Anda di halaman 1dari 4

28

DAFTAR PUSTAKA
Abbas, AK dan Lichtman, AH., 2004, Basic Immunology, Ed Ke-2, Elsevier,
Philadelphia.
Astuti, Y., et al., 2010, Komunikasi Informatika Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). FK Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Brakel, V.W., Kaur, H., (2002). Leprosy Review ; Is Beggary a Chosen
Profession Among People Living in Leprosy Colony , The Leprosy
Mission India , New Delhi 110 001, India. 24 Juli 2002.
Bryceson A., E, Roy. Physical rehabilitation. Leprosy,edisi ketiga. 1990; bab
12.h.165-180.
Burns, S.L., 2004, Making Illness into Identity; Writing Leprosy Literature in
Modern Japan, Japanese Journal Publication, (Review), 14: 191-211.
Calcraft, J.H., 2006, An Annotated Bibliography on Leprosy, Asia Pasific
Disability Rehabilitation Journal.,17-31.
Chin, J., 2000, Manual Pemberantasan Penyakut Menlular. Di dalam: Kandun,
I.N., Kusta, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.
Cook GC and Zumla A., (2003) Mansons Tropical Disease 21 ed, University
College Medical School, London. 8 (59) pp 1069.
Depkes RI, 2005, Buku Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta
Cetakan XVII, Direktorat Jendral PPM dan PLP, Jakarta. pp. 4-97
Dinas Kesehatan Kalbar., 2012, Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat,
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Barat.
DNJ, L., 2003, Rooks Textbook of Dermatology. Di dalam: Burn, T., et al., Lerosy,
London.
Faturahman, Y., 2011, Faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan
dengan Kejadian Kusta di Kabupaten Cilacap Tahun 2010, FKM Universitas
Siliwangi, Tasikmalaya (Tesis).
Hargrave, J et al., 2010, Guidelines for the Control of Leprosy in the Northern
Territory, Ed ke-3, Departement of Health and Families of Northern
Territory Government, Casuarina.

29

Hartono dan Bambang., 2007, Situasi Upaya Kesehatan. Di dalam: Sugito et al,
Profil Kesehatan Indonesia 2005, Departemen kesehatan RI. Direktorat
Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyakit Lingkungan.
Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI., 2012, Pedoman Nasional dan Pengendalian Penyakit
Kusta, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan.
Kementerian Kesehatan RI., 2013, Profil Kesehatan Indonesia, Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kokasih, A., et al., 2007, Kusta. DI dalam: Djuanda, A; Hamzah, M; Aisah, S;
Ilmu Penyakit Kusta dan Kelamin, Balai penerbit FKUI, Jakarta.
Kosasih et al., 2010, Kusta. Di dalam: Djuanda, A; Hamzah, M; Aisah S; Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed ke-5, Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, Jakarta.
Lee, DJ; Rea, TH; Modlin, RL; 2012, Leprosy. Di dalam: Wolff, K et al.,
Fitzpatricks Dermatology In General Medicine. Ed ke-8, McGraw-Hill
Companies, New York.
Lewis, F.S., 2010, Dermatologic Manifestation of Leprosy., Emedicine Medscape.
Listyowati, D., 2012, Pengaruh Intervensi Promosi Kesehatan terhadap
Pengetahuan, Sikap dan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Kelas
V di SDN Pangasinan IV Kota Bekasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat,
Depok. (Skripsi).
Lockwood, DNJ., 2010, Leprosy. Di dalam: Burns, T et al., Rooks Textbook of
Dermatology. Ed ke-8, Wiley-Blackwell, UK.
Mahanata, D., 2012, Survey Penderita Kusta Kecamatan Banua Lawas Kabupaten
Tabalong, Dinkes Kabupaten Tabalong.
Modlin, T., 2003, Fitzpaticks Dermatology in General Medicine: Leprosy. Di
dalam: Freedberg, I.M., et al., McGraw-Hill Professional, Newyork.
Norlatifah, A.H dan Solikhah., 2010, Hubungan Kondisi Fisik Rumah, Sarana Air
Bersih, dan Karakteristik Masyarakat dengan Kejadian Kusta di Kabupaten

30

Tapin Kalimantan Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Kalimantan


Selatan., 182-183.
Notoatmodjo dan Soekidjo., 2007, Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni, Rineka
Cipta, Jakarta.
Playfair, JHL., dan Chain, BM., 2013. Immunology at a Glance, Ed ke-10, WileyBlackwell, UK.
Regan, M., 2012, Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kusta, Kementerian
Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehat
Lingkungan, Jakarta.
Schmidt, H.G., 2012., Leprosy and Social Environtment, Sabiena Feenstra-gols,
Rotterdam.
Silegar, R.S., 2004, Atlas Berwarna Saripati Pcnyakit Kulit, EGC, Jakarta.
Singhi MK.,Ghiya BC., Dhruv G., Dilip K., (2004), Disability rates in leprosy,
Indian J Dermatol Venereol Leprol, Volume 70 (5), pp. 314 316.
Srinivasan H., (1998), The problem and chal lenge of disability and rehabilitation
in leprosy; Asia Pacific Disability Rehabilitation Journal, vol 9 (2).
Srivastava, R,K., 2009, Training Manual for Medical Officers. Di dalam:
Krishnamurth, P., et al., National Leprosy Eradication Programme, New
Delhi.
Tanasal, H., 2005, Perubahan titer IgM pada lepra sub-klinik pascaterapi jangka
pendek dengan rifampisin dan klaritromisin. Di dalam: SMF., Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin. FK Undip, Semarang.
Visschedijk, J., et al., 2010, Review Mycobacterium Leprae-Millenium Resistant!
Leprosy Control on the Treshold of A New Era. Tropical Medicine and
International Health., 388-397.
WHO. 2012. Leprosy.
WHO, (1997), Action Programme For The Eliminat ion of Leprosy; Status Report
1996, World Health Organization, Geneva, Switzerland, pp. 1-18.
Wisnu M, Hadilukito G. Pencegahan cacat kusta. Dalam Daili ES, Menaldi SL,
Ismiarto SP, Nilasari H editor, kusta , edisi II. Jakarta: Balai Penerbit FK
UI, 2003; 83-93

31

World Health Organization (WHO)., 2013, Weekly Epidemiological Record,


http://www.who.int/wer/2013/wer8835.pdf?ua=1 (28 September 2014).
World Health Organization Regional Office for South-East Asia (WHO-SEARO).,
2012,

Leprosy

Asia

Region,

http://www.searo.who.int/entity/leprosy/data/NCDR2012/en/

(28

September 2014).

Situation

in

South-East