Anda di halaman 1dari 17

Disusun Oleh :

1. Astini Ulia Siregar


2. Muhammad Fahmi Ibrahim
3. Nindi Sofiah
4. Rosario Arta

Daftar Isi
1. Sejarah Maskapai Lion Air
- Awal Berdirinya Maskapai
- Tentang Lion Air Group
2. Struktur Organisasi
3. Type AirCraft
4. Rute Dan Harga Tiket
5. Penghargaan yang di dapat maskapai

1. Sejarah Maskapai Lion Air


- Awal Berdirinya Maskapai
Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan
domestik yang kecil. Lion Air merupakan salah satu maskapai penerbangan
swasta. Setelah tiga belas tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan
kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana
bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi
kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika
Serikat, Lion Air didirikan pada tanggal 19 Oktober tahun 1999. Kemudian sah
secara hukum pada tanggal 15 November 1999. Namun pengoperasian baru
berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah
pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion
Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.
Lion Air mulai mengangkasa di Indonesia pada tahun 2000 dengan satu buah
pesawat di dalam armadanya. Selama tiga belas tahun beroperasi, Lion Air kini
terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan
lainnya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam, Timor Leste dan Saudi Arabia.
Sejak berdiri di tahun 2000, Lion Air telah mengambil banyak langkah penting
dalam mengusahakan harga tiket yang terjangkau bagi banyak penumpang di Asia.
Sebagai perusahaan transportasi swasta terbesar di Indonesia, Lion Air bukan
hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada penumpang, namun juga
perjalanan udara yang aman, menyenangkan dan dapat diandalkan.

Lion Air

diresmikan sebagai ketua konferensi internasional Asia Pasific Regional Aviation


(ARA) yang di adakan di singapura pada tanggal 19 November 2003. Lion Air
memperoleh Best Brand Award 2004 di SWA, sebuah majalah marketing yang
terbit di Indonesia. Hal ini diperoleh oleh marketing Research Specialist (MARS)
berdasarkan survei yang dilakukan pada enam ribu orang di lima kota besar di
Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33,6% dalam kemampuan atau
potensial dari sebuah produk untuk menambah penumpang di masa depan.
Lion Air diterapkan sebagai maskapai penerbangan resmi miss Universe dan putri
Indonesia 2004. Lion Air juga menyewakan pesawatnya dan megirimkan crew
beserta teknisinya ke Myanmar dalam rangka membantu mendirikan Myanmar
Airlines.
Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya,
Lion Air menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sedangkan perusahaan

penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor


tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan
sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga
memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air
dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke Pulau Sumatera, Batam,
Pangkalpinang, dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B (mulai 11 Oktober
2010) hingga saat ini. Sedangkan semua penerbangan internasional Lion Air
dilayani dari terminal 2E. PT. Lion Mentari Airlines Indonesia, beroprasi sebagai
Lion Air adalah maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, di mana
maskapai penerbangan ini menguasaisebagian besar pangsa pasar domestik.
Berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, Lion Air terbang ke kota-kota di Indonesia,
Singapur, Vietnam, dan Arab Saudi. Basis utama darimaskapai penerbangan ini
Bandara Udara Soekarno - Hatta, Jakarta. Maskapai ini beroperasikan
penerbangan penumpang berjadwal dengan jaringan luas dari Jakarta ke 56tujuan.
Bersamaan dengan sebagian besar maskapai penerbangan Indonesia lainnya,
LionAir (termasuk anak perusahaan Lion Air, Wings Air) berada dalam daftar
masakapai penerbangan yang dilarang di Uni Eropa karena alasan keamanan

- Tentang Lion Air Group


Lion Air merupakan salah satu bagian dari Lion Air Group yang juga menaungi
maskapai lainnya seperti Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air yang
berbasis di Malaysia, dan Thai Lion Air yang berbasis di Thailand. Ekspansi
bisnis yang agresif dan inovatif membuat Lion Air Group kini telah memiliki
sarana dan fasilitas yang lengkap guna menunjang bisnis penerbangannya seperti
adanya pusat pelatihan, pendidikan, perkantoran, dan tempat tinggal bagi ground
crew maupun flight crew, serta pusat perawatan dan pemeliharaan armada pesawat
yaitu Batam Aero Technic. Untuk terus memperluas jaringan usahanya, Lion Air
Group pun membuka bisnis dalam pengiriman paket maupun dokumen yaitu Lion
Parcel dan perhotelan yaitu Lion Hotel & Plaza yang berlokasi di Manado

- Perjalanan Lion Air


Dalam perjalanannya, Lion Air telah banyak memiliki rangkaian prestasi dan
penghargaan, serta sertifikasi internasional yang tentunya diraih untuk terus

meningkatkan kualitas dalam pelayanannya kepada masyarakat dan pelanggan


setianya. Beberapa diantaranya adalah sertifikasi ISSA yaitu sebuah standar
keselamatan dan keamanan berskala internasional yang diberikan oleh IATA dan
diraih pada Januari 2016, Lalu sertifikasi ISO 9001:2015 mengenai delay
management yang tentunya standar tersebut akan terus diaudit secara berkala.

2. Struktur Organisasi Maskapai Lion Air

3. Type Aircraft Maskapai Lion Air


Maskapai Lion Air beroperasi pertama kalinya dengan menggunakan Boeing 737-200
yang disewa untuk membuka rute ke Pontianak. Maskapai penerbangan ini
dikomandoi oleh Rusdi Kirana dan keluarganya. Dalam perkembangannya, Maskapai
penerbangan ini berencana untuk bergabung dengan IATA, tetapi sebelum masuk ke
dalam IATA, organisasi ini mengharuskan maskapai ini untuk lulus ujian IATA,
IOSA. Namun, gagal karena masalah keamanan. Tetapi, Lion Air tak patah arang
meski sempat gagal. Lion bersama Boeing mendesain framework untuk workshop
dalam pengaplikasian prosedur Kinerja Navigasi Berpemandu (KNB) di Indonesia.
Pada bulan November 2009, Maskapai mendatangkan armada terbesarnya Boeing
747-400 yang merupakan purna pakai dari maskapai Oasis Hong Kong Airlines yang
bangkrut pada tahun 2008, pada tahun berikutnya Lion Air menambah jumlah
penerbangan ke Jeddah sebanyak lima kali seminggu yang dilayani oleh 2 armada
Boeing 747-400 dengan total kursi sebanyak 992 kursi dalam sekali terbang.
Pada tanggal 19 Juli 2011, Lion Air melakukan pemberhentian sementara untuk ke 13
armadanya akibat gagalnya maskapai memenuhi OTP (on time performance) yang
ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara sampai Lion Air dapat memenuhi
sekurang-kurangnya 80 persen dari OTP. Dalam catatan resmi Kementerian
Perhubungan, OTP Lion Air hanya 66.45 persen dan merupakan yang terburuk dari 6
maskapai penerbangan utama dari bulan Januari hingga April tahun 2011 di 24 bandar
udara di seluruh Indonesia. Pada tanggal 18 November 2011, maskapai penerbangan
bersama dengan Boeing mengumumkan pemesanan 201 pesawat Boeing 737 MAX
dan 29 pesawat Boeing 737-900ER dan ini tercatat sebagai pemesanan tunggal
terbanyak oleh satu maskapai penerbangan komersial sebanyak 230 dengan nilai
$21.7 miliar.
Pada bulan Januari 2012, Lion Air dikenakan sanksi oleh Kementerian Perhubungan
setelah ditemukan beberapa pilot dan awak pesawat memiliki dan menggunakan
bahan Narkotika. Sebelumnya, hal ini dipicu ketika ditemukannya awak maskapai
(pilot dan kru darat) tertangkap basah menggunakan Sabu-sabu dan metafetamin
secara terpisah.
Lion Air mendirikan maskapai penerbangan layanan penuh dengan nama Batik Air,
yang akan mulai beroperasi pada tahun 2013 dengan menggunakan 737-900ER. Lion
Air juga menandatangani komitmen dengan Boeing untuk memesan lima buah
pesawat 787 Dreamliner untuk maskapai penerbangan ini, dan ini membuat Lion Air

menjadi maskapai penerbangan Indonesia pertama yang memesan tipe ini sejak
Garuda Indonesia membatalkan pemesannya untuk 10 Dreamliner pada tahun 2010,
dan diperkirakan akan dikirim pada tahun 2015. Maskapai ini juga telah
mempertimbangkan memesan pesawat berbadan lebar Airbus A330, tetapi memilih
untuk membeli 787.
Pada 11 September 2012, Lion Air dan National Aerospace & Defence Industries Sdn
Bhd (Nadi) menandatangani perjanjian Joint Venture untuk mendirikan maskapai
penerbangan baru di Malaysia, dengan nama Malindo Airways pada Mei 2013. Kedua
mitra juga sepakat untuk membentuk JV lain untuk memberikan layanan perawatan
pesawat untuk semua pesawat di Grup Lion Air, termasuk maskapai penerbangan
patungan di antara mereka.
Pada 18 Maret 2013, Lion Air menandatangani kontrak pembelian 234 pesawat
Airbus senilai US$ 24 miliar atau sekitar Rp 233 triliun di Perancis dan disaksikan
langsung oleh Presiden Prancis Francois Hollande. Pesawat yang dipesan adalah jenis
A320 dan A321
Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178 Boeing 737900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014. Lion Air berencana
bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines untuk
menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2 (dua)
Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.
BOEING 737-900ER
Untuk menampung tingginya permintaan trasportasi udara, Lion Air telah memilih
armada Boeing yang sangat efisien dan dilengkapi oleh pesawat komersial berkoridor
tunggal yang paling canggih di dunia. Dengan tambahan Boeing 737-900ER
terbarunya, Lion Air akan mampu menawarkan lebih banyak penerbangan non-stop
dengan tarif terjangkau ke berbagai tujuan. Anggota terbaru dari Next Generation
Boeing 737 ini adalah pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di
dunia. Ia dapat menampung hingga 213 penumpang dalam konfigurasi single-class
dan memiliki berat 9.550 ton (4.340 kg). Pesawat yang irit bahan bakar ini
mengurangi emisi karbon hingga 4%, sehingga anda meninggalkan jejak karbon yang
lebih sedikit setiap kali anda terbang bersama Boeing737-900ER. Lion Air menerima
Boeing 737-900ER pertamanya pada bulan April 2007 ketika pesawat ini diantarkan
dalam skema special cat rangkap dua yang mengkombinasikan singa Lion Air pada
sirip vertikal dan warna khas Boeing pada badan pesawat. Saat ini Lion Air telah
menerima sebanyakenam puluh pesawat Boeing 737-900ER. Lion Air beroperasi

dengan all-Boeing dalam aramadanya dan merupakan Hybird-Carrier yang pertama di


Asia. Saat ini Lion Air memiliki enam puluh delapan pesawat Boeing 737-900ER dan
diantaranya adalah konfigurasi kelas ekonomi dengan total tempat duduk sebanyak
213 buah. Delapan lainnya dalam konfigurasi Dual-Class, meliputi 10 tempat duduk
kelas bisnis dan 195 tempat duduk kelas ekonomi.
Pada tahun 2011, disela-sela ASEAN Summit di Nusa Dua, Bali tanggal 18
November 2011 Lion Air mengumumkan bahwa memesan 201 pesawat boeing 737
Maks dan 29 pesawat boeing 737-900ER. Pemesanan ini sekaligus mengalahkan
rekor dalam jumlah hal pemesanan pesawat yang sebelumnya dipegang maskpai
Emirates.
Boeing 737-900ER jenis pesawat Next Generation 737, jenis pesawat jet paling laris
di dunia. Pesawat berkapasitas hingga 220 penumpang dalam konfigurasi single-class
ini dianggap memiliki kapasitas yang lebih besar dan jangkauan lebih jauh. Next
Generation 737 lebih muda 10 tahun dan terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih jauh
dan tidak bising di bandingkan model saingannya. Boeing 737-900ER menambah
sepasang pintu keluar dan flat rear-pressure bulkhead yang memungkinkan kapasitas
hingga 220 penumpang dalam layout single-class. Perubahan-perubahan dalam desain
aerodinamis dan struktural, termasuk sayap yang diperkuat struktural, tailskid dua
posisi, perbaikan pada tepi depan dan belakang sistem flap, Blended Winglet dapat di
pilih dan tangki bahan bakar tambahan memungkinkan 737-900ER untuk
mengakomodasi berat tinggal landas yang lebih tinggi dan menaikan jangkauannya
hingga 3.200 nautical miles (5.900 km).
BOEING 737-400 Classic
Boeing 737-400 Classic adalah versi kapasitas lebih besar dari model Boeing 737-300
Classic yang populer. Ia dapat menampung 158 penumpang dalam satu kali perjalanan
dan Lion Air memiliki10 buah Boeing 737-400 Classic dalam armadanya yang
memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 150 tempat duduk kelas ekonomi.
MCDONNELL DOUGLAS 82 atau MD-82
McDonnell Douglas MD-82 adalah pesawat produksi McDonnell Douglas (MD)
Amerika Serikat yang memiliki spesifikasi pesawat jet bermesin ganda dengan daya
jelajah maksimal 3800 km dan kecepatan 811 km/jam.Daya angkut penampungan
maksimum 172 orang, minimal 137 orang, tergantung varian dan konfigurasi
kursi.MD-82 memiliki panjang 45,1 m, tinggi 9,05 m, bentang sayap 32,8 m, berat
take off maksimal 149.500 pon (67,8 ton).

4. RUTE DAN HARGA TIKET LION AIR


RUTE
1. JAKARTA (CGK) DENPASAR (DPS)
2. JAKARTA (CGK) SOLO (SOC)
3. JAKARTA (CGK) MAKASSAR (UPG)
4. JAKARTA (CGK) YOGYAKARTA (JOG)
5. JAKARTA (CGK) MEDAN (KNO)
6. BANDUNG (BDO) DENPASAR (DPS)
7. PALEMBANG (PLM) JAKARTA (CGK)
8. SURABAYA (SUB) JAKARTA (CGK)
9. SOLO (SOC) BANDUNG (BDO)
10.JAKARTA (CGK) PADANG (PDG)

HARGA TIKET
RP.763.100
RP.354.100
RP.666.700
RP.341.500
RP.671.789
RP.705.300
RP.623.700
RP.423.987
RP.312.900
RP.716.700

5. PENGHARGAAN LION AIR


Prestasi yang diraih oleh maskapai penerbangan lion air

Penghargaan dari Walikota Makassar sebagai pelopor penerbangan murah,

Penghargaan Pajak tahun 2004 dan 2005,

Padwa award dari Menteri Sosial RI sebagai perusahaan penerbangan yang paling
aktif melakukan aktifitas sosial pada tahun 2005,

Operator terbesar boeing 737-900 ER,

Maskapai penerbangan resmi Miss Universe dan Putri Indonesia tahun 2004 dan Miss
Asean 2005.

Traveller award 2009,

Penghargaan dari Kepolisian Negara Rpublik Indonesia kepada lion air atas
kontribusinya dalam menjebatani misi keterhubungan yang cepat antar pulau di
Indonesia pada hari Bhayangkara yang ke-64 tahun 2010.

Dalam kategory marketing lion air juga mendapatkan penghargaan dari:

Indonesia national brand award tahun 2006 sebagai finalis pionering sukses for new
category tahun 2006,

Top brand award tahun 2004 - 2008 dari majalah marketing,

Marketing award 2009 untuk kategory the best market driving

Untuk bidang penerbangan lion air berhasil meraih penghargaan:

Sustain the achievement AS a category 1 airline in the Indonesia safety


performance declaration.

Angkasa award 2009 sebagai Best Domestic Fare dan Most Favorite Airlines.

Top 5 airlines in passenger growth. Top 5 airlines in cargo growth yang diberikan
pada Changi airlineaward 2009 The Civil Aviation Authority of Singapore(CAAS).