Anda di halaman 1dari 5

TEKS CERITA SEJARAH

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei


Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang di peringati setiap tanggal 2 mei , secara keseluruhan sejarah dan
makna hari pendidikan nasional akan berujung pada kisah perjuangan Ki Hajar Dewantara dan sosok dari
Bapak Pendidikan nasional Indonesia itu sendiri yang dinisbatkan pada beliau . bacaan bacaan seperti ini
barang kali akan menyegarkan ingatan kita akan perjuangan Beliau dalam memberikan pendidikan pada
rakyat pribumi tanah air IndoMeskipun anda pernah mempelajari sejarah mengenai beliau Ki Hajar
Dewantara maupun sejarah hari pendidikan nasional namun tak ada salahnya sedikit mengulas nya kembali
untuk memperingati da meramaikan hari pendidikan nasional tahun ini yang jatuh pada hari sabtu tanggal
2 mei 2015
Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman
penjajahan Belanda. Ia merupakan pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang
memberikan kesempatan bagi para pribumi yang pada saat itu tidak memperoleh hak pendidikan agar bisa
memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda pada saat itu.
Tanggal kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Diantaranya karena usaha beliau dalam mencari hak hak bagi rakyat indonesia dalam mendapatkan
pendidikan ditengah tengah penjajahan Belanda, saat itu terjadi diskriminasi terhadap warga Indonesia
dengan tak boleh belajar , akan tetapi hanya anak anak dari orang Belanda saja yang boleh mengenyam
bangku pendidikan.
Ki Hajar Dewantara bekerja sebagai penulis dan wartawan diberbagai surat kabar, antara lain,Sediotomo,
Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisantulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial. Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam
organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908.
Tulisan Ki Hajar Dewantara yang paling terkenal adalah Seandainya Aku Seorang Belanda (Als ik een
Nederlander was), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker, 13 Juli 1913. Kutipan
tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.
Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri
yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil,
tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide
untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula
kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang
terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander
diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.
Atas keadaan itulah, beliau berusaha menentang Belanda dengan kritikan nya dan berbuah pengasingan
dirinya ke negara Belanda, akan tetapi sepulangnya dari negri kincir angin, beliau justru mendirikan Taman

Siswa, tempat belajarnya anak anak Indonesia tahun 1922 di Jogjakarta. Atas jasa-jasanya dalam merintis
pendidikan, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya 2 Mei
dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Tabel struktur teks cerita sejarah Hari Pendidikan


Struktur Teks
Orientasi

Kalimat dalam Teks


Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang di peringati setiap tanggal 2 mei ,
secara keseluruhan sejarah dan makna hari pendidikan nasional akan
berujung pada kisah perjuangan Ki Hajar Dewantara dan sosok dari Bapak
Pendidikan nasional Indonesia itu sendiri yang dinisbatkan pada beliau .
bacaan bacaan seperti ini barang kali akan menyegarkan ingatan kita akan
perjuangan Beliau dalam memberikan pendidikan pada rakyat pribumi
tanah air IndoMeskipun anda pernah mempelajari sejarah mengenai beliau
Ki Hajar Dewantara maupun sejarah hari pendidikan nasional namun tak
ada salahnya sedikit mengulas nya kembali untuk memperingati da
meramaikan hari pendidikan nasional tahun ini yang jatuh pada hari sabtu
tanggal 2 mei 2015

Urutan peristiwa
sejarah
Tahap 1

Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pelopor pendidikan bagi kaum


pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia merupakan pendiri
Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan
kesempatan bagi para pribumi yang pada saat itu tidak memperoleh hak
pendidikan agar bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para
priyayi maupun orang-orang Belanda pada saat itu. Tanggal kelahirannya
diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Urutan peristiwa
sejarah tahap 2

Diantaranya karena usaha beliau dalam mencari hak hak bagi rakyat
indonesia dalam mendapatkan pendidikan ditengah tengah penjajahan
Belanda, saat itu terjadi diskriminasi terhadap warga Indonesia dengan tak
boleh belajar , akan tetapi hanya anak anak dari orang Belanda saja yang
boleh mengenyam bangku pendidikan.

Urutan peristiwa
sejarah tahap 3

Ki Hajar Dewantara bekerja sebagai penulis dan wartawan diberbagai surat


kabar, antara lain,Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia,
Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya
komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial. Ki Hajar Dewantara
juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi

Oetomo (BO) tahun 1908.


Tulisan Ki Hajar Dewantara yang paling terkenal adalah Seandainya Aku
Seorang Belanda (Als ik een Nederlander was), dimuat dalam surat kabar
De Expres pimpinan Douwes Dekker, 13 Juli 1913. Kutipan tulisan
tersebut antara lain sebagai berikut.

Urutan peristiwa
sejarah tahap 4

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan


pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri
kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil,
tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan
sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan
perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula
kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku
seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan
kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan
ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun
baginya.

Reorientasi
Atas keadaan itulah, beliau berusaha menentang Belanda dengan kritikan
nya dan berbuah pengasingan dirinya ke negara Belanda, akan tetapi
sepulangnya dari negri kincir angin, beliau justru mendirikan Taman
Siswa, tempat belajarnya

anak anak Indonesia

tahun

1922 di

Jogjakarta. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan, ia dinyatakan


sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya 2 Mei
dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH


a.

Kelompok kata nomina


Opositif

Paragraf 2

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh pelopor pendidikan


-

Paragraf 4

Ki Hijar Dewantara bekerja sebagai penulis dan wartawan diberbagai surat kabar
Koordinatif
-

Paragraf 4

Sediotomo,midden java,de express,oetoesan hindia,kaoem moeda,jahaja timoer,dan poesara.


Modifikatif
-

Paragraph 4

Organisasi social
b. Kelompok kata verba
Opositif
-

Paragraf 1

Bapak pendidikan nasional Indonesia yang dinisbatkan pada beliau


-

Paragraf 3

Mengenyam bangku pendidikan


c.

Konjungsi temporal
Dan,pada,akan,maupun,namun,untuk,pada
lain,sudah,bahwa dan sebagainya.

saat,sebagai,diantaranya,dengan,akan

tetapi,antara

d. Keterangan tempat,waktu dan peristiwa

No.

Peristiwa

Waktu

1.

2.

Tempat
Sel

Hari pendidikan nasional

2 MEI

Pembuatan buku Ki Hajar


Dewantara

13 JULI 1913

3.
Pendirian taman siswa

e.

1922

Nominalisasi
Sufiks
Bacaan,ingatan,diskriminasi,pikiran.
Prefiks
Sejajar,secara.
Konfiks
Pendidikan,keseluruhan,perjuangan,kemerdekaan,penjajahan.
Kombinasi afiks
Menyelengarakan,menyegarkan.

JOGJAKARTA