Anda di halaman 1dari 2

ALOKASI SUMBERDAYA ALAM ANATAR WAKTU

a) Periode waktu perencanaan yang sangat penting


b) Risiko dan ketidakpastian
Seperti yang telah diketahui risiko dapat diperkirakan sebelumnya, tetapi
ketidakpastian (uncertainty) tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Masa yang
akan datang sangatlah tidak pasti. Ketidakpastian ini menjadi semakin parah
apabila periode perencanaan mencangkup banyak generasi dimasa mendatang
dan kemampuan kita mengembangkan dan melaksanakan teknologi baru
melampaui kita dalam membuat perkiraan, memantau, dan memperkecil
dampak negatif dari teknologi tersebut. Dalam membuat perencanaan jangka
panjang, beberapa jenis ketidakpastian teknologi dan ketidakpastian
permintaan.
Ketidakpastian teknologi merupakan kekurangan dalam pengetahuan
mengenai dampak negatif teknologi baru dan ketidakmampuan melihat
teknologi baru yang akan berkembang pada masa yang akan datang. Sebagai
misal adalah teknologi baru yang memungkinkan tersediaanya dengan mudah
sumberdaya alam yang siap mengganti sumberdaya yang tidak pulih apabila
persediaanya habis. Optimisme yang berlebihan tentang perkembangan
teknologi baru akan mengakibatkan pengambilan sumberdaya tak pulih pada
laju yang sangat tinggi yang pada gilirannya akan mengakibatkan biaya yang
mahal bagi generasi mendatang. Sebaliknya bila kita terlalu pesimis
mengenai

perkembangan

teknologi

di

masa

datang,

maka

tingkat

pengambilan sumberdaya alam akan berada pada laju yang sangat rendah dan
tidak efisien. Ketidakpastian teknologi berkaitan dengan teknologi bagi
penggunaan suberdaya alam. Perkembangan teknologi dapat berupa
penemuan baru sumberdaya alam baru yang semula tidak dianggap sebagai
sumberdaya alam dan masih rendah nilainya. Sebagai misal penemuan obat
obatan baru yang berasal dari kehidupan biologis. Ini merupakan alasan bagi
pelestarian jenis jenis kehidupan yang mulai langka.

Sumberdaya alam didefinisikan sebagai sesuatu yang bernilai karena


memang berguna dan langka. Selera dan prefensi perorangan pada generasi
yang akan datang dapat berbeda dengan selera dan prefensi dengan generasi
sekarang. Di samping itu juga tidak mudah untuk memperkirakan jumlah
penduduk dan pendapata per kapita dari generasi mendatang. Oleh karena itu,
akan ada ketidakpastian mengenai bagaimana perubahan pola permintaan di
masa depan dalam kaitannya dengan kelangkaan suberdaya alam. Kelangkaan
dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, dan teknologi mempengaruhi
pula permintaan dan penawaran. Teknologi mampu memperkenalkan barang
barang baru dan alat pemuas kebutuhan baru, tetapi permintaan efektif
terhadap barang barang baru tersebut tidak akan ada sampai barang barang
baru tersebut benar benar tersedia dalam masyarakat.