Anda di halaman 1dari 5

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN

ANTI
RABIES DAN SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit
Halaman

1/5
dr. Hj Nia Soniawaty
NIP. 197204172003122005

UPTD Puskesmas Cilawu

o Tata cara pemberian vaksin anti rabies adalah cara pemberian


vaksin anti rabies yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya
Rabies atau Penyakit Anjing Gila.

1. Pengertian

o Penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf

pusat yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui


gigitan hewan penular rabies terutama anjing, kucing dan kera.
2. Tujuan

Meningkatkan

pencapaian

terhadap

kemungkinan

pencegahan,

penularan dan terjadinya Rabies di UPTD Puskesmas Cilawu.


3. Kebijakan

Keputusan Kepala

UPTD Puskesmas Cilawu Nomor : 440/

/PKM/2016 Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas

Cilawu.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang

4. Referensi

Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009


Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun
2014, tentang Puskesmas;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun
5. Prosedur/Langkah
Langkah

2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;


Uraian Umum
Dalam pelaksanaan kegiatan pemberian vaksin anti rabies ini ,
dilakukan beberapa langkah, diantaranya :
o Anamnesa : Adanya kontak,jilatan atau gigitan. Kejadian didaerah
tertular/terancam/bebas, didahului tindakan provokatif/tidak. Hewan
yang menggigit menunjukkan gejala rabies, hewan yang menggigit
hilang, lari dan tidak dapat ditangkap atau dibunuh. Hewan yang
menggigit mati, tapi masih diragukan menderita rabies. Penderita

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN


ANTI
RABIES DAN SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit
Halaman

2/5
dr. Hj Nia Soniawaty
NIP. 197204172003122005

UPTD Puskesmas Cilawu

luka gigitan pernah di VAR dan kapan ?. Hewan yang menggigit


pernah di VAR dan kapan ?.
o Pemeriksaan Fisik : Identifikasi luka gigitan (status lokalis)
o Bila ada indikasi pemberian vaksin anti rabies, maka terhadap luka
resiko rendah diberi VAR saja. Yang termasuk luka yang tidak
berbahaya adalah jilatan pada kulit luka, garukan atau lecet, luka
kecil disekitar tangan, badan dan kaki.
o Terhadap luka resiko tinggi, selain VAR juga diberi SAR. Yang
termasuk luka berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa, luka
diatas daerah bahu (muka,kepala,leher), luka pada jari tangan/kaki,
genitalia, luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multiple).
Prosedur
1) Penanganan luka gigitan hewan penular rabies :
o Cuci luka gigitan hewan tersangka rabies dengan air (sebaiknya
air yang mengalir), dengan sabun atau detergent selama 10 15
menit.
o Beri antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain).
o Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi.
2) Dosis dan cara pemberian vaksin anti rabies :
o Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin
kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.
Dosis dan cara pemberiannya sesudah digigit adalah ;
Cara pemberiannya adalah disuntikkan secara intra
muskular (im) didaerah deltoideus / lengan atas kanan dan
kiri. Dosis untuk anak dan dewasa sama yaitu 0,5 ml

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN


ANTI
RABIES DAN SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit
Halaman
UPTD Puskesmas Cilawu

3/5
dr. Hj Nia Soniawaty
NIP. 197204172003122005

dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali


pemberian sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan
hari ke 21 satu kali pemberian.
Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR
sesudah digigit ; cara pemberiannya sama diatas. Dosis
untuk anak dan dewasa sama yaitu Dasar 0,5 ml dengan 4
kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian
sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21
satu kali pemberian. Ulangan 0,5 ml sama pada anak dan
dewasa pada hari ke 90.
o Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) mempunyai kemasan yang
terdiri dari dos berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml
dan Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra kutan dan 5 ampul pelarut
@ 0,4 ml.
Dosis dan cara pemberian susudah digigit adalah ; cara
pemberian untuk vaksinasi dasar disuntikkan secara
subcutan (sc) disekitar pusar. Sedangkan untuk vaksinasi
ulang disuntikkan secara intracutan (ic) dibagian fleksor
lengan bawah. Dosis untuk vaksinasi dasar pada anak
adalah 1 ml, dewasa 2 ml diberikan 7 kali pemberian
setiap hari, untuk ulangan dosis pada anak 0,1 ml dan
dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke 11, 15, 30 dan hari
ke 90.
Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah
digigit ; cara pemberian sama dengan diatas. Dosis dasar untuk
anak 1 ml, dewasa 2 ml, diberikan 7 kali pemberian setiap hari,
untuk ulangan dosis pada anak 0,1 ml dan dewasa 0,25 ml
diberikan pada hari ke 11, 15, 25, 35 dan hari ke 90.

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN


ANTI
RABIES DAN SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit
Halaman
UPTD Puskesmas Cilawu

4/5
dr. Hj Nia Soniawaty
NIP. 197204172003122005

3) Dosis dan cara pemberian Serum Anti Rabies ( SAR ).


o Serum heterolog ( Kuda ), mempunyai kemasan bentuk vial 20 ml
( 1ml=100 IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi
disekitar luka sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra
muscular. Dosis 40 Iu/KgBB diberikan bersamaan dengan
pemberian VAR hari ke 0, dengan melakukan skin test terlebih
dahulu.
o Serum homolog, mempunyai kemasan bentuk vial 2 ml ( 1 ml=
150 IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi disekitar
luka sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra muscular.
Dosis 20 Iu/kgBB diberikan bersamaan dengan pemberian VAR
hari ke 0, dengan sebelumnya dilakukan skin test.
4) Dosis dan cara pemberian VAR untuk pengebalan sebelum digigit
(Pre Exposure Immunization).
o Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin
kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.
Cara pemberian Pertama ; disuntikkan secara intra muskular (im)
didaerah deltoideus. Dosisnya ; dasar digunakan dua dosis
masing-masing 0,5 ml pemberian pada hari 0, kemudian hari ke
28 dengan dosis 0,5 ml. Diberikan ulangan pada 1 tahun seteleh
pemberian I dengan dosis 0,5 ml dan ulangan selanjutnya 0,5 ml
tiap tiga tahun. Cara pemberian Kedua ; disuntikkan secara intra
kutan (dibagian fleksor lengan bawah) dengan dosis dasar, 0,1
ml pemberian hari ke 0, kemudian hari 7 dan hari ke 28 dengan
dosis 0,1 ml. Ulangan diberikan tiap 6 bulan satu tahun dengan
dosis 0,1 ml.
Vaksin SMBV ( Suckling Mice Brain Vaccine ), terdiri dari dus yang
berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml, dus berisi 5 ampul

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN


ANTI
RABIES DAN SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP
Tanggal Terbit
Halaman

5/5
dr. Hj Nia Soniawaty
NIP. 197204172003122005

UPTD Puskesmas Cilawu

@ 1 dosis intrakutan dan 5 ampula pelarut @ 0,4 ml. Cara pemberian ;


disuntikkan secara intrakutan (ic) di bagian fleksor lengan bawah.
Dosis dasar 0,1 ml untuk anak dan 0,25 nl untuk dewasa, pemberian
hari 0, hari 21 dan hari 42. Untuk ulangan dosis 0,1 ml untuk anak dan
0,25 untuk dewasa setiap 1 tahun.
6. Bagan Alur
7. Hal Yang Harus

di

Perhatkan
8. Unit Terkait

9. Dokumen Terkait
10. Rekaman
Historis

1. Jaga privasi pasien selama melakukan anamnesa.


2. Catat setiap informasi yang diberikan oleh pasien ke dalam rekam
medis.
1. UGD
2. BP Umum
3. Rawat Inap
4. Pustu
Rekam Medis.

Perubahan

No

Yang Di Ubah

Isi Ubahan

Tanggal Mulai Di
Berlakukan