Anda di halaman 1dari 9

Percobaan kedua menggunakan singkong (Manihot utilissima) seperti ubi jalar ( Ipmoea

batatas) yang terlebih dahulu di buat silinder dan persegi menggunakan pengebor gabus dalam
bentuk tabung dan persegi. Setelah itu direndam ke dalam larutan garam, dan gula dibiarkan
selma 15 menit sebanyak 3kalidengan berbagai konsentrasi yaitu 15%, 35%, 50% Dari
percobaan tersebut diperoleh data sebagai berikut.
Berat Singkong persegi direndam garam (grafik 1.7)
2.5

1.5

aquades
larutan 15%
larutan 35%

larutan 50%

0.5

0
0

15

30

45

Dari grafik 1.7 bahwa singkong persegi yang direndam terlebih dahulu dengan aqudest
dengan berat sebelumnya lebih dari 1,5 gramkurang dari 2 gram mengalami kenaikan pada menit
15 pertama dan berat tetap pada 15 menit pertama ke 15 menit kedua sampai 15 menit ketiga.
Perlakuan selanjutnya sebelum direndam garam memiliki berat lebih dari 1,5 gram kurang dari 2
gram, kemudian direndam garam dalam garam 15% selama 15 menit pertama sampai 15 ketiga
yang dilakuakn secara bergantian berat singkong mengalami kenaikan. Selanjutnya singkong
yang sebelum direndam garam 35% memiliki berat lebih dari 1 gram kurang dari 1,5 gram dan
ketika direndam selama 15 menit pertama sampai 15 menit kedua mengalami kenaikan berat,
namun untuk 15 menit ketiga mengalami penurunan. Untuk singkong yang sebelum direndam
garam 50% awalnya memiliki berat lebih dari 1 gram kurang dari 1,5 gram setelah direndam
selama 15 menit pertama mengalami penurunan berat, untuk 15 menit kedua mengalami
kenaikan, dan 15 menit ketiga mengalami penurunan kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui
bahwa semakin lama merendam makan akan semakin berat singkong tersebut hal tersebut karena
hal ini menunjukkan adanya potensial osmosis cairan sel, air murni cenderung memasuki sel.
Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel. Adanya
pertambahan panjang disebabkan adanya potensial osmotic (Majid dkk, 2015). Namun ada
beberapa yang mengalami penyusutan mmungkin dikarenakan kurang teliti dalam
melihat angka dalam timbangan. Jika dilihat dari tingkatan konsentrasinya semakin

besar konsentrasinya makan semakin menyusust hal tersebut karena salah satu faktor

yang mempengaruhi potensial osmotik adalah konsentrasi larutan, meningkatnya konsentrasi


larutan akan menurunkan nilai potensial osmotik sehingga mengakibatkan umbi kentang
memendek bukan memanjang (Achilli dkk, 2006)

Berat SingkongTabung direndam garam (Grafik 1.8)


1.8
1.6
1.4
1.2
aquades

larutan 15%

0.8

larutan 35%
larutan 50%

0.6
0.4
0.2
0
0

15

30

45

Dari grafik 1.7 bahwa singkong tabung yang direndam terlebih dahulu dengan aqudest dengan
berat sebelumnya lebih dari 1,2 gramkurang dari 1,4 gram mengalami kenaikan pada menit 15
pertama sampai 15 menit ketiga. Perlakuan selanjutnya sebelum direndam garam memiliki berat
lebih dari 1,6 gram kurang dari 1,8 gram, kemudian direndam garam dalam garam 15% selama
15 menit pertama sampai 15 ketiga yang dilakuakn secara bergantian berat singkong tidak
mengalami kenaikan maupun penurunan berat. Selanjutnya singkong yang sebelum direndam
garam 35% memiliki berat lebih dari 1,2 kurang dari 1,4 gram dan ketika direndam selama 15
menit pertama mengalami penurunan berat , 15 menit kedua mengalami kenaikan berat, dan
untuk 15 menit ketiga mengalami penurunan. Untuk singkong yang sebelum direndam garam
50% awalnya memiliki berat 1 gram setelah selama 15 menit pertama mengalami penurunan
berat , 15 menit kedua mengalami kenaikan berat, dan untuk 15 menit ketiga mengalami
penurunan. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa penyusutan tersebut karena salah satu
faktor yang mempengaruhi potensial osmotik adalah konsentrasi larutan, meningkatnya
konsentrasi larutan akan menurunkan nilai potensial osmotik sehingga mengakibatkan umbi
kentang memendek bukan memanjang (Achilli dkk, 2006) Dan tidak kestabilan hasil atau

naik turunya disebabkan oleh kurang teliti dalam menghitung dan adanya air di
timbangan.

Volume singkong persegi direndam garam (table 1.9)

3.5
3
2.5
aquades

larutan 15%
larutan 35%

1.5

larutan 50%
1
0.5
0
0

15

30

45

Pada grafik 1.9 bahwa percobaan singkong yang direndam dengan larutan garam dengan
konsentrasi 15%, 35% dan 50% ada mengalami penyusutan namun saat 15 menit berikutnya ada
yang mengalami kenaikan jadi tidak stabil. Ketidak stabilan tersebut karena oleh kurang teliti
dalam menghitung dan adanya air di timbangan juga tidak teliti dalam pembulatan
angka perhitungan. Seharusnya semakin lama direndan maka akan mengalami
penyusutan seperti teori Osmotik adalah proses kehilangan air. Kehilangan air ubi akan

bertambah jika dibiarkan dalam wktu yang lama (Lecturer, 2014). Selain itu grafik diatas dengan
bertambahnya konsentrasi tidak menunjukan kestabilam. Seharusnya sperti teori yang menyatakn
bahwa selama garam dalam konsentrasi tinggi maka akan mengakibatkan penurunan (Lecturer,
2014).

Volume singkong tabung direndam garam (table 1.10)

3
2.5
2
aquades
larutan 15%

1.5

larutan 35%
larutan 50%

1
0.5
0
0

15

30

45

Pada grafik 1.10 bahwa bahwa percobaan singkong yang direndam dengan larutan garam
dengan konsentrasi 15%, 35% dan 50% ada mengalami penyusutan namun saat 15 menit
berikutnya ada yang mengalami kenaikan jadi tidak stabil. Ketidak stabilan tersebut karena oleh
kurang teliti dalam menghitung dan adanya air di timbangan juga tidak teliti dalam
pembulatan angka perhitungan. Seharusnya semakin lama direndan maka akan
mengalami penyusutan seperti teori Osmotik adalah proses kehilangan air. Kehilangan air

ubi akan bertambah jika dibiarkan dalam wktu yang lama (Lecturer, 2014). Selain itu grafik
diatas dengan bertambahnya konsentrasi menunjukan penurunan yang stabil sperti teori yang
menyatakn bahwa selama garam dalam konsentrasi tinggi maka akan mengakibatkan penurunan
(Lecturer, 2014). Faktor yang mempengaruhi potensial osmotik adalah konsentrasi larutan,
meningkatnya konsentrasi larutan akan menurunkan nilai potensial osmotik sehingga
mengakibatkan umbi kentang memendek bukan memanjang (Achilli dkk, 2006)

Berat singkong persegi direndam gula (table 1.11)

2.5

1.5

aquades
larutan 15%
larutan 35%

larutan 50%

0.5

0
0

15

30

45

Pada grafik 1.11 bahwa percobaan singkong yang direndam dengan larutan garam
dengan konsentrasi 15%, 35% dan 50% ada mengalami penyusutan namun saat 15 menit
berikutnya ada yang mengalami kenaikan jadi tidak stabil. Ketidak stabilan tersebut karena oleh
kurang teliti dalam menghitung dan adanya air di timbangan juga tidak teliti dalam
pembulatan angka perhitungan. Seharusnya semakin lama direndan maka akan
mengalami penyusutan seperti teori Osmotik adalah proses kehilangan air. Kehilangan air

ubi akan bertambah jika dibiarkan dalam wktu yang lama (Lecturer, 2014). Selain itu grafik
diatas dengan bertambahnya konsentrasi tidak menunjukan kestabilam. Seharusnya sperti teori
yang menyatakn bahwa gula dalam konsentrasi tinggi maka akan mengakibatkan penurunan
(Lecturer, 2014). Namun pada konsentrasi 35% mengalami kenaikan dan kemudian stabil. Dari
hasil tersebut dapat diketahui bahwa semakin lama merendam makan akan semakin berat
singkong tersebut hal tersebut karena hal ini menunjukkan adanya potensial osmosis cairan sel,
air murni cenderung memasuki sel. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air
meninggalkan sel. Adanya pertambahan panjang disebabkan adanya potensial osmotic (Majid
dkk, 2015).

Berat singkong tabung direndam gula (table 1.12)

2
1.8
1.6
1.4
1.2

aquades
larutan 15%

larutan 35%

0.8

larutan 50%

0.6
0.4
0.2
0
0

15

30

45

Dari grafik 1.12 untuk singkong tabung yang direndam di dalam aquades, gula 15%,
mengalami kenaikan dari 15 menit pertama ke 15 menit. Dari hasil tersebut dapat diketahui
bahwa semakin lama merendam makan akan semakin berat singkong tersebut hal tersebut karena
hal ini menunjukkan adanya potensial osmosis cairan sel, air murni cenderung memasuki sel.
Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel. Adanya
pertambahan panjang disebabkan adanya potensial osmotic ( Majid dkk, 2015). Namun pada
larutan gula 35% mengalami penurunan berat yang salah satu faktor yang
mempengaruhi potensial osmotik adalah konsentrasi larutan, meningkatnya konsentrasi larutan
akan menurunkan nilai potensial osmotik sehingga mengakibatkan umbi kentang memendek
bukan memanjang (Achilli dkk, 2006.). sedangkan yang direndam pada larutan gula
50% tidak mengalami penurunan maupun kenaikan berat hal tersebut dapat
disebabkan karena penghitungan menit dan penghitungan berat yang kurang teliti.

Volumet singkong persegi direndam garam (table 1.13)

3.5
3
2.5
aquades

larutan 15%
larutan 35%

1.5

larutan 50%
1
0.5
0
0

15

30

45

Dari grafik 1.13 untuk singkong yang direndam aquades tidak stabil, singkong direndam
larutan gula dengan konsentrasi 35% dan 50% mengaami kenaikan dari 15 menit pertama sampai
15 menit ke 3 hal ini menunjukkan adanya potensial osmosis cairan sel, air murni cenderung
memasuki sel. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel.
Adanya pertambahan panjang disebabkan adanya potensial osmotic (Majid dkk, 2015). Akan
tetapi pada konsentrasi 15 mengalami penurunan karena hal tersebut dapat
disebabkan karena penghitungan menit dan penghitungan berat yang kurang teliti.

Volumet singkong tabung direndam garam (table 1.14)

3
2.5
2
aquades
larutan 15%

1.5

larutan 35%
larutan 50%

1
0.5
0
0

15

30

45

Pada grafik 1.14 bahwa percobaan singkong yang direndam dengan larutan garam
dengan konsentrasi 15%, 35% dan 50% ada mengalami penyusutan namun saat 15 menit
berikutnya ada yang mengalami kenaikan jadi tidak stabil. Ketidak stabilan tersebut karena oleh
kurang teliti dalam menghitung dan adanya air di timbangan juga tidak teliti dalam
pembulatan angka perhitungan. Seharusnya semakin lama direndan maka akan
mengalami penyusutan seperti teori Osmotik adalah proses kehilangan air. Kehilangan air

ubi akan bertambah jika dibiarkan dalam wktu yang lama (Lecturer, 2014). Selain itu grafik
diatas dengan bertambahnya konsentrasi menunjukan penurunan yang stabil sperti teori yang
menyatakn bahwa selama garam dalam konsentrasi tinggi maka akan mengakibatkan penurunan
(Lecturer, 2014). Faktor yang mempengaruhi potensial osmotik adalah konsentrasi larutan,
meningkatnya konsentrasi larutan akan menurunkan nilai potensial osmotik sehingga
mengakibatkan umbi kentang memendek bukan memanjang (Achilli dkk, 2006)

Majid dkk. 2015. formance of Manipulated Direct Osmosis in Water Desalination


Proces.
International Journal of Science and Technology, (Online), Vo. 4, No.10,
(www.journalofsciences-technology.org, diakses 12 september 2016)
Achilli, dkk. 2006. pressure retarded osmosis: An experimental and theoretical
investigation. Journal of Membrane Science, (Online), Volume 3, No. 343,
(www.elsevier.com/locate/memsci Power generation , diakses 12 september 2016)

Lecturer, S. C. R. I. E. & T. 2014. Studies On Osmatic Dehydration


Characteristics Of Potato Under Tray Dryer. International Journal Of Scientific Research,

(Online), Vol.3, (http://www.worldwidejournals.com/international-journal-of-scientific-research(IJSR)/file.php?val=October_2014_1412257648__04.pdf, diakses 12 september 2016)