut yang terisi
oleh enam atom oksigen. Rongga di antara atom oksigen ini terlalu besar untuk kation seperti
Si3,2+. Oleh karena itu biasanya ruang ini terisi oleh kation yang berukuran sedang seperti
Al3+, Mg2+, atau Fe2+.
- Kubus
Kubus merupakan struktur mineral yang memiliki delapan sudut yang setiap diisi oleh
oksigen. Rongga di antara sudut-sudut ini adalah cukup besar untuk diisi oleh ion berukuran
besar seperti Na+, Ca2+, dan K+.
Struktur mineral ini dapat bergabung satu sama lain dan membentuk rantai yang lebih
panjang yang berupa lembaran-lembaran. Kelompok silikat akan bergabung dan
membentuk struktur filosilikat yang berupa lembaran. Demikian pula dengan kelompok
aluminium dan yang lain.
2. Darimanakah sumber muatan negatif mineral liat?
Jawab : Sumber muatan negatif dari humus terutama adalah gugusan karboksil dan gugusan
phenol. Muatan dalam humus adalah muatan tergantung pH. Dalam keadaan masam,
H+ dipegang kuat dalam gugusan karboksil atau phenol, tetapi iktan tersebut menjadi kurang
kekuatannya bila pH menjadi lebih tinggi.Akibatnya disosiasi H+ meningkat dengan naiknya
pH, sehingga muatan negatif dalam koloid humus yang dihasilkan juga meningkat. Berdasar
atas kelarutannya dalam asam dan alkali, humus diperkirakan disusun oleh tiga jenis bagian
utama, yaitu asam fulvik, asam humik dan humin.
3. Apakah yang Saudara ketahui tentang istilah muatan yang tergantung pH pada mineral liat?
Jawab : muatan yang tergantung pada pH mineral liat dimana keadaan suatu muatan tersebut
memiliki nilai Ph yang benar-benar tergantung dari pH mineral misalnya Muatan negatif
hanya pada patahan-patahan kristal atau akibat disosiasi H bila pH naik. Karena itu, muatan
negatif mineral ini meningkat bila pH naik (muatan tergantung pH).
4. Jelaskan tipe-tipe mineral liat tanah yang Saudara ketahui.
Jawab :
1)Mineral liat Al-silikat
Mineral liat ini tersusun atas lempengan Al dan silikat. Mineral liat Al-silikat dapat dibedakan
menjadi :

Mineral liat Al-silikat yang mempunyai bentuk kristal yang baik (kristalin). Contoh
mineral ini adalah kaolinit, haloisit, montmorillonit, dan illit.
Mineral liat Al-silikat yang tidak mempunyai bentuk kristal (amorf). Contoh mineral ini
adalah alofan pada Andosol.
mineral liat Al-silikat ini dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
1) Mineral liat tipe 1 : 1 (1 lapis Si-tetra dan 1 lapis Al-okta)
2) Mineral liat tipe 2 : 1 (2 lapis Si-tetra dan 1 lapis Al-okta)
3) Mineral liat tipe 2 : 2 (2 lapis Si-tetra dan 2 lapis Al-okta)
(2) Seskuioksida Mineral ini banyak terdapat pada tanah tua di daerah tropika. Oksidaoksida ini bersifat amorf dan memiliki KTK yang rendah. Sebaliknya oksida Al dan Fe
biasanya bermuatan positif sehingga dapat memfiksasi ion fosfat melalui pertukaran anion.
Al(OH)3 Al(OH)2+ + OHAl(OH)2+ + H2PO4- Al(OH)2H2PO4
(3) Mineral primer
Di dalam fraksi liat tanah, kadang dijumpai mineral primer seperti kuarsa, feldspar, dan
sebagainya. Mineral-mineral ini berukuran sangat halus, yaitu kurang dari 2.
5. Apakah alofan itu? dimanakah dijumpai mineral ini? berikan sifatnya yang khusus.
Jawab :
Alofan merupakan mineral liat yang tidak memiliki kristal yang tetap (amorf). Mineral liat ini
banyak dijumpai pada tanah yang terbentuk dari abu vulkan (Andosol) dan diperkirakan
berasal dari pelapukan gelas vulkanik atau mineral feldspar. Nilai KTK mineral ini sangat
tinggi, namun, dia juga dapat memfiksasi P secara kuat.

BAB 7
SIFAT KIMIA TANAH
1. Apakah yang dimaksud dengan "misel"? Jelaskan.
Jawab : Misel adalah molekul-molekul surfaktan yang mulai berasosiasi karena penambahan
surfaktan berikutnya, pada satu saat akan tercapai keadaan dimana permukan antarmuka
menjadi jenuh/ tretutupi oleh surfaktan dan adsorbsisurfaktan ke permukaan-antarmuka tidak
terjadi lagi.misel dalam larutan encer membentuk suatu kumpulan dengan kepala gugus
hidrofilik bersinggungan dengan solven yang mengelilinginya, mengasingkan ekor gugus
hidrofobik didalam pusat misel.
2. Jelaskan secara ringkas mengapa kadar ion Ca2+ pada kompleks jerapan relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan kation yang lain
Jawab : pada ion kalsium, diikat oleh kompleks jerapan lebih kuat dari pada ion
natrium,maka dapat diramalkan larutan tanahpertama memiliki kadar kalsium lebih tinggi
dibandingkan dengan tanah kedua.Sementara jenis liat penyusun tanah akan menentukan
mudah tidaknya suatu kation digantikan dari permukaan kompleks jerapan.
3. Jelaskan sumber-sumber muatan negatif dan muatan positif pada koloid tanah. Bagaimana
peran bahan organik tanah
pada koloid tanah?
Jawab :
Muatan negatif pada permukaan misel ini dapat berasal dari beberapa sumber, yaitu :
1) Patahan mineral liat yang mengandung gugusan hidroksil (-OH). Hidrolisis gugusan ini
mengakibatkan terjadinya muatan negatif pada daerah ini.
2) Terjadinya kelebihan muatan negatif pada ujung patahan mineral liat. 3) Adanya substitusi
yaitu penggantian kation di dalam struktur kristal oleh kation lain yang mempunyai ukuran
yang sama tetapi dengan valensi yang berbeda. Misalnya pengantian Al3+ oleh Fe2+ atau
oleh Mg2+, dan sebagainya.
jumlah kation yang terjerap oleh kompleks jerapan sangat tergantung kepada beberapa hal,
yaitu :
a) Jumlah kation yang tersedia di dalam larutan.
b) Intensitas pencucian serta pengangkutan kation yang bersangkutan.
c) Kekuatan pengikatan kation oleh kompleks jerapan.
Peran bahan organik :
1)Meningkatkan
hara,
2)Menghasilkan humus tanah yang berperan secara koloidal dari senyawa sisa mineralisasi
dan
senyawa
sulit
terurai
dalam
proses
humifikasi,
3)Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah 30 kali lebih besar dibandingkan koloid
anorganik,
4)Menurunkan muatan positif tanah melalui proses pengkelatan terhadap mineral oksida dan
kation Al dan Fe yang reaktif, sehingga menurunkan fiksasi P tanah,
5)Meningkatkan ketersedian dan efisiensi pemupukan serta melalui peningkatan pelarutan P
oleh asam-asam organic hasil dekomposisi bahan organic.
4. Jelaskan peran kejenuhan basa (KB) terhadap nilai pH tanah

Jawab : Kejenuhan basa menunjukkan perbandingan antara jumlah kationkationbasa dengan


semua kation (kation basa dan kation asam) yangterdapat dalam kompleks jerapan tanah.
Jumlah maksimum kation yangdapat dijerap tanah menunjukkan besarnya nilai kapasitas
tukar
kation
tanahtersebut.Kejenuhanbasajugaberhubunganeratdengan
pH
tanah,
biasanyatanahdengan :
a. pH rendahumumnyamempunyaikejenuhanbasarendah
b. pH tinggimakakejenuhanbasanyajugatinggi.
5. Jelaskan hubungan antara KTK, KTA dengan tingkat pelapukan tanah.;
Jawab :
Karena koloid lempung bermuatan negatif, kation tertarik kepada partikellempung dan terikat
secara elektrostatik pada permukaan lempung. Fenomena inidinamakan dengan jerapan katio
n dengan ukuran hidratasi yang rendah, lebih dulu teradsorpsi. Urutanjerapan kation monova
len oleh lempung:
Cs > Rb > K > Na > Li disebut sebagai Lyotropic Series
Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan
kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau kadar liat tinggi
mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah
atau tanah-tanah berpasir.nilai KTK tanah sangat beragam dan tergantung pada sifat dan ciri
tanah itu sendiri. Besar kecilnya KTK tanah dipengaruhi oleh :
a) Reaksi tanah, semakin tinggi pH semakin tinggi KTK.
b) Tekstur tanah, semakin tinggi kadar liat semakin tinggi KTK.
c) Jenis liat, KTK liat 2:1 lebih besar dari pada 1:1
d) Kadar BO, makin tinggi BO makin tinggi KTK.
e) Pengapuran dan pemupukan kation, menaikan pH.
kapasitas tukar kation tanah sangat beragam, karena jumlah humus dan liat serta macam liat
yang dijumpai dalam tanah berbeda-beda pula.
6. Jelaskan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pH tanah?
Jawab : Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah kejenuhan basa, sifat
misel, dan macam kation yang terserap. Didaerah basa pencucian dengan mudah
melenyapkan Na karena daya ikatannya pada tanah pertukaran tidak kuat. Adanya pengaruh
garam-garam terlarut didalam tanah yang mengendap secara alami dalam tanah didaerahdaerah kering, atau sebagai akibat penambahan irigasi
7. Berikan gambaran peran pH tanah terhadap ketersediaan hara bagi tanaman
Jawab :
Peran pH tanah antara lain adalah :
1) Menentukan mudah tidaknya unsur hara diserap tanaman.
Pada umumnya unsur hara mudah diserap akar tanaman pada pH tanah sekitar netral Pada pH
tersebut, kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air. Pada tanah masam, unsur P tidak
dapat diserap tanaman karena diikat oleh Al
dalam bentuk AlPO4 Sedangkan pada kondisi alkalis, unsur P tidak dapat diserap oleh
tanaman karena difiksasi oleh Ca dalam bentuk CaPO4.

2) Menunjukkan kemungkinan adanya unsur beracun.


Pada tanah masam banyak ditemukan ion Al3+ di dalam tanah. Ion ini selain dapat
memfiksasi unsur P, juga dapat meracuni tanaman. Beberapa tanaman yang ditanam
pada tanah masam (PMK) menunjukkan gejala keracunan unsur ini. Pada tanah
rawa yang ber pH rendah, seringkali pertumbuhan tanaman terhambat oleh
tingginya kandungan ion SO42-.
3) Mempengaruhi perkembangan jasad renik.
Kehidupan dan aktivitas jasad renik yang terdapat di dalam tanah sangat ditentukan oleh
reaksi (pH) tanahnya. Pada umumnya bakteri dapat berkembang secara baik pada kondisi pH
5,5 atau lebih. Penurunan pH mengakibatkan aktivitas bakteri akan terganggu.

BAB 8
HUBUNGAN HARA DAN TANAMAN
1. Jelaskan konsep tentang hara esensial, hara makro, dan hara mikro pada tanaman?
Jawab :
a.Pengertian Hara Esensial
Hara esensial adalah unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman dan fungsinya di dalam
tanaman tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain. Kekurangan unsur hara ini selama
pertumbuhan tanaman mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh secara normal.
b.Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah besar.
Unsur ini menyusun sebagian besar jaringan tanaman. Sebaliknya unsur hara mikro adalah
unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang sedikit. Biasanya unsur mikro
ini berperan dalam penyusunan enzim di dalam fisiologi tanaman
2. Jelaskan tiga proses penyerapan ion oleh akar tanaman.
Jawab :
Ion yang terdapat di dalam tanah tersebut dapat diserap oleh akar tanaman melalui tiga
proses, yaitu (1) aliran massa (mass flow), (2) difusi, dan (3) intersepsi akar.
1) Aliran massa
Ion yang mudah larut seperti NO3-, SO42-, K, dan sebagainya akan bergerak di dalam tanah
sesuai dengan pergerakan aliran air tanah. Gerakan ion bersama-sama
massa air ini dinamakan dengan aliran massa. Air bergerak dari daerah di luar jangkauan akar
ke permukaan akar tanaman karena tanaman menyerap air untuk mengimbangi penguapan.
Ion yang terkandung di dalam air ini dapat segera diserap oleh akar tanaman.
2) Difusi
adalah proses bergeraknya suatu zat (unsur hara) dari tempat yang konsentrasinya lebih tinggi
ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Ion yang terdapat di dalam larutan tanah pada
dasarnya berada dalam kondisi seimbang. Penyerapan ion oleh akar tanaman mengakibatkan
berkurangnya konsentrasi ion di sekitar akar. Hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan ion
dari daerah di luar perakaran ke permukaan akar untuk menyeimbangkan konsentrasinya.
Dengan demikian, pergerakan ion ini sama sekali tidak dipengaruhi oleh pergerakan air
tanah.
3) Intersepsi akar
Pertumbuhan akar tanaman memungkinkan permukaan akar bersinggungan secara langsung
dengan unsur hara yang semula di luar jangkauan akar. Pemanjangan akar ini berarti pula
pemendekan jarak tempuh ion untuk masuk ke dalam tanaman, baik melalui aliran massa
maupun secara difusi. Di antara hara esensial tanaman, unsur N, S, Ca, dan Mo merupakan
unsur yang
paling banyak diserap melalui aliran massa. Unsur oleh tanaman melalui difusi, sedangkan
unsur yang banyak diserap melalui intersepsi akar adalah unsur Ca.
3.Jelaskan dampak kekurangan hara N, P, dan K pada tanaman?
Jawab :
a.Kekurangan N pada tanaman biasanya ditunjukkan oleh gejala terhambatnya pertumbuhan,
terbatasnya perakaran tanaman, serta menguningnya daun. Oleh karena N merupakan unsur
yang mobil di dalam tanaman, maka gejala ini tampak pertama kali pada daun-daun yang tua.
b.Tanaman yang kekurangan hara P akan ditunjukkan oleh gejala :

- Terhambatnya pertumbuhan tanaman karena terganggunya pembelahan sel.


- Timbulnya warna ungu pada daun yang dimulai pada ujung daun.
- Pada tanaman jagung, gejala ini ditunjukkan oleh kurang sempurnanya perkembangan
tongkol
c.Tanaman yang kekurangan hara
K akan menunjukkan gejala pemendekan ruas batang serta timbulnya warna coklat pada daun
yang dimulai dari daun yang tua. Tanaman tidak menunjukkan keracunan K meskipun jumlah
K yang diserap oleh tanaman melebihi kebutuhannya.
4. Apa sebabnya di dalam tanah harus ada keseimbangan unsur hara? Berikan contohnya
Jawab : Unsur hara yang terdapat di dalam tanah akan saling berinteraksi. Penyerapan ion
yang satu akan mengakibatkan berubahnya konsentrasi ion yang lain di dalam larutan tanah.
Oleh karena itu harus ada keseimbangan ion tersebut di dalam tanah agar proses penyerapan
ion oleh tanaman dapat berjalan sebagaimana semestinya. Ketidakseimbangan ion ini akan
mengakibatkan terganggunya penyerapan ion lain seperti contoh-contoh berikut ini :
- Kelebihan Cu atau sulfat akan menghambat penyerapan Mo
- Terlalu banyaknya Zn akan mengakibatkan terganggunya penyerapan Fe
- Terlalu tingginya konsentrasi fosfat akan mengakibatkan terganggunya penyerapan Zn, Fe,
dan Cu
- Terlalu banyaknya N mengakibatkan terganggunya penyerapan Cu
- Kelebihan N dan K mempersulit penyerapan Cu
- Terlalu banyaknya Ca akan menghambat penyerapan B
- Kelebihan Fe, Cu dan Zn akan mengurangi penyerapan Mn.

BAB 9
KLASIFIKASI TANAH
1. Jelaskan konsep tentang klasifikasi teknis dan klasifikasi alam pada klasifikasi tanah?
Jawab :
a) Klasifikasi alami : yaitu klasifikasi tanah yang didasarkan kepada sifat tanah yang
dimiliki tanpa menghubungkan dengan tujuan penggunaan tanah yang bersangkutan.
Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar terhadap sifat fisik, kimia dan mineralogi tanah
yang dimiliki oleh setiap kelas tanah. Sifat ini dapat digunakan sebagai dasar terhadap
pengelolaan tanah yang bersangkutan.
b) Klasifikasi teknis : yaitu klasifikasi tanah yang didasarkan kepada sifat tanah yang
mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan tertentu. Contoh :
klasifikasi tanah untuk kesesuaian lahan bagi tanaman perkebunan. Klasifikasi tanah yang
Selanjutnya, kita gunakan dalam bahasan ini adalah klasifikasi alami.
2. Terangkan tentang horizon penciri, regim suhu, dan regim kelembaban?
Jawab :
a.Horizon penciri merupakan horizon yang memiliki sifat tertentu yang digunakan dalam
klasifikasi tanah sistem USDA. Horizon penciri ini terdiri atas horizon permukaan dan
horizon bawah penciri.
b. Regim suhu (untuk kedalaman tanah 50 cm)
Pergilic : suhu tanah rata-rata tahunan < 0o C (permafrost)
Cryic : suhu tanah rata-rata tahunan 0 8o C, suhu musim panas < 15 C.
Frigid : suhu tanah rata-rata tahunan 0 8o C, pada musim panas suhu rata-rata lebih
dari 15C. - Mesic : suhu tanah rata-rata tahunan 8 15o C.
Thermic : suhu tanah rata-rata tahunan 15 22o C.
Hyperthermic : suhu tanah rata-rata tahunan > 22o C.
Iso (frigid, mesic, thermic, hyperthermic) : perbedaan suhu tanah rata-rata musim
panas dan musim dingin < 5o C, suhu tanah rata
-rata tahunan adalah frigid, mesic, thermic, hyperthermic.
Tropic : mempunyai sifat iso dan suhu tanah rata-rata tahunan lebih dari 8o C.
c. Regim kelembaban (untuk kedalaman antara 10 - 90 cm)
- Aquic : tanah sering jenuh air sehingga terjadi reduksi yang ditunjukkan oleh karatan
dan nilai chroma rendah.
- Aridic atau Torric : kering lebih dari 6 bulan (bila tanah tidak pernah beku). Tidak
pernah lembab 90 hari berturut-turut atau lebih pada setiap tahun.
- Perudic : curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi.
- Udic : tanah tidak pernah kering 90 hari (kumulatif) setiap tahun.
- Ustic : tanah setiap tahun kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180
hari.
- Xeric : hanya terdapat di daerah beriklim mediteran. Setiap tahun kering lebih dari 45
hari berturut-turut di musim panas, lembab lebih dari 45 hari berturut-turut di musim
dingin.
3. Berikan contoh order-order tanah pada klasifikasi USDA dan sifat umumnya.
Jawab :
Contoh klasifikasi tanah menurut sistem USDA adalah sebagai berikut :
Order : Ultisol
Sub order : Udult (ud dari udic : lembab)

Great group : Tropudult (trop dari tropic)


Sub group : Aquic tropudult (aquic : berair)
Famili : Aquic tropudult, berliat halus, kaolinitik, iso hipertermik
Seri : Granada (pertama kali ditemukan di daerah ini)
Ultisol
Tanah yang mengalami penimbunan liat di horizon bawah (argillic), bersifat masam,
kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm kurang dari 35%. Horizon argillic
KB rendah (< 35%)
4. Termasuk klasifikasi (USDA) apakah tanah berikut ini?
- Andosol (tanah dewasa)
- PMK (tanah tua)
- Regosol (tanah muda)
- Aluvial (tanah muda)
- Gambut (tanah tua)
- Latosol (tanah dewasa)
5. Jelaskan sifat umum tanah PMK yang Saudara ketahui.
Jawab : sifat umum PMK
Tanah yang mengalami penimbunan liat di horizon bawah (argillic), bersifat masam,
kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm kurang dari 35%.Horizon argillic,dan KB rendah
<35%.

BAB 10
PENGELOLAAN LAHAN
1.Jelaskan tujuan pengelolaan tanah menurut Saudara
Jawab : tujuan dari pengelolaan tanah yakni untuk dapat memperbaiki tekstur dan struktur
tanah untuk menjadi lebih baik dan bagus.dalam pengelolaan tanah ini pun dapat bertujuan
untuk membersihkan tanah dari hama dan penyakit agar nantinya keadaan tanah sudah bersih
dan bebas dari hama penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan tanah. Praktek pengelolaan
tanah juga harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan ini. Biaya,
maupun sarana yang akan digunakan juga akan mempengaruhi cara-cara pengelolaan tanah.
Kesemuanya ini bertujuan agar kelangsungan fungsi tanah dapat tetap dijaga dan dilestarikan.
2. Apakah yang dimaksud dengan kemampuan lahan? mengapakah kita perlu mengetahuinya
dalam pengelolaan tanah? Jelaskan.
Jawab : Kemampuan lahan sebagai media tanaman adalah sangat dibatasi oleh berbagai
faktor yang ada di lingkungan tersebut. Faktor ini misalnya adalah kedalaman air tanah,
adanya lapisan padas, pH tanah yang rendah, dan sebagainya. Pengenalan tentang
kemampuan lahan ini sangat penting dalam tujuan pengelolaan tanah. Untuk itu survei
tentang kemampuan lahan merupakan hal yang sangat penting. survei tentang kemampuan
lahan ini menghasilkan tanah dengan kelas kelas yang berbeda, mulai dari kelas I, yaitu tanah
yang tidak memiliki pembatas yang berarti dan dapat digunakan untuk segala jenis
penggunaan pertanian, hingga kelas VIII yang merupakan lahan dengan faktor-faktor
pembatas yang sangat besar.
3. Mengapa tanah dengan kemiringan tinggi kurang sesuai bagi tanaman semusim? jelaskan
jawaban Saudara.
Jawab : lahan yang memiliki kemiringan yang tinggi tidak cocok untuk tanaman semusim
karena tanah bersifat masam dan selalu tergenang air.
4. Dalam praktek pemupukan tanah, faktor-faktor apa sajakah yang perlu dipertimbangkan?
Jelaskan jawaban Saudara
Jawab :
Dalam penentuan jumlah pupuk yang akan diberikan, kita harus mempertimbangkan
beberapa hal, yaitu :
a. Jenis tanaman yang akan dipupuk
Jenis tanaman santa menentukan kebutuhan hara yang akan diberikan melalui pemupukan.
Beberapa tanaman menghendaki unsur hara tertentu lebih dari yang lain. Misalnya beberapa
jenis Crucifera lebih menyukai belerang (S) daripada jenis tanaman yang lain. Selanjutnya,
perkembangan perakaran tanaman yang satu berbe-da dengan yang lain. Hal ini juga sangat
menentukan jenis serta jumlah pupuk yang akan diberikan ke dalam tanah.
b. Sifat tanah
Sifat tanah yang satu dengan tanah yang lain sangat berbeda. Sifat tanah yang menentukan
penggunaan pupuk adalah :
- Kandungan hara tanah - Kemasaman tanah
- Kemampuan tanah untuk memfiksasi unsur.
c. Jenis pupuk
Setiap jenis pupuk mempunyai jumlah kandungan hara, reaksi fisiologis, kelarutan, serta
kecepatan kerja yang berbeda-beda. Dengan demikian, jumlah pupuk yang diberikan pun
juga berbeda-beda.

d. Jumlah pupuk Jumlah pupuk yang diberikan sangat ditentukan oleh kebutuhan tanaman
akan hara, kandungan hara di dalam tanah, serta kadar hara yang terdapat di dalam pupuk.
e. Waktu pemupukan
Pupuk yang bekerjanya cepat dapat diberikan setelah tanam dan diberikan sedikit demi
sedikit (2-3 kali). Pupuk ini biasanya mudah tercuci. Sedangkan pupuk yang bekerjanya
lambat harus diberikan sebelum tanam. Pupuk yang bekerjanya sedang dapat diberikan
sebelum atau setelah tanam.
f. Cara pemupukan
Cara pemupukan sangat menentukan jumlah pupuk yang akan diberikan. Pada dasarnya cara
pemupukan dilakukan dengan tujuan :
- agar pupuk dapat digunakan oleh tanaman secara efisien
- agar pupuk tidak merusak biji atau akar tanaman
- mempermudah pemberiannya sehingga mengurangi tenaga kerja.
5. Mengapakah kita perlu memberi kapur ke dalam tanah?
Jawab : dengan ada nya pengapuran maka :
a.Menaikkan pH tanah
b.Menambah unsur Ca dan Mg
c.Menambah ketersediaan unsur P dan Mo
d.Mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al
e.Memperbaiki kehidupan jasad renik tanah.
6. Jelaskan tiga metoda pengawetan tanah dan air yang Saudara ketahui.
Jawab :
Praktek pengelolaan tanah dalam upaya menanggulangi erosi dilakukan melalui :
a. Metode vegetatif dilakukan dengan tujuan untuk melindungi tanah dari daya perusak butirbutir hujan, melindungi tanah dari daya perusak aliran permukaan (run off), dan memperbaiki
kapasitas infiltrasi tanah. Kegiatan ini dilakukan melalui :
(1) penghutanan kembali (reboisasi),
(2) penanaman rumput makanan ternak,
(3) penggunaan cover crop, dan
(4) penggunaan mulsa.
b. Cara mekanik dilakukan dengan tujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan
menampung dan menyalurkan aliran permukaan. Kegiatan ini dilakukan melalui (1)
pengolahan tanah secara kontinyu, (2) pembuatan galengan, (3) pembuatan teras, dan (4)
memperbaiki drainase/irigasi.
c.Metode kimia
dengan menggunakan bahan-bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah, yaitu
meningkatkan kemantapan agregat (struktur), misalnya dengan menggunakan krilium.
Metode ini mahal dan belum dapat dilakukan dalam skala
besar.