Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN SEBELUM MENIKAH SIRI (PRA NIKAH)

Pada hari ini, tanggal.. bulan..


tahun 2016, di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang Jawa Timur, telah dibuat
perjanjian sebelum menikah siri (pra nikah) oleh dan antara:
Nama
:
Nomor ID KTP
:
Pekerjaan
:
Alamat
:
Sebagai pihak pertama,
Nama
:
Nomor ID KTP
:
Pekerjaan
:
Alamat
:
Sebagai pihak kedua,
Kedua belah pihak, sepakat mengikatkan diri dalam sebuah perkawinan siri dan untuk itu
bersepakat membuat perjanjian yang telah disepakati dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Pihak pertama bertanggung jawab memberikan nafkah kepada istri dan anak
bungsu dari pihak kedua sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku
serta syariat agama islam yang dianut.
2) Kedua belah pihak pada umumnya dan pihak pertama pada khususnya,
menyepakati untuk tidak melakukan poligami selama berumah tangga.
3) Pihak pertama harus menyayangi dan menjaga anak bungsu pihak kedua seperti
anakmya sendiri.
4) Kedua belah pihak pada umumnya dan pihak pertama pada khususnya,
menyepakati tidak diperkenankan melakukan kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) baik terhadap istri maupun anak. Sebagaimana telah diatur dalam UU RI
No.23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
5) Harta kekayaan yang dimiliki/diperoleh sebelum pernikahan adalah milik masingmasing pihak.
6) Harta kekayaan yang diperoleh oleh kedua belah pihak selama berlangsungnya
pernikahan adalah milik bersama.
7) Salah satu pihak tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan hukum tanpa izin
terhadap harta bersama termasuk menjual, membeli, menggadaikan, dan
menjaminkan harta bersama kepada pihak ketiga.
8) Kedua belah pihak menyepakati untuk menerapkan pola asuh demokrasi,
komunikasi dua arah, jujur dan saking terbuka dalam berumah tangga.

Demikian surat perjanjian sebelum menikah siri (pra nikah) ini dibuat. Bermaterai cukup dan
ditanda tangani oleh para pihak dan saksi dalam keadaan sadar, sehat jasmani, dan rohani
tanpa paksaan dari pihak manapun. Apabila dalam persetujuan ini ada pihak yang tidak
menjalankan kesepakatan dikemudian hari maka bisa diperkarakan ke pihak yang berwajib.

Pihak kedua

Pihak pertama

materai
(..)
Saksi 1

(.)

(..)
Saksi 2

(..)