Anda di halaman 1dari 11

SAP 1

AKUNTANSI KEPRILAKUAN
Definisi Akuntansi
Menurut Siegel dan Marconi (1989),mendefinisikan akuntansi sebagai suatu disiplin
jasa yang mampu memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu mengenai masalah
keuangan perusahaan dan untuk membantu pemakai internal dan eksternal dalam proses
pengambilan keputusan ekonomi.
Sedangkan Accounting Principles Board (APB) system statement No.4 mendefinisikan sebai
berikut:
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa fungsinya adalah memberikan informasi
kuantitatif,terutama yang bersifat keuangan,mengenai suatu entitas ekonomi yang
dimaksudakan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi,sebagai dasar
dalam memilih di antara beberapa alternatif.
Terlepas dari sesuai tidaknya definisi-definisi diatas (masih banyak ditemukan
berbagai kelemahan di dalam definisi di atas ,ishak, 1999), perspektif yang lebih luas
ditawarkan oleh american Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai
suatu proses pengidentifikasian,pengukuran dan pengomunikasian informasi ekonomi untuk
memungkinkan pembuatan pertimbangan dan keputusan berinformasi olh pemakai informasi
dan yang terkini. Akuntansi didefenisikan dengan acuan pada konsep informasi kuantitatif
yaitu akuntansi adalah aktivitas jasa fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan, mengenai entitas ekonomi yang diperkirakan bermanfaat
dalam proses pengambilan keputusan-keputusan ekonomi,yaitu dalam menentukan pilihan di
antara alternatif-alternatif yang ada, baik dalam konteks program kerja maupun dalam
tindakan.
Pemakai internal dari informasi akuntansi adalah organisasi yang memiliki garis dan
staf personil, yang memandang laporan akuntansi sebagai landasan yang melibatkan
pendanaan,penginvestasikan, dan pengambilan keputusan operasional. Pemakai eksternal
meliputi sejumlah kelompok pemegang saham, kreditor, serikat buruh, analis keuangan,dan
para agen pemerintah.dengan demikan, informai keuangan melaui laporan keuangan sebagai
hasil dari sitem informasi keuangan memiliki tujuan yang beberapa diantaranya adalah:
1.

Menyediakan informasi laporan keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi
investor serta kreditor sebagai dasar pengambilan keputusan dan pemberian kredit.

2.

Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan dengan menunjukan


sumber-sumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal dari kekayaan tersebut.

3.

Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan yang dapat menunjukan kinerja


perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam


melunasi utang-utangnya.
5. Menyediakan informasi keuanagan yang dapat menunjukan sumber-sumber pendanaan
perusahaan.
6. Menyediakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam memperkirakan arus kas
masuk kedalam perusahaan.
Akuntansi sebagai suatu sistem informasi
Akuntansi menjadi yang terdepan dan berperan penting dalam menjalankan ekonomi
dan sistem sosial kita.seperti dalam pembahasan sebelum nya tujuan utama akuntansi aadalah
melahirkan informasi keuangan melalui proses sebagai pengambilan keputusan,sedangkan
sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang kompleks dan bentuk dari berbagai
komponen yang saling berkaitan.
Akuntansi adalah sistem
Manajemen,pengguna dan personel sistem diperlukan dalam pengembangan
sistem.umumnya kelompok perancang atau tim proyek pengembangan sistem meliputi para
pemakai, analis, dan wakil manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pemakai sistem,
mengembangkan spesifikasi teknis dan mengimplementasikan sistem baru. Keterlibatan
karyawan perlu di lakukan secara terus menerus setelah sistem tersebut diimplementasikan.
Chusing (1990) mengemukakan bahwa keterlibatan pemakai perlu dipertimbangkan bahakan
pada saat perancangan sistem.
Filosofi dari perancangan sistem berorientasi pada pemakai membantu untuk
membentuk perilaku dan pendekatan yang baik dalam pengembangan sistem dalam konteks
organisasional.
Disamping itu,dukungan manajemen puncak merupakan suatu faktor penting yang
menentukan efektivitas penerimaan sistem informasi dalam organisasi,jackson (1986)
mengemukakan beberapa alasan mengapa keterlibatan menejemen puncak dalam
pengembangan sistem informasi merupakan hal yang penting,yaitu:
1.

Pengembangan sistem merupakan bagian perencanaan perusahaan

2.

Manajemen puncak merupakan fokus utama dalam proyek pengembangan sistem

3.

Manajemen puncak menjamin penekanan tujuan perusahaan dari pada teknis nya

4.

Pemilihan sistem yang akan dikembangkan didasarkan pada kemungkinan manfaat yang di
peroleh

5.

Keterlibatan manajemen puncak akan memberikan kegunaan dan pembuatan keputusan


yang lebih baik dalam pengembangan sistem.

Dukunagn manajeman puncak sebenarnya harus ada pada semua tahap pengembangan sistem,
yaitu dari tahp perencanan strategi, tahap perencanaan puncak dapat dilihat table 1.1
Tabel1.1 Keterlibatan Manajemen Puncak dalam Pengembagan Sistem
Perencanaan Strategis

a.

Kandungan

Perencanaan Sistem

proses

perencanaan strategis

b. Kegunaan rencana

c. Keterpaduan dalam rencana

d. Pengkoordinasian tindakan
perencanaan

a. Integrasi Sistem

b.

Tingkat

rincian

rencana proyek

c. Integrasi hardware

Implementasi

a. Pengendalian rencana
implementasi

b. Keterbatasan sumber
daya

c.

Pencapaian

tujuan

perencanaan

d. Perencanaan proyek

Untuk mengukur keterlibatan pemakai ini, ives dan olson (1984) mengemukakan
enam tingkatan keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem informasi,yaitu:
1.

Tidak ada keterlibatan (no-involvement)

2.

Keterlibatan simbolis (symbolic involvemen)

3.

Keterlibatan atas saran orang lain (involvement by advice)

4.

Keterlibatan dengan pengendalian yang lemah (involvement by weak control)

5.

Keterlibatan dengan melakukan (involvement by doing)

6.

Keterlibatan dengan pengendalian yang kuat (involvement by stong control)


Akuntansi adalah informasi

Akuntansi juga dapat dipandang sebagai suatu informasi,suatu fenomena menjadi


menarik dengan adanya jargon yang menyatakan bahwa menguasai informasi berarti akan
menguasai dunia dan siapa yang menguasai informasi akan memenangkan persaingan.
Penguasaan informasi menjadi sangat dominan, bahkan informasi telah diakui sebagai salah
satu sumber daya, oleh karena itu perusahaaan harus berupaya untuk mengoptimalkan peran
informasi ini untuk mencapai tujuan.
Tahapan-tahapan dalam pengembangan sistem tersebut seperti di utarakan oleh
Bodnar dan Hopwood (1995) yang terdiri atas:
1.

Perencanaan dan analisis sistem yang meliputi formulasi dan evaluasi solusi-solusi masalah
sistem dan penekanannya pada tujuan keseluruhan sistem.

2.

Perencanaan sistem, yaitu proses menspesifikasikan rincian solusi yang dipilih oleh proses
analisis sistem.

3.

Implementasi sistem, yaitu proses menempatkan rancangan prosedur-prosedur dan metode


baru atau revisi ke dalam operasi.

Pengantar Akuntansi Keprilakuan


Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang
digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Tujuan
informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik
untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis ekonomi,namun
pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keprilakuan
dari pengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek
keprilakuan manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh
akuntansi,akhirnya akuntansi bukanlah suatu yang statis,tetapi akan selalu berkembang
sepanjang waktu seiring dengan perkembangan lingkungan akuntansi, agar dapat
memberikan

informasi

yang

dibutuhkan

oleh

penggunanya.

(khomsiyah

dan

indriantoro,2000).
Pihak pelaksana /penyusun informasi akuntansi adalah seseorang atau kumpulan
orang yang mengoperasikan sisitem informasi akuntansi dari awal sampai terwujudnya
laporan keuangan.pengertian ini menjelaskan bahwa pelaksana/penyusun informasi kegiatan
atau operasi harian organisasi.,dikatakan penting sebab hasil informasi akuntansi dari awal
sampai terwujudnya laporan keuangan.pengertian ini menjelaskan bahwa pelaksana/penyusun
informasi kegiatan atau operasi harian organisasi.,dikatakan penting sebab hasil kerja mreka

dapat memberikan manfaat bagi kemajuan organisasi dalam bentukpeningkatan motivasi


kerja yang dapat diwujudkan dengan penetapan ukuran-ukuran kerja ini dapat di hasilkan
melalui sistem akuntansi.
Di sisi lain pihak pemakai laporan keuangan dapat di bagi menjadi dua kelompok
yaitu pemakai internal (internal users) dan pemakai eksternal (exsternal users).
Sebagaimana di bahas sebelumnya,pemakaian laporan keuangan oleh pihak internal di
maksud akan untuk melakukan serangkaian evaluasi kinerja sedangkan pihak eksternal sama
seperti pihak internal, tetapi mereka lebih berfokus pada jumlah investasi yang mereka
lakukan dalam organisasi tersebut.pihak eksternal juga perlu didiskusikan sebab mereka juga
memiliki suatu rangkaian perilaku yang dpat mempengaruhi tindakan pengambilan keputusan
organisasi.
Sejak tahun 1950-an beberapa riset akuntansi mulai mencoba menghubungkan
akuntansi dengan aspek perilaku yang di mulai oleh Argrys pada tahun 1952, selain itu,
Binberg dan Shields (1989) mengklasifikasikan riset akuntansi keprilakuan dalam lima aliran
(school),yaitu:pengendalian

manajemen

(management

control),pemrosesan

informasi

akuntansi (accounting information processing) desain sistem informasi (information system


design) riset audit (audit research) dan sosilogi organisasional (organizational sociology).
Penelitian-penelitian di bidang akuntansi keprilakuan merupakan aplikasi dari ilmu
keprilakuan dengan menggunakan berbagai metode di antaranya adalah eksperimental, studi
lapangan dan teknik-teknik korelasional. Hasil-hasil penelitian ini menyediakan suatu
pemahaman yang lebih luas dalam memberikan penjelasan dan pemecahan atas praktikpraktik keprilakuan.
Penelitian adalah jembatan antara teori dan praktik. Ada teori-teori keprilakuan,
kemudian dihubungkan dengan praktik-praktik yang terjadi di akuntansi melalui penelitian,
maka upaya menjembatani itu terjadi. Teori yang sudah terkonfirmasi, bias menjadi panduan
untuk menjelaskan fenomena dunia nyata. Hasil penelitian juga dapat digunakan untuk
memperbaiki praktik-praktik akuntansi.
Informasi akuntansi dirancang untuk berfungsi sebagai suatu dasar bagi pengambilan
banyak keputusan penting di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem informasi
dimanfaatkan

untuk

membantu

dalam

proses

perencanaan,pengoordinasian

dan

penegendalian yang kompleks, serta aktivitas yang saling berhubungan untuk memotivasi
orang-orang pada semua tingkatan di dalam perusahaan, peningkatan ekonomi yang kontinu
dan berkelanjutan dari suatu organisasi digunakan sebagai dasar untuk memilih informasi
yang relevan dalam pengambilan keputusan.

Akuntansi keprilakuan sebenarnya metupakan bagian dari ilmu akuntansi yang


perkembangannya semakin meningkat dalam 25 tahun belakangan ini. Hal ini di tandai
dengan lahirnya sejumlah jurnal dan artikel yang berkenaan dengan keprilakuan (behavioral),
awal nya perkembangan riset akuntansi keprilakuan menekankan pada aspek akuntansi
manajemen khususnya penganggaran (budgeting), namun domain dalam hal ini terus
berkembang dan bergeser ke arah akuntansi keuangan, sistem informasi akuntansi, dan audit.
Banyaknya volume riset atas akuntansi keprilakuan dan meningkatnya sifat
spesialisasi riset, serta tinjauan studi secara periodik, akan memberikan manfaat untuk
beberapa tujuan berikut ini :
1.

Memberikan gambaran state of the art terhadap minat khusus dalam bidang baru yang ingin
diperkenalkan.

2.

Membantu dalam mengidentifikasikan kesenjangan riset.

3.

Untuk meninjau dengan membandingkan dan membedakan kegiatan riset melalui sub
bidang akuntansi, seperti audit, akuntansi manajemen, dan perpajakan, sehingga para peneliti
dapat mempelajarinya melalui sub bidang lain.
Akuntansi keprilakuan menggunakan metedologi ilmu pengetahuan perilaku untuk
melengkapi gambaran informasi dengan mengukur dan melaporkan faktor manusia yang
mempengaruhi keputusan bisnis dan hasil mereka. Secara lebih terperinci ruang lingkup
akuntansi keprilakuan meliputi:

1.

Mempelajari pengaruh

antara perilaku manusia terhadap konstruksi, bangunan dan

penggunaan system informasi akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan dan organisai,
yang berarti bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat
pengendalian akuntansi dan desain organisasi; apakah desain system pengendalian akuntansi
bias diterapkan secara universal atau tidak.
2.
Mempelajari pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti
bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi kinerja, motivasi, produktivitas, pengambilan
keputusan, keputusan kerja dan kerja sama.
3.
Metode untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manusi dan strategi untuk
mengubahnya, yang berarti bagaiman system akuntansi dapat dipergunakan untuk
mempengaruhi perilaku, dan bagaiman mengatasi resistensi itu. Di sini muncul istilah
freezing (membekukan) dan unfreezing (mencairkan). ContoHnya perubahan sistem.
Perubahan sistem bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi perlu upaya untuk sampai pada
aplikasi sistem itu sendiri karena bisa jadi ada resistensi di situ.
Manfaat utama dari bidang baru ini adalah menyediakan informasi bisnis yang
memungkinkan para CEO,CFO,dan perencana strategis lainnya untuk mengukur dan

mempengaruhi variabel-variabel yang secara konvensional tidak dapat diukur tetapi sangat
menentukan bisnis mereka.

Lingkup Akuntansi Keprilakukan


Akuntansi Keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang mencakup
pengumpulan, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan informasi keuangan. Dengan demikian,
dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusua sekaligus juga dengan desain,
konstruksi, serta penggunaan suatu sistem infomasi akuntansi yang efesien. Dengan
mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, akuntansi
keperilakuan mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi.
Ruang lingkup akuntansi keperilakukan antar lain: 1) aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan
terhadap desain dan konstruksi sistem akuntansi, 20 studi reaksi manusia terhadap format dan
isi laporan akuntansi, 3) cara dimana informasi diproses untuk membantu pengambilan
keputusan, 4) pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku para
pemakai data, dan 5) pengembangan strategi guna memotivasi dan memengaruhi perilaku,
cita-cita, serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi. Secara umum, lingkup
dari akuntansi keprilakukan dapat dibagi menjadi 3 bidang besar:
1. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan sistem
akuntansi. Bidang dari akuntansi ini mempunyai kaitan dengan sikap dan filosofi
manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang digunakan
dalam organisasi.
2. Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia. Bidang akuntansi keperilakuan
ini berkenan bagaimana sistem akuntansi memengaruhi motivasi, produktivitas,
pengambilan keputusan, kepuasan kerja, serta kerja sama.
3. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia. Bidang
ketiga dari akuntasi keprilakuan ini mempunyai hubungan dengan cara akuntansi
digunakan sehingga memengaruhi prilaku.
Akuntansi Keprilakuan: Perluasan Logis dari Peran Akuntansi Tradisional
Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi dapat
menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan.
Akuntan mengakui adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan

pengungkapan penuh (full disclosure). Prinsip ini mengharuskan dicantumkannya


penjelasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pengganti dan penambah infomasi
yang mendukung laporan data keuanagn perusahaan, melainkan juga sebagi laporan
yang menjelaskan kritik terhadap kerangka lporan keuangan maupun dalam catatan
atas laporan keuangan perusahaan.
Bentuk lanjutdarigambaran ekonomi suatu perusahaan secara logis memelurkan
aplikasi dari prinsip pengungkapan penuh. Untuk itu, diperlukan suatu masukan
infomasi keprilakukan guna melengkapi data keuangan dan data lain yang dilaporkan.
Sukar dipahami jika diaktakan bahwa pengambil keputusan tidaktertarik terhadap
infomasi tambahan yang relevan karena menganggap infomasi tersebut tidak memiliki
nilai tambah.
Sejak meningkatnya pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dan social
dari akuntanis belakangan ini, terdapat suatu kecendrungan untuk memandang bagian
akuntansi yang lebih subtansial secara lebih luas. Perspektif perilaku menurut
pandangan ini telah dipenuhi dengan baik oleh akuntansi sehingga sistem akuntansi
menjadi lebih dapat dicerna dan bisa diterima oleh manajer dan karyawan.
Landasan Teori dan Pendekatan Akuntansi Keprilakuan
Hudayati (2002) menjelaskan bahwa sebagai bagian dari ilmu keprilakuan (behavioral
science), teori-teori akuntansi keprilakuan dikembangkan dari riset empiris atas perilaku
manusia dalam organisasi.
Dari Pendekatan Normatif ke Deskriptif
Seiring dengan perkembangan teknologi produksi, permasalahan riset diperluas
dengan diangkatnya topik mengenai penyusunan anggaran, akuntansi pertanggungjawaban
(responsibility accounting), dan masalah harga transfer (transfer pricing). Meskipun
demikian, berbagai riset tersebut masih bersifat normatif, yaitu hanya mengangkat
permasalahan mengenai desain pengendalian manajemen dengan berbagai model seperti arus
kas yang didiskonto (discounted cash flow), atau pemograman linear (linear programming)
guna membantu manajer membuat keputusan ekonomi yang oprimal, tanpa melibatkan
fackor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas desain oengendalian manajemen, seperti
perilaku manusia serta kondisi lingkungan organisasi.
Sejak Tahun 1950-an, tepatnya sejak C Argyris menerbitkan risetnya pada tahun 1952,
desain riset akuntansi manajemen mengalami perkembangan yang signifikan dengan
dimulainya usaha untuk menghubungkan desain system pengendalian manajemen suatu

organisasi dengan perilaku manusia. Sejak saat itu, desain riset lebih bersifat deskriptif dan
diharapkan lebih bisa menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh para pelaku
organisasi.
Dari pendekatan Universal ke pendekatan Kontijensi
Riset akuntansi keprilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal
(universalistic approach), seperti riset Argyris di tahun 1952, Hpwood (1972), dan Otley
(1978). Akan tetapi pendekatan ini memiliki banyak kelemahan, sehingga muncul pendekatan
lain yang selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset, yaitu pendekatan
kontijensi (contingency approach).
Pendekatan universal menyatakan bahwa suatu sistem pengendalian bisa diterapkan
dalam karakteristik perusahaan dan kondisi lingkungan apa pun. Sedangkan Pendekatan
kontijensi secara umum menyatakan bahwa pembuatan dan penggunaan desain sistem
pengendalian manajemen bergantung pada karakteristik organisasi dan kondisi lingkungan
dimana sistem tersebut akan diterapkan.
Kompleksitas desain riset yang menggunakan pendekatan kontijensi bisa dibagi
dalam empat tingkatan. Pertama, desain riset yang menguhubungkan satu variabel kontijensi
dengan satu variabel sistem pengendalian. Kedua, Desain riset yang menguji interaksi antara
satu variabel kontijensi dan satu variabel sistem pengendalian terhadap variabel dependen
tertentu (variable konsekuensi), seperti kinerja atau kepuasan kerja. Ketiga, desain riset yang
menguji interaksi antara satu variabel kontijensi dengan lebih dari satu variabel sistem
pengendalian manajemen terhadap variabel konsekuensi. Keempat, desai riset yang
memasukkan berbagai variabel kontijensi untuk menentukan desain pengendalian yang
optimal.

Aspek-aspek penting dalam akuntansi keprilakuan


Menurut Schiff dan Lewin (1974) ada lima aspek dalam akuntansi keprilakuan, yaitu:
Teori perusahaan dan keprilakuan manajerial
Penganggaran dan perencanaan
Pengambilan keputusan
Pengendalian, dan
Pelaporan keuangan
Penjelasan:
1. Teori Perusahaan dan Keprilakuan Manajerial
Teori organisasi modern mempunyai perhatian dalam menjelaskan perilaku komponen entitas
1.
2.
3.
4.
5.

perusahaan sebagai dasar untuk memahami tindakan dan motif-motif mereka. Teori

organisasi modern memandang adanya interaksi antarelemen organisasi untuk mendukung


tujuan organisasi. Perusahaan adalah sebuah entitas yang lengkap. Secara spesifik, teori
organisasi modern berkonsentrasi pada perilaku pengarahan tujuan perusahaan, motivasi dan
karakteristik penyelesaian masalah.
2. Penganggaran dan Perencanaan
Fokus dari area ini adalah formulasi tujuan organisasi dan interaksi perilaku individu.
Beberapa dimensi penting dalam area ini adalah proses partisipasi anggaran, level kesulitan
dalam pencapaian tujuan, level aspirasi, dan adanya konflik antara tujuan individual dengan
tujuan organisasi. Keselarasan antara tujuan individu dengan tujuan organisasi menjadi
kerangka manajerial mengembangkan organisasi. Dua isu penting dalam bidang
penganggaran dan perencanaan adalah organizational slck dan budgetary slack.
3. Pengambilan keputusan
Fokus dalam bidang ini adalah teori-teori dan model-model tentang pengambilan keputusan.
Ada teori normative, paradox, dan model deskriptifdalam pengambilan keputusan. Teori
normative adalah bagaimana seharusnya orang mengambil keputusan. Paradoks adalah
sesuatu bertentangan dengan teori normatuf, sedangkan model deskriptif menjelaskan apa
yang terjadi ketika orang mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta empiris yang ada.
Apa informasi (subject matter) yang digunakan untuk pengambilan keputusan informasi yang
digunakan tetaplah informasi akuntansi.
4. Pengendalian
Aspek pengendalian sangat penting dalam organisasi perusahaan. Semakin besar perusahaan,
memerlukan tindakan pengendalian yang semakin intensif. Pengendalian selalu dihubungkan
dengan pengukuran kinerja dan adaptasi individu terhadap pengendalian. Dimensi penting
dalam pengendalian adalah struktur organisasi, pengengalian internal, desentralisaisentralisasi dan hubungan antara dan antar hirearki administrasi. Perkembangan terbaru
dalam pengendalian internal adalah diakuinya lingkunagn pengendalian sebagai salah satu
kunci dalam mengendalikan operasional perusahaan.
5. Pelaporan keuangan
Aspek keprilakuan dalam pelaporan keuangan meliputi perataan laba dan keandalan
informasi akuntansi dan relevansi informasi akuntansi bagi investor. Perataan laba adalah
bagian dari manajemen laba yang disebabkan oleh pihak manajemen mempunyai informasi
privat untuk kepentiangan dirinya. Manajemen laba intinya adalah masalah keprilakuan, yaitu
perilaku manajemen yang mementingkan dirinya sendiri dalam suatu pola keagenan. Ruang
lingkup manajemen laba termasuk didalamnya aslah pemilihan metode akuntansi, estimasi,
klasifikasi, dan format yang digunakan dalam pengungkapan yang bersifat wajib. Yang perlu
diperhatikan disini adalah antara format/bentuk sama pentingnya dengan isi yang

disajikan/yang dilaporkan. Orang bias terpengaruh dengan perbedaan format, padahal


memiliki isi yang sama.

REFERENSI
Lubis, Arfan Ikhsan, 2010. Akuntansi Keprilakuan, Edisi 2. Salemba Empat: Jakarta.