Anda di halaman 1dari 27

STUDI KASUS PASIEN

CAMPAK PADA DEWASA DENGAN POLA MAKAN YANG TIDAK


TERATUR DALAM PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI
PUSKESMAS KECAMATAN KELAPA GADING

Disusun Oleh:
Winda Diah Nugraheni

1102011293

Pembimbing :
dr. Erlina Wijayanti, MPH

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
AGUSTUS 2016

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus Campak Pada Dewasa Dengan Pola Makan yang Tidak Teratur Dalam
Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, ini telah
disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas
Kedokteran Keluarga pada Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI.

Jakarta, Agustus 2016


Pembimbing

dr. Erlina Wijayanti, MPH

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur Saya panjatkan Kehadirat Allah SWT atas Karunia dan Hidayah-Nya
sehingga tugas Studi Kasus Pasien dengan menggunakan penerapan pendekatan Ilmu
Kedokteran Keluarga dengan Campak Pada Dewasa Dengan Pola Makan yang Tidak
Teratur Dalam Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading dapat diselesaikan.
Tujuan pembuatan Studi Kasus Pasien dengan penerapan pendekatan Kedokteran
Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam menjalani Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI untuk periode 22 Agustus 23 September 2016.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1

Dr. Erlina Wijayanti, MPH selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan
memberi masukan yang bermanfaat dan juga selaku Koordinator Kepaniteraan Ilmu

Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.


Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan

staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas YARSI.


Prof. Dr. Hj. Qomariyah RS, MS, PKK, AIFM selaku guru besar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

dr. Dini Widianti, M.KK selaku pjs. Bendahara Kepaniteraan dan staf pengajar
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI..

Dr. Citra Dewi, M.Kes, selaku pjs. Sekretaris Kepaniteraan Kedokteran Komunitas dan staf

pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI


DR. Kholis Ernawati, SSi, M.Kes selaku staf pengajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas

Kedokteran Universitas YARSI.


Dr. Dian Mardhiyah, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. H. Sumedi Sudarsono, MPH, Dr. Fathul Jannah, M. Si, dan Rifqatussa`adah, SKM,
M.Kes, selaku staf pengajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas

Yarsi.
drg. Dini selaku Kepala Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading serta dr. Prayudi sebagai
Koordinator Kepaniteraan di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Semoga

Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah-Nya.


10 Staff Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, yang telah membantu tim penulis selama
berada di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
11 Teman sejawat dalam Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Periode 22 Agustus 23 September 2016, yang turut serta memberikan dukungan kepada penulis.
Dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jakarta, Agustus 2016

Penulis

LAPORAN KASUS
4

1.1 BERKAS PASIEN


A. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. A
Umur
: 55 tahun
Alamat
: Pegangsaan Dua, Kelapa Gading
Pekerjaan
: Asisten Rumah Tangga
Pendidikan terakhir : SD
Agama
: Islam
Suku bangsa
: Jawa
Status
: Sudah menikah
Tanggal di periksa
: 29 Agustus 2016
B. ANAMNESIS
Berdasarkan
Autoanamnesis

29 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading


Alloanamnesis

dengan suami pasien (usia 61 tahun, lulusan SMP) pada tanggal 30 Agustus 2016 pukul
17.00 WIB di Rumah Pasien
1. Keluhan Utama :
Timbul bercak kemerahan pada kedua lengan, tungkai dan punggung sejak 1 hari
yang lalu.
2. Keluhan Tambahan :
Demam sejak 3 hari yang lalu, gatal-gatal, batuk kering, dan badan terasa pegalpegal.
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading pada tanggal 29 Agustus
2016 dengan keluhan utama timbul bercak kemerahan pada kedua lengan, tungkai
dan punggung sejak 1 hari yang lalu. Bercak kemerahan awalnya timbul pada daerah
belakang daun telinga, kemudian menyebar ke daerah leher, punggung, dada, kedua
lengan dan tungkai. Pasien juga mengeluh demam sejak 3 hari yang lalu. Demam
dirasakan awalnya tidak terlalu tinggi, kemudian setelahnya demam dirasakan tinggi
mendadak dan diikuti oleh munculnya bercak kemerahan. Keluhan disertai gatal-gatal
5

pada daerah yang terdapat bercak kemerahan, batuk kering serta badan terasa pegalpegal. Keluhan pilek, mata merah dan berair, mual, muntah, mimisan, gusi berdarah,
buang air besar berwarna hitam disangkal. Keluhan terdapat benjolan di daerah leher
disangkal. Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat sebelumnya. Pasien mengatakan
tidak ingat riwayat imunisasi sebelumnya lengkap atau tidak.
Menurut pengakuan pasien, beberapa hari sebelum pasien sakit, pasien menjadi
jarang makan malam akibat terlalu lelah setelah seharian bekerja. Sebelumnya pasien
selalu makan tiga kali dalam sehari, namun sejak jam bekerja ditambah, pola makan
pasien jadi berubah, yaitu dua kali dalam sehari, sehingga pasien merasa lemas dan
cepat lelah. Pasien juga mengatakan bahwa tetangga sekitar pasien ada yang
mengalami keluhan serupa sebelum pasien sakit. Pasien tinggal berdekatan dengan
tetangga pasien tersebut dan sering kontak langsung dengan mereka.
4. Riwayat Penyakit Dahulu
a) Riwayat penyakit serupa

: disangkal

b) Riwayat hipertensi

: disangkal

c) Riwayat diabetes mellitus (DM)

: disangkal

d) Riwayat asma

: disangkal

e) Riwayat alergi obat

: disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga


a) Riwayat penyakit campak

: Suami dan ketiga anak pasien

pernah mengalami keluhan serupa dengan pasien.


b) Riwayat hipertensi dalam keluarga

: disangkal

c) Riwayat DM dalam keluarga

: disangkal

d) Riwayat Asma dalam keluarga

: disangkal

e) Riwayat alergi dalam keluarga

: disangkal

6. Riwayat pengobatan
Pasien belum pernah mencoba mengobati keluhan yang dirasakannya.
6

7. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah ke bawah. Saat ini pasien tinggal
di rumah kontrakan bersama dengan suami dan ketiga anaknya. Pasien bekerja
sebagai asisten rumah tangga untuk tambahan biaya hidup. Penghasilan pasien Rp.
1.500.000-/ bulan. Suami pasien bekerja sebagai karyawan swasta (penjaga gudang)
di daerah dekat rumah pasien dengan penghasilan Rp. 1.600.000-/ bulan. Anak kedua
pasien bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu pusat perbelanjaan sebagai
teknisi komputer dengan penghasilan 2.000.000,-/bulan. Dengan total pengahsilan
pasien, suami, dan anaknya, pasien mengatakan penghasilan tersebut cukup untuk
kehidupan sehari-harinya dan biaya berobat.
Menurut pasien, dirinya cukup aktif dalam kegiatan sosial disekitar rumahnya
seperti acara perkumpulan di sekitar lingkungan RT/RW, acara pengajian, dan acara
kerja bakti.
8. Riwayat Kebiasaan
Pasien dan keluarganya memiliki kebiasan makan 3 x sehari. Pasien memasak
sendiri makanan untuk keluarganya saat makan pagi dan malam. Pasien sering
memasak makanan dengan menu seperti ayam, ikan, tahu, tempe, dan sayur-mayur.
Pasien juga makan buah-buahan dalam seminggu bisa 2-3 kali, yaitu buah pepaya,
tomat dan pisang. Namun, sudah beberapa hari sebelum pasien sakit, pasien tidak
menjaga pola makan dengan baik. Pasien menjadi jarang makan malam akibat terlalu
lelah setelah seharian bekerja. Sebelumnya pasien selalu makan tiga kali dalam
sehari, namun sejak jam bekerja ditambah, pola makan pasien jadi berubah, yaitu dua
kali dalam sehari, sehingga pasien merasa lemas dan cepat lelah. Pasien mengatakan
bahwa keluarga pasien mencuci tangannya dengan menggunakan sabun cuci piring
dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, serta setelah dari kamar mandi. Pasien
mengaku cukup sering berolah raga, yaitu berjalan kaki atau jogging setiap hari
minggu bersama dengan suami pasien. Kegiatan sehari hari pasien adalah
membersihkan rumah, mengurus anak, memasak, dan bekerja. Pasien pergi bekerja
pukul 08.00 dan pulang sekitar pukul 17.00.
9. Riwayat Imunisasi
Pasien tidak ingat mengenai riwayat imunisasi sebelumnya
7

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
2. Vital Sign
a. Tekanan darah : 110/80 mmHg
b. Respirasi
: 20 x/menit
c. Nadi
: 82 x/menit, reguler
d. Suhu
: 36,5 C
3. Status Gizi
a. Berat badan
: 50 kg
b. Tinggi badan : 156 cm
c. IMT
: BB (kg) : TB (m)2
50kg :(1,56 meter) = 20,55 kg/m (berat badan normal)
4. Status Generalis
a. Kepala
a) Bentuk
: Normocephal
b) Rambut
: Hitam, tidak mudah dicabut
b. Mata
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
Refleks cahaya (+/+), pupil bulat isokor
c. Hidung
: Septum tidak deviasi, sekret (-/-), polip
d. Tenggorokan : Tidak hiperemis, T1 T1
e. Mulut
: Mukosa bibir basah, tidak sianosis, lidah tidak kotor
f. Leher
: Trakea ditengah, pembesaran kelenjar getah bening (-),
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
g. Thorak

: Cor : Bunyi jantung I/II normal reguler, murmur (-), gallop(-)


Pulmo : vesikuler diseluruh lapang paru,wheezing -/-,
rhonki -/-

h. Abdomen

: Datar, bising usus (+) normal, hepar dan lien tidak teraba
pembesaran

i. Ekstremitas

: Akral hangat (+/+/+/+), edema (-/-/-/-), sianosis (-/-/-/-)

5. Status Lokalis
Regio : Post auricel dekstra-sinistra, colli, thoracalis, dan ekstremitas atas dan bawah
dekstra-sinistra.
Eflorosensi: Terdapat ruam makulopapupar eritematous dengan bentuk tidak teratur,
diameter bervariasi antara 0,5 hingga 1,5 cm, regional, dengan tepi rata dan batas tidak
tegas.

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan Serum Campak (IgG, IgM)

Tabel 1. Data Laboratorium


Pemeriksaan
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Eritrosit
Trombosit

29-08-2016
15,2
44
3.500
5,6
250.000

Nilai Rujukan
13,2-17,3
40-52
3.800-10.600
4,4-5,9
150.000-440.000

1.2 BERKAS KELUARGA


A. PROFIL KELUARGA
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama
: Tn. D
Umur
: 61 tahun
Pekerjaan
: Karyawan swasta
Pendidikan
: SMP
Agama
: Islam
Alamat
: Pegangsaan Dua, Kelapa Gading
b. Identitas Pasangan
Nama
: Ny. A
Umur
: 55 tahun
Pekerjaan
: Asisten Rumah Tangga
Pendidikan
: SD
Agama
: Islam
Alamat
: Pegangsaan Dua, Kelapa Gading

c. Struktur Komposisi Keluarga


Menurut pendapat Sudiharto (2007), bentuk keluarga ini merupakan
keluarga inti (nuclear family). Merupakan keluarga yang dibentuk karena ikatan
9

perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak, baik
karena kelahiran (natural) maupun adopsi. Mereka yang tinggal dalam satu
rumah adalah Tn. D sebagai suami pasien, Ny. A sebagai pasien, Tn. A sebagai
anak kedua pasien, Nn. E sebagai anak ketiga pasien, dan Nn. R sebagai anak
keempat pasien. Sedangkan anak pertama pasien yang berusia 26 tahun sudah
menikah dan tidak tinggal serumah dengan pasien.
Tabel 2. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
Kedudukan
No

Keterangan

Nama

dalam

Gender

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Tambahan

1.

Tn. D

Keluarga
Kepala

61 th

SMP

Karyawan

Suami pasien

2.

Ny. A

Keluarga
Isteri

55 th

SD

Swasta
Asisten rumah

Pasien
Anak Pasien
Anak Pasien
Anak pasien

3.

Tn. A

Anak kedua

22 th

STM

tangga
Karyawan

4.
5.

Nn. E
Nn. R

Anak ketiga
Anak

P
P

19 th
16 th

SMK
SMA

Swasta
Belum Bekerja
Pelajar

keempat

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
Tabel 3. Lingkungan Tempat Tinggal
Status Kepemilikan Rumah : Mengontrak

10

Daerah Perumahan : Padat bersih


Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Luas rumah : 3 x 10 m
Jumlah penghuni dalam rumah : 5 orang
Luas halaman rumah : 2 x 1 m
Tingkat rumah : tidak bertingkat
Lantai rumah : keramik
Dinding rumah : tembok
Jamban keluarga : ada
Tempat bermain : tidak ada
Penerangan listrik : 20 watt
Ketersediaan air bersih : air sumur

Kesimpulan
Keluarga Ny. A, tinggal di rumah
kontrakan bersama suami dan ketiga
anak pasien. Rumah tinggal Ny. A
berada dalam lingkungan yang padat
dan bersih. Rumah yang cukup sempit
untuk di tempati oleh 5 orang anggota
keluarga. Di sekeliling rumah Ny. A

(sanyo) untuk mencuci baju, piring dan

juga merupakan rumah kontrakan.

mandi. Air PAM untuk memasak dan air

Ketersediaan air bersih, jamban

gallon untuk minum.

keluarga serta tempat pembuangan


sampah yang cukup baik. Namun,
pencahayaan dan ventilasi kurang

Tempat pembuangan sampah : ada

memadai.
Ventilasi: ada, hanya di ruang depan dan
jarang sekali dibuka.
b. Kepemilikan barang-barang berharga
Keluarga Ny. A memiliki satu buah sepeda motor dan memiliki barang-barang
elektronik, antara lain satu buah televisi yang terletak di ruang depan, satu buah lemari es,
empat buah handphone dan dua buah kipas angin yang terletak di kamar tidur dan ruang
depan. Peralatan rumah tangga yang dimiliki keluarga pasien antara lain magic jar, kompor
gas, dan setrikaan.
c. Denah rumah

kmr.
mandi

10
m

Km Ny.
A & Tn.
D

dapur
Lema
ri

Rumahrumah
kontrakan

Televisi
Kasu
r

Ruang
depan

11

Gambar 1. Denah Rumah Kelaurga Ny. A


Kesan :Berdasarkan Depkes RI (2002) mengenai kriteria rumah sehat, rumah Ny. A tidak
termasuk dalam kriteria rumah sehat, karena tidak terdapat ventilasi dan pencahayaan yang
baik. Melihat lingkungan tempat tinggal dan denah rumah yang dimiliki keluarga pasien
tergolong keluarga dengan ekonomi cukup.
3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
a. Perilaku terhadap sakit dan penyakit
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, keluarga Ny. A selalu berobat ke
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading atau Klinik terdekat.
b. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan
Setiap anggota keluarga Ny. A memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS)
c. Perilaku terhadap makanan
Keluarga Ny. A mempunyai kebiasaan makan sebanyak tiga kali dalam sehari, tetapi
dalam beberapa hari ini pola makan Ny.A tidak teratur, Ny.A menjadi jarang makan
malam. Ny. A memasak makanan sendiri di rumah saat sarapan, oleh karena itu makanan
yang dimakan saat pagi dan siang hari hampir sama dan kurang beraneka ragam. Makanan
yang dimakan oleh keluarga Ny.A adalah makanan buatan Ny.A. Menu makanan yang
paling biasa dimasak adalah ayam, ikan, tempe, tahu, telur, dan sayuran. Pasien dan
keluarganya mengkonsumsi buah buahan dalam seminggu dua sampai tiga kali, yaitu
buah pepaya, tomat atau pisang. Keluarga Ny.A masih sering mengkonsumsi makanan
instan dan berlemak.
d. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan
Ny. A memiliki rumah yang bersih, namun pencahayaan dan ventilasi kurang baik.
Ketersedian air bersih, jamban keluarga serta tempat pembuangan sampah cukup baik,
yaitu di kumpulkan di depan rumah, lalu ada truk sampah yang akan mengangkut untuk
dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Kesan : Berdasarkan penilaian perilaku kesehatan keluarga terlihat bahwa keluarga
pasien memiliki kepedulian yang cukup mengenai kesehatan keluarganya. Pasien sudah
memiliki BPJS pada setiap anggota keluarganya, dan bila ada anggota keluarga yang sakit
langsung berobat ke klinik terdekat atau puskesmas yang tidak jauh dari rumah pasien. Pasien
tinggal dalam lingkungan rumah yang bersih. Namun, rumah pasien memiliki pencahayaan
dan ventilasi yang kurang baik.

12

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Tabel 4. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Cara mencapai pusat

Keterangan
Kendaraan pribadi

pelayanan kesehatan

Motor

Tarif pelayanan kesehatan

Tanpa biaya

Letak

Kesimpulan
Puskesmas
Kecamatan

Kelapa Gading tidak jauh dari


tempat tinggal pasien, sehingga
untuk mencapai puskesmas pasien

Kualitas pelayanan
kesehatan

Memuaskan

diantar

oleh

suaminya

menggunakan motor .
Untuk biaya pengobatan diakui
murah

karena

ditanggung

oleh

BPJS.

5. Pola konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan
Keluarga Ny. A mempunyai kebiasaan makan sebanyak tiga kali dalam sehari.
Tetapi dalam beberapa hari ini, jika Ny. A bekerja terkadang hanya makan pagi dan
siang saja, sehingga makan malam kadang terlupakan. Ny. A sarapan dengan memasak
makanan sendiri di rumah dan makan siang di tempat kerja. Makanan yang dimakan
oleh keluarga Ny.A adalah makanan buatan Ny.A. Menu makanan yang paling biasa
dimasak adalah ayam, ikan, tempe, tahu, telur ayam, dan sayuran. Pasien dan
keluarganya mengkonsumsi buah buahan dalam seminggu dua sampai tiga kali, yaitu
buah pepaya, tomat atau pisang. Namun, akhir-akhir ini Ny.A tidak mengkonsumsi
makan malam akibat jam kerja yang bertambah
Pasien juga mengatakan
bahwa mereka mencuci tangannya dengan
menggunakan sabun cuci piring dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, serta
selalu merapikan dan membersihkan peralatan makan setelah selesai makan.
b. Menerapkan pola gizi seimbang
Keluarga Ny. A belum menerapkan gizi seimbang sesuai dengan pedoman
gizi seimbang, dalam beberapa hari ini Ny.A tidak mengkonsumsi makan malam
akibat jam kerja yang bertambah. Keluarga Ny.A tidak membatasi konsumsi makanan
13

yang berlemak dan berminyak, serta masih mengkonsumsi makanan instan. Adapun
menu makanan sehari-hari yang sering dimasak oleh Ny. A antara lain nasi, tahu,
tempe, telur, ikan, sayur dan buah-buahan. Pola gizi seimbang belum diterapkan pada
keluarga Ny. A.

Pola makan pasien selama 3 hari terakhir sebagai berikut :


Tabel 5. Pola makan pasien pada tanggal 28 Agustus 2016

Pagi

Siang

Menu
Nasi putih
Telur mata

Porsi
1 porsi
1 butir

Kalori
175 kal
89 kal

Karbohidrat
40 gr
0,43 gr

Protein
4 gr
6,24 gr

Lemak
0 gr
6,76 gr

sapi
Kangkung

1 porsi

98 kal

3,99 gr

2,56 gr

8,71 gr

tumis
Nasi putih
Telur mata

1 porsi
1 butir

175kal
89kal

40gr
0,43gr

4gr
6,24gr

0gr
6,76gr

sapi
Kangkung

1 porsi

98kal

3,99gr

2,56gr

8,71gr

1 bungkus

420 kal

57 gr

7gr

18gr

32,6 gr

48,94 gr

tumis
Mie goreng

Malam

instan
Total
1144 kal
145,84 gr
Total kalori pada tanggal 28 Agustus 2016 adalah 1144 kalori
Tabel 6. Pola makan pasien pada tanggal 26 Agustus 2016
Total kalori pada tanggal 26 Agustus 2016 adalah 900 kalori
Pagi

Siang

Malam

Menu
Nasi putih
Sayur lodeh
Tempe bacem

Porsi
1 porsi
1 mangkok
1 potong

Kalori
175 kal
162kal
78kal

Karbohidrat
40gr
14,73gr
1gr

Protein
4gr
6,66gr
8gr

Lemak
0gr
5gr

Tahu bacem
Nasi putih
Sayur lodeh
Tempe bacem

1 potong
1 porsi
1 mangkok
1 potong

70 kal
175kal
162kal
78kal

2gr
40gr
14,73gr
1gr

8gr
4gr
6,66gr
8gr

3gr
0gr
5gr

900 kal

113,46gr

45,2gr

Total

13gr 14

Tabel 7. Pola makan pasien pada tanggal 25 Agustus 2016

Pagi

Menu
Mie goreng

Porsi
1 bungkus

Kalori
420kal

Karbohidrat
57gr

instan
Nasi putih
1 porsi
175kal
40gr
Soto ayam
1 mangkok
312kal
19,55gr
Malam Total
907 kal
116,55gr
Total kalori pada tanggal 25 Agustus 2016 adalah 907 kalori
Siang

Protein
7gr

Lemak
18gr

4gr
24,01gr
35,01gr

0gr
14,92gr
32,92gr

Kalori selama tiga hari = 1144 kal + 900 kal + 907 kal = 2.951 kal
Rata rata konsumsi kalori pasien per hari = 983,67 kalori/hari

Status Gizi
Berat badan : 50 kg
Tinggi badan : 156 cm
IMT
: BB/(TB)
: 50kg :(1,56 meter) = 20,55 kg/m
Status Gizi
: Gizi normal
BB Ideal
: (156-100) x 90% x 1 kg = 50,4 kg

Kriteria Indeks Massa Tubuh (IMT)


IMT dihitung berdasarkan pembagian berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi
badan (dalam meter kuadrat).

Tabel 8. Indeks Masa Tubuh


IMT
<18,5
18,5 22,9

STATUS GIZI
Berat Badan Kurang
Berat Badan Normal
15

>23,0
23,0 24,9
25,0 29,9
>30,0

Kelebihan Berat Badan


Beresiko Menjadi Obes
Obes I
Obes II

Sumber : Center For Obesity Research and Education, 2007


Kesimpulan : Status Gizi Pasien normal
Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

BB Ideal

Jumlah kebutuhan kalori perhari :


- Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 25 kalori (Wanita)
= 50,4 kg x 25 kalori = 1,260 kalori
- Kebutuhan untuk aktivitas ditambah 20 % karena aktivitas yang dilakukan pasien

: 90 % x ( TB dalam cm 100 ) x 1 kg
90 % x ( 156 100 ) x 1 kg = 50,4 kg.

termasuk aktivitas sedang


20% x 1.260 kalori = 378 kalori
-

Untuk pasien usia di atas 40 tahun, kebutuhan kalori dikurangi 5% untuk dekade
antara usia 40-59 tahun
5% x 1260 = 63

Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah :


1260 + 378 63 = 1575
Untuk Kebutuhan Harian :
Karbohidrat (45-60%) = 45% x 1.575 kal 60%x 1.575 kal = 708,75 945 kal
Protein (10-15%) = 10% x 1.575 kal 15% x 1.575 kal = 157,5 236,25 kal
Lemak (20-25%) = 20% x 1.575 kal 25%x 1.575 kal = 315 393,75 kal
Kalori selama tiga hari = 1144 kal + 900 kal + 907 kal = 2.951 kal
Rata rata konsumsi kalori pasien per hari = 983,67 kalori/hari
Kekurangan kalori pasien : 1.575 kal 983,67 kal = 591,33 kalori/ hari
Setelah menghitung jumlah BBI, kebutuhan energi/kalori serta kebutuhan zat gizi
pada pasien, juga dengan melihat food recall pasien selama 3 hari sebelum datang ke

16

puskesmas maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya menu makan pasien kurang dari
jumlah energi/kalori yang dibutuhkan setiap harinya belum mencakupi gizi yang seimbang.
Pasien disarankan agar memberikan tambahan makanan agar kebutuhan kalori pasien
tiap harinya dapat terpenuhi, termasuk melakukan variasi makanan yang mengandung
protein seperi daging dan ayam, serta mengurangi makanan makanan instan seperti mie
goreng karena tidak baik untuk kesehatan tubuh pasien.
6. Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga
1. Ny. A mengaku sadar akan penyakit yang dideritanya sehingga pasien akan
mulai menjaga pola makan yang seimbang.
2. Walaupun Ny. A sibuk berkerja, Tn D selalu memberikan perhatian yang baik
terhadap Ny. A.
3. Setiap anggota keluarga Ny. A memiliki BPJS.
4. Keluarga Ny.A memiliki kesadaran untuk mencari pengobatan segera jika
terdapat salah satu anggota keluarga yang sakit
5. Jarak rumah dengan puskesmas atau klinik dekat sehingga dapat ditempuh
dengan kendaraan bermotor dalam waktu yang singkat

b. Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah Dalam Keluarga


1. Semenjak suami pasien tidak bekerja, Ny.A menambah jam kerjanya sehingga
Ny.A pulang kerja saat malam hari dan merasa sangat kelelahan
2. Tidak adanya waktu makan makanan yang sehat ketika malam hari, karena
ketika Ny.A sampai dirumah sudah merasa lelah sehingga pasien sering tidak
makan malam
B. Genogram
a. Bentuk Keluarga
Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family)

17

b. Tahapan Siklus Keluarga


Menurut Duvall (1984) tahapan siklus keluarga pada pasien ini ada dalam tahap VI,
yaitu keluarga melepas anak usia dewasa muda (anak yang meninggalkan rumah).
c. Family Map

: Pasien

: Tinggal serumah

: Perempuan
: Laki-laki meninggal
: Laki-laki

d. Dinamika Keluarga
Masalah dalam keluarga ini adalah pola makan yang tidak sesuai dengan pedoman
gizi seimbang, dimana makanan yang dimakan kurang beraneka ragam dan masih
seringnya keluarga pasien mengkonsumsi makanan instan. Keluarga juga masih belum
menerapkan perilaku hidup bersih sehat, dimana keluarga masih mencuci tangan dengan
sabun cuci piring dan air mengalir. Pasien juga terlalu sibuk dengan pekerjaannya
sehingga waktu untuk istirahat berkurang.
e. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis

18

Keluarga Ny. A mempunyai empat orang anak, yaitu dua orang anak laki-laki dan
dua orang anak perempuan yang sehat dan tidak ada cacat. Hal ini membuktikan bahwa
kemampuan reproduksi dalam keluarga Ny. A termasuk baik.
b. Fungsi Psikologis
Pasien adalah anak tunggal dalam keluarganya. Saat ini pasien tinggal dengan
suami dan ketiga orang anaknya. Ny. A dan Tn. D bekerja, namun anak pasien tidak
kehilangan perhatian dari kedua orang tuanya. Pasien memiliki semangat yang tinggi
dalam mencari nafkah keluarga.
c. Fungsi Ekonomi
Penghasilan sehari-hari keluarga Ny. A dan Tn. D cukup untuk kebutuhan seharihari keluarga. Penghasilan keluarga ini didapat dari pendapatan Ny. A yang bekerja
sebagai asisten rumah tangga untuk tambahan biaya hidup. Penghasilan pasien Rp.
1.500.000-/ bulan. Suami pasien bekerja sebagai karyawan swasta (penjaga gudang) di
daerah dekat rumah pasien dengan penghasilan Rp. 1.600.000-/ bulan. Anak kedua pasien
bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu pusat perbelanjaan sebagai teknisi
komputer dengan penghasilan 2.000.000,-/bulan. Dengan total penghasilan pasien, suami,
dan anaknya, pasien mengatakan penghasilan tersebut cukup untuk kehidupan sehariharinya dan biaya berobat. Namun sudah satu satu minggu suami pasien berhenti dari
pekerjaannya, sehingga Ny. A bekerja lebih keras untuk biaya tambahan bagi
keluarganya.
d. Fungsi Sosial
Keluarga Ny.A tinggal di rumah kontrakan yang berisi 3 ruangan dengan 1 kamar
mandi dan dapur. Lingkungan tempat keluarga pasien tinggal termasuk lingkungan padat
penduduk, rumah pasien sendiri berada di gang yang cukup sempit, hanya bisa dilalui oleh
kendaraan bermotor dan berhadapan dengan rumah penduduk. Lingkungan rumah pasien
cukup bersih, keadaan rumah juga dalam keadan bersih. Di sebalah rumah keluarga Ny. A
terdapat kontrakan yang berisi 3 kamar. Keluarga Ny. A dikenal sebagai keluarga yang
baik dan sopan terhadap tetangga.
e. Pendidikan
Pendidikan terakhir Ny. A adalah SD dan suami Tn. D

adalah SMP. Anak

pertama pasien memiliki pendidikan terakhir SMA, anak kedua pasien pendidikan

19

terakhir STM, anak ketiga pasien SMK dan anak keempat pasien saat ini sedang
menduduki bangku kelas II SMA.
f. Budaya
Sebagian besar penduduk di sekitar rumah pasien merupakan suku Betawi,
sebagian kecil merupakan suku Jawa Tengah. Pasien berasal dari Jawa Tengah dan
menikah dengan suami yang berasal dari suku Jawa Tengah. Pasien dan keluarga dapat
tinggal dan bersosialisasi dengan baik kepada warga sekitar.

C. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga


1. Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit pasien, yang salah satunya dapat
disebabkan oleh daya tahan tubuh berkurang akibat kurangnya asupan makanan
yang bergizi.
2. Pola makan pasien yang tidak teratur, yaitu pasien tidak makan saat malam hari
akibat jam kerja yang bertambah sehingga asupan makanan pasien berkurang
3. Beban kerja pasien berat karena pasien bertugas sebagai istri dan ibu rumah
tangga, serta ikut membantu mencari nafkah bagi keluarga, sehingga pasien sering
merasa cepat lelah dan waktu istirahat pasien berkurang.
4. Keluarga pasien kurang mengerti akan pentingnya kesehatan dan pemeliharaan
kesehatan, sehingga usaha dalam merubah pola makan kurang diperhatikan.
Konsumsi makanan yang bergizi pada keluarga pasien masih kurang dan masih
sering memakan makanan instan.
5. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai cuci tangan yang baik dengan
menggunakan air mengalir dan sabun cuci tangan.
6. Pencahayaan dan ventilasi dalam rumah pasien kurang memadai.
D. Diagnosis Holistik

20

1. Aspek Personal
a. Alasan kedatangan : timbul bercak kemerahan pada beberapa bagian tubuh, datang
atas kemauan sendiri
b. Harapan : pasien berharap rasa sakitnya berkurang
c. Kekhawatiran : khawatir apabila bercak kemerahan semakin meluas, pasien juga
merasa khawatir kaki dan tangan pasien tidak bisa digerakkan lagi akibat terasa linu
di persendian.
d. Persepsi : pasien merasa bahwa seluruh badan pasien pegal dan sulit digerakkan
akibat sakit ini bisa terjadi berkepanjangan

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang
disimpulkan sebagai berikut :
Diagnosis kerja :
Campak/Morbili
Diagnosis Banding :
Rubella
Ruam akibat alergi obat
3. Aspek Risiko Internal
a. Genetik :
Tidak Ada.
b. Kebiasaan :
Dalam beberapa hari sebelum pasien sakit, pola makan pasien menjadi tidak teratur,
yaitu pasien tidak makan di malam hari.
c. Lifestyle :
Pasien kurang mengkonsumsi makanan dengan pola gizi seimbang
4. Aspek Resiko Psikososial keluarga ( factor factor eksternal yang mempengaruhi
masalah kesehatan pasien)
a. Beberapa tetangga sekitar pasien memiliki keluhan yang serupa dengan pasien
sebelum pasien sakit dan pasien cukup sering bertemu dan melakukan kontak dengan
mereka

21

5. Aspek Fungsional
Menurut Internasional Classification Primary Care (ICPC) pasien mempunyai
aspek fungsional, yaitu pasien mampu melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit dan
dimasukkan ke dalam klasifikasi derajat fungsional adalah derajat 1 (tidak ada
keterbatasanfungsi).

22

E. Rencana Penatalaksanaan
Tabel 9. Rencana Penatalaksanaan
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Aspek
Personal

- Menjelaskan kepada pasien bahwa gejala


yang dirasakan pasien saat ini dapat
diobati.

Pasien

Pada
saat
di
Puskesmas dan saat
kunjungan kerumah
pasien.

(Ny. A)

- Menjelaskan kepada pasien untuk tidak


perlu khawatir terhadap penyakitnya,
karena penyakit campak
dapat
sembuh dilihat dari penyebabnya.

Hasil yang Diharapkan


-

Pasien dapat memahami bahwa rasa sakit yang


timbul dapat berkurang dan dapat diobati

Pasien bisa fokus untuk kesembuhannya


sehingga tidak menjadikan penyakitnya
sebagai beban pikiran.

Pasien segera sembuh dan dapat beraktivitas


seperti biasa.

- Menyamakan persepsi dengan pasien


bahwa rasa pegal yang dialami pasien
saat ini dapat disebabkan karena
kurang istirahat dan tidak berlangsung
lama serta dapat diobati.

Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang di harapkan

23

Aspek
Klinis

- Menjelaskan kepada pasien mengenai


penyakit campak yang dideritaya,
faktor-faktor
yang
dapat
menyebabkan terjadinya campak, cara
pencegahan dan komplikasinya.

Pasien
(Ny. A)

Pada
saat
di
Puskesmas dan saat
kunjungan
ke
rumah pasien

- Menganjurkan
pasien
untuk
memperbaiki pola makan dan
menerapkan asupan makanan yang
sesuai dengan pedoman gizi seimbang
-Memberikan obat obatan untuk
menunjang kesembuhan dari pasien
ini, yaitu:

Antihistamin:
Clorfenilamin maleat 4 mg
3x1

Antipiretik : Paracetamol
500 mg 3 x 1

Vitamin A 200.000IU

Pasien dapat memahami dengan baik tentang


penyakit yang sedang dideritanya dan menjaga
pola makan dengan baik sehingga dapat
mencegah
penyakit
berulang
dan
mengupayakan penanganan yang tepat untuk
menghindari komplikasi.

Pasien dapat menghindari faktor resiko yang


menyebabkan penyakit campak, salah satunya
adalah menurunnya daya tahan tubuh.

Mengurangi keluhan pasien sehingga pasien


dapat melakuan aktivitas tanpa gangguan dan
mencegah timbulnya komplikasi.

Mengurangi penularan ke lingkungan sekitar.

Pasien memiliki sistem imun yang bagus


sehingga tidak mudah terserang penyakit

- Menganjurkan pasien untuk istirahat


dirumah dan tidak bepergian terlebih
dahulu, serta menggunakan masker
untuk mencegah penularan.
Aspek
Risiko
Internal

- Menganjurkan
pasien
untuk
memperbaiki
pola
hidup
dan
menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat

Pasien

Pada
saat
di
puskesmas
dan
saat
kunjungan
kerumah pasien

24

Aspek

Kegiatan

Aspek - Menyarankan kepada keluarga agar


Psikososial
memperhatikan
kesehatan
Keluarga
keluarganya,
memperhatikan
kebersihan lingkungan agar terhindar
dari penyakit menular.

Sasaran

Waktu

Hasil yang di harapkan

Pasien dan Pada


saat
di keluarga puskesmas dan saat
kunjungan kerumah
pasien

Keluarga dapat lebih memperhatikan pasien


dan mengingatkan pasien untuk beristirahat
yang cukup.

Mengurangi sumber penularan dari campak


yang terjadi di lingkungan sekitar pasien

Pasien dapat segera sembuh dari penyakitnya

- Memberikan edukasi kepada tetangga


sekitar pasien yang terkena campak
untuk segera berobat ke klinik atau
puskesmas terdekat.

Aspek
- Menyarankan kepada keluarga pasien
Fungsional
agar
pasien
beristirahat
untuk
sementara waktu

Pasien

Pada
saat
di
Puskesmas dan saat
kunjungan
ke
rumah

Sumber : Oleh data

25

F. Prognosis
1. Ad vitam
2. Ad sanactionam
3. Ad fungsionam

: ad bonam
: ad bonam
: ad bonam

26

G.

27