Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker adalah suatu pertumbuhan sel-sel abnormal yang cenderung menginvasi
jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat-tempat jauh. Sistem gastrointestinal
disebut juga sistem digestif atau sistem pencernaan terdiri atas saluran gastrointestinal
dan organ aksesori. Saluran gastrointestinal meliputi, mulut, faring, esofagus, lambung,
usus halus, dan usus besar. Sedangkan organ aksesori berupa kelenjar saliva, hati, dan
pankreas.
Saluran pencernaan ini mudah terserang penyakit atau gangguan lain karena
mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh sebagian besar masuk melalui makanan
yang dimakan. Berbagai permasalahan yang dapat timbul antara lain, keganasan pada
saluran pencernaan. Keganasan ini dapat mengenai seluruh bagian sistem pencernaan,
termasuk esofagus.
Kanker esofagus dapat memicu permasalahan yang menyangkut seluruh aspek
kehidupan dari manusia baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual. Secara fisik
dapat menimbulkan nyeri dan gangguan pemenuhan nutrisi tubuh. Secara psikis penyakit
ini dapat menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan, bahkan bisa
mengakibatkan perilaku menarik diri. Secara sosial dapat kurang percaya diri akibat
bekas pembedahan dan secara spiritual bisa menyalahkan Tuhan atas penyakit yang
diberikan atau mungkin sebaliknya justru lebih tekun beribadah karena ingin cepat
sembuh.

Di Amerika Serikat, kanker esofagus secara relatif jarang namun merupakan


keadaan keganasan yang sangat mematikan. Diperkirakan bahwa diagnosisnya dibuat
pada 11.300 orang Amerika pada tahun 1993 yang menyebabkan 10.200 kematian. Di
seluruh dunia, insiden kanker esofagus berfariasi secara mencolok. Kanker esofagus
terjadi sering kali didalam apa yang disebut sabuk kanker esofagus. Kanker esofagus Asia
yang terbentang dari pantai selatan Laut Kaspia dibarat sampai Cina utara di timur dan
meliputi bagian-bagian Iran, Asia Tengah, Afganistan, Siberia,dan Mongolia. Di Amerika
Utara dan Eropa Barat, penyakit jauh lebih umum pada laki-laki dari pda perempuan,

timbul paling sering setelah usia 50 tahun, dan tampaknya merupakan penyakit yang
berhubungan dengan kelas sosial ekonomi rendah.
Di AmerikaSerikat 80 sampai 90 persen kanker esofagus dipercaya disebabkan oleh
konsumsi berlebihan dan atau riwayat rokok berkepanjangan merokok. Resiko relatif
meningkat sesuai jumlah tembakau yang diisap atau lakohol yang diminum. Konsumsi
wiski tampaknya berkaitan dengan insiden yang lebih tinggi dari pada konsumsi anggur
atau bir. Perkembangan kanker esofagus juga telah berhubungan dengan penelanan
karsinogen lain seperti nitrit, ganja yang dihisap, dan toksin jamur pada sayuran yang
diasamkan, sebagaiman juga dengan kerusakan mukosa yang disebabkan oleh serangan
fisi seperti pajanan berkepanjangan terhadap teh yang sangat panas, penelanan cairan
alkali, striktura yang diinduksi radiasi dan akalasia kronik . keberadaan suatu jatingan
laba-laba esofagus dalam hubungan dengan glotis dan defisinsi besi (yaitu Sindroma
Plummer-Vinson

atau

Paterson-Kelly)

dan

hiperkeratosis

kongenital

dan

lekukan/cekungan pada telapak tangan dan telapak kai (yaitu tilosis palmaris et plantaris)
masing masing telah dikaitkan dengan kanker esofagus, lebih besar dengan adanya refluk
lambung kronik (yaitu esofagus Barrett). Sebaiknya daripada kanker esofagus lain,
neoplasma yang timbul dari esofagus Barrett mengenai individu kulit putih lebih umum
dari pada kulit hitam.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana anatomi fisiologi dari Kanker Esofagus?
1.2.2 Apa saja definisi dari Kanker Esofagus?
1.2.3 Bagaimana epidemologi dari Kanker Esofagus?
1.2.4 Apa saja etiologi dari Kanker Esofagus?
1.2.5 Bagaimana Klasifikasi Tumor dari Kanker Esofagus?
1.2.6 Bagaimana manifestasi klinis dari Kanker Esofagus?
1.2.7 Bagaimana patofisiologi dari Kanker Esofagus?
1.2.8 Bagaimana WOC dari Kanker Esofagus?
1.2.9 Apa saja pemeriksaan penunjang dari Kanker Esofagus?
1.2.10 Apa saja penetalaksanaan dari Kanker Esofagus?
1.2.11 Apa saja komplikasi dari Kanker Esofagus?
1.2.12 Bagaimana pencegahan dari Kanker Esofagus?
1.2.13 Bagaimana prognosisi dari Kanker Esofagus?
1.2.14 Bagaimana Asuhan Keperawatan dari Kanker Esofagus?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Pencernaan I
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Untuk mengetahui anatomi fisiologi dari Kanker Esofagus
1.3.2.2 Untuk mengetahui definisi dari Kanker Esofagus
1.3.2.3 Untuk mengetahui epidemologi dari Kanker Esofagus
1.3.2.4 Untuk mengetahui etiologi dari Kanker Esofagus

1.3.2.5 Untuk mengetahui klasifikasi tumor dari Kanker Esofagus


1.3.2.6 Untuk mengetahui manifestasi klinis dari Kanker Esofagus
1.3.2.7 Untuk mengetahui patofisiologi dari Kanker Esofagus
1.3.2.8 Untuk mengetahui WOC dari Kanker Esofagus
1.3.2.9 Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang dari Kanker Esofagus
1.3.2.10Untuk mengetahui penatalaksanaan dari Kanker Esofagus
1.3.2.11Untuk mengetahui komplikasi dari Kanker Esofagus
1.3.2.12Untuk mengetahui pencegahan dari Kanker Esofagus
1.3.2.13Untuk mengetahui prognosis dari Kanker Esofagus
1.3.2.14Untuk mengetahui asuhan keperawatan dari Kanker Esofagus
1.4 Manfaat
Mahasiswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam mengenai anatomi fisiologi
sistem pencernaan, definisi, epidemiologi, epidemologi, etiologi, klasifikasi tumor,
manifestasi klinis, patofisiologi, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan medis,
komplikasi, prognosis, pencegahan, dan
dengan kanker esofagus.

pemberian asuhan keperawatan pada klien