Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Motivasi
Secara etimologi, Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang
berarti menggerakkan (to move). Sedangkan beberapa ahli mengemukakan motivasi
sebagai berikut :
1.
Menurut Prench, Motivation may be defined as the desire and willingness of
person to expend effort to reach a particular goal or outcome. Motivasi adalah
keinginan dan kemauan individu untuk mencurahkan segala upaya dalam mencapai
tujuan atau hasil tertentu.
2.
Gitosudarmo dan Sudita, motivasi adalah faktor yang ada dalam diri
seseorang yang menggerakkan, mengarahkan perilakunya untuk memenuhi tujuan
tertentu.
3.
John Jung, The concept motivation also implies the energy is involved to active
the individual a level that enable the performance of apropriate behaviour. Motivasi
ialah dorongan dari dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku
agar tercapai tujuan tertentu.
4.
Mc. Donald, Motivation is a energy change within the person characterized by
affective arousal and anticipatory goal reaction. Atau secara garis besar dapat
dinyatakan bahwa motivasi merupakan perubahan energi didalam pribadi individu
yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Jadi Motivasi bisa dianggap sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu.
Motivasi bisa bertindak sebagai bahan bakar yang memberikan Anda kekuatan untuk
mewujudkan impian. Motivasi dapat membuat orang biasa melakukan tugas-tugas
yang luar biasa.

2.2 Pentingnya Motivasi


Beberapa pentingnya motivasi adalah sebagai berikut :

Bagi Siswa

1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar,proses, dan hasil akhir.


Contohnya dua siswa yang sama-sama membaca buku, salah satu siswa telah
paham dan yang satu belum, maka siswa yang belum paham itu akan terdorong untuk
belajar.
2) Menginformasikan tentang usaha belajar
3) Mengarahkan kegiatan belajar
4) Membesarkan semangat belajar
5) Menyadarkan tentang perjalanan belajar kemudian bekerja.

Bagi guru:
1) Membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar
sampai berhasil.

2)

Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-ragam


3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu di antara bermacammacam peran (fasilisator, teman diskusi, pendidik dll)

4)

Memberi peluang guru untuk unjuk kerja rekayasa pedagogis

2.3 Jenis Motivasi


Motivasi sebagai kekuatan mental individu dapat dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu (i) motivasi primer dan (ii) motivasi sekunder.
2.3.1 Motivasi Primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar yang
umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Manusia adalah makhluk
berjasmani sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan
jasmaninya. Insting itu memiliki tujuan dan memerlukan pemuasan. Tingkah laku

insting dapat diaktifkan, dimodifikasi,


diorgnisasikan.

dipicu

secara spontan,

dan dapat

2.3.2 Motivasi Skunder


Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Menurut beberapa ahli,
manusia adalah makhluk sosial. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor
biologis saja, tetap juga faktor-faktor sosial. Motivasi sekunder memegang peranan
penting dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
Perilaku manusia terpangaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif,
kognitif, dan konatif.
a.Komponen afektif, komponen afektif adalah aspek emosional.
Komponen ini terdiri dari motif sosial, sikap dan emosi.
b.Komponen kognitif, komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait
dengan pengetahuan.
c.Komponen konatif, komponen konatif adalah terkait dengan kemauan dan
kebiasaan bertindak.
Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap.Sikap adalah
suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap adalah :
(a) merupakan kecenderungan berpikir, merasa, kemudian bertindak,
(b) memiliki daya dorong bertindak,
(c) relatif bersifat tetap,
(d) berkecenderungan melakukan penilaian, dan
(e) dapat timbul dari pengalaman, dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menunjukkan adanya sejenis
kegoncangan seseorang.
Emosi memiliki fungsi sebagai berikut.
(a) pembangkit energi,

(b) pemberi informasi pada orang lain,


(c) pembawa pesan dalam berhubungan dengan orang lain,
(d) sumber informasi tentang diri seseorang.
Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya.
Pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh
oleh kebiasaan dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap, berlangsung
otomatis.
Adapun jenis-jenis motivasi menurut David Clarence McClelland (19171998) atau yang biasa kita sebut Mc Clelland yang telah mendapat gelar doktor dalam
psikologi di Yale pada 1941 dan menjadi profesor di Universitas Wesleyan.
McClelland dikenal untuk karyanya pada pencapaian motivasi. Menurut Mc Clelland
ada 3 jenis motivasi yaitu :
1. Motivasi untuk berprestasi
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi
sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Kebutuhan ini pada
hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan
aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain
bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan
balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan
masalah.
2. Motivasi untuk berkuasa
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang
lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan
berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan
dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara
kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan
bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk
mencapai suatu posisi kepemimpinan.
3. Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat
Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar
pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai
6

hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam
pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.

2.4 Sifat Motivasi


Motivasi pada diri seseorang bersumber dari dalam diri (motivasi internal)
dan dari luar diri seseorang (motivasi eksternal).
2.4.1 Motivasi Intrinsik (motivasi internal)
Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada
paksaan / dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Motivasi ini
membuat seseorang melakukan sesuatu karena senang melakukannya.
2.4.2 Motivasi Ekstrinsik (motivasi eksternal)
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu,
apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan
keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Motivasi eksternal akan
berubah menjadi motivasi internal jika timbul kesadaran dari dalam dirinya sendiri
untuk melakukan sesuatu karena senang melakukannya.

2.5 Motivasi Dalam Belajar


Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang
(pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan
(Frederick J.Mc.Donald dalam H Nashar, 2004:39). Tetapi menurut Clayton Aldelfer
dalam H.Nashar (20004:42) motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam
melakuka kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi hasil
belajar sebaik mungkin.
Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan
kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih baik,
berprestasi dan kreatif (Abraham Maslow alam H.Nashar, 2004:42).Motivasi belajar
adalah suatu dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang atau

individu untuk bertindak atau mencapai tujuan, sehingga perubahan tingkah laku pada
diri siswa diharapkan terjadi.
Jadi, motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk
belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar
siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya.
2.6.1 Cara meningkatkan motivasi belajar pada anak :
1. Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak
siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar
hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi
para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh
guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang
sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai
afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
2. Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada
bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan
untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa. Juga untuk sebuah
pencapaian tertentu siswa diberi hadiah, hal ini tentu dapat meningkatkan motivasi
mereka untuk menguasai materi tersebut.
3. Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk
meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan
menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik. Contoh kegiatan yang
dapat kita praktekan adalah mengadakan semacam kuis di kelas yang dilakukan
dengan cara berkompetisi antar satu individi atau kelompok.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan
menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu

bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara
kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.
5. Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi
ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi
rutinitas belaka.
6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak.
Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat.
Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha
mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.
7. Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka
perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan
memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu
yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi
motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
8. Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan
secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu,
guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi Motivasi bisa dianggap sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu.
Motivasi bisa bertindak sebagai bahan bakar yang memberikan Anda kekuatan untuk
mewujudkan impian. Motivasi dapat membuat orang biasa melakukan tugas-tugas
yang luar biasa.
Dalam kegiatan belajar banyak hal yang melatarbelakangi sukses tidaknya
dalam proses belajar. Latar belakang itu disebut dengan motivasi. Tingkat tinggirendahnya motivasi berpengaruh pada maksimal tidaknya proses belajar.
Motivasi belajar sangat berkaitan erat dengan proses pembelajaran pada anak
karena tanpa motivasi mereka tidak memiliki keinginan untuk belajar.
Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan motivasi
belajar pada diri anak, tetapi tidak ada motivasi yang lebih baik dapri pada motivasi
yang datang dari dalam diri anak itu sendiri. Oleh karenanya akan jauh lebih baik
kalau kita dapat menumbuhkan motivasi belajar dari diri anak sendiri secara alami.
3.1 Saran
1. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan motivasi belajar yang
berbeda-beda juga, sudah keharusan bagi kita untuk lebih melakukan

10

pendekatan pada setiap individu agar juga dapat membantu menumbuhkan


motivasi mereka.
2. Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan motivasi
belajar anak yang sebaiknya juga kita praktekan di samping pemberian materi
bagi mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono,1994.Belajar Dan Pembelajaran.Jakarta:Depdikbud


Nashar.Drs.2004.Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam kegiatan
pembelajaran.Jakarta:Delia press.
Uno, B. Hamzah. 2008. Teori Motivasi & Pengukurannya: Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
http://belajarpsikologi.com
http://edukasi.kompasiana.com

11