Anda di halaman 1dari 6

A.

Jenis-Jenis Mamalia Air


1. Lumba-lumba

2. Lembu laut (Sirenia)

3. Ikan paus

4. Platipus (Ornithorhynchus anatinus)

Nama

: Wiwin Hadianti

NIM

: B1J014029

Kelas

:A

5. Anjing laut (Pinnipedia)

6. Singa laut (Otariinae)

7. Berang-berang laut (Enhydra lutris)

B. Perbedaan Ikan Hiu dan Paus


Paus

Ikan Hiu

No
1.

2.
3.

4.

Perbedaan
Reproduksi

Cara bernafas
Struktur gigi

Perkembangbiakan

Ikan hiu
Melahirkan setelah 1

Ikan paus
Melahirkan sekali

tahun pada musim

setiap 2-3 tahun awal

panas.
Melalui 5 insang
Gigi tajam dan tidak

musim dingin.
Melalui paru-paru
Gigi tajam dan berderet

rapi serta dapat

rapi.

digantikan
Ovipar dan

Vivipar

Ovovivipar
Penjelasan:
1. Ikan dan Mamalia
Hiu adalah ikan yang mempunyai sisik dan merupakan kelompok hewan
vertebrata yang memiliki tulang punggung kaki, saat berenang ikan hiu
menggerakkan ekornya ke kanan dan kiri. Paus adalah mamalia yang
merupakan kelompok hewan vertebrata dan tubuhnya tidak bersisik, paus
berenang dengan menggerakkan ekornya naik turun.
2. Tulang awan dan tulang kaku
Kerangka ikan hiu terbuat dari bahan rawan yang bersifat fleksibel, tulang
rawan ini paling banyak membentuk hidung dan telinga. Paus memiliki
tulang yang terbuat dari tulang kaku. Hiu mempunyai kerangka yang jauh
lebih ringan daripada paus.
3. Insang dan paru-paru
Hiu dan ikan-ikan lainnya mampu menyerap oksigen yang terkandung di
dalam air melalui insang. Insang ini terletak di sisi kepala sebelah kanan dan
kiri, berbentuk sangat tipis, serta mudah terlipat. Paus menggunakan paruparu untuk bernapas, sehingga paus harus berenang sesering mungkin ke

permukaan air untuk menyerap oksigen dari udara melalui lubang saluran
pernapasan yang ada di atas kepalanya. Paus sama sekali tidak bisa
memperoleh oksigen dari air.
4. Ovipar dan Ovovivipar vs Vivipar
Beberapa ikan hiu berkembang biak dengan cara bertelur, sementara hiu yang
lain ada pula yang bertelur dan melahirkan. Setelah telur tersebut menetas,
beberapa induk hiu ada yang mengasuh larvanya dan ada juga yang langsung
meninggalkannya. Ikan hiu dewasa mampu menghasilkan kurang dari 100
telur dalam sekali bertelur, sehingga tingkat harapan hidupnya lebih tinggi
ketimbang bangsa ikan lainnya. Perkembangbiakan paus melalui proses
melahirkan. Anak paus selalu mendapatkan pengasuhan dari induknya untuk
sementara waktu hingga mereka sanggup bertahan hidup sendiri. Perbedaan
yang mencolok dari hiu dan paus adalah paus menyusui anaknya lewat
kelenjar susu yang dimilikinya, sedangkan ikan hiu sama sekali tidak
melakukannya.
5. Berdarah dingin dan berdarah panas
Hiu merupakan binatang yang berdarah dingin sehingga tidak mampu
mengatur suhu tubuhnya sendiri. Faktanya suhu tubuh ikan hiu sangat
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Inilah kenapa ikan hiu
umumnya tinggal di perairan tropis dan sub-tropis, meski ada juga beberapa
spesies yang bisa hidup di perairan dingin. Berbeda halnya dengan paus yang
tergolong binatang berdarah panas sehingga sanggup mengatur suhu
tubuhnya secara internal. Hal ini pula yang memungkinkan paus dapat
bertahan hidup, baik di perairan dingin maupun hangat.

C. Perbedaan Ikan Belut dan Ikan Sidat

Penjelasan:
1. Bentuk
Bentuk ikan sidat cenderung bulat penuh dan panjang dengan bentuk ekor yang
papak (mirip dengan ikan lele), sedangkan untuk belut mempunyai bentuk yang
cenderung pipih dengan ekor yang meruncing. Bagian kepala ikan sidat cenderung
papak dibagian mulut, mempunyai kumis pendek berwarna kuning dan sirip
dibawah kepala. Belut mempunyai bentuk kepala runcing serta tidak dilengkapi
dengan kumis maupun sirip kepala.
2. Tulang
Bentuk tulang atau duri untuk sidat mempunyai struktur yang sama dengan
kebanyakan ikan seperti ikan lele atau ikan gabus, sementara untuk belut
mempunyai struktur tulang atau duri yang agak rumit yang hampir membentuk
karakter plus (+).
3. Habitat
ikan sidat adalah ikan yang murni hidup di air yang tidak memerlukan media
lumpur sebagai tempat hidupnya, namun sidat juga membutuhkan supply oksigen
yang tinggi dan suhu yang panas (25-30oC) agar tumbuh kembangnya menjadi
maksimal. Belut harus dengan media lumpur agar bisa berkembang biak dengan
baik.
4. Pemijahan
Perilaku yang ditampilkan oleh ikan sidat dan belut pada saat akan melakukan
pemijahan terlihat berbeda sekali. Ikan sidat akan bermigrasi dari perairan tawar
ke laut ketika hendak berkembang biak. Setelah selesai, ikan sidat akan kembali
ke sungai dan tetap meninggalkan telur-telurnya di laut. Ketika telur sudah
menetas, anakan ikan-ikan sidat ini juga akan bergerak ke lingkungan perairan
tawar untuk hidup dan tumbuh besar di sana. Hal ini berbeda jauh dengan perilaku

yang dimiliki oleh belut, di mana seluruh proses kehidupannya berlangsung di


perairan tawar yang banyak mengandung lumpur.