Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Arialdy Nurazmi

NIM

: 1404776

Prodi

: Pendidikan Teknik Arsitektur-S1

Mata Kuliah : Sejarah Arsitektur


Dorik, Ionik dan Korintian
Aturan Dorik dijelaskan sebagai aturan paling dasar, yang memiliki karakter dan
proporsi kuat dan indah seperti layaknya tubuh laki-laki. Kolom Dorik berpenampang
besar dan menyentuh dasar tanpa telapak (base). Permukaan tiang Dorik berhiaskan
cekungan-cekungan tegak (flute) dan garis-garis runcing (Aris) yang tegas. Kepala kolom
(capital) Dorik terdiri dari bantalan tekan (euchinus) yang menopang sebuah lempeng
bujur sangkar (abacus). Kepala kolom ini menopang balok melintang, architrave, yang
sederhana tanpa ornamentasi. Architrave menopang frieze, yaitu deretan triglyph dan
metope, yang menopang cornice. Bagian di atas kepala kolom hingga cornice diebut
entablature.
Urut-urutan dalam aturan Dorik, bila digambarkan dengan cermat, semestinya
mudah dimengerti sebagai penyaluran beban sederhana. Diluar ragam bentuk elemenelemen yang ada, secara prinsip sebenarnya hanya ada 2 macam elemen yang terlibat
disana yaitu elemen penyaluran beban vertikal berupa kolom, dan elemen penyaluran
beban horizontal. Elemen horizontal terdiri dari balok-balok memanjang dan melintang
yang tumpang tindih bergantian. Tidak ada elemen yang menyalurkan beban dengan arah
diagonal.
Berkat penggunaan material batu, berbagai fungsi elemen yang ada pada konstruksi
kayu tidak lagi diperlukan. Keberadaan triglyph pada aturan Dorik sebenarnya merupakan
sisa-sisa balok melintang kayu pada kuil-kuil pada periode Archaic (Sejak 10 SM sampai
dengan 7 SM). Pada konstruksi kayu, triglyph berfungsi sebagai balok lateral yang
memperkecil bentang dan mendistribusikan beban atap. Namun pada konstruksi batu,
peran struktural triglyph telah digantikan oleh cornice sehingga peran triglyph berubah
menjadi ornamen yang tampil berselingan dengan metope.
Pada aturan Ionik, kolom memiliki alas dan capital berbentuk seperti tanduk
domba. Diatas kolom, architrave ionik terdiri dari 3 lapis fasciae (bidang yang dihias
dengan relief/patung). Frieze tidak lagi terdiri dari metope dan triglyph namun tampil
berupa relief menerus. Aturan ionik umumnya diasosiasikan dengan keanggunan dan
keindahan tubuh wanita. Proporsinya yang ramping menandakan karakter berbeda dari
aturan Dorik.
Artikulasi dan proporsi menentukan karakter tertenu, dan karakter ini dapat
diasosiasikan dengan nilai-nilai dan hierarki tertentu. Namun menariknya setiap aturan ini
dapat dikombinasikan dalam satu bangunan atau dikawinkan dan menghasilkan aturan

baru. Aturan korintian memiliki gabungan kedua karakter Dorik dan ionik, dianggap
merupakan penyempurnaan dari kedua aturan tersebut.

Gambar
Stoa Attalus yang telah dipugar, Athena

(1.1)

Gambar
(1.2)
Bagian atas dari Yunani Akademi Nasional yang dibangun di athena, mempertunjukkan pahatan pediment.

Gambar
Tholos di Delphi

(1.3)

Gambar
Tampak depan dari perpustakaan Celcus, Ephesus.

(1.4)

Gambar
Teater Herodes Atticus, Athena.

(1.5)

Gambar
(1.6)dan
(1.7)
Kuil Hephaestus, menunjukkan kolom dengan gaya Doric. Dan disampingnyaKuil Erechtheum di Athena,
menunjukkan kolom dengan gaya Ionic

Gambar
Kuil olympic Zeus di Athena, menunjukkan kolom dengan gaya corinthian.

(1.8)