Anda di halaman 1dari 13

A.

Rumusan Masalah:
Rumusan masalah yang dapat diambil adalah:
1. Bagaimana pengaruh umur daun terhadap kadar klorofil suatu
tanaman?
B. Tujuan:
Tujuan dari rumusan masalah di atas adalah:
1. Untuk mengukur kadar klorofil berbagai daun dari suatu tanaman
yang umurnya berbeda-beda.
C. Hipotesis:
Ha: ada pengaruh umur daun terhadap kadar klorofil, yakni
semakin tua usia daun semakin tinggi pula kadar klorofilnya.
Ho: tidak ada pengaruh umur daun terhadap kadar klorofil suatu
tanaman.
D. Kajian Pustaka:
Fotosintesis berasal dari kata foton yang bearti cahaya dan sisntesis
yang berarti penyusun. Fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat
organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang
memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya terjadi pada tumbuhan yang
memiliki klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai pigmen penangkap
cahaya (Kimball, 2002).
Fotosintesis pada hakikatnya merupakan satu-satunya mekanisme
masuknya energi ke dalam dunia kehidupan. Satu-satunya kekecualian
terjadi pada bakteri kemosintetik (Salisbury,1995).
Pada proses fotosintesis, terjadi penangkapan energi cahaya oleh
zat hijau daun untuk pembentukan bahan organik. Fotosintesis hanya
terjadi pada tanaman yang memiliki sel-sel hijau termasuk pada beberapa
jenis bakteri. Aksi dari cahaya hijau dan kuning yang menyebabkan
fotosistem pada tumbuhan tingkat tinggi dan penyerapan panjang
gelombang ini oleh daun sebenarnya relatif tinggi, lebih tinggi dari yang
ditampakkan pada spektrum serapan klorofil dan karotenoid. Tetapi,
bukan berarti bahwaada pigmen lain yang berperan menyerap cahaya
tersebut. Alasan utama mengapa spektrum aksi lebih tinggi dari spektrum
serapan adalah karena cahaya hijau dan kuning yang tidak segera diserap
akan dipantulkan berulang-ulang di dalam sel fotosintetik sampai akhirnya

diserap oleh klorofil dan menyumbangkan energi untuk fotosintesis.


(Lakitan, 2007).

Warna daun berasal dari klorofil, pigmen warna hijau yang terdapat di
dalam kloroplas. Energi

cahaya yang diserap klorofil inilah yang

menggerakkan sitesis molekul makanan dalam kloroplas. Kloroplas


ditemukan terutama dalam sel mesofil, yaitu jaringan yang terdapat di
bagian dalam daun. Karbon dioksida masuk ke dalam daun, dan oksigen
keluar, melalui pori mikroskopik yang di sebut stomata. (Campbell, dkk,
2002).
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan.
Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap
cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian
tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun
sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan
sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap
milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa
warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian
besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula
dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar
matahari ataupun penguapan air yang berlebihan (Salisbury, 2000).
Cahaya putih mengandung semua warna spektrum kasat mata dari
merah-violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap
dengan baik secara merata oleh klorofil. Adalah mungkin untuk
menetukan bagaimana efektifnya setiap panjang gelombang (warna)
diserap dengan menggunakan suatu larutan klorofil dengan cahaya
monokromatik (cahaya berwarna satu). Pigmen-pigmen klorofil menyerap
lebih banyak cahaya pada warna biru (400-450 nanometer) dan warna
merah (650-700 nanometer) dibandingkan dengan warna hijau (500-600
nanometer). Cahaya hijau akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita
2

sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Absorbsi


relatif pada berbagai panjang gelombang oleh suatu pigmen dapat diukur
dengan spectrofotometer. Adapun untuk menghitung kadar klrorofil a,
klorofil b, dan kadar klorofil total dapat digunakan rumus dari Witermans
dan De Mots sebagai berikut (Kimball, 2000).
-

Klorofil a : 13,7 x OD 665 5,76 OD 649 (mg/l)


Klorofil b : 25,8 x OD 649 7,7 OD 665 (mg/l)
Klorofil total : 20,0 x OD 649 + 6,1 OD 665 (mg/l)

E. Variabel Penelitian:
1. Variabel manipulasi

: Umur daun.
2. Variabel kontrol
daun,

: Alkohol 95%, masa

panjang

spektrofotometer (649 nm dan


nm).
3. Variabel respon

gelombang,
665

: Kadar klorofil a,b

dan total klorofil pada daun.


F. Definisi Operasional Variabel:
1. Variabel manipulasi : umur daun dibuat berbeda, tua dan muda hal
ini dilakukan untuk mengetahui kadar klorofil, sama ataukah
berbeda.
2. Variabel respon: kadar klorofil pada daun dengan umur yang
berbeda, apakah sama atau tidak. Hal ini dilakukan untuk
menjawab rumusan masalah.
G. Alat dan Bahan:
1. Alat :
Pipet tetes
Gelas ukur
Lumpang dan penumbuk porselain
Kertas saring
Alkohol 95%
Spectrofotometer
2. Bahan :
Alkohol 95%
Daun dengan umur yang berbeda, meliputi :
o Daun muda yang diambil daun yang pucuk
o Daun yang tua (diambil pada nodus ke-5 ke bawah)
3

H. Rancangan percobaan

Memotong kecil-kecil
1 gram daun segar
Menggerus potongan
daun dengan lumpang
porselin
Disaring dengn kertas
saring
Tambah 100 ml
alkohol
95%
Mengkalibrasi
Filtrat 100 ml
Mengukur kadar klorofil
dengan spectofotometer
pada 649 nm dan 665 nm
Catat nilai absorbansi
cobtical density
Menghitung kadar klorofil
I. Langkah
kerja
-klorofil
a : 13,7 x OD 655 5,76 OD 649
1) Menimbang satu gram daun muda yang masih segar, kemudian
-klorofil bkecil-kecil.
: 25,8 x OD 649 - 7,7 OD 665
memotongnya
2) Menggerus potongan-potongan daun tersebut dalam lumpang porselin
-Klorofil tot : 20,0 OD 649 + 6,1 OD 665
sampai halus.
3) Mengekstraksi gerusan daun menggunakan alkohol 95%.
4) Menyaring ekstrak tersebut dengan menggunakan kertas saring hingga
volume akhir filtrate mencapai 100 ml. Menambahkan alkohol 95%
kembali apabila filtrat yang diperoleh kurang dari 100 ml.
5) Melakukan kalibrasi pada spektrofotometer sebelum pengukuran. Larutan
yang digunakan sebagai pelarut untuk kalibrasi adalah alkohol 95%.
Mengukur kadar klorofil filtrat tersebut menggunakan spektrofotometer
pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Selanjutnya, mencatat nilai
absorbansi (optical density) larutan tersebut.
6) Menghitung kadar klorofil a, kadar klorofil b dan kadar klorofil total
dengan rumus dari Wintermans dan de Mots berikut:
4

Klorofil a
: 13,7 x OD 665 5,76 OD 649 (mg/l)
Klorofil b
: 25,8 x OD 649 7,70 OD 665 (mg/l)
Klorofil total : 20,0 x OD 649 + 6,10 OD 665 (mg/l)

J. Rancangan tabel pengamatan


Bedasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan tentang
mengukur kadar klorofil pada daun dengan umur yang berbeda-beda,
maka dapat diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 1. Pengamatan fotosintesis dan faktor yang mempengaruhinya.
No

Jenis Daun

Alamanda

Kembang
sepatu

Mahkota dewa

Soka

Wali songo

Puring kuning

Brokoli
kuning

Bayam merah

Cordyline

10

Puring merah

Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua
Muda
Tua

Klorofil a
5.10
6.12
7.68
10.34
4.17
10.99
4.28
11.30
0.39
0.35
0.58
1.56
1.39
0.56
4.03
7.77
2.51
19.8
1
5.04

Klorofil b
3.09
5.81
5.24
7.11
3.97
7.27
3.30
9.60
0.30
0.46
0.35
1.25
1.50
0.59
2.13
8.68
2.114
0.42
1.31
3.01

Klorofil Total
8.23
11.80
12.99
17.53
8.17
18.34
7.61
20.98
0.69
0.81
0.94
2.81
2.90
1.15
6.19
17.25
4.64
20.74
2.32
8.09

Bedasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan tentang


mengukur kadar klorofil pada daun dengan umur yang berbeda - beda,
maka dapat dilihat grafik hasil pengamatan dibawah ini :

Chart Title

kadar klorofil

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

klorofil a
klorofil b
klorofil total

daun muda

daun tua

umur daun

Gambar 1. Grafik kadar klorofil pada daun dengan umur berbeda

K. Rencana Analisi Data


Berdasarkan hasil praktikum maka dapat di analisis bahwa daun
tanaman dari jenis yang berbeda memiliki kadar klorofil daun yang
berbeda. Kadar klorofil daun juga berbandin lurus dengan usia daun,
artinya semakin tua usia daun, maka kandungan klorofil juga semakin
tinggi. Hal ini terlihat pada semua data, termasuk pada data kelompok
yakni, Pada daun Kembang Sepatu yang berumur muda memiliki jumlah
klorofil a sebanyak 7.68 mg/l, klorofil b sebanyak 5.24 mg/l dan klorofil
total sebanyak 12.99 mg/l, pada daun kembang sepatu yang berumur tua
memiliki jumlah klorofil a sebanyak 10.34 mg/l, klorofil b sebanyak 7.11
mg/l dan klorofil total sebanyak 17.53 mg/l. Dari kadar klorofil diatas
menunjukkan bahwa klorofil a lebih banyak dibandingkan dengan klorofil
b, sedangkan jumlah klorofil total yang terbesar dimiliki oleh daun tua.
Pada data kelas didapatkan hasil untuk daun alamanda yang
berumur muda memiliki jumlah klorofil a sebanyak 5.10 mg/l, klorofil b
sebanyak 3.09 mg/l dan klorofil total sebanyak 8.23 mg/l, pada daun
jambu biji tua memiliki jumlah klorofil a sebanyak 6.12 mg/l, klorofil b
sebanyak 5.81 mg/l dan klorofil total sebanyak 11.80 mg/l.
Daun mahkota dewa yang berumur muda memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 4.17 mg/l, klorofil b sebanyak 3.97 mg/l dan klorofil total
sebanyak 8.17 mg/l, pada daun mahkota dewa tua memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 10.99 mg/l, klorofil b sebanyak 7.27 mg/l dan klorofil total
sebanyak 18.34 mg/l.
Daun soka yang berumur muda memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 4.28 mg/l, klorofil b sebanyak 3.30 mg/l dan klorofil total
sebanyak 7.61 mg/l, pada daun soka tua memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 11.30 mg/l, klorofil b sebanyak 9.60 mg/l dan klorofil total
sebanyak 20.98 mg/l.
Daun wali songo yang berumur muda memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 0.39 mg/l, klorofil b sebanyak 0.30 mg/l dan klorofil total
sebanyak 0.69 mg/l, pada daun soka tua memiliki jumlah klorofil a

sebanyak 0.35 mg/l, klorofil b sebanyak 0.46 mg/l dan klorofil total
sebanyak 0.81 mg/l.
Daun puring kuning yang berumur muda memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 0.58 mg/l, klorofil b sebanyak 0.35 mg/l dan klorofil total
sebanyak 0.94 mg/l, pada daun puring kuning tua memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 1.56 mg/l, klorofil b sebanyak 1.25 mg/l dan klorofil total
sebanyak 2.81 mg/l.
Daun brokoli kuning yang berumur muda memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 1.39 mg/l, klorofil b sebanyak 1.50 mg/l dan klorofil total
sebanyak 2.90 mg/l, pada daun brokoli kuning tua memiliki jumlah
klorofil a sebanyak 0.56 mg/l, klorofil b sebanyak 0.59 mg/l dan klorofil
total sebanyak 1.15 mg/l.
Daun bayam merah yang berumur muda memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 4.03 mg/l, klorofil b sebanyak 2.13 mg/l dan klorofil total
sebanyak 6.19 mg/l, pada daun bayam merah tua memiliki jumlah klorofil
a sebanyak 7.77 mg/l, klorofil b sebanyak 8.68 mg/l dan klorofil total
sebanyak 17.25 mg/l.
Daun cordyline yang berumur muda memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 2.51 mg/l, klorofil b sebanyak 2.14 mg/l dan klorofil total
sebanyak 4.64 mg/l, pada daun cordyline tua memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 19.8 mg/l, klorofil b sebanyak 0.42 mg/l dan klorofil total
sebanyak 20.74 mg/l.
Daun puring merah yang berumur muda memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 1 mg/l, klorofil b sebanyak 1.31 mg/l dan klorofil total sebanyak
2.32 mg/l, pada daun puring merah tua memiliki jumlah klorofil a
sebanyak 5.04 mg/l, klorofil b sebanyak 3.01 mg/l dan klorofil total
sebanyak 8.09 mg/l.
Diskusi

1. Jelaskan mengapa kadar klorofil daun pada berbagai umur berbeda!


Kemukakan pendapat saudara dengan memberikan teori-teori yang
mendukung!
Jawab :
Letak daun mempengaruhi kecepatan fotosintesis dan kecepatan
fotosintesis berpengaruh terhadap kadar klorofil. Pada daun yang masih
muda akan memperoleh cahaya yang lebih banyak sehingga diperlukan
sedikit klorofil untuk menangkap cahaya. Setelah ditangkap maka cahaya
tersebut akan dialirkan ke pusat reaksi dalam bentuk electron. Electron ini
didebut electron tereksitasi dan dari proses eksitasi electron akan
dihasilkan energi eksitasi. Energi ini berguna untuk proses fotosintesis.
Sedangkan pada daun yang sudah tua akan memperoleh cahaya yang lebih
sedikit sehingga diperluan banyak klorofil untuk menangkap cahaya yang
akan dialirkan ke pusat reaksi. Karena itu kadar klorofilnya lebih banyak.
Pernyataan ini sesuai dengan teori afinitas electron, bahwa makin jauh dari
cahaya maka akan dibutuhkan energi yang banayak untuk menagkap
electron. Hal ini menjadikan kadar klorofil menjadi lebih banyak.
2. Jelaskan fungsi klorofil di dalam proses fotosintesis !
Jawab :
Klorofil sebagai pigmen fotosintesis yang fungsinya sebagai
pigmen yang menyerap cahaya. Jika yang menyerap energi foton itu
adalah molekul klorofil atau pigmen yang lain, maka molekul itu
kemudian akan berada dalam keadaan tereksitasi, dan energi eksitasi inilah
yang digunakan dalam fotosintesis. Klorofil atau pigmen yang lain itu
akan tetap dalam keadaan tereksitasi untuk waktu yang singkat, biasanya
10-9 detik atau malahan kurang dari itu, energi eksitasi akan hilang pada
waktu elektron kembali ke orbitnya semula.
3. Manakah di antara tumbuhan terdedah dan ternaung (pada spesies yang
sama) yang memiliki jumlah klorofil terbesar? Mengapa demikian?
Jawab :

Tumbuhan yang memiliki jumlah klorofil yang lebih banyak adalah


daun yang ternaung karena dengan letaknya yang ternaung dari daun-daun
yang lain maka cahaya yang mengenai daun juga lebih sedikit, akibatnya
klorofil tidak banyak digunakan untuk proses fotosintesis sehingga
kandungan klorofilnya banyak. Sedangkan daun yang letaknya terdedah
cahaya yang mengenai semakin besar. Sehingga klorofilnya banyak
digunakan untuk proses fotosintesis, akibatnya jumlah klorofilnya semakin
sedikit.
L. Hasil Analisi Data
Berdasarkan analisis data di atas diketahui bahwa terdapat factor yang
mempengaruhi kadar klorofil pada daun. Pada setiap jenis daun mempunyai
kadar klorofil yang berbeda, walaupun daun-daun tersebut dalam satu
tumbuhan. Salah satu faktorn yang mempengaruhi adalah umur daun, yakni
semakin tua umur daun maka semakin tinggi kadar klorofilnya. Selain itu juga
ada faktor lain yang mempengaruhi kandungan kadar klorofil adalah pigmen
warna lain yang dominan pada daun seperti karotenoid dan xantofil.
Kadar klorofil a dan b pada daun kembang sepatu muda berbeda,
karena kedua klorofil tersebut memiliki fungsi yang berbeda yang mana
klorofil a berfungsi sebagai pusat reaksi sedangkan klorofil b berfungsi
sebagai antena yang menangkap cahaya matahari, sehingga pada daun yang
masih muda kandungan klorofil a lebih banyak dibandingkan klorofil b karena
daun muda masih sangat aktif dalam melakukan proses metabolisme seperti
fotosintesis. Hal tersebut juga sama dengan hasil data kelas yaitu jumlah
klorofil a lebih banyak dibandingkan dengan klorofil b pada daun yang muda.
Dan pada data kelas maupun data kelompok jumlah klorofil pada daun
muda dengan daun tua memiliki jumlah klorofil yang berbeda, yakni jumlah
klorofil pada daun tua lebih banyak dibandingkan dengan daun muda hal ini
dikarenakan ada faktor yang mempengaruhi kadar klorofil pada daun yaitu
umur daun. Pada setiap jenis tanaman, daun dengan umur daun berbeda
mempunyai kadar klorofil yang berbeda, walaupun daun-daun tersebut berada

10

pada satu tanaman. Semakin tua umur daun, maka semakin banyak kadar
klorofilnya.
Pada tanaman brokoli kuning klorofil pada daun muda lebih banyak
dibandingkan dengan daun tua hal ini dikarenakan warna daun brokoli kuning
yang muda adalah hijau sedangkan daun brokoli tua bewarna kuning sehingga
dapat berpengaruh pada jumlah klorofil antara daun muda dan daun tua.
Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam
tumbuhan, menyerap cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan
cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya.
Terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai
energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis.

Klorofil A

merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan
autotrof. Klorofil B terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan
darat. Klorofil C terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatosme
Bacillariophyta.

Klorofil D terdapat pada ganggang merah Rhadophyta

(Lakitan, 1993).
Warna daun berasal dari klorofil, pigmen warna hijau yang terdapat di
dalam kloroplas. Energi

cahaya yang diserap klorofil inilah yang

menggerakkan sitesis molekul makanan dalam kloroplas. Kloroplas ditemukan


terutama dalam sel mesofil, yaitu jaringan yang terdapat di bagian dalam daun.
Karbon dioksida masuk ke dalam daun, dan oksigen keluar, melalui pori
mikroskopik yang di sebut stomata. (Campbell, dkk, 2002).
Kadar klorofil b pada daun muda tanaman lebih rendah dibandingkan
dengan kadar klorofil b pada daun tuanya. Hal ini disebabkan adanya pigmen
lain yang lebih dominan pertumbuhannya dibandingkan klorofil, yakni
karoten dan xantofil yang memberi warna kuning dan merah. Karena
berdasarkan warna daun yang diamati, daun tidak saja menampakkan warna
hijau, melainkan merah dengan bercak kuning.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi kadar klorofil adalah suhu,
kelembaba, cahaya dan letak daun yang terdedah dan ternaung. Pada daun

11

yang terdedah, jika pencahayaannya dengan intensitas tinggi, maka klorofil


akan rusak sehingga daun akan membentuk karotenoid (karoten dan xantofil)
yang banyak untuk melindungi klorofil dari kerusakan, sehingga kadar klorofil
daun tersebut lebih rendah daripada karotenoid. Sehingga pada daun ternaung
yaitu dengan intensitas pencahayaan kurang, yang terjadi adalah kadar klorofil
lebih tinggi daripada karotenoid. Luas permukaan juga mempengaruhi kadar
klorofil daun, karena luas permukaan menentukan luas daerah pencahayaan
dan banyaknya jaringan palisade serta jaringan sponsa yang terdapat pada
daun. Keseluruhan dari hasil praktikum menunjukkan bahwa faktor umur daun
berpengaruh pada kadar klorofil. Semakin tua umur daun, kadar klorofilnya
juga semakin tinggi.

M. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pengaruh kadar enzim terhadap
kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Umur daun mempengaruhi kadar klorofil pada daun. Daun bunga
sepatu pada daun setengah tua memiliki kadar klorofil paling tinggi
dari pada daun muda dan daun pada tua. Hal tersbut dapat dikarenakan
karena faktor lingkungan yang tidak mendukung, penurunan
kemampuan fotosintesis dan adanya suatu penyakit pada daun tersebut.
2. Jenis daun juga sangat mempengaruhi kadar klorofil daun. Daun hijau
memiliki kadar klorofil tertinggi jika dibandingkan dengan daun yang
memiliki warna yang lain.
N. Daftar Pustaka
Campbell, dkk. 2002 Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Devlin, Robert M. 1975. Plant Physiology Third Edition. New York :
D.Van Nostrand.
Kimball, John. W. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta :
Erlangga.
Lakitan, Benyamin. 1993. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta :
PT. Grafindo Persada.

12

Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta :


PT. Raja Grafindo Persada.
Rahayu, Yuni Sri dkk. 2016. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Surabaya : Jurusan Biologi FMIPA UNESA.
Salisbury, Frank B, dkk. 2000. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Penerbit
ITB Bandung.
Sasmitamihardja, Dardjat dan Arbayah Siregar. 1996. Fisiologi
Tumbuhan. Bandung: Jurusan Biologi FMIPA ITB.

13