Anda di halaman 1dari 20

Mengelola Teknologi dan Inovasi

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pengantar Manajemen
yang dibina oleh Ibu Mika Marsely,S.Pd, MA
oleh
Lika Tri Utami

150422606715

Maryam Hafidhatul Izzah

150422606766

Muhammad Rijal I

150422605703

Nadia Putri Aisyah

150422602365

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
APRIL 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas karya tulis yang berjudul Mengelola Teknologi dan Inovasi. Karya tulis
ini disusun untuk memenuhi tugas Pengantar Manajemen.
Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dengan adanya
penyusunan karya tulis seperti ini, pengamatan yang penulis laksanakan dapat
tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali pada kesempatan yang lain
untuk kepentingan proses belajar kita terutama dalam bidang pancasila.
Dalam penyusunan karya tulis ini tentu jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan dan
penyempurnaan karya tulis ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam
pembuatan karya tulis yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya
karya tulis ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu
pengetahuan.

Malang, 27 April 2016

Penulis

1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Inovasi Teknologi yaitu memperkenalkan suatu teknologi yang baru,


pelayanan yang baru, dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Pada
kenyataannya inovasi tekhnologi sangat menakutkan, terutama dalam hal
kompleksitas dan kecepatan perubahannya. Belum lama ini, produk baru yang
telah

menelan

waktu

selama

bertahun-tahun

untuk

direncanakan

dan

dikembangkan, telah diproduksi secara massal dan didorong ke pasar melalui


penjualan yang luas serta kampanye promo nasional. Kinerja penjualan untuk
produk ini diukur dalam beberapa dekade. Proses produksi juga menggunakan
peralatan khusus untuk membuat produk-produk terstandardisasi dan dapat
menghemat proses produksi melalui konsep skala ekonomi. Tetapi anehnya,
pelanggan saat ini sering kali menuntut produk yang belum didesain.
Pengembangan produk sekarang cenderung dijadikan sebagai ajang perlombaan
bagi perusahaan untuk menjadi pihak pertama yang dapat memperkenalkan
produk inovatifnya. Siklus hidup produk tersebut sering diukur dalam penjualan
bulanan karena teknologi dari produk mereka dapat dengan cepat digantikan oleh
produk lainnya, bahkan dengan produk yang berteknologi lebih canggih.
Sekarang ini, manajer dan organisasi sangat bergantung pada pengelolaan
penggunaan teknologi yang efektif, tidak hanya untuk melaksanakan tugas-tugas
dasar, tetapi jauh lebih penting, yaitu untuk memastikan keberlanjutan daya saing
dari produk dan jasa mereka. Pada kondisi pasar di mana teknologi dan inovasi
berkembang dengan sangat ceoat, manajer harus memahami bagaimana sebuah
teknologi dimunculkan, bagaimana teknologi dikembangkan, dan bagaimana
mengubah cara organisasi bersaing serta cara kerja orang-orang yang terlibat di
dalamnya. Dalam makalah ini, akan membahas bagaimana teknologi dapat
mempengaruhi daya saing organisasi dan bagaimana untuk mengintegrasikan
teknologi ke dalam strategi kompetitif organisasi serta menilai kebutuhan
teknologi dari sudut pandang organisasi dan menilai cara mana yang tepat untuk
digunakan agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja yang dapat memacu pengembangan teknologi baru?

2. Bagaimana cara mengelola teknologi untuk mendapatkan keunggulan


kompetitif?
3. Apa saja Faktor Utama Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Keputusan
Teknologi?
4. Bagaimana mengorganisasi inovasi

2. BAHASAN
2.1 Teknologi dan Inovasi
Secara Umum kita dapat menganggap teknologi sebagai komersialisasi
ilmu pengetahuan yang berarti aplikasi sistematis pengetahuan ilmiah untuk
menemukan produk baru, proses, atau jasa. Ketika teknologi digunakan dalam
menciptakan produk atau jasa baru maka hal tersebut bisa dianggap sebagai
inovasi dalam produk atau jasa tersebut. Inovasi adalah cara kerja baru yang
menciptakan nilai. Inovasi dapat menjadi salah satu dari tiga jenis dasar:
1. Inovasi produk adalah perubahan dalam output (barang atau jasa) yang
organisasi hasilkan.
2. Inovasi proses adalah perubahan dalam cara menciptakan output(barang atau
jasa) yang dihasilakan.
3. Inovasi model bisnis pada perubahan dalam cara organisasi menciptakan dan
memberikan nilai. Perubahan ini dapat memengaruhi setiap elemen model
bisnis perusahaan : proposisi nilai pelanggan (masalah dasar harus
dipecahkan, seperti bahan bakar ramah lingkunganyang memiliki biaya
produksi dan harga jual sebanding dengan bahan bakar fosil), rumus laba
(panduan kinerja laporan keuangan dibandingkan dengan keberhasilan
pendapatan), sumber daya kunci (orang, teknologi, fasilitas, merek, dll), dan
proses kunci. Contoh inovasi model bisnis termasuk Amazon (penjualan
buku), Netflix (penyewaan vidio), da NetJets (perjalanan bisnis)
Pola inovasi dapat didefinisikan dan dapat diprediksi dengan melihat cara
suatu tekologi muncul, berkembang dan berganti.Daya kebutuhan mendorong
penciptaan teknologi baru, yang kemudian mengikuti pola siklus hidup yang
jelas. Memahami bagaimana daya ini mendorong perkrmbangan teknliogi, serta

bagaiman pola yang mereka ikuti dapat membantu manajer mengantisipasi,


memonitor, dan mengelola teknologi yang lebih efektif.
1. Harus ada kebutuhan atau permintaan terhadap teknologi. Tanpa adanya
kebutuhan yang mendorong proses ini, tidak ada alasan dilakukan inovasi
teknologi
2. Memenuhi kebutuhan harus dilakukan secara teoritis, dan pengetahuan untuk
melakukannya harus bersedia dari ilmu dasar
3. Kita harus mampu mengubah pengetahuan ilmiah dalam dunia praktik, baik
pengetahuan dari ilmu teknik maupun istilah ekonomi. Jika secara teoritis
dapat melakukan sesuatu hal, tetapi melakukan secara praktis dan ekonomis,
maka teknologi yang diharapkan tidak akan muncul.
4. Pendanaan, tenaga kerja yang terampil, waktu, ruang, dan sumber daya lain
yang diperlukan mengembangkan ternologi harus tersedia
5. Inisiatif kewirausahaan diperlukan untk mengidentifikasi dan menarik semua
elemen yang diperlukan secara bersama-sama
Siklus Hidup Teknologi
Siklus hidup teknologi merupakan pola yang terprediksi yang diikuti
dengan inovasi teknologi, dari pengenalan tahap awal, pengembangan produk,
hingga sampei pada tahap kejenuhan pasar dan penggantian produk. Siklus ini
dimulai dari pengakuan kebutuhan dan presepsi sarana mengenai kebutuhan yang
dapat dipenuhi melalui ilmu terapan atau pengetahuan. Pengetahuan dan ide-ide
disatukan serta dikembangkan, yang berpuncak pada inovasi teknologi baru. Pada
awal, pesaing terus bereksperimen dengan desain produk dan karakteristik
operasional yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga
pada tahap ini tingkat inovasi produk pada tingkat tertinggi.
Setelah masalah awal diselesikan dan desain yang dominan muncuul,
perbaikan datang lebih banyak dari inovasi proses untuk mennyempurnakan
teknologi yang dianggap paling baik. Pada titik ini manajer dapat memperoleh
manfaat dengan mengejar efisiensi prosen dan daya saing biaya.
Akhirnya, teknologi baru mulai mencapai batas dari kemampuan performa
dan penyebaran penggunaan. Pengembangan produk melambat dan menjadi
semakin mahal, pasar juga terindikasi menjadi jenuh (hanya ada beberapa
pelanggan baru).Teknologi ini hanya dapet bertahan selama beberapa waktu, atau
dapat segera digantikan oleh teknologi lain dengan penawaran peforma yang

lebih baikmenguntungkan dari segi ekonomi. Siklus hidup dapat berlangsung


selama beberapa dekade ataupun abad.
Siklus hidup teknologi dapat terdiri atas banyak siklus hidup produk.
Masing-masing produk yang diciptakan memiliki tugas yang sama, namun setiap
produk

merupakan

perbaikan

yang

dilakukan

dengan

bisnis

produk

pendahulunya. Perkembangan teknologi baru biasanya akan diikuti oleh sejumlah


besar atau kecil tambahan inovasi. Perkembangan berkelanjutan dengan
meningkatkan manfaat bagi penggunanya, sehingga membuat teknologi lebih
mudah untuk digunakan, dan memungkinkan lebih banyak aplikasi yang bisa
dijalankan.
Penyebaran Inovasi Teknologi
Presentase orang yang menggunakan teknologi pada awalnya sedikit,
namun akan meningkat ketika teknologi berhasil dan menyebar kedalam populasi.
Hal

ini

akan

teus

meningkat

hingga

tingkat

off

atau

ketika

pasar

mengalamikejenuhan. Pengadopsi dari sistem teknologi baru tergolong ke dalam


lima kelompok, setiap kelompok menyajikan tantangan berbeda dan kesempatan
bagi manajer yang ingin memasarkan teknologi baru atau inovasi produk.
Kelompok pertama, mewakili sekitar 2,5 persen pengadopsi yang terdiri
atas para investor. Investor tersebut berani mengambil resiko dan bersedia
membayar premi untuk teknologi terbaru atau produk andalan bila produk tersebut
dapat memenuhi konsumen. Antusiasme inovator pengadopsi memiliki jaminana
keberhasilan tersendiri.
Selanjutnya, 13,5 persen pengadopsi merupakan pengadopsi awal.
Kelompok ini sangat peting karena berisi pemimpin opiniyang dihormati seperti
orang-orang atau organisasi yang lain mencari kepemimpinan, ide dan informasi
teknologi terkini. Inovator dan dan pengadopsi awal sangat penting dalam
peluncuran produk baru, dan manajer pemasaran sering mengahabiskan sumber
daya untuk melakukan promosi bersama kelompok-kelompok ini sebagai upaya
untukmengahasilkan gelombang antusiasme.
Kelompok yang mewakili 34 persen dari pengadopsi adalah mayoritas
awal. Dalam tahap ini pengadopsi mengambil keputusan cenderung cukup lama
untuk menggunakan sesuatu yang baru. Kelompok ini adalah anggota penting

dari masyarakat atau industri teteapi tidak memimpin golongan atau kelomok
tertentu. Butuh beberapa waktu untuk kelompok mayoritas cwal untuk menerima
hal baru dan berkembang menjadi hal biasa. Hal ini dikarenakan kelompk ini
lebih skeptis (berhati-hati) terhadap perubahan teknologi dan inovasi. Sering kali
kelompok ini menggunakan teknologi baru karena kebutuhan ekonomi atau
meningkatnya tekanan sosial.
Kelompok yang mewakili 16 persen adalah kelompok laggard (terlambat).
Mereka sering terisolasi dan sangat konservatif dalam memndang perubaghan
inovasi teknologi. Mereka

juga memiliki kecurigaan terhadap inovasi dan

perubahan.
Inovasi dapat dengan cepat menyebar dalam suatu kelompok tergantung
dari lima atribut berikut :

Memiliki keuntungan besra dibanding pendahulunya


Apakah teknologi tersebut kompatibel dengan sistem yang ada, baik dari segi

prosedur, infrastruktur, dan cara berfikir.


Memiliki kelemahan yang lebih sedikit dalam hal kompleksitas penggunaan.
Bisa dicoba atau diuji dengan mudah tanpa biaya yang signifikan atau

komitmen yang tinggi.


Dapat diamati dan disalin dengan mudah.

Merancang produk dengan pertimbangan sudut pandang teknologi dapat


mengahsilkan tingkat keberhasilan yang sangat berbeda.
2.2 Inovasi Teknologi dalam Lingkungan Kompetitif
Keputusan mengenai teknologi dan inovasi sangatlah strategis, dan manajer perlu
mengaplikasikannya dengan langkah yang sistematis. Berikut dua strategi umum
yang dapat digunakan untuk memposisikan diri di pasar:
1)

Strategi Harga Murah

Dengan strategi ini perusahaan dapat mempertahankan keuntungan karena


memiliki biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Inovasi teknologi
yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan biaya ialah melalui desain
produk berbiaya lebih rendah dan menciptakan cara berbiaya rendah untuk
menjalankan operasi yang dibutuhkan.
2)

Strategi Diferensiasi

Dengan strategi ini keuntungan akan datang apabila perusahaan memiliki


keunikan, sehingga pelanggan bersedia membayar harga yang lebih mahal.
Inovasi teknologi yang dapat mendukung diferensiasi ini ialah melalui keunikan
barang/jasa yang membuat pembeli tertarik, sehingga pembeli akan bersedia
membayar untuk harga yang ditawarkan produsen.
Pada beberapa kasus, teknologi baru benar-benar dapat mengubah aturan
permainan dan persaingan dalam industri. Teknologi dalam kasus-kasus ini sering
disebut teknologi penganggu (disruptive technology) karena perusahaan bahkan
industri terkemuka dapat goyah jika mereka gagal untuk merespon pasar dengan
inovasi yang efektif, sehingga sehingga perusahaan baru dapat mengambil alih
peran yang dominan sebagai pemimpin pasar.
A.

Kepemimpinan Teknologi

Pemimpin industri, seperti 3M, Amazon, Nike, dan Merck membangun dan saat
ini menjaga posisi keunggulan kompetitif mereka melalui pengembangan awal
dan aplikasi teknologi baru. Misalnya, Apple terkenal sebagai pemimpin
teknologi, dimulai dengan komputer Macintosh sehingga berkembang menjadi
ipad dan iphone yang sangat populer.
a)

Keuntungan Kepemimpinan Teknologi

Menjadi pemain pertama dengan teknologi baru di pasar dapat memberikan


keuntungan kompetitif yang signifikan. Jika pemimpin teknologi meningkatkan
efesiensi perusahaan dibanding pesaing, maka dapat dikatakan perusahaan telah
mencapai keunggulan biaya. Perusahaan dapat menggunakan keuntungan ini
untuk mengeruk lebih banyak laba dibanding pesaing atau lebih menarik
konsumen dengan harga yang lebih murah. Selain itu, perusahaan yang menjadi
pemain pertama teknologi baru di pasar, perusahaan dapat menetapkan harga
awal karena mereka tidak mempunyai pesaing.
Ada kalanya keberuntungan menjadi pemimpin teknologi dapat menjadi
keuntungan yang terus bertahan. Kebertahanan ini bergantung pada kemampuan
pesaing menduplikasi teknologi dan kemampuan organisasi untuk dapat

mempertahankan kemampuan kepemimpinannya menghadapi para pesaing. Hal


ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pesaing lain dapat meniru produk,
namun tidak dapat meniru reputasi. Hak paten dan halangan institusional yang
lain dapat juga digunakan untuk menghalangi pesaing dan mempertahankan
kepemimpinan.
Penggerak pertama juga dapat mengalahkan pesaing dengan menguasai celah
pasar yang terbaik. Jika penggerak pertama dapat menetapkan biaya perubahan
yang tinggi bagi konsumen loyal, maka posisi ini akan sulit untuk dimiliki
pesaing. Selain itu, kepemimpinan teknologi dapat menyediakan manfaat
pembelajaran yang signifikan. Sementara para pesaing dapat meniru atau
mengadopsi teknologi baru, proses belajar yang terus-menerus yang dilakukan
pemimpin teknologi dapat membuat perusahaan tetap didepan dengan membuat
sedikit perubahaan yang sulit untuk ditiru.
b)

Kerugian Kepemimpinan Teknologi

Menjadi yang pertama dalam mengembangkan atau mengadopsi teknologi baru


tidak selalu mengarah pada manfaat langsung dan laba yang tinggi.
Kepemimpinan teknologi juga memiliki biaya dan resiko yang tinggi yang tidak
dimiliki oleh para pengikut. Menjadi pemimpin teknologi dapat membutuhkan
lebih banyak biaya dibandingkan menjadi pengikut. Biaya-biaya seperti ini
termasuk edukasi kepada pembeli yang belum mengenal teknologi, dan
mengembangkan produk komplementer untuk mencapai potensi penuh teknologi.
Menjadi pelopor membawa risiko lain. Jika bahan baku dan perlengkapan
merupakan barang baku atau memiliki spesifikasi unik, barang mungkin tidak
dapat dijual pada harga yang masuk akal, atau teknologi mungkin belum
dikembangkan secara penuh, sehingga masih menciptakan ketidakpastian dalam
permintaan. Akhirnya, teknologi baru mungkin memiliki dampak merugikan pada
struktur atau bisnis yang telah ada. Teknologi tersebut mungkin akan
menganibalisasi produk lain saat ini atau membuat investasi yang ada menjadi
usang.
B.

Pengikut Teknologi

Tidak semua organisasi sama dalam kesiapan mereka untuk menjadi pemimpin
teknologi. Dalam memutuskan untuk menjadi pemimpin atau pengikut teknologi
manajer harus mempertimbangkan strategi kompetitif perusahaan, manfaat yang
didapatkan dari penggunaan teknologi dan karakteristik organisasi mereka.
Penarik teknologi sendiri juga berperan sebagai pendukung produk berbiaya
murah dan strategi diferensiasi. Jika pengikut belajar dari pengalaman pemimpin,
mereka dapat menghindari biaya dan risiko kepemimpinan teknologi, sehingga
membentuk produk yang lebih murah.
Keputusan manajer ketika mmengadopsi teknologi baru juga bergantung pada
potensi manfaat esensial dari teknologi baru, serta keterampilan teknologi
organisasi. Teknologi itu tidak muncul secara langsung, melainkan merekan
menunjukkan perkembangan yang berkelanjutan. Perkembangan ini yang
akhirnya membuat teknologi menjadi lebih mudah untuk digunakan dan lebih
mudah beradaptai dengan berbagai strategi.
Menilai kebutuhan Teknologi
Dalam lingkungan yang semakin kompetitif ini, kegagalan untuk menilai
kebutuhan teknologi organisasi dengan benar dapat menganggu efektivitas
organisasi. Penilaian kebutuhan teknologi organisasi melibatkan pengukuran
teknologi saat ini serta kecenderungan eksternal yang dapat memengaruhi
industri.
A.Mengukur Teknologi Saat ini
Sebelum organisasi dapat menyusun strategi untuk mengembangkan dan
memanfaatkan inovasi teknologi, mereka harus mendapatkan pemahaman yang
menjadi dasar dari basis teknologi mereka saat ini. Audit teknologi (technology
audit) membantu memperjelas teknologi inti organisasi. Dimensi yang paling
penting dari teknologi baru adalah nilai kompetitif. Salah satu teknik untuk
mengukur nilai kompetitif adalah dengan mengategorikan teknologi yang
muncul, maju mundurnya teknologi, teknologi kunci, teknologi dasar sebagai
berikut:

1)

Teknologi yang baru muncul masih dalam tahap perkembangan dan oleh

karena itu masih belum terbukti. Namun, hal tersebut mungkin akan lebih jauh
mengubah aturan kompetisi dalam masa depan secara signifikan. Para manajer
ingin mengawasi perkembangan kemunculan teknologi, tetapi mungkin belum
perlu untuk berinvestasi dalam teknologi tersebut hingga teknologi telah
berkembang secara penuh.
2)

Teknologi percepatan belum membuktikan secara keseluruhhan, tetapi

memiliki potensi untuk mengubah aturan dalam kompetisi dengan menyediakan


manfaat yang signifikan.
3)

Teknologi utama telah terbukti efektif dan teknologi ini juga memberi

manfaat strategis karena tidak semua orang menggunakannya. Pengetahuan dan


penyebaran teknologi ini terbatas, dan teknologi ini terus menyediakan beberapa
manfaat penggerak pertama.
4)

Teknologi dasar adalah teknologi yang lumrah dalam industri; setiap orang

harus memilikinya untuk dapat beroperasi. Jadi, mereka hanya menyediakan


sedikit keunggulan kompetitif. Para manajer harus berinvestasi hanya untuk
memastikan bahwa organisasi mereka dapat terus memiliki kompetensi dalam
teknologi.
B.Menilai Tren Teknologi Eksternal
Seperti dalam setiap perencanaan, keputusan tentang teknologi harus
menyeimbangkan kapabilitas internet (kekuatan dan kelemahan) dengan
kesempatan serta ancaman eksternal. Terdapat beberapa teknik yang dapat
digunakan manajer untuk memahami dengan lebih baik cara teknologi berubah
dalam industri:
1.Tolak Ukur
Tolak ukur adalah proses membandingkan praktik dan teknologi
organisasi dengan milik perusahaan lain. Kemampuan untuk melakukan tolak
ukur teknologi dengan milik para pesaing dapat berbeda-beda pada bidang
industri. Walaupun keengganan pesaing untuk berbagi rahasia dapat dimengerto,
pertukaran informasi dalam melakukan tolak ukur adalah hal yang umum dan
dapat terbukti bernilai tinggi.

Melakukan tolak ukur terhadap pesaing potensial di negara-negara


lainnya juga penting, Perusahaan mungkin dapat menemukan teknologi utama
atau percepatan dalam penggunaan yang dapat diimpor dengan mudah serta
memberikan manfaat signifikan. Selain itu, perusahaan di luar negri mungkin
lebih bersedia untuk berbagi pengetahuan mereka jika mereka bukan merupakan
pesaing langsung dan jika mereka ingin bertukar informasi yang bermanfaat bagi
kedua perusahaan.
2.Pemindaian
Pemindaian berfokus pada apa yang dapat dilakukan dan apa yang
sedang dikembangkan. Dengan kata lain pemindaian berfokus pada mecari
teknologi percepatan dan yang baru muncul yakni teknologi yang baru saja
diperkenalkan dan masih dalam tahap pengembangan. Pemindaian umumnya
menggunakan sejumlah metode, banyak dari metode tersebut sama dengan yang
digunakan dalam tolak ukur. Pemindaian lebih menekankan pada identifikasi dan
pemantauan sumber teknologi baru untuk industri. Sejuah mana pemindaian
dapat dilakukan sangat bergantung pada seberepa dekat ujung tombak teknologi
perlu beroperasi.
2.3Faktor Utama Yang Harus Dipertimbangkan Dalam KeputusanTeknologi
-Penerimaan Pasar yan Diantisipasi
Pertimbangan utama yang perlu untuk dilakukan dalam mengembangkan
strategi inovasi teknologi adalah potensi pasar. Dalam banyak kasus, inovasi
distimulasi oleh permintaan eksternal dari produk dan jasa baru.Sebagai contoh,
saham pengguna internet yang menggunakan bahasa selain bahasa inggris
meningkat dengan cepat. Tren ini, sepanjang globalisasi bisnis, telah
meningkatkan permintaan kemampuan mesin pencari dalam menentukan situs
jejaring (WEB) dengan beragam bahasa.
-Kelayakan Teknologi
Selain penerimaan pasar,manajer harus mempertimbangkan kelayakan
inovasi teknologi. Visi mungkin belum dapat terealisasikan untuk waktu yang
lama, hal ini secara teknis dapat menjadi hambatan untuk maju. Sebagai contoh,
ahli keamanan sudah bertahun-tahun ingin menerapkan sistem pengenalan wajah

yang handal, jika komputer benar dapat mengasosiasikan wajah dengan identitas
orang yang benar, hal ini akan mencegah banyak masalah yang timbul dari
pencurian kartu ID, kata kunci, dan sistem perlindungan keliru lainnya.
-Kelayakan Ekonomi
Salah satu faktor yang terkait erat dengan kelayakan teknologi adalah
kelayakan ekonomi. Terlepas dari apakah perusahaan dapat mendorong inovasi
teknologi, eksekutif harus mempertimbangkan apakah ada insentif keuangan yang
baik untuk melakukanya. Teknologi-teknologi baru sering menjadi komitmen
mahal dalam jangka waktu panjang.Sehingga kemampuan ekonomi sangatlah
penting dalam inovasi teknologi.
-Kesesuaian Organisasi
Manajer perlu memperhitungkan saat memperkenalkan teknologi baru dan
dampak apa yang diperoleh karyawan. Sering kali, teknologi baru membawa serta
alur kerja dan perubahan lain yang secara langsung mempengaruhi lingkungan
kerja organisasi. Jika organisasi tidak mendukung dan mengimplementasikan
inovasi perubahan ini dapat menimbulkan kecemasan dan bahkan penolakan dari
karyawan, membuat integras teknologi lebih sulit.
# Mencari Sumber dan Mendapatkan Teknologi Baru
1. Pengembangan Internal
Mengembangkan teknologi baru dalam perusahaan memiliki manfaat
potensial untuk menjadi pemilik teknologi tersebut. Hal ini memberikan
manfaat penting dibandingkan dengan para pesaing. Kekurangan dari
pengembangan internal adalah membutuhkan staf dan pendanaan
tambahan untuk periode yang diperpanjang.
2. Pembelian
Sebagian besar teknologi yang sudah tersedia dalam produk atau proses,
dapat dibeli secara terbuka. Contoh, Bank yang bisa membeli teknologi
pemrosesan informasi yang canggih dari produsen atau pemasok.
3. Pengembangan Melalui Kontrak
Jika teknologi ini tidak tersedia dan perusahaan tidak memiliki sumber
daya atau waktu untuk mengembangkan secara internal, ia bisa memilih
untuk melakukan kontrak dari sumber luar.
4. Kemitraan Penelitian dan Ventura Bersama
Kemitraan penelitian adalah pengaturan yang dirancang untuk bersamasama mengejar pembangunan teknologi baru. Biasanya setiap anggota

memasuki kemitraan dengan keahlian atau sumber daya yang berbeda


yang dibutuhkan untuk pengembangan agar berhasil.Contohnya adalah
aliansi antara strategi yang dibentuk oleh Tyson foods,produsen daging
raksasa dan juga Conoco Philips, salah satu perusahaan minyak besar A.S.
yang mengembangkan bahan bakar diesel terbarukan yang meliputi daging
sapi, babi dan lemak unggas yang dibuang selama pengolahan daging.
5. Akuisisi Pemilik Teknologi
Jika perusahaan memiliki teknologi yang dibutuhkan, tetapi ingin
memperoleh kepemilikan eksklusif tersebut, salah satu pilihan yang dapat
ditempuh adalah dengan membeli perusahaan yang memiliki teknologi
tersebut.Transaksi ini dapat mengambil beberapa bentuk, mulai dari
pembelian langsung dari seluruh perusahaan ke pemegang saham
minoritas yang cukup untuk mendapat akses ke teknologi.
Teknologi dan Peran Manajerial
Pemanfaatan atau implementasi teknologi dalam kegiatan operasional
organisasi akan memberikan dampak yang cukup signifikan bukan hanya dari
efisiensi kerja tetapi juga terhadap budaya kerja baik secara personal, antar unit,
maupun keseluruhan institusi. Pengelolaan administrasi kerja berbasis teknologi
informasi juga harus mempertimbangkan pengembangan sumber daya manusia
(SDM) untuk mendukung optimalisasi pada pemanfaatan atau implementasi
teknologi

informasi yang

bertahap yang

dimulai

dengan perencanaan,

pengembangan, ahli kelola, operasional sampai dengan tahap pemeliharaan.


Dengan adanya teknologi informasi, maka produktivitas suatu organisasi
atau perusahaan akan meningkat, serta dapat membuat model bisnis yang sulit
ditiru oleh pesaing, karena pada dasarnya peranan teknologi informasi bagi setiap
perusahaan bersifat unik dan spesifik. Hal tersebut disebabkan karena masingmasing organisasi atau perusahaan memiliki strategi yang berbeda satu dengan
yang lainnya. Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu organisasi atau
perusahaan juga berkaitan dengan keunggulan kompetitif untuk meningkatkan
kualitas informasi, pengawasan kinerja organisasi atau perusahaan menggunakan
teknologi informasi baik sebagai alat bantu maupun strategi yang tangguh untuk
mengintegrasikan dan mengolah data dengan cepat dan akurat serta untuk
penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing untuk menghadapi kompetisi.

2.4 Mengorganisasi Inovasi


Inovasi memiliki kesempatan untuk berkembang ketika nilai-nilai positif
ada, ketika organisasi mengintegrasikan pengetahuan internal dan eksternal, dan
ketika orang-orang didorong untuk memiliki dan memecahkan masalah dan untuk
bereksperimen terus-menerus.
Budaya yang memaklumkan kegagalan penting untuk memicu cara
berpikir kreatif dan pengambilan risiko yang dibutuhkan dalam inovasi.
Kesalahan adalah esensi dari pembelajaran, pertumbuhan, dan kesuksesan.
Perusahaan yang inovatif memiliki banyak mimpi sepanjang waktu dan dengan
banyak orang yang berusaha menggapai mimpi tersebut.
Hampir seratus tahun silam, tepatnya tahun 1917, Bertie Charles Forbes,
pendiri majalah Forbes, mengumpulkan daftar 100 perusahaan terbesar di
Amerika Serikat. Tujuh puluh tahun kemudian, 61 diantaranya telah gulung tikar.
Sementara dari 39 yang tersisa, hanya 18 yang masih bertahan dalam daftar.
Berarti 60 persen perusahaan terbesar telah bangkrut dalam kurun waktu 70 tahun.
Menghadapi kompetisi tersebut, perusahaan harus jeli mengenali aneka
peluang,

dan

memanfaatkannya

secara

benar.

Mereka

harus

kreatif

mengkombinasikan sumber-sumber daya yang tersedia guna mengatasi masalah


dan ketidakpuasan pelanggan, serta mempertahankan eksistensi, pertumbuhan,
dan daya saing perusahaan. Inilah yang disebut kewirausahaan dalam perusahaan
(corporate entrepreneurship).
Praktek corporate entrepreneurship di 3M terkenal dengan sejarah inovasinya
yang diwarnai oleh kesuksesan. Perusahaan ini memiliki tidak kurang dari 50.000
produk. 3M mendorong budaya inovasi dengan memberikan kebebasan bagi
karyawannya untuk menjalankan ide-ide inovatifnya. 3M menggunakan peraturan
yang sederhana untuk mendorong munculnya inovasi, yaitu sebagai berikut:
Menetapkan tujuan untuk inovasi
Dengan kebijakan perusahaan, 25 hingga 30 persen dari penjualan tahunaan
harus berasal dari produk baru yaang berusia lima tahun atau kurang.
Memiliki komitmen pada riset dan pengembangan.
3M berinvestasi dalam R&D (biaya penelitian dan pengembangan) hampir
separuh dari rata-rata perusahaan AS. Salah satu tujuan R&D adalah untuk

memotong waktu yang dibutuhkan untuk mmemperkenalkan produk baru


hingga setengahnya.
Menginspirasikan kewirausahaan
Product Champion didorong untuk menjalankan ide-ide baru mereka, dan
mereka mendapatkan kesempatan untuk mengelola produk mereka seperti jika
mereka menjalankan bisnis mereka sendiri. Para karyawan 3M diizinkan untuk
menghabiskan 15 persen waktu mereka mengejar minat riset personal mereka
yang tiddak terkait dengan proyek perusahaan saat ini.
Memfasilitasi, tidak menghalangi
Beberapa divisi dibuat tetap kecil dan diizinkan untuk melakukan kegiatan
operasional dengan independensi yang sangat besar, tetapi tetap memiliki akses
pada sumber daya informasi dan teknis. Periset dengan ide-ide yang baik diberi
hadiah Genesis sebesar $50.000 untuk mengembalikan ilham mereka dalam
produk baru.
Fokus pada pelanggan
Definisi kualitas dari 3M adalah untuk menunjukkan bahwa produk tersebut
dapat melakukan yang diinginkan-bukan beberapa standar sewenang-wenangoleh pelanggan.
Penghapusan Birokrasi
Birokrasi adalah musuh inovasi. Sementara birokrasi berguna untuk
meningkatkan ketertiban dan keuntungan efisiensi lainnya, birokrasi juga dapat
langsung mematikan daya inovasi. Untuk mengatasi hal tersebut dengan cara
menghilangkan sistem manajerial birokrasi yang meningkatkan kolaborasi dapat
mengembangkan inovasi. Sebagai contohnya yaitu pada Perusahaan Baja seperti
Chaparral dan Nucor, misalnya, mempekerjakan pekerja dalam tim lintas
fungsional untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi inovatif. Struktur
ini membantu menciptakan lingkungan yang mendorong kreativitas. Fokus tim
adalah pada isu dan masalah terkini serta kekhawatiran dan kesempatan masa
depan. Selain itu, tim berkolaborasi dengan mitra di luar untuk membawa
pengetahuan ke dalam organisasi, sehingga dapat diintegrasikan dengan ide-ide
dan informasi untuk membuat inovasi yang ada.
Melaksanakan Proyek Pengembangan

Proyek Pengembangan (development project) merupakan upaya organisasi


yang terfukus untuk menciptakan produk baru atau proses melalui kemajuan
tekhnologi. Agar proyek-proyek pengembangan dapat mencapai manfaat
maksimal maka hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Harus membangun kemampuan inti
Kompetensi inti adalah kemampuan (pengetahuan, keahlian, dan keterampilan)
yang mendasari kemampuan perusahaan untuk

menjadi pemimpin dalam

menyediakan berbagai barang atau jasa tertentu. Kompetensi inti harus


memenuhi tiga kriteria, yaitu (1) menyediakan akses potensial kepada
berbagai pasar yang luas, (2) memberikan kontribusi signifikan terhadap
manfaat produk akhir

yang

diterima pelanggan,

serta

(3)

sulit

ditiru

oleh pesaing. Sebagai contoh, perusahaan yang memiliki kompetensi inti di


bidang mekanika halus, optika halus,

dan mikroelektronika dapat

memanfaatkan berbagai kompetensi itu untuk memproduksi kamera serta


berbagai produk lain yang membutuhkan kompetensi itu .
Memiliki visi membimbing tentang apa yang harus dicapai
Pemimpin harus mampu mengartikulasikan visinya secara intensif dan jelas
kepada orang-orang lain di dalam organisasi tentang kondisi organisasi yang
diharapkan di masa yang akan datang.
Memiliki tim yang berkomitmen
Anggota tim atau kelompok tidak terbakar habis dan hancur setelah
mengerjakan proyek yang melelahkan.
Menanamkan filosofi perbaikan terus-menerus
Usaha-usaha berkelanjutan yang dilakukan untuk mengembangkan dan
memperbaiki produk, pelayanan, ataupun proses. Usaha-usaha tersebut
bertujuan untuk mencari dan mendapatkan bentuk terbaik dari perbaikan
yang dihasilkan, yang memberikan solusi terbaik bagi masalah yang ada, yang
hasilnya akan terus bertahan dan bahkan berkembang menjadi lebih baik lagi.
Menghasilkan usaha terintegrasi serta terkoordinasi di seluruh unit
Integrasi dan koordinasi merupakan fungsi terpenting dalam manajemen
karena Integrasi dan koordinasi merupakan suatu unsur penunjang pelaksanaan
sebuah sistem manajemen. Integrasi merupakan aspek penyeragaman dan
persatuan dalam suatu sistem. Integrasi dimaknai sebagai proses penyesuaian
di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan, sehingga
menghasilkan pola yang memilki keserasian fungsi.

Suatu integrasi di perlukan agar unsur-unsur tidak bubar meskipun


menghadapi

berbagai

maupun konflik yang

tantangan,
terjadi

dalam

baik

merupa

suatu

tantangan

manajemen.

fisik

Sedangkan

pengkoordinasian merupakan pengikat, penyeimbang dan penyelaras semua


aktifitas dan usaha, maka dapat disimpulkan bahwa setiap fungsi manajemen
yang lain juga memerlukan suatu pengkoordinasian. Koordinasi adalah proses
penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang
terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
terlebih dahulu. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya, sebab
tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti,
yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.

3.PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara Umum kita dapat menganggap teknologi sebagai komersialisasi
ilmu pengetahuan yang berarti aplikasi sistematis pengetahuan ilmiah untuk
menemukan produk baru, proses, atau jasa. Ketika teknologi digunakan dalam
menciptakan produk atau jasa baru maka hal tersebut bisa dianggap sebagai
inovasi dalam produk atau jasa tersebut. Inovasi adalah cara kerja baru yang
menciptakan nilai. Inovasi dapat menjadi salah satu dari tiga jenis dasar antara
lain, Inovasi produk ,Inovasi proses , Inovasi model.
Keputusan mengenai teknologi dan inovasi sangatlah strategis, dan
manajer perlu mengaplikasikannya dengan langkah yang sistematis. Terdapat dua
strategi yang dapat diterapkan antara lain,Strategi harga murah yaitu dengan
melalui desain produk berbiaya lebih rendah dan menciptakan cara berbiaya
rendah untuk menjalankan operasi yang dibutuhkan.Yang kedua adalah strategi
Diferensiasi, yaitu keuntungan akan datang apabila perusahaan memiliki

keunikan,sehingga

pelanggan

bersedia

membayar

harga

yang

lebih

mahal.Terdapat faktor yang harus dipertimbangkan dalam keputusan teknologi,


seperti pnerimaan pasar dan antisipasi, kelayakan teknologi,kesesuaian
organisasi.
Pemanfaatan atau implementasi teknologi dalam kegiatan operasional
organisasi akan memberikan dampak yang cukup signifikan bukan hanya dari
efisiensi kerja tetapi juga terhadap budaya kerja baik secara personal, antar unit,
maupun keseluruhan institusi. Pengelolaan administrasi kerja berbasis teknologi
informasi juga harus mempertimbangkan pengembangan sumber daya manusia
(SDM) untuk mendukung optimalisasi pada pemanfaatan atau implementasi
teknologi

informasi yang

bertahap yang

dimulai

dengan perencanaan,

pengembangan, ahli kelola, operasional sampai dengan tahap pemeliharaan.


3.2 Saran

3.2 Saran
Di era sekarang ini, teknologisudah berkembang dengan pesat.
Seharusnya, teknologi-teknologi itu dimanfatkan dengan sebaik-baiknya agar
dapat bermanfaat untuk pengembangan inovasi-inovasi yang dapat menunjang
perekonomian di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Bateman, Thomas S., Snell Scott A., 2008, Manajemen : Kepemimpinan dan
Kolaborasi dalam Dunia yang Kompetitif, Alih Bahasa Chriswan Sungkono
dan Ali Akbar Yulianto, Salemba Empat, Jakarta